spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 304

Sambut Akhir Tahun, LG Luncurkan TV Pintar AI UR7500E

0

Telko.id – LG Electronics kembali memperkuat posisinya di pasar Smart TV Indonesia dengan peluncuran LG AI TV UR7500E.

TV pintar terbaru ini menghadirkan pengalaman menonton dan audio yang lebih memuaskan berkat dukungan teknologi canggih dan sistem operasi yang lebih cepat.

Dirancang untuk segala kalangan, LG AI TV UR7500E siap menjadi pilihan utama untuk menikmati akhir tahun bersama keluarga.

“Melalui peluncuran LG AI TV terbaru, kami mengajak masyarakat Indonesia untuk merayakan momen akhir tahun dengan berkumpul bersama keluarga dan menikmati berbagai kegiatan menarik,” kata Park Jae Il, Product Director Home Entertainment LG Electronics Indonesia.

Baca juga : LG OLED evo G4, TV Tercanggih Saat ini, Apa Teknologinya?

TV ini hadir dengan layar 4K yang didukung teknologi AI dan sistem operasi webOS, memberikan kualitas visual dan suara yang optimal.

LG AI TV UR7500E dibekali dengan α5 AI Processor 4K Gen6, yang meningkatkan kualitas visual berkat algoritma canggih. Prosesor ini juga mendukung fitur AI Brightness yang secara otomatis mengatur tingkat kecerahan layar berdasarkan kondisi pencahayaan ruangan.

Teknologi AI 4K upscaling memungkinkan tayangan non-4K tampil dalam resolusi mendekati 4K, memberikan visual yang lebih jernih dan detail. Kombinasi fitur ini menciptakan pengalaman menonton yang memuaskan dengan gambar tajam dan kaya warna.

Kualitas audio juga menjadi fokus utama LG pada produk ini. Teknologi AI Sound Pro memungkinkan TV menganalisis jenis konten dan mengoptimalkan suara untuk pengalaman mendalam.

Bahkan, teknologi ini dapat menciptakan sensasi audio surround virtual 9.1.2, memberikan suara yang imersif meski hanya dengan speaker bawaan.

Selain itu, fitur LG AI Acoustic Tuning mengoptimalkan kualitas audio sesuai kondisi lingkungan sekitar TV. Teknologi Adaptive Sound Control juga menyesuaikan suara secara real-time berdasarkan sinyal audio, memastikan setiap detail suara terdengar dengan baik.

LG AI TV UR7500E didukung oleh sistem operasi webOS 23 yang ringan dan responsif, memberikan kecepatan navigasi yang lebih baik.

Selama sepuluh tahun terakhir, LG terus mengembangkan webOS untuk meningkatkan pengalaman home entertainment, termasuk pembaruan otomatis selama lima tahun ke depan.

Tidak hanya itu, teknologi HDR10 Pro pada TV pintar LG ini memberikan visual yang lebih hidup dengan kontras dan warna yang lebih kaya.

TV ini juga mendukung perintah suara melalui Magic Remote (dijual terpisah) atau aplikasi ThinQ, memudahkan pengguna mengontrol TV hanya dengan suara.

LG AI TV UR7500E tersedia dalam ukuran 43 dan 50 inci, dengan harga mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 5 juta. TV ini dapat diperoleh secara eksklusif melalui Online Brand Store LG, menjadikannya pilihan sempurna untuk menikmati momen spesial di akhir tahun. (Icha)

Bumi Berseru Fest 2024, Cara Telkom Ajak Masyarakat Melestarikan Lingkungan

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali mengajak masyarakat untuk bergerak bersama dalam melestarikan lingkungan melalui program Bumi Berseru Fest 2024.

Program ini mempertegas komitmen Telkom dalam menghadapi krisis lingkungan. Kompetisi ini dibuka dari 14 Oktober hingga 15 November 2024, dan terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

Bumi Berseru Fest dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi organisasi, komunitas, dan individu yang peduli lingkungan. Terdapat tiga kategori kompetisi yang ditawarkan.

Kategori pertama adalah Panggilan Aksi untuk Bumi, yang mengundang organisasi dan komunitas penggiat lingkungan untuk mengajukan proposal kegiatan yang berfokus pada pelestarian ekosistem. Pemenang dari kategori ini akan mendapatkan pendanaan hingga Rp25.000.000.

Baca juga : Telkom dan Google sukses melatih 2307 Talenta Digital

Kategori kedua adalah Alam dalam Lensa, yang merupakan kompetisi fotografi peduli lingkungan di platform Instagram.

Melalui setiap unggahan foto, peserta tidak hanya menyampaikan pesan penting tentang lingkungan, tetapi juga menyumbangkan satu bibit pohon untuk reforestasi hutan Indonesia. Selain itu, pemenang akan mendapatkan hadiah hingga Rp5.000.000.

Kategori terakhir adalah Inovasi Eco Produk, yang mengajak masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk menciptakan produk ramah lingkungan.

Produk-produk ini harus menerapkan prinsip keberlanjutan, seperti menggunakan bahan daur ulang. Pemenang di kategori ini akan mendapatkan apresiasi hingga Rp20.000.000.

