spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1544

Demi Terciptanya Ekosistem IoT Indosat Luncurkan NEXThing

0

Telko.id – IoT memang menjadi prospek bisnis yang luar biasa pada tahun-tahun ke depan. Sayang, perkembangan di Indonesia sendiri kurang maksimal karena para pengembang terlalu ‘egois’ tidak mau melakukan partnership. Di sisi lain, pengguna IoT kebingungan jika harus mengelola aplikasi dengan berbagai API yang berbeda dan tidak terintegrasi. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo menciptakan NEXThing. Platform IoT yang terintegrasi.

“Visi tiga tahun kami adalah menjadi mitra solusi digital yang menghubungkan bisnis di Indonesia. Dengan visi ini, kami berkomitmen untuk terus mendengarkan pelanggan bisnis kami, lebih memahami kebutuhan dan hal kritikal dalam bisnisnya sehingga kami dapat mendukung pelanggan untuk mencapai organisasi yang ‘digitally transformed’. Kami memiliki sumber daya dan pengalaman untuk membantu pelanggan bisnis dalam merancang, membangun, dan menjalankan solusi yang tepat,” sahut Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo menjelaskan.

Indosat mengklaim bahwa NEXThing adalah yang pertama di Indonesia. Pasalnya, operator ini tidak perlu merasakan khawatir adanya conflict of interest secara internal. “Kami tidak memiliki anak perusahaan yang membuat aplikasi jadi tidak ada kepentingan untuk menjaga sebuah Platform untuk tidak diketahuI oleh orang lain,” ungkap Herfini Haryono, Director & Chief Wholesale and Enterprise Indosat Ooredoo menjelaskan.

Herfini menambahkan bahwa “Indosat paham bahwa membuat aplikasi itu tidak mudah. Jadi kami tidak bermain disitu. Kami memilih untuk melakukan partnership saja. Dan tidak semua operator memiliki platform seperti NEXThing ini. Bahkan di dunia pun tidak banyak. Hanya sekitar 20 operator saja”.

“Posistioning yang kita ambil ini juga akan memutuskan dalam memasarkan layanan. Kita akan lebih leluasa mengajak pengembang aplikasi yang sesuai dan dibutuhkan oleh sebuah kawasan atau kota untuk membangun smart city tanpa perlu si pengembang khawatir aplikasinya akan ditiru oleh Indosat,” sahut Herfini optimis.

Di sisi lain, dengan adanya platform ini masalah security jauh lebih dapat diandalkan. Termasuk juga persoalan lain yang dihadapi oleh IoT lainnya.

“Dari sisi Indosat, dengan adanya platform ini maka akan lebih mudah mendeteksi simcard yang digunakan untuk aplikasi IoT. Jadi ketika ada masalah, kita juga dapat lebih cepat mengetahui. Dengan demikian, kita juga memberikan layanan lebih pada pelanggan bisnis,” ujar Alex menjelaskan.

Dengan NEXThing ini berbagai aplikasi dalam suatu ekosistem bisnis dapat saling berinteraksi dan bertukar data sehingga dapat menciptakan peluang bisnis baru. Untuk pengembangan platform IoT yang terintegrasi ini, Indosat menggandeng beberapa mitra teknologi global maupun lokal. Salah satunya adalah IBM.

“Setidaknya, untuk mendapatkan ekosistem IoT yang sempurna kita perlu melakukan partnership dengan 5 sampai 6 perusahaan IT. Baik global maupun lokal,” tutup Herfini. (Icha)

Advan Masih ‘Pede’ Jualan Tablet di Tahun 2017

0

Telko.id – Menurut laporan dari NPD Display Search yang berkedudukan di Amerika, pertumbuhan tablet masih terbilang seksi di tahun 2017. Tim riset NPD memprediksi bahwa pengiriman tablet tahun 2017 akan tembus 416 juta unit.
Advan sebagai brand Indonesia di 2016 ini mampu menguasai pasar Tablet tanah air 35%. Tentu hal ini juga mendorong terhadap tingginya penggunaan internet.

Data terakhir dari Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia, yakni 132,7 juta orang kini telah terhubung ke internet. Total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.

Data survei APJI mengungkap bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat genggam (mobile-tablet). Statistiknya, 67,2 juta orang atau 50,7 persen mengakses melalui perangkat genggam (tablet termasuk di dalamnya) dan komputer. 63,1 juta orang atau 47,6 persen mengakses dari smartphone. 2,2 juta orang atau 1,7 persen mengakses hanya dari komputer.

Potensi pasar yang cukup seksi menjadi pemacu Advan untuk terus melakukan inovasi teknologi dengan merilis tablet berkualitas dan berdaya saing.

“Ini buah dari konsistensi. Inovasi teknologi menjadi keharusan agar produk kami bisa bersaing dan menjadi pilihan utama konsumen. Kami targetkan tahun depan bisa kuasai pasar tablet di Indonesia sampai 45%,” ungkap Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan Digital dengan optimis.

Salah satu Tablet Advan yang menjadi primadona di tahun 2016 adalah Advan Vandroid i7. Tablet ini memiliki teknologi unggulan yakni EyePRO pada layar. Teknologi ini mampu melindungi mata dari radiasi sinar biru (blue light) yang dipancarkan dari produk elektronik. Teknologi eyePRO merupakan lapisan Nano Optical Film yang dapat mengurangi sinar biru hingga 40%.

Dari sisi processor, i7 dilengkapi dengan Quad-Core 1.0 GHz chipset Mediatek MT8735 dan GPU Mali 720 serta kamera kamera utama 5 MP dan kamera depan 2 MP. Sementara untuk urusan konektivitas sudah mendukung jaringan 4G LTE.

Beragam teknologi tersebut, lanjut Tjandra, Advan Vandroid i7 hanya dibanderol dengan harga Rp. 1.249.00,-Tidak heran jika tablet ini diburu konsumen tanah air. Sampai kuartal 4 tahun ini, Advan Vandroid sudah terjual puluhan ribu unit.

Menurut Tjandra, kontribusi tertinggi berasal dari Jabodetabek 25%, Jawa Timur 22%, Jawa Barat 20%, Jawa Tengah dan DIY 15%. Sisanya, 18% dari luar Jawa.

Sementara itu, Andy Gusena, Brand Director Advan mengatakan bahwa pihaknya akan lebih agresif merilis tablet di tahun 2017 dengan beragam inovasi teknologi terbaru. “Kami percaya, pasar tablet masih seksi. Terbukti tablet advan selalu diminati konsumen tanah air,” ungkap Andy Gusena.

Senada dengan pengamat telekomunikasi, Hasnul Suhaimi, ia mengatakan bahwa penetrasi tablet justru makin tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan perangkat mobile lebih fungsional, salah satunya layar lebih lebar.

Lebih lanjut Hasnul mengatakan,”Salah satu keberhasilan Advan karena brand ini mampu menterjemahkan kebutuhan masyarakat. Inovasi yang terdapat pada tablet Advan Vandroid i7 yang di-support teknologi EyePRO, ini sudah benar. Hasilnya produk tersebut benar-benar diminiati konsumen,”. (Icha)

Robot Lucu Ini ‘Mengamuk’ di Pameran, Ciderai Seorang Pengunjung

0

Telko.id – Sebuah ajang pameran teknologi di China dibuat heboh oleh ‘amukan’ sebuah robot. Tak hanya menyeruduk dan menghancurkan jendela, robot ini juga melukai seorang pengunjung yang berdiri di dekatnya hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Dalam pernyataan yang dimuat di situsnya, pembuat robot bernama Xiao Pang meminta maaf atas insiden tersebut, dan menjelaskan bahwa staf-nya mencoba untuk memindahkan robot, namun malah tanpa sengaja menekan tombol untuk mundur, dan bukannya maju.

Robot pun terlepas dari genggamannya dan dia tidak bisa langsung menghentikannya, kata perusahaan dalam pernyataan itu.

Xiao Pang sendiri sebenarnya memiliki sensor untuk menghentikannya dari menabrak sesuatu untuk penggunaan biasa, tapi fungsi tersebut tidak aktif ketika panel kontrol terbuka.

Robot lucu ini memiliki layar untuk wajah yang dapat menampilkan emosi dan dipasarkan sebagai mainan pendidikan untuk anak-anak antara usia empat dan 12 tahun.

 

xiao-pang-3Selain itu, Xiao Pang juga dilengkapi dengan webcam, dan dapat berkeliling di sekitar rumah untuk membantu orang tua mengawasi anak-anaknya. Ia juga dapat melakukan panggilan video dua arah.

Menurut Beijing Science and Tech, seperti dilansir Mashable, Selasa (22/11), sejak diproduksi secara massal pada bulan September, lebih dari 3.000 Xiao Pang telah terjual. Harga ritelnya sendiri sekitar US$ 1,448 atau setara Rp 19 jutaan.

Meskipun insiden itu tampaknya hanya sebuah kecelakaan, namun beberapa laporan di media baik China maupun Barat sudah ada yang memberitakan mengenai ‘kenakalan’ Xiao Pang, yang konon sering mengeluarkan rasa frustasinya pada manusia.

Ini Dia 2 Aplikasi Cikal Bakal Pengembangan e-goverment

0

Telko.id – Dua aplikasi guna menunjang pembangunan e-government secara resmi diluncurkan. Aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Dashboard Anggaran (SIDARA) dan Sistem Informasi Manajemen Aset Negara Internal Kominfo (SIMENARIK).

Peluncuran kedua aplikasi tersebut diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Farida Dwi Cahyarini yang pada sambutannya mengucapkan selamat atas kreativitas dari Biro Keuangan yang telah membuat dua aplikasi tersebut.

Selain itu ia juga membacakan pesan dari Menkominfo yang mengatakan perlu adanya koneksi dengan Kementerian Keuangan, sehingga membuat mudah proses adaministrasi keuangan. Dimana ini nantinya merupakan awal dari pengembangan e-government.

“Menteri Kominfo berpesan, aplikasi ini harus nge-link dengan Kementerian Keuangan, yang akan mempermudah tugas untuk pengadministrasian keuangan dan diharapkan pada akhirnya menjadi cikal bakal untuk pembangunan e-goverment ,” ujar Farida.

Farida juga menerangkan kalau Kemkominfo sendiri benar-benar fokus kepada penyerapan data, walau sudah berhasil menyerap banyak data ternyata belum ada pencatatan terhadap penyerapan itu. Untuk itulah dengan adanya SIDARA ia berharap akan lebih mudah memantau penyerapan, baik itu belanja pegawai, belanja modal, dan juga belanja barang. Apalagi denga menggunakan SIDARA laporan dapat dilihat langsung scara real time.

“Menkominfo memanggil kita untuk mengembangkan website, selain untuk internal, juga untuk kalangan luar kalau melihat bisa langsung kekinian. Selain melayani ke dalam kita juga harus melayani keluar, seperti untuk menyampaikan narasi tunggal pemerintah”, paparnya.

Disamping memberikan penjelasan mengenai SIDARA, Farida juga menjelaskan fungsi dan cara kerja aplikasi SIMENARIK. Aplikasi ini nanti akan membuat administrasi pencatatan menjadi lebih mudah dan tertib.

“SIMENARIK adalah aplikasi pencatatan akses. Akses sangat penting karena secara Opini Laporan Keuangan 2014 kita mendapatkan catatan Disclaimer. Salah satu penyebabnya adalah pencatatan akses administrasinya yang kurang tertib, tapi pada tahun 2015 kita telah mendapatkan WTP,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bagaimana upaya Kemkominfo dalam menertibkan administrasi penataan barang. Apalagi hal tersebut adalah bagian dari komitmen Kemkominfo agar bisa memperoleh opini WTP.

Acara peresmian dua aplikasi tersebut dihadiri oleh Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan RI, Direktur Pengawasan Lembaga Pemerintah Bidang Hankam BPKP, Bea Rejeki Tirtadewi, Kepala Biro Keuangan Kemkominfo, Bambang Sigit Nugroho; Direktur Pengawasan Lembaga Pemerintah Bidang Hankam BPKP. Sekitar 100 orang peserta dari UPT Kemkominfo dari seluruh Indonesia juga turut menghadiri acara tersebut. (Icha)

Akses Internet Di Morotai Dibangun Pakai Dana USO

0

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengunjungi lokasi akses internet yang dibangun melalui Kewajiban Pelayanan Universal/Universal Service Obligation (KPU/USO) di SMP Negeri 5, Desa Sakita, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Senin (21/11/2016).

Lokasi Akses Internet KPU/USO itu merupakan salah satu dari 1.656 lokasi yang telah dibangun pada Tahun 2016 oleh Kementerian Kominfo berdasarkan usulan pemerintah daerah, kementerian dan lembaga (Pemda/K/L). Dalam kunjungan itu, Menteri Rudiantara melakukan percobaan akses internet terhadap beberapa laman situs web untuk menguji keberhasilan layanan KPU/USO.

“Akses internet yang dibangun menggunakan dana USO memiliki kapasitas bandwidth rata-rata 2Mbps. Kapasitas tersebut dirasa cukup untuk melakukan selancar, pengunduhan dan pengunggahan. Akses internet yang telah disediakan dipergunakan untuk menunjang proses belajar mengajar serta bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” tuturnya.

Di hadapan perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku dan Bupati Morotai, Menteri Rudiantara menegaskan pembangunan akses internet merupakan bukti nyata pemerintah untuk memeratakan akses telekomunikasi dan informatika. “Sesuai dengan Rencana Strategis kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, saya berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 4.000 lokasi tersebar di sekolah, fasilitas layanan umum seperti puskesmas, lokasi turis dan lainnya,” paparnya.

Percepatan pembangunan dan pemerataan infrastruktur jaringan telekomunikasi diharapkan dapat menjangkau dan meningkatkan akses informasi bagi masyarakat. Jika dapat dimanfaatkan dengan baik, pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat.

Dengan adanya akses internet di daerah minim fasilitas telekomunikasi dan informatika, Menteri Kominfo berharap dapat menciptakan peluang berkembangnya e-commerce dan memajukan ekosistem industri teknologi digital di Indonesia. “Indonesia menyimpan potensi industri digital yang jika dipadukan dengan sumberdaya dan budaya yang beranekaragam di Indonesia, maka dapat menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia”, kata Rudiantara optimistis.

Penyediaan akses internet oleh Kementerian Kominfo di lokasi usulan-usulan Pemda/K/Ldibangun dengan menggunakan dana KPU/USO yang dikelola Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI). Akses Internet diimplementasikan melalui kerjasama BP3TI, pemerintah daerah, serta perusahaan penyediaan jasa akses internet.

Mekanisme kerjasama menggunakan sewa layanan, di mana BP3TI membiayai sewa layanan akses internet, pemerintah daerah/kementerian/lembaga memberikan usulan lokasi serta komitmen dalam implementasi, dan penyedia jasa menyediakan bandwidth sesuai pengadaan.
Penyediaan jasa akses internet disesuaikan dengan kondisi geografis dan demografis di daerah. Secara umum metode akses internet yang dipilih adalah melalui jaringan fiber optic, radio link dan VSAT (Very Small Aperture Terminal).

BP3TI Kementerian Kominfo menargetkan akses internet terbangun di 1.600 lokasi di Indonesia, terutama untuk daerah yang belum memiliki akses internet. Jumlah tersebut merupakan total target pembangunan Tahun 2015 dan 2016. Sampai dengan pertengahan November 2016 sebanyak 1.656 lokasi akses internet telah on air, sementara 448 lokasi lainnya dalam tahap deployment.
Pembangunan 1.600 lokasi ditargetkan selesai pada Desember 2016. Di kawasan Provinsi Maluku Utara, total penyediaan akses internet KPU/USO mencakup 74 lokasi, yang salah satunya di SMPN 5 Sakita, Morotai Selatan. (Icha)

Market Share Telkomsel Area Jabotabek Jabar Menguasai 33%

0

Telko.id – Memasuki kuartal terakhir periode semester dua 2016 ini, Telkomsel wilayah operasional Area Jabotabek Jabar tetap fokus menghadirkan layanan digital terdepan melaui dukungan ijaringan broadband terkini. Sejumlah tren pertumbuhan transaksi penggunaan layanan digital Telkomsel di Area Jabotabek menunjukkan respon positif dan potensi yang menjanjikan dalam penguatan ekosistem digital dalam keseharian masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.

“Peningkatan transaksi sejumlah layanan telekomunikasi berbasis digital yang rata-rata di atas 30% ini menjadi indikasi yang kuat tumbuhnya kepercayaan pelanggan untuk mulai mengadopsi layanan digital sebagai penunjang gaya hidup mereka. Terlebih di wilayah perkotaan yang sudah matang dengan persebaran teknologi terbaru seperti Jakarta, Bandung, Bekasi ataupun Tangerang,” kata Yetty Kusumawati yang baru saja dipercaya menjabat Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel menjelaskan.

Dengan jumlah pelanggan mencapai 37,6 juta dari 164 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia, Telkomsel Area Jabotabek Jabar menguasai 33% market share pelanggan secara keseluruhan. Kualitas jaringan yang stabil juga dihadirkan Telkomsel Area Jabotabek Jabar dengan hadirnya sekitar 37 ribu BTS yang tersebar di seluruh titik populasi, di mana 34 wilayah setingkat kota/kabupaten sudah terlayani jaringan broadband terdepan 4G LTE Telkomsel.

Jaminan menghadirkan pengalamanan menggunakan layanan broadband dan digital yang stabil ini diwujudkan Telkomsel Area Jabotabek Jabar dengan secara berkesinambungan melakukan pembangunan BTS eNodeB 4G LTE yang meningkat hingga 241% selama kurun waktu hingga kuartal tiga 2016 ini. Langkah ini menjadi perhatian khusus sejak awal tahun mengingat tinggi animo pelanggan Telkomsel untuk memanfaatkan layanan jaringan 4G LTE yang kini jumlahnya terus meningkat mencapai 3,7 juta pelanggan yang sudah menggunakan device 4G LTE serta melakukan upgrade/migrasi uSIM 4G LTE.

Yetty lebih lanjut menambahkan “Sejak awal Januari 2016, sekitar 1,5 juta pelanggan Telkomsel telah melakukan upgrade/migrasi uSIM 4G LTE, di mana 70% diantaranya melalui channel layanan pelanggan GraPARI Telkomsel. Animo tinggi masyarakat beralih ke layanan 4G LTE Telkomsel juga mendorong peningkatan trafik layanan data di jaringan 4G hingga 42% hingga saat ini. Wilayah kota besar seperti Jakarta dan Bandung menjadi penyumbang trafik data tertinggi.”

Selain memperkuat infrastruktur jaringan, Telkomsel Area Jabotabek Jabar juga terus mendorong pemanfaatan jaringan broadband untuk layanan digital. Telkomsel mencatat peningkatan yang cukup signifikan terhadap sejumlah layanan digital sejak kurun waktu awal tahun ini. Transaksi layanan digital penunjang gaya hidup meningkat sekitar 87% dibanding periode yang sama tahun lalu, seperti transaksi layanan streaming music seperti LangitMusik yang meningkat hingga 456%.

Adopsi layanan gaya hidup digital wilayah operasional Telkomsel Area Jabotabek Jabar juga terlihat dari peningkatan transaksi pemanfaatan layanan digital mobile payment TCASH yang tumbuh hingga 56%, dengan total pengguna layanan TCASH yang telah mencapai lebih dari 268 ribu pelanggan. Potensi berkembangnya layanan digital Telkomsel juga semakin bertambah melalui pertumbuhan sekitar 242% transaksi layanan #JajanOnline yang menyediakan alternatif metode pembayaran digital dengan sistem potong pulsa untuk pembelian beragam item aplikasi online yang tersedia di Google PlayStore.

“Pertumbuhan transaksi layanan broadband seperti 4G LTE Telkomsel dan layanan digital Telkomsel seperti #JajanOnline, TCASH dan LangitMusik ini tidak hanya terjadi kota-kota. Wilayah rural yang juga menjadi penyangga kota besar seperti Jakarta dan Bandung justru menjadi penyumbang pertumbuhan tranaksi layanan digital. Seperti kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Bandung Barat yang memiliki jumlah transaksi tertinggi untuk layanan mobile payment TCASH, dan kota Garut dan Serang yang menjadi wilayah dengan transaksi layanan digital streaming music dan mobile banking solutions” pungkas Yetty. (Icha)

Line Creativate 2016 Sukses Jaring Bakat Kreatif Indonesia

0

Telko.id – Bertempat di Mall Gandaria City, Jakarta, sembilan anak muda kreatif Indonesia dinobatkan sebagai juara dalam ajang Line Ceativate 2016. Line Creativate 2016 sendiri merupakan ajang unjuk bakat kreator Line di dunia digital, yang tahun ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraannya. Ajang ini melombakan tiga varian kompetisi, termasuk kompetisi Webtoon, kompetisi Line Sticker dan kompetisi Line Developer.

Sekitar 15.000 partisipan diketahui mengikuti ajang Line Creativate kali ini. Jumlah ini meningkat hampir 50 persen dari tahun sebelumnya, yang berkisar 8000an partisipan. Pesertanya pun tak hanya berasal dari Jakarta, melainkan berbagai daerah di Indonesia.

“Partisipannya banyak dari daerah, dan yang menang pun kebanyakan dari daerah,” kata Ongki Kurniawan, Managing Director Line Indonesia dalam sambutannya.

Diakuinya, ini menarik, karena artinya dengan adanya digital platform, tidak ada lagi jarak yang memisahkan.

“Ini sejalan dengan misi Line, “Closing the Distance,” dimana Line berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui kontribusi pembangunan industri kreatif sebagai salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi,” imbuh Ongki. “Melalui Line Creativate 2016, ami mengajak talenta lokal Indonesia untuk mengeksplorasi, dan mengembangkan potensi, serta meningkatkan daya saing para kreator.”

Sama seperti tahun sebelumnya, dalam penyelenggaraan Line Creativate kali ini pun Line kembali mendapatkan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), yang bersama-sama berharap dapat mepercepat pertumbuhan dan pembangunan ekosistem kreatif digital.

Berbicara di kesempatan yang sama, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Triawan Munaf mengaku senang dengan upaya yang dilakukan Line untuk mengembangkan bakat-bakat kreatif di Indonesia. Menurutnya, kegiatan Line Creativate 2016 sejalan dengan komitmen Bekraf untuk mendukung ke-16 subsektor ekonomi kreatif Indonesia termasuk bidang desain grafis, animsi dan apps developer.

“Bersama Line, kami juga telah mengadakan rangkaian roadshow di lima kota besar di Indonsia untuk menjaring talenta lokal dan memperkenalkan serta memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif agar memiliki hak kekayaan intelektual (HKI) sehingga memperkuat daya saing di pasar global,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyebut kegiatan Line lewat Line Creativate 2016 ini sebagai satu hal yang baik, apalagi mengingat Line, sebagai OTT asing juga telah membuktikan kesungguhannya untuk ‘bermain’ di Indonesia dengan mendirikan perusahaan.

Sejak hadir di Indonesia pada 2013 lalu, Line telah aktif mendukung dan berkolaborasi dengan masyarakat Indonesia dalam menyediakan layanan dan konten yang relevan dengan budaya dan kebutuhan lokal. Line percaya bahwa potensi kreatif Indonesia akan terus berkemnang dan Line akan terus mendukung talenta kreatif Indonesia agar berkarya melalui platform digital.

Layanan Selular Indosat Ooredoo Di Kuartal III Tumbuh 11,9%

0

Telko.id – Indosat Ooredoo berhasil mencatat pertumbuhan tahunan ‘double digit’ untuk bisnis selularnya di kuartal III tahun 2016 (pada sembilan bulan tahun 2016), yaitu sebesar 11,9%. Pertumbuhan selular yang cukup menggembirakan ini utamanya disebabkan oleh peningkatan pendapatan Data, Telepon, SMS dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi.

Indosat Ooredoo juga mencatat pencapaian jumlah pelanggan sebesar 81,6 juta pelanggan, meningkat 12,6 juta dibandingkan pada 9 bulan tahun 2015. Peningkatan jumlah pelanggan ini merupakan hasil dari penawaran-penawaran menarik Perusahaan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dalam menggunakan data, telepon, SMS serta VAS. Penambahan pelanggan utamanya berasal dari pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 114,2% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 52,2% dibanding periode 9 bulan tahun 2015.

Untuk pendapatan Data Tetap (MIDI), perusahaan mencatat peningkatan sebesar 6,7% dibandingkan sembilan bulan tahun 2015 karena pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta. Sementara pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) turun sebesar 16,9% dibandingkan sembilan bulan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat.

Di samping itu, perusahaan juga berhasil mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9,9% terhadap periode yang sama tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp21,5 triliun untuk sembilan bulan tahun 2016. EBITDA tumbuh 10,5% menjadi Rp9,5 triliun (9B 2015: Rp8,6 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 44,0%. Beban mengalami peningkatan sebesar 5,5% menjadi Rp18,7 triliun (9B 2015: Rp17,7 triliun). Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.

Perusahaan juga terus mengembangkan jaringan secara nasional, dengan menambah 7.851 BTS dimana 96% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G demi menunjang pertumbuhan dalam bisnis data.

Hingga periode 9B 2016, porsi hutang USD telah berkurang secara signifikan dari USD505,6 juta pada 9B 2015 menjadi sebesar USD186,4 juta, atau 12,0% dari total hutang. Penurunan porsi hutang USD sebesar 63,1% ini sesuai dengan rencana Indosat Ooredoo untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan.

Dampaknya mulai terlihat ketika Indosat Ooredoo menghasilkan laba bersih sebesar Rp845,4 milyar dalam periode 9B 2016 ini. Hutang dari pinjaman bank dan obligasi turun 12,0% dibanding tahun lalu, mewakili penurunan hutang beredar sebesar Rp2,7 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun 2015.

Upaya Perusahaan dalam mengurangi porsi hutang USD dan mengurangi tingkat hutang akan berlanjut di sepanjang sisa tahun 2016. (Icha)

IndonesiaNEXT Program Sertifikasi Bagi Mahasiswa

0

Telko.id – Dalam upaya mendukung generasi muda dalam mempersiapkan diri bersaing secara global di tingkat internasional, Telkomsel menggelar IndonesiaNEXT. Mengambil tema “Get Inspired, Be The Next”, program sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan mempersiapkan keahlian profesi mahasiswa dalam menghadapi persaingan global yang lebih kompetitif.

Seiring kemajuan teknologi dan perkembangan dunia yang semakin cepat, dibutuhkan generasi muda yang mampu dan handal dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berubah. Persaingan bisnis yang semakin ketat membuat generasi muda harus memiliki kualitas yang dibutuhkan baik secara akademis maupun profesional untuk dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Sebagai perusahaan yang turut bertanggung jawab dalam memajukan generasi muda Indonesia, kami berupaya untuk mendukung pengembangan kemampuan dan pengetahuan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Melalui IndonesiaNEXT, kami berharap generasi muda kita semakin cakap dan kompeten untuk bersaing secara global,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan.

Rangkaian program IndonesiaNEXT diadakan di enam perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, yakni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya (25 Oktober), Universitas Sumatera Utara (USU) Medan (14 November), Universitas Indonesia (UI) Depok (17 November), Institut Teknologi Bandung (ITB) (21 November), Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar (28 November), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta (8 Desember).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan dan jenjang pendidikan perguruan tinggi akan berpartisipasi dalam seminar inspiratif dan sesi kreatif. Seminar inspiratif yang menghadirkan para pembicara dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya ini diharapkan akan membuka wawasan peserta untuk memahami pentingnya peningkatan mutu dan kompetensi sumber daya manusia agar dapat berkompetisi dengan tenaga kerja berkelas dalam skala global.

Sementara itu, sesi kreatif mengulas bidang peminatan yang dipilih oleh peserta pada saat registrasi dilakukan, yang terbagi ke dalam kategori film, kuliner dan pariwisata, fashion, serta teknologi informasi (IT). Materi pada sesi kreatif ini disampaikan oleh para pelaku bisnis di industri kreatif yang relevan dengan masing-masing bidang peminatan.

Para peserta berkesempatan mengikuti pelatihan dan ujian sertifikasi nasional maupun internasional. Peserta yang lulus dari ujian sertifikasi tersebut akan mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).

Selanjutnya, peserta yang telah melalui tahap seleksi akan memperoleh semakin banyak kesempatan dari berbagai jenis sertifikasi yang telah disediakan sesuai bidang peminatan. Pada tahap akhir, akan dipilih 18 peserta terbaik yang berkesempatan untuk mengikuti short course di perusahaan digital ternama kelas dunia.

Para mahasiswa yang berminat untuk berpartisipasi dalam program IndonesiaNEXT dapat melakukan registrasi secara online dengan mengakses situs indonesianext.id. (Icha)

Apple Mulai Berpikir untuk Merakit iPhone di Kampung Halaman

0

Telko.id – Apple dikabarkan telah meminta dua perusahaan yang membuat iPhone di China, yakni Foxconn dan Pegatron, untuk mengeksplorasi ide untuk memindahkan manufaktur perangkat ke AS.

Laporan dari Nikkei Asia Review, mengutip sumber tanpa nama ini datang satu minggu setelah Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS. Seperti diketahui, pada bulan Januari lalu, Trump mengatakan bahwa ia ingin agar Apple merakit komputer dan perangkat mereka yang lainnya di dalam negeri, dan bukannya di negara lain.

Sementara penjualan iPhone telah mengalami penurunan dan mengurangi penjualan perusahaan secara keseluruhan, Apple tetap perusahaan yang paling berharga di dunia, dan margin keuntungan karena metode manufakturnya berkontribusi untuk itu. Tapi Trump telah menunjukkan ia ingin mendorong Apple untuk berubah, tidak hanya terkait manufaktur, tetapi juga persoalan enkripsi. Ia mengusulkan pemboikotan atas Apple selama kontroversi perusahaan tersebut dengan FBI awal tahun ini, lantaran Apple tidak mau membantu akses penegakan hukum iPhone. Dan kini Trump adalah presiden terpilih.

Sementara itu, niatan Apple untuk memindahkan manufakturnya dari China ke AS ini tidak terlalu ditanggapi antusias oleh pimpinan Foxconn, Terry Gou. Masalah biaya kemungkinan menjadi penyebabnya, karena pembuatan iPhone di AS akan memakan biaya “lebih dari dua kali lipat” dari sebelumnya.

Reaksi yang kurang lebih sama juga ditunjukkan oleh Pegatron. Kekhawatiran akan biaya kembali menjadi alasannya.