spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1441

Indonesia Baru Merdeka Sinyal Tahun 2020

0

Telko.id – Adanya ketimpangan dalam akses telekomunikasi memang sedang diupayakan oleh pemerintah untuk dihilangkan. Melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Kominfo menargetkan Indonesia Merdeka Sinyal 2020.

Langkah pertama yang dilakukan adalah memperkuat integrasi jaringan yang telah lebih dulu ada melalui penyediaan akses internet, BTS, dan Backbone Fiber Optik Palapa Ring di desa-desa yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi.

Dalam Program Menuju Indonesia Merdeka Sinyal 2020 itu, BAKTI Kominfo menargetkan penduduk di 5000 titik di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) serta perbatasan (lastmile) dapat menggunakan akses telekomunikasi.

Direktur Utama BAKTI Anang Latif menyatakan pembangunan akses telekomunikasi di kawasan 3T ditujukan untuk pemerataan akses telekomunikasi dengan pemanfaatan dana Universal Service Obligation (USO).

“Prasarana yang dibangun menciptakan pemerataan untuk menjangkau yang belum terjangkau akses telekomunikasi dan informasi,” katanya dalam Media Gathering yang digelar di Wisma Antara, Jakarta, Rabu (25/07/2018).

Selain pemerataan akses telekomunikasi di kawasan yang belum terjangkau akses telekomunikasi dan informasi, program itu ditargetkan pula dapat mengangkat potensi ekonomi dan wisata kawasan 3T agar dapat dikembangkan oleh warga setempat,

“Palapa Ring yang terbagi dalam tiga paket yakni Palapa Ring Barat, Palapa Ring Timur dan Palapa Tengah merupakan solusi dari permasalahan telekomunikasi yang masih belum merdeka sinyal saat ini. Sehingga hadirnya Palapa Ring memecahkan permasalahan tersebut,” jelasnya.

Dirut Anang Latif menyampaikan saat ini pembangunan akses sudah hampir selesai dan ditargetkan tuntas akhir tahun ini. “Pembangunan fiber optik bawah laut ini berjalan sesuai rencana, bahkan untuk paket barat sudah beroperasi 100%, untuk paket tengah progress pembangunan sudah mencapai 89% dan paket timur sudah mencapai 57%. Akhir tahun ini kami targetkan semua pembangunan sudah mencapai 100% sehingga bisa on air pada 2019,” tuturnya.

Sementara menunggu pengoperasian Palapa Ring, BAKTI sudah mulai mengajak operator seluler untuk menggunakan fasilitas yang dibangun dengan menawarkan potongan harga khusus kepada operator yang mau membuka akses telekomunikasi dengan menggunakan fasilitas yang telah dibangun.

“Seluruh anggaran penyedia BTS ini berasal dari dana Universal Service Obligation (USO) yang bersumber dari 1,25 persen pendapatan seluruh penyedia layanan telekomunikasi di Indonesia,” tuturnya menjelaskan.

Pekerjaan rumah bagi BAKTI sendiri, diakui Anang masih berat. Alasannya, masih ada sekitar 11 persen wilayah di Indonesia yang belum tersentuh sinyal atau blank spot.

Menurut Anang, 11 persen itu terletak di 5.300 desa yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun 3.500 di antaranya berada di wilayah Papua.

“11 persen dalam dua tahun ini memang ambisius, mengingat kondisi wilayah tersebut yang memang sulit, sehingga tidak ada operator yang mau menggarap dengan pertimbangan bisnis,” ujarnya.

Kendati demikian, dia menyebut pihaknya akan berupaya keras untuk memastikan proyek ini dapat selesai tepat waktu. Karenanya, ia menargetkan jumlah BTS yang dapat dibangun hingga akhir tahun ini mencapai 2 ribu unit.

Untuk itu, BAKTI banyak bekerja sama dengan sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda). Hal itu ditunjukkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) yang diadakan awal Juli 2018.

Rapat ini dihadiri oleh perwakilan 26 Pemerintah Provinsi yang terdiri dari 128 Kabupaten dengan 4.005 desa yang belum terjangkau sinyal selular di Indonesia.

Untuk masalah tarif, Anang menyebutkan bahwa tarif haruslah yang terjangkau bagi masyarakat dengan mempertimbangkan kualitas pelayanan. Tarif layanan ini terdiri dari tarif penyediaan pita lebar atau bandwidth dan tariff penyediaan kabel serat optik atau dark fiber.

Mengenai biaya sewa, menurut Dirut BAKTI Kominfo penetapannya akan bergantung pada harga acuan dan operator yang akan menggunakan.

“Untuk menentukan tarif aktual harga sewa bulanan jaringan Palapa Ring, akan mempertimbangkan dua komponen utama yakni harga acuan dan jumlah operator yang akan menggunakan jaringan Palapa Ring. Semakin banyak operator yang masuk maka kami akan menaikkan potongan harga sewa,” terang Anang seraya mengharapkan Palapa Ring dapat menjadi potensi sumber pendapatan BAKTI ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi juga menyatakan bahwa saat ini pihaknya telah menggelar 119 sites USO dan dalam proses pembangunan 45 sites tambahan di wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

“Ini adalah bentuk dukungan dan komitmen Indosat Ooredoo dalam membangun konektivitas lastmile di daerah-daerah yang terpencil.  Saat ini kami telah membangun 119 sites dan di dalam proses membangun 45 sites di wilayah lainnya,” katanya.

Kondisi geografis Indonesia dengan pulau-pulau yang tersebar luas jelas memerlukan kerja sama dari seluruh pihak untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses informasi yang memadai.

Menurut Joy Wahyudi, pihaknya akan terus berpartisipasi, termasuk dalam rencana pembangunan lebih dari dua ribu site lastmile yang akan dimulai pada akhir tahun 2018.   “Akses Informasi dan teknologi sangat berperan penting di dalam pembangunan masyarakat dan telah menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan sosial ekonomi kita,” demikian Joy.

Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Kominfo yang telah membangun akses internet di wilayahnya.

“Kami bisa memanfaatkan jaringan telekomunikasi yang lebih baik, walaupun masih ada sebagian wilayah yang harus dibangun sarana dan prasaranan telekomunikasi dan informatika,” ungkapnya.

Menurut Bupati Johan Gonga, saat ini di Kepulauan Aru persebaran sarana dan prasarana TIK sudah mencapai 52 site BTS, dan Internet 59 site.

“Tahun ini kami juga mengusulkan sarana prasarana TIK yakni 25 site BTS dan 100 site Internet. Dengan penambahan tersebut, Kepulauan Aru akan terbebas dari wilayah blank spot,” ungkapnya Johan. (Icha)

 

 

Menkominfo Minta Media Siber Perangi Hoax

Telko.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta media siber ikut memerangi penyebaran hoax dan mewujudkan perannya sebagai pilar demokrasi.

“Saya berharap Serikat Media Siber Nasional atau SMSI memberikan andlil yang positif dan sehat dengan kehadiran media siber yang kini jumlahnya mencapai 43 ribu,” katanya dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Serikat Media Siber Nasional (SMSI) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (25/07/2018) malam.

Menteri Rudiantara mengapresiasi kehadiran SMSI saat kondisi masyarakat saat ini memerlukan akurasi informasi dengan pesatnya arus perkembangan teknologi digital.

“Di dunia maya (digital) dinamikanya sangat cepat. Perlu ada informasi yang akurat dan tepat untuk disampaikan ke masyarakat. Kalau tak terkontrol bisa jadi berbahaya,” tandasnya.

Menteri Kominfo berharap, keanggotaan media yang terdaftar dalam SMSI mampu menjadi garda terdepan dan contoh melawan berita bohong atau yang sumbernya tidak jelas (hoax). Masifnya berita hoax yang tersebar akan menimbulkan kegaduhan di Tanah Air.

“Tentu saja menyebarnya berita hoax membuat kebingungan. Media, khususnya media siber, punya tantangan memberantasnya dalam era demokrasi sekarang,” katanya.

Oleh karena itu, Menteri Rudiantara mengimbau supaya insan pers selalu mengacu kepada UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Pers dalam pemberitaan guna menyajikan informasi berita yang menarik dan akurat untuk publik.

“Sehingga industri pers dan penggiatnya, dapat benar-benar mewujudkan perannya sebagai pilar demokrasi keempat di Indonesia,” tegasnya.

Gelaran Rakernas III SMSI akan pada 25-27 Juli 2018. Rakernas III SMSI kali ini mengambil tema Indonesia Optimis menghadapi Era Revolusi digital. Tampak ikut hadir pada Rakernas III SMSI Ketua Dewan Pembina SMSI Chairul Tandjung dan tokoh pers senior M Ilham Bintang.

Ketua Umum SMSI Auri Jaya menuturkan, dengan Rakernas III bisa menjadi momentum penyegaran kembali semangat berorganisasi dari pemlilk dan pelaku industri media siber. Dengan terlaksananya Rakernas III SMSI diharapkan media siber bisa menyesuaikan dengan dinamika dan kemajuan dunia digital. “Menjadikan mampu merambah berbagai segmen dunia digital yang semakin tidak terduga berevolusi,” kata Auri Jaya.

Luncurkan Inovasi

Rakernas III SMSI sekaligus menjadi ajang diluncurkannya inovasi baru yakni Siber Indonesia Network (SIN). Peluncuran SIN dilakukan oleh Menteri Rudiantara bersama Auri Jaya dengan memencet tombol sirene sebagai tanda peresmian.

SIN nantinya akan menjadi newsroom (ruang pengelolaan berita) SMSI yang menyampaikan informasi akurat untuk masyarakat hingga berjumlah sekitar 2000 setiap harinya dari ratusan media siber anggota SMSI di seluruh Indonesia.

Media siber yang terdaftar sebagai angggota SMSI nantinya akan berkontribusi mengirimkan naskah berita, video dan foto untuk SIN. Layaknya struktur organisasi media, SIN juga memiliki penanggung jawab tertinggi atau pemimpin redaksi.

Menteri Kominfo juga mengungkapkan, pihaknya akan memberikan fasilitas domain situs internet yang mudah diakses kepada pelaku UMKM jika ingin merambah dunia siber ke depannya.

Rakernas III SMSI juga menjadi forum guna mengevaluasi aktivitas kepengurusan pusat dan daerah serta merumuskan bersama strategi dan kebijakan organisasi ke depannya. Rakernas III dihadiri oleh 32 provinsi di Indonesia yang memiliki keanggotaan SMSI. (Icha)

 

 

 

Kabupaten Sidoarjo Siap Jadi Smart City Di Dukung Indosat Ooredoo

0

Telko.id – Indosat Ooredoo Business bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menandatangani perjanjian kerja sama untuk pembangunan infrastruktur Smart City di Kabupaten Sidoarjo. Indosat Ooredoo akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) Pemkab Sidoarjo, memberikan pelatihan operasionalisasi infrastruktur fiber optic, serta memberikan workshop dan sharing session mengenai aplikasi-apliasi smart city.

Mengusung visi sebagai mitra digital pilihan (preferred digital partner), Indosat Ooredoo Business berkomitmen untuk mendorong transformasi digital termasuk dalam bidang pemerintahan dengan produk-produk, solusi dan layanan TIK guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemerintah daerah dalam  memberikan pelayanan kepada warganya.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Pemkab Sidoarjo kepada Indosat Ooredoo Business untuk mewujudkan smart city di Sidoarjo. Melalui kerja sama ini, implementasi smart city diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan kepada warga yang diberikan Pemkab Sidoarjo. Semoga kerja sama ini dapat berlangsung terus dan ditingkatkan di masa datang,” kata Fuli Humaeroh, Group Head Sales Regional Account Indosat Ooredoo.

Penandatanganan Kontrak Perjanjian Kerjasama telah dilakukan baru-baru ini untuk pembangunan infrastruktur Smart City diwakili oleh Kadiskominfo Pemkab Sidoarjo, Siswoyo dengan Head of IoT & Smart City Buss Dev Indosat Ooredoo, Hendra Sumiarsa.

Selain penandatanganan kerjasama, pada kesempatan tersebut Indosat Ooredoo Business juga menyampaikan paparan mengenai berbagai perkembangan terbaru teknologi, produk, dan kebijakan-kebijakan terkait Smart City.

“Kerjasama ini akan terus berkembang dengan terus menambah jangkauan jaringan fiber optic, data recovery center dan aplikasi-aplikasi untuk mendukung Smart City,” tutup Fuli. (Icha)

 

 

Infrastruktur TIK Asian Games 2018 Bakal Jadi Warisan Bersejarah

0

Telko.id – Momen pembukaan Asian Games, 18 Agustus 2018, diperkirakan akan hadir 80-90 ribu penonton. Bayangkan, jika semuanya akan melakukan upload foto atau video pasti jika tidak dipersiapkan secara serius akan menjadi ‘back fire’ bagi Indonesia. Padahal, ajang ini juga akan menjadi promosi besar bagi Indonesia ke mata dunia.

Itu sebabnya, penyediaan akses telekomunikasi dan internet pada perhelatan olahraga terbesar kedua di dunia, Asian Games 2018 ini menjadi proyek terbesar dan paling kompleks di Indonesia.

“Terbesar dan kompleks karena belum ada proyek teknologi informasi seperti ini sebelumnya. Bagaimana menyediakan konektivitas yang akan digunakan untuk penonton dan aplikasi untuk mendukung pelaksanaan pertandingan di berbagai venue,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Kunjungan Media untuk melihat infrastruktur telekomunikasi di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/07/2018) sore.

Setidaknya, sebanyak 947 akses point wifi highdens dipersiapkan di GBK dan Jakabaring untuk memenuhi kebutuhan akses internet secara gratis bagi atlet, official dan penonton. Tak hanya itu di lokasi wisma atlet disediakan pula akses internet fiber Indihome,  jaringan intranet 58 GB, penguatan BTS untuk 4.5G dan 8 unit SNG untuk kebutuhan broadcaster.

“Akses wifi highdens sampai 100 GB itu akan bisa melayani total 80 ribu sampai 90 ribu pengguna secara bersamaan. Ini yang kita siapkan untuk acara Pembukaan Asian Games nanti. Bahkan saya minta untuk ditingkatkan dua kali atau bahkan 10 kali lipat,” jelas Menteri Rudiantara.

Peningkatan  kapasitas dan penambahan jaringan komunikasi ini diperlukan agar membuat penonton acara pembukaan bisa menyemarakkan Asian Games 2018.

“Biasanya kalau ada pertandingan, jaringan seluler kan padat ada yang tidak bisa akses. Semua yang nonton pasti akan posting video, tak mau nanti, maunya begitu acara langsung posting,” papar Rudiantara menjelaskan tentang perilaku penonton dan penggunaan infrastruktur telekomunikasi.

Acara pembukaan dinilai Menteri Kominfo penting sebagai upaya untuk membuat legacy bagi negara lain. “Pembukaan dan penutupan harus memberikan impresi yang wah tapi tidak boros. Semua harus dimudahkan, saya minta teman-teman (operator) agar kebutuhan konektivitas bisa tampung oleh wifi yang gratis tak perlu login,” katanya.

“Untuk itu, Telkom akan menyediakan bandwidth hingga 10 Giga bytes per second (Gbps) dengan cadangan empat kali lipat,” tutur Rudiantara.

Dengan bandwidth sebesar itu, Telkom menyatakan bahwa kecepatan unduh internet di sana bisa mencapai 91 Mega bytes per second (Mbps). Sementara kecepatan unggah internet di jaringan WiFi bisa mencapai 117 Mbps.

“Ini pertama (bagi kami) di GBK melayani 80 ribu penonton sekaligus,” kata Gatot Wahyudianto Business Planning Manager Telkom.

“Total, selama Asian Games 2018 ini, kita sediakan bandwidth 222 Gbps, sedangkan untuk pembukaan nanti Telkom akan sediakan bandwidth 40 Giga,” kata Muhammad Salsabil sebagai Ketua Satgas Telkom di Asian Games 2018.

