spot_img
Latest Phone

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...

Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses Siap Masuk Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana peluncuran...

Garmin Unified Cabin 2026: Revolusi Kabin Cerdas Berbasis AI

Telko.id - Garmin secara resmi memperkenalkan Garmin Unified Cabin...

Xiaomi Serentak Buka 50 Store, Perkuat Jaringan Retail di Indonesia

Telko.id - Xiaomi Indonesia secara resmi membuka 50 Xiaomi...

ARTIKEL TERKAIT

Mudik Lebaran 2026: Kemkomdigi Siapkan 386 Posko Digital dan Portal Terpadu

Telko.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara resmi mengumumkan kesiapan infrastruktur teknologi informasi guna menyambut arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026.

Dalam upaya memastikan kelancaran komunikasi dan keselamatan publik, Kemkomdigi menyiagakan sebanyak 386 posko digital serta sistem monitoring terpadu yang akan beroperasi penuh selama periode krusial tersebut.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa jaringan telekomunikasi merupakan tulang punggung utama mobilitas masyarakat selama musim mudik.

Kesiapan ini tidak hanya berfokus pada kualitas sinyal untuk komunikasi personal, tetapi juga terintegrasi dengan sistem keselamatan transportasi dan layanan publik lainnya.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” jelas Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026).

Sebaran Posko dan Periode Siaga

Untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, Kemkomdigi menetapkan periode siaga mulai tanggal 15 hingga 29 Maret 2026. Sebanyak 386 posko siaga telah disiapkan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Infrastruktur ini mencakup 5 posko utama, dukungan dari berbagai operator seluler dan gerai layanan, serta melibatkan 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi.

Seluruh UPT tersebut akan bersiaga selama 24 jam penuh untuk memantau kualitas layanan telekomunikasi dan mendeteksi potensi gangguan jaringan sedini mungkin.

Langkah ini sejalan dengan komitmen operator dalam memberikan layanan terbaik, seperti program TelkomGroup Mudik yang kerap dilakukan untuk mendukung perjalanan masyarakat.

Selain posko fisik, Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu. Sistem canggih ini memungkinkan pemantauan kepadatan arus mudik secara fisik dan kualitas sinyal seluler secara real time.

Data yang dihasilkan akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi bottleneck atau kemacetan, baik di jalur transportasi darat maupun pada trafik komunikasi digital.

Peningkatan Kecepatan Internet dan Kualitas Jaringan

Kualitas pengalaman digital masyarakat menjadi prioritas utama. Menkomdigi memaparkan data komparasi yang menunjukkan tren positif dalam kecepatan internet di Indonesia.

Pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 lalu, kecepatan internet berhasil dipertahankan pada rata-rata 80 Mbps untuk unduh (download) dan 35–36 Mbps untuk unggah (upload).

Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode libur Lebaran tahun 2025, di mana kecepatan rata-rata berada di angka 44,75 Mbps untuk unduh dan 24,43 Mbps untuk unggah.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan masyarakat yang ingin tetap produktif atau sekadar menikmati hiburan menggunakan perangkat seperti Aspire Lite selama perjalanan.

“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” tambah Meutya.

Selain menjaga pengalaman pengguna seluler, pengawasan spektrum frekuensi juga diperketat demi keselamatan transportasi vital. Kemkomdigi memastikan frekuensi penerbangan dan perkeretaapian, termasuk operasional kereta cepat Whoosh, bebas dari gangguan.

Berkaca pada insiden interferensi frekuensi saat libur Nataru lalu, tim di lapangan kini lebih siap menangani gangguan dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat.

Waspada Modus Penipuan Fake BTS

Salah satu sorotan penting dalam persiapan mudik tahun 2026 adalah antisipasi terhadap kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi Fake BTS.

Meutya Hafid memperingatkan masyarakat mengenai modus penipuan yang menggunakan perangkat pemancar ilegal untuk mengirimkan pesan palsu ke ponsel pengguna yang berada di jangkauannya.

Pelaku kejahatan ini biasanya beroperasi secara mobile menggunakan kendaraan boks yang dilengkapi perangkat pemancar dan baterai berkapasitas besar.

Mereka kerap menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan di jalur mudik. Bagi pemudik yang menggunakan Hape Sejutaan hingga perangkat flagship, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan saat menerima pesan mencurigakan.

“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” tegas Meutya.

Sebagai langkah mitigasi risiko lainnya, Kemkomdigi memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Optimalisasi kapasitas jaringan dan rekayasa trafik juga dilakukan di wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami lonjakan penggunaan data tertinggi. (Icha)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

ARTIKEL TERBARU