spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 225

OPPO Find N5: Smartphone Lipat yang Jadi Partner Cerdas untuk Setiap Momen

Telko.id – OPPO menghadirkan solusi lewat Find N5—smartphone lipat flagship yang tak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan partner cerdas untuk menciptakan, menikmati, dan mengabadikan momen.

Dengan slogan “Make Your Moment”, OPPO Find N5 dirancang untuk menemani Anda dari urusan bisnis hingga petualangan traveling, semua dalam satu perangkat yang ringkas namun penuh kemampuan.

Layar Besar, Performa Tanpa Kompromi

Bayangkan memiliki tablet 8,12 inci yang bisa dilipat dan masuk ke saku dengan mudah. Itulah yang ditawarkan OPPO Find N5 dengan layar Flexi-fluid AMOLED-nya.

Resolusi tinggi dan refresh rate adaptif hingga 120Hz memastikan setiap tampilan—dari dokumen bisnis hingga film blockbuster—terlihat tajam dan mulus. Tak heran jika perangkat ini disebut-sebut sebagai smartphone lipat premium dengan performa laptop.

Fitur multitasking-nya pun mengesankan. Buka tiga aplikasi sekaligus—peta, aplikasi saham, dan chat—tanpa perlu bolak-balik layar. Bagi profesional yang selalu mobile, ini adalah efisiensi yang sulit ditolak.

Terobosan Teknologi Penerjemah Real-time

Kendala bahasa sering menjadi penghalang saat bertemu klien internasional atau traveling ke luar negeri. OPPO Find N5 menjawab masalah ini dengan fitur Dual-Screen Interpreter yang mampu menerjemahkan percakapan dua arah secara real-time dalam lebih dari 20 bahasa.

Cukup lipat sebagian perangkat, dan layar depan akan menampilkan terjemahan untuk lawan bicara, sementara Anda melihatnya di layar belakang. Fitur ini membuat real-time translation menjadi pengalaman yang alami dan tanpa hambatan.

Kamera Profesional untuk Setiap Momen

Dari presentasi produk hingga sunset di pantai, kamera 50MP dengan teknologi AI siap mengabadikan setiap detil dengan sempurna.

Yang unik, kamera utama bisa digunakan untuk selfie berkualitas tinggi dengan memanfaatkan layar cover sebagai viewfinder.

Mode FlexForm—di mana perangkat bisa dilipat sebagian dan berdiri seperti tripod mini—memungkinkan Anda mengambil foto grup atau video vlog tanpa bantuan orang lain.

Teknologi canggih seperti AI Unblur dan AI Reflection Remover bekerja di belakang layar untuk menyempurnakan hasil foto secara instan. Tak perlu lagi khawatir dengan foto buram atau pantulan cahaya yang mengganggu.

Baterai Tahan Lama, Koneksi Tak Pernah Putus

Dengan baterai 5600mAh, perangkat ini bisa menemani Anda seharian penuh—mulai dari rapat maraton hingga eksplorasi kota baru. Teknologi baterai cerdas ini diklaim mampu menonton video hingga 25 jam nonstop atau video call selama 9 jam.

Konektivitas pun dijamin stabil berkat teknologi AI LinkBoost dan 360° Surround Antenna. Baik di basement parkiran atau tengah keramaian konser, Find N5 memastikan Anda tetap terhubung tanpa gangguan.

Dengan harga Rp27.999.000, OPPO Find N5 bukan sekadar smartphone—ia adalah investasi untuk gaya hidup dinamis.

Bonus OPPO Watch X dan layanan premium selama setahun semakin melengkapi paket komplit ini.

Satu perangkat untuk segala momen, itulah janji OPPO Find N5 yang siap mengubah cara Anda bekerja, berkreasi, dan menjelajah. (Icha)

Galaxy S25 Edge Siap Meluncur, Inovasi Tanpa Batas dengan AI dan Desain Premium

Telko.id – Samsung sebagai salah satu pelopor inovasi, kembali mengejutkan dunia dengan Galaxy S25 Edge.

Transformasi smartphone dalam 10 tahun terakhir ibarat lompatan dari telepon genggam biasa ke komputer mini yang bisa masuk ke saku.

Namun, tantangan terbesarnya adalah memadukan performa tinggi dengan desain yang ringkas. Pengguna modern menginginkan perangkat yang tidak hanya powerful, tetapi juga nyaman dibawa ke mana saja. Di sinilah Galaxy S25 Edge hadir sebagai jawaban.

Dengan menggabungkan kecanggihan AI, desain premium, dan kamera berkelas profesional, Galaxy S25 Edge bukan sekadar evolusi—melainkan revolusi dalam dunia smartphone. Mari kita telusuri lebih dalam apa yang membuat perangkat ini begitu istimewa.

Baca juga : Peluncuran Samsung Galaxy S25 Edge Diundur, Ini Penyebabnya

Galaxy S25 Edge

Desain yang Mengesankan: Lebih dari Sekadar Ramping

Galaxy S25 Edge menghadirkan desain yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga ergonomis. Setiap lekukan dan kontur pada bodinya dirancang dengan presisi tinggi, menciptakan pengalaman pengguna yang premium.

Tidak seperti smartphone lain yang mengorbankan fitur demi ketipisan, S25 Edge berhasil mempertahankan semua keunggulan flagship dalam bentuk yang ramping.

Material yang digunakan pun tidak main-main. Dengan kombinasi logam dan kaca berkualitas tinggi, perangkat ini terasa mewah di genggaman sekaligus tahan lama.

Bobotnya yang ringan membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari tanpa rasa lelah. Samsung membuktikan bahwa desain minimalis tidak harus berarti kompromi pada kualitas atau fungsionalitas.

Kamera 200MP dengan Dukungan AI: Revolusi Fotografi Mobile

Jika Anda berpikir kamera smartphone sudah mencapai puncaknya, Galaxy S25 Edge siap mengejutkan Anda.

Lensa wide 200MP-nya bukan hanya tentang angka besar—ini tentang kemampuan menangkap detail yang sebelumnya mustahil didapatkan dari perangkat mobile. Namun, yang benar-benar membedakannya adalah integrasi Galaxy AI.

Bayangkan kamera yang tidak hanya mengambil gambar, tetapi juga memahami konteks di baliknya. Dengan AI, S25 Edge bisa mengenali objek, suasana, bahkan momen penting yang patut diabadikan.

Fitur edit berbasis AI memungkinkan Anda menyempurnakan foto dengan sentuhan profesional dalam hitungan detik. Fotografi bukan lagi tentang teknik semata, melainkan juga tentang mengekspresikan kreativitas tanpa batas.

Kecerdasan Buatan yang Benar-Benar Membantu

AI pada Galaxy S25 Edge bukan sekadar jargon pemasaran. Teknologi ini terintegrasi secara mendalam ke dalam sistem, belajar dari kebiasaan pengguna untuk memberikan pengalaman yang semakin personal.

Dari manajemen baterai yang cerdas hingga saran produktivitas, AI bekerja di belakang layar untuk membuat hidup Anda lebih mudah.

Salah satu contoh nyata adalah kemampuan perangkat untuk memprediksi kebutuhan Anda. Jika Anda rutin melakukan panggilan video pada jam tertentu, S25 Edge akan mengoptimalkan jaringan dan performa sebelumnya.

Atau ketika Anda traveling, AI bisa menyiapkan dokumen penting sebelum diminta. Ini bukan smartphone—ini asisten pribadi yang selalu satu langkah lebih depan.

Peluncuran yang Dinantikan: Simak Live pada 13 Mei

Bagi Anda yang tertarik menyaksikan langsung kehebatan Galaxy S25 Edge, Samsung akan menggelar acara peluncuran secara online pada 13 Mei pukul 07.00 WIB.

Acara ini tidak hanya tentang memperkenalkan produk baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana tim engineer Samsung selama bertahun-tahun berinovasi berdasarkan kebutuhan nyata pengguna.

Dari bocoran yang beredar, acara ini akan menampilkan demo langsung kemampuan AI serta uji performa yang mungkin membuat Anda berpikir ulang tentang batasan smartphone. Siap-siap menyaksikan babak baru dalam evolusi perangkat mobile.

Galaxy S25 Edge bukan sekadar penerus seri S—ia adalah bukti bahwa inovasi tidak pernah berhenti.

Dengan desain ikonik, kamera luar biasa, dan AI yang benar-benar berguna, perangkat ini siap mengubah cara Anda memandang smartphone selamanya. Pertanyaannya sekarang: sudahkah Anda siap untuk melompat ke masa depan? (Icha)

Galaxy Tab S10 FE 5G: Tablet Serbaguna untuk Produktivitas, Kreativitas, dan Hiburan

Telko.id – Samsung meluncurkan Galaxy Tab S10 FE 5G, perangkat yang dirancang untuk kaum muda yang ingin lebih produktif, kreatif, dan seru dalam setiap aktivitas.

Dengan performa tangguh, layar imersif, dan dukungan AI, tablet ini siap menjadi partner andalan di berbagai situasi.

Resmi hadir di Indonesia pada Mei 2025, Galaxy Tab S10 FE 5G menawarkan pengalaman berbeda berkat kombinasi teknologi mutakhir dan desain portabel.

Tak hanya cocok untuk pekerja mobile, tablet ini juga menjadi pilihan ideal bagi kreator konten dan pecinta hiburan. Lantas, siapa saja yang paling diuntungkan dengan kehadiran perangkat ini?

Baca juga : Galaxy Tab S10 FE: Tablet Premium dengan AI untuk Produktivitas Tanpa Batas

Mari kita telusuri lebih dalam tiga tipe pengguna yang akan merasakan manfaat maksimal dari Galaxy Tab S10 FE 5G.

Si Produktif: Solusi Multitasking Tanpa Lag

Bagi Anda yang menjalani gaya hidup hybrid—kuliah sambil kerja, atau sering berpindah tempat kerja—Galaxy Tab S10 FE 5G adalah jawabannya.

Ditenagai prosesor Exynos 1580, tablet ini menawarkan peningkatan signifikan dibanding pendahulunya: CPU 34% lebih cepat, GPU 43% lebih kencang, dan NPU hingga 200% lebih efisien.

Performa ini didukung RAM hingga 12GB (pada varian FE+) dan koneksi 5G berkecepatan tinggi, memastikan multitasking lancar tanpa jeda.

Fitur Samsung DeX mengubah tablet ini menjadi “laptop” praktis. Dengan tambahan keyboard cover yang dilengkapi Galaxy AI Key, Anda bisa mengakses asisten cerdas seperti Bixby atau Gemini hanya dengan satu tekan.

Bayangkan sedang rapat penting dan mendengar istilah asing—tekan AI Key, dan Gemini siap menjelaskan tanpa mengganggu alur meeting.

Atau gunakan Circle to Search with Google untuk menerjemahkan dokumen asing secara instan, cukup lingkari teks dengan S Pen.

  • Handwriting Help: Catat materi kuliah dengan tulisan tangan, biarkan AI merapikannya secara otomatis.
  • Quick Share: Ubah catatan tangan menjadi teks digital dan bagikan ke rekan kerja dalam sekejap.
  • Dual App: Buka dua aplikasi sekaligus, seperti meeting online sambil menelusuri referensi.

Si Kreatif: Kanvas Digital Tanpa Batas

Untuk para kreator, Galaxy Tab S10 FE 5G adalah kanvas digital yang siap menampung ide-ide brilian. Tersedia dalam dua ukuran layar—13,1 inci (FE+) dan 10,9 inci (FE)—tablet ini memungkinkan Anda memilih sesuai kebutuhan ekspresi.

Galaxy Tab S10 FE 5G

S Pen yang termasuk dalam paket pembelian memberikan pengalaman menggambar ala pulpen asli, presisi dan responsif.

Dukungan aplikasi kreatif seperti Clip Studio Paint, PicsArt, dan LumaFusion membuat proses berkarya semakin mudah.

Sketsa di coffee shop, edit video untuk reels, atau tulis naskah fiksi—semua bisa dilakukan di mana saja berkat portabilitasnya. Bahkan, fitur layar Vision Booster memastikan warna tetap akurat di bawah cahaya matahari sekalipun.

Si Pecinta Hiburan: Pengalaman Nonton dan Gaming yang Imersif

Bagi yang gemar marathon film atau gaming, perangkat ini menawarkan layar luas dengan refresh rate 90Hz untuk visual yang smooth.

Dual speaker menghadirkan audio jernih, sementara baterai 10.090mAh (FE+) dan fast-charging 45W memastikan hiburan tak terputus. Fitur reduksi cahaya biru membuat mata tetap nyaman meski menonton berjam-jam.

Ingin pengalaman lebih besar? Gunakan Smart View untuk mirroring ke TV. Dengan begitu, me time di kamar atau kafe pun terasa seperti di bioskop mini.

Galaxy Tab S10 FE 5G tersedia dalam tiga warna—Gray, Silver, dan Blue—dengan harga mulai Rp8.999.000 (varian 8/128GB).

Sementara versi WiFi dibanderol Rp7.999.000. Jadi, apakah Anda termasuk salah satu dari tiga tipe pengguna yang disebutkan?

Jika iya, tablet ini mungkin jadi investasi terbaik untuk produktivitas, kreativitas, dan hiburan tanpa kompromi. (Icha)

Samsung TV 2025 dengan Vision AI: Revolusi Baru di Dunia Televisi

Telko.id – Samsung meluncurkan Samsung TV 2025 yang dilengkapi Samsung Vision AI—sebuah terobosan yang siap mengubah cara Anda menikmati hiburan di rumah.

Dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang canggih, televisi ini tidak sekadar menjadi perangkat elektronik, melainkan teman cerdas yang mempersonalisasi pengalaman menonton.

Selama 19 tahun berturut-turut, Samsung mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar TV global.

Kini, mereka kembali menegaskan dominasinya dengan menghadirkan inovasi terbaru: Samsung Vision AI.

Baca juga : Samsung Vision AI Hadirkan Inovasi Terbaru di CES First Look 2025

Teknologi ini tidak hanya meningkatkan kualitas gambar dan suara, tetapi juga membawa pengalaman menonton ke level yang lebih imersif dan personal.

Bagi konsumen di Indonesia, kesempatan untuk menjadi yang pertama memiliki TV ini sudah dibuka melalui program Pre-Order di samsung.com/id mulai 30 April hingga 13 Mei 2025.

Samsung Vision AI: Lebih dari Sekadar Televisi Biasa

Samsung Vision AI dirancang untuk memahami preferensi pengguna secara mendalam. Dengan kemampuan adaptasi yang dinamis, TV ini dapat menyesuaikan pengaturan gambar, suara, bahkan tampilan layar sesuai dengan konten yang sedang ditonton dan karakteristik ruangan.

Salah satu fitur unggulannya adalah AI Generative Wallpaper, yang mengubah layar TV menjadi kanvas seni sesuai selera pemiliknya.

Bayangkan, layar TV Anda bisa menampilkan karya seni digital yang berbeda setiap hari, seolah-olah Anda memiliki galeri pribadi di rumah.

Agung Giri Djatmiko, Head of Audio Visual Business Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan, “Samsung Vision AI adalah langkah revolusioner dalam industri televisi. Kami tidak hanya menghadirkan teknologi canggih, tetapi juga memastikan bahwa produk ini akan terus diperbarui selama 7 tahun ke depan. Ini adalah komitmen kami untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen setia Samsung.”

Kualitas Gambar dan Suara yang Tak Tertandingi

Ditenagai oleh prosesor NQ8 AI Gen3, Samsung TV 2025 menawarkan fitur 8K AI Upscaling Pro yang mampu meningkatkan resolusi konten non-8K menjadi hampir setara dengan kualitas aslinya.

Hasilnya? Gambar yang lebih tajam, detail yang lebih kaya, dan warna yang hidup berkat Color Booster Pro. Fitur ini secara dinamis menyesuaikan ekspresi warna untuk setiap adegan, memastikan tampilan yang memukau sepanjang waktu.

Tidak hanya visual, pengalaman audio juga ditingkatkan dengan Adaptive Sound Pro dan Object Tracking Sound Pro.

Teknologi ini melakukan remastering suara untuk menjaga kejernihan dan kedalaman audio, sementara Dolby Atmos® menciptakan efek suara tiga dimensi yang mengikuti gerakan objek di layar. Hasilnya, Anda seolah-olah berada di tengah aksi yang sedang berlangsung.

Keamanan dan Kemudahan dalam Satu Paket

Samsung tidak melupakan aspek keamanan. Dengan Samsung Knox, data pribadi seperti password dan informasi sensitif lainnya terlindungi dari ancaman digital.

Bahkan, fitur pemantauan memungkinkan Anda mengawasi keluarga atau hewan peliharaan dari jarak jauh melalui TV. Ini adalah bukti bahwa Samsung TV 2025 tidak hanya menghibur, tetapi juga memudahkan kehidupan sehari-hari.

Agung menambahkan, “Selain TV, Samsung Soundbar juga telah diakui sebagai merek nomor satu di dunia selama 11 tahun berturut-turut. Ini menunjukkan komitmen kami untuk menghadirkan ekosistem hiburan yang lengkap dan berkualitas.”

Bagi yang ingin menjadi pemilik pertama Samsung TV 2025, program Pre-Order menawarkan diskon hingga Rp5.000.000 dengan melakukan deposit Rp500.000. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman menonton yang benar-benar baru dengan Samsung Vision AI. (Icha)

Lenovo ThinkPad Aura Edition: AI Personal untuk Profesional Modern

0

Telko.id – Lenovo hadirkan ThinkPad Aura Edition untuk segmen bisnis di Indonesia, sebuah lompatan evolusioner dalam perangkat kerja berbasis AI.

Di tengah percepatan transformasi digital, pola kerja hybrid yang dinamis menuntut perangkat lebih dari sekadar performa tinggi.

Survei Microsoft 2024 mengungkap 73% profesional di Asia Tenggara mengeluhkan produktivitas yang terfragmentasi akibat perangkat kurang adaptif.

Lenovo menjawab tantangan ini dengan meluncurkan tiga varian Copilot+ PC berbasis Intel Core Ultra Series 2 dan Microsoft Copilot—sebuah kolaborasi strategis yang mengubah cara profesional berinteraksi dengan teknologi.

Baca juga : Lenovo Aura Edition 2025: Laptop AI Terbaru dengan Fitur Cerdas dan Desain Premium

Joni Irwanto, REL Sales Director Lenovo Indonesia, dalam wawancara eksklusif menjelaskan: “Era di mana perangkat hanya sebagai alat pasif telah berakhir. ThinkPad Aura Edition adalah mitra kerja yang mempelajari pola pengguna, lalu beradaptasi secara real-time.”

ThinkPad X1 Carbon Gen 13
ThinkPad X1 Carbon Gen 13

ThinkPad X1 Carbon Gen 13: Mobilitas dengan Kecerdasan Kontekstual

Bodi serat karbon 1,1 kg ini bukan sekadar laptop ringan—ia adalah pusat komando portabel dengan kecerdasan spasial. Fitur unggulan Shield Mode menggunakan computer vision untuk mendeteksi orang di belakang pengguna di kafe, lalu otomatis memburamkan layar dan mengaktifkan VPN.

“Ini solusi bagi eksekutif yang sering bekerja dengan data sensitif di lokasi publik,” jelas Rina Wijaya, Product Manager Lenovo Indonesia.

Ditenagai Intel Arc Graphics dan Wi-Fi 7, perangkat ini menghadirkan pengeditan video 4K tanpa lag dan transfer data 40% lebih cepat dibanding Wi-Fi 6E.

Yang revolusioner, AI-nya mampu memprediksi kebutuhan baterai berdasarkan kalender meeting—jika Anda memiliki rapat maraton esok hari, laptop akan mengoptimalkan pengisian daya malam sebelumnya.

ThinkPad X9
ThinkPad X9

ThinkPad X9: Kanvas Digital bagi Kreator

Layar OLED 15,3 inci dengan Delta E < 1 (akurasi warna setara monitor profesional) menjadikan X9 Aura Edition “kuda pekerja” bagi desainer.

Fitur Wellness Mode-nya menggunakan sensor ToF (Time-of-Flight) untuk memantau postur—jika Anda membungkuk terlalu lama, notifikasi akan muncul dengan saran peregangan.

Bagi arsitek yang bekerja dengan CAD, NPU (Neural Processing Unit) terintegrasi mempercepat rendering 3D hingga 2,3x dibanding generasi sebelumnya.

“Kami menanamkan 32GB LPDDR5x yang dioptimalkan untuk multitasking ekstrem—buka 50 tab Chrome sambil rendering Blender? Tidak masalah,” tambah Rina.

ThinkPad X1 2-in-1 Gen 10
ThinkPad X1 2-in-1 Gen 10

ThinkPad X1 2-in-1 Gen 10: Transformasi Tanpa Batas

Convertible 360° ini menghadirkan pengalaman tablet dengan stylus presisi 4.096 level pressure—ideal untuk tanda tangan digital atau sketsa konsep.

Yang mengejutkan, AI-nya mampu mengenali gaya tulisan tangan dan mengkonversinya ke teks digital dengan akurasi 98%, bahkan untuk aksara Jawa dan Bali.

Fitur Collaboration Mode mengubah meeting virtual menjadi pengalaman sinematik: AI lighting adjustment memperbaiki pencahayaan wajah, sementara noise cancellation menghilangkan deru mesin kopi di kedai.

“Ini bukan sekadar noise reduction, tapi pemetaan suara 3D untuk mempertahankan nuansa alami suara Anda,” papar Joni.

Ekosistem AI yang Menyatu

Tiga fitur eksklusif menjadi pembeda seri Aura Edition:

  • Smart Share: Transfer file Android-PC hanya dengan mengetuk ponsel ke tepi layar—teknologi NFC yang diperkuat AI untuk mengenali jenis konten (foto vs dokumen) dan menyesuaikan format transfer.
  • Smart Care: Dukungan teknisi Lenovo via augmented reality—arahkan kamera ke masalah, sistem akan memberikan petunjuk visual langsung di layar.
  • Power Mode: Algoritma prediktif yang mempelajari pola penggunaan stopkontak Anda, lalu mengatur penghematan daya secara proaktif.

Dengan harga mulai Rp 28 jutaan (termasuk Premium Support for Business), Lenovo tak hanya menjual perangkat, tapi ekosistem kerja masa depan.

“Ini investasi produktivitas—bayangkan menghemat 2 jam per minggu berkat optimasi AI,” tutup Joni.

Perangkat ini sudah tersedia di seluruh authorized store Lenovo Indonesia, dilengkapi garansi accidental damage protection dan prioritas servis 24 jam. (Icha)

GoTo Impact Foundation Gandeng Gandrung Tirta Tingkatkan Produktivitas Kopi Malang 18%

0

Telko.id – Indonesia, produsen kopi terbesar keempat di dunia, ternyata hanya menduduki peringkat ke-14 dalam hal produktivitas.

Di Desa Ketindan, Malang, 200 petani kopi fine robusta hanya mampu menghasilkan 43% dari potensi maksimal.

Masalah klasik ini akhirnya menemukan solusi modern: kombinasi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Gandrung Tirta.

GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba Grup GoTo, bersama konsorsium Agroniaga, BIOPS Agrotekno, FAM Rural, dan Rise Social, meluncurkan program Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0.

Baca juga : GoTo Impact Foundation Bangun Ekosistem Pariwisata Hijau, Ini Targetnya!

Tidak sekadar meningkatkan angka, proyek ini bertujuan mengubah paradigma petani dari pekerja menjadi mitra agribisnis berkelanjutan. Monica Oudang, Ketua GIF, menegaskan, “Inovasi harus tumbuh dari masyarakat, bukan hanya diberikan.”

Revolusi Digital di Kebun Kopi

Bagaimana IoT dan AI bekerja untuk petani Malang? Sensor canggih dipasang di kebun memantau kelembaban tanah, suhu, dan kesehatan tanaman secara real-time.

Data dikirim ke platform berbasis AI yang memberikan rekomendasi pemupukan dan pengendalian hama berbasis presisi.

Hasilnya? Pengurangan risiko gagal panen dan peningkatan produktivitas 18% pada tahun pertama.

Nasrullah Aziz, Perwakilan Gandrung Tirta, memaparkan, “Teknologi ini memangkas biaya produksi 15% sekaligus meningkatkan kualitas biji kopi.”

Petani yang awalnya bergantung pada pengalaman turun-temurun, kini memiliki asisten digital yang akurasinya teruji.

Limbah Kopi Jadi Emas

Inovasi tak berhenti di kebun. Kulit kopi yang biasanya dibuang, diolah ibu-ibu Desa Ketindan menjadi produk fashion premium: dompet kulit, bingkai kacamata, hingga jam tangan.

Limbah cair kopi diubah menjadi “coffee peat” (media tanam) dan pestisida alami, sementara kotoran ternak diproses menjadi pupuk organik.

“Setiap elemen dari buah kopi kini bernilai ekonomi,” ujar salah satu peserta pelatihan. Program ini tidak hanya menambah pendapatan keluarga petani hingga 20%, tetapi juga menyelesaikan masalah lingkungan akibat limbah perkebunan.

Regenerasi Petani Muda

Persoalan krusial lain adalah minimnya minat generasi muda. Melalui Catalyst Changemakers Lab (CCLab), GIF menyelenggarakan pelatihan agropreneur muda dengan kurikulum khusus: dari budidaya kopi berkelanjutan (Good Agricultural Practices) hingga manajemen keuangan kelompok tani.

Tomie Herawanto, Kepala BAPPEDA Malang, menambahkan, “Program ini selaras dengan target indeks ekonomi hijau 66,84% pada 2045.”

Dukungan pemerintah daerah memperkuat ekosistem, memastikan inovasi tidak berhenti sebagai proyek percontohan.

Gandrung Tirta menutup rangkaian implementasi CCE 3.0 setelah sukses di Magelang, Lombok Tengah, dan Belitung. Monica Oudang menekankan, “Ini bukti kolaborasi teknologi, SDM lokal, dan kebijakan bisa menciptakan perubahan sistemik.”

Tantangan ke depan adalah replikasi model ini ke daerah penghasil kopi lain dengan adaptasi kontekstual. (Icha)

MAXStream Studios Ekspansi ke Netflix: 4 Series Lokal Siap Go Global

Telko.id – Empat serial orisinal MAXStream Studios resmi tayang di Netflix, menandai babak baru industri kreatif Indonesia. Bagaimana karya lokal ini memecah batas pasar tradisional?

Kolaborasi strategis antara MAXStream Studios—unit produksi Telkomsel—dengan raksasa streaming global ini terjadi setelah kesuksesan tiga film sebelumnya di platform yang sama.

Kali ini, empat serial dengan genre beragam mendapat kesempatan memperkenalkan kualitas produksi dalam negeri ke kancah regional.

Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, mengingat persaingan ketat di industri Over-the-Top (OTT) global.

Baca juga : Little Rebels Cinema Club, Film Pendek MAXStream Studios Ini Ikut Kompetisi di Berlin

Data berbicara lebih keras dari sekadar klaim. Sebelum melangkah ke Netflix, keempat serial ini telah membukukan 34 juta views dan 329 juta menit durasi tayang di platform MAXStream.

Angka yang tidak hanya menjanjikan secara komersial, tetapi juga membuktikan resonansi kuat konten lokal di kalangan penonton domestik.

Daftar Serial yang Menembus Pasar Regional

Berikut empat judul yang menjadi duta industri kreatif Indonesia di Netflix Asia Tenggara:

  • CKCKCK: Komedi situasi dengan bumbu budaya pop Indonesia
  • Jangan Minta Jatuh Cinta: Drama romantis yang menyentuh psikologi milenial
  • Skaya & The Big Boss: Serial komedi keluarga dengan nilai-nilai lokal
  • Dia Angkasa: Fiksi ilmiah pertama Indonesia yang ambisius

Keberagaman genre ini menunjukkan kedewasaan MAXStream Studios dalam membaca selera pasar sekaligus keberanian mengambil risiko kreatif.

“Dia Angkasa” khususnya patut mendapat perhatian—sebagai salah satu pionir fiksi ilmiah Indonesia, serial ini membuktikan bahwa produser lokal mampu bersaing di arena yang biasanya didominasi konten Barat.

Strategi Dibalik Lisensi Konten ke Netflix

Lesley Simpson, Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa.

“Ini tentang menciptakan standar baru bagi industri kreatif Indonesia,” ujarnya dalam rilis resmi. Kolaborasi dengan Netflix memberikan dua keuntungan strategis:

  1. Validasi Kualitas: Netflix dikenal memiliki standar kurasi ketat. Lolos seleksi berarti konten tersebut memenuhi parameter produksi internasional.
  2. Efek Multiplier: Keberhasilan di platform global akan meningkatkan nilai tawar kreator lokal di mata investor dan mitra strategis.

Yang menarik, MAXStream Studios tidak mengambil pendekatan “all-in”. Mereka memilih lisensi terbatas untuk wilayah Asia Tenggara terlebih dahulu—strategi bijak untuk menguji respons pasar sebelum berekspansi lebih jauh.

Pendekatan bertahap ini menunjukkan pemahaman mendalam tentang dinamika industri streaming yang kompleks.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekosistem Kreatif

Kesuksesan empat serial ini di Netflix akan menjadi tolok ukur baru bagi industri. Berikut tiga perubahan sistemik yang mungkin terjadi:

  • Peningkatan Anggaran Produksi: Investor akan lebih percaya diri mendanai proyek-proyek ambisius setelah melihat bukti kesuksesan di pasar global.
  • Migrasi Talenta: Sineas muda yang biasanya bekerja untuk produksi internasional mungkin akan kembali berkarya untuk pasar domestik yang kini memiliki saluran distribusi global.
  • Evolusi Konten: Kreator akan lebih berani bereksperimen dengan genre dan teknik produksi baru, tidak lagi terbatas pada formula yang terbukti sukses di pasar lokal.

MAXStream Studios sendiri telah memproduksi 130 judul film dan serial sejak berdiri—angka yang mengesankan untuk unit produksi yang relatif muda.

Dengan infrastruktur pendukung dari Telkomsel dan jaringan distribusi yang terus melebar, mereka berada di posisi ideal untuk menjadi pemain utama di industri konten digital Asia Tenggara.

Pertanyaan besarnya: akankah kesuksesan ini berlanjut? Jawabannya mungkin terletak pada kemampuan industri dalam mempertahankan orisinalitas sekaligus memenuhi selera pasar global.

Satu hal yang pasti—gerbang menuju kompetisi global telah terbuka, dan MAXStream Studios baru saja meletakkan kaki pertama di sana. (Icha)

Antares Eazy: Solusi AI Canggih untuk Layanan Publik Lebih Efisien

0

Telko.id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menawarkan solusi inovatif untuk mempercepat transformasi layanan publik di Indonesia melalui Antares Eazy, sebuah produk digital berbasis Artificial Intelligence (AI).

Hal ini untuk menjawab perkembangan teknologi yang semakin cepat, di mana pemerintah dihadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan publik yang efisien, aman, dan berbasis data.

Dunia semakin terhubung, dan kebutuhan akan solusi berbasis data menjadi krusial. Pemerintah tidak hanya dituntut untuk menyediakan layanan yang cepat, tetapi juga transparan dan akurat.

Di sinilah Antares Eazy hadir dengan seperangkat fitur canggih yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan partisipasi masyarakat dalam layanan publik.

Baca juga : Solusi Antares Eazy Buat Kampus Jadi Semakin Modern

Lantas, bagaimana Antares Eazy bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi era digital? Mari kita telusuri lebih dalam.

People Counting: Manajemen Fasilitas Publik Lebih Pintar

Salah satu fitur unggulan Antares Eazy adalah People Counting, yang memungkinkan pemerintah mengelola fasilitas publik seperti museum, perpustakaan, dan taman kota dengan lebih efektif.

Dengan teknologi ini, kapasitas pengunjung dapat dipantau secara real-time, baik di dalam maupun luar ruangan.

Bayangkan betapa mudahnya mengatur arus pengunjung saat pameran besar atau upacara hari nasional—semua bisa dilakukan dengan presisi tinggi.

Crowd Detection: Keamanan Acara Publik Terjamin

Untuk acara publik seperti demonstrasi atau konser besar, fitur Crowd Detection menjadi solusi ideal. Fasilitas umum seperti terminal bus atau stasiun kereta api bisa dikelola dengan lebih baik, memastikan situasi tetap terkendali tanpa mengorbankan hak masyarakat untuk berkumpul.

Fitur ini tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga memberikan data akurat untuk perencanaan acara di masa depan.

Vehicle Counting & License Plate Recognition: Solusi Transportasi Cerdas

Di sektor transportasi, Antares Eazy menawarkan Vehicle Counting untuk mengoptimalkan lalu lintas di perkotaan yang padat.

Ditambah dengan License Plate Recognition, fitur ini bisa mengidentifikasi plat nomor kendaraan secara otomatis—sangat berguna untuk keamanan di area terbatas seperti gedung pemerintahan atau fasilitas militer.

Tidak perlu lagi mengandalkan petugas manual; teknologi AI bekerja dengan cepat dan akurat.

Intrusion Detection & Smoke and Fire Detection: Perlindungan Aset Strategis

Fitur Intrusion Detection mendeteksi pergerakan mencurigakan di area tertentu, seperti laboratorium penelitian atau gudang logistik.

Sementara itu, Smoke and Fire Detection memberikan peringatan dini untuk mencegah kerusakan aset penting. Dengan notifikasi real-time, pemerintah bisa bertindak cepat sebelum situasi memburuk.

“Inovasi adalah kunci utama dalam transformasi digital sektor pemerintahan,” ujar Komang Budi Aryasa, EVP Digital Business and Technology Telkom.

Antares Eazy tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga efisiensi operasional, membantu pemerintah melayani masyarakat dengan lebih baik.

Dengan segudang fitur canggihnya, Antares Eazy siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi era digital. (Icha)

Alita, APJATEL, dan Viavi Solutions Soroti Peran Strategis Serat Optik

Telko.id – Indonesia sedang berada di persimpangan penting. Dengan populasi lebih dari 279 juta jiwa dan penetrasi internet mencapai 74,6% pada awal 2025, negeri ini tak punya pilihan selain mempercepat transformasi digital.

Tapi, tahukah Anda bahwa di balik layar, ada satu teknologi yang menjadi penopang utama semua kemajuan ini? Ya, serat optik—infrastruktur tak kasatmata yang menjadi urat nadi konektivitas modern.

Permintaan akan layanan cloud, AI, konten digital, dan 5G melonjak drastis. Tanpa jaringan serat optik yang andal, semua itu hanyalah mimpi siang bolong. Teknologi ini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak. Bayangkan: kapasitas besar, kecepatan tinggi, dan latensi rendah.

Inilah alasan mengapa Alita, APJATEL, dan Viavi Solutions baru-baru ini menggelar seminar khusus untuk membahas masa depan serat optik di Indonesia.

Baca juga : Alita, Uji Coba Smart Pole Untuk Pengembangan Smart City di Sumedang

Lantas, apa saja tantangan nyata yang dihadapi, dan bagaimana solusinya? Mari kita telusuri lebih dalam.

Serat Optik: Bukan Lagi Sekadar Infrastruktur, Tapi Strategi Nasional

Dr. Denny Setiawan, Direktur Strategi & Kebijakan Infrastruktur Digital KOMDIGI, dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan arsitektur digital yang holistik.

“Data center, backbone, SKKL, dan jaringan serat optik hingga ke rumah-rumah—semuanya harus terintegrasi,” ujarnya.

Ini bukan sekadar wacana. Laporan Telecom Review Asia memproyeksikan pertumbuhan pasar serat optik Asia Pasifik sebesar 15,9% per tahun hingga 2028. Angka yang tak bisa dianggap remeh.

Alita, salah satu pemain kunci di industri ini, sudah mengambil langkah nyata. Sejak 2020, mereka mengimplementasikan Optical Network Management System integrated (ONMSi).

Hasilnya? Denda layanan turun 98%, efisiensi perawatan preventif naik 22%, dan perawatan korektif lebih efisien 56%. “Kami tak ingin hanya jadi penonton dalam transformasi digital ini,” tegas Teguh Prasetya, Direktur Utama Alita.

Tantangan di Lapangan: Dari Regulasi hingga Estetika Kota

Jerry Siregar, Ketua Umum APJATEL, mengungkapkan masalah klasik: harmonisasi regulasi. “Rencana tata ruang seringkali tak terinformasikan ke pemilik jaringan utilitas. Akibatnya, penataan jaringan jadi kacau,” keluhnya.

Namun, ada angin segar. Kini, penataan serat optik mulai memperhatikan estetika dan keamanan kota—sebuah kemajuan yang patut diapresiasi.

Viavi Solutions, mitra teknologi dalam seminar ini, menawarkan solusi pengujian dan penjaminan kualitas. “Kami membantu percepat konektivitas dan pastikan keandalan jaringan,” ujar Rajesh Rao, Vice President Sales Viavi.

Kolaborasi semacam inilah yang dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia digital yang maju.

Transformasi digital bukanlah perlombaan sprint, melainkan maraton. Dengan serat optik sebagai tulang punggungnya, Indonesia setidaknya sudah berada di jalur yang tepat. Pertanyaannya sekarang: seberapa cepat kita bisa berlari? (Icha)

SATRIA-1 Percepat Akses Digital di Maluku Tengah, Ini Dampaknya

Telko.id – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memeratakan pembangunan konektivitas digital di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur digital.

Bayangkan hidup tanpa akses internet di era serba digital ini. Bagaimana siswa bisa belajar online, tenaga kesehatan mengakses rekam medis, atau pemerintah menyelenggarakan layanan publik?

Inilah realitas yang dihadapi masyarakat Maluku Tengah—salah satu wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang kini menjadi prioritas pemerataan konektivitas digital.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tak main-main dalam menyelesaikan masalah ini.

Dalam audiensi dengan Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir pada 6 Mei 2025, Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengonfirmasi pemanfaatan Satelit Republik Indonesia (SATRIA)-1 untuk menjembatani kesenjangan digital di wilayah ini.

SATRIA-1: Solusi Cerdas untuk Daerah Blank Spot

Nezar Patria menjelaskan, SATRIA-1 akan difokuskan melayani titik-titik strategis seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan pertahanan dengan kecepatan 3-4 Mbps. “Ground segment-nya bisa dipasang di lokasi-lokasi vital,” tegasnya.

Yang menarik, solusi ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menyiapkan ekosistem digital yang berkelanjutan.

“Kami tidak ingin hanya menyediakan akses, tapi memastikan masyarakat bisa memanfaatkannya secara optimal,” tambah Nezar.

Literasi Digital: Senjata Ampuh Lawan Hoaks

Nezar Patria menekankan, pembangunan infrastruktur harus dibarengi penguatan literasi digital.

“Masyarakat perlu paham bahaya hoaks, misinformasi, dan disinformasi,” ujarnya.

Program seperti Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy akan diperkuat untuk membekali aparatur daerah dengan kompetensi digital.

Pendekatan holistik ini mencerminkan kesadaran bahwa transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tapi juga sumber daya manusia.

Seperti diungkapkan dalam berbagai studi, keberhasilan digitalisasi di negara berkembang sangat bergantung pada kesiapan SDM dan regulasi pendukung.

Dengan SATRIA-1 yang mulai beroperasi, Maluku Tengah berpeluang menjadi contoh sukses pemerataan digital di wilayah 3T.

Tantangannya kini adalah memastikan implementasi berjalan lancar dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagaimana menurut Anda, langkah apa lagi yang diperlukan untuk mempercepat transformasi digital di daerah terpencil? ( Icha)