spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1555

Ini Dia Pemenang Smart Digitizing Your City Competition 2016

0

Telko.id – Teknologi digital yang semakin maju membuka peluang luas untuk lahirnya berbagai solusi inovatif guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. XL Axiata telah menetapkan 10 solusi digital terbaik karya para mahasiswa Indonesia untuk maju dalam babak final ajang Kompetisi “Smart Digitizing Your City 2016”.

Karya-karya tersebut terpilih dari 1069 proposal yang masuk ke panitia sejak dibuka pada Maret 2016. Semua karya yang terpilih cukup inovatif dan mengacu pada problem masyarakat perkotaan, sekaligus menjadi usulan setiap peserta untuk ikut memecahkan masalah yang dihadapi oleh warga dan pemerintah kota tempat tinggal mereka.

Penilaian Dewan Juri di babak final telah menetapkan karya dari mahasiswa/i Institut Teknologi Surabaya ( ITS) sebagai Juara 1, dengan karya solusi digital Safety Parking, Juara 2, Universitas Gajah Mada, dengan karya solusi digital TransApp dan Juara 3, Poltek Negeri Surabaya dengan karya solusi digital The Surface. Pada kesempatan ini XL juga memberikan penghargaan khusus kepada peserta ITS dengan karya Taponesia.

“Dari kompetisi ini lahir banyak ide hebat dari anak-anak muda Indonesia, mereka yang masuk generasi millennial, yang memang sejak lahir sudah ada di era digital. Karena itu tidak heran pula mereka memiliki begitu banyak ide dan gagasan dalam mengaplikasikan teknologi digital di kehidupan sehari-hari. Melalui kompetisi ini, mereka pun mendapatkan saluran untuk mengeksplorasi potensi teknologi digital yang sangat besar itu guna mencari solusi bagi problem sosial yang dihadapi masyarakat. Saya cukup surprise dengan ide-ide mereka, yang sangat original dan tak terbayangkan sebelumnya. Satu hal yang bisa kita petik, dengan memanfaatkan teknologi digital secara positif, sesuatu problem yang sepertinya tak mungkin diatasi bisa menjadi mungkin,” ujar Eka Bramantya Danuwirana, Chief Corporate Affairs Officer XL menjelaskan.

Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di berbagai kota di Indonesia, termasuk dari Kawasan Timur Indonesia. Komposisi peserta 50% dari Jawa, 10% kalimantan, 25% Sumatera, 5% Bali dan NTB, 2% Maluku dan NTT, dan 8% dari Sulawesi.

Kompetisi Digital Leaders ini diikuti dengan dua jenis kepesertaan, yaitu individual atau pribadi dan kelompok. Dari 1069 peserta yang mendaftar, sekitar kurang lebih 700 peserta mengikuti kompetisi untuk kategori perorangan dan sisanya grup kelompok yang terdiri dari 3 orang mahasiswa. Tahap berikutnya adalah panitia seleksi telah memilih 100 proposal untuk masuk dalam tahapan seleksi berikutnya.

Ada 3 kategori yang dikompetisikan dalam kompetisi ini. Pertama, e-public service atau bagaimana meningkatkan layanan publik dikotanya secara digital. Kedua, e-governance yakni bagaimana birokrasi dilakukan dengan efektif lewat digitalisasi. Ketiga, e-financial atau menggeliatkan sektor finansial dengan inovasi digital. Dari jumlah proposal inovasi yang masuk, sebagian besar atau 70 % peserta berkompetisi dalam kategori e-public service, 20 % memilih kategori e-finance, dan 10% e-governance.

Ke-10 peserta yang karyanya masuk babak final menyajikan ide solusi digital yang beragam. Mulai dari solusi untuk memberdayakan barang-barang pribadi yang tak terpakai di rumah, hingga solusi mengenai parkir yang aman. Ada juga ide solusi untuk mengatasi persoalan terkait kesehatan, yaitu bagaimana mengelola antrian pasien secara digital, juga solusi mendapatkan informasi ketersediaan bank darah.

Proposal finalis lainnya mengajukan solusi yang bisa diterapkan oleh pemerintah daerah, antara lain untuk mengatasi masalah sampah, serta penyediaan transportasi umum yang informatif. Karya lainnya mengacu pada pelestarian lingkungan dengan menyediakan solusi untuk mengadopsi pohon dan membersihkan sampah di pantai.

Para finalis datang dari berbagai kampus di berbagai kota. Mereka adalah Aniza Azizah (ITB/Bandung), Azzura Yushara (Universitas Syiah Kuala/Banda Aceh), Eksan Anggara (Stikes Surya Global/Yogyakarta), I Gde Agus SN (Telkom University/Bandung), Ihsan Fikri (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Mutia F Putri (Universitas Sriwijaya/Palembang), Shierly Saraswati (ITS/Surabaya), Qonita Haula (UGM/Yogyakarta), Muhammad Ali Fikri (ITS/Surabaya), Muhammad Wiryo (UI/Depok).

Tahapan seleksi kompetisi Digital Leaders itu sendiri terdiri dari tiga tahap. Masing-masing terdiri dari seleksi administratif, yang menilai sisi orisinalitas, relevansi dengan problem yang dihadapi oleh kota asal peserta, dan feasibilitas dari inovasi digital yang ditawarkan untuk bisa direalisasikan. Selanjutnya, peserta yang lulus akan diminta membuat proposal detail dan e- poster. Terakhir, tahap final, yaitu presentasi dan interview.

Dewan Juri terdiri dari Teguh Prasetya – Deputy CEO PT Alita Praya Mitra dan Founder Indonesia Cloud Forum, Prasetya Andi W. ST, MT, Manajer Tim Pengembangan Teknologi Informasi Jakarta Smart City, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, M.H., Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif, Turina Farouk, Vice President Corporate Communication PT XL Axiata Tbk, serta Arifa, Head of Internet of Things PT XL Axiata Tbk.

XL menyediakan hadiah bagi tiga pemenang berupa uang tunai, masing-masing untuk Juara 1 Rp 30 juta; Juara 2 Rp 20 juta, dan Juara 3 Rp 10 juta. Selanjutnya, agar karya para peserta tidak berhenti pada ide dan kompetisi, XL akan memfasilitasi agar bisa diadopsi oleh pemerintah daerah masing-masing. Apabila ide tersebut sesuai dengan kebutuhan di kota asal, maka XL akan membantu untuk merealisasikannya melalui program XL XmartCity yang membantu pengembangan sejumlah kota dalam mengimplementasikan solusi digital untuk mengatasi problem perkotaan. (Icha)

Menkominfo Dampingi CEO Plug and Play Temui Presiden Joko Widodo

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mendampingi CEO Plug and Play Saeed Amidi menghadap Presiden Joko Widodo.
Kedatangan Saeed Amidi ke Istana Merdeka, Selasa (15/11) untuk merealisasikan keinginan Presiden Joko Widodo saat mengunjungi kantor pusat Plug and Play di Amerika Serikat Februari silam.

Plug and Play merupakan perusahaan akselerator perusahaan rintisan (startup) yang berlokasi di Silicon Valley, Amerika Serikat. Ketika mengunjungi Plug and Play, Presiden meminta Amidi berinvestasi di Indonesia. Amidi rupanya memenuhi ajakan itu dan segera meluncurkan Plug and Play Indonesia.

Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut kunjungan Bapak Presiden. Saat itu, Bapak Presiden mengajak Pak Amidi menanamkan modal di sini karena Indonesia ingin mengembangkan e-commerce, ungkap Rudiantara seusai pertemuan.

Menurut Rudiantara, pada tahap awal, Plug and Play berkomitmen akan berinvestasi di 50 perusahaan rintisan setiap tahun. Perusahaan-perusahaan rintisan lokal yang terpilih akan mendapat bimbingan untuk memperluas jaringan, mendapatkan edukasi yang krusial terutama dalam penggalangan dana, manajemen bisnis, hingga mengembangkan potensi produk.

“Karena komitmennya setiap tahun ada 50 perusahaan rintisan berkualitas, pada 2020 nanti akan ada 200 perusahaan,” ujar Rudiantara.

Sementara Amidi, yakin kehadiran Plug and Play di Indonesia akan menarik investor dari negara lain, seperti dari Tiongkok atau Singapura.

“Bersama-sama kita dapat memajukan perusahaan-perusahaan rintisan berbasis teknologi di Indonesia,” kata Amidi.
Hadir dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan CEO Plug and Play ialah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. (Icha)

Operator Ini Akan Ujicoba 5G Pada Connceted Car

0

Telko.id – Operator Jepang NTT DoCoMo dan portal mobile dan online service provider DeNA Co telah bekerja sama untuk percobaan sistem komunikasi 5G untuk pemantauan jarak jauh pada kendaraan otonom.

Dilaporkan TelecomAsia (15/11), ujicoba ini akan melibatkan connected cars dan pusat remote melalui jaringan 5G yang mampu memberikan kecepatan data di atas 10Gbps.

Untuk ujicoba awal, gambar video resolusi tinggi yang diambil dengan kamera HD dipasang pada kendaraan dan akan dialihkan ke pusat pemantauan secara real time, untuk memungkinkan pusat dalam memeriksa setiap penyimpangan mengemudi dan membantu penumpang bila diperlukan.

Ujicoba ini sendiri akan ditampilkan secara langsung pada DoCoMo R & D Open House 2017, yang akan berlangsung di DoCoMo R & D Center di Yokosuka Research Park dekat Yokohama pada 17-18 November mendatang.

Untuk acara tersebut, DeNA Robot Shuttle driverless bus akan digunakan untuk menampilkan transmisi video langsung dari kendaraan yang terhubung melalui jaringan 5G yang didemonstrasikan ini.

Kolaborasi ini menggabungkan teknologi 5G DoCoMo dan DeNA experience building services untuk kendaraan yang terhubung. Sekadar informasi, DoCoMo terlibat erat dalam pengembangan LTE dan 5G sistem untuk ‘vehicle-to-everything communications’.

Ultraman Tiga Jadi Brand Ambassador Bolt!

0

Telko.id – BOLT! menggelar acara Meet & Greet dengan tokoh super hero Ultraman Tiga di BOLT!Zone Lippo Mall Puri dan Atrium Utama Gajah Mada Plaza pada Sabtu 12 November 2016.

BOLT! mengajak pelanggan setia dan para pecinta Ultraman untuk seru-seruan foto dan selfie bersama Ultraman Tiga. BOLT! juga membagi-bagikan hadiah menarik buat pelanggan dan peserta acara ini.

“Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi bagi pelanggan atas loyalitasnya dalam menggunakan layanan BOLT! dan untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kehadiran Official Ultraman Tiga yang berasal dari Jepang. Ultraman Tiga menjadi brand ambassador BOLT! yang merepresentasikan tiga keunggulan layanan kami, yaitu Ultra Speed, Ultra Coverage, dan Ultra Value. Dengan Ultraman, brand awareness konsumen terhadap BOLT! meningkat secara drastis dari 52% menjadi 82%,” kata Billy Abe, Chief Product Officer BOLT!

Acara Meet & Greet Ultraman Asli dari Jepang ini bekerjasama dengan Tsuburaya Producations.

“Kami melihat minat konsumen yang besar terhadap layanan kami dan dengan adanya program ini diharapkan dapat menjadi word of mouth dalam mempromosikan layanan BOLT! sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan untuk mencapai target 2,6 juta pelanggan hingga akhir tahun 2016,” tambah Billy. (Icha)

DigiCoop, Smartphone Produksi Indonesia Masih Tertahan Perijinan

0

Koperasi Digital Siap Luncurkan Smartphone Produksi Indonesia
Telko.id – Rencana Koperasi Digital untuk segera meluncurkan smartphone dalam upaya mengembalikan kedaulatan digital tampaknya harus tertahan sementara waktu. Dikarenakan smartphone yang diberi label Digicoop tersebut masih harus melewati beberapa proses perizinan di Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Akan tetapi hal ini tidak membuat Koperasi Digital mengurungkan niat menggencarkan sosialisasi dan promosi dalam membidik calon anggota. Sebab, dalam waktu dekat Smartphone Digicoop akan kembali dipamerkan di acara IIXS 2016 (Indonesia Internet Expo & Summit 2016) yang merupakan hajatan besar APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pada tanggal 22-24 November 2016 di Balai Kartini, Jakarta.

Ketua Koperasi Digital Henri Kasyfi menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menunggu proses perizinan di dua kementerian selesai.

“Smartphone Digicoop akan dipamerkan di IIXS 2016 dan bila tidak ada aral melintang, akan mulai didistribusikan ke anggota pada tanggal 9 Desember 2016”, jelas Henri. Henri menegaskan komitmen Koperasi Digital dalam mewujudkan mimpi mengembalikan kedaulatan digital Indonesia tentunya tetap harus memerhatikan aspek compliance dan kualitas dari produk yang akan diluncurkan, seperti dikutip dari berita Mastel.

“Jangan sampai nanti kejadiannya seperti Note 7 kemarin”, tambah Henri.

Selain tampilannya yang trendy dan keren sebagai smartphone, Henri juga menjanjikan smartphone Digicoop akan benar-benar fresh karena menggunakan mobile operating system buatan Indonesia. “OS smartphone-nya ID3OS, buatan design house asli Indonesia, apps nya juga”, terang Henri.

Kreativitas Koperasi Digital dalam memberikan manfaat bagi anggota tidak berhenti sampai menyediakan smartphone saja. Dengan platform iklan yang terhubung ke setiap smartphone, Koperasi Digital memberikan recurring revenue model bagi anggota yang diperoleh dari pendapatan iklan. Hebatnya lagi, anggota koperasi tidak perlu khawatir akan terganggu dengan iklan yang muncul di layar handphone. Karena penempatan space iklan pada layar handphone berada di sisi atas screen dan tidak akan mengganggu user experience. Pembagian keuntungan dari iklan akan dibagikan secara periodik kepada anggota, sebagai sisa hasil usaha.

Spesifikasi Smartphone Digicoop
Digicoop DG-1 nantinya bakal memiliki layar dengan resolusi FWVGA dan prosesor leadcore 1860 Quadcore 1,5GHz. Spesifikasi lainnya meliputi 1GB RAM, 8GB Memory, slot MicroSD untuk memperluas penyimpanan dan menggunakan baterai 1800mAH. Meski handphone ini hanya untuk diedarkan di kalangan anggota koperasi digital, diharapkan dengan spesifikasi dan desain yang menarik, nantinya akan turut memperluas jangkauan keanggotaan ke berbagai kalangan khususnya generasi muda umur 19-22 tahun. (Icha)

TCash Kini Tersedia Secara Nasional Dengan Gandeng KFC

0

Telko.id – Telkomsel terus mengembangkan layanan uang elektronik TCASH dan ekosistem pendukungnya untuk menciptakan gaya hidup baru dalam bertransaksi non tunai. Untuk mempermudah penetrasi secara nasional, Telkomsel menggandeng KFC. Salah satu jaringan restoran cepat saji dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, untuk memberikan pengalaman bertransaksi baru yang lebih mudah bagi konsumen KFC.

“Kerjasama dengan KFC akan mempercepat adopsi TCASH sebagai metode pembayaran baru secara lebih masif dan memperkuat ekosistem jaringan merchant TCASH dengan teknologi Near Field Communication terbesar yang didukung lebih dari 6.000 gerai merchant. Inilah salah satu upaya kami dalam menyediakan solusi layanan terdepan sesuai digital lifestyle pelanggan sekaligus mendukung Gerakan Nasional Non Tunai yang dicanangkan pemerintah,” ujar Edward Ying, Direktur Planning and Transformation Telkomsel menjelaskan.

Untuk menandai kerjasama strategis ini, Telkomsel menggelar program “3 Hari Ditraktir TCASH” yang dipersembahkan bagi pelanggan yang menggunakan TCASH Tap di seluruh gerai KFC se-Indonesia.

Dalam program ini, pelanggan ditraktir untuk menikmati menu gratis yang berbeda setiap harinya; Oriental Bento (11 November 2016), Crispy Strips (12 November 2016), dan Chicken (13 November 2016). Promo ini berlaku bagi pelanggan yang memiliki saldo TCASH minimal Rp 20.000, di mana pelanggan hanya bisa menikmati satu kali menu gratis setiap harinya. Untuk memperoleh menu gratis dalam promo ini, caranya sangat mudah. Pengguna TCASH hanya perlu melakukan tap (mendekatkan ponsel dengan mesin EDC) di kasir gerai KFC dan tidak dikenakan biaya.

“Kolaborasi layanan TCASH dengan Telkomsel sebagai operator seluler dengan jumlah pelanggan terbanyak dan jaringan terluas di Indonesia tentunya membuat konsumen kami semakin nyaman dalam melakukan transaksi pembayaran di 540 gerai KFC yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Justinus Dalimin Juwono, Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk, selaku pemilik gerai KFC.

Telkomsel secara konsisten mengembangkan ekosistem layanan keuangan digital dengan menggandeng puluhan merchant ternama yang terdiri dari kategori makanan dan minuman, hiburan, belanja online, serta mitra pembayaran. Untuk melakukan pembayaran di merchant-merchant tersebut, pelanggan cukup mengaktifkan dan menempelkan sticker NFC TCASH ke ponsel, lalu melakukan tap di kasir gerai merchant. Transaksi TCASH pun sangat aman karena menggunakan PIN. Saat ini lebih dari satu juta pelanggan Telkomsel aktif menggunakan TCASH Tap sebagai metode pembayaran secara nontunai.

Sampai saat ini transaksi TCash setiap bulannya mencapai 400 ribu. Masih belum besar. Hal itu disebabkan karena TCash ini baru bisa digunakan di wilayah Jabodetabek saja. “Tapi mulai hari ini sudah bisa secara nasional, terutama di KFC,” ujar Rudi Hamdani, VP MFS Operations Telkomsel menjelaskan.

Rudi juga menambahkan bahwa ke depan akan merangkul UMKM lokal di daerah-daerah dan promosi yang sesuai untuk meningkatkan jumlah transaksi.

Ke depan, kerjasamanya pada semester pertama 2017, akan ada pengembangkan sebagai solusi mahalnya EDC sebagai alat pembayaran di merchant. Sebagai next geration digital payment, smartphone akan menjadi solusi ‘EDC’ yang lebih murah. Namun, edukasi ke karyawan merchant juga menjadi penting karena akan memberikan kenyamanan pada pelanggan TCash.

Sampai saat ini, rencana tersebut masih dalam pengembangan dan pengkajian lebih lanjut untuk model bisnisnya dengan para merchant. Apakah smartphonenya akan dipinjamkan atau diberikan dengan pagu transaksi yang telah ditentukan pada awal perjanjian. (Icha)

Ini dia Hasil Studi Nokia Smart City Playbook di 22 Smart City

0

Telko.id – Machina Research, melakukan penelitian atas nama Nokia untuk melihat strategi smart city di 22 kota di seluruh dunia, termasuk Cape Town, Dubai dan Jeddah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain di dunia sehingga mampu memberikan panduan yang konkrit sehingga menjadi smart city yang loebih cerdas, aman dan berkelanjutan.

Machina Research sendiri merupakan perusahaan penyedia intelijen pasar strategis di Internet of Things (IOT). Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan dapat menjadi pedoman yang dapat dikembangkan dan dimasukan dalam strategi di seluruh dunia.

Dalam studi tersebut ditemukan keragaman yang signifikan dalam strategi smart city dari kota yang berbeda, tetapi mengidentifikasi ada tiga katagori yang berbeda dari kota-kota tersebut yang dapat dijadikan rujukan sehingga smart city terbentuk.

Pertama adalah The ‘anchor’. Dengan melibatkan beberapa kota sebuah aplikasi tunggal untuk mengatasi masalah mendesak seperti kemacetan lalu lintas, dan kemudian menambahkan aplikasi lain dari waktu ke waktu.

Kedua, The ‘Platform’. Dengan melibatkan pembangun infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung berbagai aplikasi pintar dan jasa.

Ketiga, ‘Beta Kota’. Beberapa smart city tersebut juga mencoba beberapa aplikasi sebagai pilot project untuk melihat perubahan di dalam kota tersebut. Dari sebelum menggunakan aplikasi dan sesudah penggunaan aplikasi. Semua itu akan dibuatkan keputusan untuk melakukan penyebaran jangka panjang.

Dalam studi ini juga ditemukan perbedaan yang signifikan diantara kota yang diteliti. Walaupun beberapa kota menerapkan cara yang sama. Disisi lain, ditemukan juga bahwa smart city akan sukses jika telah menerapkan aturan yang terbuka dan transparan untuk penggunaan data. Baik oleh departemen, pemerintah dan pihak ketiga. Aturan tersebut mengatur penggunaan data secara bersama dan menghasilkan uang untuk menutupi biaya pengelolaan data.

Beberapa kota yang diteliti menunjukan kemajuan dalam membangun smart city ketika kota tersebut sudah memiliki komitmen untuk membuat informasi dan teknologi komunikasi (ICT) dan infrastruktur IoT dapat diakses oleh pengguna baik di dalam maupun di luar pemerintahan, dan menghindari penciptaan perbedaan antara departemen pemerintah. Jika pemerintah bersama dengan mitra pihak ketiga nya serta warga terlibat aktif, terlihat smart city lebih efektif. Terutama untuk aplikasi yang banyak dinikmati oleh masyarakat luas. Seperti smart lighting dan smart parking.

Yang perlu dicermati juga adalah infrastruktur smart city harus sesuai dengan skalanya sehingga dapat tumbuh dan berkembang. Dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan masa depan, dan aman untuk memberikan kepastian bahwa baik pemerintah dan data pribadi dilindungi.

Diperkirakan 66 persen dari populasi dunia akan tinggal di pusat-pusat kota pada tahun 2050. Hal itu yang mendasari bahwa penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk membuat strategi yang tepat agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan pertumbuhan populasi. Itu sebabnya, smart ICT dan platform IOT memiliki peran penting dalam evolusi smart city.

Kesimpulan dari hasil studi tersebut adalah banyak kota yang sudah memanfaatkan teknologi dapat mengoptimalkan layanan dan infrastruktur, membuat keputusan yang lebih baik, meningkatkan pembangunan ekonomi, mendorong interaksi sosial dan membuat komunitas dalam kota tersebut lebih aman dan ramah lingkungan sekaligus meningkatkan layanan publik.

“Proses pembuatan kota cerdas sangat kompleks, dan ada begitu banyak strategi yang berbeda yang diajukan di pasar. Jadi diperlukan pemilihan cara yang tepat agar smart city terwujud. Hal ini merupakan tantanga besar bagi sebuah kota,” ujar Joachim Wuilmet, head of customer marketing and communications at Nokia.

Joachim menambahkan bahwa studi yang dilakukan oleh Nokia ini bertujuan agar smart city lebih cepat terwujud dan mampu mengidentifikasi persoalan lebih mudah sehingga dapat dicarikan solusi yang tepat. Tentu dengan harapan, Nokia mampu membantu sebuah kota untuk mengembangkan secara bersama. Mulai dari jaringan yang aman dan terukur serta platform yang dibutuhkan masyarakat kota tersebut agar lebih cerdas, aman dan berkelanjutan.

“Tidak ada yang mengatakan membuat smart city itu mudah. Ada banyak yang harus dipilih. Baik dari sisi teknologi maupun model bisnis yang berkembang pesat. Hal itulah yang membuat adanya sedikit ketidakpastian,” ujar Jeremy Hijau, Principal Analyst at Machina Research and author of the Smart City Playbook menjelaskan.

Tidak ada pilihan yang benar-benar tepat. Namun, dengan adanya studi ini, paling tidak perjalanan menuju smart city menjadi lebih cepat, dengan mata yang terbuka, harapan yang realitis dan kemauan untuk belajar dengan orang lain. “Dapat belajar dari kota lain. Terlebih bagi yang memiliki persoalan yang sama. Termasuk juga, studi ini menjadi dasar bagi para pemain star-up agar menjadi inovator yang besar.

Sebagai catatatan, studi ini dilakukan di 22 kota yakni Auckland, Bangkok, Barcelona, ​​Berlin, Bogota, Bristol, Cape Town, Cleveland, Delhi, Dubai, Jeddah, Mexico City, New York City, Paris, Pune, San Francisco, Sao Paolo, Shanghai , Singapura, Tokyo, Wina dan Wuxi. (Icha)

Menkominfo: Pemerintah Fokus Kembangkan UMKM

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan bahwa pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah saat ini. Pemerintah sepakat bahwa UMKM harus dilindungi, karena merupakan salah satu inti dalam ketahanan ekonomi Indonesia.

“Sudah jelas, arah pembangunan pemerintah, affirmative policy-nya ditujukan untuk UMKM. Harus dilindungi, karena suka tidak suka, UMKM adalah core ketahanan ekonomi kita,” kata Rudiantara saat menghadiri Forum Dialog Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Menara Bidakara, Jakarta (10/11).

Lebih lanjut Menteri Rudiantara mengatakan bahwa salah satu bentuk affirmative policy dari Kementerian Kominfo bagi pengembangan UMKM adalah melalui program Satu Juta Nama Domain dan Gerakan 1000 Startup.

“Dari Kominfo kan jelas, yang Satu Juta Nama Domain dan 1000 Startup itu arahnya ke UMKM,” tuturnya.

Menteri Rudiantara juga menambahkan bahwa dalam membuat kebijakan tersebut, terdapat dua aspek utama yang harus diperhatikan pemerintah yaitu aspek applicable dan enforceable.
“Regulasi itu harus dua, applicable dan enforceable. Applicable, apakah mungkin untuk diterapkan. Enforceable, ada insentif tidak, ada penaltinya atau tidak.” kata Rudiantara.
Oleh karena itu, Menkominfo berharap pemerintah bersama HIPMI dapat bersama-sama fokus dalam mendorong pertumbuhan UMKM, agar regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah nantinya benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh UMKM.

“Jangan sampai pemerintah mengeluarkan ini itu, tapi ga applicable,” kata Rudiantara.
Dalam forum dialog yang mengangkat tema “Roadmap E-Commerce: Peluang dan Tantangan” tersebut, Menteri Rudiantara memaparkan tujuh isu utama yang tercantum dalam roadmap e-commerce sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan UMKM.

Tujuh isu tersebut adalah pendidikan untuk menghasilkan SDM handal dalam bidang e-commerce, sumber dana bagi startup, penyederhanaan perpajakan, perlindungan konsumen, keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur komunikasi yang diwujudkan melalui proyek Palapa Ring.

Forum Dialog HIPMI tersebut dihadiri oleh berbagai anggota dan pengurus cabang HIPMI dari berbagai daerah. Dibuka oleh Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI, Bahlil Lahadalia, forum tersebut juga menghadirkan Anggota Dewan Kehormatan HIPMI, Sandiaga Uno sebagai narasumber. Icha

Pemerintah Dorong UMKM Masuk ke E-Commerce

0

Telko.id – Pemerintah memiliki visi untuk menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kapasitas digital ekonomi terbesar di Asia Tenggara pada 2020. Indonesia adalah salah satu pengguna internet terbesar di dunia, mencapai 93,4 juta orang dan pengguna telepon pintar (smartphone) mencapai 71 juta orang.

Dengan potensi yang begitu besar, pemerintah menargetkan bisa tercipta 1.000 technopreneurs dengan valuasi bisnis sebesar USD 10 miliar dengan nilai e-commerce mencapai USD 130 miliar pada tahun 2020.

“Masalahnya, kita belum memiliki peta jalan pengembangan e-commerce nasional yang menjadi acuan pemangku kepentingan, di samping adanya berbagai peraturan/ketentuan terkait e-commerce yang tidak mendorong tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XIV, Kamis (10/11/2016), di Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti yang kutip dari www.ekon.go.id.

pke-paket-ekonomi-peta-jalan-e-commerce-rudiantara-kominfo

Oleh karena itu, pemerintah perlu menerbitkan Peraturan Presiden tentang Peta Jalan E-Commerce untuk mendorong perluasan dan peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia secara efisien dan terkoneksi secara global. Peta jalan e-commerce ini sekaligus dapat mendorong kreasi, inovasi, dan invensi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda.

“Caranya adalah memberikan kepastian dan kemudahan berusaha dalam memanfaatkan e-commerce dengan menyediakan arah dan panduan strategis untuk mempercepat pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik pada periode 2016-2019,” tambah Darmin.

Menurut Darmin, kebijakan ini akan mengutamakan dan melindungi kepentingan nasional, khususnya terhadap UMKM serta pelaku usaha pemula (start-up). Selain itu, juga mengupayakan peningkatan keahlian sumber daya manusia pelaku Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-commerce). Kebijakan ini akan menjadi acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta pemangku kepentingan lainnya dalam menetapkan atau menyesuaikan kebijakan sektoral dan rencana tindak lanjut pelaksanaan e-commerce pada bidang tugas masing-masing.

Dalam Perpres tentang Peta Jalan E-Commerce yang segera terbit ini, terdapat 8 aspek regulasi, yaitu:

Pertama, Pendanaan berupa: (1) KUR untuk tenant pengembang platform; (2) hibah untuk inkubator bisnis pendamping start-up; (3) dana USO untuk UMKM digital dan start-up e-commerce platform; (4) angel capital; (5) seed capitaldari Bapak Angkat; (6) crowdfunding; dan (7) pembukaan DNI.

Kedua, Perpajakan dalam bentuk: (1) pengurangan pajak bagi investor lokal yang investasi di start-up; (2) penyederhanaan izin atau prosedur perpajakan bagi start-up e-commerce yang omzetnya di bawah Rp 4,8 Miliar/tahun; dan (3) persamaan perlakuan perpajakan sesama pengusaha e-commerce.

Ketiga, Perlindungan Konsumen melalui: (1) Peraturan Pemerintah tentang Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik; (2) harmonisasi regulasi; (3) sistem pembayaran perdagangan dan pembelanjaan barang/jasa pemerintah melalui e-commerce; dan (4) pengembangan national payment gateway secara bertahap.

Keempat, Pendidikan dan SDM terdiri dari: (1) kampanye kesadaran e-commerce; (2) program inkubator nasional; (3) kurikulum e-commerce; dan (4) edukasi e-commerce kepada konsumen, pelaku, dan penegak hukum.

Kelima, Logistik melalui: (1) pemanfaatan Sistem Logistik Nasional (Sislognas); (2) penguatan perusahaan kurir lokal/nasional; (3) pengembangan alih data logistik UMKM; dan (4) pengembangan logistik dari desa ke kota.

Keenam,  Infrastruktur komunikasi melalui pembangunan jaringan broadband.
Ketujuh, Keamanan siber (cyber security): (1) penyusunan model sistem pengawasan nasional dalam transaksi e-commerce; (2) public  awareness tentang kejahatan dunia maya; dan (3) Penyusunan SOP terkait penyimpanan data konsumen, sertifikasi untuk keamanan data konsumen.

Kedelapan, Pembentukan Manajemen Pelaksana dengan melakukan monitoring dan evaluasi implementasi peta jalan e-commerce. (Icha)

Matahari Department Store Punya E-Commerce Sendiri

0

Telko.id – Salah satu departemen store terbesar di Indonesia yakni Matahari Depatrement Store (MDS) mulai berani untuk memasuki pasar e-commerce Indonesia.

Sejatinya, Matahari sendiri telah memiliki situs belanja online yakni Mataharimall.com, namun kehadiran Mataharistore.com dimaksudkan untuk lebih difokuskan pada produk fashion yang dijual di Matahari Department Store.

Kehadiran Mataharistore.com juga tidak lepas dari campur tangan tim mataharimall.com, pasalnya tim dari mataharimall.com juga berada di balik layar dari situs online Matahari Departemen Store ini.

Kristian Kurnia, Director of Marketing Marchendaising Mataharistore.com mengatakan, GDP di Indonesia sedang meningkat dan Indonesia merupakan salah satu negara yang dapat meningkatkan GDP per kapita.

“Dalam kondisi ekonomi yang sedang tertekan tetap ada opportunity di Indonesia. Meskipun perekonomian makro di Indonesia sedang berat, namun Matahari Department Store meningkat penjualannya,” ujarnya pada saat launching Mataharistore.com (9/11).

Sampai dengan saat ini, ujar Kristian, pelanggan loyal Matahari Departemen Store sendiri sudah menyentuh angka 3.5 juta pelanggan.

Ia menambahkan, bahwa strategi Matahari Department Store adalah melalui Omni Channel atau Online to Offline (O2O). “Dengan channel online ini, kita akan memberikan kemudahan bagi orang-orang yang berada di Kota Jakarta dalam hal berbelanja tanpa mengalami kemacetan, sementara bagi orang-orang di luar pulau seperti Kalimantan, hadirnya O2O ini bisa memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbelanja barang dari Matahari Departmen Store, dimana kami tidak memiliki offline store di wilayah tersebut,” tuturnya.

dsc_2908

Sekedar informasi, Matahari Department Store sendiri hanya berada di 68 kota saja, sementara permintaan pembelian di situs Mataharimall.com untuk produk dari MDS sendiri berasal dari 300 Kota Kabupaten.

Persaingan

Seperti diketahui, persaingan di industri e-commerce Tanah Air semakin sengit saja, apalagi sudah banyak bermunculannya platform e-commerce yang menyapa masyarakat Indonesia, mulai dari yang skala startup, hingga e-commerce yang berasal dari perusahaan besar.

Namun, sebagai Director of Marketing Marchendaising, Kristian mengaku optimis kalau mataharistore.com bisa mengalahkan para pemain lama di ranah ini.

Setidaknya Kristian mengungkapkan beberapa alasan mengapa Mataharistore.com bisa berbicara banyak. Ia mengungkapkan, produk Matahari Department Store sudah sejak lama bisa diterima di semua kalangan masyarakat, kemudian Matahari juga telah memiliki pelanggan loyal yang jumlahnya lebih dari 3.5 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh statement dari Hadi Wenas selaku CEO Mataharimall.com. Ia mengungkapkan, kontribusi penjualan produk MDS di Mataharimall.com sangat besar, sehingga layak untuk diupgrade dan diberikan situs sendiri agar meningkatkan pengalaman berbelanja pengguna yang mencari produk fashion.

Wenas juga menekankan, bahwa kehadiran Mataharistore.com bukanlah menjadi lawan atau pesaing dari situs mereka, pasalnya infrastruktur yang digunakan juga merupakan infrastruktur dari Mataharimall.com.

Wenas juga berujar, bagi pelanggan yang memiliki loyalty card Matahari Dept. Store, jika berbelanja secara online di situs MatahariStore, maka poinnya juga akan ikut bertambah. Selain point tersebut, terdapat beberapa privillage lain yang dihadirkan, seperti harga pakaian yabg lebih murah dibandingkan toko offline, serta berbagai promo khas Mataharimall.com juga di hadirkan di situs Mataharistore.com.