spot_img
Latest Phone

Huawei Band 10, Smartband ala Smartwatch Ini Kecanggihannya!

Telko.id - Huawei Device Indonesia resmi meluncurkan Huawei Band...

Xiaomi Smart Display Max 100, Layar Pintar Ultra Besar Pertama di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia meluncurkan Xiaomi Smart Display Max...

Garmin Connect, Bisa Rancang Rute Lebih Personal dan Menyenangkan

Telko.id - Dalam aplikasi Garmin Connect terdapat fitur khusus...

Oppo Campus Ambassador, Siapkan Talenta Muda di Bidang Teknologi dan Digital

Telko.id – Oppo Indonesia memperkenalkan program terbaru Oppo Campus...

Huawei Watch D2, Bisa Pantau Tekanan Darah 24 Jam

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan Huawei Watch D2 di...

ARTIKEL TERKAIT

Akun Senat Diblokir, Partai Republik Stop “Ngiklan” di Twitter

Telko.id, Jakarta  – Twitter untuk sementara mengunci akun kampanye milik Pemimpin Mayoritas Senat, Mitch McConnell. Gara-gara hal itu, komite kampanye Partai Republik mengumumkan boikot iklan untuk media sosial.

Akun kampanye resmi McConnell dikunci oleh Twitter pada Rabu (7/8/2019) waktu setempat. Sebab, tim Partai Republik memposting video aksi demonstrasi di luar rumahnya di Louisville, Kentucky, awal pekan ini.

{Baca juga: Tegas! Twitter akan Pantau Setiap Kicauan Politikus}

Twitter memang punya kebijakan melarang video yang berisi ancaman kekerasan. Video demonstrasi tersebut juga ditayangkan di Fox News, menampilkan nyanyian protes “McConnell adalah kura-kura pembunuh”.

Twitter mengatakan kepada CNET, dikutip Telko.id, Jumat (9/8/2019), bahwa akun kampanye McConnell terkunci karena video itu melanggar kebijakan, khususnya terkait ancaman yang melibatkan keselamatan fisik.

Kendati demikian, tak lama berselang, akun kampanye McConnell telah dipulihkan menyusul ada keputusan boikot oleh komite kampanye Partai Republik Nasional terhadap belanja iklan ke media sosial, terutama Twitter.

“Saya telah mengarahkan @nrcc untuk segera menghentikan semua pengeluaran ke @Twitter. Boikot akan dicabut kalau mereka telah memperbaiki pembekuan akun @Team_Mitch,” kata direktur NRCC, Parker Hamilton.

{Baca juga: Revisi Aturan, Twitter akan Hapus Tweet Kebencian Agama}

Anggota parlemen dari Partai Republik telah menuduh Twitter bias. Awal pekan ini, Presiden Donald Trump juga menuduh tanpa disertai bukti ke Google, yang dianggap memiliki bias antikonservatif lewat serangkaian cuitan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU