spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Robot Humanoid China Mulai Patroli Perbatasan

Telko.id – China mulai mengoperasikan robot humanoid untuk membantu tugas patroli di wilayah perbatasannya dengan Vietnam, sebuah langkah yang menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan kini benar-benar diterapkan di lapangan. Robot yang digunakan adalah Walker S2, dikembangkan oleh perusahaan robotik asal China, UBTech Robotics.

Robot ini dirancang menyerupai manusia, mampu berjalan secara mandiri, serta dilengkapi sensor visual dan sistem AI untuk mengenali lingkungan sekitar. Salah satu keunggulan teknisnya adalah kemampuan mengganti baterai secara otomatis, memungkinkan operasional hampir 24 jam tanpa perlu campur tangan manusia secara langsung.

Melansir dari DetikInet, dalam implementasinya, robot humanoid ini tidak menggantikan petugas keamanan, melainkan berperan sebagai asisten untuk tugas-tugas rutin seperti membantu pengaturan antrean, memantau area publik, hingga memberikan informasi dasar kepada pengunjung.

Secara teknologi, Walker S2 menggabungkan sistem navigasi berbasis sensor, pemrosesan data real-time, serta algoritma kecerdasan buatan untuk merespons situasi di sekitarnya. Hal ini menunjukkan perkembangan robot humanoid yang kini tak lagi sebatas demonstrasi teknologi, melainkan mulai masuk ke infrastruktur operasional resmi.

Baca juga:

Meskipun proyek ini terjadi di Asia, ide yang sama juga mulai menarik perhatian di Eropa, terutama di tengah tekanan migrasi yang terus meningkat.

Menurut Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, László Palkovics, teknologi robot humanoid kini telah mencapai titik produksi massal menjadi realistis.

Ia menjelaskan bahwa teknologi ini sudah melewati fase eksperimental dan siap diproduksi massal, terutama dengan keterlibatan sektor otomotif yang kuat di Hungaria. “Teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal,” kata Palkovics, dikutip dari Hungarian Conservative, Senin (16/2/2026).

Langkah China ini sekaligus memperlihatkan arah pengembangan AI dan robotik yang semakin agresif di sektor publik. Bagi masyarakat luas, penerapan robot humanoid di perbatasan menjadi sinyal bahwa otomatisasi berbasis AI akan semakin sering ditemui di ruang-ruang publik, terutama untuk meningkatkan efisiensi, konsistensi kerja, dan dukungan operasional jangka panjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU