spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1444

Setelah Sekian Lama, Huwaei Akhirnya Bisa Sukses Dengan Honor

0

Telko.id – Huawei boleh berbangga sedikit. Setidaknya, ketika memutuskan untuk membangun merek elektronik atau e-brand Honor dan ternyata pada semester 1 2018 ini mampu mencatatkan penjualan yang memuaskan.

Kebanggaan ini, boleh dicatatkan karena, sebenarnya Huawei sudah lama menjadi salah satu pemain di industry produsen smartphone, tetapi khusus di Indonesia, sulit sekali untuk tumbuh dan dikenal oleh masyarakat. Nah, dengan langkah strategisnya membangun e-brand Honor ini ternyata dapat diterima oleh pasar. Padahal, baru saja masuk ke Indonesia Maret 2018 lalu.

Di paruh pertama tahun ini, Honor berhasil memperoleh pencapaian yang luar biasa dengan pertumbuhan bulanan menakjubkan yang mencapai 100%. Prestasi yang mengagumkan ini tidak terlepas dari inovasi terbaik yang disematkan pada setiap ponsel pintar yang diproduksi oleh Honor serta harga kompetitif yang ditawarkan bagi para peminat gawai.

Bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia, seperti Shopee dan Lazada, Honor terus menunjukkan performa penjualan yang memuaskan. Pada bulan April, Honor 9 Lite terjual habis hanya dalam waktu satu menit saja dalam flash sale perdananya di Shopee dan memecahkan rekor dengan menjual lebih dari 3.500 ponsel pada menit pertama di flash sale keduanya.

Pada bulan Mei, Honor 7X terjual habis hanya dalam hitungan 15 detik dalam flash sale perdananya di Lazada, sementara pada bulan Juni, Honor 7A juga terjual habis pada flash sale perdananya di Shopee, dengan penjualan lebih dari 1.000 unit di menit pertama.

Baru-baru ini, dalam flash sale perdana Honor 7S di Lazada yang digelar pada 11 Juli, Honor sekali lagi mencetak pencapaian menakjubkan yang mana ponsel pintar ini terjual habis dalam waktu 25 menit, pencapaian ini menandakan kesuksesan flash sale ponsel Honor yang ke-empat kalinya secara berturut-turut di Indonesia. Bertujuan untuk memperkuat performa penjualan dan mempertahankan daya saing di pasar tanah air, Honor akan memperkenalkan flagship terpentingnya pada tahun 2018, Honor 10, yang akan diluncurkan secara resmi pada 25 Juli 2018.

“Kami merasa bangga dan gembira akan pencapaian-pencapaian kami yang menunjukkan tanggapan positif dari konsumen Indonesia, salah satu pasar yang sangat penting bagi kami,” ujar James Yang, Presiden Honor Indonesia.

James menambahkan, “Dengan secara konsisten menawarkan produk-produk terbaik dengan nilai tak tertandingi, kami percaya bahwa Honor mampu mencapai target untuk berada di jajaran tiga produsen ponsel pintar terbaik di Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Strategi kami dalam jangka waktu dekat adalah memperkenalkan flagship terbaik kami di tahun 2018, yakni Honor 10.”

Sebagai ponsel pintar unggulan yang dapat menjawab kebutuhan konsumen seluler di Indonesia, Honor 10 dilengkapi dengan dua inovasi utama dalam ponsel pintar: kamera dua lensa yang ditenagai dengan kecerdasan buatan AI (Artificial Inteligence) terdepan di industri ponsel pintar serta desain inovatif yang menampilkan kaca 3D dengan lapisan optik berukuran nano yang mempesona pada bagian belakang.

Fitur- fitur ini akan meningkatkan pengalaman multimedia yang lebih canggih bagi para pengguna disamping menyajikan tampilan luar ponsel yang modern. Di berbagai negara di mana ponsel ini telah diluncurkan, Honor 10 telah mencatat penjualan sebanyak 3 juta unit. Melihat tanggapan positif tersebut, Honor 10 memiliki target untuk mendapatkan hasil yang sama di Indonesia dan akan terus berusaha keras untuk menjadi salah satu ponsel pintar yang sangat dicintai oleh konsumen Indonesia.

Tak hanya di Asia, Honor juga sukses meraih pertumbuhan untuk pasar global yang spektakuler pada semester pertama 2018, yaitu dengan berhasil mencatat peningkatan volume penjualan dari tahun ke tahun hingga

150% di pasar internasional di luar Tiongkok. Di bulan Mei 2018, Honor berhasil mengungguli Apple dan menjadi merek ponsel pintar dengan volume penjualan terbesar kedua di Rusia, setelah bertengger kuat di posisi ketiga selama 13 bulan sebelumnya. Honor juga termasuk merek elektronik (e-brand) dengan pertumbuhan paling cepat dengan kenaikan volume penjualan dan pendapatan sebesar 300% pada pertengahan tahun 2018.

Di Eropa, Honor memperlihatkan hasil yang mengesankan dengan pertumbuhan sebesar 200% untuk volume penjualan di Inggris dan 50% di Spanyol. Sedangkan di Tiongkok, Honor merupakan merek elektronik (e-brand) nomor satu pada tahun 2017, dilihat dari sisi performa penjualan. Di Amerika Serikat dan Eropa, Honor juga bertumbuh secara signifikan pada helatan Black Friday tahun lalu, dan Honor juga menjadi merek ponsel terbesar ketiga di Rusia, dilihat dari jumlah pangsa pasarnya.

Dengan dukungan yang berlimpah dari seluruh dunia, Honor berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman pengguna terbaik dengan menghadirkan perangkat berteknologi mutakhir dengan harga yang kompetitif bagi para konsumen. (Icha)

 

 

Dalam Sebulan, MAXstream Diunduh Lebih dari 4 Juta Kali

0

Telko.id – Piala dunia 2018 memang menjadi ‘pemicu’ bagi para pelanggan Telkomsel mengunduh aplikasi MAXstream. Pasalnya, untuk menonton secara online, lewat aplikasi ini termasuk yang nyaman. Maklum saja, Telkomsel merupakan “Licensed Mobile Broadcaster” Piala Dunia 2018, jadi untuk menonton perhelatan sepak bola kelas dunia juga jadi mengasyikan.

Setidaknya, selama penyelenggaraan Piala Dunia, MAXstream diunduh sebanyak lebih dari 4 juta kali dimana 99% di antaranya merupakan pelanggan yang aktif menggunakan aplikasi tersebut untuk mengakses saluran Piala Dunia 2018 dan saluran lainnya. Tercatat total penggunaan layanan data (payload) untuk saluran Piala Dunia di MAXstream mencapai 6,5 Petabyte.

“Kami sangat senang telah berhasil menghadirkan rangkaian pertandingan Piala Dunia 2018 kepada pelanggan langsung di ponselnya. Semoga pelanggan merasakan kenyamanan dan kemudahan ketika menikmati keseruan gelaran istimewa ini dengan hadirnya MAXstream. Hingga saat ini kami mencatat MAXstream sudah berhasil mengakomodasi total waktu tonton (minutes played) sebanyak lebih dari  2 miliar menit,” kata Crispin Tristram, Head of Digital Lifestyle Telkomsel.

Selama tahap  penyisihan grup, aksi dari kesebelasan favorit seperti Perancis, Inggris, Argentina, Brazil, Jerman dan Portugal menjadi  menjadi yang paling banyak ditonton para pengguna MAXstream.

Sedangkan hingga babak semifinal,  pertandingan yang paling banyak ditonton pengguna MAXstream adalah laga perempat final dari kesebelasan Perancis melawan Uruguay. Pertandingan tersebut menyedot perhatian 550.000 pengguna, dimana rata-rata penonton di tiap laga pertandingan adalah sebanyak 500.000 pengguna.  Dalam kurun waktu yang sama, total pelanggan yang mengakses aplikasi MAXstream mencapai 1,1 juta per hari dengan rata-rata waktu akses selama 90 menit.

Crispin kemudian menutup bahwa ke depannya Telkomsel akan terus mengembangkan MAXstream sehingga bisa memberikan pengalaman digital lifestyle yang semakin berkualitas bagi pelanggan ketika menggunakan aplikasi ini. Salah satunya adalah dengan menambah ragam konten video-on-demand dan saluran TV di aplikasi MAXstream, termasuk menghadirkan siaran olahraga terbaik dunia.

MAXstream sendiri merupakan one stop video portal dari Telkomsel yang berisi berbagai konten seperti film, TV show, olahraga maupun kartun dari berbagai saluran layanan video-on-demand dan saluran TV internasional. Aplikasi MAXstream sudah dapat diunduh dari Google Play maupun App Store, dan dapat dinikmati tanpa biaya tambahan.

Pelanggan dapat menikmati MAXstream dengan lebih hemat menggunakan paket kuota data bulanan VideoMAX,  ataupun paket Ekstra Kuota VideoMAX. Paket ini tersedia dengan kuota mulai dari 2 GB hingga 20 GB dengan harga spesial. Pelanggan juga berkesempatan membeli Paket Ekstra Kuota VideoMAX 30 GB  seharga Rp 10, hanya di aplikasi MAXstream. Kesempatan pembelian paket ini hanya berlaku sekali per pelanggan. (Icha)

 

 

Demi Antisipasi Perubahan Industri Digital ATSI Ganti Pengurus

0

Telko.id – ATSI atau Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia baru saja melantik pengurus baru. Dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang diseleggarakan di Jakarta (12/07), memilih Ririek Adriansyah sebagai ketua periode 2018 – 2021 dan Merza Fachys, sebagai Wakil Ketua Umum.

Pergantian pengurus ini bertekad untuk mengantisipasi gelombang perubahan yang begitu cepat pada industry telekomunikasi dan digital saat ini.

Menkominfo, Rudiantara dalam arahannya dalam RUA tersebut, menyoroti tentang peta jalan industri TIK ke depan dan tiga hal penting yang harus menjadi fokus perhatian penyelenggara telekomunikasi. Pertama, penyelesaian pembangunan Palapa Ring sebagai jembatan wilayah Indonesi Bagian Barat dengan Timur. Kedua, peningkatan EBITDA. Ketiga, penyiapan layanan berbasis digital.

Sebagai pimpinan baru ATSI, Ririek Adriansyah bertekad membawa ATSI mampu memperkuat industri telekomunikasi dan digital Indonesia mengingat tantangan ke depan yang tidak ringan.

“Kami berharap, ATSI dengan semangat baru dan kepengurusan baru ini akan mampu mengantisipasi gelombang perubahan yang terjadi secara pesat pada industri telekomunikasi dan digital. Bersama-sama kami akan memperkuat industri telekomunikasi yang sangat dinamis ini agar bisa memberikan kontribusi lebih besar serta mengembangkan layanan digital, sehingga industri ini dapat menjadi tulang  punggung perekonomian Indonesia di masa kini dan mendatang, uangkap Ririek dalam keterangan resmi yang diterima redaksi telko.ID.

Susunan pengurus baru ATSI secara lengkap adalah sebagai berikut:

Ketua Umum : Ririek Adriansyah (Telkomsel)

Wakil Ketua Umum : Merza Fachys (Smartfren)

Sekretariat Jenderal : Marwan O. Baasir (XL Axiata)

Bendahara: Herfini (Indosat Ooredoo)

Susunan Dewan Pengawas adalah:

Ketua Dewan Pengawas : M Danny Buldansyah (H3I)

Dewan Pengawas :

  1. Sukardi Silalahi (Telkomsel)
  2. Abdus Somad Arief (Telkom)
  3. Dian Siswarini (XL Axiata)
  4. Marco Sumampouw (Smartfren)
  5. Ubaidillah Fatah (Smart Telecom)
  6. Joy Wahjudi (Indosat Ooredoo)
  7. Eko Budihardjo (STI)

Pada rapat yang berlangsung di kantor ATSI, Gedung Permata Kuningan lantai 9, Jakarta Selatan  tersebut, RUA ATSI juga telah mendengarkan laporan pengurus periode 2016-2018 dan menerima hasil laporan pengurus ATSI periode tersebut serta membebaskan pengurus ATSI periode 2016-2018.

RUA ATSI juga menyepakati beberapa perubahan pada Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) terkait dengan penyempurnaan Visi Asosiasi yang terkait dengan landscape industri yang sudah lebih mengedepankan keterlibatan industri dalam dunia digitalisasi serta menyetujui keluarnya PSN dan Bakrie Telecom dari keanggotaan ATSI. (Icha)

 

Transformasi Digital Membuat Kelangkaan SDM IT Di Dunia

Telko.id – Gerakan menuju transformasi digital semakin kencang. Tak pelak, SDM dibidang IT pun tidak mencukupi kebutuhan industri. Capgemini mencatat hampir separuh perusahaan di dunia mengalami kelangkaan SDM TI di mana menghambat program transformasi digital mereka dan menyebabkan perusahaan kehilangan keunggulan kompetitif. Termasuk di Indonesia.

“Kelangkaan SDM TI terampil sebenarnya bukanlah isu baru dan hal ini juga disadari oleh organisasi dan SDM itu yang ada,” ujar Ronny Christian, Presiden Direktur Inovasi Informatika Indonesia (i3).

Bahkan berdasarkan riset, tercata 29% karyawan merasa skill nya sudah tidak diperlukan dan/atau dapat tergantikan dalam satu sampai dua tahun ke depan, namun training yang diberikan perusahaan dirasakan kurang tepat dan efektif.

“Ronny menambahkan, “Sementara di sisi lain, perusahaan menilai masih banyak karyawan yang menunjukkan resistensi dalam mempelajari ilmu baru. Di sinilah kami hadir untuk membantu menjawab tantangan keduanya melalui penyajian materi training yang komprehensif namun juga customizable sesuai kebutuhan perusahaan”.

Riset Capgemini juga melihat bahwa dari 501 perusahaan di dunia mencatat perbankan (62%) sebagai industri yang paling mengalami kelangkaan SDM TI terampil, diikuti oleh sektor produk konsumen (60%) dan retail (60%). Sementara keterampilan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan yaitu cybersecurity (68%), cloud computing (65%), dan big data (61%). Namun, 50% perusahaan masih belum menganggap serius isu kelangkaan SDM TI ini.

Hal ini kemudian memberikan dampak pada penurunan produktivitas perusahaan (52%), kualitas layanan dan engagement dengan pelanggan (38%), hingga penjualan dan profit (33%). Itu sebabnya, i3 dan Huawei menjalin kerjasama.

“Sebagai penyedia solusi TIK global terkemuka, Huawei berbagi pengalaman luas di seluruh dunia dengan para mitra bisnis dengan tujuan menjadi promotor pengembangan digital Indonesia selain terus meningkatkan investasi dan upaya pengembangan SDM di Indonesia. Kami optimis melalui kerjasama dengan i-3, kami dapat memberikan pelatihan yang lebih baik kepada SDM lokal,” ujar Zhao Shu Gang, President Director of Enterprise Business Department of PT. Huawei Tech Investment.

Training di area network yang dipercayakan Huawei kepada i3 mencakup routing & switching, security, WLAN, SDN, transmission, access, LTE, enterprise communication, dan data center facility. Sementara di area cloud meliputi storage, cloud, big data, data center, cloud service, IoT dan Artificial Intelligence.

Sebagai IT expert dengan pengalaman dan portfolio yang luas, i3 juga menyediakan layanan konsultasi dan implementasi bagi para organisasi yang ingin memaksimalkan kapasitas TI mereka demi meraih keunggulan kompetitif. Layanan tersebut mencakup empat area utama, yaitu: keamanan TI, cloud dan virtualisasi, open source, serta database.

Huawei sendiri, membutuhkan banyak tenaga kerja di bidang IT. Bukan IT biasa, tetapi juga yang sudah tersertifikasi. Setidaknya, dengan mengambil tenaga kerja yang sudah tersertifikasi menjadi lebih pasti pada kualitas dan kemampuan dari SDM nya itu sendiri.

Itu sebabnya, i3 selaku penyedia layanan training dan sertifikasi TI dan anak usaha, berkolaborasi dengan Huawei dalam meningkatkan kualitas hard skill maupun soft skill SDM TI di Indonesia.

Kerjasama ini menyusul ditunjuknya i3 menjadi partner pelatihan resmi Huawei (HALP) pertama bagi organisasi di Indonesia. i3 dipercaya untuk membantu perusahaan membekali SDM TI mereka dengan pelatihan dan sertifikasi solusi Huawei pada area network dan cloud dengan tiga level keterampilan, mulai dari associate, professional sampai dengan expert.

Pelanggan dapat meng-customize materi pembelajaran sesuai kebutuhan perusahaan maupun menyerahkan sepenuhnya kepada i3 yang akan melakukan penilaian dan perencanaan pengembangan terhadap tim TI maupun pengguna teknologi lainnya di perusahaan pelanggan, atau disebut dengan Enterprise Learning Solution.

Selain itu, para peserta training akan dihadapkan dengan berbagai real case study oleh para pengajar yang juga merupakan profesional TI, serta kesempatan untuk hands on langsung berbagai solusi infrastruktur TI terkini. (Icha)

 

 

Israel akan Tancapkan Bendera di Bulan, Mau Invasi Bulan?

Telko.id, Jakarta – Selasa (10/7/2018), organisasi nirlaba asal Israel bernama SpaceIL mengumumkan rencana peluncuran pesawat luar angkasa ke bulan pada Desember 2018 mendatang. Peluncuran tersebut merupakan yang kali pertama dilakukan oleh Israel.

Jika semua berjalan sesuai rencana, pesawat luar angkasa tanpa awak dengan berat sekitar 585 kilogram milik SpaceIL diperkirakan mendarat di Bulan pada tanggal 13 Februari 2019 mendatang.

Seperti dilansir Telko.id dari Space.com, Rabu (11/7/2018), peluncuran pesawat luar angkasa ini akan menggunakan roket SpaceX milik miliarder asal Amerika Serikat, Elon Musk.

Nantinya, pesawat luar angkasa SpaceIL akan dipakai oleh SpaceIL untuk melakukan penelitian tentang medan magnet Bulan. Kendati begitu, misi utama pesawat tersebut adalah menancapkan bendera Israel di Bulan.

Video Pilihan

Baca juga: Saatnya Tinggalkan Bumi dan Bangun Koloni di Bulan

Proyek itu dimulai sebagai bagian dari Google Lunar XPrize, yang menawarkan hadiah senilai USD 30 juta atau sekitar Rp 430 miliar. Tujuannya untuk mendorong para ilmuwan dan pengusaha menggagas misi ke Bulan dengan biaya relatif murah.

SpaceIL memutuskan untuk bergabung dalam kompetisi itu dan bermitra dengan perusahaan milik negara Israel, yakni Aerospace Industries. Kontes Google berakhir pada Maret 2019 tanpa ada pemenang yang mencapai bulan.

Baca juga: NASA akan ‘Ngebor’ Isi Perut Mars, Mau Ngapain?

Meski hanya berpartisipasi dalam kompetisi, SpaceIL tetap berkomitmen memajukan proyek tersebut. Apalagi, proyek itu menelan biaya tak sedikit, yakni USD 95 juta. Sebagian besar dana disokong oleh miliarder Israel, Morris Kahn.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, saat ini banyak perusahaan teknologi yang berlomba “menguasai” Bulan dan juga Mars, untuk membangun koloni baru di sana. Minimal, membuat paket perjalanan wisata ke Bulan.

Selain Elon Musk dengan SpaceX-nya, bos Amazon, Jeff Bezos masuk ke dalam barisan untuk bersaing menguasai Bulan. Lewat Blue Origin, Jeff Bezos sudah santer dikabarkan segera merealisasikan paket wisata ke Bulan.

Jika semua persiapan tak menemui kendala, perusahaan roket ruang angkasa milik orang terkaya sejagat ini siap meluncur ke orbit pada tahun 2023 mendatang.

Perusahaan eksplorasi luar angkasa garapan Bezos yang berdiri pada 2000 itu bakal membawa banyak muatan ke bulan. Blue Origin sekarang sedang menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan badan antariksa Amerika Serikat atau NASA.

Baca juga: Tahun 2023, Blue Origin Berangkatkan Wisatawan ke Bulan

“Program itu merupakan misi untuk membangun permukiman manusia di bulan,” kata Direktur Pengembangan Blue Origin, AC Charania, saat konferense NewSpace Space Frontier di Washington, pada pekan lalu. [SN/HBS]

Sumber: Space.com

Sumber : Telset

Australia akan Larang Huawei Pasok Jaringan 5G

0

Telko.id, Jakarta – Kebijakan Amerika Serikat yang mencekal perusahaan-perusahaan China merembet pada “negara sekutunya”. Kali ini Australia yang akan mengeluarkan larangan pada Huawei untuk memasok jaringan broadband 5G di Negeri Kanguru itu.

Alasan utama Australia membuat aturan tersebut karena khawatir Huawei akan mengakses data-data rahasia pemerintah. Kekhawatiran Australia ini berdasar pada informasi yang menyebut bahwa negara-negara pemerintahan komunisme berpotensi meminta kepada Huawei untuk bekerja sama dengan badan intelijen guna memata-matai.

Karena itulah badan intelijen Australia khawatir ketergantungan operator (Australia) terhadap Huawei akan menjadi pintu masuk bagi pemerintah China untuk mengumpulkan data negara-negara lain, termasuk Australia.

Asal tahu saja, peraturan di China mewajibkan organisasi dan warga untuk membantu dan bekerja sama dengan badan intelijen negara. Mereka (warga China) harus membantu memberikan informasi intelijen.

Namun kecurigaan itu langsung dibantah oleh Kepala Huawei Australia, John Lord. Dia mengatakan, bahwa undang-undang yang berlaku di Beijing tidak berlaku untuk operasi di luar China. Jadi, ia berujar, Australia tak perlu khawatir.

Baru-baru ini, Huawei mengecam rencana Komisi Komunikasi Federal (FCC) Amerika Serikat yang melarang perusahaan telekomunikasi menggunakan dana infrastruktur penting untuk belanja peralatan dan layanan dari China.

Maret 2018 lalu, FCC membuka masukan dari publik mengenai rancangan aturan yang akan melarang perusahaan telekomunikasi mengakses Dana Layanan Universal untuk belanja peralatan dari perusahaan telekomunikasi asal China.

“Elemen penting dari keamanan nasional kami adalah keamanan jaringan komunikasi Amerika Serikat. FCC tidak memiliki otoritas atau kapasitas untuk memecahkan masalah itu sendirian,” ujar pernyataan Huawei.

Langkah tersebut dilakukan setelah debat kongres selama berbulan-bulan mengenai apakah perusahaan seperti ZTE dan Huawei memiliki kemitraan kerja yang erat dengan pemerintah China.

Jika benar, anggota parlemen berpendapat bahwa data pengguna Amerika Serikat dapat dibagikan kepada pejabat China dan menimbulkan risiko keamanan yang signifikan. [SN/HBS]

Sumber: CNET

Sumber : Telset

Xiaomi Tegaskan Mereka Bukan Perusahaan Smartphone!

0

Telko.id, Jakarta – Pengguna Xiaomi di Indonesia mungkin mengira jika perusahaan asal China tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di industri smartphone saja.

Namun sebenarnya, Xiaomi bukanlah perusahaan smartphone seperti yang dibayangkan, melainkan sebagai perusahaan internet.

“Logo Xiaomi itu ‘Mi’, yang bisa diartikan sebagai Mobile Internet. Xiaomi adalah perusahaan internet,” tegas Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, saat ditemui dalam diskusi media, di Jakarta, Rabu (11/07/2018).

Menurutnya, hal tersebut karena bisnis Xiaomi pertama kali bergerak di sektor internet dan teknologi, tepatnya saat mereka mengembangkan MIUI. Seperti diketahui, MIUI pada awalnya merupakan custom ROM yang kerap digunakan beberapa pengguna perangkat Android kala itu.

“Saat ini, MIUI sudah dijalankan oleh lebih dari 190 juta pengguna dengan rata-rata penggunaan selama 4,5 jam per harinya,” jelas Steven.

Selain mengembangkan MIUI, Xiaomi juga bergerak di model bisnis lainnya yakni e-commerce dengan layanan MIUI.com. Sebelum menjadi e-commerce untuk menjual seluruh produknya, saat itu layanan tersebut merupakan sarana bagi pengguna untuk saling bertukar mod bagi smartphone Android.

Kemudian, Xiaomi pun masuk ke ranah bisnis lainnya yang bisa dibilang langsung mempopulerkan nama Xiaomi, yakni smartphone.

“Xiaomi itu perusahaan spesies baru dengan tiga model bisnis sekaligus,” klaimnya.

Meski begitu, Steven juga mengatakan bahwa Xiaomi juga tak hanya memproduksi smartphone saja, tapi juga perangkat keras lainnya. Seperti skuter, robot pembersih, sepeda, dan lainnya, termasuk perangkat Internet of Things (IoT).

Xiaomi adalah salah satu perusahaan IoT terbesar di dunia. Kami punya lebih dari 100 juta perangkat IoT yang terhubung di aplikasi Mi Home,” pungkasnya. (FHP)

Sumber : Telset

Kongres Bakal Cecar Apple dan Google soal Data Pengguna

0

Telko.id, Jakarta – Anggota kongres Amerika Serikat (AS) dikabarkan berencana memanggil bos Apple dan Google untuk bertanya tentang keamanan data pribadi pengguna. Hal ini diperkirakan karena buntut dari skandal bocornya data pengguna Facebook beberapa waktu lalu.

Pada hari Senin (9/7) lalu, empat anggota kongres dari Partai Republik mengirim surat kepada Apple dan Alphabet – induk perusahaan Google, dimana mereka menanyakan soal keamanan data pribadi pengguna.

“Kami ingin menyelidiki kemungkinan akses pihak ketiga ke data pengguna, khususnya rekaman suara dan informasi lokasi via iPhone dan Android,” tulis anggota kongres.

Dalam surat yang dipublikasikan, ada indikasi Apple dan Google menggunakan data pengguna secara ilegal, termasuk menggunakan informasi lokasi dan rekaman suara.

Sejumlah laporan menyebut bahwa ponsel iPhone dan Android dimanfaatkan oleh Apple dan Google untuk mengumpulkan data suara tanpa sepengetahuan pengguna.

Baca juga: Apple Bantah Terima Data Pengguna dari Facebook

Dilansir NY Post, Apple dan Google masing-masing memiliki kata kunci yang memungkinkan ponsel mendengar dan memproses suara pengguna, seperti misalnya “Ok Google” dan “Hey Siri”.

Ada pula dugaan aplikasi pihak ketiga punya akses untuk menggunakan data suara ketika pengguna mengetikkan kata kunci. Apple maupun Google belum berkomentar mengenai hal ini.

Sebelumnya dikabarkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, Facebook ternyata telah membocorkan data pengguna ke perusahaan-perusahaan smartphone dan komputer tablet di dunia, antara lain Apple dan Samsung.

Raksasa media sosial itu memiliki sekitar 60 mitra yang secara teratur menerima data-data pribadi pengguna selama kurun waktu tersebut. Selain Apple dan Samsung, dilaporkan ada pula Amazon dan Microsoft yang turut “menikmati” data pengguna Facebook.

Baca juga: Facebook Jual Data Pengguna ke Apple, Samsung, dkk

Dikabarkan, empat perusahaan teknologi besar itu telah menerima dan dapat mengakses data-data yang bersifat pribadi seperti status hubungan, afiliasi politik, riwayat pendidikan, dan agama sampai bulan April 2018 lalu. [BA/HBS]

Sumber : Telset

Bikin Mobil Listrik, Produsen Jerman Beli Aki dari China

0

Telko.id, Jakarta – Saat ini pabrikan mobil di Jerman seperti BMW dan VW memproduksi mobil listrik untuk melengkapi varian mobil bermesin konvensionalnya. Tetapi ternyata mereka tidak membuat sel baterai atau Aki sendiri, melainkan dipasok oleh pabrik asal China karena kekurangan kapasitas produksi dan memerlukan investasi lebih besar jika harus membangun pabrik lagi.

Untuk BMW, mereka menunjuk Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) untuk memasok Aki untuk mobil listrik besutannya. Perusahaan asal China ini bahkan berniat membuat pabrik Aki di Jerman bagian Timur, seperti dilansir channelnewsasia.com, Senin (9/7/2018).

Bahkan, Perdana Menteri China Li Keqiang menghadiri dan ikut ambil bagian dalam upacara penandatanganan pembangunan pabrik CATL di negara bagian Thuringia itu yang diselenggarakan di Berlin hari ini.

Ini karena CATL telah mendapat kontrak dari BMW senilai lebih dari 1 miliar euro (US $ 1,2 miliar) atau mencapai Rp 17 triliun untuk membuat sel Aki untuk mobil listrik.

Sedangkan Volkswagen memilih CATL dan dua perusahaan Korea Selatan, yakni Samsung dan LG Chem untuk memasok Aki untuk kendaraan listrik besutannya senilai US $ 25 miliar atau sekitar Rp 357 triliun.

Baca juga: Keren! Mobil Listrik BMW Bisa Isi Daya Tanpa Kabel

Rupanya tak hanya China yang membangun pabrik di Jerman, Perusahaan mobil listrik asal Amerika Tesla juga membangun pabrik yang dinamakan Gigafactory dekat perbatasan Perancis-Jerman di sekitar divisi Grohman Engineering. Divisi tersebut telah membangun lini produksi untuk pabrik mereka di Nevada.

“Jika ingin memiliki industri sel baterai Jerman, maka ini adalah tembakan peringatan,” kata pakar industri otomotif konsultan strategi PwC Joern Neuhausen.

Para produsen mobil Jerman telah berupaya beralih mengembangkan otomotif ke bentuk yang lebih hijau menyusul skandal Dieselgate 2015 yang mengekspos sisi gelap ketergantungan panjang dan menguntungkan mereka pada mesin pembakaran internal.

Baca juga: Pemerintah & Toyota Ajak Universitas Riset Mobil Listrik

Tahun lalu Volkswagen mengundang industri Jerman dan Eropa, yang mempekerjakan 12,6 juta pekerja, untuk bekerja sama dalam produksi baterai. Para ahli industri memproyeksi revolusi otomotif itu bisa mendorong pasar baterai Eropa menjadi 250 miliar euro atau mencapai Rp 4.212 triliun pada 2025. [WS/HBS]

Sumber: Channelnewsasia

Sumber : Telset

Teknologi Internet Berkembang, Kerjaan TI Makin Nambah

0

Telko.id, Jakarta – Perkembangan teknologi informatika beberapa tahun belakangan rupanya tak hanya memiliki dampak membuat komunikasi bisa lebih mudah dilakukan dengan berbagai cara.

Disisi lain, perkembangan yang diiringi perubahan dan penggantian peralatan alias infrastruktur komunikasi dan teknologi juga membuat tugas bidang teknologi informasi (TI) semakin bertambah.

Country Manager Nutanix Indonesia Andreas Ananto Kagawa mengatakan untuk komputasi awan alias cloud, sebelum banyak dikenal tugas bidang TI memperkenalkan teknologi tersebut ke publik. Sekarang, ketika cloud sudah dikenal luas, tugas bidang TI memberitahukan kemudahan aplikasi cloud ke pusat data.

“Sekarang korporasi tidak menanyakan apa itu public cloud. Tapi bagaimana, kapan dan dimana cloud itu,” ujar Andreas dalam acara silaturahmi Bersama dan bincang-bincang Nutanix di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Andreas, tugas IT juga bertambah semenjak ada teknologi internet of thing (IoT) alias benda-benda yang terkait internet. Dia mencontohkan kamera CCTV, yang sebelumnya merupakan tugas atau wewenang bidang sekuriti perusahaan, kini menjadi tugas bidang IT karena terintegrasi sistem digital baru.

Dia juga mengatakan untuk bidang sekuriti atau keamanan data, saat ini penerapannya lebih komplek karena dilakukan secara berjenjang untuk semua lapisan. Tujuannya untuk menciptakan sistem keamanan internal yang lebih memadai.

“Ada dua jenis data baru yang harus di handle IT, yakni CCTV karena sudah digitalize. Sebelumnya mereka menghandle telefoni dan sekarang ditambah IoT,” imbuh Andreas.

Untuk itu, kata Andreas, pihaknya memiliki berbagai solusi untuk meningkatkan kapabilitas TI perusahaan khususnya di bidang pengelolaan data cloud. Solusi tersebut diantaranya adalah dengan menggunakan infrastruktur server yang ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan server biasa.

Baca juga: Teknologi Informasi Menjadi Peran Penting Warga Di Jakarta

Bahkan, jika dibandingkan secara langsung, ukuran server tersebut hampir 90 persen lebih kecil dengan kemampuan yang setara. Hal ini membuat pekerjaaan pengolahan data secara spontan mudah dilakukan dimana saja karena servernya bisa dipindahkan alias portable.

“Ada customer kami yang melakukan pemetaan di laut melalui kapal untuk menangkap data sonar. Nah mereka menggunakan layanan kami, data center yang simple bisa dibawa kemana saja dalam koper besar,” pungkas dia. [WS/HBS]

Sumber : Telset