“Selaras dengan komitmen dalam penerapan prinsip ESG, Telkom mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam gerakan Bumi Berseru Fest,” ujar Hery Susanto, SGM Social Responsibility Telkom.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDG), terutama dalam menjaga lingkungan demi keberlanjutan di masa depan.

Bumi Berseru Fest adalah bagian dari upaya besar Telkom dalam mempromosikan kelestarian lingkungan melalui kreativitas dan inovasi.

Kompetisi ini tidak hanya melibatkan masyarakat dalam menjaga alam, tetapi juga memberikan peluang untuk berkolaborasi dengan Telkom dalam upaya global melestarikan bumi.

Dengan adanya program ini, Telkom berharap dapat mendorong lebih banyak partisipasi dari masyarakat luas, termasuk individu, komunitas, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. (Icha)

Telkomsel Gelar NextDev ke-10, Integrasikan Teknologi AI Dalam Kurikulum

0

Telko.id – Telkomsel kembali menghadirkan program NextDev yang kini memasuki tahun ke-10. Program ini bertujuan untuk membantu pengembangan startup tahap awal di Indonesia agar bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

NextDev merupakan bagian dari komitmen Telkomsel dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Dengan tema #ElevatingStartups, NextDev ke-10 diharapkan mendorong transformasi digital di Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Saki H. Bramono, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menyatakan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia pada 2045 diproyeksikan mencapai Rp 22.513 triliun. Data ini menunjukkan pentingnya peran startup dalam pertumbuhan ekonomi digital.

“Melalui program inkubasi startup NextDev, Telkomsel berkomitmen untuk memberikan akses dan dukungan kepada startup Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas mereka,” kata Saki.

Baca juga : Telkomsel Ventures dan AppWorks Sukses Gelar TINC Batch 9 Demo Day

NextDev ke-10 hadir dengan inovasi baru, termasuk kurikulum yang mengintegrasikan teknologi AI untuk meningkatkan kapabilitas dan inovasi startup.

Kolaborasi dengan International Hub Connector juga diperkenalkan untuk memperluas peluang global bagi para peserta.

Selain itu, alumni terbaik dari program sebelumnya akan berperan sebagai co-mentor, memberikan bimbingan langsung kepada peserta untuk memperkuat kompetensi mereka.

Pendaftaran untuk NextDev ke-10 dibuka mulai 24 Oktober hingga 30 November 2024. Selama periode ini, Open Session akan diadakan di Bandung, Makassar, Batam, dan Bali, disertai dengan sesi Local Pitch untuk menyeleksi 24 besar kompetisi.

Nantinya, 10 startup terbaik dari tiga kategori utama akan mengikuti NextDev Academy selama empat bulan, mencakup program Orientation Bootcamp dan Expert Talks.

Puncak dari rangkaian program ini adalah NextDev Summit. Acara ini merupakan wadah penghargaan bagi startup terbaik sekaligus platform kolaborasi bagi pelaku ekosistem digital.

Melalui Summit ini, Telkomsel berharap dapat memperluas jaringan dan menciptakan inovasi solusi digital yang berkelanjutan.

Sejak pertama kali digelar pada 2015, NextDev telah melibatkan lebih dari 6.500 startup, dengan 152 alumni terbaik.

Lima startup berhasil melalui program akselerasi Tinc (Telkomsel Ventures), sementara beberapa startup lainnya telah mendapatkan eksposur di kancah internasional.

Misalnya, Shieldtag yang memenangkan Medali Emas di ASEAN Digital Award 2024, serta MyEco dan Habibi Garden yang meraih penghargaan internasional.

NextDev merupakan bagian dari peta jalan ekosistem inovasi digital Telkomsel, yang mencakup berbagai program, mulai dari IndonesiaNEXT hingga Tinc.

Telkomsel berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem startup Indonesia, mendorong kolaborasi lintas sektor, dan membantu startup menghadirkan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat.

Telkomsel mengundang pendiri startup tahap awal di Indonesia untuk bergabung dalam NextDev ke-10 dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan kapabilitas mereka.

Program ini membuka peluang kolaborasi global dan membantu startup menghadapi tantangan di era transformasi digital. (Icha)

Oppo Indonesia Kolaborasi Eksklusif dengan Sony Pictures

0

Telko.id – Oppo Indonesia resmi mengumumkan kolaborasi eksklusif dengan Sony Pictures dalam film terbaru Venom: The Last Dance.

Kolaborasi ini menyatukan kekuatan tak terbatas symbiote Venom dengan inovasi teknologi Oppo Reno12 F Series.

Kombinasi ini tidak hanya menghadirkan karakter ikonik Eddie Brock dan Venom, tetapi juga teknologi canggih yang mampu “mengeluarkan kekuatan tersembunyi” dari Oppo Reno12 F Series.

Pada peluncuran film Venom: The Last Dance, Oppo menghadirkan acara screening eksklusif. Acara ini memberikan pengalaman sinematik yang lebih intens kepada undangan, sekaligus kesempatan mencoba fitur unggulan Reno12 F Series.

Baca juga : Oppo Find X8 Series Resmi Kantongi Sertifikasi TKDN!

Di Oppo Gallery Gandaria City, Jakarta, pengunjung dapat merasakan pengalaman interaktif menggunakan fitur Venomize di OPPO AI Studio.

Teknologi AI canggih ini memungkinkan pengguna untuk “Venomize” diri mereka hanya dengan satu foto, menciptakan potret unik seperti Venom.

Oppo Reno12 F Series membawa kekuatan yang tidak kalah hebat dengan Venom. Dilengkapi dengan All-Round Armour berstandar IP64, perangkat ini tahan air dan debu, layaknya armor pelindung symbiote.

Teknologi AI di dalamnya juga mendukung fitur seperti AI Eraser 2.0 yang mampu menghapus objek tak diinginkan dari foto dengan presisi, meniru kemampuan Venom yang bisa berubah bentuk.

Selain itu, teknologi AI LinkBoost memungkinkan penguatan sinyal bahkan di area dengan konektivitas lemah, seperti keramaian.

Fitur pengisian daya cepat 45W SUPERVOOC Flash Charge juga menjadi salah satu keunggulan Reno12 F Series.

Dengan pengisian dari 0 hingga 100% hanya dalam 71 menit, pengguna mendapatkan kecepatan dan ketahanan yang mirip dengan kemampuan pemulihan Venom. Kekuatan ini memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung di segala situasi.

Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Oppo mengadakan acara nonton bareng (nobar) Venom: The Last Dance di Jakarta, Medan, dan Surabaya. Konsumen berkesempatan memenangkan tiket nobar dan merchandise eksklusif Venom dengan mengikuti aktivitas di akun resmi Oppo Indonesia.

Selain itu, konsumen yang membeli Oppo Reno12 F Series juga akan mendapatkan stiker Venom: The Last Dance secara gratis, serta berpeluang memenangkan merchandise resmi dengan berpartisipasi dalam aktivitas di My OPPO.

Dalam kolaborasi ini, Oppo menggabungkan teknologi canggih dengan kekuatan symbiote Venom untuk memberikan pengalaman yang belum pernah ada sebelumnya.

Reno12 F Series memungkinkan pengguna untuk merasakan kekuatan teknologi tak terbatas, sejalan dengan karakter Venom yang penuh kekuatan dan transformasi.

Film Venom: The Last Dance menutup trilogi ikonik Venom yang diperankan oleh Tom Hardy. Karakter Eddie Brock dan Venom menghadapi tantangan besar, diburu oleh dua dunia mereka, dan harus membuat keputusan yang akan menentukan akhir kisah mereka.

Kolaborasi OPPO dengan Sony Pictures ini menghadirkan pengalaman menarik bagi pengguna Reno12 F Series, membawa mereka lebih dekat dengan dunia Venom. (icha)

Telkom dan Google sukses melatih 2307 Talenta Digital

0

Telko.id – Telkom Indonesia bersama Google Indonesia telah sukses melaksanakan program Google Career Certificate (GCC) Batch 1 2024.

Program ini berlangsung selama empat bulan dan melibatkan 2307 talenta digital yang berhasil lulus, sekitar 63,26% dari total peserta. Google Career Certificate adalah salah satu bentuk kerja sama strategis antara Telkom dan Google dalam upaya meningkatkan kapabilitas digital di Indonesia.

Pada program Batch 1 2024 ini, ada sembilan spesialisasi yang ditawarkan, yaitu Data Analytics, Project Management, IT Support, UX Design, Advanced Data Analytics, Business Intelligence, Cybersecurity, Digital Marketing & E-Commerce, dan IT Automation.

Jumlah ini berkembang dari lima spesialisasi pada tahun 2023, menyesuaikan dengan kebutuhan industri.

Baca juga : Telkomsel Ventures dan AppWorks Sukses Gelar TINC Batch 9 Demo Day

“Merupakan kebanggaan bagi Google Indonesia menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital Telkom. Sejak awal kemitraan kami, kami berkomitmen penuh mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia,” ujar Putri Alam, Director of Government Affairs & Public Policy Google Indonesia.

Putri menambahkan bahwa program ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk tantangan masa depan.

Acara penutupan GCC Batch 1 2024 diadakan secara daring pada 4 Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh para eksekutif dari Telkom dan Google Indonesia.

Dalam sambutannya, SGM Telkom Corporate University, M. Subhan Iswahyudi, menekankan pentingnya program ini dalam mengembangkan talenta digital.

Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan keterampilan yang mereka pelajari untuk berkontribusi lebih besar dalam ekosistem digital di Telkom dan industri yang lebih luas.

Program Google Career Certificate tidak hanya fokus pada keterampilan teknis. Program ini juga dirancang untuk memberikan dampak langsung pada bisnis dan pengembangan karir para peserta.

Melalui berbagai tantangan dan sesi pembelajaran intensif, peserta diajak untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kompetensi digital mereka.

Salah satu momen yang sangat ditunggu dalam acara penutupan adalah pemberian penghargaan kepada peserta terbaik. Penghargaan diberikan kepada para pemenang Video Growth Journey Challenge, di mana para peserta berbagi perjalanan pembelajaran mereka selama mengikuti program.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 45 Top Learners yang menunjukkan performa luar biasa selama program.

Dengan terselenggaranya GCC Batch 1 2024, Telkom berharap agar para lulusan dapat membawa dampak positif tidak hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi perusahaan dan ekosistem digital nasional.

Program ini merupakan langkah strategis Telkom dalam memperkuat kapasitas talenta digital di Indonesia, menjawab tuntutan industri yang semakin kompleks.

“Google Career Certificate ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri untuk tantangan masa depan. Kami yakin talenta digital Indonesia siap bersaing di tingkat global,” tambah Putri Alam.

Telkom dan Google berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama ini, dengan tujuan terus mengembangkan kompetensi talenta digital Indonesia. Inisiatif ini diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan dalam revolusi digital yang tengah berlangsung di Indonesia.

Telkomsel Ventures dan AppWorks Sukses Gelar TINC Batch 9 Demo Day

0

Telko.id – Telkomsel Ventures berhasil menyelenggarakan TINC Batch 9 Demo Day, menampilkan inovasi dari tujuh startup pilihan. Acara ini menjadi bagian dari upaya untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Sejak April 2024, para startup ini telah terlibat dalam program akselerasi yang didukung oleh Telkomsel dan AppWorks, akselerator startup terkemuka di Asia.

Ketujuh startup yang berpartisipasi adalah PrimaKu, Rey.ID, Skorlife, Peacom, Finfra, CarbonEthics, dan myECO. Mereka mempersembahkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana sinergi antara startup dan korporasi mampu mempercepat adopsi teknologi.

“Telkomsel Ventures, melalui TINC, terus berperan aktif mendorong kolaborasi antara Telkomsel dan startup. Kami berkomitmen untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia,” ujar Mia Melinda, CEO Telkomsel Ventures.

Baca juga : Telkomsel Sukses Uji Coba Teknologi Biometrik di GraPARI

Salah satu keuntungan besar bagi startup di program ini adalah akses ke jaringan internasional yang diberikan oleh AppWorks. Ini memungkinkan para startup untuk berkembang lebih cepat dan terhubung dengan peluang pasar yang lebih luas.

Jamie Lin, Chairman & Partner AppWorks, menyampaikan bahwa startup di TINC Batch 9 mewakili potensi luar biasa dari ekosistem Asia Tenggara. Menurutnya, kolaborasi dengan Telkomsel Ventures memperkuat komitmen mereka terhadap pertumbuhan ekonomi digital.

AppWorks, yang telah mendukung lebih dari 800 startup, menambahkan bahwa kemitraan ini dapat menciptakan peluang co-investasi di masa mendatang.

Hal ini akan membantu memperkuat ekosistem inovasi dan membuka jalan untuk lebih banyak kolaborasi antara startup dan perusahaan besar.

Acara ini tidak hanya menyoroti solusi teknologi yang inovatif, tetapi juga menunjukkan pentingnya kemitraan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Kolaborasi yang solid antara Telkomsel Ventures dan AppWorks memberi startup akses ke sumber daya strategis, pengalaman, dan jaringan pasar yang lebih luas. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.

“Startup dan korporasi bersama-sama dapat mempercepat perubahan besar di ekosistem digital. Kolaborasi ini adalah bukti nyata bahwa inovasi adalah kunci untuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Jamie Lin.

Telkomsel Ventures berencana melanjutkan program TINC di batch berikutnya, memperkuat dukungan mereka untuk ekosistem startup di Indonesia dan Asia Tenggara. Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi eksplorasi investasi bersama di masa mendatang. (Icha)

Finnet dan CIMB Niaga Hadirkan Finpay Link untuk pembayaran Hotel di Bali

0

Telko.id – Kolaborasi antara Finnet dan CIMB Niaga menghadirkan solusi pembayaran digital modern bernama Finpay Link untuk pelaku industri perhotelan di Bali.

Sistem pembayaran ini diperkenalkan kepada lebih dari 100 pelaku industri perhotelan Bali, mendukung upaya pemulihan pariwisata Bali yang terus menunjukkan tren positif.

Pasca pandemi, pariwisata Bali mulai bangkit kembali. Pada tahun 2024, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 14 juta, meningkat 28% dari tahun sebelumnya.

Tren ini memunculkan kebutuhan bagi industri perhotelan untuk mengadopsi teknologi pembayaran digital yang lebih cepat, aman, dan mudah digunakan. Solusi Finpay Link hadir untuk menjawab kebutuhan ini.

Baca juga : Telkom Kembali Gelar Innovillage 2024, Ini Targetnya!

Aziz Sidqi, Direktur Enterprise Business Finnet, memperkenalkan Finpay Link sebagai solusi pengelolaan tagihan yang lebih mudah dan efisien.

“Dengan Finpay Link, merchant bisa memproses pembayaran hanya melalui tautan web, tanpa perlu perangkat fisik seperti EDC,” jelasnya.

Layanan ini juga memungkinkan transaksi domestik maupun internasional dengan keamanan yang lebih tinggi.

CIMB Niaga, melalui Senior Vice President Merchant Business Head Tamtomo Awansatrio, menegaskan pentingnya keamanan dalam transaksi digital.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan manual key in pada mesin EDC menimbulkan kerugian besar bagi merchant hotel.

“Kerugian merchant CIMB Niaga mencapai miliaran pada tahun 2023-2024 karena manual key in. Kami akan membatasi hingga menghentikan fitur ini pada awal 2025,” jelas Tamtomo.

Solusi dari kolaborasi ini tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga keamanan yang lebih baik dibandingkan penggunaan mesin EDC.

Merchant hotel di Bali diharapkan segera beralih ke Finpay Link, yang juga ramah lingkungan dan mengurangi biaya operasional.

Dengan integrasi bertahap, 740 merchant CIMB Niaga akan mulai menggunakan Finpay Link pada awal 2025. Bali menjadi prioritas dalam fase pertama, dengan target 400 merchant yang akan terintegrasi pada tahap awal.

“Kerja sama ini akan membawa manfaat besar bagi merchant, Finnet, dan CIMB Niaga,” ujar Aziz Sidqi.

Kolaborasi antara Finnet dan CIMB Niaga telah terjalin selama 12 tahun, dan Finnet berharap kerja sama ini terus berkembang dengan inovasi yang lebih besar ke depan.

Penyediaan solusi pembayaran digital seperti Finpay Link adalah langkah penting untuk mendukung industri perhotelan di Bali.

Dengan sistem yang lebih aman dan efisien, merchant bisa meningkatkan kenyamanan pelanggan sekaligus mengurangi risiko kerugian akibat penggunaan manual key in.

Finnet mengajak semua pelaku industri perhotelan untuk segera beralih ke Finpay Link dan menikmati kemudahan transaksi digital modern. (Icha)

Biaya Meng AI kan XL Axiata Sampai Rp.10 hingga Rp.15 Miliar

0

Telko.id – XL Axiata melihat bahwa Artificial Intelligence (AI) buka sekedar trend tapi memiliki peran penting dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional kami, termasuk dalam mewujudkan pengalaman pelanggan #JadiLebihBaik.

Hal ini disampaikan oleh Direktur & Chief Enterprise Business and Corporate Affairs Officer, Yessie D. Yosetya di Yogyakarta, Rabu (24/10) saat bertemu dengan media.

“AI ini menjadi strategi kunci untuk meningkatkan efisiensi, memberikan pengalaman pelanggan yang lebih personal, dan membuka peluang bisnis baru. Kami memandang AI sebagai teknologi yang memiliki peran penting dalam mendukung efektifitas dan efisiensi kegiatan operasional kami, termasuk dalam mewujudkan pengalaman pelanggan yang lebih baik,” ungkap Yessie.

Yessie menlanjutkan bahwa dalam penerapan teknologi ini, diakui Yessie, XL Axiata telah menggelontorkan investasi yang tidak kecil. Untuk investasi pada cloud misalnya, XL Axiata telah melakukan investasi sebesar Rp 10 sd 15 miliar

Baca juga : Kinerja XL Axiata Semester 1 2024, Laba Bersih Naik 58%!

“Namun, investasi terbesar justru pada people yang senantiasa kami berikan pelatihan untuk mereka dapat mengadopsi teknologi ini,” pungkasnya.

Hanya saja impact dari penerapan teknologi ini di XL Axiata ini terhadap revenue masih belum kelihatan. Baru dapat dilihat beberapa tahun ke depan.

Lalu, seperti apa yang sudah dilakukan oleh XL Axiata untuk mengAI kan semua lini perusahaanya?

Menurut Yessie, XL Axiata telah mengimplementasikan teknologi ini dalam berbagai sektor operasionalnya, menghasilkan beragam keunggulan kompetitif. Pada sisi jaringan, AI berperan dalam pemeliharaan jaringan yang prediktif, manajemen lalu lintas real-time, dan perencanaan jaringan otonom.

Hal ini memungkinkan XL Axiata untuk meningkatkan keandalan layanan dan mengurangi waktu henti (down time), menempatkan perusahaan di posisi terdepan dalam kinerja jaringan.

Sebelum menggunakan teknologi ini, XL Axiata selalu menghadapi persoalan penggunaan daya yang berlebihan. Selain itu juga menghadapi tantangan dalam perencanaan dan upgrade menara.

Setelah menggunakan teknologi ini, konsumsi energi atau listrik bisa dikurangi, jejak karbon menurun, ROI pembangunan menara meningkat, kualitas layanan naik, juga NPS naik 5-6 pts.

Selanjutnya pada sisi pelayanan pelanggan, XL Axiata memanfaatkan teknologi ini untuk  meningkatkan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi.

Solusi berbasis AI memungkinkan XL Axiata untuk memberikan dukungan pelanggan yang dipersonalisasi dan instan, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Sebagai gambaran, dengan AI, rata-rata waktu penanganan keluhan pelanggan bisa berkurang hingga 50%. Lalu, resolusi panggilan pertama meningkat 60%, net promoter score naik 4-5pts, dan tingkat curn berkurang hingga 5%.

Dengan AI, XL Axiata mampu meningkatkan juga efisiensi operasional. Penerapan AI memungkinkan otomatisasi berbagai proses seperti penjualan, layanan, dan onboarding pelanggan, mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Pendekatan ini membedakan XL Axiata dari kompetitornya.

XL Axiata juga memanfaatkan AI untuk mengekstraksi insight dari data yang besar. Hal ini membuka peluang sumber pendapatan baru, seperti menawarkan solusi berbasis AI kepada mitra eksternal dan industri, mengubah perusahaan menjadi perusahaan yang digerakkan oleh teknologi.

Mitigasi risiko dan etika AI

”XL Axiata menyadari potensi risiko terkait keamanan siber dan kerentanan data yang dapat muncul dari integrasi AI. Untuk itu, XL Axiata berkomitmen untuk mengimplementasikan AI secara bertanggung jawab dan etis,” lanjut Yessie.

Adapun strategi mitigasi risiko yang diterapkan XL Axiata meliputi, pertama, menerapkan protokol keamanan siber khusus AI. XL Axiata menerapkan sistem keamanan siber yang kuat untuk terus memantau potensi ancaman, mendeteksi anomali, dan merespons serangan siber secara real-time.

Kedua, XL Axiata mematuhi kebijakan tata kelola data yang ketat, memastikan data pelanggan ditangani, disimpan, dan diproses secara aman. Enkripsi, anonimisasi, dan kepatuhan terhadap standar regulasi (seperti GDPR) menjadi bagian penting dari upaya XL Axiata melakukan perlindungan data dalam sistem AI.

Ketiga, melakukan audit keamanan dan penilaian kerentanan secara berkala. Dalam hal ini, XL Axiata secara rutin melakukan audit keamanan dan pengujian penetrasi untuk mengidentifikasi potensi kerentanan dalam sistem AI. Penilaian proaktif ini membantu mengatasi risiko sebelum dapat dimanfaatkan.

Keempat, melakukan kolaborasi lintas departemen. XL Axiata mendorong kolaborasi antara tim AI, IT, dan keamanan siber untuk memastikan bahwa solusi teknologi ini diintegrasikan dengan langkah-langkah keamanan sejak awal. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa risiko dikelola pada setiap tahap penerapan AI.

Kelima, menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran karyawan. XL Axiata berinvestasi dalam pelatihan berkelanjutan bagi karyawan untuk meningkatkan kesadaran akan ancaman keamanan siber dan praktik terbaik, terutama saat berinteraksi dengan alat AI. Hal ini membantu meminimalkan kesalahan manusia yang dapat menyebabkan kerentanan.

Investasi dalam pengembangan talenta

XL Axiata juga menyadari bahwa penerapan teknologi ini membutuhkan tenaga kerja yang terampil. Oleh karena itu, perusahaan secara aktif berinvestasi dalam program reskilling dan upskilling bagi karyawan. Program tersebut meliputi, pelatihan literasi AI dan digital.

XL Axiata memberikan pelatihan literasi digital untuk karyawan di seluruh unit kerja, memastikan mereka memahami dasar-dasar AI dan implikasinya terhadap proses bisnis.

Juga dilakukan Reskilling untuk peran yang terdampak otomatisasi. Dalam hal ini, XL Axiata menawarkan program reskilling kepada karyawan yang pekerjaannya mungkin terpengaruh oleh otomatisasi.

Ini termasuk pelatihan di bidang baru seperti analisis data, operasi AI, dan pemasaran digital.

Kemudian untuk upskilling dalam teknologi ini dan ilmu data, XL Axiata menawarkan pelatihan lanjutan dalam AI, machine learning, ilmu data, dan analitik untuk karyawan bagian teknis dan operasional.

Selain itu, XL Axiata bermitra dengan institusi pendidikan untuk memberikan akses kepada karyawan terhadap kursus khusus dan sertifikasi dalam AI, ilmu data, dan transformasi digital.

Terakhir, XL Axiata telah mendirikan Pusat Keunggulan AI (CoE) di mana karyawan dapat berkolaborasi, belajar, dan bereksperimen dengan teknologi AI.

Staf senior dan pakar AI juga bertindak sebagai mentor, membimbing tim tentang cara memanfaatkan AI untuk pemecahan masalah dan inovasi.

Melalui upaya-upaya tersebut, XL Axiata berkomitmen untuk menjadi pemimpin industri telekomunikasi di Indonesia, memanfaatkan kekuatan teknologi ini untuk memberikan layanan terbaik dan membuka peluang baru bagi pelanggan, mitra, dan karyawannya. (Icha)

Ini Harapan XL Axiata Pada Pemerintah Dan Proyeksi 2025

0

Telko.id – Manajemen PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersiap menghadapi tantangan bisnis di masa ke depan yang masih tetap tidak akan ringan.

Selain tantangan berupa kompetisi industri, ada juga tantangan yang berupa belum jelasnya regulasi atau aturan mengenai sejumlah hal yang berpotensi mengganggu operasi bisnis para operator, termasuk XL Axiata.

Hal-hal tersebut terutama mengenai keberadaan RT/RW Net, kemunculan Starlink, belum jelasnya aturan tentang OTT (Over The Top) yang menumpang di jaringan milik operator, hingga kebijakan mengenai regulatory charge, dan lelang frekuensi.  

‘’Industri telekomunikasi Indonesia ke depan tetap akan sangat menantang. Bahkan sepertinya tidak akan menjadi lebih ringan untuk dilalui. Kompetisi antar-operator akan terus ketat, berkembangnya selera dan kebutuhan pelanggan dan masyarakat juga akan sangat mempengaruhi arah strategi bisnis,” kata Marwan O Baasir, Chief Corporate Affiars XL Axiata.

Baca juga : Sah! First Media Kini Bagian dari XL Axiata

Selain itu, Marwan juga menambahkan bahwa industri telekomunikasi harus menghadapi munculnya pesaing baru yang membawa teknologi baru, seperti Starlink dan sejenisnya.

Di saat yang sama, sejumlah persoalan hingga saat ini belum jelas penanganannya, pun belum jelas aturannya, padahal sangat berpotensi mengganggu jalannya bisnis secara industri.

Menurut Marwan, meski kompetisi masih akan sangat ketat, peluang untuk terus dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis masih terbuka sering dengan kompetisi industri yang semakin rasional, di mana persaingan dari sisi kualitas dan pelayanan menjadi hal utama.

Peluang yang terbuka tersebut tentu akan XL Axiata optimalkan dengan terus fokus pada upaya mendorong dan meningkatkan layanan baru dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, salah satunya layanan konvergensi.

Selain adanya peluang, manajemen XL Axiata memandang pihaknya saat ini menghadapi tantangan bagaimana menjaga keberlangsungan industri dengan memastikan ketersediaan layanan dengan harga yang kompetitif sebanding dengan kualitas layanan yang diberikan.

Dengan demikian, industri telekomunikasi bisa tetap sehat dan masyarakat bisa mendapatkan layanan Internet yang berkualitas.

XL Axiata berharap pemerintah bisa membantu menciptakan iklim yang positif dan sehat tersebut yang juga akan bisa mendukung percepatan dan pemerataan pembangunan nasional.

Marwan menyebut, perlunya intervensi segera dari pemerintah dalam menangani sejumlah persoalan yang hingga saat ini belum ada kejelasan padahal sudah sangat jelas akan mengganggu pelaku industri telekomunikasi nasional, terutama para operator.   

Tantangan regulasi yang tengah diperjuangkan oleh XL Axiata salah satunya menyangkut insentif untuk Biaya Regulasi. Beban biaya yang harus dipikul oleh XL Axiata untuk menopang operasional ini, termasuk pajak spektrum frekuensi, semakin mahal dan memberatkan.

Dalam menjalankan bisnis telekomunikasi di Indonesia, kami selaku operator selalu berupaya mematuhi setiap kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh regulator, dalam hal ini pemerintah.

Salah satunya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berasal dari spektrum frekuensi, yang secara berkala terus mengalami peningkatan, hal tersebut secara langsung berdampak pada peningkatan biaya operasional operator,” kata Marwan.

XL Axiata berharap pemerintah dapat memperhatikan beban regulasi yang saat ini dibebankan kepada industri telekomunikasi. Rasio biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHP) terhadap pendapatan kotor operator telah mencapai 13-14%, melebihi batas wajar yang ideal 5-10%.

Terkait dengan kebutuhan atas tambahan spektrum atau frekuensi untuk peningkatan kualitas layanan, XL Axiata juga mendorong pemerintah untuk menggelar lelang spektrum yang cocok untuk jaringan 4G dan 5G.

XL Axiata berminat mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz yang akan diselenggarakan, dan berharap pemerintah menetapkan “reserved price” yang lebih terjangkau dan tidak memberatkan operator.

XL Axiata memandang, harga awal yang minim dan penerapan faktor pengurang dalam regulasi akan membantu memastikan kelayakan ekonomis bisnis operator, serta mendorong pengembangan jaringan, termasuk di wilayah pelosok.

Karena itu, XL Axiata juga menekankan pentingnya kolaborasi yang sinergis antara pemerintah dan operator dalam membangun jaringan di lokasi yang menjadi kewajiban pemenang lelang frekuensi.

Selain itu, tantangan lain yang telah hadir di depan mata adalah mengenai, pertama, maraknya praktik penjualan kembali layanan internet ilegal (RT/RW Net), XL Axiata menyoroti dampak negatif praktik ini yang selain merugikan pelanggan, juga merugikan operator, dan pemerintah.

Praktik ini mengabaikan kewajiban pembayaran BHP frekuensi, mengakibatkan harga layanan internet menjadi tidak sehat, dan berpotensi mengancam keamanan data pelanggan.

Untuk itu, pemerintah perlu segera melakukan pengaturan dan penertiban terhadap praktik ini secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait.

Praktik RT/RW Net jelas melanggan aturan antara lain UU nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia nomor 13 tahun 2019.

Ketegasan pemerintah dalam penerapan aturan yang ada sangat dibutuhkan karena praktik ilegal ini telah merugikan XL Axiata sebagai operator yang telah berinvestasi dalam pembangunan jaringan dan pemilik lisensi yang sah.

XL Axiata juga berkomitmen untuk memberantas praktik RT/RW Net melalui edukasi, kerjasama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan asosiasi terkait, serta penegakan aturan yang ketat dalam syarat dan ketentuan berlangganan layanan.

Kedua,kemunculan Starlink. Selain menyambut kehadiran Starlink di Indonesia, XL Axiata juga melihatnya sebagai peluang untuk menyediakan layanan internet cepat di wilayah-wilayah pelosok.

Namun, manajemen XL Axiata menekankan perlunya pemerintah untuk menerapkan secara tegas regulasi yang seimbang untuk menciptakan playing field yang adil bagi semua pemain di industri.

“Pemerintah perlu memastikan equal playing field antara Starlink dengan operator yang sudah ada. Hal ini akan mendorong persaingan sehat dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat,” ungkap Marwan.

XL pun menurut Marwan siap untuk berkolaborasi dengan Starlink dan membuka peluang kerjasama untuk memperluas jangkauan layanan internet.

Ketiga, OTT yang menumpang di jaringan milik operator. Regulasi diperlukan bukan untuk memberikan keistimewaan ke operator, tapi justru agar tercipta kompetisi yang fair.

Karena operator diharuskan membayar PNBP, spektrum, dan USO, serta selalu berinvestasi untuk memastikan layanan kepada pelanggan.

Sedangkan OTT tidak membayar sama sekali. Pajak pun belum tentu benar. Karena itu perlu regulasi yang tegas untuk mengatur OTT ini. Aturan untuk memastikan adanya perlakuan yang setara antara opertor dengan OTT

XL Axiata memandang, pelaku bisnis OTT  mendapatkan keuntungan yang sangat besar dari industri internet Indonesia. Sebaliknya, para operator telekomunikasi, termasuk XL Axiata, dengan produk layanan yang makin terjangkau malah tidak mendapatkan kenaikan pendapatan. (Icha)

Indibiz Hadirkan Solusi Bantu Industri Media dan Komunikai

0

Telko.id – Indibiz dari Telkom menghadirkan solusi bantu industry media dan komunikasi  untuk menjaga ekosistem bisnis media yang sehat dan berkelanjutan.

Pasalnya, pengusaha media juga memiliki tantangan tersendiri dalam era disrupsi digital yang semakin pesat. Adaptasi teknologi dan solusi digital pun menjadi penting.

Terlebih berdasarkan data dari Dewan Pers, hingga Juni 2024 setidaknya ada 1.800 perusahaan media yang sudah terverifikasi. 1.015 adalah media siber, 377 media televisi, 18 radio dan 442 media cetak yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Merespon hal itu, Indibiz, ekosistem solusi digital dari Telkom Indonesia ingin berperan aktif membantu industri media dan komunikasi dengan memberikan rangkaian solusi digital yang dapat membantu memudahkan proses operasional bisnis dan pengembangan usaha media dan komunikasi di era digital.

Baca juga : Indibiz Telkom Hadirkan Solusi Digital untuk Pasar B2B

“Sebagai ekosistem solusi digital untuk pelaku usaha, Indibiz menghadirkan salah satu Indibiz seriesnya, yaitu Indibiz Media & Communication yang ditujukan untuk membantu menyelesaikan dan memudahkan proses operasional bisnis industri media,” jelas Gita Eka Ramandha, Manager Business Service Witel Jakarta Barat saat berkunjung ke salah satu kantor media di Jakarta pada Hari Pelanggan Nasional yang lalu (4/9).

Indibiz hadir sebagai ekosistem solusi digital yang dirancang untuk mendukung berbagai sektor industri, termasuk media.

“Kami menyadari pentingnya peran media dalam masyarakat, dan melalui Indibiz, kami ingin memberikan solusi yang tidak hanya membantu operasional harian, tetapi juga mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di era digital,” jelas Gita.

Melalui solusi digital yang inovatif dan dukungan infrastruktur konektivitas yang kuat dari Telkom, Indibiz optimis dapat membantu perusahaan media mencapai tujuan bisnisnya dengan lebih cepat dan efisien.

Indibiz dapat menjadi mitra strategis untuk pelaku usaha, termasuk pengusaha media dan berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri media di masa depan.

Account Manager Wilayah telkom Inner, Danika Trientin menjelaskan, Indibiz, dengan pengalaman dan keahliannya di bidang solusi digital, percaya bahwa kolaborasi dengan pengusaha media tidak hanya akan memberikan manfaat besar bagi kedua perusahaan, tetapi juga menjadi contoh sukses bagi perusahaan lain yang ingin mengikuti jejak transformasi digital di Indonesia.

“Semoga dengan ekosistem solusi digital dari Indibiz untuk industri media dan komunikasi ini, pengusaha media di Indonesia dapat menciptakan banyak peluang bisnis digital yang mampu mendorong keberlanjutan bisnis,” jelas Danika. (Icha)