spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

WEF Davos: AI Buka Peluang, PH Jadi Ancaman

Telko.id  – Isu kecerdasan buatan (AI) menjadi topik utama dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Sejumlah eksekutif menilai AI berpotensi menghapus beberapa jenis pekerjaan, meski di saat yang sama membuka peluang lapangan kerja baru. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa AI bisa dijadikan pembenaran atas keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sejatinya telah direncanakan sebelumnya.

Ceo Nvidia Jensen Huang menyebut teknologi AI akan mendorong peningkatan upah dan lebih banyak pekerjaan bagi tukang ledeng, teknisi listrik, dan pekerja baja. Ia bahkan menekankan frasa ‘pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan’ untuk menggambarkan potensi ekspansi.

“Energi menciptakan pekerjaan. Industri chip menciptakan pekerjaan. Lapisan infrastruktur menciptakan pekerjaan,” kata Huang, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2026).

Namun di balik optimisme, skeptimisme mengenai dampak AI terhadap pekerja tetap mencuat. Serikat buruh mempertanyakan distribusi manfaat teknologi, sementara sejumlah delegasi mengangkat risiko chatbots terhadap kesehatan mental konsumen.

Menurut Sekretaris Jenderal UNI Global Union, Christy Hoffman, AI sering dikemas sebagai alat produktivitas yang secara praktis berarti melakukan lebih banyak pekerjaan dengan jumlah tenaga kerja lebih sedikit.

“AI dijual sebagai alat produktivitas, yang sering kali berarti melakukan lebih banyak dengan jumlah pekerja yang lebih sedikit,” ujar Hoffman.

Matther Prince, CEO perusahaan keamanan internet Cloudflare, mengatakan bahwa AI akan terus berkembang dan para pengembang kecil dapat mengatasi gangguan pasar atau pendanaan.

Prince, memperingatkan bahwa AI dapat menjadi sangat dominan di masa depan hingga usaha kecil tersingkir sementara agen otonom menangani permintaan belanja konsumen.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia usaha mengeluhkan bagaimana melampaui uji coba AI yang gagal dan memonetisasi gelombang AI yang dimulai oleh ChatGPT pada 2022.

Baca juga:

Sementara itu, pelaku industri AI telah memasuki fase pengembalian investasi. IBM menyebut otomatisasi proses bisnis kini sudah dapat dioperasionalkan. BNY mencatatkan pemangkasan waktu riset onboarding klien dari dua hari menjadi hanya 10 menit. Cisco bahkan menyebut proyek kompleks yang sebelumnya membutuhkan waktu 19 tahun kerja manual kini rampung dalam hitungan minggu.

Meski demikian, survey PwC menyebut hanya satu dari delapan CEO yang percaya bahwa AI menekan biaya dan menghasilkan pendapatan tambahan. Pertanyaan juga muncul mengenai model bisnis yang dapat menutupi biaya besar AI.

Di sisi ketenagakerjaan, BlackRock menyatakan tidak berniat memangkas karyawan dan memilih menjaga jumlah tenaga kerja tetap seiring ekspansi bisnis. Sebaliknya Amazon disebut tengah menyiapkan putaran PHK kedua sebagai bagian dari target pengurangan sekitar 30.000 posisi korporat.

Menurut International Trade Union Confederation, kecemasan terkait pekerjaan meningkat karena minimnya keterlibatan pekerja dalam implementasi teknologi baru. Hal ini mendorong pandangan bahwa AI merupakan ancaman bagi tenaga kerja.

Bagi Bill Gates, peluang dan disrupsi AI tidak terpisahkan. Ia menilai peningaktan produktivitas ekonomi bersifat positif dan mengusulkan opsi seperti pajak atas aktivitas AI untuk mendukung pekerja terdampak.

“Tentu ada masalah, namun semuanya dapat diselesaikan,” ujar Gates tentang AI secara umum.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU