spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

ARTIKEL TERKAIT

BDx Dapat Pinjaman US$320 Juta, Percepat Infrastruktur AI di Asia

Telko.id – BDx Data Centers berhasil mengamankan fasilitas pinjaman senilai US$320 juta atau setara Rp 5,4 triliun.

Pendanaan ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan infrastruktur pusat data berfokus kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia, dengan fokus utama pada ekspansi di Indonesia.

Transaksi pinjaman ini dipimpin oleh Bank Permata, BCA, dan KB Bank sebagai Mandated Lead Arrangers. Keberhasilan penutupan fasilitas ini menandai tonggak penting dan mencerminkan kepercayaan kuat dari lembaga keuangan terhadap strategi jangka panjang serta kemampuan eksekusi BDx dalam membangun infrastruktur digital kelas dunia.

Mayank Srivastava, CEO BDx Data Centers, menyatakan bahwa pendanaan ini merupakan bentuk dukungan kuat terhadap visi perusahaan.

“Dengan berinvestasi pada infrastruktur pendingin cair yang dioptimalkan untuk AI, platform daya tegangan tinggi, dan fasilitas kampus yang terus berkembang, kami tengah membangun infrastruktur generasi berikutnya untuk ‘AI Factories’ yang mendukung beban kerja GPU berkepadatan sangat tinggi,” ujarnya.

Fasilitas pinjaman akan dialokasikan untuk sejumlah inisiatif strategis. Salah satunya adalah pengembangan lanjutan kompleks pusat data CGK3 di kawasan CBD Jakarta, yang telah beroperasi sejak September 2025.

CGK3 merupakan salah satu kampus pertama di Jakarta yang mengadopsi teknologi liquid cooling, dirancang khusus untuk mendukung beban kerja AI canggih dengan kebutuhan daya tinggi dari perusahaan dan penyedia layanan hyperscale.

Selain untuk pengembangan CGK3, dana tersebut juga akan digunakan untuk refinancing dengan persyaratan yang lebih menguntungkan.

Investasi signifikan juga akan dialirkan untuk meningkatkan kapasitas jaringan tegangan tinggi di kampus BDx lainnya di Indonesia, yaitu di Jatiluhur (CGK4) dan Suryacipta (CGK5), menjadi 1,2 GVA.

Ekspansi ini menanggapi permintaan industri yang terus meningkat, terutama dari pelanggan hyperscaler dan AI asal Amerika Serikat serta kawasan regional.

Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar pertumbuhan digital paling dinamis di Asia Tenggara, sehingga membutuhkan infrastruktur pendukung yang memadai.

Investasi BDx difokuskan pada fasilitas hemat energi yang dirancang untuk ketahanan jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan.

Pendekatan ini sejalan dengan percepatan adopsi AI dan komputasi awan di kawasan Asia. Perusahaan menyatakan komitmennya untuk menyediakan fasilitas yang andal, scalable, dan efisien energi.

BDx secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para mitra bank atas kemitraan dan dukungan berkelanjutan. Kepercayaan dari Bank Permata, BCA, dan KB Bank menjadi landasan bagi pertumbuhan BDx dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur digital yang kritis.

Sebagai informasi, BDx Data Centers merupakan pemilik dan operator pusat data terkemuka di Asia dengan fokus pada fasilitas berdensitas daya tinggi untuk mendukung AI, cloud, dan beban kerja perusahaan. Portofolio operasionalnya mencakup 18 pusat data dan 50 lokasi edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan.

Perusahaan ini didukung oleh investor infrastruktur global I Squared Capital, yang mengelola aset senilai lebih dari $60 miliar. BDx menggabungkan infrastruktur mutakhir dengan sumber daya terbarukan untuk memberdayakan bisnis di tengah dunia yang semakin terhubung.

Langkah strategis BDx ini terjadi dalam konteks pertumbuhan sektor digital Indonesia yang pesat. Kebutuhan akan infrastruktur data yang kuat dan efisien semakin mendesak seiring dengan transformasi digital di berbagai lini industri.

Pengembangan pusat data berfokus AI seperti yang dilakukan BDx juga sejalan dengan tren inovasi teknologi di Indonesia, seperti yang ditunjukkan oleh pengembangan panggilan 5G berbasis AI oleh operator telekomunikasi. Sinergi antara infrastruktur dan aplikasi AI menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang matang.

Pendanaan besar-besaran untuk infrastruktur digital ini mengindikasikan optimisme pasar terhadap masa depan ekonomi digital Asia Tenggara. Selain BDx, sebelumnya juga terdapat pertumbuhan signifikan di sektor fintech yang turut mendorong kebutuhan akan pusat data yang andal.

Dengan injeksi dana segar ini, BDx diproyeksikan dapat mempercepat timeline pengembangan fasilitasnya di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat menambah kapasitas komputasi tinggi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung gelombang adopsi AI dan cloud computing berikutnya di kawasan. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU