Telko.id – AMD bersiap menghadirkan AI bundle opsional melalui pembaruan AMD Software: Adrenalin Edition yang dijadwalkan meluncur pada 21 Januari 2026. Fitur ini akan tersedia sebagai pilihan tambahan saat proses instalasi driver bagi pengguna kartu grafis Radeon, sehingga dapat diaktifkan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.
Melansir dari Jagat Review, melalui AI bundle ini, AMD ingin menyederhanakan penggunaan kecerdasan buatan secara lokal di PC. Pembaruan driver terbaru memungkinkan sistem menjalankan beban kerja berat berbasis AI, seperti pembuatan gambar (image generation) dan pemrosesan model bahasa besar (large language model/LLM), langsung di perangkat pengguna tanpa perlu konfigurasi teknis yang rumit.
Selama ini, pengaturan lingkungan AI di Windows kerap dianggap kompleks dan memakan waktu. Pengguna biasanya harus memasang berbagai komponen secara terpisah, mulai dari library, framework, hingga dependensi tambahan. AMD mencoba merapikan proses tersebut dengan mengintegrasikan kebutuhan dasar AI ke dalam satu paket installer, sehingga instalasi dapat dilakukan lebih cepat dan praktis.
Baca juga:
- Krisis Memori Global Bikin Nvidia dan AMD Tunda Rilis GPU
- Acer Segarkan Lini Copilot+ PC Berbekal AMD Ryzen AI 400 Series
Bagi kalangan pengembang, kehadiran AI bundle ini diharapkan dapat mempermudah proses pengembangan serta pengujian model AI langsung di GPU Radeon. Dukungan terhadap PyTorch di Windows menjadi salah satu fokus utama, memungkinkan alur kerja yang sebelumnya memerlukan konfigurasi khusus kini berjalan lebih sederhana dan efisien.
Tak hanya menyasar developer, AMD juga membidik pengguna kreatif. Dengan pemrosesan AI yang dapat dijalankan secara lokal, berbagai workflow pengolahan gambar dan konten berbasis AI bisa dilakukan tanpa bergantung pada layanan cloud. Pendekatan ini menawarkan keuntungan berupa respons yang lebih cepat serta kontrol data yang lebih baik di sisi pengguna.
Meski konsep dasarnya telah dipaparkan, AMD masih belum mengungkapkan detail lengkap terkait isi AI bundle tersebut. Informasi mengenai daftar perangkat lunak, framework yang didukung, hingga kebutuhan perangkat keras belum diumumkan secara resmi. Karena itu, efektivitas paket ini—apakah hanya menjadi pintu masuk ke ekosistem AI atau benar-benar solusi matang—baru dapat dinilai setelah tersedia untuk publik.
Dengan jadwal peluncuran yang sudah ditetapkan, AMD semakin menegaskan posisinya dalam persaingan teknologi AI. Langkah ini melengkapi strategi perusahaan yang sebelumnya juga menonjolkan kemampuan AI melalui peluncuran prosesor Ryzen AI 400 serta GPU berbasis arsitektur RDNA 4.


