spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1447

Baidu Mulai Produksi Massal Minibus Otonom Tanpa Awak

Telko.id, JakartaBaidu Inc, perusahaan teknologi asal China, mulai memproduksi massal minibus otonom. Minibus tanpa pengemudi pertama di China tersebut bakal dipakai sebagai sarana transportasi di tempat wisata dan bandara.

Minibus otonom bernama Apolong itu dilengkapi 14 kursi berukuran sepertiga kursi bus normal. Dalam membuatnya, Baidu bekerja sama dengan karoseri bus King Lon. Peluncuran dilakukan pada Kamis (5/7/2018) waktu setempat.

Dilansir Neowin, CEO Baidu, Robin Li, mengatakan, Apolong akan dipakai sebagai sarana transportasi di sejumlah destinasi rekreasi serta bandara di Beijing, Guangzhou, Shenzhen, dan kota baru di China bernama Xiong’an.

Di Apolong tersimpan sistem otomatisasi tingkat empat. Tingkat empat adalah teknologi kecerdasan buatan paling tinggi yang tersemat di bus otonom. Apolong bisa beroperasi di jalan mana saja tanpa butuh keberadaan sopir.

Baca juga: Baidu Segera Tes Mobil Tanpa Sopir Di Beijing

Baidu adalah perusahaan di China yang paling bersemangat dalam memproduksi kendaraan otonom untuk kebutuhan publik pada masa depan. “Dalam waktu dekat, China akan mengekspor teknologi AI ke dunia,” kata Li.

Belum lama ini, di Amerika Serikat, perusahaan toko modern Kroger bekerja sama dengan perusahaan transportasi Nuro bersiap menghadirkan mobil otonom. Fungsinya bukan untuk mengangkut penumpang, tetapi mengantar pesanan barang.

Baca juga: Selain Mobil Otonom, Baidu Juga Siapkan Bus Otonom

Kroger bertindak sebagai penyedia barang kebutuhan, sedangkan Nuro bertanggung jawab menyiapkan armada pengantar. Nantinya barang-barang pesanan pelanggan lewat sistem ClickList akan dikumpulkan dan ditempatkan di mobil otonom Nuro. [BA/HBS]

Sumber: Neowin

Sumber : Telko.id

10 Juta Orang Indonesia Gunakan Tik Tok

Telko.id, Jakarta – Aplikasi Tik Tok ternyata memiliki basis pengguna yang terbilang banyak di Indonesia. Diklaim Senior VP Corporate Strategy Bytedance (perusahaan induk Tik Tok), Zhen Liu, jumlah pengguna Tik Tok di Indonesia (active user) mencapai 10 juta orang.

“Kita punya lebih dari 10 juta pengguna aktif bulanan di Indonesia,” katanya, usai pertemuan dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di Jakarta, Rabu (04/07/2018).

Jumlah tersebut tentu terbilang sangat besar untuk aplikasi yang pertama kali diluncurkan di Indonesia pada September 2017 lalu. Tik Tok sendiri saat ini, berdasarkan data yang didapat dari South China Morning Post,  memiliki total pengguna aktif bulanan sebanyak 300 juta pengguna.

Baca Juga: Tik Tok akan Buka Lowongan di Indonesia, Berminat?

“Tik Tok merupakan platform populer secara global. Tik Tok beroperasi di banyak negara dari Eropa, Amerika, Jepang, Asia Tenggara, Korea, dan lainnya,” jelas Liu.

Liu menegaskan, pihaknya akan tetap beroperasi di Indonesia dengan berkomitmen untuk mematuhi aturan yang berlaku di Tanah Air. Seperti diketahui sebelumnya, Kominfo beberapa waktu lalu telah memblokir Tik Tok karena banyaknya konten negatif di dalam aplikasi video lipsync itu.

Baca Juga: Pemblokiran Tik Tok Dicabut Kominfo, Asal…

Menurut Rudiantara, ada dua komitmen yang harus dipatuhi Tik Tok jika ingin tetap beroperasi di Indonesia. Pertama adalah membersihkan seluruh konten negatif yang ada di dalam sistemnya.

Komitmen kedua, Tik Tok harus melakukan filtering untuk konten-konten yang akan datang. Aplikasi ini juga harus menaikkan batas umur pengguna serta memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Baca Juga: Catat! Pengguna Tik Tok Harus 16 Tahun ke Atas

“Kami pikir, kami akan terus mencoba untuk menyesuaikan dengan aturan negara-negara terkait tentang, keamanan, dan lainnya. Kita selalu menghormati aturan negara-negara tempat kami beroperasi,” ucap Liu.

Ketika Tik Tok telah menyelesaikan dua komitmen itu, Rudiantara berjanji akan secepatnya mencabut pemblokiran terhadap Tik Tok, sehingga aplikasi itu dapat kembali beroperasi di Indonesia dan digunakan oleh para penggunanya.

As soon as possible, ketika semuanya tercapai, kita bisa melakukannya (membukanya) besok pagi. Kita butuh surat komitmen dari Tik Tok” janji Rudiantara. (FHP)

Sumber : Telset

Samsung Kembangkan Teknologi Sensor Sidik Jari Fleksibel

Telko.id, Jakarta – Artikel yang diterbitkan oleh Nature Communications mengungkapkan bahwa sekelompok peneliti telah mengembangkan teknologi sensor sidik jari yang fleksibel dan transparan. Sensor itu nantinya dapat dipasangkan pada layar smartphone.

Yang menarik, sensor sidik jari tersebut juga dirancang untuk mendukung kemampuan mengukur tekanan serta suhu penggunanya. Dilansir dari TechRadar, Jumat (06/07/2018), para peneliti yang mengembangkan susunan sensor sidik jari di smartphone berasal dari Samsung Display-UNIST Center di Ulsan National Institute of Science and Technology, Korea Selatan.

Menurut para ilmuwan, sebagian besar sensor sidik jari kapasitif yang sekarang digunakan di berbagai smartphone cenderung buram. Komponen tersebut juga harus disembunyikan di bawah bezel, di bawah tombol home, atau bagian belakang smartphone.

Merujuk kepada makalah penelitian yang dirilis, sensor yang dikembangkan oleh para ilmuwan itu bisa diintegrasikan dengan semua bentuk transparan dari sensor tekanan dan sensor suhu kulit manusia.

Dengan demikian, sensor memungkinkan untuk mendeteksi jari pengguna saat menekan layar smartphone. Konsep ini juga bakal membantu pengguna terhindar dari pejahat siber yang berupaya untuk membajak smartphone mereka menggunakan sidik jari buatan.

Baca Juga: Wow! Layar Smartphone akan Terbuat dari Berlian

“Untuk mencegah pemalsuan sidik jari menggunakan sidik jari buatan, suhu kulit jari manusia dapat dideteksi menggunakan sensor suhu untuk membedakan sidik jari nyata dan palsu. Itu meningkatkan tingkat keamanan lebih lanjut,” jelas para peneliti, di dalam artikelnya.

Baca Juga: Samsung Pasok Panel OLED Untuk Smartphone Huawei

Sayang, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai komponen lengkap yang mendukung kinerja sensor itu. Karena dikembangkan langsung oleh peneliti Samsung, bisa jadi sensor ini akan dipakai di seri smartphone terbaru yang dikeluarkan oleh Samsung pada masa mendatang. (SN/FHP)

Sumber : Telset

Pemerintah dan Toyota Ajak Universitas Riset Mobil Listrik

Telko.id, Jakarta – Pemerintah, melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merangkul Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan teknologi electrified vehicle alias mobil listrik di dalam negeri.

Langkah ini akan menjadi masukkan bagi pemerintah menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) 2025 dapat tercapai.

“Pemerintah saat ini terus berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program LCEV,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Menperin mengatakan sasaran tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030. Ini juga menjadi upaya pemerintah menjaga keamanan energi, khususnya di sektor transportasi darat.

Upaya pengembangan kendaraan ramah lingkungan dinilai penting karena selama ini industri otomotif memberikan kontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional, yang juga menjadi sektor andalan dalam peta jalan (roadmap) program “Making Indonesia 4.0”

“Sebagai salah satu sektor andalan di dalam roadmap Making Indonesia 4.0, industri otomotif nasional diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV) untuk pasar domestik maupun ekspor,” paparnya.

Riset bersama ini dijadwalkan akan berangsung selama dua tahun, mulai 2018 hingga 2019. Pembagian tugas riset kepada keenam perguruan tinggi negeri tersebut akan menjadi dua tahap.

Pada tahap pertama, riset akan dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (UI). Selanjutnya riset dilakukan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana.

Menurut Airlangga keterlibatan perguruan tinggi pada riset ini tidak terlepas dari peran aktif dan partisipasi perguruan tinggi dalam upaya pengembangan kendaraan bermotor listrik beserta komponennya di dalam negeri. Misalnya pembuatan komponen lunak (software) maupun perangkat keras (hardware), seperti baterai, motor listrik, power control unit, hingga sistem charging station.

“Melalui riset dan studi bersama ini, kami juga cari solusi yang meliputi kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, serta adopsi teknologi dan regulasi,” imbuh dia.

Dia juga mengharapkan ada dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan listrik dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa harus dibebani biaya tambahan yang tinggi.

Adapun kendaraan listrik yang digunakan di dalam riset kali ini adalah jenis Hybrid dan Plug-in Hybrid yang bakal dibandingkan dengan kendaraan konvensional (ICE) yang telah menggunakan teknologi mesin kekinian alias advanced engine.

Poin-poin itu antara lain tentang studi kenyamanan pengguna (user convenience study), studi karakter teknik (technical characteristic study), studi lingkungan keseluruhan (overall environment study), industri, studi dampak sosial (social impact study), serta studi kebijakan dan regulasi (policy and regulation study).

Diharapkan, studi ini bisa mendapatkan perbandingan yang komprehensif antara kendaraan jenis EV dan PHEV dengan jenis ICE.

“Setiap unit kendaraan tersebut akan dilengkapi dengan data Logger untuk pengambilan data konsumsi bahan bakar, kondisi charging, kebutuhan data infra charging, user experience, convinience, dan lain-lain,” jelasnya.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menegaskan mendukung kegiatan riset dan studi bersama yang diinisiasi oleh Kemenperin.

Menurutnya, hal ini sebagai upaya untuk memahami secara lebih menyeluruh aspek-aspek yang dapat memengaruhi pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, terutama mengenai preferensi konsumen.

Selain itu, lanjut Tjahjono, dari sisi industrinya, meliputi rantai pasok serta kebutuhan infrastruktur pendukung.

“Kami memberikan dukungan berbentuk penyediaan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya yang dapat dipergunaan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia tersebut,” kata dia. [WS/HBS]

Sumber : Telset

Hamas Gempur Tentara Israel Lewat Aplikasi Kencan

Telko.id, Jakarta –  Ketegangan antara pasukan Israel dan kelompok Hamas merembet ke aplikasi kencan. Pasukan Hamas dilaporkan membuat aplikasi kencan palsu untuk mengelabui militer Israel. Aplikasi tersebut dibuat untuk menggali informasi pribadi para tentara Israel.

Dilansir Telko.id dari Business Insider, militer Israel mengakui sebagian personel menerima ajakan untuk mengunduh aplikasi kencan palsu setelah berkenalan dengan seseorang di Facebook.

Mereka menerima pertemanan dari sebuah akun yang diduga palsu dan kebanyakan menggunakan identitas tak asli. Si pemilik akun palsu tersebut mengaku sebagai seorang perempuan.

Setelah terjalin percakapan, akun palsu tersebut mengajak tentara Israel untuk mengunduh beberapa aplikasi di Google Play Store. Padahal, aplikasi itu hanyalah tipu muslihat.

Baca juga: Waspada! Pahitnya Aplikasi Kencan Online

Aplikasi palsu tersebut di antaranya adalah aplikasi kencan Glance Love dan Golden Cup. Golden Cup sendiri adalah aplikasi pemantau skor pertandingan Piala Dunia.

Setelah melalui beragam penelusuran dan menemukan ada yang tak beres, militer Israel menyatakan bahwa pasukannya telah menjadi korban serangan siber.

Identitas pribadi para tentara Israel, meliputi daftar kontak serta akses kamera dan mikrofon di ponsel, dibajak sehingga bisa dikendalikan oleh pelaku serangan siber.

Militer Israel menyatakan bahwa perbuatan itu dilakukan oleh kelompok Hamas. Tentara Israel mengaku tertipu setelah diajak mengobrol oleh perempuan bernama Lina Kramer di Facebook dan WhatsApp.

Baca juga: Jomblo Wajib Tahu! Ini Situs Kencan Online Paling Populer

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari kelompok Hamas yang dituding Israel berada di balik serangan siber tersebut. Israel menegaskan akan meningkatkan pengawasan penggunaan media sosial terhadap pasukannya. [BA/HBS]

Sumber: Business Insider

Sumber : Telset

Indonesia Butuh Ahli Coder dan Ahli Big Data Analysis

0

Telko.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan Indonesia membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM) untuk nantinya menjadi ahli coder dan ahli big data analysis.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pemangku kepentingan untuk memetakan kebutuhan tersebut dan saling berkolaborasi meningkatkan kompetensi bagi generasi muda.

“Selain coder, kami butuh juga ahli big data analysis. Kami perlu menghitung berapa ahli big data analysis yang dimiliki dan butuhkan,” kata Menkominfo di acara FGD Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), di Jakarta, Jumat (06/07/2018).

Menurutnya, dua keahlian di bidang teknologi digital itu dibutuhkan agar memastikan Indonesia tidak tertinggal dengan negara lain dalam hal pemanfaatan teknologi informasi.

Karenanya, Rudiantara pun berharap kepada sektor pendidikan agar turut memberikan kontribusi dengan memberikan materi terkait teknologi informasi sejak dini.

Dia pun mencontohkan Singapura, yang sudah mengajarkan coding untuk generasi mudanya, bahkan sejak dari sekolah tingkat terendah.

“Kami memerlukan SDM yang mengetahui coding, bahkan di Singapura, coding sudah diajarkan sejak dari TK,” ungkapnya.

Rudiantara juga memberikan contoh saat dirinya bersama sejumlah pihak membuat sekolah rumah khusus coding alias homeschooling coding.

“Kita tidak boleh hanya andalkan pendidikan formal. Saat ini kita mempunyai peta okupasi kompetensi, tapi so what? Saya tidak sabaran jadi saya membuat homeschooling coding,” tandasnya.

Lebih lanjut, Rudiantara menjelaskan jika homeschooling coding itu memiliki siswa yang sebagian besar berusia 15 tahun. Dengan demikian, saat anak berumur 18 tahun, mereka sudah siap untuk menjadi seorang coder.

Untuk materinya, sekolah tersebut juga telah menggunakan kurikulum yang diambil dari Google Ambassador Indonesia. Sedangkan untuk magang dan mengasah kemampuannya secara langsung, para siswa sekolah bisa bergabung di kantor Go-Jek.

“Ini perlu kerja keroyokan jangan bergantung pada hal formal. Kami keluar dari pakem, aturan diubah. Jangan ubah target tapi ubah cara berpikirnya, tidak perlu out of the box tapi no box,” pungkas pria yang kerap disapa Chief RA ini. (WS/FHP)

Sumber : Telset

Mantap! Driver Gojek Dapat Paket Hemat Dari Telkomsel

Telko.id – Bagi driver ojek online, nama nya pulsa menjadi kebutuhan pokok selain bensin dan oli. Itu sebabnya, Gojek terus berupaya membantu para mitra pengemudi memiliki pendapatan berkesinambungan demi meningkatkan kesejahteraan lewat berbagai cara.

“Kami ingin para mitra driver mendapat jaminan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Salah satunya adalah menggandeng Telkomsel sebagai operator yang banyak digunakan oleh para mitra untuk mendapatkan paket yang terbaik,” ujar Michael Say, VP Corporate Communication Gojek menjelaskan dalam peluncuran Paket Siap Online di Jakarta (06/07).

“Berdasarkan data yang kami miliki, lebih  dari 80% mitra pengemudi menghabiskan biaya pulsa di atas Rp150.000 setiap bulannya. Sekitar 62% mitra GO-JEK menggunakan paket data di atas 10 GB,” ujar Jaka Wiradisuria, Vice President Driver Community GO-JEK.

“Paket Siap Online yang kami berikan pada mitra pengemudi Gojek adalah dengan Rp.75 ribu sudah memperoleh data 15GB, Gratis menelpon ke sesama Telkomsel, 200 menit antar operator dan 500 SMS ke sesama Telkomsel,” kata Primadi K. Putra, Vice President Corporate Account Managemetn Telkomsel menjelaskan.

Berdasarkan pengakuan dari Jaka, dengan adanya paket dari Telkomsel ini, pengemudi Gojek akan ‘ngirit’ 50% dibandingkan dengan pengeluaran komunikasi sebelumnya.

Dan, ada potensi untuk mitra pengemudi lain yang belum menggunakan Telkomsel bisa berpindah. Hanya saja,dari sisi perusahaan tidak akan memaksa. “Silahkan saja, jika ada yang tidak mau pindah. Semua keputusan ada di pengemudi. Kami hanya memfasilitasi kerjasama dengan telkomsel,” ujar Michael.

Bagi Telkomsel, kerjasama dengan Gojek ini meneruskan kerjasama sebelumnya yang sudah berjalan dua tahun. Selama waktu itu, ada 800 ribu mitra pengemudi yang menggunakan jasa layanan Telkomsel. Kerjasama kali ini pun memiliki durasi dua tahun untuk nantinya dievaluasi lagi.

Dengan adanya kerjasama ini, tentu revenue dari Telkomsel akan turun karena harganya. Namun, Nyoman Adiyasa, GM Account Manager Jabodetabek Jabar Telkomsel optimis bahwa pengguna dari pengemudi Gojek juga akan bertambah sehingg tidak akan terlalu mengurangi pendapatannya.

Saat ini, mitra pengemudi Gojek ada sekitar 1 juta. Ini lah yang menjadi potensi revenue dari Telkomsel dari kerjasama ini. Jika saat ini ada 800 ribu pengemudi yang menggunakan Paket Siap Online ini maka pendapatan Telkomsel akan mencapai Rp.60 miliar.

Primadi kemudian menambahkan bahwa kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan Telkomsel juga didukung lebih dari 167.000 BTS yang tersebar hingga pelosok negeri, dimana sekitar 70% di antaranya merupakan BTS 3G/4G (BTS broadband).

Kerja sama GO-JEK dan Telkomsel yang menjangkau seluruh mitra pengemudi  di seluruh Indonesia sejalan dengan semangat Telkomsel dalam memberikan layanan telekomunikasi ke seluruh lapisan masyarakat, di manapun mereka berada demi membangun Indonesia digital.

“Mitra pengemudi merupakan tulang punggung GO-JEK dan keberhasilan mitra merupakan kebanggaan tersendiri bagi GO-JEK. Ke depannya GO-JEK berharap dapat terus bekerja sama yang berkelanjutan dengan Telkomsel demi mengusahakan pendapatan yang berkesinambungan dengan memberikan akses terhadap berbagai program yang membantu para mitra dalam mengatur pengeluaran kesehariannya dan merencanakan masa depan yang lebih baik bagi keluarga,” tutup Jaka Wiradisuria. (Icha)

Bayar dan Top-up “Ojol” Grab Bisa Pakai Dompet Digital OVO

0

Telko.id, Jakarta – OVO bertekad menjadi aplikasi dompet digital universal di Indonesia dengan menggandeng sejumlah mitra strategis empat perusahaan ternama yakni Bank Mandiri, Grab, Alfamart dan Moka.

Kerjasama tersebut menyambung kemitraan yang sudah ada sebelumnya dengan jaringan Lippo yang memiliki banyak perusahaan yang berberak diberbagai bidang.

Presiden Direktur OVO Adrian Suherman optimistis kerjasama ini bisa membuat OVO menjadi platform pembayaran dengan penerimaan terluas di Indonesia. Ini didasarkan perkembangan aplikasi dompet digital ini dalam kurun waktu kurang dari satu tahun bisa mendapat sekitar 5 juta pengguna aktif.

“Dengan kerjasama ini OVO akan menjadi dompet digital yang universal di Indonesia. Sebentar lagi OVO tersedia di 350 ribu gerai di 212 kota, mengungguli perusahaan dompet digital lainnya,”ujar Adrian dalam acara peluncuran kemitraan strategis dengan Bank Mandiri, Alfamart, Grab dan Moka di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Menurut Adrian, saat ini OVO merupakan satu-satunya dompet digital yang diterima secara nasional di gerai fisik dan online. Tingkat penerimaan OVO diklaim mencapai lebih dari 90 persen pusat perbelanjaan di Indonesia, yang termasuk hypermarket, department store, coffee shop, bioskop, penyedia parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka di Indonesia.

Dengan kemitraan ini, lanjut dia, pengguna dapat melakukan pengisian ulang alias top up di OVO wallet melalui ATM Mandiri, Jaringan Alfamart dan pengemudi Grab di seluruh Indonesia.

Selain itu, OVO juga berencana memperluas jangkauan teknologi QR code pada OVO wallet untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diseluruh penjuru negeri.

“Kami bekerjasama dengan mitra untuk menciptakan kepercayaan akan transaksi non tunai bagi konsumen Indonesia dan membantu mempercepat transformasi Indonesia menuju ekonomi digital,”kata Adrian.

Managing Director Grab Rizki Kramadibrata menyambut baik kerjasama tersebut karena dapat meningkatkan benefit bagi kedua perusahaan. Konsumen OVO bisa menggunakan dompet digitalnya untuk membayar layanan Grab dimana saja sekaligus melakukan top up.

Dari sisi perusahaan, OVO juga mendapat benefit dari adanya potensi tambahan jutaan pelanggan dan driver Grab.

“Semua driver Grab akan bisa diminta untuk melakukan top up saldo OVO dimana saja. Saat ini belum semua bisa melakukan, karena ini kami sedang terus melakukan pelatihan untuk para mitra kami,” tukas dia.

Sumber : Telset.id

Gaet Bank Mandiri, OVO Pastikan Tak Rebutan Pelanggan

0

Telko.id, JakartaPlatform pembayaran OVO menggaet Bank Mandiri untuk memperluas jaringan kemitraan dan cakupan layanan mereka di Indonesia. Langkah ini dinilai berpotensi akan bisa menimbulkan gesekan alias rebutan pelanggan antar sesama pemain Fintech (Financial Technology).

Gesekan antara kedua perusahaan dianggap bisa saja terjadi, mengingat kedua perusahaan berbeda sektor ini sama-sama memiliki layanan dompet digital, dimana Mandiri juga memiliki layanan e-money. Namun dugaan akan terjadi gesekan itu dibantah oleh pihak OVO.

Presiden Direktur OVO Adrian Suherman menyatakan kerjasama dengan Bank Mandiri itu adalah cross transaction alias transaksi silang yang justru saling menguntungkan.

Pasalnya pengguna OVO bisa melakukan transaksi dengan mitra pedagang alias merchant bank plat merah itu. Disisi lain, nasabah e-money Bank Mandiri otomatis akan bisa melakukan transaksi di seluruh gerai mitra OVO.

“Kami tidak lihat sesama pemain fintech sebagai kompetitor, justeru sama-sama ingin membuat orang menggunakan dompet digital. Potensinya masih sangat besar di Indonesia,” ujar Adrian dalam acara peluncuran kemitraan OVO dengan Bank Mandiri, Alfamart, Grab dan Moka di Jakarta (5/7/2018).

Baca juga: Bank dan Fintech: Teman atau Musuh?

Menurut Adrian, saat ini jumlah orang Indonesia yang mempergunakan dompet digital masih sangat kecil karena 90 persen masih menggunakan metode digital alias memakai uang tunai.

Dengan begitu, kerjasama antara sesama pemain fintech diharapkan bisa memperluas jaringan gerai mitra yang akan menarik minat masyarakat menggunakan dompet digital.

Selain Bank Mandiri, Grab juga memiliki layanan dompet digital Grab Pay. Namun pasca kerjasama ini, fitur pembayaran transportasi online ini sudah berganti dengan logo “O” yang merupakan simbol OVO.

Managing Director Grab Rizki Kramadibrata juga tidak memberikan komentar mengenai hilangnya fitur pembayaran tersebut. Rizki mengatakan Grab dan OVO sama-sama memiliki misi yang sama mewujudkan inklusi keuangan dan digital.

Selain itu, kerjasama ini membuat pelanggan Grab mendapat berbagai keuntungan seperti bisa bertansaksi di berbagai gerai mitra OVO dan tidak perlu membawa banyak uang tunai, khususnya untuk perempuan.

Baca juga: Bayar “Ojol” Grab Bisa Pakai Dompet Digital OVO

“Ini pilihan sangat logis untuk pelanggan karena meningkatkan pengalaman dengan Grab dan menghindari membawa uang dalam jumlah besar, sehingga lebih aman juga,” tukas dia.

Dengan kerjasama tersebut, Adrian optimistis OVO bisa digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna ponsel di Indonesia karena juga menggandeng MOKA, sistem point of sale (POS) alias kasir digital yang terintegrasi sistem pembayaran berbasis komputasi awan (cloud) terkemuka.

Platform MOKA tersedia di hampir 200 kota dan telah membantu lebih dari 10.000 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di seluruh tanah air menerima pembayaran digital pertama kalinya. [WS/HBS]

Sumber : Telset.id

Panggilan Darurat 112 Multibahasa Siap Sukseskan Asian Games 2018

0

Telko.id –  Jelang perhelatan Asian Games 2018, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, INASGOC, Pemerintah Kota Palembang dan penyelenggara layanan telekomunikasi meresmikan Layanan Panggilan Darurat 112 “Palembang Siaga 112”. Layanan itu siap digunakan warga dan peserta untuk menyukseskan perhelatan olahraga Asian Games XVIII yang berlangsung bulan depan.

“Layanan ini merupakan pusat informasi yang digunakan untuk menerima dan mengirimkan permintaan pertolongan dalam keadaan darurat melalui jaringan telekomunikasi di Kota Palembang dan sekitarnya,” jelas Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli saat launching Layanan Palembang Siaga 112 di Griya Agung, Istana Gubernur, Palembang, Sumsel, Kamis (05/07/2018).

Hal khusus yang membedakan Layanan Palembang Siaga 112 dengan layanan 112 di daerah lain yaitu bahwa layanan ini menyediakan akses dalam enam bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, Cina, Korea dan Jepang. Fasilitas multi bahasa ini disediakan untuk atlet, official maupun tamu lain dari 45 negara peserta Asian Games XVIII 2018 yang akan hadir di Kota Palembang selama perhelatan dari tanggal 18 Agustus s.d. 2 September 2018.

“Diharapkan, dengan hadirnya Layanan Palembang Siaga 112, dapat lebih mempermudah dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat serta para atlet dan official selama bertanding di Asian Games 2018 di Kota Palembang terutama dalam keterkaitannya dengan penanggulangan keadaan darurat,” jelas Dirjen Ramli.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula Ikrar Dukungan Operator Telekomunikasi dan Internet untuk mendukung dan menjamin kualitas layanan telekomunikasi selama penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018. Kegiatan itu dihadiri Dirjen PPI beserta jajarannya, Gubernur Sumatera Selatan, para pejabat di lingkungan Pemrov Sumatera Selatan dan Pemkot Palembang, perwakilan Kementerian PUPR, Kemenpora, INASGOC, ATSI, APJII serta operator telekomunikasi dan internet.

Pengelolaan Panggilan Darurat

Kota Palembang menjadi kota ke-17 yang menyelenggarakan layanan panggilan darurat 112. Sebelumnya, layanan ini sudah diimplementasikan di 10 (sepuluh) kota yang menjadi Pilot Project yaitu Bogor, Depok, Tangerang, Bandung, Batam, Surakarta, Denpasar, Balikpapan, Mataram dan Makassar. Selain itu juga, terdapat 6 (enam) pemerintah daerah yang menyelenggarakan layanan panggilan darurat secara mandiri yaitu Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Surabaya, Pemkab Pandeglang, Pemkot Cilegon, Pemkot Semarang dan Pemkot Manado, 

Pemkot Palembang selaku pelaksana Layanan Palembang Siaga 112 menyediakan dukungan tim teknis, supervisor dan operator serta fasilitas pusat informasi yang siap melayani laporan masyarakat Palembang dan sekitarnya. Petugas layanan 112 menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran, tindak kriminal, kecelakaan, kebutuhan ambulans dan penangganan kesehatan yang bersifat gawat darurat.

Sejumlah operator telekomunikasi turut mendukung Layanan Palembang Siaga 112 antara lain Telkom, Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison Tri Indonesia, Smartfren serta Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Untuk menggunakan layanan Palembang Siaga 112, masyarakat dapat langsung mengontak nomor 112 dari sambungan telepon rumah atau seluler dari semua operator telekomunikasi tanpa biaya, karena layanan ini merupakan layanan bebas pulsa.

Layanan panggilan darurat 112 ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 10 Tahun 2016 tentang Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat. Sebagai nomor tunggal panggilan darurat, layanan itu ditujukan untuk menyediakan akses yang mudah diingat dan dihubungi warga ketika terjadi kondisi darurat. (Icha)