spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Boeing Perbaiki Penyebab Jatuhnya Lion Air JT 610, Begini Detailnya

Telko.id, Jakarta – Boeing selaku manufaktur pesawat Boeing 737 Max telah memperbarui sistem pencegah kegagalan mesin. Perusahaan itu melakukannya agar kecelakaan pesawat yang sebelumnya terjadi di Indonesia yang menimpa Lion Air JT 610 dan juga di Etiopia tidak terulang.

Pembaruan tersebut mencakup peningkatan sistem anti-stall bernama Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Dengan demikian, pesawat jadi lebih bisa dikendalikan oleh pilot.

Badan Aviasi Federal Amerika Serikat (FAA) telah memberi lampu hijau terkait pembaruan perangkat lunak tersebut. Akan tetapi, pengecekan ulang dan tes lapangan harus dibutuhkan sebelum pembaruan diterapkan.

{Baca juga: Boeing Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610}

“Modifikasi akan membuat fitur pencegah kegagalan mesin tidak mengalahkan perintah dari kokpit atau salah membaca salah satu sensor. Sistem dirancang secara otomatis” kata seorang pejabat Boeing, dilansir Gizmodo.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (26/03/2019), ia melanjutkan, sistem hanya akan sekali mendorong hidung pesawat dan tidak lebih dari 10 detik apabila sedang dalam kondisi bahaya, seperti kegagalan mesin dan kehilangan daya angkat atau stall.

{Baca juga: Waspada, 5 Hoax Lion Air JT 610 yang Ditemukan Kominfo}

MCAS diyakini sebagai penyebab kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang pada Oktober 2018 lalu. Kecelakaan serupa dialami maskapai Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang pada awal Maret 2019 kemarin.

Dalam kasus Lion Air, para penyelidik percaya bahwa sistem otomatis baru keliru mendeteksi kondisi kegagalan mesin. Sistem memaksa hidung pesawat agar mengarah ke bawah meski para pilot mencoba menaikannya. (SN/FHP)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU