spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 848

Selesai Sudah, Alih Kepemilikan 6.050 BTS Telkomsel ke Mitratel

0

Telko.id – Selesai Sudah Alih Kepemilikan 6.050 BTS Telkomsel pada Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Jual Beli Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) yang telah disepakati kedua pihak pada Oktober 2020.

Aksi korporasi alih kepemilikan BTS tersebut menjadi bagian dari upaya penataan portofolio bisnis yang akan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan dan pengembangan portofolio bisnis kedua perusahaan secara jangka panjang.

“Telkomsel memaknai rampungnya aksi korporasi bersama Mitratel sebagai penguat fokus perusahaan selaku leading digital telco company dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat melalui tiga pilar digital yang menjadi prioritas Telkomsel, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital service” ungkap Setyanto Hantoro, Direktur Utama Telkomsel.

Setyanto juga mengharapkan bahwa Alih Kepemilikan menara telekomunikasi ini juga mampu mengakselerasikan penataan portofolio di dalam Telkom Group sekaligus memperkuat kolaborasi di dalam Telkom Group secara holistik.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, “Dengan selesainya proses pengalihan kepemilikan menara ini tentunya memperkuat basis core business perseroan secara signifikan, sehingga dapat mempertegas posisi Mitratel sebagai salah satu provider menara telekomunikasi dengan jangkauan terluas dan terbesar di Indonesia”.

“Ke depan, kami berharap melalui penguatan portfolio ini dapat menjadi modal utama untuk market expansion dan mendukung akselerasi implementasi jaringan 5G di Indonesia. Selain itu, dengan adanya aksi korporasi ini berkontribusi dalam hal peningkatan value perseroan utamanya dalam persiapan kami melakukan unlock tower business,” ungkap nya menambahkan.

Pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi dari Telkomsel ke Mitratel sendiri dilakukan secara bertahap sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Tahap pertama sudah dilaksanakan pada Oktober 2020 lalu yang melibatkan pengalihan 1.911 menara. Kini, tahap finalisasi dilakukan dengan alih kepemilikan dari 4.139 menara, sehingga secara keseluruhan terdapat 6.050 menara telekomunikasi yang secara resmi telah dialihkan Telkomsel ke Mitratel.

Melalui inisiatif tersebut, baik Telkomsel maupun Mitratel dapat semakin fokus terhadap bisnis inti dan strategi korporasinya masing-masing. Selain itu, aksi korporasi ini juga menjadi momentum bagi kedua perusahaan dalam memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang mampu menumbuhkan kinerja organisasi yang lebih ideal, produktif, efektif, dan efisien. Dengan begitu, baik Telkomsel dan Mitratel dapat memperkuat nilai tambahnya masing-masing di setiap produk dan layanan yang ditawarkan.

Pengalihan portofolio antara Telkomsel dengan Mitratel ini dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya, yaitu pada triwulan pertama di 2021. 

Telkomsel akan memaksimalkan hasil dari aksi korporasi ini untuk memperkuat rencana strategis membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan begitu, kami dapat membuka lebih banyak peluang dan kemungkinan bagi masyarakat Indonesia dalam mengakselerasikan gaya hidup digitalnya melalui pemanfaatan berbagai produk dan solusi digital terdepan yang customer-centric dari Telkomsel,” kata Setyanto menutup. (Icha)

Fujitsu Indonesia Luncurkan Scanner Seri Scansnap Tercepat

0

Fujitsu Indonesia Luncurkan Scanner Seri Scansnap Tercepat

Telko.id – Fujitsu Indonesia hari ini memperkenalkan Scanner seri Scansnap terbaru, iX1600 dan iX1400 yang memberikan kemudahan dalam proses scanning kecepatan tinggi dengan fitur one-touch operations.

 “Pandemi COVID-19 yang berimbas pada perubahan gaya kerja (remote working) menimbulkan persoalan baru yakni penggunaan kertas. Seri Scansnap ini dapat terhubung dengan berbagai aplikasi dengan mudah dan mendukung workstyle tanpa batas dan mendorong pemanfaatan dalam berbagi informasi yang lebih efisien”, ujar President Director Fujitsu Indonesia, Odi Susilo Handoko.

Scanner seri Scansnap iX1600 adalah model andalan seri Scansnap yang telah berevolusi yang memungkinkan pemindaian pada kecepatan lebih tinggi yakni 40 ppm / 80 ipm (dokumen ukuran A4, berwarna, 300dpi), 33% lebih cepat daripada model sebelumnya (Scansnap iX1500).

Perangkat lunak khusus Scansnap, Scansnap Home juga telah ditingkatkan dengan fungsionalitas yang lebih baik dari sisi kegunaan dan sistem operasi stress-free dengan waktu pengaktifan yang lebih cepat dan kemudahan pencarian PDF dokumen.

Tak hanya memudahkan pencarian PDF dokumen, fitur Scansnap Home 2.0 juga mampu menghasilkan 10 halaman (20 sisi) hanya dalam 25 detik. Memindai sangat mudah dengan satu sentuhan ikon profil pada layar sentuh 4,3 inci yang mudah dibaca. iX1600 juga memungkinkan banyak pengguna untuk menyaring melalui profil yang ditetapkan untuk menampilkan ikon pribadi untuk pengoperasian yang mudah.

Selain itu, kompatibilitas Wi-Fi (2,4GHz) memungkinkan anda untuk terhubung secara nirkabel ke computer, smart device atau layanan cloudtanpa PC.

Scansnap iX1400 adalah model scanner dengan pengoperasian sederhana yang dilengkapi one-button USB connection. Mempertahankan fitur dasar dari iX1600, iX1400 adalah model yang lebih ekonomis dan ideal untuk memindai ke komputer.

Fitur Unggulan Scansnap iX1600

Scansnap iX1600 adalah model andalan terbaru dalam seri Scansnap. Menawarkan pengalaman scanning yang nyaman dengan layar sentug 4,3 inci dan konektivitas Wi-Fi. Ikon profil pada layar sentuh dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pengorganisasian dan pemanfaatan data selesai hanya dengan satu sentuhan.

Ideal for team sharing

Model yang sempurna untuk berbagi dokumen dengan organisasi dan sangat ideal untuk mengatur dokumen di kantor maupun di rumah. Filter melalui profil yang diatur untuk menampilkan ikon pribadi untuk pengoperasian yang mudah dan pilih perangkat yang ingin anda pindai. Lisensi 4-penggunga disertakan sebagai standar untuk banyak pengguna, dan dapat digunakan bersama dengan layanan cloud.

Save to cloud with One-Touch

Kompatibilitas Wi-Fi (2,4GHz) memungkinkan Anda untuk terhubung secara nirkabel ke komputer dan smart device anda. Manajemen dokumen dan biata sangat mudah dengan satu sentuhan di layar sentuh. Menyimpan ke Cloud, meningkatkan fleksibilitas gaya kerja dan selanjutnya mempromosikan lingkungan gaya kerja tanpa batas. Di era New Normal yang menciptakan gaya kerja beragam, peningkatan permintaan untuk digitalisasi dan berbagi dokumen, menyimpan ke Cloud dengan satu sentuhan untuk akses kapan pun, dimana pun, menjembatani lingkungan kerja jarak jauh yang lebih efisien.

Fitur Unggulan Scansnap iX1400

Scansnap iX1400 adalah model yang didedikasikan untuk memberikan pengalaman satu sentuhan yang sederhana namun tetap mempertahankan kecepatan pemindaian dan kualitas gambar seperti iX1600. Model ini membuat proses pemindaian sehari-hari menjadi lebih mudah untuk menjembatani kesenjangan tempat pertemuan fisik dan digital.

Simple one-button interface

Model khusus koneksi USB yang sederhana dan aman yang memberikan kecocokan untuk pemindaian pelanggan di lingkungan yang minin akses Wi-Fi. (Icha)

Ups, Ancaman Keamanan Siber Saat Pandemi Melonjak!

0

Telko.id – Ancaman keamanan siber saat pandemi melonjak. Hal ini dilaporkan oleh Cisco dalam “The Future of Secure Remote Work Report” yang didalamnya menguraikan tantangan keamanan siber, tren, dan peluang bekerja dari jarak jauh bagi karyawan di Indonesia dan di seluruh dunia.

Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan di Indonesia terlihat adanya peningkatan tantangan keamanan siber di tengah pergeseran massal menuju sistem kerja jarak jauh (remote). Hasil studi menunjukkan bahwa 78% responden mengatakan bahwa mereka pernah mengalami peningkatan ancaman atau peringatan siber sebesar 25% atau lebih bersar sejak dimulainya COVID-19.

Jumlahnya tersebut signifikan, terutama karena sebagian besar perusahaan yang terdampak COVID-19 tidak siap untuk mendukung sistem kerja jarak jauh secara aman. Padahal, Indonesia termasuk negara yang paling siap di ASEAN untuk beralih ke kerja jarak jauh dengan 49% responden mengatakan bahwa mereka sangat siap untuk pindah, kedua setelah Vietnam dengan 67%. 


Marina Kacaribu, Managing Director Cisco Indonesia, menjelaskan bahwa hasil studi tersebut menunjukkan perusahaan di Indonesia sudah sadar akan pentingnya keamanan siber. Namun demikian, kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran akan hal ini masih mendesak, terutama karena ancaman dan peringatan serangan siber masih sangat tinggi.

Baca juga : Masyarakat Indonesia Sudah Semakin Waspada Dengan Serangan Siber

“Lebih jauh, perusahaan perlu memahami betapa pentingnya menjadikan keamanan siber sebagai dasar strategi investasi TI mereka. Terutama setelah terbukti bahwa sangat mungkin untuk tetap produktif dalam periode yang lama meski bekerja dari jarak jauh. Karena itu, penting bagi pelaku usaha untuk menyadari pentingnya pengamanan akses pada skala lebih besar dibanding sebelumnya untuk menjaga bisnis tetap berjalan di tengah kondisi yang baru dan sangat berbeda ini,” kata Marina. 


Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa keamanan telah menjadi prioritas utama bagi banyak perusahaan di Indonesia dengan 59% mengatakan bahwa keamanan siber sekarang menjadi sangat penting, dan 26% di antaranya mengatakan itu lebih penting daripada sebelum COVID-19.

Dengan pengguna yang terhubung dari jarak jauh, sebagian besar perusahaan melihat bahwa tantangan keamanan siber di peringkat teratas adalah akses yang aman (70%), dan perlindungan data pribadi (70%), yang berimplikasi pada postur keamanan secara keseluruhan. Kekhawatiran lain yang dirasakan oleh perusahaan di Indonesia termasuk perlindungan terhadap malware (63%).

Mayoritas perusahaan di Indonesia percaya bahwa perubahan pada kebijakan keamanan siber mereka diperlukan untuk mengatasi situasi saat ini. Namun, kemungkinan besar perubahan ini tidak akan dibuat permanen atau dilanjutkan setelah pandemi selesai. 53% responden (sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata APJC sebesar 54%) menyatakan bahwa perubahan kebijakan keamanan siber yang permanen hanya sekitar 30 persen atau kurang dari keseluruhan kebijakan yang dibuat saat ini. 


Tidak semuanya menjadi berita buruk, karena lebih dari setengah (63%) perusahaan di Indonesia percaya bahwa mereka akan meningkatkan investasi keamanan siber, dan dari total perusahaan yang percaya akan hal ini, 40% diantaranya percaya bahwa investasi tersebut akan melebihi 30%. Sebagian besar perusahaan (35% menempatkannya pada peringkat pertama) juga menempatkan peningkatan postur pertahanan keamanan siber secara keseluruhan sebagai prioritas investasi utama mereka dalam mempersiapkan dunia pasca pandemi. Hal ini diikuti oleh akses jaringan (28% menempatkannya pada peringkat pertama) dan keamanan cloud (19% menempatkannya pada peringkat pertama).

Sistem Kerja Jarak Jauh: Kesiapan dan masa depan

Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa 95 perusahaan di Indonesia mengakui bahwa kesiapan dalam mempercepat transisi menuju lingkungan kerja jarak jauh pada awal COVID-19 cukup beragam, mulai dari ‘sangat’ hingga ‘cukup’ siap. Hanya 22% responden mengatakan bahwa lebih dari 50% tenaga kerja mereka bekerja dari jarak jauh sebelum pandemi. Namun, jumlah itu diperkirakan meningkat menjadi 32% ketika membahas situasi ketenagakerjaan setelah pandemi selesai.

Hal ini sejalan dengan gagasan bahwa tempat kerja hybrid – di mana karyawan senantiasa berpindah antara bekerja dari jarak jauh dan di kantor – telah menjadi tren yang menonjol dan mungkin permanen sehingga membentuk cara kerja kita di masa depan. Memahami dan menyambut kondisi ini dengan benar sekaligus menciptakan lingkungan kerja hybrid yang fleksibel, aman, dan terjamin sangat penting dalam mendorong ekonomi digital Indonesia ke depan.

Cisco Director of Cybersecurity untuk ASEAN, Juan Huat Koo mengungkapkan bahwa keamanan siber lebih dari sekadar kewajiban yang perlu dipenuhi. Saat perusahaan memberikan perubahan signifikan pada teknologi dan prioritas bisnis mereka, keamanan siber harus menjadi jembatan yang memungkinkan perusahaan berkolaborasi secara produktif dan memaksimalkan potensi mereka.

“Hal ini perlu didukung oleh kebijakan yang kuat, penegakan yang kokoh, dan program pendidikan karyawan yang konsisten. Tujuannya tentu agar bisa membangun budaya keamanan siber yang sehat dan terintegrasi, bagi perusahaan dan juga tenaga kerjanya dalam jangka panjang,” ujar Juan.

Dalam laporan tersebut juga beberapa temuan penting. Seperti, perlindungan titik akhir atau endpoint adalah tantangan utama bagi perusahaan di Indonesia, dengan 74% responden menyatakan bahwa keamanan laptop/ desktop kantor menjadi tantangan terbesar dalam melindungi lingkungan kerja jarak jauh. Hal ini diikuti dengan keamanan informasi pelanggan dan aplikasi cloud sebesar 68%, serta perangkat pribadi sebesar 61%. 


Lalu, perangkat kolaborasi (73%) adalah solusi TI teratas yang diadopsi oleh pelaku bisnis di Indonesia untuk penyelenggaraan kerja jarak jauh, diikuti oleh berbagi dokumen berbasis cloud (68%), dan langkah-langkah keamanan siber (63%). 


Perubahan kebijakan keamanan siber teratas yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kendali atas web dan penerimaan atas kebijakan penggunaan (76%). Hal ini diikuti oleh perlindungan titik akhir (62%) dan penerapan otentikasi multi-faktor (MFA) (61%). 


Pendidikan lebih lanjut dan keamanan yang lebih baik, sederhana, mudah digunakan, sekaligus bisa diajak kerja sama sangat dibutuhkan, dengan 74% perusahaan mengatakan kurangnya pendidikan dan kesadaran karyawan sebagai tantangan besar dalam upaya penguatan protokol keamanan siber untuk kerja jarak jauh, lalu diikuti dengan antarmuka yang tidak konsisten (51%). (Icha)

Tahun 2021, Jaringan 4G Telkomsel Akan Terus Diperluas

0

Telko.id –Tahun 2021 ini,  jaringan 4G Telkomsel akan terus diperluas. Ini merupakan komitment operator ini dalam rangka membangun pemerataan infrastruktur jaringan dan meningkatkan pengalaman akses broadband masyarakat untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di masa pandemi yang masih berlanjut di tahun ini.

Tahun lalu, Telkomsel telah menuntaskan pembangunan BTS 4G/LTE, dan melebihi target yang telah dicanangkan di awal tahun 2020.

“Dengan semakin tingginya kebutuhan pengalaman gaya hidup digital masyarakat terutama di masa yang penuh tantangan ini, Telkomsel akan mengarahkan rencana pembangunan pemerataan infrastruktur dan kualitas broadband dengan pemerataan akses 4G/LTE sepanjang 2021 yang juga didampingi dengan penambahan kapasitas dan kecepatan jaringan,” ungkap Nugroho, Direktur Network Telkomsel.

Harapannya, dengan komitmen ini dapat membuka lebih banyak peluang dan kesempatan bagi masyarakat dalam meningkatkan produktifitas dan memaksimalkan aktivitas keseharian melalui pemanfaatan jaringan broadband terdepan dan terluas dari Telkomsel.

Nugroho lebih lanjut menambahkan, pembangunan jaringan 4G Telkomsel yang berlandaskan pada penambahan kapasitas dan kecepatan jaringan juga menjadi wujud pemahaman Telkomsel terhadap kondisi pelanggan yang masih menghadapi pandemi.

Pada 2020 lalu, Telkomsel mencatat terdapat lonjakan trafik payload layanan broadband yang cukup signifikan. Telkomsel juga telah berupaya memenuhi kenyamanan masyarakat dengan optimalisasi pengamanan quality of service (QoS) jaringan di sepanjang 2020 lalu guna menjaga pengalaman pelanggan dalam melakukan aktivitas digitalnya.

Baca juga: Telkomsel dan Huawei Perluas Jaringan 4G LTE di Kawasan Rural

Berdasarkan analisis Speedtest Global Index yang disusun Ookla, selama periode semester dua tahun 2020, Telkomsel memiliki kecepatan akses broadband tertinggi dengan capaian Speed Scoresebesar 22,22 Mbps.

Telkomsel juga paling unggul dalam menghadirkan latensi paling rendah, yaitu 33 ms. Catatan tersebut semakin lengkap lantaran Telkomsel mampu menghadirkan performa jaringan paling konsisten, dengan Consistency Score sebesar 83,6%.

“Mengacu pada pencapaian selama 2020, Telkomsel menatap optimis untuk tetap dapat menghadirkan pengalaman akses broadband yang prima bagi pelanggan di 2021 ini. Pada tahun ini, secara keseluruhan Telkomsel memprediksi akan terjadi pertumbuhan trafik akses broadband yang masih sangat tinggi,” ujar Nugroho menambahkan.

Memahami hal tersebut, Telkomsel juga akan melanjutkan fokus pada pengembangan cakupan layanan VoLTE serta mengkaji penerapan teknologi pendukung terbaru seperti Open RAN di Indonesia guna memastikan kesetaraan pengalaman broadband masyarakat terpenuhi.

Untuk pemerataan akses jaringan broadband 4G/LTE di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) hingga saat ini, Telkomsel telah menggelar lebih dari 2000 BTS di seluruh wilayah 3T hingga perbatasan negara yang merupakan bagian dari proyek BTS Universal Service Obligation (USO), yaitu upaya kolaboratif bersama Badan Aksesibilitas dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo) dalam mewujudkan pemerataan dan kesetaraan akses broadband di seluruh Indonesia.

Upaya tersebut juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung usaha pemerintah untuk menyediakan jaringan 4G Telkomsel di seluruh desa pada 2022.

Selain itu, untuk mendukung kewajiban yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menghadirkan jaringan broaband di wilayah non-3T yang belum mendapatkan akses internet cepat. Telkomsel telah berkomitmen untuk menggelar 1500 BTS 4G/LTE sesuai yang diamanatkan oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

“Telkomsel memastikan berbagai upaya pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas jaringan, serta pengembangan layanan dijalankan secara customer-centric, karena seluruh kegiatan ini semata-mata untuk menjawab kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” pungkas Nugroho.

Upaya peningkatan pengalaman gaya hidup digital ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang juga akan menguatkan ekosistem pendukung seperti penyediaan produk dan layanan broadband yang affordable serta kolaborasi bersama mitra penyedia device dan para pengembang platform aplikasi digital. (Icha)

Oppo Reno5 K

0

Telko.id – Spesifikasi Oppo Reno5 K bertumpu pada Snapdragon 750G 5G, 8/12 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, February 25 ini dibekali sistem operasi Android 11, ColorOS 11.1 dan layar berukuran 6.43″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Oppo memang belum secara resmi merilis harga Oppo Reno5 K. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Oppo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Moonlight Black, Starry Dream, Blue Breeze) dan memiliki body berdimensi 159.1 x 73.4 x 7.9 mm (6.26 x 2.89 x 0.31 in) dengan berat 172 g or 180 g (6.07 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front (Gorilla Glass 5), glass back, aluminum frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Oppo Reno5 K

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Snapdragon 750G 5G yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (2×2.2 GHz Kryo 570 & 6×1.8 GHz Kryo 570) dan prosesor grafis / GPU Adreno 619. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 8/12 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB/256GB storage, no card slot dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4300 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.43″ Inch dengan jenis OLED, 90Hz, 600 nits (typ), 750 nits (peak). Resolusi layarnya 1080×2400 pixels dan telah dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 5,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Oppo Reno5 K sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / CDMA2000 / LTE / 5G yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A, 5G. Selain itu ada juga konektifitas USB USB Type-C 3.1, USB On-The-Go, GPS(Yes, with dual-band A-GPS, GLONASS, BDS, GALILEO, QZSS), Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac, dual-band, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.1, A2DP, LE, aptX HD). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (under display, optical), accelerometer, gyro, proximity, compass, .

Kamera Oppo Reno5 K

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Oppo Reno5 K :

  • 64 MP, f/1.7, (wide), 1/1.73″, 0.8µm, PDAF
    8 MP, f/2.2, (ultrawide), 1/4.0″, 1.12µm
    2 MP, f/2.4, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 64 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 2160p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 32 MP, f/2.4, 24mm (wide), 1/2.8″, 0.8µm yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps, gyro-EIS.

Huawei MatePad Pro, Ini 3 Alasan Kenapa Harus Beli

0

Telko.id – Huawei MatePad Pro yang diluncurkan pada tahun 2020 memiliki fitur-fitur yang melebihi ekspektasi pengguna. Dan ternyata menjadi salah satu produk tablet yang menarik perhatian penggemar gadget. Kenapa?

“Huawei mendedikasikan inovasi kami untuk membangun suatu ekosistem dan membawa teknologi-teknologi baru yang saling terhubung satu sama lain. Kami selalu berupaya membawa pengalaman digital mengasyikan yang dapat dikendalikan melalui smartphone dan dihubungkan oleh EMUI. Tablet flagship kami, HUAWEI MatePad Pro adalah suatu bentuk komitmen kami untuk memperkuat strategi ekosistem “1 + 8 + N” yang kami miliki,” ungkap Patrick Ru, Country Head of Huawei CBG Indonesia.

Menurut nya, tablet ini dapat membawa Anda menemukan hal-hal baru untuk mempermudah hidup. Itu sebabnya, tahun ini, Huawei juga akan mempertahankan komitmen tersebut dan akan meluncurkan inovasi tablet terbaru nya yang berfokus kepada kebutuhan keluarga dan anak-anak, yaitu Huawei MatePad R dan Huawei MatePad T10.

“Melanjutkan inovasi tiada henti, Huawei akan terus menyediakan solusi bagi keseharian pengguna. Kami melihat tablet akan menjadi masa depan untuk berbagai kegiatan mulai belajar, bekerja, serta hiburan yang dapat sekain meningkatkan kualitas kehidupan pengguna. Sejalan dengan visi ini, di Maret mendatang, kami akan memperkenalkan dua tablet Huawei yang didesain secara spesifik untuk keluarga yaitu HUAWEI MatePad T10 dan HUAWEI MatePad R” tambah Patrick.

Baca juga : Huawei MatePad Pro Hadir Dukung Belajar dan Bekerja Di Rumah

Namun demikian, Huawei MatePad Pro masih layak dijadikan investasi untuk mendukung segala kegiatan digital Anda. Apalagi, produk ini merupakan tablet premium dengan performa yang menakjubkan dan merupakan salah satu tablet terbaik dari Huawei yang tersedia di Indonesia. Huawei MatePad Pro dilengkapi dengan performa dan fitur yang dapat menjadi alternatif dari laptop sehingga dapat meningkatkan produktivitas penggunanya.

Produk ini didesain sebagai representasi masa depan sebuah tablet dengan didukung oleh baterai sebesar 7.250 mAH yang tahan lama dan layar 10,8-inch dengan perbandingan 16:10 di dalam body yang sangat tipis, pas sebagai pilihan sempurna untuk mendukung keseharian Anda. Produk ini tersedia dalam warna Midnight Grey serta sentuhan kaca yang elegan.

Oh iya, Huawei MatePad Pro juga merupakan tablet pertama di dunia dengan pengisian daya 40 Watt secara nirkabel dan reverse wireless charging 7.5 watt dimana Anda dapat menggunakannya untuk mengisi daya perangkat lain yang mendukung pengisian daya nirkabel.

Ini 3 alasan kenapa Huawei MatePad Pro adalah investasi berharga bagi hidup Anda. Pertama, perangkat ini memeiliki performa yang luar biasa untuk mendukung keseharian Anda karena sudah dipersenjatai Chipset Flagship terbaru Huawei yaitu Kirin 990 dan RAM sampai dengan 8GB LPDDR4X dual-channel untuk mendukung multitasking.

Lalu sudah memiliki baterai 7250 mAH dengan pengisian baterai cepat 40 watt menggunakan kabel dan 15 watt jika menggunakan pengisian daya nirkabel, yang memungkinkan penggunaan yang lebih lama. Manajemen daya NPU yang sudah di optimalisasi dan LCD yang hemat daya membuat HUAWEI MatePad Pro memiliki ketahanan baterai yang impresif. HUAWEI MatePad Pro juga merupakan tablet pertama di dunia yang mendukung pengisian daya nirkabel dan reverse wireless charging .

Kedua, tablet ini didesain untuk mendukung segala kebutuhan hiburan karena sudah mendukung DCI-P3 colour gamut, Huawei ClariVu Display Enhancement Technology dan layar 2K QHD yang kaya warna membuat pengguna dapat menikmati hiburan dan bermain games di antara waktu bekerja.

Khusus pada tanggal 25 Februari sampai dengan 8 Maret 2021, nikmati berbagai macam promosi, yang pertama dengan harga Rp 10.999.000 Anda dapat mendapatkan cashback sebesar Rp 2.300.000 atau dengan harga Rp 10.000.000 Anda dapat mendapatkan Huawei M-Pencil dan Smart Magnetic Keyboard dari Huawei. Promo ini tersedia di Huawei Experience Store dan Huawei Official Store di e-commerce favorit Anda.

Patrick juga menambahkan, mulai dari 26 Februari 2021 sampai dengan 31 Maret, juga akan ada penawaran menarik di Huawei High-End Experience Store (HES) dan kanal penjualan online Huawei untuk penjualan Huawei Mate 40 Pro, dengan harga Rp 15.999.000, pengguna dapat mendapatkan hadiah langsung berupa FreeBuds 3i dan sebuah Wireless Charger 27 Watt.

Selain produk tablet, smartphone Huawei Mate 40 Pro yang menjadi salah satu primadona produk dari Huawei juga di desain menjadi sebuah smartphone yang lengkap dan memberikan pengalaman baru dengan dilengkapi oleh Ultra Vision Cine Camera dan ditenagai oleh prosesor Kirin 9000, sebuah Prosesor dengan teknologi 5nm 5G SoC pertama di dunia, Ultra-wide-angle Lens, Kamera utama yang memiliki resolusi sangat tinggi, dan kemampuan telephoto juga mendapatkan pengembangan dibandingkan generasi sebelumnya.

Dengan fitur Dual Cine Cameras dan Dual Ultra Wide Camera di Huawei Mate 40 Pro, pengguna dapat menangkap foto dan video wide angle menggunakan kamera depan maupun belakang.

Dengan penawaran ini, melalui pembelian Huawei Mate 40 Pro, konsumen akan mendapatkan earphone TWS FreeBuds 3i, sebuah earphone TWS canggih dengan fitur noise-cancellation yang bisa berikan pengalaman mendengarkan musik terbaik dengan kapasitas baterai yang mendukung pemakaian selama 3.5 jam dan charging case yang menambah masa pakai sebesar 14.5 jam, serta kualitas suara yang mengesankan dan tips earphone berbahan silikon yang fleksibel. (Icha)

Untuk Akses Produk Pegadaian Kini Bisa Lewat LinkAja

0

Telko.di – Akses produk Pegadaian kini bisa gunakan LinkAja. Semua ini merupakan hasil kolaborasi kedua perusahaan tersebut dalam rangka sinergi inklusi keuangan dan mempermudah layanan keuangan digital khususnya produk yang dimiliki oleh Pegadaian. Termasuk didalamnya investasi dan pinjaman modal usaha.

Adapun layanan pergadaian yang dihadirkan meliputi pembukaan dan pembelian/ top up Tabungan Emas, pembayaran cicilan mikro seperti pinjaman bermotor dan pembiayaan, serta pembayaran penebusan dan pengulangan gadai.

“Sebagai Badan Usaha Milik Negara, kami berkomitmen untuk dapat menghadirkan ekosistem digital inklusif yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sinergi yang dilakukan Pegadaian bersama LinkAja merupakan perwujudan salah satu misi Pegadaian dalam memperluas jangkauan layanan serta memberikan service excellence yang fokus pada bisnis proses yang lebih sederhana dan digital,” ungkap Teguh Wahyono, Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian.

Lebih lanjut Teguh juga menyatakan bahwa peran LinkAja sebagai uang elektronik nasional juga sangat penting sebagai katalisator kami untuk dapat menambah channel baru bagi masyarakat yang ingin memperoleh produk Pegadaian.

Semangat Gerakan Nasional Nontunai memang semakin digencarkan berbagai pihak guna mewujudkan masyarakat Indonesia menjadi cashless society yang berdampak terhadap peningkatan inklusi keuangan nasional. Adanya pandemi Covid-19 pun tidak dipungkiri turut meningkatkan adopsi transaksi digital di Indonesia.

Terbukti selama tahun 2020 Pegadaian mencatatkan lebih dari 20 juta transaksi digital yang dihasilkan dari aplikasi Pegadaian Digital dan Kerjasama dengan beberapa e-commerce dan platform digital lainnya.  Harapannya, di tahun 2021 ini transaksi digital pegadaian bisa tumbuh hingga 30%.

“Sebagai uang elektronik nasional yang bertujuan untuk mendukung pemerintah meningkatkan inklusi keuangan dan ekonomi, sinergi dengan Pegadaian dapat membawa kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses beragam produk Pegadaian melalui LinkAja,” ujar Edward Kilian Suwignyo, Direktur Marketing LinkAja.

Edward juga mengharapkan masyarakat dapat memaksimalkan berbagai produk Pegadaian yang bermanfaat untuk investasi dan kemajuan usaha. “Kami harap semakin banyak masyarakat yang terhubung dengan akses layanan keuangan digital, tujuan besar kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi akan segera tercapai,” tambah Teguh.

Tidak hanya menghadirkan pembayaran elektronik untuk pembayaran cicilan dan gadai, produk Pegadaian lainnya yang dapat dinikmati oleh masyarakat di aplikasi LinkAja adalah Tabungan Emas. Tabungan Emas Pegadaian adalah layanan penitipan saldo emas yang memudahkan masyarakat untuk berinvestasi emas.

Produk Tabungan Emas Pegadaian memungkinkan nasabah Pegadaian maupun pengguna LinkAja melakukan investasi emas secara mudah, murah, aman dan terpercaya dengan membayar setoran awal sebesar Rp10.000,-. Selain itu, sinergi ini juga memberikan akses pengajuan pinjaman dari Pegadaian yang diperuntukkan bagi pengguna LinkAja yang memenuhi kriteria dari Pegadaian.

Di momen peluncuran ini, terdapat promosi khusus berupa cashback Tabungan emas Rp10.000,- untuk pembelian/ top up tabungan emas min Rp100.000,- dan cashback pembayaran cicilan sebesar Rp5.000,-. Pelanggan Pegadaian dan pengguna LinkAja dapat mengakses beragam produk dan layanan Pegadaian di aplikasi LinkAja dengan cara dengan membuka aplikasi LinkAja, lalu pilih fitur keuangan dan pilih menu Pegadaian dan/atau Pinjaman. Setelah itu, Anda dapat memilih jenis transaksi Pegadaian yang tersedia seperti Tabungan Emas, Pinjaman beragunan, kemudian juga dapat melakukan Pembayaran seperti Cicilan Makro, Tebus Gadai dan Ulang Gadai.

Selain bekerja sama dengan Pegadaian, LinkAja pun menghadirkan ekosistem ekonomi digital paling lengkap. Hingga akhir Januari 2021, LinkAja telah memiliki lebih dari 65.000.000 pengguna terdaftar dan telah dapat digunakan di lebih dari 1,000,000 merchant lokal dan lebih dari 349,000 merchant nasional di seluruh Indonesia, 233 moda transportasi, lebih dari 674 pasar tradisional, lebih dari 42,000 mitra donasi digital, 5.000 online marketplace, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti pembelian produk reksadana, pembelian produk asuransi mikro, transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

Tidak hanya itu, LinkAja juga telah meluncurkan Layanan Syariah LinkAja sebagai uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam telah dapat digunakan di seluruh ekosistem LinkAja dan memiliki ekosistem khusus Syariah, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan Universitas Islam. 

Hingga saat ini, Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari 1,8 juta pengguna yang akan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari beberapa mitra strategis, seperti Pemerintah Daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital Syariah. (Icha)

E-Health SIMPATI, Aplikasi Pencegahan Stunting Dari Telkomsel

0

Telko.id – e-Health SIMPATI (Sistem Pencegahan Stunting Terintegrasi) dihadirkan oleh Telkomsel untuk mendukung agar angka stunting di Indonesia dapat ditekan. Langkah ini merupakan wujud nyata dalam kelanjutan komitmen Telkomsel dalam mendukung transformasi digital pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Telkomsel berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem gaya hidup digital di Indonesia melalui pengembangan konsep Device-Network-Application (DNA) yang dapat menghadirkan kontribusi berdampak positif bagi kemajuan bangsa. Kini, aktivitas yang dihadirkan Telkomsel adalah melalui kolaborasi bersama Pemeintah Kabupaten Sumedang dengan menghadirkan sejumlah inisiatif program yang bertujuan untuk akselerasi dalam mewujudkan Kabupaten Sumedang menuju Happy Digital Region,” ungkap R. Muharam Perbawamukti, Direktur Human Capital Management Telkomsel.

Salah satu program unggulan yang telah diimplementasikan yakni melalui kehadiran platform e-Health SIMPATI, yang merupakan salah satu bentuk nyata dukungan Telkomsel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai upaya transformasi digital layanan operasional Posyandu dan Puskesmas di Kabupaten Sumedang.

Melalui dukungan tersebut, Telkomsel berharap dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menekan angka prevalensi stunting di setiap tahunnya, guna mewujudkan tujuan bersama yaitu keluarga yang lebih sehat dan produktif.

“Pemerintah Kabupaten Sumedang sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Telkomsel selama ini atas bantuan dan dukungan terhadap proses transformasi digital di Kabupaten Sumedang. Kami terus bertekad untuk menjadi role model penerapan teknologi berbasis digital secara tepat guna, melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kabupaten Sumedang berniat mewujudkan Happy Digital Region yang muaranya adalah kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang  dalam agenda peluncuran Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan peninjauan lokasi pemanfaatan aplikasi e-Health SIMPATI menjelaskan.

Lebih lanjut Muharam menjelaskan, e-Health SIMPATI adalah pengembangan sistem informasi terpadu yang telah terintegrasi dengan sistem Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang. Layanan berbasis aplikasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan pendataan, pencatatan riwayat pemeriksaan ibu hamil dan anak, serta memberikan wawasan terkait status gizi anak untuk melakukan pencegahan stunting.

Guna memberikan dukungan tambahan dalam percepatan pemanfaatan platform layanan digital e-Health SIMPATI, Telkomsel juga menyerahkan bantuan perangkat pendukung berupa 300 unit gawai dan 1700 paket layanan data KartuHALO TeamPlan guna menunjang membantu kenyamanan pemenuhan operasional komunikasi para kader Posyandu dan Puskesmas di Kabupaten Sumedang.

Pada acara peluncuran SPBE ini, turut hadir Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang sangat mengapresiasi capaian dan inisiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Kami turut bangga atas kinerja Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah berinisiatif membuat sistem terintegrasi, khususnya di bidang kesehatan dalam program pencegahan stunting. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi sangat diperlukan untuk memberikan percepatan pelayanan publik. Semoga semangat dan inovasi digital dapat terus ditingkatkan untuk Indonesia yang lebih maju”.

Selain itu, Telkomsel juga memberikan bantuan pemasangan alat body thermal sensor berbasis teknologi Internet of Things (IoT) untuk diimplementasikan di kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Telkomsel turut menghadirkan paket layanan khusus untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sumedang. Melalui paket tersebut, para ASN akan mendapatkan kemudahan dalam penyediaan paket internet dan kuota conference dengan harga terjangkau untuk mendukung aktivitas operasional pemerintah Kabupaten Sumedang.

“Dengan didukung lebih dari 890 BTS di Kabupaten Sumedang, yang sebagian besar sudah berteknologi broadband terdepan 4G LTE, jaringan Telkomsel akan siap melayani kebutuhan komunikasi dan memastikan pemerataan akses broadband yang inklusif dan berkelanjutan untuk masyarakat Sumedang.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan serta konektivitas digital yang prima guna mendukung masyarakat dalam membuka peluang dan kesempatan untuk pengembangan lebih lanjut melalui pemanfaatan teknologi,” pungkas Muharam. (Icha)

Aset Kripto Semakin Menggila Di Tahun 2021, Kenapa?

0

Telko.id – Aset kripto semakin memperlihatkan ‘taji’ sebagai instrumen investasi baru yang sangat menjanjikan di tengah situasi ekonomi yang masih terseok-seok akibat pandemi COVID-19. 

Apalagi setelah mencapai nilai tertinggi (all-time-high/ATH) baru sepanjang masa di bulan Desember tahun lalu, tren bullish Bitcoin terus berlanjut di tahun 2021 dengan kembali mencapai ATH baru di angka US$57 ribu pada 20 Februari 2021.

Kenaikan drastis ini menyusul serangkaian berita atau sentimen positif, diantaranya Tesla yang mengakui telah membeli aset BTC senilai Rp 21 triliun (US$1,5 miliar), rencana MicroStrategy membeli Bitcoin senilai US$900 juta, Twitter yang mempertimbangkan Bitcoin untuk pembayaran gaji karyawan, Uber yang melirik instrumen ini sebagai pilihan metode pembayaran, hingga manajemen aset raksasa BlackRock yang meniru aksi Tesla untuk memaksimalkan nilai investasinya.

Lonjakan permintaan Bitcoin juga memberikan momentum positif ke hampir semua aset kripto atau altcoin (alternative coin). Dua altcoin dengan kapitalisasi (market capitalization) terbesar setelah Bitcoin, yakni Ethereum (ETH) dan Binance Coin (BNB) juga menunjukkan peningkatan harga parabola hingga mencapai ATH (ETH: Rp28 juta, BNB: Rp4,8 juta) selama hampir dua bulan di awal 2021.

Dengan kata lain, banyak pihak, baik institusi besar atau investor retail mulai menaruh perhatian serius terhadap instrumen ini sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan di masa mendatang.

“Bitcoin telah menjelma menjadi jenis aset atau instrumen investasi baru di luar instrumen investasi yang ada selama ini, seperti emas, logam mulia, saham, obligasi, dan lain sebagainya. Bahkan ada yang mengandaikan Bitcoin sebagai emas digital (digital gold),” ujar Pang Xue Kai, Co-founder & CEO Tokocrypto.

Selain Bitcoin, ada inovasi lain yang tidak kalah menarik karena keduanya sama-sama berlandaskan teknologi Blockchain, yaitu DeFi (Decentralized Finance). DeFi menjadi menarik karena mengacu pada sistem keuangan yang berbasiskan teknologi Blockchain yang bersifat terbuka, decentralized, tanpa perantara, trustless, dapat diprogram, dan bisa diaplikasikan ke ekosistem instrumen ini.

DeFi adalah sistem finansial terbuka tanpa perantara, yang selama ini sukses digunakan dalam transaksi aset kripto. Dengan DeFi, instrumen ini dapat ditransaksikan, dipindah-tangankan, diperdagangkan, atau dipakai untuk aktivitas finansial lainnya dengan efisien, aman, dan ringkas. DeFi juga diklaim bisa menjadi solusi masalah akut inklusi keuangan yang hingga kini belum dapat diatasi oleh sistem keuangan tradisional (bank konvensional).

Keberadaan DeFi sebagai sistem finansial terbuka juga sudah bisa dinikmati di Indonesia. Meskipun belum menjadi alat pembayaran resmi, Bitcoin dan aset kripto lainnya sudah diakui sebagai komoditas yang bisa diperdagangkan di 13 pedagang aset kripto (crypto exchange) yang resmi terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

Mekanisme perdagangan aset kripo ini telah diatur dalam peraturan Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaran Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Menurut coinmarketcap.com, website riset pasar, ada lebih dari 6.000 aset kripto yang terdaftar secara global. Per 27 Januari, dari data website tersebut, diketahui nilai totalnya mencapai US$ 897.3 miliar dan nilai total semua Bitcoin, aset kripto yang paling popular mencapai US$ 563,8 miliar.

Sedangkan di Indonesia, sejak Desember tahun lalu, pemerintah melalui BAPPEBTI sudah menetapkan untuk ‘hanya’ mengizinkan perdagangan 229 aset kripto.

Teguh Kurniawan Harmanda, Chief Operating Office Tokocrypto sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) mengatakan, “Dengan adanya daftar lewat peraturan baru instrumen yang boleh diperdagangkan ini akan memperkecil adanya proyek-proyek aset kripto yang tidak bertanggung jawab. Peraturan itu sekaligus mencerminkan dukungan penuh pemerintah soal perdagangan aset kripto yang sedang tumbuh pesat ini.”

Oleh sebab itu, penting bagi investor untuk memilih platform perdagangan instrumen seperti ini yang sudah terdaftar di BAPPEBTI sebab memiliki keamanan yang lebih terjamin. Pedagang yang bermain pada instrumen ini terdaftar di BAPPEBTI dapat dikatakan telah lolos verifikasi.

