spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1561

XL Siap Wujudkan Visi Koneksi 1 Miliar di Indonesia

0

Telko.id – Sudah 20 tahun XL Axiata hadir di tengah masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan atas layanan telekomunikasi. Dalam rentang waktu yang cukup panjang di Industri Telekomunikasi Seluler tersebut, berbagai terobosan telah XL pelopori dalam memajukan industri, sekaligus memperbaiki kualitas layanan kepada pelanggan dan masyarakat. Kini, XL siap berkontribusi dalam mewujudkan visi 1 miliar koneksi oleh Industri Telekomunikasi Nasional di masa depan.

“Dalam rentang 20 tahun berkiprah melayani masyarakat Indonesia, XL telah mempelopori banyak hal yang kemudian bukan saja telah ikut memajukan industri, namun juga meningkatkan layanan kepada pelanggan, serta memperbesar kontribusi sektor telekomunikasi pada pembangunan nasional. Lebih dari itu, sebagai entitas bisnis di Indonesia, kami memiliki tanggung jawab untuk ikut meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan layanan telekomunikasi dan kini juga layanan internet dan Data yang mampu menunjang kinerja dan produktivitas masyarakat,” ujar Dian Siswarini, Presiden Direktur XL menjelaskan.

Dian menambahkan, XL akan terus berupaya memperbesar kontribusi kepada masyarakat dan negara dengan meningkatkan layanan, baik secara kualitas, inovasi produk, juga jangkauan layanan. Dengan dukungan iklim usaha yang kondusif, serta potensi pasar layanan data yang masih cukup besar di Indonesia hingga tahun-tahun ke depan,  XL akan mampu melayani masyarakat Indonesia dalam memasuki era digital yang tak terbendung lagi. Untuk itu pula, XL juga sudah siap menghadirkan layanan-layanan yang bersifat one shop solution yang melalui jaringan internet akan mampu diakses dari berbagai penjuru dunia.”

Menurut Dian, kini XL telah semakin maju dengan memasuki ranah layanan yang lebih luas dan menjangkau siapa saja yang terkoneksi dengan jaringan internet. Dengan beragam layanan Data digital, yang mengacu pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, layanan XL juga bisa diakses oleh siapa saja, dan di mana saja, bahkan melintasi batas negara. Layanan-layanan tersebut antara lain adalah berbasis e-commerce, Internet of Thing (IOT), integrated e-channel, mobile advertising, digital entertainment dan mobile finance solution. Melalui beragam layanan digital tersebut, XL berharap akan bisa memperluas koneksi ke masyarakat Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara.

Sumber daya jaringan dan teknologi yang XL miliki saat ini juga sudah sangat mendukung untuk mewujudkan visi tersebut. Saat ini XL telah mengadopsi dan mengimplementasikan jaringan berteknologi 4G berbasis LTE. Seiring dengan perluasan 4G LTE ke berbagai daerah layanan, XL juga sudah mulai melangkah lebih maju dengan implementasi teknologi 4T4R untuk memaksimalkan 4G LTE hingga 2 kali lipat. Penerapan teknologi 4T4R ini sekaligus menunjukkan kesiapan XL dengan menghadirkan layanan 4,5G, yang memiliki kemampuan layanan akses internet yang lebih baik lagi.

Dengan semua kesiapan dari sisi produk layanan dan jaringan tersebut, XL yakin akan bisa terus meningkatkan jumlah koneksi di tahun-tahun ke depan, termasuk menjangkau pasar di luar negeri, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Paket mobile broadband “XL Go”

Bertepatan dengan perayaan 2 dasawarsa XL melayani masyarakat Indonesia, XL meluncurkan layanan mobile broadband 4G LTE. Ini adalah satu layanan terbaru yang sekaligus juga menandai dukungan XL kepada masyarakat Indonesia dalam memasuki era digital. Layanan dengan nama “XL Go” ini mempermudah masyarakat dan pelanggan dalam mengakses dan memanfaatkan internet cepat untuk berbagai keperluan produktif. Dengan layanan ini, masyarakat yang belum memiliki smartphone 4G juga akan bisa mengakses 4G, melalui Mifi atau router yang bisa membagi akses ke 10-32 smartphone atau laptop.

Layanan mobile broadband ini mampu menghadirkan kecepatan akses internet hingga 150 Mbps. Selain itu, dengan spesifikasi teknis yang unggul, perangkat mampu menangkap sinyal 4G LTE di dalam ruangan secara kuat. Dengan keunggulan tersebut, selain meluncurkan “XL Go” untuk kalangan perorangan, juga bersamaan diluncurkan “XL Home” yang sangat bermanfaat memenuhi kebutuhan keluarga serta “XL Biz” untuk membantu pengembangan bisnis kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Saat ini XL sudah mendesain paket-paket layanan yang menarik dan sesuai untuk kalangan yang beragam tersebut.

Pelanggan dan masyarakat luas bisa memperoleh produk XL Go dan XL Home mulai 10 Oktober 2016 melalui ribuan pusat jalur penjualan XL di seluruh Indonesia seperti XL Center, toko-toko XL, retail outlet, agen-agen 4G. Selain itu, juga bisa diperoleh melalui saluran penjualan online dan toko ponsel terkemuka di Indonesia. 

XL akan menjamin layanan purna jual dengan 1 tahun garansi perangkat (termasuk masalah perangkat) melalui dukungan mitra XL yang tersebar di seluruh Indonesia.

XL yakin, layanan terbaru mobile broadband ini akan mampu terserap oleh pasar mengingat besarnya kebutuhan masyarakat dan pelanggan atas layanan internet cepat dan layanan data untuk meningkatkan produktivitas mereka. XL pun akan terus mengimbangi permintaan masyarakat tersebut dengan terus memperluas wilayah layanan 4G ke berbagai daerah dan kota-kota baru.

Saat ini XL melayani lebih dari 44 juta pelanggan, termasuk diantaranya 24 juta pelanggan Data, dengan dukungan infrastruktur jaringan yang handal. Infrastruktur jaringan milik XL tersebut berupa 72.500 BTS, termasuk lebih kurang  6.600 BTS 4G, serta lebih dari 40 ribu KM jaringan fiber optik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Khusus layanan XL 4G LTE, hingga saat ini telah menjangkau masyarakat di 88 kota di Indonesia dengan sekitar 8 juta pelanggan, dan akan menjadi 100 kota di akhir tahun yang terlayani oleh 4G LTE XL. (Icha)

Indosat Ooredoo Pilih ‘Kolaborasi’ Untuk Perluas Layanan ePayment

0

Telko.id – Dalam melakukan pengembangan usaha, yang paling mudah dan efisien adalah melakukan kolaborasi dengan banyak mitra. Langkah inilah yang dilakukan oleh Indosat Ooredoo untuk memperluas akses ePaymetn Dompetku. Kali ini yang dilakukan adalah bekerjasama degan Multi Adiprakarsa Manunggal, pemilik layanan Kartuku.

“Intinya adalah kolaborasi. Jika mau mengembangkan sendiri maka membutuhkan waktu yang lama dan tidak efektif. Padahal, kami ingin memberikan value dan manfaat lebih bagi pelanggan. Termasuk juga memberikan pengalaman pembayaran non tunai yang lebih baik kepada pelanggannya,” ujar Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Kartuku untuk menyediakan solusi pembayaran non tunai terlengkap.

Kartuku adalah salah satu produk dari Multi Adiprakarsa Manunggal, penyelenggara Third Party Processor (TPP) dan Payment Service Provider (PSP) di Indonesia, yang menyediakan solusi pembayaran non tunai terlengkap, menyeluruh, yang memungkinkan untuk melakukan proses transaksi yang aman, efisien, dan andal. Kartuku telah menjadi pelopor penyedia layanan pembayaran elektronik terdepan sejak tahun 2001 dan telah memantapkan diri sebagai perusahaan terpercaya di industri pembayaran. 

Saat ini, Kartuku telah memiliki lebih dari ratusan karyawan profesional yang tersebar dengan 59 Service Points dengan cakupan 638 kota untuk melayani kebutuhan akan pemrosesan pembayaran pada institusi keuangan besar, ritel, pembayaran tagihan, pembiayaan mikro, keuangan mikro dan merchant di Indonesia.

Kerjasama antara Indosat Ooredoo dengan Kartuku meliputi pengembangan bisnis Dompetku sehingga seluruh pelanggan Dompetku dapat melakukan transaksi melalui lebih dr 29.000 mesin Electric Data Capture (EDC) Kartuku.  Selain itu, Indosat Ooredoo juga menyediakan layanan konektifitas mesin EDC guna melayani transaksi pembayaran non tunai di berbagai merchant, bundling Smartphone plus proteksi dengan Paket PRO Freedom Bundling dan paket komunikasi bisnis PRO Freedom untuk para karyawan Kartuku, MPLS dan Dedicated Internet Access untuk menghubungkan operasional bisnis Kartuku di seluruh Indonesia.

“Kerjasama ini sesuai dengan visi Kartuku untuk menjadi pilihan utama di Indonesia sebagai pihak penyedia solusi pemrosesan pembayaran non tunai yang inovatif, terlengkap, menyeluruh dan dilengkapi dengan layanan ahli profesional dan keamanan yang kuat. Kami juga berharap untuk dapat mengakselerasi pertumbuhan transaksi non tunai menuju Cashless Society di Indonesia.” ungkap Thomas K. Husted, Presiden Direktur Multi Adiprakarsa Manunggal.

“Dompetku yang merupakan salah satu market leader dalam pasar uang elektronik dengan Kartuku yang merupakan pemain utama dalam penyediaan layanan pembayaran non tunai, akan menjadi suatu kekuatan sinergi untuk mengembangkan bisnis uang elektronik di Indonesia. Dengan kerjasama ini, selain kemudahan, keamanan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi keuangan, semakin banyaknya pilihan metode transaksi bagi pelanggan menjadikan persaingan bisnis di pasar uang elektronik akan semakin menarik.” tutup Alex. (Icha)

Snapdragon X50 Chipset 5G Pertama dari Qualcomm

Telko.id – Qualcomm baru saja memperkenalkan chipset 5G yang diklaim sebagai yang pertama di dunia yakni Snapdragon X50.

“5G sebentar lagi datang. Qualcomm pun sudah siap menghadapi dengan Snapdragon X50,” ujar Sherif Hanna, Staff manager of Technical Marketing menjelaskan, seperti di lansir dari CNet.

X50 masih merupakan langkah menuju 5G. Qualcomm menyatakan bahwa X50 ini dapat lebih cepat 100 kali dibandingkan dengan teknologi nirkabel yang dimiliki oleh perusahaan asal Amerika ini. Bahkan, Qualcomm berani mengklaim bahwa X50 ini mampu 50 kali lebih cepat dibandingkan dengan Google Fiber yang menawarkan koneksi fisik ke rumah.

Biasanya, ketika sebuah teknologi nirkabel baru telah tersedia, pertama kali muncul di perangkat standalone seperti hotspot nirkabel. Tapi Qualcomm sudah bekerja untuk langsung dapat digunakan pada smartphone.

Di Korea, rencananya akan digunakan pertama Kali pada jaringan Korea Telecom. Yakni pada ajang Olimpiade Musim Dingin 2018.

Sayang, processor X50ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Di mana X50 ini hanya mampu menghubungkan ke jaringan 5G. Belum bisa menghubungkan ke jaringan 4G atau 3G. Untuk itu diperlukan chipset snapdragon lain agar mampu melakukan pairing antara X50 dengan jaringan yang lain.

Dengan adanya kendala ini, Qualcomm berharap para vendor smartphone mendukung dengan mau memasangkan X50 dengan line Snapdragon prosesor lainnya yang mampu mengintegrasikan otak perangkat dengan konektivitas nirkabel. Sebagai informasi, perusahaan seperti LG dan HTC menggunakan line produk Snapdragon dari Qualcomm, tetapi Apple tidak.

Ketika industri pindah dari teknologi 3G ke 4G LTE, “air interface” berbasis radio tampak berbeda, namun teknologi yang digunakan adalah jenis yang sama yakni menggunakan spektrum nirkabel. Artinya, perusahaan mengerti betul bagaimana transmisi 4G beroperasi di dunia nyata. Tapi 5G benar-benar berbeda.

“Tantangan nya adalah di 5G semua sangat baru,” kata Hanna.

Di mana, 5G menggunakan spektrum frekuensi yang sangat tinggi yang dikenal sebagai gelombang milimeter atau millimeter waves. Kemampuannya adalah dapat membawa data dalam jumlah besar dan transfer sinyal dengan minimal delay. Namun, sinyal hanya mampu menjangkau dalam jarak pendek dan sulit untuk menembus dinding. Hal itulah yang menyulitkan dalam merancang jaringan 5G.

Kondisi tersebut membuat Qualcomm, produsen handset dan mitra jaringan berharap chipset X50 akan membantu untuk lebih memahami bagaimana 5G bekerja. Setelah itu, baru masuk ke tahap selanjutnya ke versi lebih lengkap dari teknologi prosesor masa depan.

“Saat ini perangkat kami mendukung semua teknologi. Mulai dari LTE, 3G dan 2G. Itu adalah tujuan utama. Strategi itu juga yang akan dilakukan pada prosesor 5G,” ujar Hanna.

Seiring dengan berita X50, Qualcomm mengatakan operator jaringan asal Australia, Telstra meluncurkan jaringan LTE gigabit-class pada akhir tahun. Sementara Netgear merilis sebuah hotspot yang mencapai kecepatan LTE hingga 1 gigabit per detik. Untuk telepon baru tersedia dengan kecepatan yang lebih tinggi pada tahun 2017, sejalan dengan operator meng-upgrade jaringannya.

“Kami berharap beberapa jaringan gigabit LTE meluncurkan tahun depan,” kata Hanna. (Icha)

Qualcomm Perkenalkan Koneksi OTA via MulteFire Menggunakan LBT

Telko.id – Qualcomm Incorporated sebagai bagian dari Qualcomm Technologies, mengumumkan tentang keberhasilan nya membuat over-the-air connection via MulteFire dengan menggunakan listen-before-talk (LBT). Hal ini diklaim oleh perusahaan asal Amerika ini sebagai yang pertama di dunia.

MulteFire adalah next-generation dari mobile cellular technology yang berbasis LTE dan dioperasikan pada unlicensed spectrum. Dalam ujicoba, Qualcomm mendemonstrasikan MulteFire dengan kapabilitas co-existence secara terus menerus. Hasilnya, performance LTE yang dipairing secara co-exixting dengan WiFi di channel 5GHz pada unlicensed spectrum cukup baik.

“Hasil test OTA ini sangat penting untuk langkah ke depannya dalam pengembangan dan komersialisasi teknologi MulteFire ini,” ujar Matt Grob, Executive Vice President and Chief Technology Officer Qualcomm Technologies menjelaskan.

Matt juga menambahkan bahwa, “Uji coba ini juga merupakan batu loncatan penting untuk memajukan teknologi spektrum 5G bersama. Dimana, 5G New Radio atau 5G NR ini sekarang sedang dirancang untuk mendukung tipe spektrum unlicensed maupun shared spectrum.

MulteFire ini berbasis 3GPP standards, terutama Licensed Assisted Access (LAA) Release 13 untuk downlink dan enhanced Licensed Assisted Access (eLAA) Release 14 untuk uplink. Sama dengan di LAA maupun eLAA, MulteFire juga di desain untuk dapat sharing di lunlicensed spectrum secara baik dengan Wi-Fi dan teknologi lain menggunakan LBT standard.

Dengan meningkatkan kemampuan teknologi LTE di unlicensed spectrum maka performance juga akan meningkat. Artinya, pengguna MulteFire akan mendapatkan pengalaman dengan kapasitas yang lebih baik, coverage semakin luas dan seamless mobility. Para pengguna Wi-Fi pun akan merasakan memperoleh pengalaman yang lebih baik juga dibandingkan ketika menggunakan WiFi yang biasanya.

Matt juga menambahkan bahwa pada uji coba tersebut Qualcomm melakukan demonstrasi untuk LAA yang menggunakan mekanisme LBT coexistence yang sama dengan MulteFire. Namun, MulteFire dapat diaplikasikan melalui beragam spectrum. Ini yang menjadi kelebihan dari over-the-air sharing menggunakan LBT. Baik, unlicensed, semisal 5 GHz maupun shared spectrum, seperti 3.5 GHz CBRS di Amerika, dapat digunakan.

Terlebih MulteFire ini tidak membutuhkan spesifikasi tertentu di licensed spectrum. Dengan demikian, MulteFire terbuka untuk semua operator, perusahaan maupun penyedia layanan untuk memanfaatkan teknologi ini dan memberikan pengalaman yang lebih baik pada pelanggannya.

Sebagai informasi, tahun lalu MulteFire Aliansi dibentuk dengan Qualcomm Incorporated sebagai salah satu anggota pendiri. MulteFire Alliance adalah sebuah asosiasi internasional yang didedikasikan untuk mengembangkan spesifikasi teknis global untuk MulteFire dan membangun program sertifikasi produk. Organisasi ini juga bertujuan untuk mempromosikan ekosistem global untuk MulteFire.

Aliansi ini berharap dapat memberikan spesifikasi Release 1.0 pada beberapa bulan ke depan yang akan mendukungan industri secara signifikan dan momentum di balik teknologi MulteFire tersebut. (Icha)

Kominfo Yakin Revisi Terkait PP Telekomunikasi Sudah Sesuai Prosedur

0

Telko.id – Polemik Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi dan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit terus bergulir. Kominfo menyakini bahwa proses revisi tersebut sudah sesuai prosedur.

Kominfo pun merasa perlu memberikan tanggapan tentang pemberitaan masalah revisi Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2000 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit. Tanggapan ini terutama menyangkut pendapat Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih yang dimuat media online pada Selasa (11/10) dan media cetak (12/10 – 13/10) yang pada intinya menyatakan perumusan revisi kedua PP itu ada maladministrasi atau cacat prosedur.

“Bersama ini penting untuk kami tegaskan dan jelaskan, Kominfo tetap konsisten dalam koridor Nawa Cita dan mengutamakan hasil kerja bagi rakyat serta dilindunginya kepentingan nasional, ” ujar Noor Iza, Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam siaran persnya.

Noor Iza menambahkan bahwa “Perlu dipahami bahwa proses perumusan revisi terbatas terhadap dua PP tersebut sudah melewati proses yang cukup panjang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk kementerian/lembaga dan instansi terkait. Proses ini dimulai sejak 2 Februari 2015 dengan terbitnya SK Menkominfo Nomor 56 Tahun 2016 tentang Tim Penyusunan RPP tentang Perubahan PP Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi”.

Tim Penyusun yang telah dibentuk lantas bekerja, melakukan kajian, dan berdiskusi dengan berbagai kalangan, termasuk dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) pada 26 November 2015. Pada bulan Desember 2015, diselenggarakan beberapa kali rapat antarkementerian yang melibatkan antara lain Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, dan Kementerian Dalam Negeri, selain Kementerian Komunikasi dan Informatika sendiri.

Pada 22 Desember 2015 dilakukan tahapan harmonisasi tentang perubahan dua PP tersebut di kantor Kementerian Hukum dan HAM dan pada 29 Desember 2015, Menteri Hukum dan HAM mengirimkan surat yang menyatakan harmonisasi telah selesai. Berdasarkan surat tersebut, Menteri Kominfo lalu mengirimkan surat kepada Presiden RI pada 30 Desember 2015, memohon penetapan RPP tentang Perubahan PP 52/2000 dan RPP tentang Perubahan PP 53/2000.

Namun ketika rancangan perubahan PP tersebut berada di Setneg untuk harmonisasi, disarankan untuk melakukan penyempurnaan lagi. Selain itu juga ada permintaan dari Menteri Keuangan dan Menteri BUMN agar revisi ditunda dengan melibatkan Kementerian BUMN dan PT Telkom dalam proses revisi. Presiden RI melalui surat Mensesneg pada 20 Juli 2016 juga memerintahkan Menko Bidang Perekonomian untuk mengkoordinasikan proses penyelesaian RPP tersebut.

Di Kantor Kemenko Perekonomian, kembali seluruh pemangku kepentingan, terutama seluruh operator telekomunikasi, diundang dalam rapat koordinasi. Puncaknya dalam rakor terbatas 8 Agustus 2016 di Kantor Kemenko Perekonomian yang dihadiri Menteri BUMN dan Menkominfo serta Deputi Perundang-undangan Kemensetneg, tercapai beberapa kesepakatan sebagaimana dirumuskan dalam RPP yang ada sekarang.

“Hal-hal dimaksud di atas merupakan bentuk pematuhan Kominfo dan tahapan panjang yang telah dilalui dalam proses perumusan revisi PP Nomor 52 Tahun 2000 dan PP Nomor 53 Tahun 2000. Seluruh tahapan ini mengindikasikan Kementerian Komunikasi dan Informatika sangat memahami dan mematuhi prinsip transparansi dan praktik good governance dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan,” sahut Noor Iza menjelaskan. (Icha)

Rekatkan Hubungan Anak dan Orang tua, XL Kenalkan Aplikasi ‘Berbakti’

0

Telko.id – Sebagai bagian dari kerjasama program Xmart City dengan Pemerintah Kota Pekalongan, PT XL Axiata Tbk (XL) bersama Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) meluncurkan aplikasi baru di Pekalongan. Diberi nama Berbakti, aplikasi ini ditujukan untuk lebih merekatkan hubungan antara anak dan orang tua.

“Melalui program Xmart City Pekalongan, kami ingin merekatkan kembali hubungan anak dan orang tuanya, terutama mereka yang jarang berkomunikasi karena jarak. Di saat yang bersamaan, kami juga melihat pentingnya meningkatkan kesehatan para orang tua khususnya dan lansia umumnya melalui teknologi terkini,” kata Vice President XL Digital Services Sales & Marketing, Wendhyharto Kusumaatmadja dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, hal ini sejalan dengan apa yang kini menjadi sorotan pemerintah setempat. Pekalongan, sebagai kota yang sudah menjalankan pemerintahan berbasis teknologi sejak beberapa tahun lalu, dinilai perusahaan sangat siap untuk melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan baru dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dapat diunduh secara gratis di Playstore, aplikasi Berbakti hadir untuk pengguna smartphone, dan tak hanya terbatas untuk pelanggan XL, tetapi juga pelanggan provider lain.

XL sengaja mengembangkan aplikasi mobile karena melihat tren beberapa tahun terakhir dimana masyarakat lebih menyukai penggunaan data lewat aplikasi. Ditambah lagi, ilmiah bahwa aplikasi mobile mampu mengurangi kunjungan dan biaya kesehatan secara signifikan

Aplikasi Berbakti adalah sebuah aplikasi mobile yang mempermudah orang tua untuk mengabarkan kondisi kesehatan dan juga mempermudah anak untuk mengeceknya setiap hari. Aplikasi Berbakti dikembangkan dalam 2 modul, yaitu “Berbakti Anak” dan “Berbakti Orang Tua”.

Dengan aplikasi “Berbakti Anak”, seorang bisa mengecek kondisi kesehatan orang tuanya. Sementara dengan aplikasi “Berbakti Orang Tua,” orang tua dapat melaporkan kondisinya pada sang anak, misalnya ketika sehat, kangen, dan sakit. Para orang tua bisa melaporkan kondisinya lebih spesifik mengenai bagian tubuh mana yang terasa sakit. Ada juga tombol darurat yang langsung menghubungkan telepon anak. Aplikasi Berbakti Orang Tua didesain khusus untuk memudahkan mereka yang kurang akrab dengan teknologi.

XL Xmart City Pekalongan sendiri merupakan program solusi digital terintegrasi yang bertujuan memecahkan berbagai masalah di kota-kota besar. Diawali dengan solusi komunikasi dalam keluarga, sekaligus peningkatan kesehatan orang tua, aplikasi Berbakti dibuat bukan untuk menggantikan komunikasi antar anak dan orang tua sebagaimana wajarnya, melainkan melengkapi pilihan berkomunikasi antara mereka.

Ke depannya, aplikasi Berbakti akan hadir dengan fitur-fitur baru, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun tak hanya ini saja, XL dan Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk mengembangkan berbagai layanan digital yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Telkomsel Operasikan 2 Combat Untuk Dukung Kegiatan Nusa Laut Adventure

0

Telko.id – Dalam rangka momen HUT TNI ke-71, Telkomsel mendukung Nusa Laut Adventure yang diselenggarakan Kodam XVI/Pattimura pada 15 Oktober 2016 di Nusa Laut. Ajang olahraga triathlon ini akan menjelajahi seluruh negeri di Pulau Nusa Laut, dimulai dari Teluk Sila, kemudian Leinitu, Titawaai, Abubu, Akoon, Ameth, dan berakhir di Nalahia.

Para peserta yang diperkirakan berjumlah 500 orang akan berenang dengan menempuh jarak 300 meter, kemudian bersepeda sejauh 22,7 kilometer, dan diakhiri dengan berlari dengan jarak 5 kilometer. Dengan konsep lomba yang fun and friendly, peserta tidak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga dapat menikmati keindahan alam dan keramahan warga Nusa Laut dengan tinggal di rumah penduduk (home stay).

Selain untuk memperkenalkan potensi pariwisata kepada masyarakat yang lebih luas, tujuan dipilihnya Pulau Nusa Laut sebagai venue acara adalah untuk memajukan potensi ekonomi lokal sejalan dengan program yang telah diintegrasikan bersama TNI melalui program Emas Biru dan Emas Hijau. Emas Biru terkait pemanfaatan potensi laut, sedangkan Emas Hijau terkait sektor pertanian dan perkebunan.

“Dengan menggelar event olahraga triathlon yang terbuka untuk masyarakat umum dan diikuti oleh peserta dari kalangan TNI untuk memperebutkan Piala Panglima, kami berharap masyarakat dapat lebih mengenal Pulau Nusa Laut sekaligus dapat mewujudkan semangat kebersamaan di antara masyarakat Nusa Laut, TNI, dan masyarakat Indonesia,” kata Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Munardo.

Untuk mendukung Nusa Laut Adventure, Telkomsel telah memperkuat jaringan dengan mengoperasikan dua unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS di Atabubu dan Leinitu. Di samping itu, masyarakat juga bisa menikmati kartu perdana simPATI edisi khusus Nusa Laut dengan kuota internet sebesar 12 GB dengan harga spesial yang bisa diperoleh di Bandara Pattimura, Pelabuhan Waai, dan lokasi acara. Telkomsel juga menggelar booth layanan yang menyediakan pulsa dengan harga murah, ponsel murah, dan merchandise menarik bagi pelanggan yang menukarkan Telkomsel POIN.(Icha)

Telkomsel Bangun BTS 2G dan 3G di Pulau Nusa Laut

0

Telko.id – Telkomsel kembali menunjukkan komitmen untuk menyediakan layanan komunikasi berkualitas secara merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Indonesia Timur. Komitmen ini diperlihatkan dengan penggelaran base transceiver station (BTS) berteknologi 2G dan 3G di Pulau Nusa Laut yang berlokasi di Kepulauan Lease, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

“Kami bertekad untuk menghubungkan seluruh masyarakat Indonesia dengan layanan komunikasi yang berkualitas. Tidak terkecuali di wilayah-wilayah dengan akses fasilitas dan infrastruktur yang terbatas seperti di Nusa Laut yang menjadi pulau terkecil yang dihuni di Kepulauan Lease, ” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.
Mas’ud menambahkan bahwa Telkomsel berharap penggelaran jaringan komunikasi yang dilakukannya mampu mendukung masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan potensi Nusa Laut, terutama di bidang pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan, sehingga turut menggerakkan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kecamatan Nusa Laut, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Saparua pada tahun 2001, adalah salah satu dari 17 kecamatan yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah. Wilayah yang memiliki luas wilayah 32,5 kilometer persegi dan berpenduduk lebih dari 6.000 jiwa ini terdiri tujuh negeri atau desa, yakni Ameth, Akoon, Abubu, Titawaai, Leinitu, Sila, dan Nalahia.

Saat ini Telkomsel telah melayani lebih dari 1.700 pelanggan di Nusa Laut, di sekitar 1.100 di antaranya aktif menggunakan layanan data. “Kami harapkan kualitas layanan komunikasi yang kami hadirkan di Nusa Laut mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sehari-hari,” kata Mas’ud.

Manfaat hadirnya layanan Telkomsel di Nusa Laut dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti yang diutarakan Kepala Negeri Ameth Wempy Parenusa. “Dengan adanya sinyal Telkomsel, pelajar sangat terbantu untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran dari internet, karena di sini buku sangat terbatas. Sinyal Telkomsel juga sangat membantu kami dalam urusan pemerintahan, sehingga memudahkan kami dalam berkoordinasi. Kami berharap Telkomsel meningkatkan teknologi agar kami bisa melakukan video call di Nusa Laut,” papar Wempy.

“Dulu kalau mau berkomunikasi, kami harus ke negeri sebelah, sehingga kadang ‘bergesekan’. Saya sangat berterima kasih Telkomsel hadir di Abubu, sehingga lebih aman dan mudah berhubungan dengan keluarga terutama yang berada di perantauan. Harapan kami, sinyal Telkomsel lebih meluas lagi di Negeri Abubu,” tutur Dani Lekahena, Kepala Urusan Pemerintahan Negeri Abubu. (Icha)

Startup Tulwe Gelar Kompetisi Nyanyi Via Smartphone, Hadiah US$ 1 Juta

0

Telko.id – Siapa bilang cuma kompetisi sebesar American Idol atau X Factor saja yang bisa membawa peserta meraih uang jutaan dolar. Sebuah startup asal Sillicon Valley, Tulwe Inc, baru saja mengumumkan peluncuran Tulwe Global Music Contest di Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya. Mirip American Idol dan X Factor, kontes ini mengandalkan votig penonton untuk menentukan pemenang.

Bedanya, Tulwe Global Music Contest digalang secara global dan bisa diikuti oleh siapa pun dan di mana pun mereka berada. Itu artinya, musisi Indonesia yang berada di daerah pelosok di seluruh 17.000 pulau Nusantara juga bisa berkesempatan menjadi selebriti internasional.

Pemenang kontes akan menandatangani kontrak rekaman seharga 1 juta dollar dengan Tulwe, sementara beberapa tawaran rekaman lainnya terbuka bagi seluruh kontestan yang berhasil mendapatkan voting dalam jumlah yang banyak.

Tulwe Global Music Contest sendiri merupakan ajang kompetisi internasional yang digelar lewat sebuah aplikasi smartphone yang bernama Tulwe. Aplikasi ini berinovasi dengan menjadi sebuah media dimana siapapun dengan koneksi internet dapat merekam dan mengunggah lagu yang mereka nyanyikan, tanpa mempedulikan lokasinya. Setiap rekaman akan dinilai oleh seluruh pengguna dengan cara melakukan voting.

Penemu dan CEO dari Tulwe Inc, Dr. Anthony Karim Adam, percaya bahwa setiap orang dari negara manapun berhak memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat menyanyi mereka dalam panggung internasional. Menurutnya, berbagai kompetisi di AS dan Eropa saat ini masih sulit sekali – atau bahkan tidak mungkin – diikuti oleh individu-individu di negara berkembang seperti Indonesia, meskipun mereka mempunyai bakat yang luar biasa.

“Disinilah Tulwe menjembatani halangan tersebut,” kata Dr. Anthony dalam keterangan resmi.

Antarmuka yang sederhana diakuinya memungkinkan pengguna untuk merekam dan mengunggah hasil karya mereka secara nyaman dari rumah — dimanapun itu — dan dinilai oleh pendengar dalam skala internasional. “Ini mungkin adalah cara tercepat bagi mereka untuk dikenal dan untuk membangun karir di bidang musik tanpa harus berada di tempat dan waktu yang tepat. Tulwe Global Music Contest berpotensi mengubah cara industri musik beroperasi dalam segala aspek,” tambahnya.

Walaupun berbagai negara memiliki kontes musiknya masing-masing, audisi tetap dilaksanakan di kota-kota besar saja. Hal ini jelas memberikan kesulitan bagi penyanyi-penyanyi berbakat di tempat terpencil yang mungkin tidak mempunyai kesempatan untuk mendatangi dan berpartisipasi di kontes-kontes ini.

Tulwe Global Music Contest diharapkan dapat menarik perhatian penonton secara mendunia, khususnya mereka yang berada di jangkauan usia 18 sampai dengan 35 tahun, meskipun banyak penonton dari kontes musik biasa yang berada di luar jangkauan usia ini.

Perusahaan mengantisipasi sekitar 5 juta pengguna global aktif akan memberikan vote. Angka itu pun bisa dibilang masih konservatif bila dibandingkan dengan tren TV saat ini, seperti X Factor Inggris yang memiliki setidaknya 10 juta pendukung yang terdiri hanya dari penduduk Inggris. Selain itu, jumlah pemberi vote aktif juga dapat meningkat dua kali lipat menjadi 10 juta pendukung pada masa siaran langsung dimana semi finalis dibawa ke sebuah lokasi yang indah untuk berlatih serta berinteraksi dengan penggemar sampai akhirnya mereka tampil.

Tulwe sendiri rencananya akan diluncurkan secara resmi pada November mendatang di Kapal Pesiar Desert Rose di Dubai dengan penampilan musik spektakuler dari artis multi-platinum Akon.

Ini Dia Kerugian Samsung Akibat Recall Galaxy Note 7

0

Telko.id – Akibat dari penarikan Samsung Galaxy Note 7 dari pasar menyebabkan perusahaan smartphone asal Korea ini rugi besar. Setidaknya, keuntungan operasional Samsung akan turun hingga US$ 3 miliar, seperti dilansir dari Cnet Asia.

Samsung sebenarnya sudah mencoba untuk mengganti produk yang sama pada konsumen yang terkena kasus baterai pada Samsung Galaxy Note 7. Namun, ternyata kasus tersebut berulang lagu sehingga perusahaan Korea inipun melakukan recall untuk semua produk tersebut.

Padahal, Samsung berharap Galaxy Note 7 ini mampu mengangkat namanya lagi setelah suakses dengan Galaxi S7 nya. Ternyata, harapan itu pupus.

Kerugian operasional yang cukup besar tersebut akan terlihat pada kuartal tiga ini hingga akhir tahun. Kondisi ini pun akan mempengaruhi kuartal pertama tahun 2017 mendatang.

Imbas recall Samsung Note 7 ini juga akan dirasakan oleh supplier yang digunakan pada produk ini. Pacific Crest Research menyatakan bahwa langkah Samsung menghentikan produksi dan penjualan gara-gara Galaxy Note 7 ini memberikan dampak negatif pada beberapa supplier mobile-chip.

Siapa saja? Perusahaan Semiconductor yang banyak digunakan pada bisnis Samsung ini antara lain Maxim Integrated Products (MXIM), Synaptics (SYNA), Qualcomm (QCOM) dan Qorvo (QRVO).
Yang terkena dampak terbesar menurut Pacific Crest Research adalah Maxim karena diperkirakan akan mempengaruhi pendapatan dari Samsung hingga 42%. Yang ke dua adalah Synaptics. Diperkirakan pendapatan dari Samsung ini akan turun hingga 2.9%. Diikuti oleh Qualcomm (2.7%) dan qorvo (2.3%).

Sebaliknya, kejadian Samsung Galaxy Note 7 ini akan memberikan dampak positif pada bisnis Apple (aapl), terutama keluarga iPhone, seperti yang dilaporkan oleh Pasifik Crest.

Analis dari Canaccord Genuity, Michael Walkley mengatakan hal yang sama. Di mana, recall Galaxy Note 7 akan berdampak pada Qualcomm, walapun hanya dalam jangka pendek. Hal tersebut terlihat pada saham Qualcomm yang menurun 3 sen dari angka 30 September lalu. Demikian juga dengan saham Maxim dan Without. Namun, sebaliknya, Synaptics ada kenaikan walapun kecil.

Kondisi ini disikapi oleh Qualcomm dengan menurunkan produksi nya pada bulan Desember hingga Maret mendatang. Namun, kondisi ini menjadi berkah bagi produsen smartphone lainnya dari Cina. Seperti Vivo dan Oppo.

Walau demikian, Qualcomm mendapatkan dampak positif juga. Apalagi terdengar rumor bahwa perusahaan asal Amerika ini tertarik untuk mengakuisisI perusahaan semikonduktor NXP (nxpi). (Icha)