Tag: ekosistem 4G

  • Dukung Penetrasi 4G, Lenovo Siapkan Handset 4G Low to High

    Dukung Penetrasi 4G, Lenovo Siapkan Handset 4G Low to High

    Telko.id – Sebagai salah satu vendor smartphone yang cukup diminati di Indonesia, Lenovo benar-benar mendukung penetrasi dari jaringan super cepat 4G di Indonesia dengan menghadirkan berbagai pilihan handset berteknologi 4G.

    Lenovo sendiri membagi deretan device mereka tersebut menjadi tiga segmen, yakni segmen Low End, Mid dan High End. Dari kesemuanya itu tercatat ada 11 Device 4G mereka yang sudah hadir di Indonesia saat ini.

    Perusahaan yang baru membangun pabrikasi di Indonesia ini juga menjadi salah satu pesaing utama dari Samsung di salah satu ecommerce Indonesia untuk kategori smartphone 4G.

    Miranda Vania Warka, MBG Marketing Lead at Lenovo Indonesia menyebutkan, “Saat ini pangsa pasar trennya bergeser dari 3G menjadi 4G, konten streaming juga menjadi salah satu konten yang banyak dilihat oleh para konsumen dan kami menyediakan banyak perangkat 4G mulai dari yang Low End hingga High End seperti A2010 dan A6010 yang dirakit di Indonesia,” ucapnya.

    Sebagai informasi, dua produk yang disebutkan sebelumnya dirakit di salah satu pabrik di kawasan Cikarang dan memiliki harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    Untuk Low End, selain dua nama di atas mereka juga memiliki smartphone A7000 Spesial Edition, A7000 dan A6000. Sementara untuk pasar Middle-End  sendiri mereka meiliki P1m, Lenovo S60, Lenovo P70 dan Lenovo P90.

    Terlebih, Miranda juga mengungkapkan pentingnya pasar 4G LTE di Indonesia karena Industri Telekomunikasi sudah mulai menerapkan teknologi ini dan Lenovo menanggapi dengan serius tren ini dengan bergerak cepat untuk penuhi aturan TKDN dari Pemerintah.

    Berbicara mengenai produk Flagship 4G mereka, sejatinya Lenovo telah memiliki seri Vibe S1, Vibe Shot dan Vibe X2 yang tentunya memiliki spesifikasi yang mumpuni sebagai penantang serius dari Brand Raksasa lain seperti Samsung, LG bahkan Sony Xperia.

    Terakhir, Lenovo masih menjadi market leader di Indonesia selama tiga kuartal berturut-turut jika berkaca dari riset IDC.

  • 4G dan Ekosistemnya Jadi Tema Utama Golden Ring Award 2015

    4G dan Ekosistemnya Jadi Tema Utama Golden Ring Award 2015

    Jakarta – Selain memberikan penghargaan kepada para pelaku industri telekomunikasi, ajang Indonesia Golden Ring Awards yang digelar hari ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman bagi para operator, vendor, startup maupun pelaku industri lainnya.

    Dalam sebuah Talk Show bertema “Mendorong Ekosistem 4G LTE dan penguatan konten lokal,” sejumlah pelaku industri telekomunikasi yang terdiri dari para CEO operator telekomunikasi, vendor handset serta perusahaan perintis (startup) ini mengurai suka dukanya berurusan dengan 4G.

    Menurut Rudiantara, Indonesia harus mengejar ketertinggalan dengan negara maju di bidang ICT. Oleh karenanya, seluruh potensi yang ada harus bersinergi. Terutama ekosistem device (perangkat), network (jaringan), dan application (aplikasi). “JIka ketiganya tidak berfungsi dengan baik, maka broadband di Indonesia akan pincang,” ungkapnya.

    Proses refarming 4G di frekuensi 1800Mhz yang direncanakan akan selesai hari ini juga tak kalah menjadi sorotan. Pun demikian dengan perangkat-perangkat 4G dengan harga terjangkau, yang diperkirakan akan lebih banyak lagi tersedia di masa mendatang.

    “Dari segi device, pemerintah berpikir sederhana bagaimana menurunkan harga device serendah rendahnya agak dapat dijangkau masyarakat. Tiga tahun ke depan, harga handset 4G  akan berada di level Rp 600 riburb,” tambah Chief Ra.

    Sementara untuk OTT lokal, Rudiantara menyebutkan bahwa Kominfo sudah berbicara tentang bagaimana mendorong OTT lokal untuk menciptakan aplikasi yang mudah dan user friendly agar mudah digunakan oleh masyarakat Indonesia. [ak/if]

     

  • Refariming 4G LTE Rampung November, Siapkah Ekosistemnya?

    Refariming 4G LTE Rampung November, Siapkah Ekosistemnya?

    Jakarta – Refarming jaringan 4G pada frekuensi 1800 Mhz hampir rampung. Jika semua berjalan sesuai rencana, penataan jaringan pada frekuensi ini akan selesai pada bulan November mendatang. Saat ini, penataan frekuensi 4G di 1800Mhz sudah sampai di Jawa Tengah atau menyentuh 35 titik dari total 42 titik yang direncanakan.

    Ditemui dalam acara Pre Event Hackaton Merdeka 2.0 yang berlangsung di sebuah kafe di kawasan SCBD, Jakarta, Senin (19/10), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan bahwa lancarnya proses penataan frekuensi ini tak lain berkat kerjasama yang baik antar operator, dan tergolong cepat mengingat hanya memakan waktu sekitar 4 bulan.

    “Tanpa kerjasama yang baik antara operator, refarming 1800 MHz ini tidak mungkin bisa dilakukan,” jelasnya.

    Sebagai informasi, pada Juli lalu pemerintah dan operator secara bersama-sama telah meresmikan beroperasinya layanan 4G LTE di frekuensi 1800 MHz. Namun saat itu layanan 4G LTE di frekuensi tersebut masih bersifat lokal di daerah tertentu saja. Sebagai contoh,Telkomsel menggelar layanannya di Makassar, Indosat mengawalinya dengan Balikpapan, XL Axiata menggelar di kota kebanggaannya, Lombok, dan Hutchison 3 memilih Banjarmasin.

    Ekosistem 4G LTE: Network, Device Application

    Bicara tentang 4G LTE, tentu tidak luput dari pembicaraan seputar ekosistem pendukungnya. Mengenai hal ini, Menkominfo Rudiantara menyebut tiga hal sebagai bagian terpentingnya. Ketiga hal itu adalah Network (jaringan), Device (perangkat) serta Application (aplikasi).

    Untuk Network, Menteri yang akrab disapa Chief RA ini menyoal tak hanya mengenai upaya persiapan jaringan 4G LTE, tetapi juga mengenai rencana Pemerintah untuk menghubungkan setiap Kabupaten dan Kotamadya dengan broadband lewat program Palapa Ring.

    Dalam konteks perangkat, aturan mengenai TKDN – yang mengharuskan setiap perangkat 4G memiliki tingkat kandungan dalam negeri sebanyak 30% – masih menjadi isu utama. Dimana meskipun aturan ini sejatinya mulai berlaku pada 1 Januari 2017, namun implementasinya sendiri telah dimulai sejak tahun ini.

    Tentu saja, itu belum termasuk dari perangkat 4G-nya sendiri. Terkait ini, Chief RA mengungkap tentang rencana hadirnya sebuah smartphone berteknologi 4G LTE, yang nantinya tak hanya akan berjalan pada frekuensi 1800 Mhz, tetapi juga dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau.

    “Bulan November nanti akan diluncurkan ponsel 4G LTE yang berjalan pada frekuensi 1800MHz dengan harga kurang lebih 1 Juta, sekitar Rp.999.000,” katanya, seraya menyebut rencana kehadirannya dalam peluncuran smartphone tersebut.

    Sementara untuk aplikasi, Menkominfo juga menjelaskan akan berkonsentrasi pada e-commerce, yang kini sedang ramai dan tengah bertumbuh di tanah air. Mulai dari tingkat startup, UMKM hingga skala besar. Meskipun, jika dibandingkan dengan negara lain, angka transaksi di tanah air masih jauh tertinggal. Tahun lalu, total transaksi di e-commerce baru menembus angka USD 12 miliar.

    Dengan penetrasi jaringan serta perangkat yang semakin terjangkau, bukan tidak mungkin pada akhir tahun ini masyarakat Indonesia di seluruh wilayah akan menikmati jaringan super cepat 4G secara maksimal. Nah, yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana mengenai tarif operator untuk 4G? [AK/IF]