Tokocrypto, sebagai salah satu pedagang aset kripto nomor satu dan terpercaya di Indonesia adalah pedagang aset kripto pertama yang terdaftar di BAPPEBTI. Dilahirkan oleh sekelompok penggemar kripto yang memiliki keyakinan penuh akan manfaat yang ditawarkan oleh teknologi blockchain, Tokocrypto memiliki goal besar untuk membantu rakyat Indonesia memahami industri ini dan untuk mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam masyarakat serta ekonomi global.

“Tokocrypto telah bekerjasama dengan Binance, pedagang aset kripto terbesar di dunia untuk memperbaharui platform kami menjadi Tokocrypto v2.0 dengan keamanan dan teknologi terbaru. Hal ini memungkinkan pengguna mengakses finansial mereka dengan cara yang efisien, transparan dan terukur, tentunya dengan jaminan keamanan dan likuiditas tingkat industri,” kata Pang Xue Kai.

Sejak akhir 2020 lalu, Tokocrypto juga memberikan rewards berupa program referral terbaru berbasis komisi yang memungkinkan pengguna mendapatkan pendapatan pasif seumur hidup hingga 50% dari orang yang mereka referensikan. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral mereka hingga 20% dan mendapatkan 30% dari biaya transaksi setiap mereka melakukan jual beli instrumen ini. Menarik, bukan? (Icha)

Saat Pandemi, Penonton Streaming Dari Smartphone Makin Banyak!

0

Telko.id – Penonton streaming dari smartphone saat pandemic ternyata secara signifikan meningkat. Kondisi yang membuat harus banyak dirumah, ternyata tidak membuat masyarakat banyak mengakses internet melalui laptop atau melalui TV untuk menikmati hiburan. Tetap lewat smartphone!

Hal itu mematahkan mitos bahwa sebagian besar streaming seluler dilakukan saat sedang dalam perjalanan, 84% pengguna di berbagai negara yang disurvei menggunakan smartphone untuk streaming konten dalam jumlah yang sama atau bahkan lebih banyak sejak adanya pembatasan sosial.

Perilaku pengguna smartphone saat pandemi itu dilaporkan Streaming Seluler yang diterbitkan oleh Adjus beru-baru ini.

Secara rata-rata, lebih dari setengah pengguna yang disurvei (52,5%) mengatakan bahwa mereka lebih banyak melakukan streaming melalui ponsel pintar sejak pembatasan sosial diberlakukan. Hanya 12% pengguna yang lebih sedikit melakukan streaming — artinya jumlah pengguna yang menggunakan smartphone untuk streaming konten video empat kali lipat lebih banyak. Riset konsumen tersebut melibatkan 8000 responden di AS, Inggris, Jerman, Turki, Jepang, Singapura, Korea, dan Tiongkok.

Laporan Streaming Seluler 2021 itu juga menemukan bahwa kebiasaan streaming semakin populer di berbagai generasi di negara mobile-first. Secara keseluruhan, hampir 90% pengguna berusia 55 tahun ke atas di Tiongkok (89,8%) dan di Turki (88,9%) mengatakan bahwa mereka melakukan streaming melalui ponsel setiap hari atau setidaknya lebih dari sekali seminggu. Lebih tinggi ketimbang pengguna smartphone di AS (69,4%), pengguna di Jepang (57,2%), dan 45,7% pengguna di Inggris.

Yang menarik juga pengguna lintas generasi dan kawasan melakukan streaming setidaknya satu jam per sesi, ini membuktikan bahwa penonton tidak lagi hanya menonton konten singkat. Bisa menonton berbagai episode dan film secara penuh.

Lalu, para milenial menjadi kelompok pengguna streaming seluler yang paling besar dan juga menonton untuk durasi yang paling lama. Rata-rata durasi sesi Milenial sedikit di atas 90 menit (94,2), diikuti oleh Gen Z yakni sedikit di bawah 90 menit (87,6).

Pengguna berusia 55 tahun ke atas mungkin tampak tertinggal di dataset, tetapi durasi sesi rata-rata selama 65 menit menunjukkan bahwa kelompok audience ini semakin tertarik.

Para pengguna juga mengalokasikan anggaran yang cukup signifikan untuk layanan streaming dan hiburan on-demand. Korea memimpin dengan pengeluaran bulanan sebesar $42,68 per bulan, dibandingkan dengan AS $33,58 dan Inggris $34,82.

“Perubahan signifikan dalam rutinitas streaming seluler di seluruh dunia dan lintas generasi telah menciptakan peluang yang luar biasa bagi industri periklanan dan menciptakan peran baru bagi analytics seluler,” kata  Gijsbert Pols, Lead Product Strategist Adjust menjelaskan. 

“Dengan memahami tentang cara dan waktu pengguna melakukan streaming, serta channel dan kampanye yang memberikan dampak pemasaran paling signifikan, potensi untuk mengembangkan basis pengguna yang loyal dengan nilai umur  yang tinggi menjadi  tidak terbatas secara virtual”, ujar Gijsbert menambahkan.

Nonton TV Sembari Main Smartphone!

Ini juga yang unik. Para pengguna smartphone ternyata banyak yang enggan melepas gadget nya. Bahkan saat nonton TV. Smartphone tetap digunakan. Hal ini juga terbaca dari riset yang dilakukan Adjust ini.

Di mana di seluruh dunia terjadi peningkatan popularitas Connected TV. Secara rata-rata, lebih dari tiga perempat (76%) responden menggunakan telepon seluler sembari menonton TV, kebiasaan menonton seperti ini paling banyak ditemukan di Singapura dan Tiongkok (keduanya 85%), diikuti oleh AS (83%).

Aplikasi sosial menjadi pilihan pertama untuk second-screeners. Ssecara rata-rata, 65,4% responden memilih aplikasi sosial. Diikuti oleh aplikasi perbankan (54,9%) dan aplikasi game (44,9%). Second-screener di APAC cukup berminat terhadap aplikasi pengiriman makanan, tingkat penggunaan paling tinggi ditemukan di Tiongkok (65,2%), Korea (36,6%) dan Singapura (48,2%).

Pengiklan dapat memanfaatkan tren dual-screening dengan menempatkan call-to-action dalam iklan TV, seperti mengunduh aplikasi seluler melalui QR code. Hal ini berpotensi untuk menciptakan pengalaman brand yang baru dan interaktif, untuk dua perangkat. (Icha)