spot_img
Latest Phone

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

Garmin Manfaatkan Data Wearable, Pengendalian Diabetes Personal

Telko.id - Memperingati Hari Diabetes Sedunia, Garmin Indonesia menyoroti...

Garmin Instinct Crossover AMOLED Resmi Hadir di Indonesia

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi meluncurkan dan memperkenalkan...

ARTIKEL TERKAIT

Awas! Foto dan Video di WhatsApp dan Telegram Rawan Diretas

Telko.id, Jakarta – Para peneliti Symantec menemukan celah keamanan di aplikasi pesan instan WhatsApp dan Telegram. Akibatnya, peretas jadi lebih leluasa untuk memanipulasi data-data berupa media di kedua aplikasi ini.

Media yang bisa diakses oleh peretas berupa foto maupun video yang dikirim maupun diterima oleh pengguna WhatsApp dan Telegram. Bahkan, peretas memungkinkan mengakses dokumen penting.

“Peretas sangat terbuka untuk memanipulasi informasi sensitif, termasuk dokumen perusahaan, faktur, dan memo suara,” kata peneliti Symantec, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Rabu (17/7/2019).

{Baca juga: Gak Perlu Repot Lagi, Kini Ada Fitur Edit Foto di WhatsApp}

Menurut mereka, celah keamanan di WhatsApp dan Telegram memungkinkan peretas menghadang data media yang dikirim maupun diterima oleh pengguna. Peretas juga bisa mengubah rekening bank di faktur.

Lantas, bagaimana tanggapan WhatsApp terkait temuan para peneliti Symantec? Juru bicara WhatsApp mengaku sudah menindaklanjutinya dengan mengecek secara lebih detail celah keamanan.

{Baca juga: 5 Fitur Baru WhatsApp yang Menarik untuk Dicoba}

WhatsApp juga menyatakan bahwa selama ini telah menerapkan sistem terbaik untuk penyimpanan media. Perusahaan kemungkinan akan menambal celah keamanan dengan cara menghadirkan pembaruan.

Sayang, Telegram belum mengonfirmasi temuan tersebut. Beberapa waktu lalu, Telegram sempat mendapat serangan DDoS atau Distributed Denial of Service sehingga para pengguna mengalami masalah koneksi. [SN/IF]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU