spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1436

Pro Kontra Ekspansi Go-Jek Ke Vietnam

0

Telko.id – Go-Viet, aplikasi on demand yang menawarkan berbagai layanan yang didukung oleh GO-JEK baru saja diluncurkan secara resmi di Vietnam. Acara ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia – Joko Widodo dan Menteri Transportasi Vietnam – Nguyen Van The. Termasuk juga Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Bagi pemerintah, aksi strategis yang dilakukan Go-Jek ini membanggakan, karena dianggap sebagai  pembuktian kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia memiliki kesempatan untuk berkompetisi dengan negara maju sekalipun.

“Cakrawala pandang terhadap pasar jadi lebih luas terbentang. Go-jek mampu melihat peluang tersebut sekaligus mampu mengeksekusinya. Semoga langkah Go-jek menjadi pelecut dan inspirasi bagi teknopreneur di Indonesia, bahwa mereka juga akan mampu jika jeli dan berusaha keras,” ungkap Rudiantara mengomentari peluncuran Go-Viet di Vietnam ini.

Apalagi, respon dari masuk nya Go-Viet ke Vietnam ini sangat tinggi. “Dalam waktu hanya 6 minggu, aplikasi GO-VIET sudah diunduh lebih dari 1.5 juta kali, meski layanan kami belum resmi diluncurkan dan beroperasi secara penuh. Kami percaya dengan kehadiran di Hanoi, kami bisa mencatatkan jumlah perjalanan yang lebih banyak karena akan ada lebih banyak masyarakat yang bisa memanfaatkan layanan kami yang baik,” kata Duc Nguyen, CEO dan Co-Founder GO-VIET, dalam sambutannya di acara peluncuran GO-VIET.

Yang dibawa Go-Jek bukan saja layanan dasar, tetapi juga layanan transportasi roda empat – GO-CAR, layanan pesan-antar makanan – GO-FOOD, dan layanan uang elektronik GO-PAY.

Namun, langkah Go-Jek ini dikritisi oleh Satya Widya Yudha, Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI. Menurutnya jangan bangga dulu menjadi go global kalau pasar domestik saja belum dikuasai.

GoJek dikatakan Satya harusnya meningkatkan penguasaan pasar dalam negeri terlebih dahulu seperti yang dilakukan negara China.

“Pasar dalam negeri masih luas. Pemain didorong untuk menjadi penguasa dalam negeri. Baru kuasai pasar luar negeri. Belajar dari China yang punya keunggulan komparatif dan kompetitif dengan teknologi yang dimiliki,” kata Satya di Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ekspansi ke Vietnam dikhawatirkan Satya yang akan menikmati nanti justru mereka (negara Vietnam) terutama dari sisi value chain.

“Jangan sampai Indonesia hanya jadi extended market dari para investor asing. Saya berharap startup unicorn Indonesia benar-benar bisa menjadikan negara ini sebagai pangsa pasarnya,” ungkap Satya di Gedung DPR RI, Jakarta (12/9/2018).

Di sisi lain, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai, kehadiran Unicorn ini membantu pemerintah yang sedang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan inovasi di Tanah Air.

Namun, para unicorn ini seharusnya mampu lebih memahami peran mereka dalam pergerakan ekonomi Indonesia, terutama di saat rupiah tengah melemah.

“Indonesia perlu tingkatkan index kompetisi agar para unicorn tetap stay menggarap pasar dalam negeri, karena potensi kita sangat besar,” ujarnya.

Sebagai informasi, GoJek saat ini menghabiskan USD500 juta sebagai biaya ekspansi ke tiga negara di Asia Tenggara, yakni Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina dan hal ini dapat berdampak buruk bagi rupiah di tengah masa sulit.

Menurut Eva, ambisi GoJek untuk menaklukkan pasar luar negeri seperti Vietnam di tengah masa sulit bagi rupiah ini berbanding terbalik dengan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang.

Apalagi, ketika krisis finansial Asia pada tahun 1997 lalu, aliran modal keluar negeri merupakan salah satu pemicu terjadinya krisis. Di tengah periode sulit ini, menanamkan modal di luar negeri, terasa sebagai tindakan yang kurang bernilai patriotis. (Icha)

Go-Viet, Berkat Dukungan Teknologi Go-Jek Siap Rambah Hanoi

0

Telko.id – GO-VIET, aplikasi on demand yang menawarkan berbagai layanan yang didukung oleh GO-JEK siap untuk mengembangkan layanannya ke Vietnam. Setelah Ho Chi Minh City, kini masuk ke kota kedua di Vietnam yakni Hanoi. Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, hari ini, Rabu (12/09/2018) mendampingi Presiden Joko Widodo dalam menyaksikan peluncuran layanan Go-Viet di Hanoi, Vietnam.

Layanan ojek online ini memang dibutuhkan di kota besar seperti Hanoi. Yang padat dan keseharian masyarakat nya begitu sibuk. Tak heran, berdasarkan laporan Go-Jek, aplikasi Go-Viet pun ketika awal peluncuran di Ho Chi Minh City, langsung diunduh oleh 1.5 juta pengguna. Itu sebabnya, tidak perlu menunggu waktu lama, langsung membuka layanan di Hanoi.

Dalam kesan yang disampaikan melalui akun twitternya setelah peluncuran, Menkominfo Rudiantara menyatakan kebanggaannya terhadap peluncuran Go-Viet.  “Peristiwa ini karena sebelumnya, pada “ruang digital”, Indonesia praktis belum mempunyai “legacy”. Semoga momen ini tak berhenti di sini, memicu legacy-legacy lainnya di ranah digital,” harapnya.

Menkominfo juga melihat bahwa Go-Viet merupakan pembuktian kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia memiliki kesempatan untuk berkompetisi dengan negara maju sekalipun.

“Cakrawala pandang terhadap pasar jadi lebih luas terbentang. Go-jek mampu melihat peluang tersebut sekaligus mampu mengeksekusinya. Semoga langkah Go-jek menjadi pelecut dan inspirasi bagi teknopreneur di Indonesia, bahwa mereka juga akan mampu jika jeli dan berusaha keras,” ungkapnya

Menteri Kominfo menyatakan pemerintah akan selalu memfasilitasi start up digital atau unicorn Indonesia untuk mengembangkan bisnis di tingkat nasional maupun global. “Kominfo akan senantiasa memfasilitasi start up atau unicorn Indonesia lainnya untuk go regional dan go global,” katanya.

Selama ini, Kementerian Kominfo telah melaksakana Program Gerakan 1000 Startup dan Nexticorn. Gerakan Nasional 1000 Startup Digital adalah sebuah gerakan yang difasilitasi Kominfo untuk mewujudkan potensi Indonesia menjadi The Digital Energy of Asia di tahun 2020 dengan mencetak 1000 startup yang menjadi solusi atas berbagai masalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

Sementara itu, Program Nexticorn atau Next Indonesian Unicorn adalah Program Kementerian Kominfo yang berupaya untuk menciptakan marketplace yang lebih terstruktur dan tertata bagi para start-up untuk bertemu investor dalam memperoleh pendanaan.

Sebagi informasi, peluncuran Go-Viet ini merupakan bagian dari rencana ekspansi internasional GO-JEK di Vietnam, Thailand, Singapura dan Filipina. Pengumuman ekspansi ini menyusul ronde penggalangan investasi GO-JEK yang terbaru dari Google, Warburg Pincus, KKR, Tencent, Meituan-Dianping dan lain-lain. (Icha)

Apa Alasan Pentagon Investasi $ 2 miliar Untuk Artificial Intelligence

0

Telko.id – Artificial Intelligence atau sering disebut AI ini memang sungguh mengesankan kemampuannya. Mampu membaca jutaan data dan menganalisanya sehingga memberikan dampak yang efektif dan efisien bagi pengguna nya. Tak heran, Pentagon pun mau menginvestasikan $ 2 miliar untuk teknologi ini. Hal ini diumumkan DARPA atau Badan Proyek Riset Lanjut Pertahanan AS saat  Anniversary Conference ke 60.

“Kami pikir ini saat yang tepat untuk membudidayakan AI,” kata John Everett, wakil direktur Kantor Inovasi Informasi DARPA, kepada CNNMoney.

Everett juga menambahkan, “Kami pikir kami dapat mempercepat dua dekade kemajuan menjadi lima tahun.

Apa yang menjadi latar belakang Petagon untuk investasi AI ini? Menurut Everett, AI memang banyak melakukan hal yang luar biasa. Tapi, dibalik itu semua, teknologi ini juga banyak tidak bisa melakukan hal yang luar biasa. Itu sebabnya, DARPA ingin menggunakan metode AI yang mirip dengan cara manusia belajar. Dan kadang-kadang, seorang manusia dapat belajar sesuatu dari menonton satu contoh.

Secara teknologi, AI ini memungkinkan mesin melakukan tugas-tugas yang secara tradisional dilakukan oleh manusia, adalah topik yang trendi di bidang teknologi dan bisnis. Misalnya, ketika Google menggunakan system AI yang mampu melakukan panggilan ke sebuah restoran dan melakukan pemesanan tempat.

Bahkan sekarang, mesin dapat lebih akurat dalam mengenali ucapan, memahami gambar dan memproses kata-kata, yang mengarah ke produk-produk seperti Amazon Alexa, Apple’s Siri, dan van self-driving Waymo.

Pemerintah nasional, seperti Kanada, Cina, India dan Perancis, juga memprioritaskan AI sekarang. Semua negara itu melihat kecerdasan buatan sangat penting untuk menumbuhkan ekonomi mereka di abad ke-21. Terutama, China mengatakan ingin menjadi pemimpin global pada 2030.

Melihat kemampuan system AI itulah DARPA akan fokus pada pembuatan sistem yang lebih masuk akal sehat, kesadaran kontekstual dan efisiensi energi yang lebih baik. Ke depan nya, diharapkan mampu membantu pemerintah mengotomatisasi bersihan keamanan, mengakreditasi sistem perangkat lunak dan membuat sistem AI yang menjelaskan diri mereka sendiri.

“Jadi, jika nanti kami mendapatkan hasil positif dan dirasakan penting dan relevan dengan keamanan militer dan nasional, kami tidak akan berhenti,” katanya Everett. (Icha)

Indosat Ooredoo ‘Kirim’ Mobil Klinik Bantu Pengungsi Lombok

0

Telko.id – Gempa bumi yang melanda Lombok sejak awal Agustus lalu menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan rumah dan infrastruktur, serta trauma bagi seluruh masyarakat yang terdampak. Membantu masyarakat di masa tanggap darurat dan dilanjutkan masa pemulihan paska bencana, Indosat Ooredoo melakukan berbagai kegiatan sosial antara lain memberikan layanan kesehatan gratis melalui Mobil Klinik, layanan telekomunikasi gratis, serta mengajak karyawan untuk berpartisipasi memberikan donasi bagi para korban bencana gempa.

“Program Indosat Ooredoo Peduli Lombok merupakan implementasi dari komitmen Indosat Ooredoo dalam mendukung pemulihan kondisi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana alam. Kami sangat berharap kondisi segera membaik agar masyarakat dapat segera menjalankan aktivitas kesehariannya seperti sedia kala,” ujar Hadi Susilo, Group Head Corporate Secretary Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo melalui Mobil Klinik memberikan pelayanan kesehatan kuratif dan preventif, trauma healing untuk anak-anak, penyaluran bantuan paket kebutuhan darurat, serta pemberian bantuan paket komunikasi gratis. Selama pelaksanaannya, Mobil Klinik menjangkau 10 titik pengungsian di 7 kelurahan, 5 kecamatan, 3 kabupaten Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan penerima manfaat sekitar 3500 orang.

Selain mengoperasikan Mobil Klinik, Indosat Ooredoo juga membuka kesempatan donasi bagi karyawan di seluruh Indonesia, dan pemberian bantuan pulsa telepon & SMS gratis ke semua operator bagi pelanggan prabayar terpilih di wilayah Lombok selama periode tertentu.

Kondisi geografis pulau, wilayah yang sangat luas, dan kurangnya infrastruktur merupakan tantangan utama dalam penyediaan layanan kesehatan secara merata di Indonesia. Program Mobil Klinik Indosat Ooredoo diluncurkan tahun 2007 sebagai solusi layanan kesehatan mobile yang sederhana dan mampu langsung menjangkau masyarakat kurang mampu di pedesaan, termasuk para korban bencana alam.

Dengan dukungan tenaga medis profesional dan peralatan medis yang memadai, Mobil Klinik dapat menangani perawatan kesehatan ringan yang bersifat kuratif maupun menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan yang bersifat preventif.

Indosat Ooredoo terus mengembangkan cakupan program Mobil Klinik yang hingga kini telah menjangkau masyarakat kurang mampu di 1.628 lokasi di 16 provinsi: Bengkulu, Lampung, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Jawa Barat (2), Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur (2), Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Papua, serta berhasil menyediakan solusi layanan kesehatan mobile kepada 829.767 orang melalui program terjadwal dan 17.660 orang melalui program bantuan bencana alam. Program Mobil Klinik sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN SDG) nomor 1 dan 3. (Icha)

 

 

Telkomsel Peduli Bencana Gempa Lombok

0

Telko.id – Seiring dengan pemulihan jaringan paska gempa di wilayah Lombok – Nusa Tenggara Barat, Telkomsel memberikan paket gratis telepon dan SMS ke semua operator selama 24 jam, bagi seluruh pelanggan di Lombok. Sebagai tindak lanjut dari bentuk kepedulian tersebut, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah beserta jajaran managemen Telkomsel Area Jawa Bali kembali memberikan donasi Gempa Lombok di Posko Pengungsian Kabupaten Lombok Utara kemarin (6/9).

“Jajaran manajemen dan seluruh karyawan Telkomsel menyampaikan rasa prihatin dan berempati atas apa yang dialami para korban pada musibah ini. Kami berharap kondisi di Lombok akan segera pulih seperti sedia kala. Rasa kebersamaan kami dengan para korban bencana kami wujudkan dengan memberikan bantuan sesuai kebutuhan para korban,” ungkap Ririek.

Saat ini kebutuhan utama pengungsi masih terkait dengan masalah penyediaan air bersih. Untuk persiapan awal, Telkomsel telah menyerahkan puluhan paket bantuan yang terdiri dari :  1 set tenda berikut alasnya, selimut, lampu, berbagai kebutuhan harian lainnya serta 88 toren (tandon air) langsung ke lokasi pengungsian.

“Ke depannya kami terus berupaya agar kebutuhan-kebutuhan utama ini dapat terus didapat oleh para pengungsi. Terima kasih juga kepada LSM atau relawan yang turut membantu membuat Sumber Air Bor di posko pengungsian.” Lanjut Ririek.

Di samping itu, Telkomsel juga memberikan bantuan berupa trauma healing yang disalurkan langsung kepada masyarakat Lombok melalui tim TERRA (Telkomsel Emergency Response & Recovery Activity) di beberapa titik posko pengungsian. Hal ini merupakan bantuan gelombang ke empat yang diberikan Telkomsel kepada para korban gempa Lombok sejak hari pertama gempa. Sebelumnya Telkomsel juga memberikan bantuan berupa perbaikan sarana ibadah ke beberapa tempat ibadah di Lombok.

Tidak hanya itu, sejak Agustus 2018 lalu hingga hari ini, Telkomsel juga memberikan telpon dan SMS gratis seharian ke semua operator untuk para pelanggaran Telkomsel di Lombok. “Kami berharap bantuan yang diberikan Telkomsel bermanfaat untuk korban gempa Lombok.” Tambah Ririek.

Kepala Dusun Lekok Timur, Kecamatan Gangga, Nasrudin mengungkapkan “Segala macam bantuan dan donasi yang diberikan oleh Telkomsel ini pastinya sangat bermanfaat untuk kami. Terimakasih yang tulus dari warga kami, dan doa kami selalu, semoga Telkomsel akan semakin sukses dan menjadi sumber kebaikan bagi seluruh karyawannya dan semua pihak terkait.”

Takmir Masjid Nurul Karang Jangkong Iman H. Najamuddin mengatakan “Atas nama takmir Masjid Nurul Iman kami sampaikan terimakasih dan doa, agar Telkomsel tidak hanya diterima di hati masyarakat Lombok, namun juga menuai berkah atas segala kebaikannya selama ini, termasuk atas seluruh bantuan yang terus mengalir di tempat-tempat ibadah dan pengungsian.”  (Icha)

 

 

Metrodata ‘Pamer’ 8 Pilar Solusi

0

Telko.id – Tidak bisa tidak, revolusi digital merupakan keharusa. Terlebih Indonesia kini sedang bersiap menghadapi kehadiran Revolusi Industri 4.0. Metrodata Electronics sebagai salah satu pemain utama di IT pun memamerkan 8 solusi nya dalam Metrodata Solution Day 2018 (“MSD2018”). Selain itu juga untuk mengedukasi pasar khususnya masyarakat TI Indonesia.

Tema yang diangkat adalah Industry 4.0: Digital Revolution yang juga sejalan dengan inisiatif pemerintah dalam membuat peta jalan Making Indonesia 4.0 yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo April 2018 lalu.

Ke 8 pilar solusi milik Metrodata yang dipamerkan itu adalah Cloud Services, Digital Business Platform, Big Data & Analytics, Security, Consulting & Advisory Services, Managed Services, Hybrid IT Infrastructure, dan Business Application.

“Perkembangan TI saat ini terlihat luar biasa cepat, berbagai aplikasi dapat dengan mudah ditemukan dan diunduh melalui teknologi Cloud Services dan Digital Business Platform. Saat memasuki Industry 4.0, kita harus secepat mungkin memulai memetakan dan melaksanakan revolusi digital, jika tidak maka kita akan tertinggal jauh. Sekarang atau tidak sama sekali,” ujar Susanto Djaja, Presiden Direktur Metrodata Electronics menjelaskan.

Susanto pun menambahkah bahwa “Revolusi Digital ini adalah keniscayaan, sudah banyak yang memulai, dan infrastruktur Indonesia sudah jauh lebih siap. Sedangkan tantangannya adalah kompetisi makin terbuka, bagaimana membuka peluang pasar, bisa beradopsi dengan generasi milenial”.

Industry 4.0 itu sendiri ditandai dengan sistem fisik-siber yang dimungkinkan dengan bersinerginya tiga kekuatan: Internet of Things (IoT), Cloud Computing, dan Cognitive Computing. Industry 4.0 juga dikenal sebagai manufaktur cerdas, karena seluruh rantai proses otomasi produksi dikontrol lewat Artificial Intelligence (AI) yang tersusun atas algoritma rumit yang (berusaha) meniru kecerdasan manusia. (Icha)

 

 

Tarik Penonton Lebih Banyak, Telkomsel dan Hooq Buat Serial Bersama

0

Telko.id – Indonesia memang sudah memiliki ‘jalan tol’ data yang cukup memadai. Tapi akan percuma dibangun kalau tidak ada yang melewati. Nah, sekarang ini yang paling banyak diminati adalah video. Baik video streaming maupun video on demand. Itu sebabnya, Hooq dan Telkomsel MAXstream kerjasama memproduksi serial TV Brata – drama kejahatan yang penuh intrik, misteri dan romansa.

“Tugasnya Hooq itu adalah untuk mengisi ‘jalan tol’ milik operator. Salah satunya adalah dengan membuat serial TV Brata ini,” ujar Guntur Siboro, Country Director HOOQ.

Kenapa serial kejahatan? Menurut Guntur, yang sesuai dengan kebutuhan Hooq adalah serial kejahatan ini. “Kalau drama, Indonesia belum seperti Korea yang mampu mengikat penontonnya untuk terus menerus menonton dari awal seri sampai akhir seri. Serial hantu juga tidak sesuai karena sulit untuk dibuat serial. Nah, yang cocok itu adalah serial kejahata seperti Brata ini,” sahut Guntur menjelaskan.

Sayang, Indonesia belum bisa membuat serial TV seperti ini dalam jumlah banyak. Ada beberapa Kendala, terutama dari sisi produser. Cukup sulit mendapatkan produser yang mampu membuat karya sekualitas file layar lebar untuk sebuah serial TV.

Padahal, Hooq membutuhkan konten yang berkualitas. Untuk film Indonesia, ada aturan bahwa dua atau tiga bulan setelah tayang di bioskop baru bisa masuk ke Hooq. Sedangkan film barat, setelah enam bulan. “Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Pelanggan kita bisa kabur semua kalau menunggu,” sahut Guntur.

Bagi Telkomsel, kerjasama ini sangat menguntungkan karena pelanggan Telkomsel yang mengakses Hooq, rata-rata setiap harinya menghabiskan waktu tiga hingga empat jam untuk menikmati konten video-on-demand HOOQ melalui MAXstream.

Selain itu, HOOQ adalah mitra strategis Telkomsel dalam memberikan layanan VideoMAX, paket berlangganan streaming video bulanan yang menawarkan hiburan video melalui pembelian paket data Telkomsel untuk pelanggan prabayar dan pascabayar. “VideoMAX adalah inisiatif utama dari Telkomsel dalam menyediakan berbagai layanan gaya hidup digital yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggan”, tambah Crispin.

Serial kejahatan menegangkan yang terdiri dari 6 episode dan dibintangi oleh Oka Antara ini hadir secara eksklusif hanya di HOOQ dan Telkomsel MAXstream.

Berlatar belakang kota Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan terbesar  di dunia, Brata berkisah tentang seorang detektif berbakat bernama Brata yang memiliki masa lalu tragis. Brata dikenal dengan metodenya yang tidak biasa dalam mengungkap suatu kasus.

