spot_img
Latest Phone

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

ARTIKEL TERKAIT

Microsoft Ingatkan Ancaman Keamanan Baru di Agentic OS

Telko.id – Sistem operasi Windows 11 sudah berganti menjad Agentic OS dimana sistem operasi ini berbasiskan Artificial Intelligence (AI) yang memang saat ini terus didorong oleh Microsoft, namun sayangnya dibalik ambisi tersebut, perusahaan asal Amerika itu mengeluarkan sebuah peringatan serius terkait potensi risiko keamanan yang bisa muncul dari fitur tersebut.

Selama beberapa bulan terakhir, Microsoft memang telah mengumumkan rencana untuk menjadikan Windows 11 sebagai sistem operasi yang mampu memahami maksud dari pengguna dan bukan hanya terbatas pada instruksi literasi.

Fitur baru ini akan memungkinkan Windows untuk menciptakan sebuah akun lokal khusus untuk AI Agent yang mana akan tetap beroperasi dalam agentic workspace, sebuah desktop environment terpisah namun tetap memiliki akses ke aplikasi dan file pengguna seperti Dekstop, Downloads dan lain-lain jika diaktifkan.

Aktivasi fitur ini hanya dapat dilakukan oleh administrator, dan begitu aktif akan berlaku untuk semua pengguna di perangkat tersebut.

Mengutip dari Winpoin, disisi lain, Microsoft menyebutkan dalam halaman pengumumannya mengingatkan bahwa agentic capabilities tidak bebas dari ancaman, dimana menurut mereka salah satu risiko yang juga disorot adalah cross-prompt injection (XPIA), teknik serangan dimana konten berbahaya yang disisipkan pada elemen UI atau dokumen dapat mengubah instruksi agent.

Baca juga:

Dampak dari hal ini juga bisa fatal, mulai dari pencurian data, hingga instalasi malware yang kelas akan merugikan pengguna. Dalam halaman pengumuman tersebut, Microsoft menjadikan kasus XPIA malware sebagai kasus nyata bagaimana sistem AI-driven dapat dieksploitasi oleh penyerang.

Pihak Microsoft telah menetapkan sejumlah prinsip desain guna meningkatkan keamanan, mulai dari setiap aktivitas Agent harus transparan, keputusan agent AI tidak boleh otomatis tanpa verifikasi pengguna, dan sistem operasi Windows harus mampu memverifikasi tindakan agent melalui log yang tahan terhadap perubahan,

Dengan prinsip ini, Microsoft berharap bahwa pengalaman agentic bisa tetap aman, namun juga tetap produktif dalam waktu yang bersamaan.

Transformasi Windows 11 ke Agentic OS ini sendiri memang mendapatkan banyak tantangan dari para pengguna, namun bagaimanapun  Microsoft tampaknya sudah benar-benar fix untuk menjadikan Windows 11 sebagai Agentic OS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU