spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1472

DPR Dorong Kominfo Kaji Aturan Registrasi Prabayar

0

Telko.id – Berkaitan dengan adanya peraturan tentang Registrasi Prabayar,  30 April adalah batas akhir karena 1 Mei 2018 sudah diberlakukan pemblokiran total layanan telekomunikasi. Bila pelanggan masih belum melakukan registrasi yang divalidasi dengan NIK dan nomor KK.

Namun, dalam perjalanannya, muncul beragam permasalahan. Itu sebabnya, pada pemaparan yang dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi I DPR RI dan Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah serta Dirjen PPI Ahmad M Ramli, Dewan Perwakilan Rakyat masih terus menyoroti Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang registrasi pelanggan jasa telekomunikasi. Komisi I DPR meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informatika mengkaji dampak aturan registrasi tersebut.

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, kajian ini diperlukan karena ada kekhawatiran merugikan pedagang pulsa. Peraturan Menteri Kominfo Nomor 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Komunikasi Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi itu dinilai belum bisa memberikan solusi.

“Kemenkominfo bisa mengkaji dampak dari aturan registrasi kartu tersebut terhadap pelaku bisnis outlet, sehingga ada win-win solution,” kata Bobby dalam keterangannya, Senin, 9 April 2018.

Menurut politisi Golkar ini, pemerintah terutama Kemenkominfo harusnya punya kebijakan yang tak memunculkan kerugian usaha pedagang pulsa. Kebijakan pembatasan registrasi untuk satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya tiga nomor kartu SIM belum berpihak kepada masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari berdagang pulsa.

“Negara juga harus menjaga data pengguna pribadi dalam konteks registrasi tersebut. Di lain pihak juga agar operator bisa bersinergi dengan pelaku bisnis outlet. Jangan sampai menimbulkan kerugian investasi bisnis yang masuk padat karya ini,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan dari Sekretaris Jenderal Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) Abas, Permen Nomor 14 Tahun 2017 harus ditolak, karena tak berpihak kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus paham, kartu perdana prabayar menjadi produk yang punya nilai jual lebih dibanding pulsa.

“Kartu perdana prabayar sudah jadi komoditas utama dalam pasar seluler yang memiliki nilai jual lebih ketimbang pulsa. Outlet punya peran yang menentukan dalam ekosistem pasar seluler,” kata Abas, Senin, 9 April 2018.

Pasalnya, permen yang mengaturan registrasi mandiri merugikan outlet. Dari data KNCI, lebih 5 juta jiwa masyarakat Indonesia punya pendapatan yang tergantung dari berdagang pulsa.

“KNCI tegas menolak pembatasan dan akan mengawal janji dirjen PPI Kominfo sistem registrasi untuk outlet maksimal akhir bulan ini,” tuturnya.

Di sisi lain, muncul juga permasalahan, di mana Jutaan nomor terdaftar hanya dengan beberapa nomor induk kependudukan dalam program registrasi ulang nomor seluler prabayar.

Pada data Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil, mencatat tiga NIK paling mencurigakan yang bisa menembus sistem pencatatan. Hal itu, bahkan terjadi di seluruh operator seluler

Nomor pelangan seluler prabayar Indosat menjadi jumlah terbanyak yang bisa ditembus tiga NIK. NIK pertama terdaftar dengan 2.221.656 nomor, NIK kedua terdaftar dengan 1.847.625 juta nomor, dan NIK ketiga tedaftar atas dengan 1.601.391 juta nomor.

Hal yang sama juga terjadi pada operator seluler lain namun pada jumlah yang lebih kecil. Pada Telkomsel, NIK pertama menembus 518.962 nomor. Kemudian, NIK kedua dengan 409.043 nomor dan terakhir 402.034 nomor.

Pada XL, satu nomor NIK bisa digunakan untuk mendaftarkan berturut-turut 319.251 nomor, 310.002 nomor dan 310.001 nomor. Sementara itu, pada Tri jumlah terbesar yang bisa ditembus yakni 83.575 nomor. Sisanya, satu NIK masing-masing bisa mencatatkan 66.432 nomor dan 40.631 nomor.

Adapun, pada Smartfren yang tercatat dengan satu NIK berturut-turut sebanyak 145.868 nomor, 63.136 nomor dan 57.879 nomor.

Secara total, terdapat penggunaan 227.945 NIK yang mencurigakan karena mendaftarkan 133,22 juta nomor atau tepatnya 133.228.755 nomor seluler prabayar. Artinya, satu NIK bisa digunakan untuk meregistrasi lebih dari 10 nomor.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Hanafi Rais pun menyayangkan hal ini terjadi. Bahkan, dengan angka sebesar itu tak mungkin dilakukan gerai. Pastinya, terdapat motif bisnis yang dilakukan operator agar bisa mendaftarkan nomor sebanyak-banyaknya.

Dia berasumsi bahwa registrasi nomor dengan jumlah besar itu karena untuk menyelamatkan nomor yang sudah diproduksi agar tidak terblokir.

“Korporasi pasti [motifnya] bisnis untuk menyelamatkan nomor yang sudah diproduksi dan tidak mau dibatasi oleh kebijakan ini,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat dengan BRTI dan Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Ruang Rapat Komisi I, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Selain itu, muncul juga perbedaan data jumlah pelanggan prabayar yang berhasil melakukan registrasi. Data yang diterima operator sebesar 304 juta dan Dukcapil mencatat 350 juta.

Saat ini, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M Ramli, menyebutkan hasil rekonsiliasi Dukcapil dan operator seluler tercatat 317.630.982 nomor.

Angka tersebut dengan rincian di antaranya Telkomsel 151.792.483, Indosat Ooredoo 97.825.963, XL 46.746.784, Hutchison 3 Indonesia (Tri) 13.565.744, Smartfren 7.686.203, dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia 13.805 nomor.

“Hasil rekonsiliasi bersama antara Dukcapil dan operator, yaitu ada 317 juta,” kata Ramli di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Data tersebut tercatat untuk kurun waktu 11 Oktober 2017 sampai 4 April 2018.

Itu artinya, angkanya terus meningkat. Mengingat bahwa proses registrasi ulang prabayar masih berlangsung, meski saat ini sudah memasuki pemblokiran layanan telekomunikasi bertahap. (Icha)

Perkawinan Blockchain dan IoT Solusi Perangi Risiko Cyber di Industri Proptech

0

Telko.id – Dengan semakin marak nya transformasi digital, maka risiko terhadap kejahatan cyber pun menjadi tantangan tersendiri. Demikian juga dengan Proptech atau property technologi.

JLL dan Tech in Asia menyoroti peluang dan ancaman invoasi smart city yang tertuang dalam laporannya ‘Click and Mortar: The Growing Influence of Proptech’.

Dalam laporan tersebut terdapat analisa tentang konvergensi real estate dan teknologi di 13 pasar di seluruh kawasan dan cara-cara bagaimana teknologi diterapkan untuk menghubungkan real estate perkotaan, infrastruktur dan layanan.

Inisiatif untuk membentuk kota pintar saat ini sedang banyak dilaksanakan di seluruh dunia. Seperti di India, negara ini berniat untuk mengubah 100 kotamadya dengan Misi Kota Cerdas. Lalu, lebih dari 500 kota di China telah memulai transformasi cerdas mereka, sementara Jepang dan Korea sudah membanggakan proyek kota cerdas. Singapura sedang mengembangkan visi Negara Cerdas, yang diluncurkan pada tahun 2014, dan pada 18 Maret. Bahkan ada dana investasi Asean- Australia senilai 23 juta dolar AS yang dipersiapkan untuk mendukung smart city di Asia Tenggara.

“Itu sebabnya, proptech adalah alat utama dalam pengembangan kota di masa depan dan kami dalam bisnis real estate memiliki peran penting, terutama dalam pengembangan dan pengelolaan properti cerdas,” kata Albert Ovidi, Chief Operating Officer, JLL Asia Pacific.

Albert menambahkan “Investasi infrastruktur digital semakin penting bagi kota-kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih layak huni dan menarik serta mempertahankan talenta terbaik.”

“Namun mempertimbangkan akselerasi wilayah dalam penggunaan Internet of Things (IoT) dan ketergantungan yang tinggi pada pengumpulan data dan analisis, sangat penting bagi kota cerdas untuk mengembangkan perlindungan yang efektif terhadap risiko dunia maya,” ujar Alber mengingatkan.

Menurut laporan ini, semakin industri real estat menjadi lebih maju secara teknologi, maka resiko dunia maya juga semakin meningkat. Meskipun sebagian besar proptech start-up lebih banyak melayani sektor perumahan; bukan berarti sektor komersial terhindar dari resiko. Bahkan, pemilik properti dan penyewa menghadapi tekanan karena munculnya gedung pintar di mana mereka memiliki sistem manajemen gedung pada ponsel pintar mereka.

“Banyak inovasi menarik yang dikembangkan di sektor proptech, seperti kontrol rumah pintar atau drone untuk manajemen properti, memiliki potensi untuk meningkatkan pengalaman pengguna,  menghemat waktu, uang dan energi,” kata George Thomas, Chief Information Officer, JLL Asia Pacific .

George juga menambahkan, “Sebagai perusahaan, kami berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi terbaru untuk menyediakan produk dan layanan baru bagi klien kami. Tetapi kami juga harus mempertimbangkan implikasi dari keamanan data dan privasi ketika sektor ini berkembang. ”

Salah satu teknologi yang menjadi solusi untuk memerangi risiko cyber dalam industry proptech saat ini adalah BIoT, konvergensi Blockchain dan Internet of Things.

Terlebih di tengah banyaknya inisiatif kebijakan dunia maya yang sedang berlangsung di seluruh wilayah, ketika pemerintah bekerja untuk memperkuat keamanan sistem informasi domestik, mereka berkolaborasi dengan mitra internasional untuk berbagi intelijen. Hal ini tentu akan meningkatkan identifikasi ancaman, sehingga perlu melindungi infrastruktur penting.

BIoT ini diharapkan dapat meluncurkan berbagai layanan dan bisnis baru, di antaranya gedung dan rumah pintar yang menguntungkan. BIoT akan memungkinkan akses real-time ke data dari sensor, dengan perlindungan penawaran blockchain. Yang paling penting adalah membangun kepercayaan, mengurangi waktu dan mempercepat transaksi.

“Ketika ruang proptech berkembang, terdapat peluang besar bagi pemilik dan penghuni real estate,” tambah Ovidi.

Ovidi pun mengingatkan bahwa “Kota dan tempat kerja yang lebih cerdas membawa nilai yang luar biasa. Tetapi untuk mendapatkan manfaat penuh mereka, kami harus memprioritaskan ketahanan sistemik untuk memastikan kami mengelola potensi risiko. ” (Icha)

Mengupas Sepak Terjang Cambridge Analytica

Didirikan sejak 1209 oleh Raja Henry VIII dan St John’s, konon universitas ini memiliki persyaratan masuk paling ketat sejagat. Mungkin juga ini merupakan institusi pendidikan yang paling prestisius, karena seluruh raja, ratu dan para bangsawan Inggris wajib “makan bangku sekolah” di sini.

Saking terkenalnya, ada puluhan kota lain yang mengadopsi nama Cambridge, sebut saja seperti di Australia, Kanada, Selandia Baru dan Amerika Serikat. Bahkan di Inggris sendiri, ada dua kota yang menggunakan nama Cambridge.

Mungkin saja ini yang menginspirasi, Alexander Nix, saat memberikan nama Cambridge Analytica untuk perusahaan yang didirikannya pada tahun 2013 lalu itu. Cambridge Analytica  sendiri merupakan cabang atau anak usaha dari perusahaan bernama Strategic Communication Laboratories (SCL Group).

Seperti perusahaan induknya, Cambridge Analytica juga mencari fulus di sektor jasa, seperti menyediakan data, analitik dan strategi kepada pemerintah dan organisasi militer di seluruh dunia.

Nix bergabung SCL pada 2003 setelah menamatkan studinya di Universitas Manchester dan bekerja di perusahaan keuangan. Pastinya Nix tak sendiri merogoh kocek untuk membangun Cambridge Analytica, karena dia mendapat suntikan dana dari Robert Mercer, anggota partai Republik.

Direktur pelaksana divisi politik Cambridge Analytica adalah Mark Turnbull, yang menghabiskan 18 tahun di perusahaan komunikasi Bell Pottinger sebelum bergabung dengan SCL.

Skandal Cambridge Analytica

Cambridge Analytica sontak terkenal pada 17 Maret lalu, ketika Harian London Observer dan The New York Times melaporkan bahwa perusahaan tersebut memperoleh 50 jutaan informasi data pengguna Facebook.

Data tersebut kemudian dipakai untuk membangun perangkat lunak yang dapat menargetkan pemilih yang belum jelas (swing voter) potensial dalam kampanye politik, termasuk pada pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada 2016 lalu, yang dimenangkan Donald Trump.

Nix mengatakan bahwa Cambridge Analytica dibentuk untuk mengatasi kekosongan di pasar politik partai Republik di AS. Ucapannya menjadi jelas, ketika Mitt Romney dikalahkan dalam pilpres AS 2012.

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya yang dilakukan Cambridge Analytica? Postingan blog di halaman Medium.com oleh Frederike Kaltheuner menjelaskan bahwa perusahaan ini melakukan lebih dari sekadar memprediksi minat pengguna Facebook atau perilaku masa depan, karena perusahaan ini membangun profil psikometrik.

Baca juga: Data 50 Juta Pengguna Facebook untuk Menangkan Trump

Psikometri sendiri adalah bidang psikologi yang dikhususkan untuk mengukur ciri-ciri kepribadian, bakat, dan kemampuan. Menyimpulkan profil psikometri berarti mempelajari informasi tentang seorang individu yang sebelumnya hanya bisa dipelajari melalui hasil tes dan kuesioner yang dirancang khusus.

Misalnya seberapa neurotik Anda, seberapa terbuka Anda terhadap pengalaman baru atau apakah Anda suka bertengkar dan seterusnya.

Kemampuan “jahat” ini bergantung pada segudang data-data yang dikumpulkan perusahaan, melalui Kogan, dalam kurun waktu 2013 – 2015. Beberapa pengguna Facebook kemudian sadar bahwa mereka sedang diprofilkan dengan cara ini.

Dengan menggunakan metodologi profil kepribadian, perusahaan yang tergolong sangat muda itu mulai menawarkan sistem pembuatan profilnya ke lusinan kampanye politik di berbagai negara.

Cambridge Analytica mampu memperoleh data ini di tempat pertama berkat celah dalam API Facebook, sebelum ditutup. Celah ini memungkinkan pengembang pihak ketiga mengumpulkan data, tidak hanya dari pengguna aplikasi mereka, tetapi dari semua orang atau teman-teman pengguna mereka di jaringan Facebook.

Sebenarnya akses ini memiliki syarat bahwa data tersebut tidak boleh dipasarkan atau dijual. Namun Cambridge Analytica tak ambil pusing dengan melanggarnya secara langsung.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah perusahaan ini cenderung mendeskripsikan kemampuannya dalam bahasa yang megah, menggembar-gemborkan keahliannya pada “peperangan psikologis” dan “operasi pengaruh”.

Cambridge Analytica juga telah lama mengklaim bahwa pemahaman canggih psikologi manusia membantunya menargetkan dan membujuk orang-orang mengikuti pesan pilihan klien.

Channel 4 News di Inggris bahkan memposting video Analytica yang memperlihatkan Nix sedang berbicara tentang trik jebakan, sebagai cara untuk memenangkan kampanye.

Video-video yang ditayangkan Channel 4 itu mencakup serangkaian pertemuan di hotel-hotel London selama empat bulan antara November 2017 hingga Januari 2018.

Video-video itu kadang-kadang menyorot Nix, Turnbull, dan Kepala Petugas Data Alex Tyler. Ketika laporan ini muncul, dewan perusahaan menangguhkan Nix, menunda penyelidikan.

Christopher Wylie, Mantan kontraktor Cambridge Analytica yang membantu membangun algoritma juga mengatakan pimpinan dan karyawan di sana membanggakan diri, karena telah menggunakan rekayasa skandal seks, berita palsu dan trik kotor untuk menggoyang pemilu di seluruh dunia. Saat ini Wylie menjadi whistle blower yang telah bersaksi di parlemen Inggris.

“Kami mengeksploitasi Facebook untuk memanen profil jutaan orang dan membangun model untuk mengeksploitasi apa yang kami ketahui tentang mereka dan menargetkan ‘setan batin’ mereka. Itu adalah dasar dibangunnya seluruh perusahaan,” kata Wylie kepada Observer, baru-baru ini.

Selasa lalu, Wylie telah memberi kesaksian di depan anggota parlemen Inggris tentang bagaimana para juru kampanye pro-Brexit, yang terkait dengan Cambridge Analytica, diduga “tertipu” menjelang referendum ketika Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Kesaksian selama hampir empat jam itu mengikuti tuduhan whistle blowerlainnya, Shahmir Sanni, bahwa kelompok-kelompok kampanye pro-Brexit berpotensi melanggar undang-undang tentang batas pengeluaran referendum ketika membayar perusahaan data AggregateIQ, yang terkait dengan Cambridge Analytica.

AggregateIQ dilaporkan menerima 40 persen dari seluruh anggaran Vote Leave untuk layanan pemasaran digital.

Setelah kemenangannya dalam referendum, Direktur kampanye organisasi Vote Leave, Dominic Cummings mengakui adanya peran penting dari AgregatIQ. “Kami tidak bisa melakukannya tanpanya (AgregatIQ),” sebut Cummings.

Kominfo Bekukan Penjualan Smartphone Infinix Zero 5

0

Telko.id – Infinix terbukti memasukan data yang tidak sesuai dengan spesifikasi untuk tipe X603 – 3G atau akan dijual dengan nama Zero 5. Indikasi tersebut ditemukan oleh Kominfo berdasarkan dari pengaduan masyarakat terkait penjualan perangkat pesawat telepon seluler tersebut di situs e-commerce milik Lazada Indonesia.

Di mana, ditemukan tindak kecurangan dalam memenuhi regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN). Infinix diduga menjual perangkat Infinix Zero 5 yang tidak sesuai sertifikat.

Kominfo pun sudah melakukan klarifikasi dengan PT. Bejana Nusa Agung. Berdasarkan Berita Acara Klarifikasi Perdagangan Perangkat Telekomunikasi PT. Bejana Nusa Agung nomor 301/BA/KOMINFO/DJSDPPI.4/04/2018 tanggal 3 April 2018, ditemukenali terdapat pelanggaran pemenuhan ketentuan persyaratan teknis atas perangkat pesawat telepon seluler dimaksud.

Pelanggaran dimaksud terkait dengan sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung yang hanya memiliki kemampuan 3G, namun ditemukenali bahwa perangkat tersebut juga memiliki kemampuan teknologi LTE sehingga tidak sesuai dengan persyaratan teknis.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka sertifikat perangkat pesawat telepon seluler merk INFINIX tipe X603 nomor 52139/SDPPI/2017 atas nama PT. Bejana Nusa Agung dibekukan dan dinyatakan tidak berlaku.

“Atas pembekuan sertifikat dimaksud, PT. Bejana Nusa Agung harus menarik produk pesawat telepon seluler yang telah didistribusikan serta melaporkan hasilnya kepada Menteri  Komunikasi dan Informatika,” tulis Kominfo melalui pernyataan resminya, Kamis (5/4/2018).

