spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1564

Trafik Data 4G Telkomsel di PON XIX 2016 Naik 49%

0

Telko.id – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat telah berakhir. Berbagai dinamika mewarnai proses pelaksanaannya, termasuk dukungan Telkomsel yang menjadi bagian Telkom Group sebagai Official ICT Partner PON XIX. Berbagai dukungan Telkomsel untuk kelancaran PON XIX telah sukses dihadirkan secara menyeluruh mulai dari optimalisasi jaringan broadband berteknologi terdepan yang prima, hingga produk dengan value layanan gaya hidup digital yang khusus dipersembahkan untuk menjamin kenyamanan semua pihak yang terlibat dalam event olahraga terbesar empat tahunan di Indonesia tersebut.

“Sejak awal persiapan hingga proses pelaksanaan PON XIX di Jawa Barat, Telkomsel sudah memastikan semua infrastruktur serta layanan terdepan Telkomsel dapat dinikmati dengan baik dan lancar oleh pelanggan. Kami mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan Pemerintah Daerah Jawa Barat dan PB PON XIX untuk Telkomsel sebagai bagian Telkom Group dalam menjamin kenyamanan dan kelancaran komunikasi semua pihak, mulai dari penonton, kontingen atlet, hingga panitia pelaksana PON XIX,” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.

Selama PON XIX berlangsung, kunjungan pelanggan Telkomsel dari luar wilayah Jawa Barat bertambah sebanyak 230 ribu pelanggan. Telkomsel telah mengantisipasi hal tersebut dengan mendorong optimalisasi sekitar 804 BTS serta tambahan 13 Compat Mobile BTS (COMBAT) yang menjangkau sejumlah titik utama yang menjadi pusat konsentrasi berkumpulnya orang, seperti di venue pertandingan, Media Center, Hotel dan penginapan atlet, serta Bandar Udara dan Stasiun Kereta Api. Dukungan ini merupakan wujud nyata Telkomsel dalam menghadirkan True Broadband Experience bagi pelanggan guna menikmati dan mengabadikan keseruan momen PON XIX 2016.

Telkomsel mencatat, selama momen PON XIX ini terjadi peningkatan trafik layanan data hingga 21% dibandingkan hari biasa dengan periode yang sama, dan untuk trafik layanan data 4G LTE Telkomsel meningkat sekitar 49% . Hal tersebut juga didorong oleh penambahan sekitar 25% jumlah pengguna 4G LTE Telkomsel di Jawa Barat. Sedangkan untuk trafik layanan voice, peningkatan tertinggi terjadi pada saat acara penutupan PON XIX di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang mencapai 274%.

Di sejumlah venue pertandingan dan fasilitas pendukung PON XIX, Telkomsel telah menyediakan titik layanan dan penjualan yang menawarkan sejumlah produk unggulan seperti kartu prabayar simPATI edisi khusus PON XIX dengan Paket Kuota Data 6 GB, layanan aktivasi dan cash in digital money TCASH serta layanan upgrade/migrasi uSIM 4G LTE Telkomsel. Dimana salah satunya dengan mendukung event Jabar Etalage dengan menghadirkan pilihan transaksi digital money menggunakan TCASH Tap dengan promo cashback hingga 20% di beberapa merchant kuliner pilihan.

Mas’ud lebih lanjut menambahkan, di seluruh titik penjualan Telkomsel tercatat penjualan kartu prabayar sebanyak 109 ribu unit termasuk produk simPATI edisi khusus PON XIX Paket Kuota Data 6 GB. Sedangkan untuk layanan digital money TCASH, Telkomsel membukukan sekitar 2.900 transaksi cash in dan jumlah transaksi pembayaran menggunakan layanan TCASH Tap mencapai 5.488 transaksi di seluruh merchant yang bekerja sama dengan Telkomsel di event PON XIX 2016.

Sebelumnya, Telkomsel juga menghadirkan layanan Nada Sambung Pribadi (NSP) lagu resmi kontingen Jawa Barat “Jabar Kahiji” dan menyerahkan sekitar 2000 kartu perdana simPATI edisi khusus dengan layanan Close User Group (CUG) untuk kontingen atlet Jawa Barat serta kartu simPATI edisi khusus PON XIX 2016 kuota data 6 GB untuk 6000 relawan guna membantu kelancaran komunikasi dan koordinasi selama PON XIX 2016 berlangsung.

“Telkomsel berharap dukungan bersama Telkom Group dalam perhelatan PON XIX 2016 di Jawa Barat ini dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi seluruh pelanggan Telkomsel, terutama dengan pemanfaatan kualitas jaringan broadband terdepan yang prima serta ragam pilihan layanan yang mendukung gaya hidup digital. Telkomsel selalu siap mendukung kelancaran komunikasi dalam pelaksanaan kegiatan besar berskala nasional maupun internasional, seperti telah kami tunjukkan pada PON XIX 2016 di Jawa Barat ini dan Konferensi Asia Afrika di kota Bandung pada tahun 2015 lalu” tutup Mas’ud. (Icha)

Indosat Ooredoo Gandeng Samsung Untuk Bangun Experience Center

0

Telko.id – Teknologi memang tidak pernah berhenti. Bagi operator dan vendor IT tentu menjadi tidak mudah untuk memberikan edukasi pada masyarakat agar diakhirnya nanti dapat memanfaatkan layanan dan produk yang ditawarkan. Untuk itu, Indosat Ooredo menghadirkan Samsung Galaxy Studio Experience Center Terlengkap dan Pertama di Operator Channel di Indonesia, pada Gerai Indosat Ooredoo Sarinah, Jakarta

Di tempat inilah, Indosat bersama dengan Samsung akan memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dengan berbagai produk Samsung terlengkap, dan layanan telekomunikasi secara menyeluruh melalui konsep One stop experience

Pembukaan ini merupakan salah satu kerjasama strategis yang dibangun antara kedua belah pihak untuk mendukung penjualan di retail channel. Indosat Ooredoo dan Samsung berkomitment untuk membangun experience center yang memberikan kemudahan kepada pelanggan untuk mendapatkan informasi, dan mencoba secara langsung produk-produk unggulan serta teknologi terbaru dari Samsung di Gerai Indosat Ooredoo.

Desain dan tata ruang Samsung Galaxy Studio Experience Center ini hadir dengan konsep baru yang belum pernah ada pada Operator Channel dengan memanfaatkan ruang yang lebih luas, serta memberikan interaksi pelanggan secara menyeluruh dan lebih dalam, bukan hanya rangkaian Galaxy smartphone dan tablet dari Samsung, namun juga Galaxy Ecosystem seperti Gear VR, Gear S2, dan produk samsung lainnnya. Selain itu, layanan petugas yang senantiasa aktif membantu dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Beragam fasilitas bernuansa digital lifestyle experience dapat dinikmati pelanggan, seperti layar besar dengan tampilan hiburan video streaming dari iflix. Selain itu, pelanggan dapat merasakan kebebasan video streaming melalui iflix, dan music streaming melalui Spotify pada smartphone Samsung dengan ‘Stream On’, sebuah manfaat tambahan bagi pelanggan IM3 Ooredoo dengan paket Freedom Combo, Freedom Postpaid, dan Super Plan, untuk streaming puluhan ribu jam acara TV dan film di iflix tanpa menggunakan kuota data utama.

Lebih dari itu, ada juga akses tanpa batas ke layanan iflix tanpa tambahan biaya, sebagai bentuk persembahan dari IM3 Ooredoo, di jaringan tercepat di Indonesia, yang telah diuji oleh jutaan pelanggan dan disertifikasi oleh Ookla™. Ada juga fasilitas Kids Zone, untuk memudahkan pelanggan yang membawa anak-anak selama melakukan kunjungan di Gerai Indosat Ooredoo Sarinah, Jakarta.

“Peresmian ini sejalan dengan misi kami untuk menghadirkan layanan telekomunikasi terbaik bagi masyarakat Indonesia dengan konsep one stop services yang memberikan berbagai kemudahan dalam menyediakan layanan telekomunikasi dan handset terbaru dari Samsung yang di-bundling dengan paket data yang transparan di jaringan tercepat di Indonesia, serta berbagai aplikasi konten digital yang semakin memudahkan pelanggan mengakses dunia digital. Kami menargetkan akan lebih banyak lagi studio experience di gerai-gerai Indosat Ooredo lainnya diberbagai kota,” ujar Joy Wahjudi, Director and Chief Sales & Distribution Officer Indosat Ooredoo menjelaskan.

Bingar Egidius Situmorang, Direktur Retail Channel Samsung, menambahkan, “Dengan ini gadget Samsung yang terlengkap dari mulai smartphone hingga wearables, kami ingin memberikan konsumen pengalaman teknologi yang inovatif dan menyenangkan. Dan kerja sama strategis kami bersama Indosat Ooredo memiliki visi yang sama yaitu untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan serta memberikan kepuasan kepada para konsumen melaui sebuah experience center. Dengan datang ke Samsung Galaxy Studio Experience Center, konsumen akan terus terupdate dengan inovasi teknologi serta mengakses konten tanpa hambatan.”

Kombinasi keunggulan Indosat Ooredoo dalam menyediakan inovasi produk dan layanan di jaringannya di Indonesia*, serta kelebihan teknologi Samsung melalui produk yang inovatif akan memberikan pengalaman bagi pelanggan menuju level selanjutnya yang lebih imajinatif dan membebaskan.

Optus Sepakat Dengan Nokia Untuk Realisasikan 5G

0

Telko.id – Optus dan Nokia akan berkolaborasi meluncurkan jaringan 5G untuk telekomunikasi pada 2017. Kesepakatan tersebut dengan tujuan untuk membangun dan membentuk internet of things atau IoT, seperti dilansir dari Business Insider Australia.

Memorandum kesepakatan Optus Singapura dan perusahaan multinasional asal Finlandia ini ditandatangani untuk melakukan kolaborasi pada evolusi jaringan untuk 5G. Yang menjanjikan broadband yang ekestrim dan aplikasi ultra-low latency.

Optus mengatakan proyek utama yang akan menjadi uji coba 5G tersebut adalah menggunakan spektrum 3500MHz nya. Sebuah spektrum yang dianggap sesuai untuk mobile broadband.

Tay Soo Meng, Group Chief Technology Officer dari perusahaan induk telekomunikasi Singtel menyebutkan bahwa Optus telah melakukan tes awal secara tertutup dengan Nokia di Sydney untuk test radio 5G beberapa waktu lalu.

Tay menyebukan bahwa hasil dari demontrasi tersebut menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Terutama ketika melakukan demo konten reality virtual video, serta jaringan-latency rendah yang bisa memberikan kegunaan industri seperti real-time robot responsif.

“Potensi penggunaan untuk 5G tumbuh. Melalui kemitraan ini, dimulainya studi bersama, dan di-lab dan di-uji lapangan, kita yakin dapat melakukan eksplorasi teknologi ini dengan baik, “kata Tay.
“Kami juga mempersiapkan jaringan di seluruh jalur transportasi dan inti jaringan, melalui fungsi jaringan tervirtualisasi dan infrastruktur awan”, ungkap Tay menambahkan.

Optus dan Nokia pun telah melakukan uji coba pada kemampuan Narrow Band-Internet of Things (IOT) untuk mendukung konektivitas untuk aplikasi IOT.

Ray Owen, Head of Oceania Nokia, menyebutkan bahwa perusahaan nya sudah berada di jalan yang tepat untuk membawa teknologi 5G terealisasi. Terlebih, Ray juga menyebutkan bahwa Nokia memiliki beberapa projek yang berkenaan dengan 5G ini.

“Kami memiliki beberapa projek berkenaan dengan inovasi 5G ini dengan operator di seluruh dunia dan kami berharap memperoleh komitmen seperti yang terhadi dengan Optus dan Singtel,” ujar Ray berharap.

Terlebih, Ray menambahkan bahwa pengalaman dan keahlian Nokia di area ini sudah lama dilakukan menjadi pondsi yang kuat bagi Optus di Australia. (Icha)

Pemerintah Uji Coba Penyaluran Non – Tunai Bantuan Sosial via Mobile Payment

0

Telko.id – Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) bersama dengan Telkomsel dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) melakukan uji coba penyaluran non-tunai bantuan sosial pemerintah melalui layanan TCASH Ekstra – BTPN Wow! Uji coba kali ini merupakan uji coba tahap kedua. Sebelumnya, pada Agustus 2016, TCASH Ekstra – BTPN Wow! telah melakukan uji coba serupa di Medan, Jakarta, Bogor, dan Solo.

Uji coba penyaluran non-tunai bantuan sosial pemerintah merupakan bentuk dukungan Telkomsel dan BTPN kepada pemerintah dalam percepatan keuangan inklusif (financial inclusion) dan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) melalui teknologi informasi. Uji coba dilakukan di Kelurahan Karanggan dan Kelurahan Telanjung Udik, Bogor (Jawa Barat), Kelurahan Kp. Baru dan Kelurahan Gajahan, Surakarta (Jawa Tengah), Kelurahan Kp. Rambutan dan Kelurahan Kelapa Dua Wetan (Jakarta Timur), serta Kelurahan Matsum II dan Kelurahan Matsum IV, Medan (Sumatera Utara).

“Kami mendapat respon yang baik dalam pelaksanaan uji coba ini. Sebanyak 98% penerima manfaat berpartisipasi dalam pencairan bantuan sosial tahap pertama, dan sebagian besar penerima manfaat merasa mekanisme yang ditawarkan TCASH Ekstra – BTPN Wow! lebih mudah, cepat, dan bisa dicairkan kapan saja dibutuhkan di agen terdekat. Selain itu, jenis pangan dapat dipilih sehingga penerima manfaat bisa mendapatkan pangan dengan kualitas lebih baik,” kata Vice President MFS Operations Telkomsel Rudy Hamdani.

Rudi menjelaskan, sebanyak 34 agen BTPN Wow! yang juga merupakan merchant TCASH telah ditunjuk untuk dapat melayani pencairan dana ke lebih dari 1.500 penerima manfaat uji coba. Hal ini merupakan bagian dari persiapan implementasi penyaluran non-tunai bantuan sosial pemerintah tahun 2017 kepada 15 juta penerima manfaat. Sosialisasi layanan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pihak kelurahan dan agen agar masyarakat dapat betul-betul merasakan manfaat dari layanan yang ditawarkan.

Dalam uji coba yang dilakukan, Telkomsel dan BTPN bersama dengan TNP2K akan memanfaatkan rekening BTPN Wow! sebagai saluran bagi para penerima manfaat untuk mendapatkan bantuan sosial yang dikirimkan secara non-tunai. BTPN Wow! adalah sebuah layanan perbankan yang dapat diakses melalui berbagai tipe ponsel dan didukung jasa agen untuk meningkatkan jangkauan bank ke masyarakat di pelosok.

“Apa yang kami lakukan di sini sejalan dengan komitmen BTPN untuk mengambil peran penting dalam mewujudkan keuangan yang inklusif di Indonesia. Dengan BTPN Wow!, penerima manfaat sekaligus dapat terhubung dengan layanan perbankan formal,” kata Product and Customer Experience Head BTPN Wow! Achmad Nusjirwan Sugondo.

Sementara itu, TCASH merupakan saluran untuk dapat melakukan pencairan dana bantuan pangan. Layanan NFC (Near Field Communication) yang digunakan TCASH akan memberikan banyak kemudahan kepada penerima manfaat dalam bertransaksi. Cukup dengan menempelkan (tap) ponsel yang telah terhubung dengan TCASH ke ponsel NFC (pengganti EDC) milik agen, maka transaksi dapat dilakukan.

Transaksi TCASH juga aman, karena menggunakan PIN enam digit untuk memproteksi transaksi mereka. “Penerima manfaat juga dapat secara langsung mengetahui informasi terkait bantuan sosial dari ponselnya seperti notifikasi distribusi bantuan sosial, jumlah dana bantuan, dan histori transaksi,” ujar Rudy.

Rudy menambahkan, layanan penyaluran non-tunai bantuan sosial pemerintah melalui layanan TCASH Ekstra – BTPN Wow! meningkatkan efektifitas distribusi dana bantuan menjadi lebih tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat administrasi, mengurangi risiko kebocoran, dan dapat dilakukan kapan saja secara non-tunai. Proses pengambilan berupa uang atau barang dapat dilakukan dengan mudah di warung merchant TCASH maupun agen BTPN Wow! yang tersebar luas di lingkungan penerima dana bantuan.

“Melalui layanan mobile payment yang berbasis teknologi informasi, Telkomsel lebih jauh dapat membantu pemerintah mendapatkan profil penyaluran bantuan sosial sehingga pemerintah dapat memastikan keakuratan distribusi yang dilakukan,” tambah Rudy.

TCASH sebagai layanan mobile payment yang ditawarkan oleh Telkomsel dipercaya dapat menjadi solusi keuangan inklusif hingga perdesaan. Hal ini mengingat, di Indonesia, layanan telekomunikasi seluler telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun terakhir, dimana penetrasi seluler mencapai 130% dari total populasi, dan rata-rata keluarga telah memiliki satu buah ponsel di masing masing rumahnya.

Guna mendukung hadirnya layanan keuangan digital yang prima, Telkomsel terus meningkatkan kualitas dan sebaran jaringannya. Saat ini, pelanggan Telkomsel didukung oleh 120.000 BTS yang hadir di berbagai penjuru negeri, di mana sekitar 57% merupakan BTS broadband (3G dan 4G). Tidak lupa penggelaran jaringan Internet cepat 4G juga sudah dapat dirasakan di lebih dari 150 kota di seluruh Indonesia.

Telkomsel dan BTPN, pada April 2016 telah bekerjasama mengembangkan layanan keuangan terhubung antara TCASH dan BTPN Wow! yang dipasarkan secara bersama.

Layanan ini menghubungkan mobile money TCASH serta rekening tabungan BTPN Wow! yang merupakan layanan perbankan dengan memanfaatkan ponsel dan didukung jaringan agen untuk transaksi perbankan. (Icha)

Ericsson PHK 3900 Karyawan di Swedia

0

Telko.id – Kondisi persaingan di industri jaringan telekomunikasi memaksa Ericsson harus memutus karyawannya. Setidaknya, 20% dari karyawan dan ratusan konsultan dirumahkan. Total 3900 karyawan yang terkena dampak. Seperti yang dilansir dari Reuter.

Pasalnya, permintaan terhadap peralatan jaringan telekomunikasi menyusut karena harus bersaing dengan Huawei dari Cina dan Nokia dari Finlandia. Beberapa langkah strategis, sebelum PHK ini, sudah dilakukan. Namun, upaya tersebut belum mampu memperbaiki kondisi Ericsson. Hans Vestberg, CEO Ericsson pun tak mampu menyq hingga akhirnya harus keluar pada Juli lalu.

Kegagalan Ericsson untuk memenuhi permintaan peralatan telekomunikasi dunia telah menyebabkan perusahaan inipun kehilangan nilai saham hingga 25% pada tahun ini.

Walaupun, sebenarnya Ericsson masih memiliki dukungan investor Swedia yang kuat. Seperti Wallenberg Family (inveb.st) dan Industrivarden (indua.st). Namun tekanan industri secara global yang demikian kuat membuat pertumbuhan perusahaan terlalu lambat dalam mengambil keuntungan yang optimal dari ledakan di lalu lintas data, perusahaan jaringan dan komputasi awan.

Ericsson merupakan perusahaan yang memproduksi peralatan telegraph sejak tahun 1876 dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di Swedia dengan jumlah karyawan secara global lebih dari 116,500.

“Kondisi ini bak pisau di jantung,” ujar Menteri Mikael Damberg, Menteri Enterprise Swedia.

Bahkan Mikael memastikan bahkan langkah yang dilakukan Ericsson tersebut akan sangat mempengaruhi banyak keluarga dan tentu juga kondisi kota Swedia secara keseluruhan.

Tahun lalu, Ericsson bergabung dengan produsen internet router asal Amerika AS, Cisco (csco.o). Langkah ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam lini produk dan menjual dengan cara mengkombinasikan dengan solusi jaringan. Harapannya adalah dapat meningkatkan penjualan. Ternyata kemitraan tersebut belum menghasilkan penjualan yang signifikan. Tentu, hal ini membuat beberapa investor prihatin dan penasaran, apakah kolaborasi akan memberikan hasil yang baik.

Hal ini juga diakui oleh Mikael. Bahwa inovasi yang dilakukan oleh Ericsson (ericb.st) sedikit lebih lambat dan kurang diantisipasi. Walau demikian, tetap saja, kemitraan tersebut akan menciptakan sesuatu yang fantastis. Hanya saja membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan yang sudah direncanakan.

Langkah kemitraan antara Ericsson dan Cisco ini bertujuan untuk menghasilkan tambahan penjualan sebesar $ 1 miliar pada 2018. Caranya dengan mengintegrasikan IP dan solusi nirkabel. Selain itu juga, melakukan kolaborasi untuk membuat produk baru.

Sebenarnya, sudah ada arah yang positif dari kemitraan ini, di mana pada laporan kuartal di bulan Juli, Ericsson mengatakan bahwa melalui kemitraan dengan Cisco sudah ada lebih dari 30 penawaran yang dicapai. Hal ini tentu menjadi awal yang baik untuk mencapai target penjualan pada 2018 mendatang. Namun, beberapa pihak masih khawatir tentang kurangnya Real angka penjualan untuk membuktikan kemitraan bekerja.

Untuk mengantisipasi kebutuhan karyawan, Ericsson mengatakan karyawan yang di PHK sejumlah 3.000 di produksi, penelitian dan pengembangan serta penjualan, 900 konsultasi akan digantikan dengan mempekerjakan 1000 peneliti dan pengembang di Swedia lebih dari tiga tahun ke depan. (Icha)

Microsoft Bangun Pusat Cyber Security di Singapura

0

Telko.id – Dunia digital memang seperti membuka pintu pada banyak pihak untuk masuk. Itu sebabnya, masih banyak pihak yang kurang percaya pada dunia digital ini. Untuk menghadapi kondisi tersebut, Microsoft membangun Transparency and Cyber Security Center untuk Asia Pasifik di Singapura. Targetnya, untuk membangun kepercayaan dan keamanan di bidang teknologi sekaligus menyediakan solusi keamanan menyeluruh untuk sektor publik dan swasta.

Fasilitas gabungan ini untuk pertama kalinya akan menyatukan kemampuan Microsoft di satu lokasi di Asia Pasifik agar dapat menghasilkan pendekatan holistik yang mampu melayani kebutuhan keamanan dari sektor publik maupun swasta, serta membangun sebuah kondisi komputasi yang aman dan terpercaya – salah satu faktor penting dalam transformasi digital.

Transparency and Cyber Security Center Microsoft ini merupakan fondasi awal dari Government Security Program (GSP) Microsoft yang sudah lama berjalan. Program ini menawarkan peserta pemerintah suatu kesempatan untuk meninjau sumber kode produk Microsoft, mengakses informasi mengenai ancaman dan kerentanan keamanan siber, serta mempelajari pandangan dari para profesional Microsoft yang memiliki keahilan di bidang keamanan. Hampir 40 negara dan organisasi internasional dari seluruh dunia berpartisipasi dalam program GSP Microsoft ini, dengan sepuluh di antaranya berasal dari Asia.

Transparency and Cyber Security Center di Singapura merupakan lokasi yang nyaman bagi pemerintah-pemerintah di Asia Pasifik dan akan menjadi bagian dari jaringan global yang mencakup empat wilayah. Fasilitas ini akan bergabung dengan fasilitas lain yang telah ada di Redmond, Washington untuk Amerika Utara, serta Brussels, Belgia untuk Eropa. Informasi mengenai Pusat Transparansi Microsoft lainnya akan diungkapkan pada akhir 2016, termasuk Pusat Transparansi di Beijing, China yang telah diumumkan belum lama ini.

“Kerjasama antara sektor publik dan swasta merupakan kunci utama untuk memperkuat tingkat keamanan siber nasional. Pembukaan Transparency and Cyber Security Center regional Microsoft di Singapura bertujuan untuk melayani wilayah Asia Pasifik yang lebih luas, serta meningkatkan komitmen global Microsoft guna mendorong transparansi, keamanan, dan kepercayaan di dunia teknologi digital berbasis mobile-first, cloud-first,” ujar Toni Townes-Whitley, Corporate Vice President, Worldwide Public Sector, Microsoft Corporation menjelaskan.

Lebih lanjut Toni mengungkapkan, “Government Security Program Microsoft memungkinkan pemerintah untuk melindungi warga, layanan publik, dan infrastruktur nasional dari ancaman kejahatan siber. Program ini juga membantu pemerintah untuk memenuhi persyaratan keamanan siber yang ketat dengan membangun fasilitas tangguh yang dapat melindungi, mendeteksi, dan merespon serangan siber.”

Transparency and Cyber Security Center Microsoft di Singapura yang terletak di kawasan Pusat transparansi yang memungkinkan perusahaan dan organisasi untuk memperoleh berbagai sumber daya, seperti spesialis keamanan dan teknologi di Microsoft. Dengan meningkatnya aktivitas kejahatan siber dan cepatnya perubahan pola keamanan siber, Cybersecurity Center akan membawa inovasi dan keuntungan dalam bentuk platform keamanan, analitik ancaman intelejen, perlindungan tingkat tinggi, kapabilitas pembelajaran mesin, pelayanan keamanan, serta keamanan cloud yang lebih baik.

“Dalam menghadapi serangan siber yang semakin canggih, keamanan siber menjadi misi penting para petinggi perusahaan. Ketika pemerintah dan perusahaan semakin terdorong untuk melakukan transformasi digital dan membangun sistem ketahanan, platform keamanan yang canggih dan menyeluruh memainkan peranan yang semakin kritikal,” ujar Keshav Dhakad, Regional Director and Assistant General Counsel, Digital Crimes Unit (DCU), Microsoft Asia. “Di sinilah inovasi intelejen yang unik dan ekosistem cloud terpercaya dari Microsoft menawarkan perlindungan yang kokoh dalam menghadapi ancaman keamanan. Melalui kerjasama publik dan swasta yang kuat, kami juga memberdayakan mereka untuk menginvestigasi, mendisrupsi, dan memutuskan jaringan kejahatan siber global.”

Transparency and Cybersecurity Center ini akan memperluas kerjasama publik-swasta Microsoft di kawasan Asia Pasifik. Kerjasama tersebut juga dapat memungkinkan dan memberdayakan perusahaan untuk menanggulangi ancaman-ancaman keamanan modern secara efektif. Hal ini sekaligus akan membangun momentum untuk Microsoft Digital Crimes Unit (DCU) yang dalam beberapa tahun terakhir telah bekerjasama dengan berbagai sektor publik dan lembaga penegak di Asia Pasifik. Sejumlah kerjasama yang telah dilakukan di antaranya adalah kolaborasi strategis dengan Interpol dalam operasi gangguan botnet malware global, kolaborasi lisensi PhotoDNA guna mendukung upaya Interpol dalam mencegah eksploitasi anak secara online, serta kerjasama dengan sejumlah Internet Service Provider di Asia Pasifik dan Computer Emergency Response Team (CERTs) di lingkungan pemerintahan untuk mengatasi ancaman siber intelijen.

Untuk mendukung pendekatan lintas perusahaan dan lintas industri yang komprehensif terhadap keamanan siber, Microsoft berinvestasi lebih dari satu miliar dolar setahun dalam bidang penelitian keamanan, inovasi, dan pengembangan. Investasi ini meliputi Cyber Defense Operations Center (C-DOC) yang baru-baru ini diumumkan, sebuah fasilitas yang menyatukan para ahli keamanan dari perusahaan dan bertugas untuk melindungi, medeteksi, dan merespon ancaman secara real-time dalam 24 waktu jam, mengamankan sumber daya Microsoft internal, infrastruktur komputasi awan, layanan online untuk pelanggan, perangkat, dan produk-produk lainnya.

Microsoft juga baru saja mendirikan Enterprise Cybersecurity Group (ECG) – sebuah tim yang berdedikasi dan terdiri dari ahli keamanan di seluruh dunia untuk memberikan solusi keamanan, keahlian, dan layanan yang dapat memberdayakan organisasi untuk memodernisasi platform TI mereka, untuk menggunakan komputasi awan dan menyimpan data mereka secara aman. (Icha)

XL Siapkan Jaringan Untuk Jualan Mobile Boradband

0

Telko.id – Selama ini, XL Axiata masih fokus untuk jualan layanan untuk kebutuhan komunikasi dan data yang menggunakan smartphone saja. Kini, XL mulai mengincar layanan mobile broadband untuk kalangan perorangan, rumah tangga dan bisnis melalui router. Tujuannya, selain untuk pengembagnan bisnis, adalah mendukung pemerintah membangun masyarakat menuju Indonesia Unggul.

“XL selalu berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam membangun infrastruktur jaringan mobile broadband di Indonesia, tak hanya di pula Jawa namun juga di wilayah luar pula Jawa. dan kini memasuki usia yang ke-20, XL terus menggencarkan kesiapan jaringan termasuk layanan mobile broadband yang menyertainya sebagai bagian dari kontribusi XL membantu pemerintah membangun masyarakat menuju Indonesia Unggul,” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

Yessie menambahkan, berbagai kesiapan jaringan yang telah dilakukan XL tersebut diantaranya adalah memperluas pembangunan infrastruktur jaringan 4G di berbagai wilayah di Indonesia, melakukan upgrade kapasitas jaringan menjadi 15MHz, meningkatkan kapasitas pada jaringan backbone dan transport, menerapkan small cell di beberapa lokasi guna memperkuat signal, pemanfaatan spektrum 900 MHz untuk pemanfaatan layanan 3G sehingga cakupan layanan mobile broadband bisa semakin luas dinikmati masyarakat,dan sebagainya. XL juga sudah siap untuk memanfaatkan spectrum 2100 MHz untuk layanan 4G ke depannya.

Layanan mobile broadband XL diharapkan juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap layanan internet yang berkualitas, cepat dan stabil, untuk mendukung berbagai aktivitas. Layanan ini sekaligus akan mempercepat adopsi masyarakat atas layanan internet 4G LTE, yang tentunya akan semakin menambah jumlah masyarakat yang dapat segera menikmati manfaat dari internet cepat.

Selain itu, layanan mobile broadband yang disediakan XL juga merupakan respon atas terus meningkatnya permintaan terhadap layanan data berkapasitas besar. Salah satunya video. Data menunjukkan sepertiga dari populasi Indonesia saat ini telah akrab dengan internet. Sekitar setengahnya sangat tergantung dengan internet untuk menunjang aktivitas keseharian. Sekitar 22 persen dari pengguna internet tersebut mengakses layanan video secara online.

Sementara itu, saat ini juga semakin meningkat permintaan dari kalangan bisnis kecil dan menengah (UKM) atas layanan internet cepat yang berkualitas. Mereka membutuhkan akses internet terutama untuk menunjang aktivitas pemasaran dan promosi. Pada era digital seperti saat ini, menjual produk berarti harus mampu menampilkan produk layanan dalam format gambar dan video untuk bisa merebut perhatian pasar atau konsumen.

Layanan mobile broadband dari XL akan dihadirkan dengan perangkat khusus sebagai router. Ada beberapa tipe router dengan spesifikasi dan manfaat khusus. Secara umum, router ersebut akan bisa mengakses jaringan 4G LTE, dan memancarkannya ke ponsel atau laptop pelanggan secara wifi. Perangkat tersebut akan bisa share koneksi ke 10 – 32 ponsel secara bersamaan. Dengan demikian, pelanggan yang belum menggunakan ponsel 4G, akan bisa mendapatkan manfaat dari layanan 4G LTE dari XL.

Secara jaringan, XL menempatkan layanan mobile broadband sebagai salah satu prioritas untuk mendapatkan koneksi yang terbaik. Dengan demikian, adanya jaminan layanan ini akan bisa memberikan koneksi internet 4G yang cepat dan stabil. Maksimum kecepatan yang bisa diberikan hingga 150 Mbps. Dipadu dengan perangkat router yang juga berkualitas prima, kualitas jaringan akan tetap bisa dirasakan di dalam ruangan.

Saat ini, jaringan 4G LTE dari XL ada di 86 kota dan akan terus bertambah. Selain kota-kota besar, layanan 4G XL juga menjangkau kota-kota menengah dan bahkan kota kecil. Perluasan area layanan, tidak hanya dengan menambah terus kota-kota baru, namun juga memperluas cakupan layanan di area-area baru di dalam kota-kota yang sudah ada. Dengan demikian, semakin banyak pula pelanggan yang bisa terjangkau dengan layanan internet cepat ini. Total jumlah BTS 4G XL saat ini sebanyak 6.600 unit.

Selain perluasan area layanan, secara teknis, XL juga mengadopsi teknologi terbaru untuk memaksimalkan kemampuan layanan 4G LTE. Salah satunya dengan menerapkan teknologi 4T4R, yang terbukti mampu meningkatkan kecepatan dan stabilitas koneksi internet 4G. Secara bertahap, implementasi teknologi ini juga akan terus diperluas. (Icha)

Demi Jaga Loyalitas Pelanggan, Telkomsel Undi Satu Mobil

0

Telko.id – Untuk menjaga agar pelanggan tidak pindah ke lain operator, memang bukan persoalan mudah. Banyak hal yang mempengaruhinya. Itu sebabnya, Telkomsel coba menarik perhatian para pelanggannya bukan hanya dengan memberikan layanan yang terbaik saja, tetapi juga dengan iming-iming program hadiah. Dengan hadiah utama mobil dan motor.

Seperti yang dilakukan oleh Telkomsel di Mall Botani Square, Bogor (1/10). Program yang diselenggarakan sejak bulan Mei hingga September 2016 ini menghadirkan kesempatan bagi pengunjung Mall Botani Square yang juga merupakan pelanggan setia Telkomsel untuk memenangkan hadiah mulai 1 unit motor Honda Beat dan 1 unit mobil Honda Brio.

Untuk bisa mendapatkan kesempatan memenangkan hadiah-hadiah tersebut, pengunjung Mall Botani Square cukup melakukan pembelanjaan minimal senilai Rp. 100 ribu di seluruh tenant yang ada di Mall Botani Square dan 50 Telkomsel POIN di Booth Telkomsel untuk mendapatkan 1 kupon undian memenangkan hadiah utama mobil dan motor tersebut. Untuk periode program Telkomsel POIN Fiesta Mall Botani Square kali hadiah utama 1 unit Mobil Honda Brio dimenangkan oleh Sdr. Taufiq Budi Purnomo.

General Manager Sales Regional Eastern Jabotabek Telkomsel Nur Asnidar mengatakan “Telkomsel bersyukur program retensi Telkomsel POIN Fiesta mendapat sambutan yang baik dari pengunjung Mall Botani Square. Kami berharap melalui program kolaborasi seperti ini, pelanggan Telkomsel yang juga merupakan pengunjung Mall Botani Square tetap setia menggunakan produk dan layanan Telkomsel. Kami selalu menghadirkan layanan yang menyeluruh untuk menjamin kepuasan pelanggan, mulai dari penjualan produk dengan value terbaik, hingga layanan pelanggan yang solutif dan program retensi guna menjaga kesetiaan pelanggan.”

Telkomsel melihat tingginya potensi dari kerja sama dengan Mall Botani Square dikarenakan Mall tersebut merupakan salah satu ikon pusat perbelanjaan premium di kota Bogor yang memiliki ciri khas hiburan gaya hidup perkotaan yang sangat dominan dan sesuai dengan karakter pelanggan Telkomsel yang sudah terbiasa menerapkan gaya hidup digital dalam kesehariannya. Selama berlansungnya program Telkomsel POIN Fiesta di Mall Botani Square ini, terjadi penukaran 1.342.199 Telkomsel POIN dengan total kupon undian yang terkumpul sebanyak 26.844 kupon.

“Selain kolaborasi dalam program retensi seperti Telkomsel POIN Fiesta ini, guna lebih menguatkan penetrasi gaya hidup digital pengunjung Mall Botani Square, Telkomsel juga menghadirkan booth Telkomsel yang menyediakan layanan penjualan kartu prabayar dan pasca bayar dengan bundling kuota internet maksimal, program trade in device, promo digital money TCASH Tap and Rush, layanan upgrade kartu uSIM 4G LTE, serta lelang Telkomsel POIN” tutup Nur Asnidar.

Foxconn dan Nokia Sepakat Hidupkan Kembali Pabrik di Chennai India

0

Foxconn dan Nokia Setuju Hidupkan Kembali Manufaktur di Chennai India

Telko.id – Foxconn Technology Group telah mencapai kesepakatan dengan Nokia untuk menghidupkan kembali pabrik manufaktur dekat Chennai. Langkah ini diambil setelah kedua nya menata kembali kerjasamanya dari masa lalu yang cukup sulit. Termasuk juga mengabaikan kewajiban pajak perusahaan Finlandia ini di India dan permasalahan hukum di beberapa negara.

Dalam komunikasi formal pertama kepada pemerintah India tentang masalah ini, Foxconn mengusulkan untuk mengkonversi pabrik Nokia menjadi pusat manufaktur global untuk ponsel dan peralatan jaringan telekomunikasi, seperti yang dilansir dari Economic Times.
Foxconn, produsen ponsel terbesar di dunia ini menginginkan zona ekonomi khusus di mana pabrik akan dibangun.

Salah satu yang diusulkan adalah menerapkan area tersebut menjadi area tarif domestik tanpa biaya kepada perusahaan, yang akan memungkinkan ponsel dan peralatan telekomunikasi untuk dijual secara lokal, bukan hanya yang dikirim ke luar negeri.

Sebagi kompensasinya, pemerintah akan dibayar melalui model ‘pay-per-phone-sold’ selama periode waktu yang ditentukan. Tujuannya adalah untuk mengangkat kapasitas pabrik kembali ke posisi puncak produksi dimasa jayanya, yakni sebesar 100 juta ponsel tahun.

Untuk itu, Foxconn berencana untuk menginvestasikan $ 5 milyar pada India, juga mendesak pemerintah Tamil Nadu untuk dapat mengatasi kondisi negara dan menangani semua isu-isu yang berhubungan dengan ketenagakerjaan.

“Sebuah dialog formal terjadi antara pimpinan Foxconn dan Nokia beberapa minggu yang lalu. Keduanya tertarik, tapi proyek kebangkitan ini akan membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah Tamil Nadu dan Pemerintah India, “kata Foxconn pada Economic Times melalui surat elektronik (22/09), setelah eksekutif bertemu departemen kunci pejabat.

“Foxconn dan Nokia dapat bekerja sama untuk menarik lebih banyak bisnis ke negara dan mampu membuat India sebagai pusat manufaktur global berikutnya untuk ponsel dan peralatan telekomunikasi,” tambah perusahaan.

Pihak Ecomonic Times juga telah melihat salinan surat, yang juga dikirim ke industri sekretaris Tamil Nadu.

Seorang pejabat senior di kementerian IT dan elektronik, yang tidak ingin diidentifikasi, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Foxconn berniat untuk membuat “lebih besar proposisi nilai” di India.

Beberapa pejabat dari departemen terkait akan bertemu Ketua Foxconn Terry Gou minggu ini di Taiwan untuk diskusi tentang langkah strategis ke depannya.

Sayang, pihak Nokia enggan berkomentar atas pertanyaan yang spesifik. Nokia hanya menyatakan “Pembekuan aset di lokasi perlu diselesaikan dulu oleh pemerintah sehingga kita dapat menemukan pembeli yang cocok.”

Pemerintah India, berharap dapat mengaktifkan kembali pabrik Nokia di Sriperumbudur dekat Chennai, yang ditutup pada akhir 2014 karena terkena sengketa pajak sebesar Rs 21.000. Kondisi tersebut menyebabkan kerugian lebih dari 12.000 pekerjaan.

Dua tahun lalu, pabrik itu dikeluarkan dari Microsoft dengan mulai $7,2 miliar. Sedangkan pembicaraan dengan Foxconn untuk mempertimbangkan mengambil alih pabrik baru dimulai pada Juni.

“Rencana mengaktifkan pabrik ini harus clear. Jangan sampai pembekuan aset tidak dicabut oleh otoritas pendapatan India. Itu sebabnya, kami meminta pemerintah India untuk memastikan bahwa kewajiban pajak Nokia tidak harus dibawa ke Foxconn,” kata pembuat multi-produk Taiwan melalui surat elektronik. (Icha)

XL Investasi 1.4 Triliun Untuk Perkuat Layanan 3G di Frekuensi 900 Mhz

0

Telko.id – Beberapa waktu lalu, XL begitu gencar memperkenalkan layanan 4G pada masyarakat Indonesia. Tapi ternyata, masyarakat Indonesia belum siap secara keseluruhan untuk memanfaatkan layanan lewat 4G. Itu sebabnya, penetrasi 4G di jaringan XL masih dirasakan lambat. Tak heran, XL pun ‘terpaksa’ harus memperkuat layanan 3G nya lewat frekuensi 900 Mhz.

Dengan dalih bahwa kebutuhan dan kemampuan masyarakat Indonesia masih dalam tahap 3G. Terutama dari sisi harga device yang lebih terjangkau, sehingga masyarakat yang ingin merasakan broadband dari 2G tidak perlu harus menggunakan 4G.

Alasan lain, mengapa XL menggunakan frekuensi 900 Mhz untuk 3G adalah jangkauan dari teknologi di 900 Mhz ini memang lebih luas dan tetap dapat mempertahankan kualitasnya. Dibandingkan, menggunakan frekuensi 2100Mhz. Setidaknya, XL menyakini bahwa penambahan layanan broadband di frekuensi 900 MHz mencakup area yang sangat luas, hampir 6 kali dari luas cakupan jaringan 3G sebelumnya dengan kualitas sinyal 2 kali lebih kuat saat berada di dalam ruangan (indoor).

“Kami memang telah lama menghadirkan 2G dan 3G di Indonesia, namun sejak beberapa waktu lalu kami mulai melakukan penambahan jaringan 3G di frekuensi 900 MHz, dan kemudian setelah mendapatkan sertifikasi komersialisasinya, saat ini kami bisa menghadirkan layanan 3G dengan kualitas yang lebih baik untuk akses data dan voice. Wilayah layanannya pun juga jauh lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkannya di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

Yessie menambahkan bahwa langkah yang dilakukan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan XL terhadap para pelanggan khususnya pengguna data untuk lebih produktif. Setidaknya, pelanggan di 352 kota/kabupaten sudah bisa menikmati jaringan 3G ini, didukung dengan penambahan lebih dari 11.000 BTS 3G baru yang telah dibangun dan akan terus bertambah ke depannya,” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur/Chief Service Management Officer XL menjelaskan.

Langkah ini, dianggap oleh Yessie sebagai tahapan yang harus dilakukan untuk pembelajaran juga pada pelanggan XL dan masyarakat Indonesia. “Ketika XL all out ke 4G, ternyata di masyarakat ada gap. Akusisi pelanggan ke 4G tidak dapat sesuai dengan harapan,” sahut Yessie menjelaskan.

Itu sebabnya, sekarang ini XL merasa perlu untuk mendorong para pelanggan 2G XL untuk beralih dulu ke 3G. Baru nantinya didorong lagi ke 4G.

Apalagi, ekosistem di 3G ini jauh lebih siap dibandingkan dengan 4G, terutama dari sisi device. Di mana, device 3G saat ini sudah lebih terjangkau. Di pasar, smartphone berbasis 3G ini juga sudah banyak. Setidaknya, berdasarkan dari data yang dimiliki XL, ada smartphone 3G yang berbasis frekuensi 900 Mhz ini sudah berkisar 83%. Memang tidak sebesar device 3G di frekuensi 2100 Mhz yang mendominasi pasar hingga 100%. Namun, dibandingkan dengan jumlah smartphone 4G yang masih berada dikisaran 30%, maka tentu, ini juga akan mendukung langkah yang dilakukan oleh XL ini.

Ditambah lagi, secara umum, layanan 3G di frekuensi 900 MHz dapat memberikan pengalaman layanan komunikasi digital dengan berbagai kelebihannya. Antara lain penetrasi sinyal 3G yang lebih baik, khususnya di dalam ruangan serta akses internet yang lebih stabil dan cepat dengan kecepatan hingga 21 Mbps.

Bagi XL, upaya yang dilakukan ini tidak melenceng dari niatannya untuk tetap melayani pelanggannya dengan 4G LTE. “Ujung-ujung nya nanti, tetap mendorong masyarakat menggunakan layanan 4G. Hanya saja, saat ini kondisinya untuk mendorong langsung ke 4G tidak memungkinkan,” ujar Budi Harjono, Vice President Network Planning XL menjelaskan.

Investasi yang dilakukan oleh XL pun, dianggap Budi tidak akan sia-sia. Pasalnya, saat ini peralatan yang digunakan atau yang akan digunakan oleh XL sudah Single RAN. “Jadi sangat mudah untuk nanti pindah ke 4G. Ibaratnya tinggal mengganti software saja,” sahut Budi menambahkan.

Namun, jika hanya mengganti software saja, kenapa harus sampai investasi hingga 20% dari Capex yang dipersiapkan untuk itu semua? Menurut Yessie, 80% dari jaringan XL yang existing sudah menggunakan single RAN. Tinggal 20% lagi yang akan diubah menjadi single RAN, yang nantinya akan siap untuk ditingkatkan lagi menjadi 4G. Jadi, perlu juga dipersiapkan dari sekarang hardware dan software untuk menyambut kesiapan masyarakat terhadap 4G tersebut. Itu yang membuat investasi yang ditanamkan saat ini menjadi cukup besar, hingga 1.4 triliun rupiah atau 20% dari Capex XL di tahun 2016 ini. (Icha)