spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1547

Polytron Targetkan Produksi 5 Juta Smartphone di 2017

0

Telko.id – Polytron, salah satu merek electronik asli Indonesia sangat optimis dengan kondisi usaha di tahun 2017. Setidaknya, perusahaan ini menargetkan adanya pertumbuhan sekitar 15%.

“Untuk 2017, target produksi elektronik secara keseluruhan di patok naik 15%, hal tersebut berimbang dengan proyeksi pertumbuhannya 15% untuk lini elektronik dan smartphone. Walaupun untuk lini home appliances Polytron percaya diri pertumbuhan bakal lebih baik, namun Polytron tidak terlalu memasang patok terlalu tinggi, mengingat tahun depan Indonesia akan diramaikan dengan Pilkada”, ujar Tekno Wibowo, Marketing Director Polytron menjelaskan.

Tekno menambahkan bahwa, “Perkembangan teknologi digital saat ini berkembang sangat pesat. Polytron mensiasati peluang tersebut pada perangkat elektronik-nya. Era digital dianggap telah membuat manusia memasuki gaya hidup baru yang lebih mudah dan praktis”.

Khusus untuk produk smartphone di tahun 2017, Polytron juga akan lebih berkonsentrasi. Semua handphone milik Polytron telah di produksi di Indonesia. Harapannya tahun depan dapat meningkatkan produksi menjadi sekitar lima juta unit handphone per-tahun.

Sebagai informasi, Polytron memulai usahanya dengan memproduksi televisi tabung sekitar empat puluh tahun lalu, kini telah sukses berkembang. Berbagai tantangan berat dilaluinya, termasuk kondisi krisis ekonomi tahun 1998 pernah dilakoninya.

Perjuangan yang dimulai dari titik nol, dari perusahaan kecil yang berlokasi di Kudus, perlahan bergerak. Segala persaingan–pun dilaluinya.

Dimasa gejolak tingginya persaingan dari Negara Eropa, Polytron tetap tegak, berselang beberapa tahun kemudian gencar masuknya produk dari negeri Matahari Terbit, tak berapa lama muncul perangkat dari negeri Ginseng, dan kini bersaing dengan produk dari negeri Tirai Bambu.

Semua dilaluinya dengan berjuang dan berjiwa besar. Semangat inovasi dan percaya diri yang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkembangannya.

Ekspansi selalu dilakukannya dengan menciptakan barang yang berkualitas dengan inovasi, peningkatan teknologi dan berusaha terdepan baik dari segi produk, kualitas, kuantitas dan layanan purna jual. (Icha)

Trafik Data Indosat Naik 19.14% Saat Natal

0

Telko.id – Jaringan Indosat Ooredoo telah berhasil melayani pelanggan dengan baik selama masa-masa kenaikan trafik saat perayaan Natal 2016 dan liburan akhir tahun.

Pelanggan dapat berkomunikasi dengan nyaman dan lancar dimanapun mereka berada, berkat kesiapan kapasitas jaringan yang telah ditingkatkan untuk mengantisipasi kenaikan trafik akibat dari tingginya aktivitas masyarakat selama periode tersebut.

”Kenyamanan dan kelancaran berkomunikasi pelanggan merupakan komitmen kami, terutama di masa-masa terjadinya kenaikan trafik telekomunikasi seperti saat Natal dan akhir tahun. Kami berharap layanan kami dapat mendukung aktivitas masyarakat di akhir tahun,” kata Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo dalam siaran persnya.

Tren penggunaan media sosial dan pengiriman pesan melalui berbagai aplikasi memberi pengaruh pada trafik secara umum. Trafik Data di hari Natal meningkat menjadi sekitar 2,232.04 Terabyte/hari, atau naik 19,14% dibandingkan trafik data reguler pada hari biasa. Trafik voice nasional pada hari H mengalami peningkatan menjadi sekitar 384,78 juta menit, atau naik sekitar 0,28% dibandingkan dengan trafik voice reguler hari biasa.

Peningkatan tertinggi trafik voice terjadi di area wilayah Sumatera Utara (7,70%), Sumatera Selatan (5,81%) dan Jawa Timur (2,60%).

Trafik SMS di hari H menurun menjadi  sekitar 544,86 juta SMS, atau turun 1,44% dibandingkan trafik SMS reguler hari biasa. Keberhasilan kirim antar pelanggan Indosat Ooredoo lebih dari 92,91% dan tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antar operator mencapai sekitar 90,73%.

Sebelumnya, Indosat Ooredoo telah menyiapkan jaringannya untuk mengantisipasi kenaikan trafik telekomunikasi yang diprediksi akan terjadi saat libur akhir tahun ini, dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringannya.

Perusahaan telah meningkatkan semua kapasitas layanan yang meliputi suara, SMS dan Data. Kapasitas suara ditingkatkan menjadi  2,244 Juta menit/hari (37,4 juta Erlang/hari), kapasitas layanan SMS ditingkatkan menjadi 1,892 milyar SMS/hari, dan kapasitas layanan Data ditingkatkan menjadi 6,890 Terabyte/hari.

Kesiapan ini juga didukung oleh i-NOC (Indosat Ooredoo Network Operation Center), fasilitasmonitoring & pengendalian jaringan secara terpadu baik untuk layanan seluler (mobile)maupun layanan Enterprise Corporate (Fixed MIDI), Indosat Ooredoo Business, termasuk yang disediakan oleh anak perusahaan Indosat Ooredoo seperti  Lintasarta dan IM2. i-NOC juga berperan untuk meningkatkan fungsi monitoringkontinuitas antar jaringan yang kompleks, peningkatan percepatan penyelesaian gangguan dan pusat koordinasi (Command Center) bagi seluruh perangkat jaringan Indosat Ooredoo secara nasional. (Icha)

 

Kominfo Bangun Stasiun Monitoring Untuk Dukung Pengawasan Keselamatan Penerbangan

0

Telko.id – Dalam kunjungan khusus ke Kalimantan Barat (28/12), Menkominfo Bapak Rudiantara melakukan pengecekan kesiapan Statiun Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) berupa Stasiun Monitor Tetap Portable di Kabupaten Sintang.

Statiun Monitoring ini berguna untuk meningkatkan fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan spektrum frekuensi radio yang diutamakan untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dengan cara pengamanan pita frekuensi radio yang digunakan untuk navigasi dan komunikasi antara ATC dengan pilot di dalam pesawat.

“Stasiun Monitor ini ditempatkan di 64 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia”, kata Noor Iza, Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo seperti dikutip dari Berita Kementerian Kominfo.

Penempatan Stasiun Monitor Tetap Transportable berada pada beberapa lokasi yang dekat dengan bandara atau merupakan jalur penerbangan.

Dalam menempatkan stasiun monitor tersebut di 64 Kabupaten/Kota, Ditjen SDPPI bekerja sama dengan PT Pos Indonesia (Persero) yang memiliki sebaran aset Kantor Pos di berbagai wilayah.

Diharapkan dengan adanya 64 SMFR stasiun monitor tetap transportable ini, maka kegiatan monitoring pendudukan spektrum frekuensi radio di 64 Kabupaten/Kota tersebut akan meningkat, yang semula masih dilakukan secara terjadwal sebanyak satu sampai dua kali dalam setahun per Kabupaten/Kota, kali ini dapat dilakukan secara real time.

Dalam kunjungannya, Rudiantara melakukan peresmian BTS layanan telepon selular di wilayah perbatasan di Desa Katuk Asam, Kabupaten Kapuas Hulu. Menkominfo bersama dengan Bupati Kab. Kapuas Hulu meninjau BTS secara langsung dan melakukan panggilan pertama menggunakan last mile BTS tersebut. (Icha)

Anak-anak pun Isi Liburan Dengan Belajar Coding Games

0

Telko.id – Liburan akhir tahun cukup panjang. Indosat Ooredoo turut mengisi dengan mengadakan Kelas Coding bagi anak-anak SD dan SMP yang diselenggarakan pada tanggal 26–30 Desember 2016 dan tanggal 2–6 Januari 2017.

Kelas Coding ini merupakan kegiatan pelatihan membuat aplikasi permainan (games) komputer dan mobile. Anak-anak diajarkan membuat aplikasi permainan ini dalam waktu 5 hari dengan dilatih oleh pengajar berpengalaman.

Aplikasi yang dipakai di Kelas Coding ini menggunakan aplikasi Scratch yang mudah digunakan hasil karya pengembang dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang juga sudah banyak dipakai untuk pelatihan coding di seluruh dunia.

”Kegiatan Coding juga memungkinkan anak-anak untuk melatih kemampuan matematika yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini kami berharap dapat membantu para orang tua menggali potensi yang dimiliki anak-anak mereka untuk menjadi technopreuner muda sejak dini. Hal ini juga sejalan visi besar Pemerintah untuk menjadikan Indonesia memiliki 1000 startup local berkualitas pada tahun 2020,” ujar Deva Rachman, Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo menjelaskan.

Kelas Coding yang diselenggarakan Indosat ini berlangsung serentak di 5 kota seperti Serpong, Bogor, Bandung, Semarang, dan Jogjakarta. Ruang-ruang kantor Indosat Ooredoo di kota tersebut juga sudah dilengkapi fasilitas lainnya seperti screen dan WiFi untuk membuat nyaman para peserta mengikuti Kelas Coding. Indosat Ooredoo juga bekerja sama dengan Coding Camp Indonesia sebagai fasilitator pelaksanaan Kelas Coding tersebut.

Di akhir kelas, para peserta akan mendapatkan sertifkat sebagai tanda sudah berhasil membuat aplikasi permainan sederhana.

Sebelum Kelas Coding libur akhir tahun ini, Indosat Ooredoo sudah beberapa kali mengadakan kegiatan serupa. Bahkan Indosat Ooredoo mendukung beberapa komunitas di Pandeglang, Banten dan Kuningan, Jawa Barat agar anak-anak di sana dapat merasakan akses terhadap kegiatan Coding.

Indosat Ooredoo mengadakan program ini secara reguler dan berikutnya akan dikembangkan untuk di lokasi luar pulau Jawa.
Indosat Ooredoo berharap semakin banyak anak-anak Indonesia yang memiliki akses dan memanfaatkan kegiatan coding.

Hal ini juga sejalan dengan program yang sebelumnya sudah dijalankan oleh Indosat Ooredoo seperti IWIC yang membuka kategori untuk anak-anak serta program Ideabox untuk membantu pengembangan para startup lokal Indonesia. (Icha)

Telkomsel Kenalkan 4,5G ke Pelanggan Surabaya

0

Telko.id – Telkomsel mulai melakukan ujicoba jaringan 4,5G di wilayah Kota Surabaya. Ujicoba tersebut dilakukan secara terbatas yakni di pusat pelayanan Telkomsel Grapari, Jalan Pemuda, Surabaya.

Untuk ujicoba jaringan 4,5G, Telkomsel bekerjasama dengan Huawei, ZTE, Nokia dan Ericsson, dengan menggunakan teknologi Long Term Evolution (LTE) yang beroperasi di frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 20 MHz yang dikombinasikan dengan teknologi 4X4 MIMO. Dengan kombinasi teknologi tersebut, jaringan 4,5G diklaim dapat memberikan akses data 2x lebih cepat dari teknologi 4G  dan dapat meminimalkan tingkat latensi hingga kurang dari 10 milidetik.

“Kami ingin menunjukkan kepada pelanggan dan masyarakat bahwa, Telkomsel siap mengimplementasikan jaringan 4,5G di Indonesia,” tutur Ririn Widaryani, Executive Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, dikutip telko.id dari detik.com

Vice President ICT Network Management Jawa Bali Telkomsel Ronny Arnaz menambahkan, di pusat pelayanan Grapari, pelanggan dan masyarakat dapat merasakan bagaimana kecepatan jaringan 4,5G yang sudah disediakan di experience booth, dan dilengkapi dengan costumer premises equipment (CPE)-peralatan yang sudah mendukung teknologi 4,5G serta televisi LCD.

“Implementasi teknologi 4,5G secara komersial belum bisa dilakukan dalam waktu dekat, karena belum ada regulasi yang mengatur tentang teknologi ini,” kata Ronny.

Meski demikian, jaringan dan handset pendukung sudah dipersiapkan, sehingga teknologi ini sudah dapat diimplementasikan.

“Investasi teknologi 4,5G lebih kecil dibandingkan dengan penambahan modul baru bagi 3G atau 4G. Hanya perlu menambah modul antena tambahan di BTS yang sudah ada,” sambung Ronny, seperti dikutip telko.id dari detik.com.

Optimalkan Program USO, Kominfo Luncurkan Aplikasi e-USO

0

Telko.id –  Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merilis aplikasi E-USO sebagai bagian dari upaya membuka “keran” untuk usulan publik terkait dengan program USO (Universal Service Obligation). Dengan aplikasi ini, pengusulan program USO dilakukan secara online dan melalui satu pintu oleh setiap kabupaten, sehingga menghindari terjadinya duplikasi usulan dari kabupaten yang sama.

“Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu. Aplikasi ini mencakup data usulan pembangunan menara seluler (BTS), data usulan pengadaan akses internet dan data usulan lainnya,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Noor Iza dalam siaran persnya, Selasa, 27 Desember 2016.

Seperti dikutip Telko.id dari laman Kominfo, saat ini terdapat 34 Provinsi di Indonesia ataupun K/L sudah mengusulkan ke Kominfo baik program penyediaan BTS ataupun akses internet. Dari tahun 2015 hingga tahun 2016 usulan penyediaan BTS sejumlah 948 lokasi dan usulan akses internet sejumlah 1923 lokasi.

Pada awalnya pengusulan program KPU/USO dilakukan secara manual, yaitu Pemerintah Daerah menyerahkan proposal usulan dan kelengkapannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika cq. Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen PPI. Dan selanjutnya, program Pembangunan BTS dan Penyediaan Akses Internet dapat diusulkan secara online.

Latar belakang disusunnya aplikasi ini adalah menghindari terjadinya penipuan terhadap pengusulan Program USO dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, memudahkan pengusulan program USO secara online dan melalui satu pintu oleh setiap Kabupaten sehingga tidak terjadi duplikasi usulan dari Kabupaten yang sama sekaligus memudahkan pemantauan progress usulan program USO oleh Pemda dan Transparansi kepada pengusul.

“Kami berharap dengan diterapkan aplikasi E-USO, setiap Kabupaten yang mengusulkan bisa memantau usulannya dan adanya transparansi terhadap usulan program KPU/USO”, ujar Wayan Toni Supriyanto, Kasubdit Ekosistem Pitalebar, dalam pembukaan Launching dan Bimtek Aplikasi pada awal Desember di Yogyakarta.

Aplikasi Penanganan Proposal KPU/USO sendiri adalah sebuah aplikasi yang digunakan sebagai rekapitulasi dan basis data proposal pengajuan/usulan seluruh Pemda dan Kementerian yang ada di Indonesia. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna dapat menambahkan usulan, mengetahui data usulan yang baru masuk, terverifikasi, dan diterima menurut kategori-kategori tertentu. Aplikasi ini mencakup data usulan pembangunan BTS, data usulan pengadaan akses internet dan data usulan lainnya. Aplikasi E-USO dapat diakses di portal www.ditpitalebar.kominfo.go.id/e-uso.

Saat ini Direktorat Pengembangan Pitalebar sudah mengirimkan surat pemberitahuan ke Pemda terkait pemberian akun pengunaan aplikasi E-USO untuk masing – masing Kabupaten. Adapun Kabupaten yang sudah merespon terdapat126 Kabupaten yang sudah memberikan akun. Dinas Kominfo Provinsi diharapkan lebih aktif dalam mengkompilasi data akun masing – masing Kabupaten untuk dikirimkan ke Ditjen PPI cq Direktorat Pengembangan Pitalebar. Dan selanjutnya akun tersebut digunakan untuk melakukan pengusulan secara online melalui aplikasi E-USO.

Untuk Perbaiki Kinerja Keuangan, Protelindo Pinjam Rp500 miliar ke BCA

0

Telko.id –  PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) baru saja mendapatkan pinjaman dana sebesar Rp500 miliar dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dana pinjaman tersebut terdiri dari fasilitas A yang berupa fasilitas Time Loan Revolving dan fasilitas B yang berupa fasilitas uncommitted money market line.

Untuk jangka waktu akseptasi Fasilitas A maksimal enam bulan dan dapat diperpanjang dengan menyerahkan akseptasi baru. Sementara fasilitas B berjangka waktu satu tahun sejak tanda tangan Perjanjian Fasilitas Sublimit dan suku bunga ditentukan saat penarikan, sesuai suku bunga pasar. Bunga dibayar tiap jatuh tempo akseptasi. Nilai penarikan Fasilitas B minimal Rp5 miliar.

Menurut Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Arif Pradana dalam keterbukaan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu tiga tahun sejak penanda tanganan perjanjian fasilitas pada 21 Desember 2016 dan akan digunakan untuk pembiayaan general purposes dan cashflow bridging Protelindo.

Dalam perjanjian tersebut, Protelindo sepakat dengan bunga sebesar JIBOR + 1,50% per tahun dan provisi sebesar 0,15% per tahun per penarikan. Protelindo juga harus menjaga rasio utang bersih terhadap EBITDA berjalan tidak boleh melampaui 3,50 berbanding 1,00.

Protelindo sendiri adalah anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang bergerak di bisnis penyediaan menara nasional. Pada 28 Maret 2016 lalu, Protelindo membeli 2500 menara telekomunikasi XL senilai Rp3,5 triliun secara tunai. Dan hingga saat ini, Protelindo memiliki dan mengelola lebih dari 14500 tower di seluruh Indonesia.

StarHub Luncurkan Sistem Kabel Bawah Laut yang Hubungkan 9 Negara APAC

0

Telko.id – Operator telekomunikasi asal Singapura, StarHub, resmi meluncurkan jaringan kabel bawah laut yang menghubungkan 9 negara di Asia Pasifik. Jaringan yang diberinama Asia Pacific Gateway (APG) ini membentang sepanjang 10.900 kilometer dan terhubung dengan connecting point di China, Hong Kong, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. Kapasitasnya lebih dari 54 terabit per detik.

Starhub mengatakan pihaknya telah menandatangani kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi di masing-masing negara untuk menyediakan layanan bagi pelanggan enterprise yang membutuhkan konektivitas internasional ke  pasar luar negeri. Dikatakan juga bahwa APG memiliki cable landing point di Shanghai Nanhui, Chongming dan Hong Kong, dioperasikan oleh penyedia telekomunikasi yang cukup besar di Cina, yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan dari harga yang beragam dan kompetitif untuk tersambung ke Cina.

Sistem kabel APG juga meningkatkan konektivitas internasional StarHub dengan menyediakan keragaman traffic routing ke sistem kabel bawah laut seperti Asia-Pacific Cable Network 2, Asia Submarine-cable Express dan Asia-America Gateway. Starhub juga mengatakan bahwa APG akan memberikan perusahaan yang berbasis di Singapura ini lebih banyak pilihan untuk terhubung ke bagian lain di Asia Pasifik serta meminimalkan dampak dari gangguan layanan akibat kerusakan kabel bawah laut.

Ini Dia Starup Asli Indonesia Yang Mampu Menganalisa Data

0

Telko.id – Masuk ke dunia digital memang sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Namun jangan sampai salah langkah yang akan menjadi boomerang kehancuran. Untuk itu, Anda dapat gunakan Kazee. Startup yang mengembangkan platform untuk melakukan analisis berbagai media seperti social media, forum, media berita, dan media online lainnya. Kazee berasal dari kata bahasa Indonesia yaitu kata “kaji” yang bermakna analisis, memahami atau mengetahui lebih lanjut.

Kazee adalah startup asli Indonesia yang sebelumnya bernama CHARM (Customer Handling, Analytic and Relationship Management) yang merupakan salah satu startup terbaik program Lintasarta Appcelerate 2016 yang diadakan oleh Lintasarta dan LPIK ITB. CHARM telah melakukan re-branding melalui soft launching menjadi Kazee pada 13 Desember 2016 lalu.

Kazee ini digandeng oleh Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dengan tujuan untuk memperkenalkan platform media analytics kepada pelaku bisnis baik B2B maupun Pemerintah. Saat ini, Kazee telah digunakan oleh beberapa perusahaan baik BUMN, swasta dan pemerintah kota untuk uji coba.

“Kazee dengan motonya media analytics is easy bermaksud untuk membantu perusahaan melakukan analisis berbagai media dengan lebih mudah dan murah,” ujar Ariya, Founder Kazee menjelaskan.

Hal ini juga yang membuat Kazee siap bersaing dengan berbagai perusahaan media analytics lainnya di Indonesia maupun di kancah global. Ariya menekankan bahwa Kazee hadir untuk melakukan disrupsi pasar media analytics di Indonesia dengan model bisnis media analytics as a service yang pertama di Indonesia, yaitu layanan berlangganan analisis media sesuai kebutuhan. Keunggulan yang ditawarkan Kazee adalah perusahaan dapat menentukan sendiri harga dan fitur yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan.

“Kami bangga karena Kazee merupakan karya anak bangsa salah satu pemenang Appcelerate 2016, memberikan solusi analytics data untuk kebutuhan di industri,” ujar Teddy Sis Herdianto, Strategy & Business Development General Manager Lintasarta menjelaskan.

“Kerjasama antara perusahaan rintisan, Lintasarta dan LPIK ITB ini, merupakan salah wujud kontribusi Lintasarta terhadap program pemerintah dalam memajukan ICT di Indonesia”, ujar Teddy menambahkan.

Kazee saat ini masih terus dikembangkan dan telah tersedia aplikasi Kazee versi mobile untuk Android. Kedepannya Kazee akan mengembangkan aplikasi mobile versi iOS dan siap untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang bermain di pasar Big Data Analytics. (Icha)

Dompet Elektronik, Satu Aplikasi Untuk Semua Kebutuhan

0

Kemungkinan baru selalu datang setiap tahunnya. Tak terkecuali dalam teknologi perangkat mobile. Jika dulu sebagian dari kita mengenal smartphone hanya sebagai alat komunikasi, entah itu untuk menelepon atau berkirim pesan, kini fungsi tersebut telah meluas. Smartphone tak lagi sekedar menjadi mesin pengirim SMS, mereka juga komputer mini, asisten pribadi, hingga bahkan dompet bagi para penggunanya. Tapi tentu saja, dalam wujud yang berbeda. Kita kemudian mengenalnya dengan sebutan e-wallet atau dompet elektronik.

Dompet elektronik sendiri sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan dompet yang ada di saku. Dompet ini pertama kalinya diakui sebagai sebuah metode untuk menyimpan uang dalam bentuk elektronik, namun kemudian menjadi populer seiring dengan perkembangan dunia internet. Dompet elektronik dianggap cocok untuk menyediakan cara yang tak hanya nyaman tetapi juga aman bagi mereka yang gemar bertransaksi, baik itu secara online maupun offline. Di dalam dompet elektronik pengguna bisa menyimpan banyak hal, mulai dari e-money atau uang elektronik, kartu debit, kartu kredit, hingga bahkan catatan investasi. Ibarat kata, your wallet for everything. Kita tidak perlu lagi membawa dompet kemana-mana, dibuat pusing oleh kartu kredit yang berceceran, ataupun lembaran kertas tagihan yang membingungkan.

Lalu siapa yang bisa memiliki dompet elektronik? Pada dasarnya semua orang bisa memilikinya, selama memiliki smartphone, pun meski mereka tidak memiliki rekening bank sekalipun. Dengan aplikasi DOKU misalnya, pengguna tidak hanya memiliki akses ke uangnya, mereka juga bisa mendapatkan metode pembayaran yang mudah untuk berbelanja baik secara online maupun offline. Caranya cukup dengan memasukkan apa pun yang ada di dompet ke dalamnya (e-wallet) dan pengguna sendiri yang nantinya menentukan bagaimana mereka akan membayar. Entah itu dengan menggunakan pemindai kode QR, token ataupun yang lainnya. Singkat kata, simpel.

Tak heran, jika keberadaan dompet elektronik sebagai alat transaksi dianggap semakin efisien ketimbang bank. Di wilayah seperti Asia, Afrika dan Eropa, pembayaran dan perbankan lewat smartphone telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir, berkembang dari sebuah teknologi masa depan yang menarik, menjadi pilihan pembayaran yang layak.

Di Indonesia saja misalnya, berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral, volume transaksi uang elektronik sebagai salah satu instrumen pembayaran dalam dompet elektronik telah menyentuh angka 537.588.334 transaksi. Meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar 535.579.528 transaksi.

Dan sistem pembayaran via mobile (smartphone) ini masih akan terus memikat, setidaknya dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Dengan beberapa sektor, seperti transportasi berbasis online, digital goods – termasuk di dalamnya game dan elektronik, serta e-commerce, menjadi tiga teratas yang akan memacu perkembangan uang elektronik pada khususnya, dan e-wallet pada umumnya. Sementara dari sisi pengguna, generasi milenial akan berada di baris terdepan untuk mengadopsinya. Dimana mereka akan menjadi orang pertama yang meninggalkan kartu kredit untuk kemudian memilih pengalaman yang mudah dan mulus dari dompet elektronik.

Perlahan tapi pasti, kehadiran dompet elektronik mengubah cara orang bertransaksi. Dari yang semula konvesional dengan menggunakan uang kartal (tunai), berganti dengan transaksi non tunai. Siapapun kini bisa melakukannya, kapan pun dan dimana pun. Mulai dari membeli pulsa, membayar beragam tagihan seperti tagihan telepon, listrik, PAM, cicilan, dan sebagainya, hingga melakukan setor dan tarik tunai. Dan itu semua bisa dilakukan hanya dengan satu atau dua sentuhan di layar smartphone. Dalam satu layanan bernama e-wallet atau dompet elektronik.

From Financial to Lifestyle

Dompet elektronik memang tidak bisa dilepaskan dari fungsi dasarnya sebagai produk finansial. Dengan memuat beragam instrument pembayaran seperti uang elektronik, kartu kredit, dan kartu debit, dompet elektronik lahir untuk mempermudah penggunanya melakukan berbagai jenis transaksi. Mulai dari beli pulsa, bayar listrik, berkirim uang, hingga investasi. Berbagai jenis transaksi inilah yang selanjutnya menjadi basic services dari dompet elektronik.

Pun demikian, perkembangan dompet elektronik tak berhenti sampai di basic services. Beberapa Payment Service Providers bahkan mulai membenamkan fitur-fitur yang terkait dengan gaya hidup ke dalam dompet elektroniknya.

Sebut saja aplikasi DOKU. Selain menanamkan instrument pembayaran uang elektronik, kartu kredit, kartu debit dan menyediakan beragam pilihan transaksi, aplikasi DOKU juga menyertakan fitur chat dan video ke dalamnya. Pengguna DOKU bahkan bisa “berburu” voucher dan merchant promo.

Perluasan fungsi inilah yang selanjutnya akan menggeser posisi dompet elektronik dari produk finansial menjadi produk gaya hidup. Sehingga fokusnya tidak hanya pada akuisisi pengguna, tapi juga usage, dengan meng-create uses case sebanyak-banyaknya agar dompet elektronik benar-benar menjadi bagian dari gaya hidup. Semisal dengan membuat program-program yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti arisan, patungan, dan banyak lagi. Arahnya akan menjadi satu aplikasi untuk semua kebutuhan.

Penulis : Ricky Richmond Aldien, VP Consumer Product DOKU