Sebagai gambaran, data Hootsuite pada Januari 2018 lalu menyatakan bahwa kecepatan rata-rata internet di Indonesia adalah 13,79 Mbps untuk saluran kabel, dan 9,82 Mbps untuk mobile. Angka itu masih lebih rendah ketimbang kecepatan rata-rata internet dunia yang mencapai 42,71 Mbps.

Sementara jika angkanya bisa ditingkatkan hingga kisaran 100 Mbps, maka kecepatan berselancar di dunia maya dari GBK akan mengalahkan Amerika Serikat yang menurut Hootsuite sekitar 84,66 Mbps. Untuk kategori saluran kabel, negara dengan kecepatan internet tertinggi adalah Singapura (161,5 Mbps).

Secara umum, dukungan layanan Telkom Grup di area dan selama Asian Games 2018 (Jakarta dan Palembang) mencakup total bandwidth sebesar 222 Gbps, 58 Gbps Intranet, 967 accsess point WiFi, serta menyediakan 8.700 unit Indihome di wisma atlet Kemayoran dan Palembang.

Sementara untuk jaringan seluler Telkomsel juga memperkuat sinyal dengan 124 BTS 4,5G dan 140 BTS 4G baru. Selain itu, Telkomsel juga akan menyediakan 27 ribu starter pack edisi Asian Games.

Jerih payah membangun infrastruktur kelas dunia di Asian Games 2018 ini bakal menjadi warisan yang dapat digunakan juga dalam berbagai event lain di Stadion GBK, Jakarta dan Jaka Baring, Palembang, Sumatera Selatan.

“Ini akan jadi warisan usai pelaksanaan Asian Games 2018. Kalau dulu kita bersyukur Presiden Soekarno membuat venue olahraga di tengah kota dan sejumlah monumen. Kalau sekarang warisannya adalah konektivitas yang bisa digunakan oleh pengguna Gelora Bung Karno (GBK) dan venue lainnya,” tuturnya.

Akses internet cepat di Stadion Utama  GBK dirancang berbasis high density wifi sebagai akses internet utama. “Karena memang didesain mampu menampung pengguna dari penonton yang puluhan ribu dengan kecepatan tinggi,” jelas Menteri Kominfo seraya menambahkan bahwa akses  internet seluler hanya sebagai bonus, pengunjung pembukaan dan penutupan Asian Games 2018 bisa menggunakan wifi gratis.

Menteri Rudiantara mengapresiasi kerja sama operator dan penyelenggara layanan internet di Indonesia untuk menyukseskan gelaran olahraga terbesar di Asia itu.  “Seluruh operator telekomunikasi dan provider internet turut gotong royong untuk memastikan kapasitas telekomunikasi agar siap untuk pembukaan. Yang inti dari Telkom,” tuturnya.

Menteri Kominfo juga menyatakan akan dilakukan uji coba teknologi 5G dalam Asian Games 2018. “Satu Autonomous Car mobil yang bisa jalan sendiri tanpa sopir dan satu lagi aplikasi pertandingan yang akan digunakan di venue Badminton dan Bola Basket,” jelasnya.

Acara kunjungan media dan konferensi pers itu berlangsung di ruang konferensi pers Stadion Utama GBK. “Ini pertama kali. Kita termasuk yang pertama menggunakan ruang konferensi pers,” kata Menteri Rudiantara.

Selain Telkom Group, layanan internet selama Asian Games juga akan disediakan oleh Bali Tower dan Biznet. Operator seluler lain, XL Axiata, Indosat dan Tri juga akan berkontribusi. (Icha)

 

Paket XL Go IZI Tawarkan Kuota Tunggal Berlaku Selamanya

0

Telko.id – Anda sering gunakan MiFi? Pasti sering kali lupa mengisi pulsa agar tetap bisa nyaman berinternetan. MiFI memang berbeda dengan smartphone karena jarang sekali kita lihat sisa kuota yang ada. Itu sebabnya, XL meluncurkan paket MiFI Go IZI  dengan kuota tunggal dan berlaku selamanya.

XL pun menawarkan dengan paket yang sudah termasuk perangkat modem ini akan diberikan layanan data/internet berkecepatan tinggi yang bisa diakses dengan mudah, dengan masa aktif kartu lebih panjang, dengan kuota tunggal (satu kuota utama), yang berlaku selamanya.

“Kami memahami semakin meningkatnya kebutuhan dan kenyamanan bagi pelanggan untuk dapat mengakses layanan Internet kecepatan tinggi secara mobile guna mendukung aktifitas mereka untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari dimanapun berada,” kata Allan Bonke, Direktur Komersial XL Axiata, saat peluncuran Paket MiFi XL Go IZI (26/07), di Jakarta.

Allan menambahkan, “Paket baru modem XL GO, yaitu XL Go IZI ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan tersebut. Kami juga berharap dengan paket XL GO IZI yang baru ini, juga akan semakin mendorong minat pelanggan dan masyarakat untuk semakin intensif dalam menggunakan layanan data XL Axiata”.

Jika menggunakan paket XL Go IZI baru ini, pelanggan tidak perlu khawatir kuota datanya hangus karena XL Go IZI memberikan kuota yang berlaku selamanya. Jika melewati masa aktif, maka kuota yang tersisa akan tetap disimpan dan bisa dipakai lagi setelah pelanggan mengisi ulang nomor XL GO IZI.

Paket XL Go IZI baru menawarkan beberapa kemudahan untuk pelanggan, diantaranya kemudahan untuk mengaktifkan paket internet cukup dengan melakukan pengisian pulsa, mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000. Setelah itu pulsa yang diisi otomatis akan diubah menjadi paket data sesuai dengan nominalnya.

Kuota yang diberikan di paket XL Go Izi baru ini bisa dipakai selama 24 jam, tanpa ada pembagian waktu. Adapun masa aktif paket ini juga lebih panjang mencapai 90 hari untuk nominal Rp 50.000 dan Rp 100.000, Masa aktif paket akan semakin panjang jika pelanggan melakukan pengisian nominal pulsa lebih tinggi.

Kelebihan lainnya dari paket ini adalah jika masa aktif habis, kuota tersebut tidak akan hangus, karena kuota XL Go IZI yang baru memiliki masa berlaku untuk selamanya, sehingga kuota akan tetap tersimpan hingga pelanggan kembali mengaktifkannya. Kuota yang disimpan dan kuota dari paket data yang baru diaktifkan akan otomatis diakumulasikan.

Paket XL Go IZI yang baru bisa didapatkan dengan menggunakan modem bundling XL Go, pelanggan lama yang ingin mengaktifkan paket XL Go IZI ini bisa melakukannya cukup dengan mengisi pulsa, karena paket baru ini otomatis sudah tersedia mulai 6 Juli 2018.

Masyarakat dan pelanggan XL Axiata yang belum memiliki modem XL Go, bisa mendapatkannya di XL Center, Xplor, RO/RODE, outlet gawai terdekat, Shopee dan online store lainnya dengan harga Rp 479.000, dan memperoleh bonus berupa kuota data 20 GB Kuota Utama yang berlaku selamanya.

Layanan Internet cepat dengan Modem XL Go IZI ini didukung dengan ketersediaan oleh jaringan 4G LTE dari XL Axiata yang memiliki kecepatan mencapai 150 Mbps, Chipset Qualcomm 9207, baterai 2300 mAh serta kapasitas untuk bisa membagikan WiFi ke-32 perangkat sekaligus.

Saat ini jumlah pelanggan XL Axiata mencapai sekitar 54,5 juta pelanggan, dengan jumlah pelanggan data mencapai sekitar 76% dari total pelanggan, yang didukung dengan infrastruktur jaringan sebanyak lebih dari 105 ribu BTS termasuk lebih dari 68 ribu BTS data (3G & 4G) yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia serta jaringan fiber optik sepanjang lebih dari 45 ribu km. Saat ini jangkauan layanan data (3G & 4G) XL Axiata juga telah melayani sekitar 422 kota/kabupaten di Indonesia. (Icha)

 

Telkomsel dan Sisfo Indonesia Kerjasama Dukung Produktivitas Nelayan Saat Melaut

0

Telko.id – Pemerintah saat ini sangat gencar menjaga sumber daya kelautan dan perikanan. Harapannya jika dapat dijaga dengan baik maka kesejahteraan nelayan pun dapat meningkat. Namun, untuk itu dibutuhkan solusi yang tepat juga agar nelayan dapat meningkatkan produktivitasnya. Untuk itu, Telkomsel dan Sisfo Indonesia bekerjasama melahirkan solusi sistem pemantauan kapal perikanan (Vessel Monitoring Solution/VMS).

Solusi ini menggunakan teknologi hybrid yang memanfaatkan infrastruktur GSM sebagai solusi dari Telkomsel MyBusiness untuk melengkapi fitur-fitur yang ada di alat pemantau kapal perikanan tersebut.

Sedangkan Sisfo Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan implementasi teknologi informasi, termasuk dalam penyediaan layanan maritim. Jadi, kerjasama ini merupakan ‘perkawinan’ yang baik.

“Kerjasama dengan Sisfo Indonesia sesuai dengan semangat Telkomsel untuk memberikan manfaat teknologi telekomunikasi ke seluruh lapisan masyarakat. Infrastruktur GSM yang digunakan pada VMS tidak hanya akan membantu pemantauan penangkapan ikan oleh pemerintah, tapi juga akan membantu  meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan,” kata Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel saat penandatangan kerjasama antara Telkomsel dengan Sisfo Indonesia.

Menurut Direktur Utama Sisfo Indonesia Nirwan Harahap, “Selama ini konektivitas di laut mengandalkan satelit yang memiliki keterbatasan bandwith. Dengan mengunakan tambahan infrastruktur GSM di jaringan Telkomsel, teknologi hybrid pada VMS akan lebih banyak memberikan keuntungan baik bagi nelayan, maupun bagi keperluan peningkatan kualitas penangkapan ikan oleh nelayan.”

Bagi pemerintah, VMS merupakan bagian dari usaha dalam memerangi illegal, unreported dan unregulated fishing. Untuk fishing coordinator / pemilik kapal, VMS akan membantu untuk efisiensi dan efektivitas pengelolaan informasi kapal, serta untuk memperkirakan hasil tangkapan ikan. Sedangkan bagi nelayan, VMS akan membantu untuk meningkatkan produktivitas serta mempermudah komunikasi dari kapal.

Selain teknologi konektivitas hybrid, solusi VMS juga memililki banyak fitur seperti Tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kapal, Log Book yang memungkinkan nelayan melaporkan posisi penangkapan dan hasil ikan sehingga hasil tangkapan diterima oleh pasar dengan harga yang layak.

Selain itu juga ada fitur Fish Forecast untuk membantu nelayan mengidentifikasi keberadaan ikan di laut, Distress Solution / Panic Button yang dapat digunakan nelayan untuk menginformasikan keadaan darurat di kapal untuk mendapatkan bantuan, Weather Information untuk memberikan informasi perkiraan cuaca dari pihak otoritas seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Bahkan VMS juga menyediakan fitur Messaging Service yang merupakan sistem pengiriman pesan untuk memungkinkan nelayan berkomunikasi dengan petugas pelabuhan yang berwenang di darat, serta Geofencing yang memanfaatkan GPS atau radio frequency identification untuk membantu nelayan mendapatkan informasi ketika memasuki daerah terlarang untuk menangkap ikan / marine protection area. (Icha)

Advan G2 Plus Sudah Punya Datally dan Files Go Dari Google

0

Telko.id – Smartphone dengan layar fullview dan baterai berdaya besar? Tentu menjadi idaman banyak orang, apalagi sudah menjalankan sistem operasi Android Oreo 8 dan didukung performa mumpuni.

Baterai berdaya 4.000 mAh, menemani aktivitas selama 12 jam. Kemudian bentang layar telefon pintar fullview 5,7 inci HD+ rasio 18:9 nikmat untuk main game dan nonton video. Itu menjadi hal yang ditawarkan Advan G2 Plus.

Advan G2 Plus, menjadi yang pertama untuk smartphone layar 5,7 inci fullview dengan kapasitas baterai jumbo, yakni 4.000 mAh. Dengan perpaduan tersebut, tentunya pengguna tidak akan mati gaya atau kebingungan ketika beraktivitas atau berkomunikasi.

Dari hasil pengujian, G2 Plus digunakan untuk beraktivitas selama 12 jam. Kemudian menonton streaming video 6 jam, dan standby selama 4 hari.

Maksimum baterai, maksimum performa, maksimum layar dengan harga Rp 1.899.000. Menjadi tiga hal yang ditawarkan oleh G2 Plus. Menyaksikan video, bermain game menjadi lebih memuaskan dan tahan lama Performa G2 Plus didukung oleh processor Mediatek 6737 Dual Core 1.3 GHz dengan RAM 3 GB dan ROM 32 GB yang menjalankan sistem operasi Android 8 Oreo.

Advan G2 Plus, dapat dimiliki mulai Senin, 30 Juli 2018 pada Flashsale di Shopee. Harga per unit pada jual cepat di e-commerce tersebut adalah Rp 1.899.000 dan berhadiah flashdisk OTG Sandisk 16 GB.

Setiap pembelian Advan G2 Plus, telah dilengkapi dengan paket bundling paket data dari Telkomsel. Paket tersebut adalah Telkomsel Android Unite (TAU).

Dengan sistem operasi Android Oreo, banyak fitur yang dapat dinikmati konsumen. Pada perangkat Advan G2 Plus, telah dilengkapi pula dengan Datally, dan Files Go bawaan dari Google Android.

Berbicara smartphone dengan baterai 4.000 mAh, tentu yang terlintas adalah desain dan body akan besar dan tebal. Namun, Advan G2 Plus ingin tetap menjadi smartphone sebagai penunjang gaya hidup dan mereka yang memerhatikan penampilan.

Advan G2 Plus menjadi yang pertama dengan layar 5,7 inci dengan baterai berkapasitas 4.000 mAh. walaupun besar dan lebar, perangkat ini nyaman dan mudah dioperasikan dengan  satu genggaman. Sebab, tetap ramping dan tipis, terlebih dengan balutan desain glossy.

Layar fullview rasio 18:9 HD+ dengan 5,7 inci, tentu menjadikan layar lebih tinggi dan luas juga nyaman digenggam. Untuk slot sim card menggunakan triple tray slot, yakni dua slot nano SIM Card dan SD Card hingga 64 GB.

Dukungan sistem operasi Android 8 Oreo pada Advan G2 Plus, memungkinkan pengguna dapat memilih pengoperian layar atau perangkat dengan fitur Full Screen Gesture.

Mengakses halaman lebih mudah cukup dengan gesture atau sapuan satu jari. Misalkan, swipe dari bawah ke atas untuk kembali ke menu utama. Kemudian swipe dari kiri atau kanan untuk kembali ke halaman sebelumnya. Terakhir swipe dari bawah dan tahan sejenak untuk membuka recent apps.

Menurut Tjandra Lianto selaku Marketing Director Advan, selain full screen gesture, ada sejumlah fitur lain yang dihadirkan oleh Android Oreo pada G2 Plus. Splitscreen dan picture in picture.

“Picture in picture, memungkinkan kita ketika bernavigasi dengan Google Maps atau Video Call dengan Google Duo sambil melakukan aktivitas lain. Maksudnya, layar akan ter-minimize menjadi kecil,” ujarnya.

Kamera belakang Advan G2 Plus, beresolusi 13 MP f/2.0 dilengkapi fitur pro mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk mengatur ISO, Saturation, seperti kamera profesional. Kamera depan beresolusi 8 MP lensa Largan dan sesor CMOS dengan f/2.2 dilengkapi fitur potrait mode bokeh.

“G2 Plus dilengkapi dengan sistem keamanan berlapis. Mulai dari Pre Usage kita lengkapi dengan fingerprint dan Face ID. Kemudian ketika on usage, kita proteksi dengan privacy system atau bilik rahasia untuk menyembunyikan data, foto, video dan data penting lainnya. Juga Guest Mode, Child Mode,” ujarnya. (Icha)

Advan Yakin Flash Sale Advan G2 Plus Tidak Akan Back Fire Di Pasar

0

Telko.id – Gaya jualan Flash Sale secara online kini memang sedang menjadi trend di Indonesia. Hampir semua produk yang diluncurkan, mengawali masuk pasar dengan melakukan Flash Sale. Cara ini dianggap jitu untuk memberikan privilege bagi konsumen. Advan pun demikian.

Namun, seperti bukan rahasia lagi, kalau flash sale ini dijadikan ajang para toko atau outlet tradisional untuk memperoleh harga miring. Nantinya lalu akan dijual dengan harga normal. Maklum saja, ketika dijual saat flash sale ini, harga bisa nya lebih murah dan banyak promonya. Jadi toko atau outlet pun bisa punya untung.

Kali ini, dalam peluncuran perdana nya, Advan G2 Plus dapat diperoleh dalam program Flash sale di Shopee. Harga per unit pada jual cepat di e-commerce tersebut adalah Rp 1.899.000 dan berhadiah flashdisk OTG Sandisk 16 GB. Setiap pembelian Advan G2 Plus, telah dilengkapi dengan paket bundling paket data dari Telkomsel. Paket tersebut adalah Telkomsel Android Unite.

“Kami punya cara sendiri agar flash sale ini tidak jadi back fire di pasar. Salah satunya adalah dengan memberikan ID khusus bagi toko atau outlet sehingga mereka tidak dapat membeli lebih dari satu,” ujar Tjandra Lianto, Marketing Director Advan menjelaskan usai peluncuran Advan G2 +, di Jakarta (26/07).

Mudah-mudahan, Advan tidak mengalami back fire akibat Langkah flash sale yang dilakukan. Apalagi, Advan berencana pada batch pertama ini akan menyediakan hingga 50 ribu unit.

Sebagai informasi, Advan sebagai brand Indonesia, kini sudah termasuk Top 3 untuk brand smartphole terlaris di tanah air. Dari data yang dirilis International Data Corporation (IDC) tahun 2017. Prestasi ini membuat Advan mampu bertengger dan sejajar dengan brand dunia.

Dari data IDC penjualan smartphone Advan meningkat. Pada 2017 Advan menempati posisi ke-3 dengan market share 7,7%, sebelumnya di tahun 2016, Advan berada di urutan ke-4 (6,8%). (Icha)

LUNA X Prime ‘Pede’ Bersaing Dengan Smartphone Kelas Atas

0

Telko.id – Dari sisi spesifikasi, Luna X Prime sangat exclusive. Banyak teknologi terkini disematkan dalam produk ini. Namun, hanya dibandrol dengan harga Rp.4 jutaan saja. Sedangkan kompetitornya yang merupakan smartphone kelas atas memiliki spesifikasi yang sama baru dapat diperoleh pada harga diatas Rp.9 jutaan. Itu sebabnya, Luna sangat pede bakal mampu menarik perhatian konsumen Indonesia untuk membeli produknya.

“Kami harapkan Luna X Prime dapat memberikan warna tersendiri kepada konsumen tentang bagaimana seharusnya untuk smartphone dikelasnya,” kata Suryadi Willim, MarComm Manager LUNA Smartphone menjelaskan saat peluncuran Luna X Prime di Jakarta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Merek lain memberikan harga yang sangat tinggi, sedangkan Luna X Prime akan lebih terjangkau oleh masyarakat Indonesia, tetapi dengan spesifikasi yang premium,” kata Suryadi menambahkan.

Apa saja keunggulanLuna X Prime ini? Yang termasuk dalam fitur premium adalah AR Emoji dan Wireless Charging. Dimana dengan AR Emoji yang dimiliki X Prime ini bisa membuat sticker dengan mengikuti gerakan kepala dan mimic si pengguna.

Dari sisi performance, Luna X Prime ini sudah menggunakan chipset Helio P60 milik MediaTek, dimana, si produsen sudah memasukan produk ini untuk mendukung smartphone kelas premium.

Chip ini menggunakan teknologi MediaTek NeuroPilot AI langsung ke jantung smartphone Anda yang memberikan Artificial Intelligent on-board untuk deteksi wajah dan AI yang dapat meningkatkan pencitraan cerdas dan video. Selain itu sudah menggunakan teknologi 12nm chip yang akan memberikan efisiensi energi yang luar biasa, masa pakai baterai yang lebih lama dan dioptimalkan untuk aplikasi yang paling menuntut saat ini.

Jadi ada beberapa keunggulan yang dapat diaktifkan dari chipset tersebut antara lain seperti interaktif AR Emoji, 3D Face recognition, Wireless charging, dan lainnya.

Dari sisi desain, Luna X Prime ini berlayar poni atau notch, yang akan menghadirkan pengalaman smartphone yang berbeda dengan rasio 19:9 dan beresolusi FHD+ juga diperkuat dengan layar kaca corning glass.

Pada segmen harga 4 jutaan, Luna X Prime menghadirkan fitur premium wireless charging yang belum dimiliki competitor di segmen tersebut bahkan dengan competitor yang sama sama berlayar notch sekalipun. Maka tidak heran wireless charging menjadi unggulan utama yang terus diangkat pada Luna X Prime.

Selain memiliki keunggulan diatas LUNA X Prime dari sektor keamanan juga ditingkatkan lebih dari seri sebelumnya yang meluncur, yaitu pada fitur face unlock. Face Unlock yang dimiliki LUNA X Prime ini membaca titik 3D wajah si pengguna, sehingga layar smartphone hanya bisa dibuka oleh si pengguna asli tidak bisa dibuka dengan foto si pengguna maupun saat si pengguna menutup mata.

Sementara itu, Arthur Wang, Direktur Senior MediaTek Penjualan Korporat Asia & Afrika, menyatakan bahwa Helio P60 dari MediaTek telah mengubah harapan konsumen dengan menghadirkan fitur AI dan kamera canggih ke segmen mainstream. Dirancang khusus untuk aplikasi AI terbaru, Helio P60 memiliki unit pemrosesan multi-core AI dan teknologi mutakhir MediaTek NeuroPilot AI untuk mendukung fitur seperti peningkatan fotografi secara real-time dan pengenalan wajah.

“Menggabungkan kinerja inti besar dengan desain hemat energi, Helio P60 menawarkan pengalaman pengguna yang luar biasa untuk perangkat New Premium seperti Luna X Prime,” tegas Arthur.

LUNA X Prime dilepas dengan harga Rp.3.999.000,- dan akan ada exclusive launching bersama Shopee dengan promo khusus Gratis Wireless Charger senilai 300 ribu, promo ini akan berjalan di tanggal 1 Agustus 2018 nanti.

Spesifikasi Luna X Prima

Design: Size 155*75.5*7.85mm, Keys : 3, Volume and Power

Colour  : Space Grey ,Maple Gold, Moonlight Silver

 Display: 6.2”  FHD in-cell 19:9 Display, 1080*2246P, Corning Gorilla Glass

Camera : Front: 16Mpxl Camera, Rear: 16Mpxl Camera + 5Mpxl Camera, Rear Flash

Memory : Internal Memory: 64GB ROM +4GB RAM T-card: up to 256GB

Battery : 3000 mAh

Connectivity : TDD, FDD, WCDMA, GSM, Wi-Fi Hotspot, Wi-Fi Display, Bluetooth 4.2 , Type-C, GPS with A-GPS, Micro + Nano/T, Dual Mode, Dual SIM Dual Standby

Chipset Helio P60 : CPU  4*A73 up to 2.0GHz (4*A53 up to 2.0GHz)

Phone Features

Navigation : Hide Navigation

Security : Face ID (Face Unlock 3D – “bukan trusted face”), Dark Face Unlock, Fingerprint, Hide Application

Camera : AR Emoji / Facemoji, Backlight, Night mode, Profesional, Time – lapse, Slowmotion, Group Selfie

Screen / Layar : Notch Screen, Full Screen, Home Screen UI, Single Layer (Iphone Style), Double Layer (Android Style)

(Icha)

 

 

Telkomsel Bangun TINC Demi Dukung Tumbuh Kembang IoT Di Indonesia

0

Telko.id – Internet of Things merupakan lahan yang menggiurkan bagi banyak pihak. Terutama operator yang memiliki ‘pipa’ sebagai jalan utama. Hal ini yang membuat Telkomsel meluncurkan program TINC atau Telkomsel Innovation Center.

Program ini merangkum berbagai kegiatan dalam membentuk ekosistem IoT Indonesia, berupa penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama expertise di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

“IoT menjadi salah satu element penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia “Making Indonesia 4.0”. Telkomsel secara konsisten terus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global,“ kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Dengan adanya program TINC ini, Telkomsel berharap ekosistem IoT yang matang juga terbangun. Di mana, menurut Ririek ekosistem tersebut harus mengandung 3 unsur. Yakni Device, Network dan Application. “Kami yakin bahwa untuk mengembangkan sebuah ekosistem diperlukan kolaborasi dari semua pihak yang terkait. Itu sebabnya, kami berkomitmen untuk terlibat aktif dalam perkembangan IoT Indonesia,” kata Ririek menambahkan.

Dengan program ini, diharapan dapat mendukung terciptanya produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat. Sekaligus juga memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berkolaborasi dengan Telkomsel, membuka akses masuk ke pasar pelanggan dan mitra ritel Telkomsel, serta memberikan dukungan pendanaan hingga ke proses komersialisasi produk.

“TINC akan terlibat bersama para inovator baik itu startup, developer, maupun system integrator, selama fase pengembangan produk hingga komersil. TINC juga memberikan berbagai dukungan seperti connectivity sim card, development kit, dan fasilitas Lab IoT Lab. Dengan semangat kolaborasi, akan tercipta nilai partnership antara inovator dan Telkomsel untuk menghasilkan solusi produk IoT baru bagi masyarakat”, tambah Andi Kristianto,  Vice President Corporate Planning Telkomsel.

TINC menargetkan menjadi wadah bagi ratusan inovator tanah air. Selama setahun berjalan, kolaborasi bersama para inovator yang berada di bawah naungan TINC sudah menghasilkan berbagai solusi bisnis berbasis NB-IoT (Narrowband Internet of Things).

Solusi IoT yang saat ini sudah melewati masa inkubasi antara lain bike sharing di Universitas Indonesia hasil kolaborasi bersama Banopolis, automatic fish feeder / aqua culture solution bagi petani dan petambak di berbagai daerah di Indonesia hasil kolaborasi bersama eFishery, dan smart bin waste management system bersama Danone dan Alfa Mart yang merupakan hasil kolaborasi bersama SMASH.  Sedangkan beberapa solusi bisnis lainnya yang akan segera masuk ke tahap komersialisasi antara lain adalah smart metering, dan remote tank monitoring.

“Bersama para mitra, kami akan terus mengembangkan bisnis IoT yang menghadirkan solusi atas kebutuhan industri maupun masyarakat. IoT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan,” tambah Andi. (Icha)