spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1492

Advan, Merek Lokal Yang Ungguli Asus, Lenovo dan Xiaomi

0

Telko.id – Bangga juga, ada merek lokal yang mampu bersanding dengan merek global, bahkan menggungulinya. Advan, mendapat kepercayaan dari konsumen Indonesia hingga mampu meraih top 3 smartphone di Indonesia menurut data IDC. Advan telah mengalahkan rivalnya yang merupakan brand global terkemuka seperti Asus, Xiaomi, dan Lenovo.

Berdasarkan data terbaru dari firma riset IDC di tahun 2017, Advan telah merangsek di posisi ketiga merek smartphone di Indonesia. Advan telah mengalahkan rivalnya yang merupakan brand global terkemuka seperti Asus, Xiaomi, dan Lenovo.

Laporan terbaru IDC menyebutkan bahwa Top 5 merk smartphone di Indonesia adalah Samsung (30%), Oppo (25%), Advan (8.3%), Vivo (7,5%), dan Xiaomi (5,2 %). Sebagai perbandingan, pada kuartal sebelumnya (2017Q1), IDC menyebutkan TOP 5 merek ponsel di Indonesia adalah Samsung, Oppo, Asus, Advan, dan Lenovo.

Meski penjualan ponsel merk lokal cenderung menurun, namun kinerja penjualan Advan terbukti meningkat. Data IDC menyebutkan, di antara vendor lokal sendiri, Advan meninggalkan jauh rivalnya dengan perolehan market share 49 persen. IDC juga mengungkapkan bahwa total pengiriman ponsel vendor lokal selama kuartal dua adalah 1,4 juta unit dan sampai akhir quartal ketiga sekitar 4,2 juta unit. Artinya penjualan Advan mencapai 700.000 unit selama kurun waktu 3 bulan saja, sejak April sampai Juni 2017. Atau sampai akhir quartal ketiga kurang lebih ada sekitar 2,1  juta unit.

 

Top 5 Smartphone Company in Q2 2017
Rank Company Percentage
1 Samsung 32%
2 Oppo 24,3%
3 Advan 9%
4 Vivo 6.9%
5 Xiomi 3,2 %

 

Top 5 Tablet Company in Q2 2017
Rank Company Percentage
1 Advan 60,8%
2 Samsung 15,3%
3 Evercoss 11,8%
4 Mito 2,9%
5 Lenovo 0,8%

 

Top 5 smartphone company in Q3 2017
Rank Company Percentage
1 Samsung 30%
2 Oppo 25%
3 Advan 8.30%
4 Vivo 7,5%
5 Xiomi 5,2 %

 

Menurut analisis Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia, posisi Advan yang dalam beberapa tahun ini menjadi merk ponsel lokal nomor satu di Tanah Air, karena didukung kehadirannya di seluruh pelosok nusantara serta peluncuran smartphone kelas menengah Advan G1 yang rilis awal tahun ini berhasil memikat masyarakat, dan menuai panen di kuartal dua sampai quartal ketiga. Smartphone terbaru Advan A8 pun ditengarai semakin mendorong ekspansi Advan di pasar.

Selain itu, Risky juga menambahkan bahwa Advan diuntungkan dengan peraturan TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) di mana semua vendor baik lokal maupun global mendapat perlakuan sama. Di mana semua produsen smartphone 4G LTE wajib memenuhi TKDN sebesar minimal 30 persen.

IDC juga melihat perubahan tren di mana penjualan smartphone kelas menengah (mid-range) tumbuh lebih dari dua kali lipat. Smartphone dengan kisaran harga Rp2,5 juta sampai Rp.5 juta, menguasai sekitar 28 persen dari total penjualan smartphone di Indonesia.

“Hal ini merefleksikan perubahan dalam kebutuhan konsumen untuk beralih ke perangkat dengan spesifikasi yang lebih baik untuk menyokong pengalaman media & hiburan, produktifitas, dan mobile gaming,” kata Risky Febrian, Associate Market Analyst, IDC Indonesia.

Menanggapi laporan dari IDC tersebut, Tjandra Lianto, Direktur Marketing Advan  merasa bangga karena Advan yang merupakan merek smartphone karya anak bangsa mendapat kepercayaan yang tinggi dari konsumen di Tanah Air.

“Kami bangga bahwa kepercayaan konsumen Indonesia terhadap Advan semakin tinggi, di mana Advan saat ini menjadi satu-satunya brand nasional yang masuk dalam tiga besar merek smartphone yang beredar di Indonesia. Pencapaian ini semakin memacu semangat kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas tinggi, seperti dengan hadirnya smartphone terbaru Advan A8 yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengguna Indonesia,” kata Tjandra. (Icha)

Keren, Banyak Anak Muda dan Perempuan Jadi Pemenang IWIC ke 11

0

Telko.id – Apakah pernah terbayang, anak 12 tahun sudah berkutat di bidang IT? Ajang Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest ke-11 (IWIC 11) ini menjadi bukti nya. Setidaknya, lebih dari 3.000 karya ide dan aplikasi dari 4 kategori yang dikompetisikan ikut dalam ajang tahunan ini. Bahkan, tidak hanya dari Indonesia, perhelatan tahun ini juga diikuti oleh peserta asal Vietnam, Korea Selatan, India, Filipina, Singapura, bahkan Kenya.

”Indosat Ooredoo berkomitmen mendukung rencana ekonomi digital untuk menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Melalui IWIC, kami ingin mengajak para generasi muda untuk turut serta mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui karya inovatif mereka sehingga manfaat teknologi digital bisa dirasakan oleh semua orang,” kata Joy Wahjudi,  President Director & CEO Indosat Ooredoo.

Joy juga menambahkan bahwa ”Kami berharap IWIC bisa menjadi tempat lahir dan berkembangnya para developer muda Indonesia yang mampu bersaing di kancah global. Sekali lagi, selamat kepada para pemenang atas inovasi digital yang telah diciptakan.”

IWIC tahun ini yang menjadi bagian dari perayaan 50 tahun Indosat Ooredoo, telah melalui serangkaian kegiatan seperti: roadshow ke berbagai komunitas, APIcon yang merupakan ajang sharing pengetahuan antar komunitas developer Indonesia dan global terkait Application Programming Interface (API), penyelenggaraan Hackathon dengan tantangan membangun aplikasi kreatif dalam waktu 24 jam, sampai dengan terpilihnya 24 Finalis untuk mengikuti Boot Camp di Kantor Pusat Indosat Ooredoo Jakarta selama 2 hari sebelum mencapai puncaknya di Grand Final.

Inovasi baru pada program IWIC 11 ini adalah mulai dibukanya akses komunitas developer ke API Indosat Ooredoo sejak Hackathon IWIC 11. Ratusan peserta Hackathon IWIC 11 telah berhasil mengintegrasikan aplikasinya ke 9 API Indosat Ooredoo yang memungkinkan aplikasi tersebut lebih cepat berinteraksi dengan pelanggan.

Lalu, siapa saja pemenang dari IWIC ke 11 ini?

Kategori Kids & Teens (ideas)

Juara 1: Gavka (Mezbareta Fathir Gavindaffa / 12 Tahun / Jakarta). Gavka merupakan Robot Pintar Sahabat Anak Indonesia berbasis teknologi IoT yang akan mempermudah pengawasan bayi, balita, dan lansia melalui deteksi gerakan menggunakan sensor PIR motion.?

Juara 2: Smart Cage (Disya Erlina Audya / 15 Tahun / Bogor). Smart Cage merupakan sistem kandang ternak ayam pintar berbasis teknologi IoT (Internet of Things) dan M2M (Machine-to-Machine) sebagai solusi permasalahan peternakan unggas.

Juara 3: Kerjaan (Galih Tegar Febrianto / 15 Tahun / Semarang)?. Kerjaan merupakan platform penghubung pelajar SMK dan mahasiswa teknik sebagai penyedia jasa, dengan masyarakat yang punya permasalahan teknis sehingga akan saling menguntungkan.

Kategori Kids & Teens (apps)

Juara 1: Quiz Matematika (Muhammad Hafizh Bayhaqi / 10 Tahun / Bogor). Quiz Matematika merupakan game berbentuk kuis matematika yang dirancang untuk melatih kemampuan dan kecepatan berhitung anak-anak dengan cara yang seru dan menyenangkan.

Juara 2: AR Sistem Tata Surya (Ahmad Reihan Alavi / 14 Tahun / Jepara)?. AR Sistem Tata Surya merupakan solusi pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) untuk mempermudah pembelajaran siswa-siswi di seluruh Indonesia mengenai sistem tata surya.

Juara 3: Life is Precious (Shaquille Shiddiq Priata / 15 Tahun / Tangerang Selatan). Life is Precious merupakan game interaktif dengan berbagai tantangan permainan yang fokus pada topik pembelajaran serta pencegahan kecanduan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Kategori Beginner (ideas)

Juara 1: Zayna.ai (Shulhan Fauzi / 20 Tahun / Semarang)?. Zayna.ai merupakan platform Virtual Business Assistant berbasis teknologi chatbot yang akan memudahkan para pebisnis UMKM melakukan manajemen keuangan semudah chatting.

Juara 2: Smart PJU (Moch. Azril Budi Akbar / 16 Tahun / Bogor). Smart PJU merupakan solusi problematika penerangan jalan umum konvensional berupa monitoring kondisi lampu jalan secara real time dengan sistem sensor Power Logic.

Juara 3: Kerungu (Vicko Effendy / 20 Tahun / Probolinggo). Kerungu merupakan solusi komunikasi praktis bagi penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara dengan mengubah suara lawan bicara menjadi sebuah visual bahasa isyarat.

Kategori Beginner (apps)

Juara 1: Urgent.id (Indra Gunawan / 26 Tahun / Bandung)?. Urgent.id merupakan platform pemesanan service perbaikan handphone dan laptop online yang tercepat dan bergaransi dengan jaminan harga, lama perbaikan, dan kualitas pekerjaan dari teknisi terpercaya.?

Juara 2: Trippie (Catharina Dheani / 22 Tahun / Jakarta)?. Trippie merupakan platform untuk memudahkan para traveller memilih Open Trip Agencies terbaik yang telah dikurasi berdasarkan perbandingan harga, kualitas, dan keunikan program, lengkap dengan sistem reward dan referral.?

Juara 3: PerangQode (Rahmat Hidayat / 21 Tahun / Padang)?. PerangQode merupakan solusi cerdas untuk menambahkan konten digital pada suatu produk, dimana pengguna bisa memasukkan video/pesan ke dalam QR Code kosong yang sudah dicetak sebelumnya dan bisa membuka peluang kanal pemasaran baru.

Kategori Professional (ideas)

Juara 1: Chicken Shelter (Sari Dwi Wahyuni / 20 Tahun / Yogyakarta). Chicken Shelter merupakan platform untuk membantu pemenuhan kebutuhan swasembada pangan ayam broiler dengan memanfaatkan sumber daya hasil kolaborasi para investor dan pemilik lahan terpilih.

Juara 2: Diperon (Ilman Na’afian Wirawan / 21 Tahun / Jakarta). Diperon merupakan solusi untuk memudahkan penyandang disabilitas tuna rungu dalam menggunakan transportasi umum KA commuter line berupa bantuan informasi perjalanan secara visual.

Juara 3: OOToday (Glynvile Satago / 25 Tahun / Filipina)?. OOToday merupakan platform fashion stylist yang akan mengenali detail item fashion apa saja yang dipakai berikut informasi jumlah like, share, comment, dan link untuk membeli item tersebut saat pengguna posting foto dirinya.

Kategori Professional (apps)

Juara 1: Homework Hero (Thomas Wiradikusuma / 34 Tahun / Bekasi). Homework Hero merupakan platform untuk membantu siswa yang kesulitan memahami pelajaran dan PR dari sekolah. Cukup dengan upload foto pertanyaan yang belum dipahami, maka tutor pilihan akan menjelaskannya melalui chatting.

Juara 2: Tumbas.in (Muhammad Fuad Hasbi / 22 Tahun / Semarang). Tumbas.in merupakan platform untuk memudahkan berbelanja di pasar tradisional langganan tanpa repot dan bisa membandingkan harga produk yang terjamin kualitasnya dari berbagai pilihan pasar tradisional terdekat.?

Juara 3: Askalo (Setyadi Aprilianto / 25 Tahun / Jakarta). Askalo merupakan platform yang menghubungkan turis dengan penduduk lokal lewat chatting. Semua pertanyaan dari turis tentang wisata akan dijawab langsung oleh penduduk lokal.

Kategori Women & Girls (ideas)

Juara 1: GetCrew (Asti Nurafala Sahir / 28 Tahun / Jakarta). GetCrew merupakan platform perekrutan dan pengelolaan crew event bagi perusahaan Agency atau Event Organizer untuk menggerakkan sektor usaha informal dengan potensi turut serta mengurangi pengangguran.?

Juara 2: Angkring (Salsabila Imtiyas / 21 Tahun / Kendal). Angkring merupakan platform untuk membantu pedagang kaki lima mempromosikan usahanya dan menghubungkannya dengan konsumen, pemerintah, pasar, dan lembaga keuangan.

Juara 3: Qluar (Karisma R. Muthmainnah / 21 Tahun / Jakarta). Qluar merupakan solusi tur wisata dengan teknologi location based AR (Augmented Reality) yang otomatis akan merekam posisi pengguna, memberikan tips liburan, dilengkapi game berburu stiker AR untuk bisa mendapatkan diskon dari merchant lokal.

Kategori Women & Girls (apps)

Juara 1: SiMaggie (Lili Nur Indah Sari / 24 Tahun / Kediri). SiMaggie merupakan platform pengolahan sampah organik menjadi maggot (belatung) sebagai alternatif pakan lele melalui konsep biokonversi dengan layanan penjualan online ke peternak lele.

Juara 2: Lavanya (Cindy Lim / 26 Tahun / Jakarta). Lavanya merupakan platform layanan kecantikan yang menghubungkan pengguna dengan klinik kecantikan pilihan untuk membuat janji, konsultasi lewat chat, dan pembelian produk secara online.

Juara 3: Mom’s Box (Nurlaela Bahamady / 25 Tahun / Bandung)?. Mom’s Box merupakan solusi mewujudkan keinginan bunda terhadap hadiah yang diidam-idamkan di hari istimewa mereka, sehingga para sahabat mengetahuinya dan bisa memberikan kado yang paling pas tanpa khawatir akan duplikasi.

Masing-masing pemenang mendapat uang tunai mulai Rp 4 juta hingga Rp 20 juta dengan total mencapai ratusan juta rupiah. (Icha)

Operator ini Merangkul Kaum Milenial Lewat Album Sound of Tri

0

Telko.id – Musik memang tidak mengenal usia. Tapi dengan merangkul pemusik dari berbagai daerah untuk ikut dalam kegiatan Roud to Sound of Tri diyakini oleh Hutschinson 3 Indonesia sebagai upaya yang ‘jitu’.

“Hasilnya, ada 10 band yang beranggotakan anak muda berbakat dengan kualitas musik luar biasa yang ditemukan oleh Tri,” kata Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia menjelaskan.

10 band ini adalah D.Plust dari Padang, Friendship dari Palembang, DNA band dari Singkawang, Manjakani dari Pontianak, She’s Bro dari Pontianak, Japra dari Jakarta, Garamerica dari Bandung, Paberik Bamboe dari Bandung, Sumber Kencono dari Malang, dan Jendela New Diary dari Yogyakarta. Ke sepuluh band tersebut pun mendapatkan kesempatan untuk recording bareng dengan Tri dan membuat Album Digital Sound of Tri.

“Album ini merupakan wujud dukungan menyeluruh dan kepedulian tri pada musisi muda Indonesia,” ujar Dolly menambahkan.

Proses recording album berlokasi di ArtSound Studio, di bawah bimbingan dan arahan Elwin Hendrijanto, komposer dengan reputasi internasional yang bertindak sebagai Music Producer dan Music Director. Elwin didukung oleh tim yang terdiri dari para pakar di bidangnya yaitu Jesslyn Juniata sebagai Assistant Music Producer dan Vocal Director, Christian Edo Yuwono sebagai Music Editor, serta Gerard Rumintjap untuk Mixing dan Mastering. Proses recording ini dilakukan secara live demi mendapatkan soul dan energi dari musik yang dibawakan.

Untuk mendukung penyebaran dari album ini dan tentu saja untuk meningkatkan penetrasi Tri di kaum milenial, operator ini meluncurkan Kartu Perdana dan Isi Ulang Broadband Musik (BM) sebagai produk resmi Sound of Tri.

Album Sound of Tri dan RBTnya dapat dinikmati secara gratis dengan membeli kartu perdana BM Musik. Kartu ini harganya sangat terjangkau dengan varian produk berkuota 1.5 dan 3 GB, serta sangat pas untuk penggemar musik karena memberikan benefit gratis 60 hari RBT Album SO3, gratis 30 hari album SO3.

Tidak hanya internetan dan fitur musik, Tri memberikan fasilitas bebas nelpon 1 tahun ke opertor lain, tambahan kuota dan poin BonsTri yang bisa didapatkan oleh pelanggan saat melakukan isi ulang diantaranya dapat ditukar dengan voucher Ayopop untuk iTunes dan Joox.

Dengan kartu perdana dan Isi Ulang BM Musik, pelanggan Tri juga bisa ikut untuk memberikan vote bagi band lokal Sound of Tri favorit mereka. Pelanggan bisa mendukung band dari kotanya untuk menjadi band terbaik setiap minggunya dan membawa mereka menjadi band terpilih yang akan menggelar konser.

Selain itu, Pelanggan Tri dapat juga menikmati musik karya 10 Band Sound of Tri ini melalui aplikasi bima+. RBT ke 10 band ini juga bisa di aktifkan melalui aplikasi bima+ atau melalui *503#. Jangan lewatkan juga video klip nya yang bisa ditonton melalui channel Youtube Tri Indonesia. Sudah siap menyambut 10 rising stars ini di belantika musik tanah air? (Icha)

 

 

Mantap, XL Punya Pemasukan Baru Dari Jaringan Internet Global

0

Telko.id – Sebagai penyedia layanan data, tentu perlu memiliki alternatif jaringan agar dapat memastikan, layanan yang diberikan tidak terganggu. Salah satu strategi XL adalah menerima kerjasama yang ditawarkan Oleh Vocus group yang membutuhkan landing point di Indonesia untuk melengkapi jaringan internet global Australia – Indonesia – Singapura.

Bagi XL, tentu kerjasama ini cukup menggiurkan. Pasalnya, selain dapat mengalihkan trafik dari dan ke luar negeri yang biasanya lewat Singapur, sekarang bisa lewat jaringan milik Vocus, yang notabene, XL juga punya share. Dari sisi harga pun, pasti bisa lebih murah.

Ditambah lagi, XL ternyata juga bisa ikut jualan untuk mengisi jaringan tersebut. Hal ini masuk dalam klausul kerjasama ini. Ada informasi juga, setidaknya ada potensi 25% pengguna layanan data global akan berpindah ke jaringan ini. Pasalnya, SKKL ini Sudah menggunakan teknologi baru. Yang berarti, menjadi pemasukan baru dari XL.

Peran XL sendiri dalam pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Australia-Indonesia-Singapore yang menghubungkan Australia dengan Singapura dan melalui perairan Indonesia ini sangat penting.

Pasalnya, dengan Anyer di wilayah Banten sebagai titik pendaratan (landing point), SKKL ini akan menyediakan alternatif akses internet dari Indonesia ke jaringan global melalui Australia. Hingga saat ini proses pembangunan jaringan sepanjang 4,600 km ini masih berjalan dan siap untuk beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2018.

Ditambah lagi, untuk mendapatkan berbagai perijinan supaya kabel laut bisa terpasang cukup banyak. Setidaknya, ada 30 instansi yang perlu memberikan ijin agar pemasangan kabel laut tersebut bisa berjalan. Mulai dari perusahaan perminyakan, pemerintah daerah dan lain nya. Semua, yang di Indonesia, XL yang melakukan.

Pembangunan proyek jaringan yang sudah berjalan 50% tersebut, diresmikan oleh Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, Chairman Vocus Group, Vaughan Bowen, CEO Alcatel Submarine Networks, M. Phillippe Piron, dan Menteri Komunikasi & Informatika, Rudiantara.

“Keberadaan SKKL Australia–Indonesia-Singapore ini merupakan sarana infrastruktur yang sangat strategis bagi perkembangan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Indonesia karena menyediakan konektifitas berkapasitas  besar ke Singapura dan terutama ke Australia yang selanjutnya bisa menjadi jalur alternatif ke jaringan global. Dengan kapasitas mencapai 30Tb untuk jalur Jakarta dan Singapore serta 20Tb antara Jakarta – Perth, berarti SKKL ini mampu menyediakan kapasitas hingga 6x lipat dari total kapasitas jaringan internasional dari Indonesia yang ada saat ini,” kata Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO of XL Axiata.

Dian menambahkan, ketersediaan kapasitas/bandwidth yang sangat besar ini tentunya juga akan dapat dinikmati pelanggan XL Axiata, termasuk pelanggan korporasi dan penyedia jasa layanan internet di Indonesia. Selain itu, menurutnya, rute alternatif melalui Australia yang saat ini masih sangat terbatas, juga akan mengurangi ketergantungan terhadap Singapura yang hingga saat ini merupakan jalur utama untuk menyalurkan trafik dari Indonesia ke jaringan global dan rawan dengan gempa bumi.

Dengan demikian, apabila jaringan internet yang melalui Singapura terjadi gangguan, maka akses Internet dari Indonesia menuju jaringan global tidak akan ikut terganggu karena tersedia pilihan untuk bisa dialihkan melalui jalur alternatif tersebut.

Setidaknya, dengan adanya jalur alternatif ini, akan terjadi pengalihan. XL akan mengatur, 50% trafik akan dialihkan ke jaringan baru ini.

Chairman Vocus Group Vaughan Bowen mengatakan, “Keberadaan jaringan ini sangat penting untuk mendukung perkembangan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia, dan untuk kali pertama, ini merupakan sebuah hub di tengah arus trafik yang menghubungkan antara Asia dan Amerika Utara dan bukan menjadi sebuah akhir dari jaringan fiber optik yang ada di kawasan tersebut”.

Dalam proyek yang dikerjakan oleh Alcatel Submarine Network (ASN) ini, XL Axiata turut serta sebagai landing partner, administrator, dan perwakilan SKKL Australia-Indonesia-Singapore di Indonesia.

Dengan bertambahnya ketersediaan kapasitas bandwidth melalui SKKL Australia-Indonesia-Singapore ini akan memberikan dampak yang signifikan terutama dalam struktur biaya akses internasional melalui rute selatan antara Indonesia dan Australia menuju Amerika yang saat ini masih terbatas. Jalur internet global melalui Australia ini juga lebih aman dibandingkan melalui Luzon Strait, Filipina yang rentan dengan gempa bumi.

Selain kapasitas yang besar dan rute alternatif selain melalui Singapura, secara teknis keunggulan SKKL ini bisa dilihat dari spesifikasinya, antara lain memiliki 4 Fibre Pairs yang menyediakan fleksibikitas koneksi, monitoring 24 jam, 7 hari seminggu (24/7) dan DC yang menghubungkan antara Australia dan Singapore

Penyediaan SKKL Australia-Indonesia-Singapore ini juga merupakan langkah XL Axiata dalam memenuhi komitmen menyediakan infrastruktur untuk akses internet global yang lebih baik sehingga bisa mendukung visi pemerintah dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dengan semakin banyak alternatif akses ke jaringan internet global, maka akan bisa mendorong tersedianya pilihan jalur yang terbaik, termasuk dari sisi ekonomi dan bisnis, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi penyediaan layanan internet yang berkualitas dengan tarif yang semakin terjangkau. (Icha)

 

Program Next Indonesia Unicorn Kembali Di Buka

0

Telko.id –  Target pemerintah mendigitalkan ekonomi Indonesia pada 2020 antara lain dengan mengadakan beberapa program besar, seperti gerakan 1000 startup dengan valuasi US$ 10 miliar, serta meningkatkan pertumbuhan e-Commerce lokal sebesar 50 persen per tahun dengan nilai US$ 150 miliar.

Tentu target tersebut harus dibarengi dengan upaya untuk pencapaiannya. Salah satu yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mendorong para startup untuk menjadi unicorn baru di Indonesia. Untuk merangsang terbentuknya unicorn baru tersebut, pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika kembali menggelar program Next Indonesia Unicorn (NEXTICORN).

Target dari NEXTICORN ini adalah untuk menciptakan marketplace yang lebih terstruktur dan tertata bagi para start-up untuk bertemu investor dalam memperoleh pendanaan.

“NEXTICORN ini merupakan langkah berikutnya untuk menampilkan Indonesia berikut startup-startup-nya kepada para investor global dan nasional agar startup dapat memperoleh pendanaan (funding), karena pemerintah mengerti permasalahan dalam mendapatkan funding, terutama di zona Missing Middle/Series B. Diharapkan nantinya startup-startup Indonesia dapat tumbuh dan mempunyai value di mata investor nasional dan global sehingga akan lahir unicorn-unicorn berikutnya di Indonesia,” jelas Menteri Kominfo Rudiantara.

Rudiantara beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa saat ini Indonesia sudah memiliki 4 unicorn yakni Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. “Saya yakin lebih dari lima. Kan dulu targetnya lima sampai akhir 2019. Yang 2017 sudah ada empat jadi saya yakin 2019 lebih dari lima,” kata pria yang akrab disapa Chief RA tersebut.

Program NEXTICORN ini merupakan kerja sama pemerintah dengan Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (AMVESINDO) dan Ernst & Young. Diharapkan dari kerja sama tersebut, serta dengan partisipasi startup-startup yang hadir, NEXTICORN bisa menjadi sukses di tahun 2018.

Dengan program NEXTICORN ini, pemerintah akan mendukung adanya Business Matching yang tepat melalui event-event yang mendatangkan Venture Capital baik dari nasional maupun dari luar negeri ke Indonesia, juga dengan membawa startup-startup Indonesia ke event-event di luar negeri yang dihadiri oleh VC. Oleh karena itu partisipasi dari para pelaku startup  sangat penting untuk memanfaatkan peluang yang telah diberikan, sehingga berpartisipasi agar startup-startup di Indonesia dapat menjadi The Next Indonesian Unicorns. Sebelum bertemu dengan investor, para start-up akan dibantu melalui proses kurasi, di mana akan dilakukan pengecekan mulai dari business plan, market validation, hingga sustainability technology dari start-up tersebut.

Sementara itu Donald Wihardja selaku Chief Coordinator AMVESINDO menyatakan “Dengan NEXTICORN ini, AMVESINDO berharap dapat mempermudah start-up untuk menggalang dana, terutama di level Series B (untuk mendapatkan US$5 juta ke atas) dengan memfasilitasi pertemuan mereka dengan investor, baik lokal maupun international. Untuk itu kami akan hadirkan NEXTICORN di acara-acara terkenal yang terbukti mengumpulkan investor di Indonesia dan di Asia, serta menyiapkan acara Business Meeting dengan start-up di sana.”

Sebagaimana diketahui AMVESINDO merupakan Asosiasi dari para pemodal Ventura yang menempatkan dananya pada startup-startup di Indonesia. Donald menambahkan “Kami juga mengumpulkan data-data dari start-up, contact info mereka, pitch deck, dan sebagainya, yang dapat diakses investor dengan mudah secara online, ataupun sebagai buku Compendium yang di cetak. Kami harap, dengan Project NEXTICORN, kami bisa mempersembahkan Unicorn-Unicorn Indonesia baru di masa dekat.” (Icha)

 

 

 

 

 

Kominfo dan Idea Luncurkan Interoperabilitas Layanan Pendaftaran Sistem Elektronik

0

Telko.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan idEA selaku asosiasi yang beranggotakan berbagai pelaku usaha di industri e-commerce mengadakan sosialisasi dan peresmian sistem pendaftaran PSE yang terintegrasi dan mempunyai fungsi interoperabilitas. Di mana interoperabilitas sistem pendaftaran ini memungkinkan para pelaku usaha untuk melakukan pendaftaran PSE melalui situs resmi idEA https://pse.idea.or.id/ .

Sistem pendaftaran PSE bertujuan untuk mewujudkan penyelenggara sistem dan transaksi elektronik yang andal, aman, terpercaya dan bertanggung jawab agar dapat memberikan pelayanan yang cepat, akurat, transparan sehingga mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik serta meningkatkan peran serta dan tingkat kepercayaan masyarakat dalam pemanfaatan TIK.

Menteri Kominfo Rudiantara menyatakan pendaftaran PSE ini dilakukan di Kementerian Kominfo dan di idEA. Namun dengan interoperabilitas maka cukup sekali proses dan bisa dilakukan hanya di idEA. “Jadi kemudahan yang selama ini Kementerian Kominfo terapkan juga diadopsi oleh idEA,” tandasnya.

Rudiantara juga menjelaskan bahwa pendaftaran juga tidak dikenakan biaya. Dengan interoperabilitas maka penyelenggaraan sistem elektronik diakui baik di pemerintah sekaligus di idEA. IdEA adalah asosiasi yang paling tahu industri dan anggotanya. Demikian juga berkenaan dengan akreditasi atau bentuk pengakuan serta sertifikasi keandalan tentu idEA adalah yang paling tepat. Dengan adanya interoperabilitas dengan idEA ini akan meningkatkan pendaftar sistem elektronik. Next to do nya akan dilakukan interoperabilitas dengan instansi lain lagi.

Sementara itu Dirjen Aptika Semuel Pangerapan mengatakan perlunya pendataan untuk mengidentifikasi semua pelaku. “Kita sudah masuk di era digital. Pada saat kita masuk di era digital, kita tidak perlu lagi bertatap muka. Di era digital, identitas itu sangat penting,” katanya.

Semuel juga menambahkan bahwa negara sudah memikirkannya di tahun 2008. “Selama ini masyarakat memandangnya UU ITE itu adalah mengurusi pencemaran nama baik, fitnah padahal banyak pasal-pasalnya yang membantu kita berbisnis. Salah satunya mengenai Penyelenggara Sistem Elektronik,” jelasnya.

Lebih lanjut Semual menyampaikan bahwa yang didaftarkan apa usahanya, sistemnya bagaimana, keamanannya bagaimana, data-data yang dikelola apa saja, bagaimana melindungi data-data yang ada terutama data-data pelanggan.

Langkah yang dilakukan oleh pemerintah ini berdasarkan dinamika pertumbuhan percepatan dunia digital yang terjadi serta semakin banyaknya start-up yang tumbuh, menjadikan pemerintah merasa perlu menggandeng mitra yang dapat membantu menjalankan fungsi pengawasan dalam hal pendaftaran PSE ini. Oleh karena itu, pemerintah memilih idEA sebagai mitra untuk bekerja sama dalam pendaftaran PSE.

“Kami menyambut baik atas kepercayaan Kemenkominfo untuk bersinergi dengan idEA dalam hal PSE ini. Kami ingin mengajak seluruh pelaku usaha penyelenggara sistem elektronik baik yang terdaftar sebagai member idEA maupun non member untuk mendaftarkan sistem elektroniknya secara online,” ungkap Aulia E.Marinto selaku Ketua Umum IdEA sekaligus CEO BLANJA.com.

Saat ini, idEA telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kemenkominfo dalam memfasilitasi interoperabiltas Sistem Elektronik sesuai amanat Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik beserta peraturan pelaksananya, yaitu secara andal, aman serta diselenggarakan secara bertanggung jawab.

Dengan adanya interoperabilitas sistem pendaftaran PSE antara Kementerian Komunikasi dan Informatika dan idEA, diharapkan dapat menjangkau setiap pelaku usaha PSE yang melakukan kegiatan usahanya di Indonesia sehingga tercapai tujuan penyelenggaraan sistem elektronik secara andal dan aman sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Icha)

 

 

 

Telkomsel MyBusiness Dipercaya Muluskan Digitalisasi Bank Mandiri di Jabodetabek

0

Telko.id – Telkomsel melalui unit bisnis Regional Account Management Central Jabotabek kembali dipercaya untuk menyediakan layanan seluler berbasis solusi bisnis korporasi Telkomsel MyBusiness oleh sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Jabotabek. Hal tersebut terimplementasi dari kerja sama yang dilakukan Telkomsel dengan sembilan perusahaan swasta dan BUMN dari berbagai industri seperti Bank Mandiri persero, Enerren Technologies, Medlinx Asia Teknologi, Astra Aviva Live, Group Lease Finance Indonesia, Adhirajasa Sarana Utama, Witami Tunai mandiri, Cemindo Gemilang dan Persatuan Pangkas Rambut Garut (5/12).

“Telkomsel mengapresiasi atas kepercayaan sejumlah perusahaan dalam memanfaatkan layanan Telkomsel MyBusiness sebagai pelangkan layanan solusi bisnisnya. Kini layanan Telkomsel MyBusiness terus kami kembangkan, khususnya dalam mendorong adopsi digitalisasi opersional pelanggan korporasi tersebut dengan menghadirkan sejumlah layanan solusi bisnis korporasi berbasis digital,” kata Nyoman Adiyasa, General Manager Account Management Jabotabek Jabar Telkomsel.

Dalam kesempatan penandatanganan kerja sama tersebut, bersama dengan Bank Mandiri Kanwil 3 Jakarta, Telkomsel kembali dipercaya sebagai mitra strategis untuk menghadirkan beragam solusi bisnis korporasi, baik dalam konsep Business to Business (B2B) atapun Business to Business to Customer (B2B2C).

Dalam kerjasama tersebut, Telkomsel berkolaborasi dan bersinergi dengan perusahaan di bawah naungan Telkom Group, yaitu PINS, bekerja sama dengan Bank Mandiri menghadirkan konsep paket reward berupa kuota internet untuk nasabah Bank Mandiri.

Selain itu, Telkomsel juga dipercaya dalam menghadirkan solusi layanan berbasis korporasi guna memudahkan koordinasi dan komunikasi operasional antar karyawan perusahaan, melalui penyedian fitur paket Team Plan yang dilengkapi dengan layanan bebas nelpon dan sms bagi karyawan Bank Mandiri serta paket kuota data khusus dengan harga terjangkau.

Bank Mandiri sendiri juga memanfaatkan layanan Team Plan Telkomsel MyBusiness untuk penyediaan paket bunding smartphone 4G LTE untuk mendorong penguatan gaya hidup digital karyawannya.

Layanan Telkomsel MyBusiness berbasis digital lainnya yang juga dimanfaatkan oleh pelanggan segmen korporasi adalah layanan M2M Smart Connectivity. Layanan tersebut dimanfaatkan PT Enerren Technologies dan PT Medlinx Asia Teknologi untuk mendungkung operasional perangkat bisnis masing-masing perusahaan untuk mempermudah monitoring pemanfaatan perangkat tersebut oleh para karyawannya.

“Saat ini, di wilayah operasional Area Jabotabek Jabar sendiri Telkomsel telah melayani lebih dari 8900 pelanggan segmen korporasi dari berbagi industri, seperti perbankan, retail, transportasi hingga BUMN. Dengan dukungan lebih dari 152 ribu BTS yang sebagian besar sudah berteknologi jaringan terdepan 4G LTE, Telkomsel yakin layanan solusi bisnis korporasi Telkomsel MyBusiness akan semakin dipercaya oleh beragam perusahaan, sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tiap perusahaan tersebut” pungkas Nyoman. (Icha)

Kolaborasi Atau Ko-inovasi Dengan Fintech Jalan Terbaik Baik Bagi Perbankan

0

Telko.id – Masuk nya era digital membuat banyak pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan mulai terkikis sedikit demi sedikit. Ini memang seperti buah simalakama. Mempertahankan karyawan atau beradaptasi dengan teknologi agar bisnis tetap berkembang. Tapi, transformasi digitalisasi adalah sebuah keharusan. Termasuk juga bagi perbankan.

Itu sebabnya, gelombang perubahan dalam teknologi digital berdampak terhadap dunia bisnis dan gaya hidup konsumen. Revolusi digital yang dimotori oleh pemanfaatan data, kecerdasan buatan, dan machine learning memunculkan teknologi baru yang mampu mengubah cara hidup masyarakat.

Teknologi menimbulkan guncangan di semua sektor, tidak terkecuali finansial. Kabar ini menjadi sinyal buruk bagi bank konvensional. Perbankan tidak lagi memonopoli layanan simpan, pinjam, investasi, dan produk perbankan lain. Kini bermuculan lembaga-lembaga keuangan baru yang memanfaatkan teknologi digital yang disebut financial technology (fintech).

Perkembangan fintech tidak lepas dari situasi krisis ekonomi pada 2008. Di tengah rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, fintech memberikan warna baru di sektor finansial. Pada saat itu, bank fokus mengatasi regulasi dan krisis yang sedang terjadi, sedangkan fintechmenghadirkan produk yang sesuai dengan perkembangan gaya hidup.

Daya Tarik Fintech

Fintech memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bank konvensional. Memiliki struktur organisasi yang lebih ramping dan daya penetrasinya yang dinamis, membuat fintech bergerak lebih cepat dan lincah dibandingkan bank konvensional. Fintech dapat menawarkan produk-produk baru yang dibutuhkan masyarakat sejalan dengan gaya hidup digital.

“Diprediksi setidaknya 30 persen jenis pekerjaan di sektor perbankan akan menghilang dalam lima tahun ke depan. Mau tak mau, perbankan konvensional mesti menyesuaikan diri dengan tren fintech ini,” kata Leonardo Koesmanto, Head of Digital Banking Bank DBS Indonesia menjelaskan.

Lalu, apa yang harus dilakukan oleh perbankan konvensional? Ada beberapa korporasi finansial besar yang mulai berinvestasi dan bekerja sama dengan fintech untuk meningkatkan kemampuan teknologi digitalnya.

Kolaborasi atau ko-inovasi dengan fintech merupakan jalan terbaik bagi bank untuk mempertahankan pertumbuhannya. Artinya, bank konvensional harus mengubah model dan strategi bisnis untuk melebarkan pasarnya. Di sisi lain, fintech juga akan mendapatkan keuntungan modal, data, pasar, dan dukungan regulasi dari perbankan.

Kecenderungan masyarakat menginginkan bentuk layanan cepat, mudah, dan praktis dalam aktivitas sehari-hari. Perilaku berbelanja misalnya, yang tadinya melalui gerai toko di mal maupun pasar dapat dilakukan dengan sekali klik di depan komputer atau gawai telepon seluler (ponsel). Begitu pula transaksi perbankan, berbagai jenis pembayaran tagihan dan investasi dapat dilakukan melalui aplikasi dalam ponsel pintar.

Laporan Klynveld Peat Marwick Goerdeler, sebuah lembaga auditor internasional, menyebutkan ada tiga lapisan perubahan dalam industri perbankan. Pertama adalah model bisnis dengan mengawinkan berbagai layanan berbasis teknologi. Kedua, perubahan produk menjadi lebih fleksibel serta pelanggan sentris. Lapisan terakhir adalah memberikan cara baru dalam mengoperasikan infrastruktur transaksional perbankan.

Fintech Mampu Hadirkan Fitur Cerdas

Memiliki fokus untuk menciptakan produk yang berbasis layanan, membuat fintech sangat menarik di mata konsumen. Teknologi fintech yang paling banyak diminati adalah kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk memberikan layanan asisten virtual yang berbasis pengalaman konsumen (consumer experience).

Asisten virtual merupakan terobosan dalam dunia perbankan. Layanan interaktif, realtime, dan bisa dipersonalisasi sesuai keinginan masing-masing konsumen akan mentransformasi pelayanan pelanggan.

Virtual asisten ini hadir dalam bentuk chatbot pintar yang akan menjawab permintaan konsumen dari jendela yang muncul ketika nasabah membuka aplikasi bank mereka. Dari pertanyaan terkait aktivitas perbankan hingga melakukan transaksi bisa dilakukan melalui bantuan chatbot ini.

Bank DBS Indonesia melalui aplikasi “digibank” merupakan salah satu bank yang memberikan layanan asisten virtual di Indonesia. Melalui aplikasi ini, nasabah dengan mudah membuat rekening baru tanpa harus datang ke kantor cabang. Selain itu, nasabah juga dapat berinteraksi setiap saat dengan robot asisten untuk kebutuhan transaksi harian mereka.

Di India, layanan ini telah menarik 1,5 juta nasabah baru sejak di luncurkan perdana pada 2016 yang lalu. Sedangkan di Indonesia, sejak Agustus 2017 tercatat sekitar 15 ribu nasabah sudah mengunduh aplikasi ini. DBS menargetkan akan memiliki 3,5 juta nasabah baru digibank dalam lima tahun ke depan. (Icha)

 

 

 

Menkominfo: Masyarakat Indonesia Budaya Cyber Security Masih lemah

Telko.id – Era digital perlahan tapi pasti sudah masuk ke Indonesia, terutama di kota besar dengan kualitas jaringan yang lebih memadai. Namun, di sisi lain, budaya cyber security dimasyarakat Indonesia masih sangat lemah.

Itu sebabnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengimbau masyarakat terus meningkatkan kesadaran mengenai keamanan siber (cyber security) dimulai dari yang sederhana seperti mengganti  password email dan mengganti pin ATM secara berkala.

“Kita belum punya budaya cyber security. Contoh kita pasti memiliki email umum seperti gmail, suka ganti password tidak? Setiap transaksi di bank tertentu ditanya ganti pin, suka ganti tidak?” katanya saat mengunjungi Pameran Cyber Security Indonesia 2018 di JCC Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Lebih lanjut Menteri Rudiantara mengatakan akun email rentan terhadap security breach. “Apabila masyarakat sudah mengganti password-nya, itu sama saja sudah setengah atau 50% meng-address atau menghindarkan cyber security breach. Contoh lainnya lagi ganti pin ATM,” jelasnya.

Jika dimulai dari setiap orang, Menteri Kominfo menyebut akan membuat kontribusi siginifikan terhadap keamanan siber nasional. “Menurut saya ini akan memberi pengaruh yang luar biasa, signifikan kepada ketahanan, national resilliance dari national cyber security,” tuturnya.

Rudiantara juga mengatakan keamanan siber bukan hanya isu di Indonesia tapi sudah menjadi isu global dan regional. “Minggu lalu, bahkan pada saat pertemuan Menteri-Menteri ICT ASEAN, itu dimasukan kembali ke dalam Deklarasi Siem Reap. Karena pertemuannya di Siem Reap, Kamboja.

Salah satu klausul Deklarasi itu adalah bagaimana kita membuat collective report bersama negara-negara ASEAN untuk meng-address isu cyber security,” katanya.

Menteri Kominfo menyebutkan Cybersecurity Index Indonesia saat ini berada pada nomor 70 dunia. “Masih banyak yang harus dikejar,” tambahnya.

Selanjutnya Menteri Rudiantara menegaskan Indonesia terbuka terhadap solusi dari banyak negara luar yang sudah maju ICT cyber security-nya. “Yang menjadi perhatian pemerintah adalah SDM, mencari masyarakat yang bisa membantu Indonesia untuk meng-address cyber security. Kominfo punya program Born to Protect, mereka bisa bekerja di korporasi fokusnya cyber security,” tandasnya. (Icha)

 

 

 

Smart TV ini Punya OS Dengan Sertifikasi Dari Google

0

Telko.id – Berdasarkan penelitian Nielsen Consumer Media View 2017, minat menonton video online terus meningkat. Penetrasi internet yang kian masif mendorong perilaku penggunanya juga bergeser. Selain menonton video online, ternyata konsumen tetap tidak bisa meninggalkan media visual televisi. Saat ini semakin banyak konsumen menonton televisi dan menggunakan internet dalam waktu bersamaan.

TCL sebagai penyedia aplikasi internet dan TV terkemuka di dunia pun melihat tren yang sama. Sehingga mengembangkan perangkat yang memenuhi kebutuhan tersebut, terutama untuk menarik minat generasi muda yang menginginkan konten hiburan lebih bervariasi.

Menjelang penghujung akhir tahun 2017, TCL meluncurkan perangkat terbarunya TCL C2 UHD TV di Indonesia. Televisi LED C2 terbaru dari TCL ini memberi hampir semua hal yang Anda inginkan dari TV tersedia dalam lima ukuran layar yang berbeda. TCL C2 UHD TV memiliki kualitas premium, namun dengan harga yang terjangkau.

“Televisi terbaru TCL seri C2 ini menyajikan tampilan 4K UHD (Ultra High Definition) yang menakjubkan dengan HDR, dan gamut warna ultra lebar. Tak hanya itu, televisi ini diperkuat dengan platform Android yang memungkinkan untuk mengakses ribuan konten dari Google Play, termasuk dukungan Netflix dan Chromecast,” kata Justin Zhong, Product Manager TCL, saat meluncurkan TCL C2 UHD TV di Jakarta (6/12).

Justin Zhong menambahkan, kehadiran TCL C2 UHD TV ini semakin istimewa. Karena diperkenalkan saat film super hero blockbuster Justice League sedang tayang di bioskop di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

TCL melakukan kemitraan dengan Warner Bros Pictures untuk mempromosikan film petualangan aksi epik tim pahlawan super ikon DC Comics tersebut yang cukup dinanti para penggemar, sekaligus memperkenalkan kehadiran C2 UHD TV.

TCL C2 UHD TV Telah Disertifikasi Oleh Google

TCL C2 UHD TV merupakan televisi yang memakai basis teknologi sistem operasi cerdas Android TV. Ini adalah platform Smart TV dengan sistem operasi yang telah disertifikasi Google yang dioptimalkan secara khusus untuk TV agar pengguna bisa menikmat hiburan dengan resolusi layar lebar.

Dengan Android TV yang telah disertifikasi oleh Google, pengguna bisa menikmati layanan resmi dari Google (Play Store / Game / Film & TV) dan aplikasi Edisi TV lainnya seperti Netflix, Youtube dll.

“Dengan Android TV di TCL C2 UHD TV, kita mulai memasuki era menikmati masa depan kehidupan cerdas dari perangkat televisi,” kata Justin Zhong.

Tidak hanya memakai platform kuat dari edisi Android M terbaru yang telah disertifikasi oleh Google, memungkinkan Anda menikmati berbagai fungsi cerdas terbaru, televisi ini di dalamnya juga diperkuat dengan dapur pacu yang mumpuni. TCL C2 UH dipersenjatai dengan CPU Quad-core A53 1.5Hz, kartu grafis dual core Mali T860GPU, RAM DDR3 2.5GB, dan penyimpanan 16GB. Sistem hardware tersebut memungkinkan Anda menikmati dunia cerdas yang lebih cepat dan lebih baik dengan pengalaman gambar yang hebat.

TCL 4K UHD TV mereproduksi detail yang menakjubkan pada semua nuansa cahaya. Warna alami untuk pengalaman menonton yang benar-benar mendalam melalui resolusi 3.840 x 2.160 piksel (4 kali TV Full HD). Teknologi kelas atas ini bisa mengupgrade 2K gambar menjadi 4K dan memecahkan kode demo 4K dari USB, HDMI dan sumber konten on air yang memberi Anda lebih banyak pilihan berkualitas.

Untuk memanjakan pengalaman visual, televisi ini menawarkan gambar yang begitu detail dan jelas. clarity dan detail gambar yang menakjubkan. Dengan HDR Pro dan P2M, menciptakan pengalaman menonton yang immersive dan menakjubkan di TV 4K ini.

Sebagai solusi HDR yang dikembangkan sendiri oleh tim engineer TCL, HDR Pro memungkinkan perangkat keras dan perangkat lunak untuk mencapai standar HDR secara komprehensif. Memberikan kualitas gambar HDR yang sempurna dan meningkatkan kekayaan warna dalam pengaturan gelap.

Sementara itu teknologi TCL Wide Color Gamut dapat menghadirkan lampu latar LED paling murni yang membantu meningkatkan performa tampilan, meningkatkan kejernihan dan realistis warna secara efektif, serta lapisan yang lebih kaya pada gambar.

Sebagai komitmen untuk menghadirkan perangkat premium berkualitas tinggi, TCL C2 UHD TV memakai built-in speaker dari harman/kardon yang memberikan pengalaman audio yang dahsyat. Menyajikan kecerdasan hasil hiburan lebih tinggi dengan output audio yang efektif.

Melalui perangkat ini,  Anda dapat mengubah TCL TV menjadi home theatre. Dengan audio Dolby & DTS Premium, TCL C2 UHD TV akan menghasilkan kualitas suara yang bisa membenamkan diri Anda ke dalam dunia virtual surround sound.

Sebagai Android TV, TCL C2 UHD TV telah terintegrasi dengan fitur ChromeCast yang memungkinkan pengguna untuk mentransmisikan video favorit, game dari perangkat seluler ke TV. Sehingga menghemat biaya tak perlu lagi membeli perangkat Google Chromecast terpisah. Hanya satu ketuk tombol Cast di layar Android atau iOS untuk memilih yang Anda sukai. Transmisikan konten Anda kemudian lanjutkan bermain dengan ponsel atau tablet Anda.

Selain itu, TCL C2 memiliki aplikasi preloaded untuk Netflix dan Stan. Kedua layanan ini  mendukung video UHD dan HDR.

“Dengan penawaran harga yang lebih terjangkau dibanding kompetitor, TCL C2 UHD TV menjadi pilihan yang sempurna bagi yang ingin memiliki TV pintar. Dengan harga terjangkau, televisi 4K keluaran TCL ini menjadi pilihan terbaik sebanding dengan fitur-fitur yang menyertainya. TCL tersedia di Indonesia dengan ukuran 49” dan 55”,” pungkas Justin Zhong.

TCL -Lazada Berkolaborasi

Partnership Lazada dan TCL Indonesia dimulai sejak Maret 2017, dimana TCL menjadi salah satu supplier penyedia perlengkapan elektronik LED TV di Lazada.co.id.

Saat ini rangkaian produk TCL di Lazada cukup lengkap, mulai dari TV ukuran 20” hingga 55”.

Respon konsumen Lazada atas unit TV TCL sangat baik, ditandai dengan terus meningkatnya volume penjualan setiap bulannya, terlebih dengan adanya Gratis Onkir dan cicilan 0%.

“Pada Lazada Online Revolution 11.11, 11 November 2017 lalu, TCL menjadi salah satu partner resmi dengan mempromosikan unit TV Smart 32S4900. Hasilnya sangat baik, ditandai dengan ribuan unit TV dipesan konsumen Lazada pada hari itu saja,” ungkap Bob Sprengers, CCO Lazada

Untuk Harbolnas tahun ini pada tanggal 12 Desember nanti, Lazada akan kemali bekerjasama dengan TCL untuk menghadirkan beragam tipe LED TV, termasuk 20” , 32” smart dan 55” dengan harga super spesial yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Mendukung Film Justice League

TCL telah mengadakan kemitraan TV resmi dengan Warner Bros Pictures untuk film Justic League. Kedua belah pihak bergabung dalam sebuah perayaan dan promosi film dengan para fans dan konsumennya di seluruh dunia.

Justice League adalah petualangan aksi epik tim pahlawan super ikon DC Comics yang cukup dinanti para penggemar ini, untuk pertama kalinya diangkat ke layar lebar.

“Kemitraan kami dengan Warner Bros Pictures dan Justice League sangat sesuai dengan filosofi inti TCL untuk membawa konsumen kami secara global menikmati teknologi gambar dan suara terdepan yang memberikan pengalaman hiburan yang mendalam, inilah ‘next best thing’ yang akan diusung ke layar lebar,” ujar Harry Wu, General Manager Pusat Bisnis Luar Negeri, TCL Multimedia.

Wu menambahkan, sama seperti Justice League, pada akhirnya adalah kemitraan dan kerja sama. “Kami terus merangkul peluang baru, dan bagian penting dari bisnis kami adalah bekerja sama dengan mitra konten terbaik untuk memberi kesenangan dan kenyamanan lebih untuk semua orang. Produk yang baru diluncurkan (Seri XESS, Seri Cityline dan Seri Popular) ditujukan untuk menghadirkan user dengan gambar dan kualitas suara terdepan di industri, serta sebuah pengalaman hiburan yang terbaik dan tak ada bandingannya yang tersedia di luar bioskop,” kata Wu. (Icha)