spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1553

Rekatkan Hubungan Anak dan Orang tua, XL Kenalkan Aplikasi ‘Berbakti’

0

Telko.id – Sebagai bagian dari kerjasama program Xmart City dengan Pemerintah Kota Pekalongan, PT XL Axiata Tbk (XL) bersama Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) meluncurkan aplikasi baru di Pekalongan. Diberi nama Berbakti, aplikasi ini ditujukan untuk lebih merekatkan hubungan antara anak dan orang tua.

“Melalui program Xmart City Pekalongan, kami ingin merekatkan kembali hubungan anak dan orang tuanya, terutama mereka yang jarang berkomunikasi karena jarak. Di saat yang bersamaan, kami juga melihat pentingnya meningkatkan kesehatan para orang tua khususnya dan lansia umumnya melalui teknologi terkini,” kata Vice President XL Digital Services Sales & Marketing, Wendhyharto Kusumaatmadja dalam keterangan resmi.

Ia menjelaskan, hal ini sejalan dengan apa yang kini menjadi sorotan pemerintah setempat. Pekalongan, sebagai kota yang sudah menjalankan pemerintahan berbasis teknologi sejak beberapa tahun lalu, dinilai perusahaan sangat siap untuk melangkah lebih jauh dengan terobosan-terobosan baru dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dapat diunduh secara gratis di Playstore, aplikasi Berbakti hadir untuk pengguna smartphone, dan tak hanya terbatas untuk pelanggan XL, tetapi juga pelanggan provider lain.

XL sengaja mengembangkan aplikasi mobile karena melihat tren beberapa tahun terakhir dimana masyarakat lebih menyukai penggunaan data lewat aplikasi. Ditambah lagi, ilmiah bahwa aplikasi mobile mampu mengurangi kunjungan dan biaya kesehatan secara signifikan

Aplikasi Berbakti adalah sebuah aplikasi mobile yang mempermudah orang tua untuk mengabarkan kondisi kesehatan dan juga mempermudah anak untuk mengeceknya setiap hari. Aplikasi Berbakti dikembangkan dalam 2 modul, yaitu “Berbakti Anak” dan “Berbakti Orang Tua”.

Dengan aplikasi “Berbakti Anak”, seorang bisa mengecek kondisi kesehatan orang tuanya. Sementara dengan aplikasi “Berbakti Orang Tua,” orang tua dapat melaporkan kondisinya pada sang anak, misalnya ketika sehat, kangen, dan sakit. Para orang tua bisa melaporkan kondisinya lebih spesifik mengenai bagian tubuh mana yang terasa sakit. Ada juga tombol darurat yang langsung menghubungkan telepon anak. Aplikasi Berbakti Orang Tua didesain khusus untuk memudahkan mereka yang kurang akrab dengan teknologi.

XL Xmart City Pekalongan sendiri merupakan program solusi digital terintegrasi yang bertujuan memecahkan berbagai masalah di kota-kota besar. Diawali dengan solusi komunikasi dalam keluarga, sekaligus peningkatan kesehatan orang tua, aplikasi Berbakti dibuat bukan untuk menggantikan komunikasi antar anak dan orang tua sebagaimana wajarnya, melainkan melengkapi pilihan berkomunikasi antara mereka.

Ke depannya, aplikasi Berbakti akan hadir dengan fitur-fitur baru, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun tak hanya ini saja, XL dan Pemerintah Kota Pekalongan berkomitmen untuk mengembangkan berbagai layanan digital yang bermanfaat untuk masyarakat luas.

Telkomsel Operasikan 2 Combat Untuk Dukung Kegiatan Nusa Laut Adventure

0

Telko.id – Dalam rangka momen HUT TNI ke-71, Telkomsel mendukung Nusa Laut Adventure yang diselenggarakan Kodam XVI/Pattimura pada 15 Oktober 2016 di Nusa Laut. Ajang olahraga triathlon ini akan menjelajahi seluruh negeri di Pulau Nusa Laut, dimulai dari Teluk Sila, kemudian Leinitu, Titawaai, Abubu, Akoon, Ameth, dan berakhir di Nalahia.

Para peserta yang diperkirakan berjumlah 500 orang akan berenang dengan menempuh jarak 300 meter, kemudian bersepeda sejauh 22,7 kilometer, dan diakhiri dengan berlari dengan jarak 5 kilometer. Dengan konsep lomba yang fun and friendly, peserta tidak hanya datang untuk berlomba, tetapi juga dapat menikmati keindahan alam dan keramahan warga Nusa Laut dengan tinggal di rumah penduduk (home stay).

Selain untuk memperkenalkan potensi pariwisata kepada masyarakat yang lebih luas, tujuan dipilihnya Pulau Nusa Laut sebagai venue acara adalah untuk memajukan potensi ekonomi lokal sejalan dengan program yang telah diintegrasikan bersama TNI melalui program Emas Biru dan Emas Hijau. Emas Biru terkait pemanfaatan potensi laut, sedangkan Emas Hijau terkait sektor pertanian dan perkebunan.

“Dengan menggelar event olahraga triathlon yang terbuka untuk masyarakat umum dan diikuti oleh peserta dari kalangan TNI untuk memperebutkan Piala Panglima, kami berharap masyarakat dapat lebih mengenal Pulau Nusa Laut sekaligus dapat mewujudkan semangat kebersamaan di antara masyarakat Nusa Laut, TNI, dan masyarakat Indonesia,” kata Pangdam XVI/Pattimura Mayjen Doni Munardo.

Untuk mendukung Nusa Laut Adventure, Telkomsel telah memperkuat jaringan dengan mengoperasikan dua unit compact mobile base station (Combat) atau mobile BTS di Atabubu dan Leinitu. Di samping itu, masyarakat juga bisa menikmati kartu perdana simPATI edisi khusus Nusa Laut dengan kuota internet sebesar 12 GB dengan harga spesial yang bisa diperoleh di Bandara Pattimura, Pelabuhan Waai, dan lokasi acara. Telkomsel juga menggelar booth layanan yang menyediakan pulsa dengan harga murah, ponsel murah, dan merchandise menarik bagi pelanggan yang menukarkan Telkomsel POIN.(Icha)

Telkomsel Bangun BTS 2G dan 3G di Pulau Nusa Laut

0

Telko.id – Telkomsel kembali menunjukkan komitmen untuk menyediakan layanan komunikasi berkualitas secara merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Indonesia Timur. Komitmen ini diperlihatkan dengan penggelaran base transceiver station (BTS) berteknologi 2G dan 3G di Pulau Nusa Laut yang berlokasi di Kepulauan Lease, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

“Kami bertekad untuk menghubungkan seluruh masyarakat Indonesia dengan layanan komunikasi yang berkualitas. Tidak terkecuali di wilayah-wilayah dengan akses fasilitas dan infrastruktur yang terbatas seperti di Nusa Laut yang menjadi pulau terkecil yang dihuni di Kepulauan Lease, ” ujar Mas’ud Khamid, Direktur Sales Telkomsel menjelaskan.
Mas’ud menambahkan bahwa Telkomsel berharap penggelaran jaringan komunikasi yang dilakukannya mampu mendukung masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan potensi Nusa Laut, terutama di bidang pariwisata, perikanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan, sehingga turut menggerakkan perekonomian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kecamatan Nusa Laut, yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Saparua pada tahun 2001, adalah salah satu dari 17 kecamatan yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah. Wilayah yang memiliki luas wilayah 32,5 kilometer persegi dan berpenduduk lebih dari 6.000 jiwa ini terdiri tujuh negeri atau desa, yakni Ameth, Akoon, Abubu, Titawaai, Leinitu, Sila, dan Nalahia.

Saat ini Telkomsel telah melayani lebih dari 1.700 pelanggan di Nusa Laut, di sekitar 1.100 di antaranya aktif menggunakan layanan data. “Kami harapkan kualitas layanan komunikasi yang kami hadirkan di Nusa Laut mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sehari-hari,” kata Mas’ud.

Manfaat hadirnya layanan Telkomsel di Nusa Laut dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti yang diutarakan Kepala Negeri Ameth Wempy Parenusa. “Dengan adanya sinyal Telkomsel, pelajar sangat terbantu untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran dari internet, karena di sini buku sangat terbatas. Sinyal Telkomsel juga sangat membantu kami dalam urusan pemerintahan, sehingga memudahkan kami dalam berkoordinasi. Kami berharap Telkomsel meningkatkan teknologi agar kami bisa melakukan video call di Nusa Laut,” papar Wempy.

“Dulu kalau mau berkomunikasi, kami harus ke negeri sebelah, sehingga kadang ‘bergesekan’. Saya sangat berterima kasih Telkomsel hadir di Abubu, sehingga lebih aman dan mudah berhubungan dengan keluarga terutama yang berada di perantauan. Harapan kami, sinyal Telkomsel lebih meluas lagi di Negeri Abubu,” tutur Dani Lekahena, Kepala Urusan Pemerintahan Negeri Abubu. (Icha)

Startup Tulwe Gelar Kompetisi Nyanyi Via Smartphone, Hadiah US$ 1 Juta

0

Telko.id – Siapa bilang cuma kompetisi sebesar American Idol atau X Factor saja yang bisa membawa peserta meraih uang jutaan dolar. Sebuah startup asal Sillicon Valley, Tulwe Inc, baru saja mengumumkan peluncuran Tulwe Global Music Contest di Indonesia dan beberapa negara berkembang lainnya. Mirip American Idol dan X Factor, kontes ini mengandalkan votig penonton untuk menentukan pemenang.

Bedanya, Tulwe Global Music Contest digalang secara global dan bisa diikuti oleh siapa pun dan di mana pun mereka berada. Itu artinya, musisi Indonesia yang berada di daerah pelosok di seluruh 17.000 pulau Nusantara juga bisa berkesempatan menjadi selebriti internasional.

Pemenang kontes akan menandatangani kontrak rekaman seharga 1 juta dollar dengan Tulwe, sementara beberapa tawaran rekaman lainnya terbuka bagi seluruh kontestan yang berhasil mendapatkan voting dalam jumlah yang banyak.

Tulwe Global Music Contest sendiri merupakan ajang kompetisi internasional yang digelar lewat sebuah aplikasi smartphone yang bernama Tulwe. Aplikasi ini berinovasi dengan menjadi sebuah media dimana siapapun dengan koneksi internet dapat merekam dan mengunggah lagu yang mereka nyanyikan, tanpa mempedulikan lokasinya. Setiap rekaman akan dinilai oleh seluruh pengguna dengan cara melakukan voting.

Penemu dan CEO dari Tulwe Inc, Dr. Anthony Karim Adam, percaya bahwa setiap orang dari negara manapun berhak memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat menyanyi mereka dalam panggung internasional. Menurutnya, berbagai kompetisi di AS dan Eropa saat ini masih sulit sekali – atau bahkan tidak mungkin – diikuti oleh individu-individu di negara berkembang seperti Indonesia, meskipun mereka mempunyai bakat yang luar biasa.

“Disinilah Tulwe menjembatani halangan tersebut,” kata Dr. Anthony dalam keterangan resmi.

Antarmuka yang sederhana diakuinya memungkinkan pengguna untuk merekam dan mengunggah hasil karya mereka secara nyaman dari rumah — dimanapun itu — dan dinilai oleh pendengar dalam skala internasional. “Ini mungkin adalah cara tercepat bagi mereka untuk dikenal dan untuk membangun karir di bidang musik tanpa harus berada di tempat dan waktu yang tepat. Tulwe Global Music Contest berpotensi mengubah cara industri musik beroperasi dalam segala aspek,” tambahnya.

Walaupun berbagai negara memiliki kontes musiknya masing-masing, audisi tetap dilaksanakan di kota-kota besar saja. Hal ini jelas memberikan kesulitan bagi penyanyi-penyanyi berbakat di tempat terpencil yang mungkin tidak mempunyai kesempatan untuk mendatangi dan berpartisipasi di kontes-kontes ini.

Tulwe Global Music Contest diharapkan dapat menarik perhatian penonton secara mendunia, khususnya mereka yang berada di jangkauan usia 18 sampai dengan 35 tahun, meskipun banyak penonton dari kontes musik biasa yang berada di luar jangkauan usia ini.

Perusahaan mengantisipasi sekitar 5 juta pengguna global aktif akan memberikan vote. Angka itu pun bisa dibilang masih konservatif bila dibandingkan dengan tren TV saat ini, seperti X Factor Inggris yang memiliki setidaknya 10 juta pendukung yang terdiri hanya dari penduduk Inggris. Selain itu, jumlah pemberi vote aktif juga dapat meningkat dua kali lipat menjadi 10 juta pendukung pada masa siaran langsung dimana semi finalis dibawa ke sebuah lokasi yang indah untuk berlatih serta berinteraksi dengan penggemar sampai akhirnya mereka tampil.

Tulwe sendiri rencananya akan diluncurkan secara resmi pada November mendatang di Kapal Pesiar Desert Rose di Dubai dengan penampilan musik spektakuler dari artis multi-platinum Akon.

Ini Dia Kerugian Samsung Akibat Recall Galaxy Note 7

0

Telko.id – Akibat dari penarikan Samsung Galaxy Note 7 dari pasar menyebabkan perusahaan smartphone asal Korea ini rugi besar. Setidaknya, keuntungan operasional Samsung akan turun hingga US$ 3 miliar, seperti dilansir dari Cnet Asia.

Samsung sebenarnya sudah mencoba untuk mengganti produk yang sama pada konsumen yang terkena kasus baterai pada Samsung Galaxy Note 7. Namun, ternyata kasus tersebut berulang lagu sehingga perusahaan Korea inipun melakukan recall untuk semua produk tersebut.

Padahal, Samsung berharap Galaxy Note 7 ini mampu mengangkat namanya lagi setelah suakses dengan Galaxi S7 nya. Ternyata, harapan itu pupus.

Kerugian operasional yang cukup besar tersebut akan terlihat pada kuartal tiga ini hingga akhir tahun. Kondisi ini pun akan mempengaruhi kuartal pertama tahun 2017 mendatang.

Imbas recall Samsung Note 7 ini juga akan dirasakan oleh supplier yang digunakan pada produk ini. Pacific Crest Research menyatakan bahwa langkah Samsung menghentikan produksi dan penjualan gara-gara Galaxy Note 7 ini memberikan dampak negatif pada beberapa supplier mobile-chip.

Siapa saja? Perusahaan Semiconductor yang banyak digunakan pada bisnis Samsung ini antara lain Maxim Integrated Products (MXIM), Synaptics (SYNA), Qualcomm (QCOM) dan Qorvo (QRVO).
Yang terkena dampak terbesar menurut Pacific Crest Research adalah Maxim karena diperkirakan akan mempengaruhi pendapatan dari Samsung hingga 42%. Yang ke dua adalah Synaptics. Diperkirakan pendapatan dari Samsung ini akan turun hingga 2.9%. Diikuti oleh Qualcomm (2.7%) dan qorvo (2.3%).

Sebaliknya, kejadian Samsung Galaxy Note 7 ini akan memberikan dampak positif pada bisnis Apple (aapl), terutama keluarga iPhone, seperti yang dilaporkan oleh Pasifik Crest.

Analis dari Canaccord Genuity, Michael Walkley mengatakan hal yang sama. Di mana, recall Galaxy Note 7 akan berdampak pada Qualcomm, walapun hanya dalam jangka pendek. Hal tersebut terlihat pada saham Qualcomm yang menurun 3 sen dari angka 30 September lalu. Demikian juga dengan saham Maxim dan Without. Namun, sebaliknya, Synaptics ada kenaikan walapun kecil.

Kondisi ini disikapi oleh Qualcomm dengan menurunkan produksi nya pada bulan Desember hingga Maret mendatang. Namun, kondisi ini menjadi berkah bagi produsen smartphone lainnya dari Cina. Seperti Vivo dan Oppo.

Walau demikian, Qualcomm mendapatkan dampak positif juga. Apalagi terdengar rumor bahwa perusahaan asal Amerika ini tertarik untuk mengakuisisI perusahaan semikonduktor NXP (nxpi). (Icha)

Terkait Tuduhan Kartel, Ini Jawaban Indosat

0

Telko.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) beberapa waktu lalu berniat memanggil Indosat Ooredoo dan XL Axiata terkait dugaan kartel saat membentuk usaha patungan bernama PT One Indonesia Synergy.

“Indosat dan XL akan kami panggil minggu ini atau minggu depan. Kami sudah kirimkan surat kepada dua perusahaan tersebut,” ujar Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id (10/10).

Pemanggilan ini disebabkan karena terdapat tiga indikasi yang mengarah ke kartel dan menyalahi UU No. 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Syarkawi menjelaskan, price fixing yang dimaksud adalah Indosat dan XL bisa berkoordinasi menetapkan harga. Sementara, market allocation, keduanya bisa menetapkan pembagian wilayah pemasaran. Sedangkan output restriction, keduanya bisa mengatur pasokan bersama-sama.

Terkait dengan isu tersebut, Indosat Ooredoo melalui keterangan resminya menyatakan belum menerima surat panggilan dari KPPU terkait dengan isu yang beredar di publik mengenai dugaan praktek kartel bersama XL.

“Dugaan praktek kartel yang ditujukan kepada Indosat Ooredoo adalah tidak benar karena kam tidak pernah melakukan praktek kartel dalam bentuk apapun dalam menjalankan bisnis kami. Indosat Ooredoo tidak pernah melakukan kesepakatan dengan XL dalam bentuk apapun terkait dengan dugaan praktek kartel tersebut,” tegas jawaban Indosat Ooredoo yang diwakili oleh Deva Rachman, Group Head Corporate Communications pada keterangan pers yang diterima tim Telko.id (14/10).

Indosat juga menegaskan, sebagai perusahaan publik, mereka selalu berupaya untuk mentaati segala peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia serta menerapkan prinsip-prinsip good corporate & public governance dalam melayani pelanggan dan masyarakat di Indonesia.

Seperti diketahui, isu kartel antar operator telekomunikasi Tanah Air mencuat beberapa waktu lalu, setelah KPPU menilai terdapat indikasi bahwa pembentukan perusahaan patungan antara XL dan Indosat ini telah dirancang sejak lama untuk persiapan jika PP No 52/2000 dan PP 53/2000 selesai direvisi dan ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Sekadar informasi, Indosat dan XL telah membuat perusahaaan patungan itu sejak beberapa bulan lalu dan telah resmi diumumkan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Mei 2016. Pada  perusahaan patungan tersebut, masing-masing Indosat dan XL berbagi saham 50:50, atau masing masing mengantongi 1.251 lembar saham.

Modal dasar pembentukan anak usaha ini Rp 10 miliar, modal ditempatkan Rp 2,5 miliar, dan modal disetor Rp 2,5 miliar. Sumber pendanaan berasal dari kas masing-masing XL dan Indosat.

Tiga Lembaga Ini Diminta Cegah Kerugian Negara

0

Telko.id – Tiga lembaga negara yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Direktorat Jenderal Pajak, diminta untuk segera turun tangan guna mencegah kerugian negara akibat kemungkinan perang tarif yang dilakukan oleh operator seluler Indonesia, menyusul revisi PP52/53 tahun 2000.

Seperti diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, tujuan revisi PP 52/53 tahun 2000 adalah untuk menjadikan industri telekomunikasi Indonesia lebih efisien.

Namun di sisi lain, Ahmad Alamsyah Saragih, Komisioner Ombudsman justru berpendapat revisi PP 52/53 tahun 2000 ini malah akan menciptakan inefisiensi. Bahkan dampaknya lebih luas lagi dan berpotensi merugikan negara. Menurutnya, memang revisi PP ini seolah-olah membuat efisiensi. Padahal, efisiensi ini hanya terjadi pada sebagian operator saja. Namun di sisi lain bisa membawa kerugian multiplier effect bagi industri telekomunikasi.

“Jadi secara agregat tidak menguntungkan sektor telekomunikasi. Itu yang menjadi perhatian dari Ombudsman,” terang Alamsyah di Jakarta.

Salah satu bukti mal administrasi yang akan terjadi adalah dengan kemungkinan adanya perang tarif antar operator telekomunikasi. Alamsyah menilai indikasi perang harga antar operator telekomunikasi sudah mulai terlihat dari tarif promosi yang mereka keluarkan.

Tarif promosi sejatinya diperbolehkan dalam regulasi telekomunikasi. Namun promosi yang tidak memiliki batas waktu yang jelas dan selalu diperpanjang oleh operator, menurut Alamsyah, bisa dikatagorikan sebagai perang harga.

“Jika perang harga ini terus terjadi maka potensi penerimaan negara dari PPn akan berkurang,” katanya.

Alamsyah menilai selama ini Kementerian Komunikasi dan Informatika membiarkan sejumlah operator melakukan praktik promosi dan penjualan produk di bawah harga pokok produksi. Jika pemerintah terus membiarkan praktik promosi seperti ini, maka potensi pendapatan negara dari PPn akan hilang.

“KPK harusnya bisa memeriksa operator telekomunikasi yang melakukan perang tarif ini. Karena ada potensi kerugian negara maka KPK bisa memeriksa praktik perang harga yang merugikan negara tersebut,” terang Alamsyah.

Sementara itu, menurut Yustinus Prastowo Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), menganggap bukan hanya KPK, setidaknya ada dua lembaga lagi yakni KPPU dan Ditjen Pajak diminta segera memeriksa operator telekomunikasi yang melakukan perang tarif.

“Sebab perang tarif yang dilakukan oleh operator telekomunikasi tersebut mengarah ke predatory pricing yang berpotensi mengurangi pendapatan negara dari pajak,” katanya.

Ketika operator menjual harga produknya di bawah harga pokok penjualan, akan membuat operator merugi. Jika merugi maka operator tak membayar pajak. Akibatnya negara tidak bisa melakukan belanja publik. Menurut Yustinus predatory pricing yang rugi sebenarnya publik secara luas.

“Modus-modus seperti ini yang seharusnya diperiksa KPK dan Ditjen Pajak. Apalagi operator yang menggunakan nama Ooredoo, sudah pasti mereka membayar lisensi fee dan mengurangi pendapatan negara lagi. Di dalam pajak ada istilah pajak substance over form. Harus diuji apakah penggunaan merek akan meningkatkan kinerja atau profitabilitas. Kalau tidak ada kontribusinya itu tidak boleh dibayarkan,” tegas Yustinus.

Indosat Gadeng Pegadaian Untuk Berikan Layanan Remitansi

0

Telko.id – Indosat Ooredoo membuka layanan remitansi melalui produk Dompetku Pengiriman Uang (DPU). Layanan ini menawarkan jasa transfer uang bekerja sama dengan Pegadaian. Jasa ini melayani kiriman uang tujuan dosmestik dan internasional, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki rekening bank.

“Dompetku Pengiriman Uang (DPU) Indosat Ooredoo menawarkan jasa pengiriman uang tunai bagi pelanggan yang tidak memiliki rekening bank dengan sistem cash to cash. Walaupun Dompetku milik Indosat, transaksi DPU tidak harus menjadi pelanggan Indosat,” ujar Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat menjelaskan.

Dengan menggandeng Pegadaian, layanan Dompetku dapat dimanfaatkan masyarakat melalui 4.455 outlet Pegadaian yang tersebar di Indonesia. Kerja sama ini membawa nilai strategis bagi kedua belah pihak untuk memperluas jaringan dan nasabah.

Bagi Pegadaian, dengan adanya kerjasama ini juga akan menambah basis nasabahnya. “Kerjasama kedua perusahaan ini memiliki nilai strategis untuk memperluas basis nasabah. Saat ini nasabah Pegadaian yang aktif sebanyak 7juta nasabah, ini tentu menjadi potensi besar untuk meningkatkan kinerja kedua belah pihak,” ujar Riswinandi,Direktur Utama Pegadaian menjelaskan.

Untuk memanfaatkan layanan ini, pengguna Dompetku dapat melakukan transaksi pengiriman dan pengambilan uang dengan mendatangi ke outlet Pegadaian yang berlogo DPU. Caranya cukup membawa KTP dan uang tunai, serta mengisi formulir pengiriman disertai data pribadi, dan nomor ponsel.

Prosesnya pun tidak memakan waktu lama karena sistem yang digunakan sudah real time. Jadi, kode konfirmasi akan dikirim ke nomor ponsel penerima. Jika sudah diterima, maka uang dapat langsung dicairkan melalui outlet Pegadaian Dompetku terdekat.

“Untuk transaksi seperti ini kami jamin keamanannya, karena kode konfirmasi hanya akan diketahui oleh pengirim dan penerima,” jelas Alex menambahkan.

Untuk melakukan sekali transaksi pengiriman uang tunai Dompetku tidak ada batas minimal. Sementara untuk batas maksimal sekali transaksi bisa mengirim sampai Rp25 juta. Sementara itu, tarif sekali transaksi berdasarkan jumlah uang tunai yang dikirimkan. Misalkan, transaksi Rp1 juta dikenakan biaya Rp15 ribu, pengiriman Rp1 juta sampai Rp2 jt sebesar Rp25 ribu dan transaksi di atas Rp5 juta dikenakan Rp30 rb.

Selama masa uji coba sejak Juli 2016, Pegadaian dan Dompetku telah melayani 2.890 transaksi pengiriman uang dalam dan luar negeri dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. (Icha)

XL terapkan layanan upgrade kartu USIM XL 4G LTE secara mandiri

0

Telko.id – Untuk urusan mengajak konsumen ‘pindah’ agar dapat memaksimalkan layanan 4G, ini masih jadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi operator. Itu sebabnya, XL menerapkan upgrade kartu USIM XL 4G LTE secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pengguna layanan 4G lebih cepat lagi.

“Pelanggan bisa mengganti sendiri kartu SIM lamanya menjadi kartu USIM 4G, tanpa datang ke outlet resmi XL, semisal XL Center. Pelanggan sudah mulai bisa memanfaatkan layanan ini sejak akhir Oktober 2015, ” ujar Yessie D. Yosetya, Direktur Service Management XL Axiata menjelaskan.

Dengan memanfaatkan layanan ini, pelanggan bisa lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga, bahkan juga biaya, karena proses upgrade kartu ini dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Pelanggan pun tak perlu khawatir data yang ada di kartu lama akan berubah atau hilang. Bisa dipastikan semua yang ada di kartu lama, baik nomor ponsel, juga pulsa, dan paket yang telah dimiliki sebelumnya tidak akan berubah atau hilang.

Untuk bisa memanfaatkan layanan internet cepat 4G, kartu SIM pelanggan yang belum mendukung layanan 4G harus di ganti dengan kartu SIM 4G/USIM. Peluncuran layanan self-service upgrade kartu 4G ini adalah bagian dari upaya XL mempermudah adopsi penggunaan layanan 4G untuk pelanggan XL.

Langkah-langkah upgrade kartu SIM XL 4G LTE sendiri ini sangat ringkas. Pelanggan cukup membeli Kartu Perdana XL 4G di outlet-outlet terdekat mana saja, atau bisa juga mendapatkan kartu 4G khusus upgrade di outlet-outlet yang di tunjuk XL.

Caranya cukup mudah. Hanya dua langkah:
1.    Dengan masih menggunakan kartu lama, cukup tekan *123*46#. Selanjutnya, kartu lama dilepaskan dari ponsel.
2.    Kartu SIM 4G yang telah dipersiapkan sebelumnya di masukkan ke slot kartu di ponsel, lalu tekan *123*46#, dan restart ponsel. Setelah itu, nomor XL lama, pulsa, dan paket yang ada akan berpindah secara otomatis ke kartu SIM 4G.  Pelanggan dengan mudah bisa setting pilihan jaringan ke 4G LTE untuk bisa langsung menikmati layanan paket datanya di jaringan XL 4G LTE.

Apalagi XL juga memberikan bonus. Khusus bagi pelanggan XL yang sudah berlangganan selama paling kurang 3 bulan akan otomatis mendapatkan bonus kuota 12 GB dan 50 menit telpon ke semua operator setelah melakukan upgrade kartu 4G LTE.

Hingga saat ini jumlah pelanggan XL yang telah beralih menggunakan kartu USIM 4G sudah mencapai lebih dari 10 juta pelanggan. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin mudahnya adopsi kartu USIM 4G, serta semakin meluasnya layanan 4G ke kota-kota baru.

Selain itu, tentunya minat pelanggan untuk beralih ke layanan 4G terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya kesadaran pelanggan dan masyarakat untuk mendapatkan manfaat dari layanan 4G yang menghadirkan kecepatan dan kestabilan akses internet yang lebih baik.

Saat ini XL memiliki 72,500 BTS, dimana 6,600 BTS merupakan BTS 4G yang siap mendukung dan melayani pelanggan XL di 88 kota di Indonesia. Sejak awal peluncuran layanan XL 4G LTE, jumlah pelanggan 4G telah mencapai lebih dari 8 juta pelanggan. Implementasi 4G LTE akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan beberapa aspek kebutuhan masyarakat serta tingkat kesiapan ekosistemnya.

XL 4G LTE telah dapat dinikmati di Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Serang, Cilegon, Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Cianjur, Cirebon, Purwakarta, Sumedang, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Tegal, Pekalongan, Batang, Brebes, Semarang, Salatiga, Solo, Purwokerto, Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Madiun, Ponorogo, Pacitan, Malang dan Batu. Dan wilayah diluar Jawa, layanan XL 4G LTE telah ada di Batam, Medan, Deli Serdang, Pekanbaru, Palembang, Banyuasin, Belitung, Denpasar, Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Banjarmasin, Banjarbaru, dan Manado. (Icha)

Doku Luncurkan PaybyQR dari Dimo

0

Telko.id – DOKU, penyedia solusi pembayaran elektronik lokal pertama di Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah, dan Bank Indonesia dalam wujud nyata penyelenggaraan kegiatan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan kepada pengguna uang elektronik DOKU dalam melakukan transaksi di merchant offline menggunakan layanan PayByQR dari DIMO.

“Solusi pembayaran melalui pemindaian kode QR ini merupakan alternatif pembayaran baru yang efisien, efektif dan aman untuk masyarakat Indonesia. Sistem ini terintegrasi dengan uang elektronik DOKU sehingga dapat langsung digunakan sebagai sumber dana atau berfungsi sebagai dompet digital (e-wallet) dalam bertransaksi,” ujar Himelda Renuat, CMO Nusa Satu Inti Artha (DOKU).

Dengan adanya sistem pembayaran ini, uang elektronik DOKU kini dapat digunakan di ribuan merchant offline bertanda khusus logo PayByQR. Sehingga pengguna uang elektronik DOKU punya lebih banyak pilihan untuk melakukan transaksi di merchant offline, setelah sebelumnya dapat digunakan untuk berbelanja di gerai Alfa Group seluruh Indonesia dengan menggunakan metode online token.

Mengacu pada laporan Ericsson Mobility Report, dimana penetrasi smartphone diperkirakan akan meningkat menjadi 98 persen hingga tahun 2021, DOKU optimis bahwa sistem pembayaran dengan pemindaian kode QR akan terus berkembang. Apalagi sistem pembayaran ini juga menawarkan dua keunggulan, yakni faktor otentifikasi dan respon cepat. Dua hal yang disajikan PT Dimo Pay Indonesia, selaku mitra DOKU, untuk sistem pembayaran PayByQR dari DIMO.

“PayByQR dari DIMO adalah teknologi yang memungkinkan penggunaan perangkat mobile untuk dapat melakukan transaksi pembayaran digital dengan cara yang sederhana cepat dan aman, ujar CEO PT Dimo Pay Indonesia (PayByQR), Brata Rafly. “Produk PayByQR dari DIMO ini dapat dihubungkan ke semua sumber dana apapun guna mendukung mobile users akses untuk dapat melakukan transaksi non-tunai, kapanpun dan dimanapun. Inilah keunggulan konsep agnostik yang diciptakan oleh DIMO. Fleksibilitas pengadopsian teknologi ini memungkinkan semua pihak dapat dengan mudah mengadopsi transaksi non tunai untuk kebutuhan hidup sehari-hari.”

Berdasarkan data OJK (Otoritas Jasa Keuangan), persentase investasi pada perusahaan fintech di kawasan Asia-Pasifik di kuartal pertama 2016, meningkat lebih dari 5 kali dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu dari USD 445 juta menjadi USD 2,7 miliar. Di negara berkembang seperti Indonesia, dengan tingkat penetrasi keuangan 35,8 persen (World Bank, 2014), fintech dapat mengambil peran guna mempercepat perluasan jangkauan layanan keuangan.

“Kerja sama dengan Doku adalah wujud dari salah satu misi DIMO dalam menciptakan ekosistem pembayaran non tunai yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat dan juga bentuk dukungan kami ke pemerintah dalam mewujudkan cashless society di Indonesia,” tambah Brata.

”Lewat sistem pembayaran PayByQR dari Dimo, kami ingin memanfaatkan momentum peningkatan fintech untuk mengajak lebih banyak orang menggunakan uang elektronik. Kami optimis bahwa dengan masih terbuka luasnya potensi industri uang elektronik di Indonesia, dimana sarana dan tempat dalam menggunakan uang elektronik semakin luas dan terus bertambah. Kami yakin layanan PayByQR akan dapat menggairahkan masyarakat untuk menggunakan uang elektronik,” terang Himelda.

Untuk itu, DOKU berkomitmen untuk terus mempercantik “wajah” uang elektronik dengan memberikan rasa aman dan menyajikan beragam kemudahan.

“Transaksi menggunakan PayByQR yang ada di aplikasi DOKU sangat mudah untuk dilakukan. Pengguna hanya perlu membuka aplikasi DOKU, meng-klik ikon Scan QR lalu mengarahkan kamera smartphone untuk memindai QR code yang ada di struk yang diberikan oleh kasir. Setelah itu muncul layar konfirmasi pembayaran lalu klik bayar dan tinggal masukkan pin. Praktis dan tidak ribet,” jelas Himelda.

Saat ini, layanan PayByQR yang ada di aplikasi DOKU sudah bisa digunakan di merchant-merchant bertanda khusus logo PayByQR yang telah terdaftar.

Sebagai informasi, DOKU yang lebih dulu menyasar segmen korporasi dengan bisnis model B2B, sebelum akhirnya masuk ke segmen consumer (pasca mendapatkan lisensi e-money tahun 2012 dan ijin Transfer Dana tahun 2015) telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna, dengan jumlah merchant lebih dari 22.000 dan 15 mitra perbankan. Akhir tahun 2015, DOKU mengelola total transaksi online sebesar Rp8.5 Triliun, dan tetap menargetkan pertumbuhan sebesar 30-40 persen tiap tahunnya. (Icha)