Telko.id – Perusahaan teknologi asal China, ByteDance, dikabarkan menyepakati penjualan bisnis operasional TikTok di Amerika Serikat kepada konsorsium investor yang dipimpin oleh Oracle.
Kesepakatan ini menjadi langkah besar dalam merespons tekanan regulasi pemerintah AS terkait isu keamanan data dan kepemilikan aplikasi asing.
Melansir dari Bloomberg, pemerintahan AS diperkirakan akan menerima sekitar US$10 miliar atau setara Rp 169,5 triliun, yang menjadi bagian dari biaya para investor untuk kesepakatan penjualan bisnis operasi aplikasi video TikTok China oleh ByteDance Ltd. Di AS kepada satu kelompok investor AS, dilaporkan Wall Street Journal akhir pekan lalu.
Penjualan ini tidak terlepas dari aturan pemerintah AS yang mewajibkan TikTok untuk menjual operasinya di dalam negeri atau menghadapi potensi pemblokiran. Regulasi tersebut munciul karena kekhawatiran terkait keamanan data pengguna dan kemungkinan akses oleh pihak asing.
Untuk menghindari larangan operasional, ByteDance akhirnya memilih melakukan restrukturisasi kepemilikan melalui perjalanan ke investor lokal.
Melalui skema ini, TikTok di AS akan dikelola oleh entitas baru yang mayoritas dimiliki oleh investor Amerika, sementara ByteDance tetap mempertahankan sebagian kecil kepemilikan.
Model ini memungkinkan TikTok tetap beroperasi di pasar AS, sekaligus memenuhi tuntutan pemerintah terkait kontrol data dan keamanan platform.
Baca Juga:
- Disney Tuding ByteDance Langgar Hak Cipta AI
- Dave Hendrik & Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI Livestream TikTok 11 Jam
Kesepakatan ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana tekanan geopolitik dan regulasi mulai memengaruhi struktur bisnis perusahaan teknologi global. Platform digital yang sebelumnya beroperasi lintas negara kini harus menyesuaikan diri dengan kebijakan lokal, bahkan hingga melakukan perubahan kepemilikan.
Entitas baru tersebut — yang dikenal sebagai TikTok USDS Joint Venture LLC — akan bertanggung jawab untuk memoderasi konten di TikTok dan melindungi data pengguna AS.
Perusahaan segera dipimpin oleh dewan direksi baru yang beranggotakan tujuh orang, dengan mayoritas anggotanya berasal dari Amerika Serikat.
Chief Executive Officer (CEO) TikTok, Shou Chew – yang akan terus memimpin aset ByteDance yang paling berharga secara global – akan duduk di dewan direksi tersebut. Adam Presser, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala bidang operasi, kepercayaan, dan keamanan TikTok, akan memimpin usaha patungan di AS tersebut sebagai CEO.


