spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 827

Huawei Band 6, Layaknya Smartwatch dengan Harga Smartband

Telko.id – Huawei Band 6 baru saja diluncurkan di Indonesia. Perangkat ini untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin meningkat untuk perangkat wearable mereka. Di mana perangkat ini sangat ditingkatkan dalam hal desain, masa pakai baterai dan pemantauan kesehatan dan kebugaran.

Huawei Band 6 juga hadir dalam beragam warna yang mewakili berbagai kepribadian pengguna, sehingga membawa lebih banyak konsumen merasakan pengalaman hidup digital yang lebih nyaman dan sehat.

Huawei Band 6 adalah smartband pertama Huawei yang menggunakan AMOLED FullView Display 1,47 inci dengan rasio screen-to-body 64 persen, yang berarti dapat menampilkan lebih banyak informasi sekaligus tetap tampil stylish. Selain itu, HUAWEI Band 6 mewarisi masa pakai baterai dua minggu dari produk wearable Huawei.

“Huawei melanjutkan dedikasi kami terhadap pengembangan teknologi melalui peluncuran Huawei Band 6 sebagai anggota baru keluarga perangkat wearable Huawei. Produk terbaru kami membuat debut yang menakjubkan dengan peningkatan dalam hal teknologi dan mendefinisikan kembali kategori pelacak kebugaran,” ungkap Patrick Ru, Country Head of Huawei CBG Indonesia.

Meskipun Huawei Band 6 dikategorikan sebagai smartband, namun Huawei tetap menghadirkan fitur-fitur terbaik serupa dengan yang biasa ditemukan pada smartwatch namun Anda bisa mendapatkannya dengan harga smartband.

Dengan desain luar biasa yang menampilkan layar tampilan penuh, mendukung 96 mode latihan menjadikan Anda seperti memiliki pelatih pribadi, dan dilengkapi dengan pemantauan kesehatan profesional, kami berharap dapat menyediakan smartband terbaik untuk konsumen dan menawarkan nilai terbaik bagi mereka.”

Kenyamanan terbaik dan pemantauan kesehatan yang akurat sangat penting untuk perangkat smart band. Terkait hal ini, HUAWEI Band 6 mengadopsi standar tinggi pada desain, material, dan berbagai teknologi yang digunakan. Dengan beratnya hanya 18g, HUAWEI Band 6 menawarkan pengalaman pemakaian yang ringan untuk pemantauan kesehatan sepanjang hari.

Selain menjadi smartband Huawei pertama yang mendukung pemantauan SpO2, HUAWEI Band 6 juga memberi pengguna berbagai fitur pemantauan kesehatan seperti detak jantung, tidur, stres, dan pelacakan siklus menstruasi. Untuk fitur kebugaran, HUAWEI Band 6 mendukung hingga 96 mode latihan untuk pemantauan dan analisis data profesional guna membantu pengguna berolahraga didukung dengan data ilmiah.

Meneruskan jejak produk sebelumnya, Huawei meluncurkan HUAWEI Band 6, sebuah smartband yang berbeda dari yang lain. Menampilkan fitur dan tampilan seperti smartwatch, Huawei Band 6 menawarkan harga smartband dengan fitur smartwatch. Mari selami lebih dalam berbagai fitur yang menjadikan Band 6 sebagai smartband terbaik yang Anda harus miliki.

Nikmati Pengaturan Mudah dengan AMOLED Full-Screen Display

Perangkat ini adalah smartband pertama dari Huawei yang memiliki layar AMOLED besar 1,47 inci dengan tombol samping, yang 148% lebih besar dari pendahulunya. Rasio screen-to-body juga sangat meningkat, dengan resolusi layar 194*368 dengan 282ppi, menawarkan konten yang tampak lebih hidup di layar.

Layar yang berwarna-warni tidak hanya menghadirkan pengalaman interaktif seperti pada smartwatch, tetapi juga memberi lebih banyak informasi, latihan, dan data kesehatan dengan rasio tampilan yang lebih ramah bagi pengguna.

HUAWEI Band 6 colour

Pengguna dapat dengan mudah menggeser tampilan ke atas dan ke bawah, ke kiri dan ke kanan, seperti menggunakan smartwatch. Kaca lengkung 2.5D yang dipoles dengan lapisan anti sidik jari juga membuat pengguna tidak perlu khawatir sidik jari mereka akan tertinggal di permukaan kaca.

Pelatih Pribadi di Pergelangan Tangan Anda

Perangkat ini adalah smartband yang sempurna tidak hanya untuk olahraga di luar ruangan namun  juga di dalam ruangan. Produk ini mendukung 96 mode olahraga mulai dari olahraga umum seperti lari, berjalan, bersepeda, dan berenang hingga elliptical machines, rowing machines, dan sebagainya.

Selain itu, Huawei Band 6 mendukung Mode Lompat Tali yang tidak hanya memantau jumlah lompatan secara akurat namun juga menyediakan data latihan seperti jumlah lompatan yang berurutan. Sensor monitor pintar dari perangkat ini mampu menampilkan detak jantung pengguna, zona detak jantung, kalori yang terbakar, durasi olahraga, dan data olahraga lainnya.

Dengan menggunakan sensor detak jantung dan algoritma pendeteksi olahraga, perangkat ini juga mampu mengenali gerakan dan intensitas aktivitas pengguna. Jika pengguna mempertahankan tingkat aktivitas intensitas sedang hingga tinggi selama 10 menit dan akan mengeluarkan peringatan untuk menanyakan apakah mereka sedang berlari, berjalan, atau menggunakan mesin.

Pengguna kemudian cukup mengetuk pada bagian olahraga untuk memulai pemantauan olahraga. Fungsi deteksi olahraga otomatis mampu mengenali 6 mode olahraga termasuk berlari di dalam atau di luar ruangan, berjalan di dalam atau di luar ruangan. Hal ini membuktikan apapun aktivitas olahraga yang dipilih konsumen, perangkat ini selalu siap untuk mendeteksinya.

Huawei Band 6 juga dapat menganalisis kemampuan latihan penggunanya berdasarkan parameter multi-dimensi seperti data variabilitas detak jantung dan data olahraga, dan memberi mereka penilaian dan saran tentang kemampuan olahraga mereka, seperti asupan oksigen maksimum, waktu pemulihan, dan efek pelatihan yang membantu konsumen berolahraga secara lebih ilmiah dan efisien.

Selain itu juga memungkinkan pengguna untuk menetapkan target langkah harian, target durasi latihan, dan target waktu berdiri di aplikasi Huawei Health, dan memantau kemajuan mereka secara real time melalui tiga cincin yang ditampilkan pada smartband. Sebelum pengguna memulai olahraga, mereka dapat menetapkan tujuan, kemudian setelah menyelesaikan tujuan ini, band mereka akan bergetar, dan pesan akan muncul di layar.

Smartband ini juga dapat mencatat jarak lari, waktu yang telah berlalu, kecepatan, langkah, lintasan, dan kalori yang terbakar secara individual sehingga pengguna dapat melihat ringkasan detail pasca-latihan pada smartbandatau smartphone mereka. Konsumen dapat membagikan hasil mereka di media sosial hanya dengan satu klik kemudian berbagi progress yang menyenangkan dengan teman dan keluarga.

Fitur Kesehatan Profesional yang Siap Setiap Saat

Huawei TruSeenTM 4.0 yang telah dioptimalkan dan algoritma smart power saving terbaru membuat Huawei Band 6 mendukung pemantauan terus menerus 24/7 terhadap tingkat oksigen darah (SpO2) konsumen. Produk ini menampilkan alarm setiap kali tingkat oksigen dalam darah rendah, membantu konsumen untuk mengambil tindakan cepat dan mengelola kesehatan mereka secara proaktif.

Huawei TruSeen ™ 4.0 juga mengembangkan teknologi pemantauan detak jantung yang menggunakan sejumlah sensor yang dikombinasikan dengan teknologi AI, menawarkan pemantauan yang akurat dan memungkinkan Huawei Band 6 untuk memantau detak jantung pengguna pada layar background, serta menyimpan catatan jantung pengguna selama 24 jam terkait variabilitas detak jantung dan detak jantung saat istirahat.

Menggunakan teknologi pemantauan detak jantung 24/7, smartband ini juga dapat memperingatkan pengguna jika detak jantung saat istirahat terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk memberikan perlindungan komprehensif kepada pengguna pada saat masa work from home saat  ini.

Bahkan ketika tidur, Huawei TruSleep ™ 2.0 dapat mendeteksi tahapan tidur Anda, detak jantung dan detak pernapasan secara realtime, dan menghasilkan analisis komprehensif tentang kualitas tidur konsumen berdasarkan data ini.

Huawei TruSleep ™ 2.0 juga menawarkan lebih dari 100 jenis rekomendasi yang dipersonalisasi kepada pengguna untuk peningkatan kualitas tidur. Dikombinasikan dengan teknologi HUAWEI TruRelax ™ dan manajemen siklus menstruasi yang dilengkapi fitur pemberitahuan, HUAWEI Band 6 menawarkan cakupan holistik untuk kesehatan dan kesejahteraan konsumen.

Ringan dengan Kapasitas Baterai Besar

Struktur yang ringkas dan penggunaan polimer yang diperkuat fiberglass membuat HUAWEI Band 6 tidak hanya memastikan daya tahannya, tetapi juga mengurangi berat tali jam hingga hanya 18 gram, menawarkan pengalaman pemakaian yang ringan.

Tali karet silikon yang lembut dan ramah kulit menggunakan teknik polimerisasi yang diinduksi sinar UV, menawarkan lebih banyak ketahanan terhadap debu dan lebih nyaman dipakai. Didukung oleh chipset efisiensi tinggi dan algoritma hemat daya yang cerdas, Huawei Band 6 memungkinkan pemantauan detak jantung dan tidur terus menerus dengan masa pakai baterai hingga 14 hari.

Selain itu, smatband ini juga mendukung pengisian cepat yang menggunakan pengisi daya magnetis, dan mengklaim bahwa pengisian daya selama lima menit dapat bertahan untuk pemakaian normal selama dua hari.

“Huawei akan terus berinovasi dan memberikan jawaban untuk setiap skenario kehidupan dengan jajaran produk kami. Kami memahami kebutuhan yang semakin meningkat akan perangkat wearable multi fungsi yang tidak hanya mendukung produktivitas, namun juga menjaga kesejahteraan konsumen dengan kondisi saat ini. Melalui visi ini, HUAWEI Band 6 secara resmi menciptakan era baru penggunaan dan pengembangan smartband. ” Tutup Patrick.

Harga & Ketersediaan 

Konsumen dapat mulai memasukan HUAWEI Band 6 dalam keranjang belanja online mulai dari 16 – 21 April dengan harga spesial Rp 499.000 selama periode peluncuran di toko resmi Huawei pada e-commerce Shopee, Lazada, JD.ID, dan Blibli dan kemudian proses check out dapat dilakukan mulai 22 April – 5 Mei. Selain itu konsumen juga dapat memperoleh tambahan voucher senilai Rp 20.000 saat melakukan check out. (Icha)

Penjualan Drone Naik Signifikan Saat Pandemi

0

Telko.id – Penjualan drone di Indonesia naik signifikan saat pandemic. Hal ini terlihat dari penjualan di outlet milik peritel Erajaya Group. Setidaknya, diakui oleh Djohan Sutanto, Direktur Erajaya terdapat kenaikan 30-40% pada tahun 2020 lalu.

Puncaknya, Djohan melanjutkan, adalah musim liburan pada Desember 2020 silam. ”Kunjungan ke pusat perbelanjaan berkurang, sementara kegiatan outdoor meningkat. Konsumen butuh cara untuk mengekspresikan diri. Salah satunya lewat hobi seperti drone. Dibanding tahun sebelumnya, kenaikan penjualan drone Erajaya pada 2020 mencapai 30-40 persen,” ungkapnya saat peluncuran DJI Air 2S secara virtual, Jumat (16/4/2021).

”PSBB dan WFH memaksa orang di rumah. Tidak banyak yang dilakukan. Jadi banyak yang mencoba hobi baru. Selain drone, gimbal untuk smartphone di harga Rp2 juta-Rp3 jutaan juga bagus sekali penjualannya,” ujar Djohan menambahkan.

Menurut Djohan, Drone yang paling laris direntang harga dibawah Rp.10 jutaan. Di angka itu, ada DJI Mini 2 hingga DJI Mavic Air.

Djohan juga menyatakan drone DJI Air 2S merupakan produk yang sangat ditunggu oleh para konten kreator. Hal itu dibuktikan dari fitur yang mudah dioperasikan dan peningkatan pada teknologi DJI sebelumnya.

“Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini drone merupakan teknologi inklusif makin dicari masyarakat. Kemudahan pengoperasian, resolusi kamera yang terus meningkat, umur batere yang membaik, ukuran produk yang makin ringan dan compact membuatnya menjadi salah satu opsi spesial bagi pengguna para pembuat konten,” ujar Djohan.

Selain itu, Djohan juga menyebutkan bahwa penggunaan drone saat ini semakin meluas. Selain untuk tujuan personal atau hobi, ada juga profesional yang serius, serta bisnis. ”Perubahan tren yang terjadi adalah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap fotografi dan video. Sementara di sektor bisnis, perusahaan pertanian, perkebunan, serta pertambangan juga sudah menggunakan drone,” ungkapnya.

Djohan berharap dengan semakin luasnya distribusi vaksin dan longgarnya PSBB, perekonomian semakin membaik dan masyarakat mulai kembali traveling.

Yang unik, penjualan drone rata-rata dilakukan oleh pembeli melalui jalur offline. Mungkin karena baru akan membeli sehingga membutuhkan touch and feel saat memilih dan memutuskan untuk membeli. Apalagi kalau membeli di jaringan peritel Erajaya Group ini, pembeli dapay mencoba, melihat dan menggenggam barang yang dibeli. Seperti di gerai UrbanRepublic. Selain itu juga ada staff yang berpengalaman yang akan membantu untuk melakukan setting drone nya.

Itu sebabnya, Erajaya terus mendorong mendorong penjualan O2O (online to offline) atau multichannel.

 ”Konsep O2O sudah terintegrasi dengan baik di Erajaya,” ujar Djohan. ”Konsumen bisa bayar online, lalu diambil ke toko. Bisa juga datang ke toko untuk transaksi langsung di online, misalnya, karena tidak ingin mengantre. Ada yang datang ke gerai offline untuk beli secara online karena ternyata untuk saudaranya yang ada di daerah. Bagaimana konsumen mengadopsi penjualan O2O ini beragam sekali tapi sangat positif. Banyak yang merasa terbantu,” ungkapnya.

Lalu apa keunggulan dari DJI Air 2S yang baru saja diluncurkan itu?

Salah satu keunggulan dari DJI Air 2S adalah kameranya yang didukung sensor CMOS 1 inci beresolusi 20 MP dengan ukuran piksel 2,4 mikrometer. Sensor tersebut lebih besar dibanding sensor 0,5 inci beresolusi 48 MP yang tersemat di Mavic Air 2, di mana ukuran pikselnya 0,8 mikrometer.

Selain itu, fitur videonya sudah lengkap dan mumpuni karena mampu membuat perekaman hingga video hingga resoulusi 5,4K (5.472 x 3.078) pada 24/25/30 fps. Drone ini juga memungkinkan perekaman video 4K maksimal 60 fps seperti kamera profesional.

DJI Air 2S juga menekankan segi warna dalam video dengan tiga profil warna, yakni Normal 8-bit, D-Log 10-bit, dan HLG 10-bit. Sementara itu dari segi desain, DJI Air 2S memiliki bentuk dan lekuka hampir sama dengan pendahulunya.

Namun, DJI Air 2S terlihat lebih ramping namun berbobot lebuh berat dari mode sebelumnya. Bobot yang lebih berat ini disebabkan karena dua sensor tambahan di bagian depan.

Fitur dua sensot tersebut memiliki kemampuan “binacular zooming”, yang artinya drone bisa melihat rintangan dari jarah jauh pada kecepatan yang lebih tinggi.

Kemampuan navigasinya pun tak kalah bagus. Drone ini bisa mengindari rintangan dari empat sisi, yakni maju, mundur, ke bawah, dan ke atas. Tidak ada sensor untuk menghindari rintangan ke kiri dan ke kanan.

DJI Air 2S juga bisa melakukan MasterShot, yang memadukan seluruh trik penangkapan gambar yang telah diprogram sebelumnya dalam satu bidikan. DJI Air 2S turut dibekali baterai berkapasitas 3.500 mAh.

Erajaya selaku peritel resmi untuk DJI, memberikan penawaran spesial untuk menyambut momen Idul Fitri. Secara khusus, Erajaya group memberikan penawaran spesial di salah satu outeltnya di Jakarta.

DJI Air 2S telah tersedia hari ini dengan dua pilihan Combo. Yang pertama adalah Standard Combo dibanderol seharga Rp 15.999.000, sudah termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu buah baterai serta semua kabel dan bagian yang diperlukan.

Combo yang kedua adalah Fly More Combo yang dijual dengan harga Rp 20.999.000, mencakup drone, pengendali jarak jauh, tiga buah baterai, filter ND, hub pengisian daya, dan tas bahu. (Icha)

Telkomsel Gelar Dunia Games League 2021 Dukung Ekosistem eSport

0

Telko.id – Telkomsel gelar Dunia Games League (DGL) 2021 untuk dukung ekosistem eSport di Indonesia. Pendaftaran dari kompetisi tersebut akan dibuka mulai tanggal 16 April 2021. Kehadiran DGL bagi para pecinta esports Indonesia di tahun ini menandai penyelenggaraannya yang ketiga setelah pertama kali digelar pada 2019.

“Telkomsel, melalui Dunia Games, berupaya untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi para penggemar game online dari seluruh penjuru negeri untuk mengasah keterampilan bermain game dan daya saingnya lebih jauh lagi,” ” ungkap Rachel Goh, Direktur Marketing Telkomsel.  

Platform Dunia Games ini menurut Rachel dapat dijadikan para gamer untuk menyalurkan minat, saling terhubung, dan berkolaborasi untuk menciptakan komunitas dan ekosistem esports yang lebih holistis, menarik dan berkembang. Kembalinya DGL di tahun ini menjadi salah satu wujud dari semangat dan komitmen Telkomsel bagi para gamer dan industri gaming,

“Kami merasa bangga dan senang dapat menghadirkan PUBG Mobile di Dunia Games League selama dua tahun berturut-turut bersama Telkomsel sebagai operator telekomunikasi terbesar di Indonesia. Kolaborasi antara PUBG Mobile dan Telkomsel melalui Dunia Games tidak hanya untuk menumbuhkan PUBG Mobile, namun juga memperkuat komunitas esports dan pertumbuhan industri game di Indonesia,” ujar Oliver Ye, Direktur PUBG Mobile Asia Tenggara.

Olive menambahkan bahwa Dunia Games League adalah platform yang luar biasa bagi ekosistem esports di Indonesia karena ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi bagi tim profesional, namun juga membuka peluang bagi tim amatir untuk menunjukkan kemampuan bermain dan minatnya di PUBG Mobile dengan mengikuti Dunia Games League 2021.

“Untuk menunjukkan dukungan kami terhadap Dunia Games League 2021, kami akan memberikan perjalanan lanjutan yang akan ditempuh para pemenang dari Dunia Games League 2021, karena dua partisipan terbaik dari Dunia Games League 2021 akan secara langsung diundang ke PUBG Mobile Indonesia National Championship 2021 Grand Final,” tambah Oliver Ye, Direktur PUBG Mobile Asia Tenggara.

Pada dua penyelenggaraan sebelumnya, DGL telah sukses menarik minat puluhan ribu gamer dari seluruh Indonesia untuk ambil bagian secara langsung pada kompetisi tersebut. Rangkaian pertandingan dari DGL yang disiarkan langsung di YouTube pun berhasil menarik minat jutaan pasang mata.

Berangkat dari antusiasme luar biasa yang ditunjukkan para pecinta esports dari edisi-edisi sebelumnya, Telkomsel kembali menggelar DGL di tahun ini untuk menjangkau lebih banyak penggemar esports di seluruh wilayah di Indonesia.

DGL 2021 meneruskan format kompetisi di tahun-tahun sebelumnya dengan mempertemukan para jagoan PUBG (Player Unknown Battleground) Mobile dari seluruh penjuru Tanah Air. Pendaftaran dibuka dari 16 April sampai 31 Mei 2021 dan dapat dilakukan secara online melalui situs dgl.duniagames.co.id.

Telkomsel menargetkan 24 Professional Team PUBG Mobile terbaik di Indonesia dan 4.096 tim amatir dari seluruh daerah di Tanah Air untuk berpartisipasi dalam DGL 2021.

Para peserta akan berkompetisi pada periode Qualifier dan Play-Ins yang berlangsung selama 5 Juni – 11 Juli 2021. Dari situ, para peserta terbaik akan beradu kemampuan di babak Grand Final pada 17 – 18 Juli 2021 untuk memperebutkan total hadiah senilai 600 juta rupiah. Seluruh pertandingan dijadwalkan untuk disiarkan secara langsung melalui channel YouTube Dunia Games & DGTV, aplikasi MAXstream, dan situs dgl.duniagames.co.id.

“DGL menjadi salah satu event terbesar dari Dunia Games selain Indonesia Games Championship (IGC). Kami berharap, DGL 2021 dapat membuka lebih banyak peluang bagi para gamer di Indonesia untuk mengeksplor industri esports, baik itu di tingkat amatir maupun profesional. Dengan begitu, Indonesia dapat memiliki lebih banyak talenta berdaya saing tinggi di bidang esports,” kata Rachel menutup.

Dunia Games adalah platform game dan portal media esports nomor 1 di Indonesia yang dimiliki oleh Telkomsel. Dengan jumlah monthly visitor lebih dari 12 juta, Dunia Games menghadirkan informasi terkini mengenai game dan hal-hal menarik di sekitarnya.

Selain itu, Dunia Games juga melayani pembelian kupon atau voucher untuk game PC dan mobile melalui layanan direct carrier billing. Dunia Games dapat diakses dan dinikmati oleh semua pengguna dan masyarakat Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat diakses di www.duniagames.co.id. (Icha)

Dji Air 2S Hadir Exclusive di Jaringan Outlet Erajaya Group

0

Telko.id – Dji Air 2S hadir dilengkapi dengan teknologi kamera kreatif. Perangkat ini tersedia exclusive di jaringan outlet Erajaya Group melengkapi portofolio produk personal drone yang ada.

Dji Air 2S, drone kamera portabel ini adalah solusi drone all-in-one, dengan kinerja penerbangan yang kuat, menggunakan sensor 1” untuk pengambilan gambar 20 megapiksel dan video 5,4K. Peningkatan kualitas kamera serta cara baru dalam menerbangkan dan memvisualisasikan gambar, produk terbaru Dji ini telah membuat tolak ukur yang baru dalam memberikan pengalaman menerbangan drone.

“Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini drone merupakan teknologi inklusif makin dicari masyarakat. Kemudahan pengoperasian, resolusi kamera yang terus meningkat, umur batere yang membaik, ukuran produk yang makin ringan dan compact membuatnya menjadi salah satu opsi mengabadikan momen spesial bagi pengguna individu maupun para pembuat konten (content creator),” ungkap Djohan Sutanto, Direktur Erajaya Group.

Djohan menambahkan, “Khusus menyongsong momen Lebaran tahun ini, Erajaya group menghadirkan drone terbaru dari Dji yaitu Dji Air 2S, dan memberikan penawaran khusus untuk setiap pembelian. Kami mengundang pencinta drone dan produk Dji untuk dapat mengunjungi outlet Dji di Mal Grand Indonesia lantai 3A untuk melihat produk eksklusif ini”.

Dji Air 2S telah tersedia hari ini dengan 2 (dua) pilihan Combo. Yang pertama adalah Standard Combo yang dibanderol seharga Rp 15.999.000, sudah termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu buah baterai serta semua kabel dan bagian yang diperlukan.

Combo yang kedua adalah Fly More Combo yang dijual dengan harga Rp 20.999.000, mencakup drone, pengendali jarak jauh, tiga buah baterai, filter ND, hub pengisian daya, dan tas bahu.

Setiap pembelian Dji Air 2S pada tanggal 16 April hingga 18 April 2021 di Dji Authorized Reseller Store Grand Indonesia dan di beberapa jaringan outlet Urban Republic (UR) pilihan, akan mendapatkan hadiah langsung SanDisk Extreme 128GB secara gratis.

Hadiah langsung ini juga bisa didapatkan melalui pembelian di official store DJji e-commerce marketplace Tokopedia untuk 100 orang pembeli pertama.

Selain itu, pelanggan Urban Republic bisa memperoleh cashback hingga Rp 400.000* dan cicilan 0% hingga 18 bulan dengan menggunakan Kartu Kredit Bank BCA dan Mandiri. Produk ini juga akan segera tersedia di beberapa jaringan outlet iBox dan Erafone tertentu. (Icha)

Besok, Huawei Band 6 Siap Meluncur Di Pasar Indonesia

0

Telko.id – Huawei Band 6 siap hadir di Indonesia dengan tampilan layar lebih besar dan performa yang lebih baik.  Smart band terbaru ini menghadirkan evolusi terbaik bagi keluarga produk wearable terlaris milik Huawei.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan perangkat wearable di pasar Indonesia meningkat dengan pesat. Bagi Huawei, hal ini dibuktikan dengan pencapaian terakhirnya sebagai produk wearable terlaris nomor satu selama Shopee 4.4 Mega Shopping Day dan Lazada Birthday Sale pada Maret lalu.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk wearable baik dari sisi fitur kesehatan, untuk memantau dan menjaga kondisi tubuh dengan mudah, maupun untuk membangun ekosistem digital pribadi yang terkoneksi dengan berbagai perangkat ataupun sebagai pelengkap gaya hidup sehari-hari.

Sebagai merek yang terus mengembangkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan menyediakan fitur yang memberikan manfaat bagi pengguna, Huawei akan meluncurkan produk terbaru untuk mendukung kesehatan dan produktivitas pengguna. Guna memperluas portofolio perangkat wearable-nya, Huawei akan memperkenalkan HUAWEI Band 6 di Indonesia pada 16 April besok.

“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melihat peningkatan minat gaya hidup yang lebih aktif serta sehat, dan smart band telah menjadi salah satu pilihan populer bagi konsumen untuk mendukung hal tersebut. Produk yang ringan dan mudah digunakan menjadi daya tarik utama, tapi HUAWEI Band 6 hadir untuk meningkatkan pengalaman konsumen dengan menyediakan smartband yang berbeda dan dilengkapi dengan teknologi pendukung kesehatan yang telah kami kembangkan beberapa tahun terakhir,” ungkap Patrick Ru, Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia menjelaskan.

Pengalaman nyaman dalam menggunakan produk yang ringan dan mudah digunakan serta beragam fungsi praktis yang ditawarkan, menjadikan smartband sebagai produk yang sangat di cintai oleh konsumen selama bertahun-tahun.

Smartband Huawei lebih menonjol dari merek-merek lain karena fitur profesionalnya di bidang olahraga dan kesehatan. Pada 2019, Huawei meluncurkan HUAWEI Band 4, dengan tampilan memukau yang memberi pengguna pengalaman interaktif yang lebih baik. Produk ini juga menampilkan banyak fungsi olahraga dan kesehatan untuk membantu pengguna merasakan keunikan dari Seri Band HUAWEI.

Pada tahun 2021, Huawei Band 6 mendefinisikan kembali kategori fitness tracker. Sebagai penerus Huawei Band 4, Band 6 akan menghadirkan beragam pengembangan mulai dari desain hingga fitur. Salah satunya adalah perubahan tampilan yang signifikan.

Meskipun biasanya smartband memiliki tampilan yang ramping dan kecil, Band 6 hadir dengan full-view display yang jarang kita lihat pada produk lain di kategori yang sama. Layar yang lebih besar berarti kontrol yang lebih mudah dengan lebih banyak data, serta menciptakan interaksi smartphone di pergelangan tangan pengguna.  

Huawei Band 6 hadir dengan fitur pemantauan kesehatan yang telah diperbaharui. Produk ini tidak hanya memantau detak jantung sepanjang hari, SpO2, pemantauan tekanan darah dan kualitas tidur, serta pengingat untuk berdiri, namun juga termasuk siklus menstruasi dan pengingat bagi pengguna wanita. Fitur kebugaran Huawei Band 6 juga menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna dengan 96 mode workout yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Produk smartband Huawei merupakan salah satu produk pelacak kebugaran yang terpercaya. Peluncuran baru Huawei Band 6, diharapkan dapat semakin meningkatkan kebugaran & kesehatan pengguna melalui smartband yang juga menghadirkan kualitas smartwatch.

“Kami tidak sabar untuk menghadirkan HUAWEI Band 6 bagi konsumen Indonesia. Fitur-fitur baru serta peningkatan yang lebih baik akan memberikan pengalaman berbeda bagi pengguna dalam menjaga kesehatan dan kebugaran mereka, terutama di masa seperti saat ini dimana kondisi tubuh yang prima menjadi hal yang paling penting,” tutup Patrick. (Icha)

Oppo A35

0

Telko.id – Spesifikasi Oppo A35 bertumpu pada Helio P35, 4 GB dan kamera yang mampu menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP. Perangkat yang diperkenalkan pada 2021, April 14 ini dibekali sistem operasi Android 10, ColorOS 7.2 dan layar berukuran 6.52″ Inch.

Sampai berita ini diturunkan, Oppo memang belum secara resmi merilis harga Oppo A35. Tapi jika melihat dari spesifikasi yang ditawarkan, perangkat ini diperkirakan akan dibandrol dengan harga yang kurang lebih sama dengan seri pendahulunya.

(Baca Juga : Harga dan Spesifikasi Oppo Terbaru)

Perangkat cerdas ini hadir dengan beberapa pilihan warna (Black, White, Blue) dan memiliki body berdimensi 164 x 75.4 x 7.9 mm (6.46 x 2.97 x 0.31 in) dengan berat 177 g (6.24 oz). Desainnya dibangun dari komponen Glass front, plastic back, plastic frame, dengan slot SIM card yang diletakkan pada sisi body, support Dual SIM (Nano-SIM, dual stand-by).

Spesifikasi Oppo A35

Pada sektor performa, perangkat ini mengandalkan chipset Helio P35 yang ditopang Central Processing Unit atau CPU Octa-core (4×2.35 GHz Cortex-A53 & 4×1.8 GHz Cortex-A53) dan prosesor grafis / GPU PowerVR GE8320. Komponen pemrosesan tersebut didukung dengan RAM berkapasitas 4 GB. Lengkap dengan opsi penyimpanan internal / ROM berkapasitas 128GB storage, microSDXC dan baterai berjenis Li-Po dengan kapasitas 4230 mAh.

Beralih ke bagian multimedia, ada layar berukuran 6.52″ Inch dengan jenis IPS LCD, 480 nits (typ). Resolusi layarnya 720×1600 pixels dan telah dilengkapi dengan ,. Layar tersebut jadi viewfinder yang cukup nyaman untuk menampilkan beragam fungsi yang dibawanya. Termasuk untuk menonton video dan bermain game tentunya.

Dan layaknya sebuah perangkat cerdas, Oppo A35 sudah dibekali konektifitas yang terbilang lengkap. Untuk konektifitas jaringan seluler misalnya. Perangkat ini support teknologi GSM / CDMA / HSPA / CDMA2000 / LTE yang bisa digunakan untuk melakukan komunikasi data dengan kecepatan maksimal HSPA 42.2/5.76 Mbps, LTE-A. Selain itu ada juga konektifitas USB microUSB 2.0, USB On-The-Go, GPS(Yes, with A-GPS, GLONASS, GALILEO, BDS), Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi Direct, hotspot, dan bluetooth (5.0, A2DP, LE, aptX). Tak ketinggalan fitur lainnya seperti Fingerprint (rear-mounted), accelerometer, proximity, .

Kamera Oppo A35

Sejak kemunculan media sosial dan platform berbagi lainnya, kamera jadi salah satu fitur penting dari sebuah perangkat cerdas. Tak terkecuali perangkat yang satu ini. Ya, berikut adalah sensor kamera utama yang dibenamkan ke dalam body belakang Oppo A35 :

  • 13 MP, f/2.2, (wide), 1/3.1″, 1.12µm, PDAF
    2 MP, f/2.4, (macro)
    2 MP, f/2.4, (depth).

Sensor kamera tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk menghasilkan foto dengan resolusi maksimal 13 MP tapi juga untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p. Lalu bagaimana dengan kamera depannya?

Well, untuk kamera depan, perangkat ini mengandalkan sensor 8 MP, f/2.0, (wide) yang tidak hanya penting untuk selfie, tapi juga bisa diandalkan saat melakukan video call ataupun video conference. Kamera tersebut dilengkapi dengan fitur HDR dan bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi maksimal 1080p@30fps.

Perilaku Belanja Berubah, GoMart Perbanyak Merchant dan Emak Jago

0

Telko.id – Perilaku belanja selama pandemi berubah. Dulu sebelum pandemic, GoMart menjadi andalan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selama pandemic, perilaku masyarakat dalam berbelanja groceries secara online menjadi lebih regular dan semakin mengandalkan GoMart.

“Terbukti jadi andalan masyarakat beradaptasi memenuhi kebutuhan belanja secara online, GoMart tunjukkan pertumbuhan bisnis sebanyak 7-8 kali lipat selama pandemic. Untuk merespon perubahan perilaku tersebut, kami secara bertahap berevolusi mengembangkan dan memperluas layanan serta fitur, sehingga masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan grocery mingguannya secara online,” ungkap Tarun Agarwal, Head of Groceries Gojek.

Seperti apa evolusi yang dilakukan layanan belanja Online dari aplikasi GoJek ini? Dalam GoMart kini terdapat penambahan pilihan merchant serta produk terutama makanan hewani dan nabati segar dan berkualitas.

Setelah bermitra dengan Alfa Group di awal peluncuran kini layanan belanja online ini telah memperluas kemitraannya mulai dari merchant tradisional hingga modern dengan supermarket dan merchant lainnya seperti LOTTE Mart, Giant, Giant Express, Foodhall, Sayurbox, Perum Bulog, Pasar Jaya dan Best Meat, dan lebih banyak lagi merchant yang menyediakan bahan makanan segar untuk memenuhi kebutuhan mingguan pelanggan.

 Lalu, jangkauan layanan diperluas ke 11 kota baru di Indonesia. Sejak April 2020, GoMart terus memperluas area cakupan layanannya hingga luar Jabodetabek. Saat ini layanan belanja online GoMart sudah dapat dinikmati di termasuk, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Medan, Palembang, dan Makassar.  

Untuk meningkatan kualitas layanan, layanan belanja online ini juga menghadirkan asisten belanja berpengalaman Emak Jago. Asisten belanja Emak Jago telah dilengkapi dengan pelatihan yang memadai untuk melayani kebutuhan belanja mulai dari menerima pesanan hingga memilih bahan segar di supermarket dan hypermarket yang menjadi merchant GoMart.

Serta tidak ketinggalan, berbagai pembaruan fitur yang ada di dalam GoMart. Layanan belanja online ini melakukan pembaruan stok harian yang hingga 4x secara otomatis di aplikasi pelanggan. Dengan fitur ini, pelanggan bisa langsung mengetahui saat produk yang ingin dibeli habis atau tidak tersedia di merchant yang dituju.

Fitur terbaru lainnya adalah chat antara pelanggan dengan Emak Jago, untuk memudahkan proses berbelanja. Selain itu, GoMart juga memberikan rekomendasi resep dalam aplikasi untuk pengalaman pengguna yang lebih baik yang akan berguna terutama selama Ramadhan

Evolusi ini ditujukan untuk dapat semakin memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan belanja mingguannya di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung. (Icha)

Paket AKRAB, Berbagi Kuota Dengan Keluarga ala XL Saat Ramadhan

0

Telko.id – Paket AKRAB merupakan paket internet dengan kuota besar yang bisa dibagi ke anggota keluarga atau kerabat. Paket ini bisa didapatkan oleh pelanggan melalui Aplikasi myXL dan eCommerce seperti Shopee, Tokopedia, BliBli, Lazada, AkuLaku, erafone, BeliGadget, telering, JD.ID, Alfamart, Indomaret, Selular Shop.

“Meski masih dalam situasi pandemi saat ini, namun bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa untuk semua pengguna XL. Berangkat dari sebuah ide bagaimana menjadikan XL sebagai koneksi yang dapat menghubungkan semua anggota keluarga untuk menikmati semua momen kebersamaan, kami menghadirkan inovasi terbaru yaitu Paket AKRAB,” ungkap Alfons Eric Bosch Sansa, (Act) Chief Marketing Officer XL Axiata.

Alfons berharap, adanya Paket AKRAB sebagai internet keluarga dan kerabat, maka masyarakat Indonesia dapat terus berbagi cerita dengan orang terdekat, sesuai dengan cara masing-masing keluarga #IniCaraKita”.

Alfons melanjutkan, Paket AKRAB ini merupakan salah satu produk XL terbaru yang menyasar segmen keluarga. Paket ini dihadirkan salah satunya karena sejak setahun belakangan ini, semenjak terjadi pandemi Covid-19, menjadikan semua orang termasuk anggota keluarga lebih banyak menghabiskan aktivitasnya di rumah bersama keluarga. Dengan paket ini, kami berharap bisa membantu pelanggan untuk tetap dapat produktif dan melakukan aktivitasnya bersama keluarga di rumah.

Tersedia 5 pilihan Paket AKRAB yang bisa diperoleh pelanggan dengan harga spesial hanya di Aplikasi MyXL yaitu:

1. Rp  55.000/bulan untuk 2 anggota keluarga, pelanggan akan mendapatkan kuota bersama dan bonus kuota pribadi hingga 28GB,

2. Rp  110.000/bulan untuk 2 anggota keluarga, pelanggan akan mendapatkan kuota bersama dan bonus kuota pribadi hingga 63GB,

3. Rp  180.000/bulan untuk 3 anggota keluarga, pelanggan akan mendapatkan kuota bersama dan bonus kuota pribadi hingga 144GB,

4. Rp  280.000/bulan untuk 4 anggota keluarga, pelanggan akan mendapatkan kuota bersama dan bonus kuota pribadi hingga 260GB,

5. Rp  450.000/bulan untuk 4 anggota keluarga, pelanggan akan mendapatkan kuota bersama dan bonus kuota pribadi hingga 460GB,

Paket ini juga memberikan tambahan bonus akses langsung kuota unlimited untuk aplikasi WhatsApp, Google Maps, Zoom, Google Meet, Google Hangout, Google Classroom, Microsoft Teams, dan Office 365. Selain itu pelanggan juga akan mendapatkan gratis nelpon dan SMS ke nomor XL dan AXIS. Penambahan anggota dan pengaturan kuota bisa dilakukan dengan sangat mudah di Aplikasi myXL. Informasi lebih lengkap mengenai paket Akrab dapat dilihat pada situs resmi XL Axiata.

Bagi yang belum bergabung menjadi pelanggan XL, Kartu Perdana XL Paket Akrab bisa langsung didapatkan di Toko Pulsa, Mitra & Partner XL berikut: Shopee, Tokopedia, BliBli, Lazada, AkuLaku, erafone, BeliGadget, telering, JD.ID, Alfamart, Indomaret, Selular Shop.

Spesial selama Ramadan, terdapat juga penawaran khusus bagi pelanggan XL Prabayar yang memiliki Paket Xtra Combo, Xtra Combo VIP dan lainnya, yaitu berupa paket Xtra Kuota Ramadan yang memberikan pengalaman Unlimited internetan di semua aplikasi tanpa batas kuota dan kecepatan pada waktu Sahur & Ngabuburit (menjelang berbuka), paket ini dapat dibeli pelanggan di Aplikasi myXL dan UMB dengan harga mulai Rp 2.500/hari, atau Rp 10.900/7hari.

Selama masa Ramadan hingga liburan Lebaran, trafik jaringan diperkirakan akan meningkat dibandingkan trafik di hari biasa, dan akan meningkat lagi saat masuk masa libur Lebaran. Untuk itu, XL Axiata telah menyiapkan jaringan yang bisa mengakomodir semua peningkatan trafik tersebut dengan menambah kapasitas hingga 200% dibandingkan kapasitas harian.

Selain itu, optimalisasi jaringan juga dilakukan dengan melihat kemungkinan pergerakan masyarakat atau pelanggan. Karena itu, kebijakan pemerintah yang melarang mudik saat Lebaran akan menjadi arahan untuk lebih memperkuat jaringan di area pemukiman.

Layanan-layanan digital yang bisa membantu pelanggan beribadah serta bersilaturahmi diperkirakan akan banyak diakses masyarakat. Aplikasi-aplikasi yang mengediakan e-book kemungkinan akan banyak diakses guna mendapatkan  Al Quran atau buku-buku agama versi digital. Selain itu, aplikasi yang memungkinkan masyarakat untuk bersilaturahmi secara daring juga kemungkinan akan semakin banyak diakses.

Tradisi Ramadan dan Lebaran juga mendorong masyarakat untuk mempererat silaturahmi. Aplikasi yang memungkinkan pertemuan beramai-ramai seperti untuk sekolag daring akan dimanfaatkan juga untuk silaturahmi keluarga dan komunitas. Kemungkinan kenaikan trafik juga akan terjadi pada aplikasi-aplikasi yang menyediakan sarana hiburan dan gaya hidup, terutama treaming musik, film, video, dan gim.

Untuk melengkapi berbagai produk yang XL hadirkan selama Ramadan, XL juga menyuguhkan acara virtual yang akan mengungkap beragam cerita dari banyak sosok ternama yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Beragam acara ini bisa disaksikan di akun Instagram dan YouTube @myXL. Pelanggan dapat terus mengikuti informasi beragam program XL lainnya juga memenangkan banyak hadiah di akun sosial media @myXL. (Icha)

Ini Dia Penyebab Kelangkaan Chipset Yang Terjadi Secara Global

Telko.id – Kelangkaan chipset masih terus terjadi. Alhasil, sejumlah industri mulai dari mobil listrik, smartphone, tablet, dan laptop ikut terkena imbasnya.

Baru-baru ini, Apple juga menyebutkan bahwa produksi perangkatnya terpengaruh dan membuatnya harus menunda sejumlah produksi sejumlah laptop MacBook dan iPad miliknya, seperti laporan Nikkei Asia yang mengutip sumber terdekat industri.

Padahal, Chip merupakan salah satu komponen penting di berbagai perangkat elektronik, termasuk laptop dan tablet. Jika produksi chip terganggu, rantai pasokan komponen perangkat elektronik ke produsen juga bakal terhambat, seperti yang tengah dialami Apple ini.

Apa penyebab krisis atau Kelangkaan Chipset secara global ini? Huawei menyebutkan bahwa salah satu penyebab krisis chip global yang saat ini sedang melanda adalah karena sanksi yang diterapkan Amerika Serikat kepada perusahaan asal China tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Rotating Chairman Huawei Eric Xu. Ia mengatakan sanksi yang dijatuhkan pada perusahaan selama dua tahun terakhir menyebabkan kerugian industri semikonduktor global.

Lebih lanjut, kata Xu, sanksi dari AS telah mengganggu hubungan yang sudah terjalin dengan baik dalam industri semikonduktor.

Seperti yang diketahui permintaan chip sendiri telah melonjak selama pandemi Covid-19 ketika orang-orang membeli konsol game, laptop, dan TV untuk membantu melewati masa lockdown.

“Sanksi AS adalah alasan utama mengapa kami melihat kepanikan menimbun perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia,” ujar Xu, dikutip dari CNBC International, Rabu (14/4/2021).

“Beberapa dari mereka tidak pernah menimbun apa pun, tetapi karena sanksi mereka sekarang memiliki stok tiga bulan atau enam bulan,” sambungnya.

Huawei sendiri telah menimbun chip sejak dijatuhi sanksi oleh pemerintah AS untuk menjamin agar bisnisnya tetap bisa beroperasi seperti biasa. Beberapa perusahaan di industri lain, seperti sektor otomotif, terpaksa menutup sementara operasinya karena kekurangan chip.

Kabar nya, eksekutif otomotif AS dan pemimpin teknologi dijadwalkan untuk bertemu dari jarak jauh dengan Presiden Joe Biden. 

AS diketahui telah menjatuhkan sanksi kepada Huawei setelah menuduh perusahaan membangun backdoors ke dalam peralatannya yang dapat dieksploitasi oleh Partai Komunis China untuk tujuan spionase.

Pada 2019, Huawei dimasukkan dalam daftar hitam AS yang disebut Daftar Entitas. Akibat daftar hitam itu, pemerintah membatasi perusahaan Amerika untuk mengekspor teknologi tertentu ke Huawei.

Seperti Google yang akhirnya memutuskan hubungan dengan Huawei. Pemutusan hubungan kerja tersebut membuat Huawei tidak dapat menggunakan sistem operasi Android Google di ponsel cerdasnya.

Kondisi ini diprediksikan oleh Chairman Foxconn, Young Liu bakal sampai 2022 mendatang. Hal ini disampaikannya ketika Ia mengumumkan laporan keuangannya beberapa waktu lalu.

Prediksi itu sejalan dengan prediksi yang dilontarkan oleh GlobalFoundries, pembuat chip terbesar ketiga di dunia sebagaimana dihimpun Bloomberg.

Chairman Foxconn Young Liu merasakan dampak kelangkaan chipset di pasar saat ini dan Foxconn bakal mengurangi jumlah pengiriman (shipment) sebanyak 10 persen dari yang telah direncanakan.

“Pasokan komponen di dua bulan pertama pada kuartal pertama tahun ini sebenarnya normal, mengingat klien kami merupakan perusahaan-perusahaan besar,” tutur Liu beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, laporan dari situs MarketWatch memprediksi kondisi kelangkaan chipset ini akan berlangsung hingga akhir 2021. Masalah ini cukup serius, sebab chip alias prosesor semikonduktor merupakan komponen penting yang digunakan berbagai perangkat, seperti smartphone, PC, konsol game, hingga kendaraan modern.

Jika produksi chip tersendat, rantai pasokan komponen ke produsen elektronik akan ikut terhambat. Konon, masalah kelangkaan ini bersumber dari tingginya permintaan di saat produksi justru menurun akibat pandemi.

Lalu, ada pula berbagai laporan yang menyebut bahwa sejumlah pabrik chip menghentikan operasionalnya karena cuaca buruk. Selama pandemi sendiri, permintaan perangkat seperti smartphone dan PC meningkat karena aktivitas bekerja dan belajar di rumah.

Di saat bersamaan, produksi chip justru dikurangi sehingga mengakibatkan ketimpangan antara jumlah pasokan dan permintaan di pasar. (Icha)

Madu atau Racun Bisnis Data Center di Indonesia?

0

Telko.id – Bisnis data center begitu manis sampai banyak perusahaan global membangun pusat data nya di Indonesia. Yang terbaru adalah niatan dari Tencent. Lewat Tencent Cloud, Internet Data Center (IDC) pertamanya di Indonesia akan dibangun. Targetnya adalah untuk memenuhi permintaan digitalisasi yang meningkat.

Langkah ini menambah jaringan infrastruktur Tencent Cloud yang terus berkembang dan telah menjangkau 27 wilayah dan 61 zona.

Langkah konglomerasi yang didirikan Ma Huateng ini mengikuti jejak perusahaan teknologi dunia lain seperti Google, Microsoft, hingga Alibaba.

Indonesia sendiri, berdasarkan laporan dari Boston Consulting Group yang bertajuk Indonesia’s Market Report merupakan salah satu pasar cloud publik yang tumbuh paling cepat di Asia Pasifik dengan CAGR  sebesar 25 persen dan pertumbuhan besar pasarnya diperkirakan akan meningkat menjadi US $ 0,8 miliar pada tahun 2023.

Survei terbaru dari Alibaba Cloud juga menunjukkan bahwa perusahaan di Indonesia sudah semakin banyak yang memakai layanan cloud. Ada 77% bisnis di Indonesia menggunakan solusi informasi teknologi berbasis cloud.

Sebanyak 83% juga percaya bahwa perangkat ini membantu mereka memenuhi kebutuhan bisnis selama pagebluk virus corona. Survei itu melibatkan 1.000 peserta di Hong Kong, Malaysia, Singapura, India, Indonesia, dan Filipina.

Kuesioner disebar pada November tahun lalu. Sebanyak 64% memilih pendekatan hybrid cloud, yakni layanan yang mendistribusikan komputasi awan untuk umum (public) dan terbatas (private).

Ditambah lagi, dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta, Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Dengan jumlah populasi penduduk usia muda yang lebih banyak, Indonesia memiliki dividen demografis internet yang besar dengan pasar internet mobile yang berkembang dengan cepat.

“Dengan kondisi tersebut, kami sangat senang dapat meluncurkan IDC pertama kami di Indonesia untuk membantu secara maksimal tercapainya potensi optimal cloud computing di negara ini. IDC baru ini merupakan wujud komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan, baik di Indonesia maupun di Asia. Selain itu, pembangunan IDC ini juga memperkuat jaringan global kami yang menghubungkan 27 wilayah dan 61 zona,” ungkap Poshu Yeung, dengan Senior Vice President, Tencent Cloud Internasional.

Sebelum Tencent, Alibaba telah terlebih dahulu merambah bisnis cloud dengan membangun pusat data di Indonesia. Anak usaha Alibaba sudah membangun dua pusat data di Indonesia. Saat ini pun, sedang mempersiapkan pusat data ketiga yang ditargetkan beroperasi tahun ini.

Beberapa perusahaan yang menggunakan layanan cloud Alibaba yakni startup fintech pembiayaan Indonesia, Investree, e-commerce asal Malaysia, PrestoMall, perusahaan gim Jepang Enish, platform hiburan dari Filipina, Kumu, dan banyak lagi.

Begitu juga dengan Google yang telah meluncurkan region Google Cloud Platform (GCP) di Jakarta, Juni 2020 lalu. Beberapa klien Google Cloud di Indonesia yakni Blue Bird, Link Net, Semen Indonesia, Tokopedia, BRI, XL Axiata, Gojek, Unilever, dan Ticket.com.

“Aktivitas bekerja dan operasional bisnis jarak jauh membuat perusahaan besar dan kecil ramai-ramai beralih ke cloud,” kata Country Director Google Cloud Indonesia Megawaty Khie dalam siaran pers, Februari lalu (8/2).

Microsoft Corporation pun tahun lalu berencana menanamkan modal sebesar US$ 1 miliar atau setara hampir Rp 13,6 triliun untuk membangun pusat data di Indonesia. Pusat data ini digunakan untuk menunjang program big data Microsoft yang ada di Tanah Air.

Lalu, anak usaha Amazon, yakni Amazon Web Service (AWS) berencana membangun tiga pusat data di Indonesia pada akhir tahun ini atau awal 2022. Perusahaan raksasa teknologi global membuka layanan pusat data seiring kebutuhan yang semakin besar di Indonesia.

Menurut Paul Chen, Head of Solutions Architect ASEAN AWS, Indonesia merupakan pasar potensial untuk bisnis pangkalan data lantaran terdapat banyak pemain startup dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Startup dan UMKM di Indonesia makin banyak. Ini potensial bagi bisnis komputasi awan [cloud],” katanya dalam diskusi virtual seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (2/2/2021).

Dia menyebutkan, hingga saat ini AWS telah menyelesaikan pembangunan pangkalan data di 24 wilayah, 5 zona di Amerika Serikat, dan 12 proximity zones, serta mengumumkan akan melakukan pembangunan di 6 wilayah baru. Salah satunya adalah Jakarta yang akan selesai dibangun pada 2021.

Sekadar catatan, Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) tersebut sempat menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada akhir 2018 untuk menjelaskan rencana investasi US$1 miliar (sekitar Rp14 triliun) dalam mengembangkan layanan pangkalan data selama 10 tahun di Tanah Air.

Ya, bisnis data center di Indonesia ini bak madu dan racun. Madu, karena memang begitu manis potensi pasar nya sehingga banyak yang ‘suka’ dan investasi. Namun menjadi racun, jika pemerintah tidak memihak pada perusahaan lokal.

Padahal, perusahaan lokal pun tidak mau kalah di negeri sendiri. Banyak juga yang sudah membangun pusat data center dan tidak mau melepas potensi pasar bisnis data center ini pada asing.

Sayang, tidak semua perusahaan data center memiliki back up dana yang kuat. Salah satu yang cukup memiliki sumber dana yang kuat adalah Telkom Group. Perusahaan ini serius ingin menjadi pemain besar di sektor digital palform di Indonesia. Bahkan, tahun lalu sudah melakukan investasi pembangunan Hyperscale Data Center, seluas 65.000 meter persegi dengan total kapasitas mencapai 10.000 Rack di tahun 2020.

Sampai saat ini sudah tercatat puluhan perusahaan, baik domestik dan internasional dari berbagai sektor, yang menggunakan cloud dari Telkom. Di antaranya seperti Government, Financial Services, Banking, Utilities, Digital Services dan BUMN telah memakai layanan cloud services dari Telkom Group.

“Kedepannya, Telkom Group akan terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas cloud services agar terus dapat memenuhi demand dari pasar,” ujar Pujo Pramono, Vice President Corporate Telkom, seperti dikutip dari Kontan.

Pujo menambahkan bahwa tahun ini, Telkom menyiapkan capex sebesar 25% dari target pendapatan tahun ini yakni sekitar Rp143,94 triliun atau sekitar Rp 35,9 triliun. Sebagian besar pendanaan capex tahun ini akan berasal dari dana internal dan sisanya berasal dari pendanaan eksternal khususnya perbankan.

Pujo memaparkan, sebesar 30% hingga 40% dari capex akan dialokasikan untuk pengembangan jaringan 4G dan sistem IT. Selain itu, tahun 2021 ini Telkom juga akan membangun jaringan akses, jaringan backbone, pembangunan data center, dan pengembangan bisnis menara.

Sampai sini saja, sudah terlihat bahwa persaingan di bisnis cloud data center ini sangat sengit. Ketua Umum Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) Alex Budiyanto mengatakan GCP ketatnya persaingan antarpelaku usaha komputasi awan terjadi antara pelaku usaha lokal dan asing.

Namun demikian dia menyayangkan sikap pemerintah yang masih cenderung mengutamakan perusahaan asing. Hal itu menurutnya akan mempengaruhi persaingan antara pelaku usaha lokal dan asing.

“Tinggal bagaimana sekarang pemerintah berpihak, apakah akan berpihak kepada provider asing dengan memberikan tax holiday yang dinikmati oleh para pemain asing, di mana para pemain lokal sama sekali tidak mendapatkan insentif semacam ini. Apabila pemerintah terlalu pro-investasi dan pro-asing maka akan sangat sulit untuk local provider bisa bersaing,” ujar nya, seperti dikutip dari Bisnis.

Lalu, akan kah bisnis data center ini menjadi racun bagi perusahaan lokal di Indonesia? (Icha)