spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1436

NB-IoT Bakal Jadi Faktor Kunci Pasar IoT Dunia Di 2020

Telko.id – Narrowband IoT (NB-IoT) adalah teknologi radio Low Power Wide Area Network (LPWAN) yang dikembangkan oleh 3GPP untuk memungkinkan berbagai perangkat seluler dan layanan. Berdasarkan laporan dari Research and Markets, teknologi ini bakal menjadi salah satu tren utama yang mendorong pertumbuhan pasar chipset IoT hingga akhir tahun 2022.

“Salah satu tren di pasar adalah pengenalan teknologi NB-IoT. Dalam laporan riset pasar modul IoT, analis kami mengidentifikasi pengenalan teknologi NB-IoT sebagai salah satu tren utama yang mendorong pertumbuhan pasar chipset IoT hingga akhir tahun 2022,” kata salah seorang analis dari tim peneliti Research and Markets menjelaskan.

Pasalnya, teknologi NB-IoT ini memungkinkan perangkat kecil dengan faktor bentuk untuk terhubung ke bandwidth sempit berlisensi untuk memastikan transfer volume data yang tinggi,” kata salah seorang analis dari tim peneliti Research and Markets menjelaskan.

Mengapa NB-IoT ini bakal trend? Teknologi ini secara khusus berfokus pada cakupan dalam ruangan, biaya rendah, masa pakai baterai yang lama, dan kepadatan sambungan yang tinggi. NB-IoT menggunakan subset dari standar LTE, tetapi membatasi bandwidth ke band sempit tunggal 200kHz. Ia menggunakan modulasi OFDM untuk komunikasi downlink dan SC-FDMA untuk komunikasi uplink.

Selain NB-IoT sebenarnya yang diberlakukan oleh 3GPP Release 13 adalah eMTC (Enhanced Machine-Type Communication) dan EC-GSM-IoT.

Dalam laporannya juga, Research and Markets menyebutkan bahwa yang akan menjadi pemain kunci di pasar chipset IoT global adalah Altair Semiconductor, Intel, MediaTek, NXP Semikonduktor, QUALCOMM, SAMSUNG, dan STMicroelectronics.

Menurut laporan itu, satu pengendara di pasar meningkatkan jumlah perangkat pintar dan aplikasi. Perangkat pintar adalah perangkat interaktif yang menghubungkan pengguna dan perangkat lain menggunakan teknologi seperti Wi-Fi, Bluetooth, 4G, dan 3G. Perangkat ini memungkinkan komunikasi antara manusia dan teknologi saat menghubungkan dunia digital dan fisik melalui IoT.

Lebih lanjut, laporan itu menyatakan bahwa satu tantangan di pasar adalah masalah privasi dan keamanan. Implementasi IoT menghasilkan masalah privasi dan keamanan utama. IoT memungkinkan perangkat yang berbeda, seperti peralatan rumah yang terhubung dan mobil yang terhubung, untuk terhubung satu sama lain dan berfungsi secara efisien.

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi obyektif informasi primer dan sekunder termasuk masukan dari peserta utama dalam industri. Laporan ini berisi pasar yang komprehensif dan lanskap vendor di samping analisis SWOT dari vendor utama. (Icha)

Kolaborasi Indosat Ooredoo – Cisco Dukung Monetisasi IoT di Indonesia

0

Telko.id – Dalam melakukan transformasi digital, pelaku bisnis di seluruh Indonesia dituntut untuk dapat memanfaatkan Internet of Things (IoT) agar lebih kompetitif di industri dan mampu memberikan layanan koneksi baru pada pelanggannya . Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Itu sebabnya, Indosaat Ooredoo menggandeng Cisco Control Center.

Cisco Control Center, sebuah automated IoT Connectivity Management Platform, yang memungkinkan pelanggan dapat meluncurkan, mengelola dan memonetisasi layanan IoT secara global dalam hal penggunaan Industri 4.0.

“Kolaborasi Indosat Ooredoo bersama Cisco bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internet yang  lebih luas dan memperkuat platform IoT Hub Indosat Ooredoo yaitu IoT Connect. Melalui kolaborasi ini, kami juga ingin mendorong para pelanggan kami, mitra dan juga komunitas pengembang aplikasi di setiap industri di Indonesia untuk terus berinovasi, memberikan layanan baru serta dan mendapatkan aliran pendapatan baru, “ kata Herfini Haryono, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (29/8/2018).

Kolaborasi ini akan menggabungkan jaringan seluler Indosat Ooredoo dengan patform IoT Cisco Control Center, yang memudahkan pelaku bisnis menghadirkan layanan koneksi baru yang lebih efektfi dan efisien. Dengan Control Center, pelanggan Indosat Ooredoo dapat mengontrol biaya saat meningkatkan layanan IoT mereka secara global degnan keandalam yang mumpuni.

Ada 4 kompartemen yang dilihat Indosat Ooredoo banyak permintaan untuk layanan IoT. Pertama, Manufaktur dan Industri 4.0. Pada industry ini, IoT memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan profit pabrik-pabrik yang ada saat ini. Produsen dapat memanfaatkan platform IoT Cisco untuk memantau dan secara prokaktif mengindentifikasi potensi masalah dengan mesinnya, sehingga mesin tersebut bisa diperbaiki sebelum mereka dapat menyebabkan downtime.

Kedua, Transportasi dan Logistik. Industri ini membutuhkan tampilan lokasi real-time dan riwayat data yang komprehensif. Platform Control Center dapat membantu perusahaan meningkatkan kinerja armada dan memungkinkan efisiensi bisnis yang maksimum pada titik keberangkatan, selama pengangkutan dan pada saat keberangkatan.

Ketiga, SmartMeters. Dengan gabungan infrastruktur Indosat Ooredoo dan platform IoT Cisco akan membantu menghadirkan layanan smartmeter dan penyearan smartgrid ke pasar lebih cepat.

Keempat, SmartCities. Banyak kota yang mengidamkan kehadiran IoT untuk membuat hidup perkotaan lebih aman dan lebih nyaman dengan pengelolaan limbah, system transportasi cerdas, solusi parker yang terhubung, jaringan pasokan air, penegakan hukum dan layanan masyarakat lainnya.

Dengan adanya kolaborasi ini maka perusahaan yang berada dijangkauan jaringan seluler Indosat Ooredoo, akan mendapatkan manfaat dari Control Center. Tidak hanya akan menyediakan visibilitas yang mendekati real time dan control atas layanan IoT di seluruh Indonesia, tetapi juga memiliki skala global yang diberplukan untuk memperluas ayanan di seluruh dunia dengan mudah.

Control Center ini sendiri sudah digunakan oleh lebih dari 50 penyedia layanan untuk mengelola perangkat IoT dan lebih dari 550 jaringan seluler di seluruh dunia, sehingga pelaku bisnis diseluruh Indonesia dapat memberikan layanan IoT mereka ke negara lain dalam rangka memenuhi permintaan bisnis.

“Kami yakin, dengan kerjasama ini, layanan dari Indosat Ooreoo IoT Connect menjadi pilihan paling lengkap bagi pelanggan yang membutuhkan IoT Connectivity Platform,” ujar Rangarajan Kalyanasundaram, Group Head Business Marketing Indosat Ooredoo menjelaskan.

IoT Connect ini mampu memberikan manfaat dari teknologi connectivity platform terkemuka di dunia dan mampu menangani pola sambungan IoT yang besar seperti NB-IoT yang menyediakan kualitas layanan, penyediaan yang mudah dan keamanan dengan jangkauan yang lebih luas. (Icha)

 

 

XL Bangun Jembatan Instagramable Untuk Dukung Agrowisata Di Pringsewu

0

Telko.id – Membangun jembatan, prinsipnya sama dengan ketika membangun jaringan telekomunikasi dan data. Begitu selesai dibangun, akan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Hal ini yang diinginkan oleh XL ketika membangun jembatan di Pringsewu.

“Keduanya sama-sama menjadi sarana penghubung yang memudahkan aktivitas masyarakat. Kami ucapkan selamat kepada masyarakat Desa Bumi Ayu dan Desa Fajar Isuk atas jembatan yang baru ini. Semoga keberadaannya bisa membawa berkah bagi warga dan masyarakat luas,” kata Dian Siswarini Presiden Direktur XL Axiata.

Kegiatan ekonomi masyarakat diharapkan dapat meningkat dengan dibangunnya jembatan ini. Termasuk juga agrowisatanya yang cukup berpotensial. Itu sebabnya, jembatan yang dibangun tidak sekedar dapat menjadi jembatan saja, tetapi juga didesain menarik sehingga sangat memungkinkan menjadi lokasi pengambilan foto atau dalam istilah kekinian “instagramable”.  Apalagi, area di sekitarnya merupakan area pertanian hijau dan permai. Pengunjung juga bisa menikmati indahnya hutan Kota Fajaresuk.

“Jembatan ini akan melancarkan sarana antar desa, untuk mengambil air, jalan untuk anak-anak ke sekolah, juga ke mushola terdekat. “Bisa untuk foto-foto juga, karena tempat ini indah,” ujar H. Sujadi Saddat, Bupati Pringsewu, saat meresmikan jembatan Talang XL Axiata – Bumi Ayu  yang menghubungkan Desa Bumi Ayu dan Desa Fajaresuk di Kecamatan Pringsewu, Lampung.

Pembangunan jembatan ini diinisiasi dan direalisasikan oleh Majlis Taklim XL Axiata (MTXL), bekerjasama dengan lembaga sosial Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Peletakan batu pertama proyek jembatan berlangsung pada 5 Mei 2018. Pembangunan ini merupakan bagian dari penyaluran dana wakaf karyawan XL Axiata melalui Majelis Taklim XL. Jembatan Talang XL –  Bumi Ayu menjadi jembatan kelima yang dibangun XL Axiata.

Jembatan Talang XL Axiata memang memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai sarana penyeberangan dan talang air yang memungkinkan aliran irigasi diseberangkan ke sisi seberang lembah. Dengan panjang kurang lebih 100 meter, jembatan talang ini bisa mengalirkan air irigasi yang berasal dari Bendungan Bumi Ratu, Kecamatan Pagelaran ke areal persawahan yang ada di Kecamatan Pringsewu.

Talang yang tadinya hanya berfungsi untuk jembatan air, kini menjadi ruas jalan penghubung warga menuju lahan garapan. Yakni dengan memanfaatkan bagian atas talang sebagai jembatan. (Icha)

 

 

 

 

Telkomsel Hadirkan VMS Untuk Nelayan Di Malang dan Sinjai

0

Telko.id – Kawasan laut Indonesia merupakan surga perikanan dunia. Jadi harus dijaga agar memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, Telkomsel dan Sisfo menghadirkan Vessel Monitoring Solution atau VMS. Sebuah solusi system pemantauan kapal perikanan.

Kali ini, pemerintah daerah serta nelayan yang bernaung di KUD  Mina Jaya dan Kelompok Nelayan Rukun Jaya, Sedang Biru – Malang, jawa Timur, serta Kelompok Nelayan Aisyah dan Ikrar Jaya Group Sinjai Sulawesi Selatan yang mendapatkan fasilitas VMS ini.

“Kami harap solusi ini dapat mendukung sinkronisasi kebutuhan nelayan lokal dengan kebijakan pemerintah dalam menjaga sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia,” kata Primadi K. Putra, Vice President Corporate Account Management Telkomsel.

VMS sendiri merupakan solusi sistem pemantauan ikan dari Sisfo Indonesia dengan teknologi hybrid yang didukung infrastruktur GSM dari Telkomsel myBusiness. Infrastruktur GSM yang digunakan pada VMS tidak hanya akan membantu pemerintah dalam memantau aktivitas penangkapan ikan nelayan, tapi juga akan membantu  meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Dengan dukungan infrastruktur jaringan GSM, teknologi hybrid pada VMS akan lebih banyak membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas penangkapan ikan yang lebih baik, serta membantu komunikasi dari kapal. Sedangkan bagi pemerintah, VMS merupakan bagian dari usaha dalam memerangi illegal, unreported dan unregulated fishing.

Selain itu, VMS juga akan membantu fishing coordinator / pemilik kapal meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan informasi kapal, serta untuk memperkirakan hasil tangkapan ikan.

Solusi VMS juga memililki banyak fitur seperti Tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kapal, Log Book yang memungkinkan nelayan melaporkan posisi penangkapan dan hasil ikan sehingga hasil tangkapan diterima oleh pasar dengan harga yang layak, Fish Forecast untuk membantu nelayan mengidentifikasi keberadaan ikan di laut, Distress Solution / Panic Button yang dapat digunakan nelayan untuk menginformasikan keadaan darurat di kapal untuk mendapatkan bantuan.

VMS juga memiliki fitur Weather Information untuk memberikan informasi perkiraan cuaca dari pihak otoritas seperti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Messaging Service yang merupakan sistem pengiriman pesan untuk memungkinkan nelayan berkomunikasi dengan petugas pelabuhan yang berwenang di darat, serta Geofencing yang memanfaatkan GPS atau radio frequency identification untuk membantu nelayan mendapatkan informasi ketika memasuki daerah terlarang untuk menangkap ikan / marine protection area. (Icha)

 

 

 

Ini Dia Tiga Jurus Penting Guna Tangkal Penyebaran Hoaks

Telko.id – Sampai Juli 2018, terdapat 864.149 situs di Indonesia yang terindikasi oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai penyebar informasi palsu. Ada tiga jurus ang dapat menangkal penyebaran hoaks ini.

Menurut Semuel Abrijani Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika ketiga jurus tersebut adalah meningkatkan minat baca, memperkuat referensi dan menjadikan sanggahan lembaga kredibel dalam menghadapi terpaan informasi di internet.

“Pertama, saya imbau masyarakat terus meningkatkan minat baca dalam menghadapi terpaan informasi di internet, mengingat banyaknya informasi palsu yang beredar di ruang siber saat ini,” katanya dalam dalam Talkshow “Bahu-membahu Melawan Berita Palsu” di Cocowork D. Lab, Menteng, Jakarta, Senin (27/08/2018).

Menurut Dirjen Aptika, hal yang dominan terjadi di dunia internet saat ini adalah adanya manipulasi informasi. “Intelegensia kita sedang diuji. Sekarang yang terjadi adalah orang-orang memanipulasi informasi. Kalau mau baca, harus baca beneran. Tidak bisa meluangkan waktu untuk hanya membaca headline-nya, atau paragraf pertamanya. Ini harus ditumbuhkan untuk generasi ini, baca suatu berita itu lengkap,” jelas Dirjen Aptika.

Hal kedua yang juga penting menurut Dirjen Aptika adalah memperluas referensi untuk menilai dan membandingkan kualitas informasi. Menurutnya referensi dari sumber terpercaya  tepat dalam mencegah penyebaran hoaks. “Referensi sangat penting. Internet itu kan banyak, ngga hanya satu source. Tinggal googling aja tentang itu ada tidak beritanya,” tegas Dirjen Aptika.

Untuk mencegah penyebaran hoaks, kominfo juga mengandeng Qlue Perangi Konten Negatif di Internet. Kerja sama itu diwujudkan dalam pembuatan Dashboard Khusus Aduan Konten yang diluncurkan melalui kerjasama Kementerian Kominfo dan Qlue “Indonesia Menolak Dipecah Belah!”.

Melalui Dashboard itu, Kementerian Kominfo dapat menganalisis lebih dalam mengenai penyebaran konten negatif yang memecah-belah bangsa. “Nantinya, dashboard ini dapat melihat tren konten negatif yang banyak beredar seperti intoleransi, berita palsu dan provokasi,” ungkap Dirjen Aptika.

Sampai saat ini Qlue aktif digunakan oleh warga Jakarta untuk melaporkan berbagai macam persoalan yang muncul di masyarakat. Cara yang cukup efektif untuk menyampaikan secara cepat pada aparat pemda dan data segera ditindaklanjuti. Efektifitas itulah yang diharapkan juga muncul ketika kerjasama ini sudah diterapkan, terutama dalam konten negatif, hoaks dan lainnya.

Menurut Dirjen Aptika, saat ini juga Kementerian Kominfo tengah menggarap peraturan menteri (Permen) berdasarkan studi banding ke Malaysia dan Jerman mengenai pengendalian berita hoax dan ujaran kebencian.  “Jadi permen tentang pengendalian konten. Di dalamnya ada fake news. Yang ilegal bukan hanya fake news tapi banyak, saya tidak lagi sebut hoaks,” ujar Semuel.

Aduan Konten Kominfo merupakan fasilitas pengaduan konten negatif baik berupa situs, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai Informasi dan/atau dokumen elektronik bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan.

Melalui layanan Aduan Konten, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan konten negatif dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link) serta screenshot situs atau konten yang dilaporkan disertai alasan, dan memantau proses penanganan yang dilakukan oleh Tim Aduan Konten. (Icha)

ALE Sosialisasikan Platform Rainbow Lewat Hackathon Indonesia 2018

Telko.id – Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) menmasyarakatkan platform rainbow miliknya melalui program ALE Hackathon 2018. Sekaligus juga mendukung program pemerintah Indonesia menuju ekonomi digital serta membantu mewujudkan 1001 start up di Indonesia.

Program ini merupakan sebuah inisiatif yang menantang para pengembang untuk membuat aplikasi berdasarkan platform Rainbow yang dapat menghubungkan manusia, bisnis dan perusahaan, untuk menjawab tantangan di 5 sektor, yaitu pemerintahan, kesehatan, perhotelan, pendidikan, dan transportasi. Inisiatif ini menyasar komunitas pengembang dan individu dari seluruh Indonesia.

Sebelumnya, ALE telah menyelenggarakan roadshow untuk memperkenalkan program ini di empat kota besar yaitu Malang, Palembang, Bandung, serta Jakarta, dan mendapatkan sambutan hangat dari komunitas pengembang. Sejak pembukaan kompetisi pada 3 Mei 2018, panitia telah menerima proposal aplikasi dari 183 tim.

Setelah melalui penilaian dewan juri, panitia berhasil memilih 98 tim pengembang yang berhak melanjutkan ke tahap kualifikasi serta ke tahap berikutnya yaitu semi-finals untuk presentasi konferensi video Rainbow. Dari tahap ini kemudian terpilih 35 tim untuk melaju ke babak final.

“Kami cukup senang melihat antusiasme para pengembang untuk mengikuti kompetisi ini. Banyak ide luar biasa yang kami percaya dapat membawa nilai tambah bagi setiap industri yang mereka representasikan dan membantu pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, ” ujar Adios Purnama, Country Manager, ALE Indonesia.

Aplikasi yang dibuat di atas platform komunikasi Rainbow dirancang untuk memenuhi tantangan di 5 sektor, yaitu pemerintahan, transportasi, kesehatan, pendidikan dan perhotelan.

Saat ini di tahap final, ALE telah memilih 35 ide luar biasa untuk dikembangkan menjadi aplikasi yang akan berkolaborasi dengan Rainbow CPaaS (Communication Platform as a Services). Ke-35 tim ini akan dilatih oleh tim ALE Evangelist dan Vertical Expert, sehingga aplikasi ini menjadi lebih matang untuk dipresentasikan pada presentasi tatap muka di Jakarta.

Tim yang lolos ke babak final akan diundang untuk mempresentasikan ide dan aplikasinya di hadapan dewan Juri ALE Hackathon di Le-Meridien Hotel Jakarta pada 19-20 September 2018. Malam penghargaan sendiri akan diadakan pada 21 September 2018 di Le-Meridien Hotel Jakarta sebagai acara utama dalam kampanye ini.

Untuk 20 tim teratas secara otomatis akan bergabung dengan Komunitas Pengembang Internasional ALE dan 3 tim teratas akan menerima hadiah dan mendapatkan coaching clinic dari tim ALE Evangelist dan Vertical Expert. Pemenang pertama akan diberangkatkan ke Paris untuk mendapatkan coaching clinic dari ALE International Developer Team.

“Kami sangat bersemangat untuk melihat bagaimana ide-ide para peserta bisa menjadi aplikasi dan dapat berkolaborasi baik dengan platform Rainbow kami. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana aplikasi ini dapat membantu mengatasi tantangan di setiap pasar vertikal di era digital ini,” pungkas Adios. (Icha)

 

 

 

 

Ayopop Kini Fokus Sebagai Platform Pembayaran Tagihan

0

Telko.id – Dalam era digital seperti sekarang, banyak kemudahan yang ditawarkan. Begitu juga untuk melakukan pembayaran berbagai macam tagihan. Tidak lagi perlu keluar rumah. Semua nya bisa dilakukan melalui smartphone. Salah satunya adalah dengan menggunakan aplikasi Ayopop.

Apliksi Ayopop, keluaran dari Ayopop Teknologi Indonesia ini merupakan platform pembayaran tagihan. Di mana, dengan mengunduh aplikasi Ayopop di PlayStore dan AppStore, pengguna dapat melakukan beragam pembayaran seperti tagihan air, listrik, internet, voucher game, pulsa prabayar hingga iuran pendidikan.

Layanan ini sebenarnya merupakan modifikasi bisnis dari yang sebelumnya. Di mana, sebelumnya Ayopop sempat melakukan percobaan kolaborasi dengan pihak ketiga untuk memberikan lead generation (prospek pengguna) dalam pinjaman dana pendidikan.

Dimana, Ayopop mengumpulkan data pengguna Ayopop yang tertarik melakukan pinjaman dana pendidikan, kemudian diberikan kepada pihak ketiga (atas persetujuan pengguna tersebut) untuk proses pengajuan pinjaman. Keputusan diterima/ditolak, besarnya pinjaman yang disetujui serta pencairan pinjaman dilakukan oleh pihak ketiga tersebut bukan oleh Ayopop.

Namun, pola bisnsi yang dilakukan tersebut tergolong fintech Peer to Peer Lending. Yang oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, yang tertuang dalam himbauannya tanggal 27 Juli 2018 lalu agar masyarakat tidak menggunakan layanan fintech Peer to Peer Lending tidak berizin. Salah satunya adalah Ayopop.

Itu sebabnya, Ayopop Teknologi Indonesia diwakili oleh direktur dan staff awal minggu ini bersilahturahmi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan Divisi Waspada Investasi dan Divisi Fintek P2P untuk lebih mendalami apakah bisnis model lead generation diizinkan.

Menurut Direktur PT Ayopop Teknologi Indonesia, Chiragh Manuhar, “Dari pertemuan tersebut, Ayopop menyadari bahwa untuk menjalankan hal ini pihak Ayopop harus mendapatkan izin terlebih dahulu agar tidak berpotensi merugikan masyarakat”.

Akhirnya, sejak 16 Agustus 2018, Ayopop telah menghentikan model bisnis lead generation untuk pinjaman dana pendidikan. Pihak Ayopop berterima kasih untuk dukungan OJK yang memiliki misi untuk bisa memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan terhadap masyarakat Indonesia.

Namun, bisnis harus tetap berjalan. Ayopop pun memilih untuk mempergunakan aplikasi yang dimiliki untuk menjadi sistem pembayaran tagihan dan membantu orangtua murid dalam melakukan pembayaran iuran bulanan sekolah, universitas, dan lainnya. “Itulah yang menjadi fokus bisnis kami ke depan,” ujar Chiragh. Tidak lagi memberikan akses pinjaman dana.

Chiragh juga memaparkan bahwa “Ke depannya, Ayopop juga akan menyediakan akses pembayaran yang lebih mudah kepada masyarakat di Jawa dan luar Jawa untuk melakukan pembayaran melalui 125.000 lokasi pembayaran melalui channel partner”. (Icha)

 

Paket Hot Deals, Bentuk Dukungan Telkomsel Untuk Pariwisata Indonesia

0

Telko.id – Destinasi wisata di Indonesia memang terkenal luar biasa. Setiap daerah nya memiliki ciri khas nya masing-masing dan perlu dipromosikan lebih gencar lagi agar dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing yang datang.

Namun, bukan hanya itu saja, Indonesia pun, melalui Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, meningkatkan layanannya, terutama layanan telekomunikasi bagi wisatawan agar lebih nyaman dalam berkomunikasi. Untuk itu, Kemenpar menggandeng Telkomsel sebagai telco co-branding partner untuk mendukung program ‘Visit Wonderful Indonesia’.

Foto : Hendra Wiradi/Telset

Visit Wonderful Indonesia sendiri merupakan program kerja Kemenpar  di tahun 2018 yang menaungi berbagai inisiatif dari industri terkait, dan memiliki target untuk membantu mendatangkan sebanyak 17 juta wisatawan mancanegara di tahun 2018, dan 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Kerjasama ini diterjemahkan dalam bentuk paket pariwisata HOT DEALS, berisi paket pariwisata yang akan di bundling dengan  layanan-layanan digital dan konektivitas Telkomsel dengan value khusus.

Paket ini dihadirkan untuk  memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan mancanegara, baik dari sisi  ‘travel value’ maupun sisi layanan komunikasi dan digital.  Sebagai media sosialisasi bagi pelanggan, Telkomsel juga akan menayangkan video promosi paket HOT DEALS di berbagai kantor pelayanan GraPARI.

“Telkomsel tidak hanya konsisten membangun jaringan hingga ke daerah pelosok tapi juga terus meningkatkan kualitas jaringan di destinasi wisata utama di Tanah Air. Optimalisasi jaringan dilakukan untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan wisatawan yang aktif menggunakan layanan komunikasi selama berada di lokasi wisata,” kata Gilang Prasetya, Vice President Sales and Service Strategy Telkomsel.

“Oleh karena itu, sebagai co-branding partner Visit Wonderful Indonesia, Telkomsel yakin dapat membantu pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Indonesia dengan memberikan paket komunikasi spesial  yang didukung jaringan seluler terbaik bagi para wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia”, ujar Gilang.

Melalui penandatanganan MoU ini,  Telkomsel juga menyediakan layanan berupa location based advertising (LBA) bagi seluruh tenant milik asosiasi di bawah naungan tim Visit Wonderful Indonesia seperti operator tur, agen travel, hotel, perusahaan transportasi, taman hiburan dan lain-lain.

Layanan ini akan sangat bermanfaat bagi para tenant  untuk melakukan promosi sekaligus meningkatkan daya jual pariwisata di Indonesia.

“Melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder yang tergabung dalam tim Visit Wonderful Indonesia,  kami berharap layanan kami dapat memberikan dukungan menyeluruh bagi seluruh ekosistem pariwisata Indonesia”, tutup Gilang. (Icha)

 

Poco, Sub-brand Xiaomi ‘Goncang’ Pasar Smartphone Premium

0

Telko.id – Xiaomi baru saja meluncurkan sub-brand baru nya yakni Poco. Produk pertama nya adalah Poco F1. India menjadi negara yang dapat giliran pertama melihat produk ini. Dan, Poco pun membuat brand lain ‘gelisah’ dan ‘stress’.  Kenapa?

Alvin Tse, Head of Poco Global dalam peluncuran Poco di India memaparkan bahwa industry smartphone di dunia saat ini selalu membandrol Smartphone dengan teknologi terkini dengan harga yang mahal. Setidaknya $999 atau sekitar Rp. 14 jutaan. Hal ini yang membuat tidak semua masyarakat bisa menikmati. “Ini yang ingin kami ubah,” ujar Alvin lantang.

Kenapa bisa sampai semahal itu? Alvin menilai bahwa semua brand itu mau memberikan semua teknologi terbaru dalam produk terbarunya. Tidak focus. Jadi menurut nya, fokus pada inovasi menjadi sesuatu yang sangat penting sehingga banyak masyarakat yang dapat menggunakan. “Tapi itu bukan sesuatu yang mudah, tapi sangat penting,” ujar Alvin menambahkan.

Poco memang merupakan sub-brand dari Xiaomi. Tapi memiliki kebebasan dalam membuat product, marketing dan sales dengan tentu saja menggunakan semua resources Xiaomi.

Poco sendiri akan fokus pada Champion Performance yang terdiri dari Performance, Baterai, Camera dan Display. Dan semua nya terdapat dalam Poco F1 dengan tagline ‘Master of Speed’.

Sebenarnya, langkah dari Xiaomi ini tidak mengherankan. Pasalnya, Xiaomi selalu dalam kehadiran produk terbarunya membuat heboh pasar. Heboh karena dengan spesifikasi yang mumpuni, selalu digelontor ke pasar dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan para kompetitornya. Hal ini yang membuat vendor lain ‘geram’, tetapi membuat konsumen senang.

Poco F1 ini pun demikian. Hanya dibandrol dengan harga sekitar Rp.4 250.000 sudah menggunakan Qualcomm Snapdragon 845 processor, Android 8.1, up to 8 GB RAM dan 256 GB storage dengan baterai 4000 mAh.

“Untuk mengoptimalkan kinerja nya, produk ini menggunakan teknologi LiquidCool dan untuk pengoptimalan sistem yang disebut “mesin turbocharged” untuk menghadirkan startup aplikasi yang lebih cepat, kinerja gaming yang lebih cepat, serta pengalaman menggesek yang lebih cepat karena peningkatan dalam respon layar dan laju bingkai animasi,” ujar Jai Mani, head of Product Poco Global.

Fitur lain yang ada di dalam produk ini adalah kamera dual AI yang terdiri dari sensor primer Sony IMX363 12MP dengan Dual Pixel Autofocus dan kamera 20-megapiksel di bagian depan dengan teknologi Super Pixel untuk gambar yang lebih jelas dengan lebih sedikit noise.

Baik kamera belakang dan depan didukung oleh fitur AI untuk foto, seperti AI Portrait, AI Beautify, dan AI Scene Detection. Poco F1 juga dilengkapi dengan iluminator inframerah dan kamera inframerah di bagian depan, memungkinkan fitur buka kunci untuk bekerja juga dalam gelap.

Dengan keunggulan yang sejibun itu, Poco F1 akan masuk juga ke Indonesia. Rencananya, akan masuk tangga 27 Agustus 2018. Berbarengan dengan Hongkong dan Paris. Mudah-mudahan masuk dengan cara yang benar. Pasalnya, bukan rahasia lagi, produk Xiaomi banyak juga yang masuk melalui jalur illegal, yang nota bene tidak akan memberikan masukan yang signifikan pada negara. (Icha)

Qualcomm Mulai Bagi-bagi Sample SoC 7nm Ke Vendor

0

Telko.id – Menghadapi era 5G yang tidak lama lagi akan dating, Qualcomm Technologies, anak perusahaan dari Qualcomm Incorporated pun, mengumumkan bahwa seri mobile platform unggulan terbarunya akan menggunakan system-on-chip (SoC) yang dibangun di atas fabrikasi 7nm.

SoC 7nm tersebut akan didukung oleh chip modem 5G Qualcomm Snapdragon X50 dan diharapkan dapat menjadi mobile platform dengan kemampuan 5G pertama yang mentenagai ponsel pintar premium dan perangkat seluler lainnya.

Supaya vendor paham dengan teknologi terbarunya ini, Qualcomm pun mulai mengirimkan contoh (sample) dari mobile platform masa depan ini kepada para vendor yang saat ini ditengarai tengah membuat perangkat konsumen terbaru.

Perusahaan asal Amerika ini melihat bahwa platform terbaru ini bakal mengubah industri, mendukung model bisnis baru, dan meningkatkan pengalaman konsumen sejalan dengan langkah para operator dalam mengkomersialkan layanan 5G di akhir tahun 2018 maupun sepanjang tahun 2019.

“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan para original equipment manufacturer (OEM), operator, vendor infrastruktur dan juga badan pembuat standar [teknologi] di seluruh dunia. Saat ini, kami masih sesuai jadwal untuk membantu meluncurkan hotspot seluler 5G pertama di akhir tahun 2018 dan diikuti oleh ponsel pintar 5G yang menggunakan platform mendatang kami di kuartal pertama tahun 2019,” kata Cristiano Amon, Presiden dari Qualcomm Incorporated.

Mobile platform unggulan dengan 5G ini dirancang untuk memungkinkan perangkat pintar premium yang memberikan pengalaman dan interaksi intuitif baru dengan kemampuan AI dalam perangkat (on-device) yang hemat daya, ketahanan baterai serta performa yang luar biasa dan di saat yang sama juga memperluas cakupan area hingga ke teknologi, solusi, pengalaman dan aplikasi inovatif di bidang otomotif dan IoT.

Sayang, Qualcomm belum mau lebih terbuka lagi tentang produk terbaru nya ini. Namun, berjanji detil terkait dengan mobile platform unggulan masa depan ini direncanakan untuk diumumkan pada kuartal keempat tahun 2018. (Icha)