spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

AS Tak Suka dengan Fitur End-to-End Encryption

Telko.id, Jakarta – Saat ini, end-to-end encryption telah menjadi fitur standar di semua aplikasi pengiriman pesan. Namun, pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak terlalu senang dengan fitur tersebut. Kenapa?

Pemerintah AS punya alasan tersendiri kenapa tak menyukainya. Informasi menyebut, fitur end-to-end encryption akan mempersulit mereka untuk membobol perangkat demi tujuan keamanan nasional.

Menurut Ubergizmo, pemerintah AS akan melakukan sesuatu untuk melarang fitur end-to-end encryption. Bahkan, hal tersebut telah dibahas dalam rapat Dewan Keamanan Nasional AS, baru-baru ini.

{Baca Juga: AS Dukung Bantahan Apple Soal “Chip Mata-mata” China}

Dikutip Telko.id, Minggu (30/6/2019), sejauh ini lembaga penegak hukum AS telah berjuang keras supaya perusahaan teknologi bersedia memenuhi permintaan untuk membuka kunci end-to-end encryption.

Mereka sudah meminta kepada perusahaan AS seperti Apple untuk memasang “pintu belakang” di perangkat buatannya. Mereka juga meminta kepada perusahaan luar untuk membantu membuka kunci ponsel.

Agustus tahun lalu, Departemen Kehakiman AS juga merayu Facebook untuk memecahkan end-to-end encryption di Facebook Messenger. Namun, laporan menyebut, Facebook menolak permintaan mereka.

Menurut laporan, end-to-end encryption membuat obrolan, baik pesan maupun konten, hanya bisa dilihat oleh masing-masing pengguna. Facebook pun tak memiliki akses tersebut di Facebook Messenger.

{Baca juga: Awas! Data Tinder Anda Bisa Diintip Lewat WiFi}

Kasus pengawasan tersebut berada di bawah wewenang Califoria sehingga tak ada dokumen atau informasi yang bisa diakses publik. Namun, kabarnya Facebook masih enggan menuruti permintaan otoritas AS. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU