spot_img
Latest Phone

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

Garmin Connect Data Report 2025: Lari Terpopuler, Padel Tumbuh 1.684%

Telko.id - Garmin merilis Garmin Connect Data Report 2025...

Facebook Gelar Tiga Hari Festival bertajuk Nyasar ke Dimensi Facebook, Ini Targetnya

Telko.id – Facebook Indonesia siap meramaikan akhir pekan ini...

ARTIKEL TERKAIT

10 Deretan Pekerjaan yang Mungkin Hilang Diambil Alih AI

Telko.id – Kecerdasan Buatan (AI) sudah sangat mengubah cara orang mencari informasi, berkomunikasi, hingga berkerja dimasa teknologi yang serba cepat ini. Sayangnya AI juga terbukti menjadi penyebab banyaknya PHK disejumlah industri.

Raksasa teknologi seperti Microsoft sendiri belum lama ini meneliti hubungan antara berapa besar pekerja yang mengandalkan AI dan potensi dampaknya terhadap profesi mereka dalam sebuah laporan baru berjudul “Bekerja dengan AI: Mengukur Implikasi Pekerjaan dari AI Generatif”.

Menurut Microsoft, banyak pekerjaan di sektor perkantorn berisiko terganggu karena kemampuan kecerdasan buatan dalam menyelesaikan sebagian besar tugas yang biasanya dilakukan dalam posisi tersebut.

Mengutip dari CNBC, para peneliti Microsoft menganalisis data dari 200.000 percakapan yang dianonimkan dan dijaga privasinya di Amerika Serikat(AS) antara pengguna dan asisten chatbot milik mereka, Microsoft Bing Copilot.

Baca juga:

“Kami menemukan bahwa aktivitas kerja paling umum yang membutuhkan bantuan AI adalah pengumpulan informasi berupa tulisan, sementara aktivitas paling umum yang dilakukan kecerdasan buatan itu sendiri adalah penyediaan informasi dan bantuan, penulisan, pengajaran, dan pemberian saran,” tulis para peneliti dalam laporan tersebut.

Berdasarkan temuan tersebut, berikut adalah 10 pekerjaan yang paling tidak aman bagi AI dengan paparan teknologi tertinggi:

  1. Penerjemah dan Juru Bahasa
  2. Sejarawan
  3. Passanger Attendants
  4. Sales
  5. Penulis
  6. Layanan Pelanggan
  7. Computer Numerical Controlelr (CNC) Tool Programmers
  8. Operator Telepon
  9. Agen Tiket dan Petugas Travel
  10. Penyiar Berita dan Penyiar Radio

“Penerjemah dan Juru Bahasa berada di urutan teratas dengan 98% aktivitas kerja mereka tumpeng tindih dengan tugas-tugas copilot,” kata laporan tersebut.

Seperti yang disoroti oleh para peneliti, memiliki gelar yang dulu dianggap sebagai jalan menuju sebuah karier, kini tidak lagi menjamin aman dari perubahan.

Pekerjaan lain dengan skor penerapan yang tinggi termasuk yang berkaitan dengan penulisan/penyuntingan, penjualan, layanan pelanggan, pemrograman, dan administrasi.

Laporan tersebut juga menyebutkan pekerjaan yang paling aman dari pengaruh teknologi kecerdasan buatan ini, sebagian besar terdiri dari pekerjaan medis dan kerah biru, yang biasanya membutuhkan lebih banyak pekerjaan fisik atau langsung.

Pekerjaan tersebut mencakup peran seperti ahli fiebotomi, dan asisten perawat hingga teknisi kapal dan tukan reparasi ban. (AGI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU