spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1462

Perusahaan di Indonesia Terancam Merugi Sebesar US$34.2 Miliar Akibat Keamanan Siber

Telko.id – Studi Frost & Sullivan yang diprakarsasi oleh Microsoft mengungkapkan bahwa potensi kerugian ekonomi di Indonesia yang diakibatkan oleh insiden keamanan siber dapat mencapai nilai US$34.2 miliar. Angka tersebut setara dengan 3,7 persen jumlah total PDB Indonesia sebesar US$932 miliar.

Selain kerugian finansial, insiden keamanan siber juga mengurangi kemampuan berbagai organisasi di Indonesia untuk memanfaatkan peluang-peluang yang ada diera ekonomi digital saat ini, dengan tiga dari lima (61%) responden menyatakan bahwa perusahaan mereka telah menunda upaya transformasi digital karena khawatir terhadap risiko-risiko siber. Namun, transformasi digital akan semakin genting bagi perusahaan dengan diumumkannya rencana kerja “Making Indonesia 4.0” oleh Presiden Joko Widodo dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi setiap perusahaan di Indonesia untuk dapat menyelaraskan strategi berdasarkan rencana kerja tersebut.

Studi yang berjudul “Understanding the Cybersecurity Threat Landscape in Asia Pacific: Securing the Modern Enterprise in a Digital World” bertujuan untuk membagikan sudut pandang mendalam bagi pengambil kebijakan bisnis dan TI mengenai kerugian ekonomi oleh serangan siber di Asia dan Indonesia, dan mengidentifikasi celah pada strategi keamanan siber. Studi tersebut melibatkan 1.300 pimpinan bisnis dan TI dari organisasi skala menengah (250-499 pekerja) hingga organisasi skala besar (> dari 500 pekerja).

Studi tersebut menunjukkan hampir setengah dari seluruh organisasi yang disurvei di Indonesia telah mengalami insiden keamanan siber (22%) atau tidak yakin bahwa telah mengalaminya karena mereka tidak melakukan penelitian dengan benar atau pemeriksaan pembobolan data (27%).

“Ketika berbagai perusahaan kini menyambut peluang-peluang yang ditawarkan oleh komputasi awan dan mobileuntuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan mengoptimalkan operasi perusahaan, mereka menghadapi resiko-resiko baru,” kata Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia.

Haris menambahkan “Dengan batasan-batasan TI yang semakin menghilang, penjahat siber kini menemukan sasaran baru untuk diserang. Perusahaan menghadapi resiko kerugian finansial yang signifikan, dampak buruk pada sisi kepuasan pelanggan, dan penurunan reputasi di pasaran, seperti yang telah terlihat secara jelas pada kasus-kasus serangan tingkat tinggi belakangan ini.”

Kerugian Sebenarnya oleh Insiden Keamanan Siber – Ekonomi, Peluang dan Kehilangan Pekerjaan 

Studi tersebut menunjukkan bahwa:

  • Sebuah organisasi berskala besar di Indonesia kemungkinan dapat mengalami kerugian ekonomi sebesarUS$16,3 juta, 200 kali lebih besar dibandingkan kerugian ekonomi rata-rata sebuah organisasi skala menengah
  • Serangan siber telah menyebabkan kehilangan pekerjaan pada beragam fungsi di hampir tujuh dari sepuluh (69%) organisasi yang mengalami serangan selama 12 bulan terakhir.

Untuk menghitung kerugian kejahatan siber, Frost & Sullivan telah menciptakan model kerugian ekonomi berdasarkan data ekonomi makro dan hasil analisis yang didapat dari responden survei. Model tersebut dibagi menjadi tiga jenis kerugian yang bisa terjadi karena serangan keamanan siber:

  • DirectKerugian finansial yang berhubungan langsung dengan sebuah serangan keamanan siber – termasuk kerugian produktivitas, denda, biaya perbaikan, dll.;
  • Indirectkerugian peluang bagi perusahaan seperti hubungan baik dengan pelanggan karena kehilangan reputasi; dan
  • Induceddampak serangan siber pada ekosistem dan ekonomi yang lebih luas, seperti menurunnya jumlah pengeluaran pelanggan dan perusahaan.

“Meskipun kerugian langsung serangan siber merupakan yang paling nyata, hal tersebut hanyalah seperti ujung puncak gunung es (iceberg),” kata said Hazmi Yusof, Managing Director Frost & Sullivan Malaysia dan SVP Frost & Sullivan Asia-Pacific. “Ada banyak kerugian-kerugian tersembunyi lainnya yang harus kita pertimbangkan dari sisi indirect dan induced, dan kerugian ekonomi setiap organisasi yang mengalami serangan keamanan siber seringkali diabaikan.”

Ancaman Siber Utama dan  Celah dalam Strategi Keamanan Siber Organisasi-Organisasi di Indonesia

Meskipun serangan-serangan siber tingkat tinggi; seperti ransomware, telah menarik perhatian dari banyak perusahaan, studi tersebut menemukan bahwa bagi perusahaan yang telah mengalami serangan keamanan siber, Eksfiltrasi Data merupakan kekhawatiran terbesar karena memiliki dampak terbesar dengan waktu perbaikan yang paling lama.

Disamping ancaman dari luar, riset tersebut juga menunjukkan adanya celah-celah utama dalam pendekatan keamanan siber organisasi pada saat melindungi kekayaan digital mereka:

  • Keamanan menjadi sebuah renungan baru dipikirkan: Hanya 39% organisasi yang mempertimbangkan keamanan sebelum memulai proyek transformasi digital. Sebanyak 61% organisasi memikirkan keamanan siber hanya setelah mereka memulai proyek tersebut atau tidak mempertimbangkan sama sekali. Hal ini membatasi kemampuan mereka untuk merencanakan dan menjalankan proyek yang dikategorikan sebagai ”secure-by-design”, yang berpotensi menghasilkan produk yang tidak aman ke pasaran luas ;
  • Menciptakan sebuah Lingkungan Kompleks: Mematahkan anggapan populer bahwa mengembangkan sebuah portofolio solusi keamanan siber dalam skala besar akan menghasilkan perlindungan yang lebih kuat, survei tersebut menunjukkan bahwa 38% responden dengan lebih dari 50 solusi keamanan siber dapat pulih dari serangan siber dalam waktu satu jam. Sebaliknya, hampir dua kali lebih banyak responden (71%) dengan kurang dari 10 solusi keamanan siber memberi respon bahwa mereka dapat pulih dari serangan siber dalam waktu satu jam; dan
  • Kekurangan strategi keamanan siber: Meskipun semakin banyak organisasi yang mempertimbangkan transformasi digital untuk mendapatkan keuntungan kompetitif, studi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden (54%) melihat strategi keamanan siber hanya sebagai cara untuk melindungi organisasi dari serangan siber dibandingkan sebagai sebuah strategi penggerak bisnis. Sedikitnya 19% organisasi melihat strategi keamanan siber sebagai sebuah penggerak transformasi digital.

“Lingkungan ancaman yang selalu berubah ini merupakan tantangan, namun banyak cara untuk menjadi lebih efektif menggunakan perpaduan yang tepa tantara teknologi modern, strategi, dan keahlian,” tambah Tony Seno Hartono, National Technology Officer of Microsoft Indonesia.

“Microsoft memberdayakan bisnis di Indonesia untuk memanfaatkan transformasi digital dengan mebantu mereka untuk menggunakan teknologi yang tersedia bagi mereka, secara aman melalui platform produk dan jasa yang aman, dipadukan dengan keahlian yang unik dan kemitraan industri yang luas. Di Indonesia, kami bekerja sama dengan lima penyedia pusat data lokal, TelkomTelstra, CBN, VibiCloud, Visionet, dan Datacomm, untuk menghadirkan sebuah platform hybrid cloud yang memampukan bisnis di Indonesia untuk mengoptimalkan operasi dan memaksimalkan nilai  perusahaan mereka,” ujar Tony menambahkan.

Artifical Intelligence (AI) adalah Garda Terdepan Berikutnya dalam Pertahanan Keamanan Siber

Di dalam dunia digital dimana ancaman siber secara konstan berubah-ubah dan latar serangan yang semakin meluas, AI kini menjadi sebuah lawan yang tangguh bagi serangan siber karena kemampuannya untuk mendeteksi dan bertindak terhadap vektor ancaman berdasarkan pada data insight. Seperti yang dinyatakan dalam “Making Indonesia 4.0”, satu dari lima teknologi utama untuk mendukung pengembangan Industry 4.0 adalah Artificial Intelligence. Studi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 5 dari 10 (84%) organisasi di Indonesia telah mengadopsi atau sedang merencanakan untuk mengadopsi pendekatan AI untuk mendukung keamanan siber.

Kemampuan AI untuk menganalisa dan merespon secara cepat pada data dengan jumlah yang sangat banyak kini semakin diperlukan di dunia dimana frekuensi, skala, dan kecanggihan serangan siber semakin meningkat.

Sebuah arsitektur keamanan siber yang didorong oleh AI akan menjadi lebih pintar dan diperlengkapi dengan kemampuan untuk memprediksi untuk memungkinkan setiap perusahaan memperbaiki atau memperkuat postur keamanan mereka sebelum masalah muncul. Hal tersebut juga memberi kemampuan bagi perusahaan untuk menyelesaikan setiap tugas seperti mengidentifikasi serangan siber, menghilangkan ancaman berbahaya dan memberbaiki bugs, lebih cepat dari manusia, membuatnya menjadi elemen yang semakin dibutuhkan untuk strategi keamanan siber setiap perusahaan.

Rekomendasi untuk melindungi perusahaan modern dalam dunia digital

Untuk membantu organisasi untuk bertahan dan merespon serangan siber dan infeksi malware, berikut enam cara terbaik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertahanan mereka terhadap ancaman keamanan siber:

  • Memposisikan keamanan siber sebagai sebuah penggerak transformasi digital: Tidak terhubungnya praktik keamanan siber dan upaya transformasi digital membuat frustasi para pekerja. Keamanan siber merupakan kebutuhan dalam era transformasi digital untuk menuntun dan menjaga agar perusahaan tetap aman melalui perjalanan tersebut. Sebaliknya, transformasi digital memberi peluang bagi praktik keamanan siber untuk meninggalkan cara lama dan menggunakan metode yang baru untuk menghadapi tantangan-tantangan saat ini;
  • Terus berinvestasi dalam memperkuat dasar-dasar keamanan Anda: Lebih dari 90% serangan siber dapat dicegah dengan memelihara praktik-praktik dasar terbaik. Menjaga kata sandi yang kuat, penggunaan otentikasi multi-faktor terhadap otentikasi mencurigakan jika diperlukan, memperbaharui dan memelihara keaslian perlindungan sistem operasi, perangkat lunak, dan anti-malware dapat meningkatkan kemampuan menghadapi serangan siber. Hal ini seharusnya tidak hanya mengandalkan seperangkat peralatan saja namun juga pelatihan dan kebijakan untuk mendukung dasar yang lebih kuat;
  • Memilih platform Awan yang konsisten dan aman, termasuk model Hybrid Cloud: Serangan pada keamanan siber melibatkan pembobolan data dan dapat dihindari dengan menyimpan data pada sistem komputasi awan yang konsisten dan lingkungan on-premise. Teknologi Microsoft terintegrasi dengan lancar pada ekosistem keamanan mitra kami untuk menghadirkan platform keamanan yang menyeluruh, dan ada lima mitra di Indonesia yang bekerja sama dengan Microsoft untuk membangun strategi hybrid komprehensif. Mereka dapat menyediakan platform dan perangkat manajemen yang akan membantu pelanggan untuk menyederhanakan dan menjadikan hybrid cloud mereka menjadi solusi bisnis yang cepat.
  • Memaksimalkan keterampilan dan peralatan dengan memanfaatkan peralatan terintegrasi terbaik:Peralatan terbaik tidaklah berguna di tangan seorang amatir. Kurangi jumlah peralatan dan kerumitan operasi keamanan Anda untuk memungkinkan operator Anda mengasah keterampilan mereka dengan peralatan yang ada. Memprioritaskan pemakaian peralatan yang terbaik merupakan sebuah cara yang bagus untuk memaksimalkan penanganan resiko Anda tanpa resiko penggunaan terlalu banyak alat dan kompleksitas bagi lingkungan. Hal ini secara khusus benar jika setiap peralatan di dalam rangkaian terintegrasi dengan baik untuk saling memanfaatkan satu sama lainnya.
  • Penilaian, pemeriksaan dan kepatuhan berkala: Organisasi sebaiknya selalu dalam keadaan patuh. Setiap penilaian dan peninjauan sebaiknya dilakukan secara teratur untuk menguji apakah ada celah yang muncul sementara organisasi dengan cepat bertransformasi dan menutup celah-celah tersebut. Jajaran pimpinan sebaiknya tetap patuh tidak hanya pada regulasi industri tetapi juga pada bagaimana organisasi berkembang dengan praktik-praktik keamanan terbaik; dan
  • Memaksimalkan penggunaan AI dan otomasi untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas: Dengan kurangnya ketersediaan kapabilitas keamanan, setiap organisasi perlu melihat pada otomasi dan AI untuk meningkatkan kapabilitas dan kapasitas operasi keamanan mereka. Kemajuan AI saat ini telah menunjukkan banyak hal menjanjikan, tidak hanya dalam meningkatkan deteksi yang bisa saja terlewatkan, tettapi juga dalam mempertimbangkan bagaimana signal-signal beragam data seharusnya diterjemahkan menjadi rekomendasi tindakan. Sistem seperti ini telah berhasil dalam implementasi awan dimana data dalam volume yang besar diproses secara cepat. Pada akhirnya, pemanfaatan otomasi dan AI dapat membebaskan sumber daya manusia yang berfokus pada keamanan untuk dapat melakukan aktivitas dengan tingkat yang lebih. (Icha)

 

Awas, Roaming Mantis Mulai Menyerang Smartphone iOS

0

Telko.id – Telah dilaporkan sebelumnya bahwa para peneliti dari Kaspersky Lab menemukan malware Android baru yang menyusupi router dan menggunakan metode pembajakan domain name system (DNS) untuk menyeberang menginfeksi smartphone. Malware ini kebanyakan menarget kawasan Asia, setelah satu bulan ancaman ini berkembang dengan cepat dan memperluas target kawasannya termassuk ke Eropa dan Timur Tengah.

Kini diketahui malware ini juga menyerang perangkat berplatform iOS dan melakukan penambangan kripto. Malware yang disebut dengan Roaming Mantis ini mencuri informasi pribadi pengguna dan memungkinkan pengambilalihan kontrol perangkat. Para ahli mengungkapkan kelompok berbahasa Korea atau Cina yang berada di belakang operasi ini bermotivasi mencari keuntungan finansial.

Penelitian awal Kaspersky Lab menemukan sekitar 150 target, terutama di Korea Selatan, Bangladesh, dan Jepang. Namun temuan tersebut juga menunjukkan adanya ribuan koneksi ke server pelaku setiap harinya sehingga mengindikasikan serangan dalam skala lebih besar. Perluasan serangan juga terlihat dari jumlah bahasa yang dipakai untuk menampilkan pesan di smartphone “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dari hanya empat bahasa juga, sekarang mencapai 27 bahasa termasuk Melayu, Polandia, Jerman, Arab, Bulgaria dan Rusia.

Malware kini juga berkembang tidak hanya menyerang platform Android saja. Jika malware menyusupi smartphone berplatform iOS, maka pelaku akan mengarahkannya ke situs web yang bertemakan Apple. Selain itu juga ditemukan pengarahan ke situs berbahaya dengan kemampuan penambangan kripto. Pengamatan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa setidaknya satu gelombang serangan dengan cakupan lebih luas telah terjadi bahkan tercatat lebih dari 100 target di antaranya adalah pelanggan Kaspersky Lab diserang dalam beberapa hari saja.

“Ketika pertama kali kami melaporkan adanya Roaming Mantis pada bulan April lalu, kami mengatakan bahwa ini merupakan ancaman yang aktif dan dinamis. Bukti baru menunjukkan perluasan targetnya yang memasuki Eropa dan Timur Tengah, dan masih banyak lagi. Kami percaya bahwa para pelaku mencari keuntungan finansial dan terdapat petunjuk bahwa pelaku  berbahasa Cina atau Korea. Jelas terdapat motivasi yang cukup besar di balik ancaman ini, sehingga ancaman ini tidak akan hilang dalam waktu yang singkat.

Terinfeksinya router dan pembajakan DNS menunjukkan betapa kebutuhan akan perlindungan perangkat dan penggunaan koneksi yang aman sangat diperlukan” kata Suguru Ishimaru, Security Researcher di Kaspersky Lab Jepang.

Temuan Kaspersky Lab menunjukkan bahwa pelaku di balik Roaming Mantis ini menyerang celah keamanan router dan selanjutnya mendistribusikan malware melalui trik sederhana yang efektif dengan membajak pengaturan DNS dari router tersebut. Metode bagaimana serangan terhadap router dilakukan belum diketahui.

Setelah DNS berhasil dibajak, maka aktifitas online yang dilakukan para korban akan selalu diarahkan ke URL dengan konten palsu yang berasal server pelaku. Akan muncul pesan berikut di layar smartphone: “To better experience the browsing, update to the latest chrome version.” Dengan mengklik tautan tersebut,  maka aplikasi Trojan bernama “facebook apk” atau “chrome apk” akan terinstalasi secara otomatis

Malware Roaming Mantis ini memeriksa apakah perangkat di-root dan meminta izin notifikasi dari setiap aktifitas komunikasi atau browsing yang dilakukan pengguna, Malware ini mampu mengumpulkan bermacam-macam data, termasuk kredensial untuk dua faktor otentifikasi.

Ketertarikan pelaku terhadap pengumpulan data ini  Ditemukannya pengumpulan data yang berhubungan dengan mobile banking dan aplikasi game di Korea Selatan mengindikasikan adanya motif keuangan di operasi ini.

Produk Kaspersky Lab mendeteksi ancaman Roaming Mantis sebagai ‘Trojan-Banker.AndroidOS.Wroba’, dan penambang kripto sebagai ‘Dangerous URL blocked’.

Untuk melindungi koneksi internet Anda dari infeksi ini, Kaspersky Lab merekomendasikan  beberapa langkah. Pertama, Lihat panduan pengguna router untuk memverifikasi bahwa pengaturan DNS Anda belum diretas, atau hubungi ISP untuk mendapat bantuan.

Kedua, ubah login dan kata sandi pada web admin router dan perbarui firmware router secara rutin dari sumber resmi.

Ketiga, jangan pernah menginstal firmware router dari sumber pihak ketiga. Hindari menggunakan repositori pihak ketiga untuk perangkat Android Anda.

Ke empat, selalu periksa alamat situs web yang Anda akses. Untuk memastikan keabsahannya, carilah tanda seperi “https” ketika diminta untuk memasukkan data.

Ke lima, pertimbangkan untuk memasang solusi keamanan seluler, seperti Kaspersky Internet Security untuk Android. Solusi ini dapat melindungi perangkat Anda dari ancaman siber dan berbagai kejahatan dunia maya lainnya. (Icha)

 

 

Marbot, Chatbot Ramadan Pertama Dari Line

0

Telko.id – Bulan Ramadan memang dijadikan momen special bagi banyak perusahaan. Line Indonesia misalnya, mengeluarkan Chatbot Ramadan yang diklaimnya sebagai chatbot pertama di Indonesia. Namanya, Marbot, yang berarti “Amalan Ramadan Chatbot.

Marbot akan berinteraksi dengan pengguna LINE melalui konten seperti pengingat sholat, kultum harian, pesan inspiratif tentang Ramadan, serta promo harian untuk kegiatan berbuka puasa. Terdapat pula konten “Ramadan Hemat” dari LINE Shopping, serta pilihan permainan untuk ngabuburit (Ngabubu-Rich) dari LINE Games.

“Di bulan suci ini, kami ingin menjadi sahabat bagi para pengguna kami, dengan cara yang spesial dan bermakna – menjadi #TemanBerfaedah untuk mereka,” ucap Dale Kim, Managing Director LINE Indonesia.

Dale menambahkan “Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan fitur chatbot Ramadan, di mana kami dapat berkomunikasi dengan pengguna kami dengan cara yang menyenangkan, serta menyampaikan konten interaktif dan edukatif tentang bulan Ramadan.”

Selain itu, Line juga meluncurkan rangkaian fitur dan konten eksklusif untuk Ramadan, serta web series Ramadan dan stiker eksklusif Ramadan.

Dengan semangat menjadi #TemanBerfaedah bagi pengguna, LINE juga menciptakan web series spesial Ramadan tentang persahabatan yang berarti di bulan suci ini, berjudul ‘Ramadan Terakhir’. Web series ini terdiri dari empat episode yang akan diunggah seminggu sekali, yang juga akan menunjukkan cara penggunaan yang bermanfaat dari Marbot, sebagai teman Ramadan yang menyenangkan. Episode pertama telah diluncurkan pada 18 Mei lalu, dan telah mendapatkan tanggapan positif dari penonton yang memuji Ramadan Terakhir sebagai cerita yang menyenangkan, hangat, tetapi juga tidak mudah ditebak.

Tak hanya itu, untuk membawa semangat Ramadan kepada para pengguna, LINE juga menyediakan serangkaian stiker Ramadan eksklusif. Ini mencakup desain stiker Ramadan dari pembuat stiker ternama, stiker musik LINE Ramadan, stiker karakter LINE Friends edisi Ramadan, serta edisi selebriti yang bekerja sama dengan salah satu keluarga selebriti yang paling disukai di Indonesia, Keluarga Belo (Ditto Percussion, Ayudia Bing Slamet, dan Sekala).

Sebagai kejutan tambahan bagi para pengguna setianya, LINE juga mengadakan kompetisi harian di akun resmi LINE Ramadan berjudul ‘Kejutan Poin Ramadan’ yang akan berlangsung sampai tanggal 31 Mei 2018 di mana para pengguna dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan poin gratis dengan total poin 750 Juta.

“Yang paling penting bagi kami adalah pengalaman para pengguna kami,” ucap Dale Kim. “Kami harap rangkaian fitur dan konten Ramadan kami dapat memberikan pengalaman Ramadan yang penuh arti dan tak terlupakan bagi semua.” (Icha)

 

 

 

HUT ke 23, Telkomsel Komitmen Terus Mengembangkan Ekosistem Digital di Indonesia

Telko.id –  Bertepatan dengan ulang tahun ke-23 pada tanggal 26 Mei 2018, Telkomsel berkomitmen untuk terus melanjutkan transformasi digital dengan mengembangkan ekosistem digital melalui penggelaran jaringan broadband yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong adopsi layanan digital oleh masyarakat Indonesia.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat, khususnya pelanggan setia yang selama ini menggunakan layanan dan produk Telkomsel. Merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami untuk melayani ratusan juta pengguna layanan seluler di Indonesia sekaligus memandu industri telekomunikasi Indonesia di era digital,” kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Bisnis digital menjadi kontributor pertumbuhan Telkomsel yang signifikan sesuai fokus perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dalam membangun ekosistem digital yang produktif dan konstruktif berbasis Device, Network, dan Application (DNA). Pada kuartal pertama tahun 2018, bisnis digital Telkomsel tumbuh 24,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini berkontribusi tehadap 48% dari total pendapatan Telkomsel atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 37,7%.

“Kami tetap fokus mengembangkan ekosistem digital, di antaranya dengan terus menggelar infrastruktur jaringan secara agresif, terutama BTS berbasis teknologi mobile broadband. Kami pun menyediakan berbagai pilihan solusi layanan digital untuk melayani kebutuhan digital lifestylepelanggan dan masyarakat Indonesia,” jelas Ririek.

Fokus Telkomsel di bisnis digital terlihat dari keseriusan menggelar infrastruktur jaringan broadband. Sepanjang kuartal pertama tahun 2018, Telkomsel membangun lebih dari 6.900 BTS baru yang seluruhnya merupakan BTS 4G. Secara total hingga kuartal pertama tahun 2018 Telkomsel telah menggelar lebih dari 167.000 BTS di seluruh Indonesia, meningkat 23,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari seluruh BTS tersebut, sekitar 70% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G.

Dalam periode yang sama, penggunaan perangkat 3G dan 4G di jaringan Telkomsel meningkat 35,2%. Kini Telkomsel melayani lebih dari 108 juta pelanggan data, di mana 55 juta di antaranya merupakan pelanggan 4G. Penggunaan layanan data (payload) pun meningkat drastis sebesar 145,8% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Pertumbuhan juga terjadi untuk layanan digital Telkomsel sebesar 61,1% yang dikontribusi meningkatnya penggunaan berbagai layanan digital lifestyle, seperti video, musik, games, dan value added service (VAS); digital advertising; digital payment T-Cash; digital banking; dan Internet of Things (IoT).

“Kami senantiasa berupaya mendorong pemanfaatan jaringan broadband secara lebih optimal sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi pelanggan. Untuk itu, Telkomsel terus melakukan berbagai improvement untuk menyajikan pengalaman mobile digital lifestyle terbaik kepada para pelanggannya,” jelas Ririek.

Pengembangan ekosistem digital di Indonesia memicu lahirnya berbagai solusi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong berbagai perubahan ekonomi, sosial, dan budaya di masyarakat. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Telkomsel membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan di industri telekomunikasi untuk bersama-sama memajukan negeri.

“Kami berharap seluruh pihak di industri telekomunikasi di Indonesia dapat mempertahankan iklim industri yang sehat dan berkelanjutan. Kami juga mendorong anak muda Indonesia untuk menjadi lokomotif terdepan perkembangan digital di Tanah Air, khususnya para pengembang aplikasi dan startup yang memiliki peran yang amat sentral untuk menciptakan terobosan-terobosan baru di platform digital,” kata Ririek.

Ke depannya, Telkomsel terus melanjutkan pengembangan ekosistem digital untuk memperluas jangkauan dan ragam layanan digital sebagai fondasi penting dalam transformasi digital Telkomsel. “Terbentuknya ekosistem digital menjadi fondasi utama Telkomsel untuk menjadi digital telecommunication company yang sukses, untuk Indonesia yang gemilang,” pungkas Ririek. (Icha)

 

 

 

Belajar Lebih Menyenangkan ala Extramarks

0

Telko.id, Jakarta – Disadari atau tidak, era globalisasi telah membuat banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Bukan hanya di satu atau dua bidang saja, melainkan hampir semua, termasuk pendidikan. Jika dulu informasi didapatkan dari media konvensional seperti koran dan televisi, kini siswa bahkan bisa mengaksesnya dari genggaman tangan, alias smartphone. Mau dapat informasi A, cari di smartphone; mau dapat informasi B, buka smartphone; dan seterusnya.

Di satu ini, ini mungkin bisa meresahkan, namun di sisi lain menandakan bahwa banyak siswa masa kini yang sangat dekat dengan teknologi. Karenanya, pemanfaatan teknologi di bidang edukasi pun menjadi sangat penting guna  meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menanggapi hal ini, Extramarks, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pendidikan, tidak ingin menyia-nyiakan potensi yang ada. Berbekal konten-konten yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian yang mendalam dari seluruh praktek pendidikan terbaik di seluruh dunia,  Extramarks yakin dapat menjadi solusi pembelajaran digital yang tak hanya lengkap tetapi juga menyenangkan.

“Anak-anak kini bisa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Tak lagi sekedar duduk dan menyimak guru yang mengajar di depan kelas. Ada juga lab virtual di mana siswa dapat melakukan eksperimen praktis di platform digital,” kata Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia dalam acara Media Gathering di Jakarta, Jumat, (25/05/2018).

Sejumlah konsep pendekatan yang dimiliki, termasuk Learn – Practice – Test, ditambah konten pembelajaran yang sudah menggunakan Bahasa Indonesia dan mengikuti Kurikulum Nasional 2013 pun dibawa perusahaan dalam mewujudkan misi besarnya di Indonesia, yakni  mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam konteks Learn (Belajar), misalnya, Uffie menyebut Extramarks  menggunakan konten pembelajaran yang dipaparkan dengan penjelasan yang berjenjang dan berlapis. Termasuk konsep narasi, mulai dari penjelasan yang sangat sederhana sampai dengan penjelasan lengkap.

Dalam Practice (Latihan), Extramarks Indonesia akan menstimulasi siswa untuk dapat mengembangkan pemikiran kreatif dan keterampilan dalam memecahkan masalah. Sementara dalam Test (Pengujian), penilaian demi penilaian akan dilakukan setelah pembelajaran selesai. Mulai dari pengujian subyektif sampai dengan pengujian objektif yang diperkuat dengan tingkat kesulitan bervariasi.

“Semua metode pembelajaran itu  dikemas dalam bentuk multimedia interaktif yang dapat dipilih sendiri oleh siswanya. Mana yang kira-kira paling nyaman dan sesuai dengan karakter masing masing,” tambah Uffie.

Ditujukan tak hanya untuk siswa – SD sampai SMA, tetapi juga para guru, orang tua, bahkan sekolah, layanan Extramarks ini bakal hadir dalam dua versi, yakni berbasis web dan aplikasi.

Saat ini versi web sudah bisa diakses, meski produk secara keseluruhan baru akan hadir dalam waktu dekat. Pun demikian dengan versi aplikasi, yang nantinya akan datang bersamaan baik untuk iOS maupun Android. “Soon, akan kita perkenalkan. Tunggu saja,” katanya tanpa mau berbagi lebih banyak terkait waktu peluncuran.

Sekedar informasi, Extramarks sendiri – selain akan tersedia di Indonesia, saat ini telah diaplikasikan di India, Afrika Selatan, dan Middle East.

Selama 2018-2022 Pasar Chipset IoT Global Akan Tumbuh 13,22%

Telko.id – Internet of things perlahan sudah menunjukan pertumbuhan nya. Namun belum sampai tahap yang signifikan. Beriringan dengan itu, chipset IoT pun pasarnya terus tumbuh. Bahkab Research and Markets menyatakan dalam riset nya bahwa pasar chipset IoT ini akan tumbuh 13,22 % dari 2018-2022 mendatang.

Perusahaan yang menjadi pemain utama di pasar tersebut adalah Altair Semiconductor, Intel, MediaTek, NXP Semiconductors, QUALCOMM, SAMSUNG, dan STMicroelectronics.

Mengomentari laporan tersebut, seorang analis dari tim peneliti mengatakan: “Salah satu tren di pasar adalah pengenalan teknologi NB-IoT. Dalam laporan riset pasar modul IoT, analis kami mengidentifikasi pengenalan teknologi NB-IoT sebagai salah satu tren utama yang mendorong pertumbuhan pasar chipset IoT hingga akhir tahun 2022. Teknologi NB-IoT memungkinkan perangkat kecil dengan faktor bentuk untuk terhubung ke bandwidth sempit berlisensi untuk memastikan transfer volume data yang tinggi.

“Menurut laporan itu, salah satu variable yang mempengaruhi pasar adalah meningkatkan nya jumlah perangkat pintar dan aplikasi. Perangkat pintar adalah perangkat interaktif yang menghubungkan pengguna dan perangkat lain menggunakan teknologi seperti Wi-Fi, Bluetooth, 4G, dan 3G. Perangkat ini memungkinkan komunikasi antara manusia dan teknologi saat menghubungkan dunia digital dan fisik melalui IoT.

Lebih lanjut, laporan itu menyatakan bahwa satu tantangan di pasar adalah masalah privasi dan keamanan. Implementasi IoT menghasilkan masalah privasi dan keamanan utama. IoT memungkinkan perangkat yang berbeda, seperti peralatan rumah yang terhubung dan mobil yang terhubung, untuk terhubung satu sama lain dan berfungsi secara efisien.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi obyektif informasi primer dan sekunder termasuk masukan dari peserta utama dalam industri. Laporan ini berisi pasar yang komprehensif dan lanskap vendor di samping analisis SWOT dari vendor utama. (Icha)

 

Walaupun Berat Net1 Tetap Siap Dukung Program Internet Broadband di Pedesaan

0

Telko.id –  Net1 Indonesia siap mendukung pemerintah dalam mempercepat penyediaan koneksi internet di daerah pedesaan, terutama di wilayah 3T (terpencil, terdepan, dan terluar) di tanah air. Misi Net1 Indonesia untuk dapat memeratakan akses internet di daerah rural tersebut sejalan dengan program kerja Nawacita yakni “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Salah satu pilar dari poin program kerja tersebut adalah mewujudkan ketersediaan infrastruktur telekomunikasi dan ketersambungan jaringan internet di daerah-daerah. Saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sedang memacu ketersediaan jaringan internet untuk wilayah pedesaan. Hingga kini, menurut data dari Kominfo, sudah sekitar 73% desa/kelurahan yang sudah memiliki koneksi internet berbasis teknologi 3G.

Sementara untuk jaringan 4G LTE, baru mencakup 55% saja.  Pada tahun 2019 mendatang, pemerintah berharap dapat mengkoneksikan lebih dari 83.000 Desa/Kelurahan yang ada dengan internet berbasis 3G. Target lain di tahun depan, total 514 Kabupaten/Kota terjangkau oleh jaringan 4G LTE. Dari jumlah tersebut, saat ini baru 64%-nya saja yang telah terpenuhi dengan akses 4G LTE.

“Net1 yang memiliki keunggulan jaringan 4G LTE yang berjalan di frekuensi 450 Mhz sangat cocok untuk karakter daerah rural, yang memiliki wilayah luas dengan kepadatan rendah. Karakter frekuensi rendah ini memang tidak untuk mengejar kecepatan akses, melainkan untuk mengejar jangkauan sinyal yang jauh,” ungkap Larry Ridwan, CEO Net1 Indonesia, dalam forum diskusi tentang Kewajiban Pelayanan Universal/ Universal Service Obligation (KPU/USO), yang digelar oleh Indonesia LTE Community (ILC), di Balai Kartini, Jakarta (24/05).

Net1 dapat melayani pasar yang secara geografis sulit dijangkau dan secara ekonomis sangat mahal untuk dilakukan oleh operator lain. Operator 450 Mhz di belahan dunia lain kebanyakan juga beroperasi di daerah yang khusus, seperti suburban dan pedesaan atau menargetkan pangsa pasar yang sangat segmented seperti korporasi (pertambangan, perkebunan, perikanan), Machine to Machine (M2M) dan lainnya.

Menurut Larry, tantangan terbesar dalam menggelar jaringan internet di daerah pedesaan (rural) adalah kondisi medan yang sangat variatif, mulai dari pegunungan hingga daerah pantai, serta populasi penduduk yang tersebar. Kondisi seperti ini memerlukan investasi besar agar operator dapat menggelar jaringan internet yang dapat menjangkau populasi yang tersebar tersebut. Apabila dilihat dari sisi bisnis tentu kurang menguntungkan apabila membangun infrastruktur di wilayah rural yang berpenduduk jarang.

Namun, kondisi demikian tidak mematahkan semangat Net1 Indonesia untuk tetap mendukung program Pemerintah dalam menggelar jaringan internet untuk wilayah pedesaan. “Jangkauan frekuensi 450MHz dari layanan data broadband berbasis 4G LTE Net1 bisa sejauh 50-60 Km base transceiver station (BTS), bahkan bisa sampai 100 Km sehingga cocok diaplikasikan di negera kepulauan seperti Indonesia yang memiliki 16.056 pulau. Dari sisi investasi infrastruktur untuk membangun site tentu jauh lebih hemat,” tambah Larry.

Karenanya, Net1 Indonesia dapat menekan biaya pembangunan jaringan 4G LTE untuk wilayah pedesaan dengan lebih efisien dan efektif. Investasi dapat ditekan jauh lebih murah. Sejauh ini, Net1 sudah menggelar layanan 4G LTE di 19 provinsi yang tersebar di Indonesia. Sebanyak 306 Kabupaten/Kota  telah bisa mengakses jaringan 4G LTE dari Net1, dengan jumlah desa mencakup 25.279 buah. Secara keseluruhan, jumlah populasi penduduk yang dapat terlayani oleh Net1 Indonesia hingga saat ini mencapai 126.299.415 jiwa.

Sejumlah Pemerintah Daerah mulai dari tingkat Kota, Kabupaten, hingga Provinsi di Indonesia juga telah bekerjama dengan Net1 Indonesia untuk menyediakan akses internet broadband bagi masyarakat, khususnya daerah suburban dan pelosok. Kabupaten Musi Banyuasin (MuBa), Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Tual, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Kaimana telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) untuk bersama-sama dengan Net1 membangun infrastruktur komunikasi berbasis  4G LTE di Indonesia.

Kerja sama dengan sejumlah Pemerintah Daerah yang telah dimulai sejak tahun 2017 ini menjadi langkah awal Net1 Indonesia untuk bisa memenuhi kebutuhan akses data bagi 260 juta penduduk Indonesia yang tersebar di lebih dari 140 ribu pulau. (Icha)

 

 

Akhir 2019, Kaspersky Memindahkan Data Pelanggan Dari Rusia Ke Swiss

0

Telko.id – Sebagai bagian dari inisiatif transparansi global, Kaspersky Lab melakukan perubahan terhadap infrastrukturnya dengan memindahkan sejumlah proses intinya dari Rusia ke Swiss. Termasuk yang dipindahkan adalah penyimpanan data pelanggan, pemrosesan bagi beberapa kawasan, serta pembuatan perangkat lunak termasuk update deteksi ancaman siber. Untuk memastikan transparansi dan integritas sepenuhnya, aktivitas ini diawasi oleh pihak ketiga independen yang berbasis di Swiss.

Inisiatif transparansi global pertama kali diiumumkan pada bulan Oktober 2017 yang menunjukkan komitmen berkelanjutan Kaspersky Lab untuk memastikan integritas dan tingkat kepercayaan pada produknya. Perkembangan baru yang dilakukan oleh Kaspersky Lab ini sekaligus memberikan jawaban dari berbagai tantangan mengenai isu kepercayaan dengan menunjukkan komitmen perusahaan untuk bekerja sama dengan pihak lain. Kepercayaan adalah sangat penting di keamanan siber, dan Kaspersky Lab mengerti bahwa kepercayaan tidak diberikan, melainkan harus diraih melalui transparansi dan akuntabilitas.

Langkah baru ini dimulai dengan pemindahan penyimpanan data dan pemrosesan untuk beberapa kawasan, serta relokasi pembuatan perangkat lunak dan membuka pusat transparansi pertama dari Kaspersky Lab

Pada akhir tahun 2019, Kaspersky Lab akan mendirikan pusat data di Zurich. Pusat data ini akan menyimpan seluruh informasi pengguna dan melakukan pemrosesan untuk kawasan Eropa, Amerika Utara, Singapura, Australia, Jepang, Korea Selatan dan beberapa negara lainnya akan menyusul. Informasi ini dibagikan secara sukarela oleh para pengguna dengan Kaspersky Security Network (KSN) yaitu sistem canggih berbasis cloud yang memroses data terkait ancaman siber secara otomatis.

Kaspersky Lab juga akan merelokasi pembuatan perangkat lunaknya yang merupakan programming tool untuk membuat perangkat lunak siap pakai dari source code ke Zurich. Sebelum akhir 2018, produk Kaspersky Lab dan database deteksi ancaman (AV database) akan mulai diproduksi dan disertai dengan tanda tangan digital di Swiss sebelum didistribusikan ke pelanggan di seluruh dunia. Relokasi ini juga memastikan bahwa seluruh perangkat lunak yang baru dibuat mendapatkan verifikasi oleh organisasi independen dan telah melalui proses pembaruan yang sesuai dengan source code untuk nanti dapat diaudit

Setiap source code dari produk Kaspersky Lab dan pembaruan perangkat lunak akan ditinjau oleh para stakeholder yang bertanggung jawab di Pusat Transparansi berlokasi di Swiss yang diharapkan akan resmi dibuka tahun ini. Langkah ini juga sekaligus menunjukan bahwa produk Kaspersky Lab dibuat dan digunakan untuk satu tujuan yaitu melindungi para pelanggan dari ancaman siber.

Kaspersky Lab akan diawasi secara independen oleh pihak ketika yang memenuhi kualifikasi dalam teknis sebuah perangkat lunak. Karena transparansi dan kepercayaan menjadi syarat universal di industry keamanan sibe, Kaspersky Lab juga membuka kesempatan bagi organisasi nirlaba serta mitra lainnya untuk dapat berkontribusi di dalam setiap aktivitasnya.

Sebagai penyedia solusi keamanan siber global terkemuka, Kaspersky Lab selalu berkomitmen pada praktik industri yang dapat dipercaya, termasuk perlindungan setiap data yang ditransmisikan, kebijakan internal yang ketat terhadap akses data, pengujian keamanan infrastrukturnya yang berkelanjutan, dan masih banyak lagi. Dengan langkah-langkah baru ini, Kaspersky Lab bertujuan meningkatkan ketahanan infrastruktur teknologi informasinya dari risiko kepercayaan dan meningkatkan transparansi untuk klien saat ini dan mendatang serta bagi masyarakat umum.

Mengomentari proses pemindahan dan pembukaan pusat transparansi ini, Eugene Kaspersky, CEO Kaspersky Lab, mengatakan: “Dalam industri yang berubah dengan cepat seperti perusahaan ini, kita harus beradaptasi dengan kebutuhan yang berkembang dari klien, para stakeholder dan mitra kami. Transparansi adalah salah satu kebutuhan tersebut,karena itu kami memutuskan untuk merancang ulang infrastruktur kami dan memindahkan fasilitas pemrosesan data kami ke Swiss. Kami percaya langkah ini akan menjadi tren global untuk keamanan siber, dan menunjukkan kebijakan mengenai kepercayaan menjadi syarat utama bagi industri ini”. (Icha)

 

MediaTek Helio P22 Diharapkan Mendorong Kelahiran Segmen Smartphone “New Premium”

0

 

Telko.id – Segmen smartphone premium kini sudah turun kelas. Masuk ke kelas menengah, dengan kemampuan yang mumpuni seperti segmen premium tetapi dengan harga lebih terjangkau. Hal ini dimungkinak dilakukan oleh para produsen karena menggunakan chipset yang juga berteknologi tinggi tetapi terjangkau.

 

Salah satunya adalah chiset keluaran MediaTek. Produsen chipset ini baru saja meluncurkan produk terbarunya yakni Helio P22. Hadir dengan fabrikasi 12 nm lanjutan, aplikasi AI, dukungan kamera ganda, dan konektivitas yang lebih baik sehingga membuat smartphone pun lebih terjangkau harganya tetapi kuat.

 

Kehadiran Helio P22 ini mengikuti chipset P60 yang cukup ukses awal tahun ini yang pertama membawa proses manufaktur 12nm ke segmen seluler kelas menengah. P60 telah melihat adopsi pelanggan yang kuat, termasuk dengan peluncuran perangkat Vivo dan Oppo di India dan Cina.

 

Dengan P22, MediaTek menawarkan manfaat pengalaman terakselerasi AI, fotografi yang brilian, dan konektivitas berkecepatan tinggi yang andal ke perangkat harga terjangkau lainnya, yang memperluas pasar “Premium Baru”.

 

“Chip Helio generasi terbaru kami, seperti P60, telah membangkitkan minat yang signifikan dan melampaui harapan kami. Permintaan pelanggan yang berkelanjutan kami menyaksikan memvalidasi fokus kami pada segmen pasar menengah yang sedang tumbuh dan konsumen yang jelas memiliki selera untuk perangkat inovatif yang menawarkan fitur luar biasa pada titik harga yang terjangkau, ”kata TL Lee, General Manager Wireless Communication business unit MediaTek.

 

Lee menambahkan bahwa “Dengan dukungan untuk fotografi kamera ganda berkualitas tinggi, peningkatan AI dan efisiensi daya yang luar biasa, Helio P22 menetapkan bar baru untuk aksesibilitas ke fitur premium. Kami mengharapkan produk ini dapat dimanfaatkan oleh produsen smartphone dan melahirkan segmen baru di pasar yakni segmen ‘New Premium’”.

 

Dibangun dengan teknologi TSMC 12nm FinFET, MediaTek Helio P22 menggabungkan pemrosesan manufaktur yang paling hemat daya yang bisa digunakan pada smartphone Android dengan teknologi CorePilot MediaTek. Hal ini menjadikan smartphone memiliki kinerja tinggi yang berkelanjutan dan penghematan daya.

Helio P22 juga mendukung fotografi yang luar biasa dan konektivitas luar biasa pada kartu SIM 4G ganda. Prosesor Corta A53 dengan inti octa-core beroperasi hingga 2.0 GHz dan menawarkan kinerja CPU tinggi yang berkelanjutan sementara membutuhkan input daya rendah.

Dengan MediaTek Helio P22, pengguna akan mendapat manfaat dari peningkatan Edge AI yang didukung oleh MediaTek NeuroPilot. Dengan dukungan untuk kerangka kerja umum AI (TensorFlow, TF Lite, Caffe dan Caffe2) dan fungsi auto-select untuk sumber daya AI terbaik yang tersedia untuk efisiensi pengembang, Helio P22 memberikan manfaat AI dengan harga yang sangat terjangkau.

Pengalaman kamera AI yang dipercepat termasuk ID Wajah, album foto pintar dan kamera tunggal serta kedalaman fitur kamera ganda semua didukung.

Helio P22 menghadirkan dukungan dual-kamera berbasis perangkat keras untuk pengaturan 13 + 8 megapiksel dengan kecepatan 30 frame per detik (FPS). Dengan mesin depth hardware berkemampuan rendah dan berkemampuan tinggi untuk preview Bokeh real-time, chipset dilengkapi untuk meminimalkan grain, noise, aliasing, chromatic aberration dan banyak lagi; memungkinkan gambar yang jernih dan jelas dalam berbagai kondisi pencahayaan. Perangkat Advanced Camera Control Unit 3A dan MediaTek (CCU) dengan kecepatan konvergensi eksposur otomatis yang tinggi memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan momen pengambilan cepat saat bepergian. Selain itu, dukungan layar 20 + 9 HD + (1600 x 720) dapat membuat smartphone layar penuh yang indah.

Pengguna dapat menikmati konektivitas LTE yang cepat pada kedua kartu SIM, dan WiFi 802.11ac untuk throughput Internet yang tinggi. MediaTek Helio P22 juga mendukung BT5.0, versi terbaru dari standar komunikasi nirkabel Bluetooth, dan sistem 4-satelit GNSS memungkinkan konektivitas yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih akurat secara lokal dan global.

Helio P22 sedang dalam produksi sekarang, dan diharapkan akan tersedia di perangkat konsumen pada akhir Q2 2018. (Icha)

Sedekah pun Kini Bisa Pakai TCash Kencleng Digital

0

Telko.id – Era digital sudah masuk ke kehidupan masyarakat. Baik saat melakukan kegiatan keseharian maupun saat melakukan kegiatan sedekah. Itu sebabnya, momen Ramadhan ini digunakan juga oleh Telkomsel untuk memperkenalkan Kencelng Digital ke 1000 masjid di wilayah Jabotabek Jabar, sebagai solusi berinfaq menggunakan TCash.

Hadirnya Kencleng Digital ini merupakan langkah Telkomsel dalam menghadirkan konsep baru dalam berinfaq / bersedekah  dengan menggunakan digital money untuk  melengkapi ekosistem TCash sebagai alat pembayaran sekaligus meningkatkan pengalaman para pelanggan dalam menggunakan TCashnya.

“Secara konsisten Telkomsel terus menghadirkan beragam layanan digital untuk pelanggan setianya. Mulai bulan Suci Ramadhan ini, TCash Kencleng digital hadir sebagai cara baru untuk jamaah dalam menyalurkan infaq dan sedekahnya dalam bentuk cashless,” kata Ririn Widaryani, Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Telkomsel.

Telkomsel Area Jabotabek Jabar menargetkan Lebih dari 1000 kencleng digital masjid siap beroperasi mulai bulan Ramadhan 1439 H. Sebagai tahap awal Telkomsel telah mengimplementasikan di masjid-masjid utama yang ada di wilayah Jabotabek  Jabar seperti Masjid AL LATHIIF Bandung, Masjid Al Hurriyah IPB Dramaga Bogor , Masjid Agung Ats-Tsaurah Serang , Masjid Agung Tasikmalaya , Masjid At Taqwa Cirebon dan masjid-masjid lainnya di wilayah operasional Telkomsel Jabotabek Jabar.

Dengan memanfaatkan layanan TCASH para jamaah masjid yang merupakan pelanggan Telkomsel dan sudah mengunduh aplikasi TCASH Wallet di Play Store atau App Storenya dapat langsung melakukan Snap QR Code yang tersedia di tiap kencleng digital. Nantinya dana yang disedekahkan tersebut akan masuk ke rekening Masjid yang didaftarkan. Bagi Masjid hal ini juga akan memudahkan operasional perhitungan infaq/sedekah jamaah dan tidak perlu lagi melakukan penyetoran uang ke bank.

Bagi pelanggan yang membutuhkan bantuan pelayanan atau aktivasi TCash dan aplikasi TCash Wallet juga dapat mengunjungi GraPARI terdekat.

“Dengan adanya kencleng digital TCash sebagai penginisiasi layanan infaq digital ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk mempercepat pembentukan cashless society di Indonesia. Kedepannya Telkomsel juga akan terus menghadirkan beragam layanan digital yang menarik lagi” pungkas Ririn. (Icha)