Namun, sertifikat untuk perangkat Infinix Zero 5 LTE (4G), dengan nomor 54666/SDPPI/2018, tidak dicabut oleh Kominfo. Artinya, Infinix Zero 5 4G masih diperbolehkan dijual di Tanah Air. (Icha)

Waduh, 1 Juta Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor!

0

Telko.id – Facebook akhirnya membuka jumlah data pribadi penggunanya yang dicuri oleh firma Cambridge Analytica. Sebelumnya, beredar bahwa jumlah data yang dicuri mencapai 50 juta, ternyata lebih besar lagi. Mencapai 87 juta.

Walaupun Mark Zuckerberg, CEO Facebook menyatakan dalam Facebook Newsroom, bahwa “Kami tidak mengeluarkan angka 50 juta. Itu berasal dari pihak lain. Saya cukup yakin bahwa berdasarkan analisis kami, jumlahnya tidak lebih dari 87 juta”.

Sebagai informasi, Cambridge Analytica merupakan konsultan politik yang digunakan Donald Trump dalam kampanye pemenangan pilpres Amerika Serikat pada 2016.

Angka yang cukup besar tentu mengejutkan banyak orang. Dan, ternyata ada 1 juta data pribadi masyarakat Indonesia juga yang turut dicuri oleh Cambridge Analytica tersebut. Itu sebabnya, Menteri Kominfo, Rudiantara langsung mengundang dan bertemu dengan Facebook yang dalam hal ini dihadiri oleh Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari untuk membahas penyalahgunaan data Facebook pengguna Indonesia tersebut.

Usai pertemuan, Menkominfo menyatakan bahwa seluruh platform media sosial dan juga Facebook wajib mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia berkenaan perlindungan data pribadi yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik  dan Peraturan Menteri Kominfo tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik, yakni Peraturan MenKominfo no 20 tahun 2016.

Pelanggaran perlindungan data pribadi tersebut ada sanksinya yaitu sanksi administrasi, sanksi hukuman badan maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal 12 milyar rupiah. Sanksi administrasi pertama dengan teguran lisan telah disampaikan. Sedangkan teguran secara tertulis segera dikeluarkan hari ini juga.

“Kita harus bergerak cepat. Fitur apa yang memang tidak diperbolehkan. Itu harus ditutup,” kata Rudiantara.

“Saya juga sudah koordinasi ke Kapolri untuk menganalisis kemungkinan adanya tindak pidana dalam kasus penyalahgunaan data Facebook pengguna Indonesia. Karena kalau di dunia maya, penindakannya adalah Kominfo, tapi kalau di dunia nyata itu wewenangnya penegak hukum yakni kepolisian,” ujar Rudiantara.

Jadi Facebook akan terkena sanksi administrasi yang akan dikeluarkan oleh Kominfo dan sanksi pidana, bisa sampai terkena hukuman 12 tahun dan denda sampai 12 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Rudiantara juga meminta kepada Facebook untuk menghentikan/mematikan aplikasi kuis dan sejenisnya yang memungkinkan pihak ketiga mendapatkan data pribadi pengguna Facebook. Pasalnya, masyarakat Indonesia yang banyak dicuri data pribadinya adalah yang suka kuis.

Itu sebabnya, Menteri Kominfo menyarankan untuk mencoba puasa dari media sosial untuk sementara waktu tidak mengikuti kuis atau aplikasi serupa dan melihat media sosial lebih ke sisi positif misalnya untuk peningkatan kegiatan ekonomi.

Kominfo juga meminta Facebook melakukan shutdown aplikasi-aplikasi yang bekerjasama dengan pihak ketiga, terutama yang berbentuk kuis-kuis yang bekerjasama dengan Cambridge Analytical untuk tidak digunakan di Indonesia. Selain itu juga meminta rencana audit yang dilakukan oleh Facebook terhadap aplikasi yang bekerjasama dengan pihak tiga dan diberikan hasilnya.

Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari yang hadir bersama Menteri Kominfo saat memberikan keterangan pers menyatakan siap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan menyerahkan hasil audit secara menyeluruh kepada pemerintah.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Facebook internasional atau pusat. Tapi kapan akan melakukan auditnya? Kami belum bisa menyampaikan karena yang melakukan adalah Facebook pusat,” kata Ruben.

Pada hari yang sama setelah keterangan pers, Kementerian Kominfo melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika telah menyerahkan surat berisi teguran tertulis kepada Facebook.

Pemerintah, dalam hal ini Kominfo pun tidak akan segan memblokir Facebook jika memang nanti diperlukan. Tentunya mekanisme ini harus melalui prosedur dan aturan yang berlaku di Indonesia.

Saat ini, menurut Rudiantara ada Sembilan platform media social dan messenger, ada tiga yang kurang kooperatif. “Kami punya statistiknya. Jadi, kami tidak hanya menyebut nakal, tapi ada datanya. Kami ada data berapa persen dari permintaan pemerintah tentang suspend atau takedown account”. Sayang, tidak disebutkan siapa saja. (Icha)

Registrasi Prabayar Memasuki Tahap Pemblokiran Panggilan dan SMS

0

Telko.id – Bagi masyarakat yang belum melakukan registrasi kartu prabayarnya, maka sekarang sudah tidak bisa melakukan penggilan dan SMS. Kartu hanya bisa digunakan untuk akses internet.

I Ketut Prihadi, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) membenarkan jika pelanggan prabayar yang belum melakukan registrasi akan diblok layanan baik itu incoming massagemaupun incoming call. Meski diblok namun pelanggan yang ingin melakukan registrasi kartu prabayar masih dapat melakukan  baik itu melalui layanan mandiri melalui SMS 4444 atau mendatangi galeri yang dimiliki oleh operator.

Meski demikian, semua operator masih membuka akses untuk para pelanggannya melakukan registrasi sampai dengan pemblokiran total pada tanggal 1 Mei 2018.

“Melihat tingginya antusiasme pelanggan dalam melakukan registrasi nomor prabayar, Telkomsel tetap membuka saluran pelayanan bagi pelanggan untuk melakukan registrasi. Kami juga optimis seluruh pelanggan Telkomsel dapat teregistrasi sesuai jadwal,” kata Denny Abidin, General Manager External Corporate Communications Telkomsel.

Setelah registrasi berhasil, secara otomatis pelanggan dapat kembali menikmati layanan untuk berkomunikasi seperti biasa.

Wakil Presiden Direktur PT Hutchison Tri Indonesia (H3I) Danny Buldansyah mengungkapkan pihaknya sendiri melakukan pemblokiran dilakukan secara bertahap. Pasalnya, dia menilai tidak bisa melakukan pemblokiran langsung kepada seluruh pelanggan yang belum melakukan registrasi kartu prabayar.

“Misalnya, 1 Maret lalu yang belum registrasi, maka outgoing call diblok. Namun, dilakukan secara bertahap dan selesai dilakukan 20 Maret lalu. Sekarang mulai lagi pemblokiran tahap dua,” jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (2/4).

Lebih lanjut, Danny menggungkapkan saat ini proses registrasi dan pemblokiran belum memiliki dampak yang signifikan. Pasalnya, pelanggan Tri didominasi oleh pelanggan data.

Hingga saat ini, pelanggan Tri yang tercatat melakukan registrasi sekitar 15 juta hingga 16 juta.

“Dari masa pemblokiran tahap pertama, baru bertambah sekitar 3 juta pelanggan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, GM Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih mengungkapkan saat ini pelanggan yang melakukan registrasi terus meningkat.

“Saat ini jumlah pelanggan yang sudah registrasi lebih dari 40 juta dan terus meningkat,” ujarnya.

Ayu pun mengungkapkan pihaknya mengantisipasi registrasi kartu SIM tahap dua ini dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelanggan agar tak melewati batas waktu.

Sementara itu, Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) Adita Irawati mengungkapkan pihaknya pun terus melakukan edukasi dan sosialisasi di beberapa area hingga regional.

“Pemilihan lokasi kunjungan ini menyasar pelanggan yang ada di sejumlah titik keramaian seperti pemukiman padat, pasar tradisional, insitusi pendidikan, perkantoran hingga kawasan industri,” paparnya.

Bahkan, operator ini pun di area Jabotabek Jabar bersama seluruh karyawan terlibat lansung untuk hadir di tengah masyarakat untuk mendorong penetrasi sosialisasi aturan registrasi ulang kartu prabayar secara lebih meluas dan merata.

Salah satu lokasi yang menjadi titik pusat sosialisasi dan kunjungan langsung Manajemen Telkomsel Area Jabotabek Jabar adalah pemukiman padat kawasan Rumah Susun (Rusun) Angke-Tambora, Jakarta Barat.

Selain kunjungan langsung ke kawasan pemukiman, Telkomsel Area Jabotabek juga bekerja sama dengan sejumlah pihak seperti pengusaha, pengurus sekolah dan kampus serta pemerintah daerah setempat untuk menggelar sosialisasi di sejumlah pabrik, kawasan sekolah dan kampus hingga kantor Kelurahan dan Kecamatan.

“Kami bersyukur pelaksanaan sosialisasi semacam ini disambut cukup positif, bahkan sejumlah pihak terkait berharap kegiatan sejenis dapat dilakukan secara rutin dan berkala” tambah Ririn Widaryani, Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Adapun pemblokiran layanan secara bertahap terhadap pelanggan yang tidak melakukan registrasi ulang sampai dengan 28 Februari 2018 dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

Mulai 1 Maret 2018, dilakukan pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS). Dalam keadaan ini, pelanggan masih dapat melakukan registrasi di semua channel yang tersedia baik SMS ke 4444.

Apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai tanggal 30 April 2018, maka pada tanggal 1 Mei 2018 dilakukan pemblokiran total. Dalam keadaan ini, tidak dapat melakukan panggilan dan SMS keluar, tidak bisa menerima telepon dan SMS, serta tidak dapat menggunakan layanan data internet, namun tetap dapat melakukan registrasi dengan mengakses SMS ke 4444, hingga 20 April 2018. (Icha)

Telkomsel Terus Rangsang Pelanggannya Gunakan Mobile Banking

0

Telko.id – SMS banking merupakan tahap awal dalam proses mobile banking. Untuk meningkatkan literasi mobile banking yang lebih maju lagi, Telkomsel merangsang pelanggannya untuk memanfaatkan mobile banking di tahap awal ini. Itu sebabnya, operator ini menggelar program Racing Weekend Banking.

Program yang ditujukan bagi pengguna layanan SMS banking tersebut menyediakan berbagai hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa paket wisata ke Eropa untuk 10 pemenang. Program ini berlaku untuk transaksi perbankan yang dilakukan lewat SMS dan menu akses *141# setiap hari Sabtu, Minggu dan hari libur nasional selama periode Februari – Desember 2018.

“Racing Weekend Banking kami selenggarakan sebagai apresiasi bagi pengguna layanan SMS banking. Kami terus berupaya mendorong kemudahan transaksi perbankan melalui ponsel seiring gaya hidup mobile yang semakin nyata menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Harris Wijaya, Vice President Mobile Banking and Digital Advertising Tekomsel.

Harris kemudian menambahkan bahwa program ini merupakan langkah Telkomsel dalam mengedukasi masyarakat untuk melakukan transaksi perbankan melalui ponsel.

“Pada dasarnya kami menyediakan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi bagi seluruh segmen pelanggan, termasuk pelanggan yang masih terbiasa menggunakan SMS. Program ini kami harapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat Indonesia yang percaya untuk menggunakan layanan mobile banking,” jelas Harris.

Di tahun 2018, tercatat sekitar 10 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia telah aktif menggunakan layanan SMS banking. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, jumlah transaksi perbankan melalui SMS di jaringan Telkomsel meningkat 11%. Beberapa transaksi SMS banking yang paling sering dilakukan pelanggan Telkomsel adalah info saldo, transfer dana, dan notifikasi mutasi rekening.

“SMS masih menjadi platform yang dipercaya pelanggan untuk melakukan transaksi perbankan, karena layanan ini dianggap paling aman dan dapat diandalkan kapan pun dan di mana pun, bahkan di wilayah-wilayah dengan sinyal komunikasi paling minim sekalipun,” ungkap Harris.

Dalam menyediakan layanan SMS banking, Telkomsel telah menggandeng lebih dari 60 mitra bank atau lebih dari separuh bank yang beroperasi di Indonesia, menjadikan layanan ini solusi efektif untuk memfasilitasi pelanggan yang semakin mengadopsi gaya hidup yang serba praktis. (Icha)

 

 

ZTE ‘Nafsu’ Ingin Trial 5G di Indonesia, Tapi?

0

Telko.id – ZTE Corporation adalah salah satu pemain dunia yang cukup agresif mengembangkan teknologi 5G. Berbagai inovasi berkaitan teknologi terkini tesebut bakal diperkenalkan pada Indonesia. Sayang, di Indonesia sendiri 5G masih wacana, belum ada sesuatu yang lebih real sehingga pemilik teknologi dapat melakukan uji coba bersama dengan operator.

Itu sebabnya, ZTE sangat berharap pemerintah dapat memberikan ijin frekuensi pada operator sehingga teknologi nya dapat diujicoba 5G.

“Kami belum bisa melakukan ujicoba 5G. Kami menunggu pemerintah menetapkan spektrum yang bisa digunakan untuk tes penerapan 5G. Jika sudah ditentukan, pihak kami bakal melakukan kajian lebih lanjut untuk persiapan penerapannya,” ujar Benjamin Bai, Marketing Director ZTE Indonesia saat jumpa pers di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (2/4/2018).

Benjamin menambahkan “Kita dari sisi teknologi sudah siap. Jika ada kesempatan pasti kita akan melakukan ujicoba”.

Entah karena kurang erat hubungannya dengan operator atau faktor lain, yang pasti, ZTE tidak seperti vendor teknologi lainnya yang sudah sempat melakukan ujicoba. Seperti Ericsson dengan XL dan Huawei dengan Telkomsel pada tahun 2017 lalu.

Padahal, ZTE memiliki kemitraan solusi 5G ini di dunia sudah dengan lebih dari 20 operator telekomunikasi termasuk China Mobile, China Unicom, China Telecom, T-Mobile, Wind Tre di Italia, Telenet di Belgia, VEON, U Mobile di Malaysia dan KT di Korea Selatan. ZTE juga bermitra dengan grup Ooredoo untuk merintis komersialisasi 5G di MENA, yang sudah diresmikan melalui penandatanganan MoU di MWC 2018.

Kemitraan lainnya adalah Red Hat, pemimpin di komunitas OpenStack dan juga usaha untuk menyediakan solusi OpenStack siap pakai untuk pelanggan di seluruh dunia. Solusi VNF dari ZTE sudah mendapatkan sertifikasi Red Hat OpenStack Platform, yang memberikan alternatif solusi bagi para operator telko. Berbagai solusi itulah yang rencananya akan diperkenalkan pada Indonesia.

Selain itu, solusi apa saja yang akan diperkenalkan ZTE ke Indonesia?

Pre5G Merintis Jalan Memasuki Era 5G

Solusi Pre5G merupakan smeningkatkan kemampuan LTE dan juga merintis jalan ke 5G, menjembatani dua teknologi ini agar mampu memberikan layanan baru. Pre5G juga mampu memberi pengalaman yang didukung jaringan 4G UE yang lama. Keuntungan Pre5G antara lain memberikan lebar data selular yang melampaui kecepatan Gbps untuk layanan jenis eMBB, menurunkan OPEX jaringan yang sudah ada dan memastikan evolusi yang mulus ke 5G menggunakan solusi core tervirtualisasi dan cloud RAN. Pre5G juga akan membantu operator menyediakan layanan yang serupa dengan 5G.

Solusi solusi 5G dan Pre5G inipun sudah sempat diperkenalkan ZTE ke Indonesia tahun lalu.

End-to-End IoDT Test Pertama di Dunia dengan standar 3GPP 5G NR Terbaru

ZTE juga akan memperkenalkan membawa test end-to-end untuk interoperabilitas yang berdasarkan standar 3GPP NR untuk membuktikan keunggulannya di bidang 5G. Kerjasama antar sistem 5G air-interface yang didasarkan pada standar 3GPP R15 ini pertama kali dilakukan oleh ZTE, China Mobile dan Qualcomm pada bulan November 2017, di laboratorium inovasi gabungan China Mobile. Uji ini meliputi base station koemrsial 5G air-interface sub-6GHz, dan mampu mencapai kecepatan UE tunggal hingga 1.4Gbps dan latensi 0.04ms.

Kesuksesan sistem air-interface ini merupakan batu loncatan yang vital untuk komersialisasi teknologi sistem 5G air-interface yang baru, sehingga mendorong jaringan 5G untuk memenuhi standar 3GPP. Untuk inovasi teknologi yang end-to-end ini. ZTE pun sempat diber penghargaan “Best Technology Innovation for 5G” di MWC 2018 lalu.

Uji Lapangan 5G Sub-6GHz Pertama di Dunia

Masalah utama yang dihadapi operator adalah luas jangkauan sinyal, inilah mengapa ZTE dan China Mobile melakukan uji lapangan 5G 3.5GHz pertama di Guangzhou. Uji ini merupakan solusi lengkap, yang mencakup 5G Core network, base station dan UE. Bulan Juni 2017, situs pra-komersial pertama untuk 5G sub-6GHz diresmikan, dengan kecepatan puncak mencapai 2Gbps dalam lingkungan pra-komersial. Di bulan November, ZTE dan China Mobile melakukan uji bersama untuk jangkauan sinyal kontinyu dari beberapa base station, yang mampu memberikan jangkauan 5G NR secara terus-menerus.

Produk 5G Komersial End-to-End yang Lengkap

Sebagai pemimpin di bidang teknologi, ZTE memiliki portfolio produk komersial 5G yang siap untuk operator di tahun 2019, termasuk mmWave dan perangkat akses 5G Sub-6GHz, solusi 5G bearer yang beraneka ragam, dan perangkat core network 5G yang fleksibel serta berkinerja sangat tinggi. Untuk akses radio 5G, ZTE memberikan pilihan base station 5G generasi baru yang lengkap, misalnya AAU untuk 5G high frequency atau low frequency, NG BBU dengan kapasitas terbesar di industri, atau RRU dual-mode 4G/5G pertama.

Untuk 5G bearer, ZTE meluncurkan solusi Flexhaul 5G yang meliputi perangkat 1U pertama di dunia yang mendukung antarmuka 10GE, 25GE dan 100GE, serta platform 5G TB-level pertama di industri.

5 Solusi Berkabel ZTE Untuk Percepatan Industri 5G

5G akan membawa banyak perubahan di arsitektur dan model bisnis jaringan, bergantung pada jaringan fix dan juga mobile, oleh karena itu ZTE meluncurkan lima solusi jaringan kabel baru di MWC2018:

Pertama, solusi 5G Flexhaul. Di pertemuan ITU-T SG15 yang baru saja berakhir, SPN yang dipimpin China Mobile dan M-OTN menerima persetujuan standar. Di balik pencapaian itu ada dukungan penuh dari ZTE dan penyedia perangkat lainnya.

Kedua, solusi E-OTN. Solusi E-OTN dari ZTE sudah disempurnakan dari tahun lalu, dan mendukung Telefónica untuk melakukan penerapan komersil MAN lebih dari 100G di Meksiko, yang mempertunjukkan kemampuan komersialnya secara penuh.

Ketiga, solusi “IP + Optical” vPIPE. Didasarkan pada pipe resource pooling dan resource sharing, solusi ini mengubah cara tradisional untuk layanan adaptasi jaringan, dan beradaptasi dengan mudah untuk memenuhi permintaan untuk lalu lintas layanan, sehingga meningkatkan utilitasi sumber daya dan jaringan IP serta Optikal sekitar 40%-60% dan mengurangi CAPEX secara signifikan.

Keempat, solusi Big Video. ZTE mempertunjukkan sistem layanan video PVP OTT yang sudah sukses diterapkan di operator Afrika selatan Cell C. Pengaturan komersi diselesaikan kurang dari empat bulan dan mengumpulkan lebih dari 150 ribu pelanggan dalam tiga bulan.

Kelima, Optical Access Platform, TITAN. Sebagai platform inti dari konvergensi fixed-mobile ZTE untuk 5G, TITAN memiliki lebar data optikal yang kuat dan mendukung 10G PON, NG-PON2 dan teknologi PON 25G/50G. Di samping itu, sudah bisa mendukung akses WDM-PON dan bisa secara simultan mendukung 5G fronthaul agar menghemat sumberdaya fiber dalam jumlah besar.

2/3/4/5G Common Core Solution Terintegrasi Penuh

ZTE Common Core, didasari oleh 3GPP R15 service-based architecture (SBA), meliputi network function services yang berdasar spesifikasi 3GPP serta layanan public network function. Solusi ini mengintegrasikan semua moda akses termasuk fixed-mobile convergence (FMC) dalam layer network function (NF) dan network services (NS). Semua layanan mampu self-contained, digunakan ulang dan dikelola mandiri. Selain menawarkan penerapan mudah dan fleskibel, juga terstandarisasi untuk mengakselerasi inovasi, serta membantu operator terhindar dari upgrade berkala setiap jaringan wireless dan jaringan inti, yang bisa mengurangi TCO (biaya) cukup besar.

Meluncurkan Solusi Big Video Generasi Lanjut

Dengan menjadikan pengalaman pengguna faktor utama kesuksesan di pasar layanan video, ZTE meluncurkan solusi Big Video yang bisa menjadi jawaban atas kecepatan unduh yang lambat, atau latensi tinggi yang sering ditemui sebagian orang. Solusi baru ZTE ini meliputi MEC CDN yang bisa mempercepat unduh, dengan mempertahankan latensi rendah. Arsitektur Internet baru berdasar ICN/CCN akan mampu menangani informasi dan koneksi yang berlebih dan solusi Cloud STB akan menjamin peningkatan layanan serta menghemat TCO bagi operator.

“Kami senang bisa membawa inovasi-inovasi pertama di dunia ini ke Indonesia, karena komitmen kami adalah memberikan teknologi 5G terbaik, dan membantu para mitra telko kami membangun jaringan yang lebih baik dan memberi nilai lebih kepada para pelanggannya. Dengan inovasi 5G kami, harapannya kami dapat terus bermitra dengan operator telekomunikasi di Indonesia untuk membawa teknologi jaringan mereka ke tingkat lanjut,”kata Benjamin Bai, Marketing Director ZTE Indonesia. (Icha)

 

 

Huawei Bukukan Pendapatan 92,5 Miliar US$ Selama 2017

0

Telko.id – Laju Huawei memang tidak dapat dibendung. Ketika vendor jaringan lain kesulitan cari proyek, Huawei terus maju. Pada 2017 lalu saja, Huawei mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid selama tahun 2017 dengan total pendapatan tahunan 603,5 miliar yuan (setara dengan 92,5 miliar dolar AS) atau meningkat 15,7 persen dari tahun sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan yang sudah diaudit.

Pertumbuhan tersebut diperkuat dengan meningkatnya laba bersih perusahaan sebesar 28,1 persen (yoy) menjadi 47,5 miliar yuan (7,3 miliar dolar AS). Seiring dengan meningkatnya keuntungan perusahan tersebut, Huawei juga meningkatkan investasi di bidang riset dan pengembangan yang mencapai angka 89,7 miliar yuan (13,8 miliar dolar) atau meningkat 17,4 persen dibandingkan tahun 2016. Dengan demikian, Huawei total nilai investasi riset dan pengembangan Huawei selama satu dekade terakhir telah melampaui angka 394 miliar yuan (60,4 miliar dolar AS).

“Kita sedang dalam perjalanan baru, yang memungkinkan kesempatan dan tantangan bergerak lebih cepat dari sebelumnya, sehingga inovasi tanpa henti adalah cara satu-satunya untuk tetap berada di depan. Dalam 10 tahun ke depan Huawei berkomitmen untuk meningkatkan investasi dalam inovasi teknologi, dengan sedikitnya mengucurkan dana untuk riset sebesar 10 miliar dolar setiap tahunnya.” kata Ken Hu, Huawei Rotating Chairman.

Menurut Ken Hu, Huawei akan secara aktif menjajaki kolaborasi terbuka, mengundang dan mengembangkan talenta unggulan, serta meningkatkan upaya dalam riset.

“Kami ingin lebih baik lagi dalam menjadikan semua sektor industri menjadi cerdas dan berbasis digital,” katanya.

Lebih lanjut, Ken Hu menjelaskan bahwa memasuki tahun 2018, teknologi baru seperti Internet of Things, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan 5G akan mulai diterapkan. Dalam proses tersebut, Huawei akan berada di garis terdepan untuk inovasi teknologi dan transformasi bisnis.

“Lebih penting lagi, kami akan menaruh perhatian khusus terhadap berbagai tantangan praktis yang dihadapi pelanggan kami dalam proses digitalisasi, tugas kami adalah membantu mereka dalam menghadapi tantangan dan mencapai sukses. Kami berkeinginan untuk menghadirkan digital kepada setiap manusia, rumah dan organisasi untuk dunia yang cerdas dan sepenuhnya terhubung,” katanya.

Pada tahun 2017, grup bisnis Carrier Huawei mencatat pertumbuhan pendapatan 2,5 persen menjadi 297,8 miliar yuan (45,7 miliar dolar AS), dengan fokus membantu operator di seluruh dunia dalam mengoptimalkan potensi aset jaringan yang telah ada serta memanfaatkan kesempatan baru di pasar video, IoT dan komputasi awan.

Sementara itu grup bisnis Enterprise Huawei mendorong inovasi dalam komputasi awan, big data, jaringan kampus, pusat data, IoT, serta domain lainnya, sekaligus menghadirkan berbagai penerapan dalam produk dan solusi untuk industri vertikal. Selama 2017, Huawei Enterprise mencatat pendapatan 54,9 miliar yuan (8,4 miliar dolar AS) atau meningkat signifikan 35,1 persen dibanding tahun 2016.

Grup bisnis Consumer Huawei, yang menjadi induk operasi ponsel Huawei dan Honor, menorehkan pertumbuhan gemilang dengan catatan penjualan 153 juta ponsel pintar pada 2017. Secara performa keuangan, grup Consumer Huawei mencatat pendapatan tahunan sebesar 237,2 miliar yuan (36,4 miliar dolar) atau meningkat 31,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Huawei mendirikan Unit Bisnis Cloud pada 2017 dan meluncurkan 99 layanan jasa cloud di 14 kategori serta lebih dari 50 solusi. Huawei juga meluncurkan platform Enterprise Intelligence (EI) dan mengembangkan lebih dari 2.000 mitra layanan cloud. (Icha)

 

 

Palapa Ring Barat Siap Beroperasi

0

Telko.id – Dalam rangka pemerataan akses telekomunikasi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui BAKTI membangun sarana infrastruktur telekomunikasi. Salah satunya Proyek Palapa Ring yang dibagi menjadi 3 (tiga) paket yaitu barat, tengah dan timur. Pada Maret 2018, proyek Palapa Ring Paket Barat sudah siap untuk beroperasi.

Secara khusus Menteri Kominfo Rudiantara melakukan kunjungan kerja untuk memastikan siap beroperasinya Palapa Ring Paket Barat.  Menteri Rudiantara dalam waktu satu hari ini, Senin (26/03/2018), terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju ke Pulau Anambas, Pulau Natuna dan dilanjutkan ke Pulau Batam. Dan direncanakan malam ini kembali ke Jakarta.

Di Pulau Anambas, Rudiantara mengunjungi lokasi Network Operation Center (NOC) yaitu lokasi penempatan perangkat aktivasi kabel-kabel serat optik setelah kabel tergelar melewati bawah lautan dari Pulau Batam yang disalurkan ke Pulau Natuna. Selanjutnya Rudiantara menuju ke Pulau Natuna untuk meninjau lokasi NOC di Natuna.

Ikut serta Kunjungan Kerja kali ini, perwakilan dari TNI, mengingat keberadaan Palapa Ring sangat strategis sebagai sarana komunikasi bagi TNI dan pengamanan wilayah perbatasan. Selain itu, terdapat perwaklian Kementerian Koordinator Bidang Polhukam dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Tentu tidak lepas adalah dari pemerintah daerah setempat yang akan mendapat manfaat dari keberagaan Palapa Ring Paket Barat.

Saat memberikan sambutan di Kabupaten Kepulauan Anambas, Rudiantara mengatakan gambaran layanan Palapa Ring secara umum.  “Palapa Ring ini untk melengkapi jaringan yang telah dibangun oleh operator telekomunikasi. Dengan adanya palapa ring  ini maka wilayah yang tidak tersentuh broadband akan menjadi memiliki akses broadband. Palapa Ring Barat ini menghubungkan 11 Kabupaten dan sudah progress di Maret ini,” jelasnya.

Menteri Rudiantara menambahkan kondisi Palapa Ring Barat yang sudah rampung dan siap untuk dimanfaatkan. Palapa Ring Paket Tengah saat ini telah dibangun mencapai 70 persen, sementara Paket Palapa Ring Timur telah mencapai 40 persen. Diharapkan pada 2019 semuanya selesai dan desa-desa mendapatkan akses telekomunikasi dan internet broadband.

“Saya sudah dua kali datang ke Natuna, masih kalah sering dibanding Pak Presiden, semua untuk memastikan Proyek Palapa Ring bisa beroperasi sesuai jadwal,” tandas Rudiantara.

Menteri Rudiantara menekankan pembangunan Palapa Ring merupakan merupakan salah satu upaya Pemerintahan Joko Widodo-JK dalam mewujudkan Nawacita ke-3  “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”.

Proyek ini membangun infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional di wilayah yang belum tersentuh jaringan serat optik karena dianggap tidak layak secara finansial. Pemerintah mentargetkan pembangunan serat optik di 57 kabupaten/kota yang nantinya akan terintegrasi dengan jaringan serat optik yang telah dibangun operator telekomunikasi.

Palapa Ring merupakan keberpihakan atau kebijakan affirmative dengan menghadirkan layanan jaringan broadband ke semua pelosok Nusantara. Keberadaan Palapa Ring juga memberikan kesiapan masa depan Indonesia. “Tahun 2030 adik-adik kita ini adalah pemilik Indonesia, menjadi bonus demografi bagi bangsa. Kita membangun bagi mereka,” paparnya.

Dalam kesempatan kunjungan ke Natuna tersebut, Rudiantara juga mengecek kualitas layanan seluler 4G perbatasan yang telah dibangun jauh sebelumnya dan ternyata kualitas layanan terus terjaga.

Proyek Palapa Ring Barat merupakan jaringan kabel serat optik berkapasitas besar yang digelar di bawah laut dan daratan sepanjang kurang lebih 2.200 km. Proses penggelarannya terbagi menjadi 2 (dua) tahap. Tahap Pertama, Segmen Tanjung Bembam Batam – Tarempa (Sepanjang 369 km), Segmen Tarempa – Ranai (322 km);  Segmen Ranai – Singkawang (352 km) dan Segmen Sekanah Daik Lingga – UQJ Bintan Tanjung Bembam (199 km).

Untuk tahap Kedua adalah Segmen Batam – Karimun – Tebing Tinggi – Bengkalis – Siak  dan Segmen Daik Lingga – Kuala Tungkal.

Sejak dimulai secara resmi pada Bulan Agustus 2017, jaringan Palapa Ring Barat telah berhasil menghubungkan kabupaten/kota di Sumatera dan Kalimantan yaitu Dumai, Bengkalis, Siak, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Bembam, Tarempa, Ranai, Singkawang, Kualatungkal, dan Daik Lingga. Pada akhir Bulan Februari 2018. Tahap-tahap penggelaran kabel serat optik Palapa Ring Barat telah selesai dilaksanakan.

Hadirnya Palapa Ring diharapkan dapat memberikan manfaat terutama kepada masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) untuk dapat merasakan kualitas internet  yang sama dengan kota-kota lainnya di Indonesia. Selain Palapa Ring, Kementerian Kominfo melalui BAKTI juga akan memberikan program akses internet gratis untuk masyarakat yang dapat diakses di sekolah, puskesmas dan fasilitas publik lainnya. (Icha)