Tangguh dan cerdas, Brata juga seorang yang penuh perhatian dengan daya ingat kuat sehingga Brata dengan metodenya berhasil memecahkan hampir semua kasus yang ditanganinya. Namun ia masih memiliki masalah pribadi yang belum dapat ia temukan jawabannya, salah satunya adalah identitas dari ayahnya. (Icha)

Rupiah Melemah, Bisnis Must Go on

0

Telko.id – Rupiah terhadap dolar AS terus melemah beberapa hari ini. Sampai siang ini saja, (5/09) sudah tembus angka Rp.15.000 per dolar nya. Angka yang terus melonjak ini tentu akan banyak mempengaruhi industri dalam menjalankan bisnis.

“Tentunya kami mengharapkan dolar AS jangan sampai naik lagi, karena bagaimanapun juga untuk jangka panjang bisa mempengaruhi kinerja perusahaan,” kata Presiden Direktur/CEO XL Axiata, Dian Siswarini usai meresmikan XPLOR XL Axiata Tower di Jakarta, Selasa (4/9).

Bila rupiah terus melemah, belanja modal kemungkinan akan terganggu karena separuh anggaran belanja modal masih menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat. Di sisi lain, pendapatan perusahaan menggunakan mata uang rupiah.

Dengan demikian, nilai pendapatan terhadap barang yang akan dibeli semakin rendah. Dia menyebut perusahaan memiliki toleransi di kisaran Rp15.000 per US$.

“Enggak ada yang bisa meramalkan bisa sampai Rp16.000, Rp17.000 atau Rp18.000. Jangan sampai naik lagi nih. Hedge kita di sekitar Rp15.000,” katanya.

Jadi untuk Capex, XL pun menyatakan tidak akan mengurangi nya. Hanya saja, tentu dengan dolar yang terus meningkat itu akan mempengaruhi belanja infrastruktur yang akan dilakukannya tahun ini. “Dengan harga dolar yang sama, tentu barang yang bisa kita beli akan berkurang. Ini yang akan mempengaruhi pembangunan infrastruktur,” ujar Dian.

Walau demikian, Dian menjamin kondisi tersebut tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. “Sekalipun pembelian teknologi informasi perusahaan sebesar 50 persen menggunakan produk impor, namun kinerja perusahaan tetap baik dan tidak terlalu berpengaruh,” kata Dian.

Dia mengatakan, perusahaan akan terus melakukan pemantauan dan kalkulasi ulang melihat kondisi seperti saat ini. Perusahaan juga akan tetap dalam komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan jaringan di Indonesia, sehingga bisa memuaskan pelanggan dalam memperoleh akses komunikasi dan data.

XL Axiata adalah salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia yang menyediakan layanan digital untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat serta mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia. (Icha)

 

XL Kasih Gratis Layanan Pada Pelanggan Sesuai Profile nya

0

Telko.id – Dengan jumlah pelanggan yang kini berjumlah 52,9 juta dan pada era digital, maka penanganan pun tidak bisa biasa saja. Harus dapat sesuai dengan profile pelanggannya. Hal ini dapat dilakukan oleh XL Axiata karena memang back end yang dimilikinya sudah mampu melakukannya.

Nah, bertepatan dengan Hari Pelanggan 2018 ini, XL pun memberikan layanan gratis pada para pelanggannya. Dan, tidak asal menggratiskan. XL melihat dari profile masing-masing pelanggannya dan kebiasaanya dalam berkomunikasi.

Hal ini dilakukan karena bagi XL, tidak mungkin memberikan apresiasi yang sama pada setiap pelanggan. Jadi agar lebih bermanfaat, dalam program khusus bertema Bersama #JadiLebihBaik ini, XL akan memberikan gratis saat meng-akses Facebook, Path, LINE, WhatsApp seharian, data sampai dengan 10GB atau nelpon sesama selama 1440 menit tapi disesuaikan dengan profile pelanggannya. Layanan gratis ini berlaku di tanggal 4 September 2018 yang dapat diperoleh melalui UMB *123#, aplikasi myXL dan AxisNet.

“Semua itu dilakukan XL karena Hari Pelanggan selalu menjadi saat yang istimewa bagi kami setiap tahunnya, dimana hal tersebut menjadikan kami selalu teringat setinggi apa kualitas layanan yang sudah kami berikan kepada pelanggan, karena memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi dan mampu memuaskan pelanggan merupakan misi kami dan sekaligus menjadi salah satu kunci keberhasilan perusahaan, karena bagi kami kepercayaan pelanggan adalah modal yang sangat berharga dalam bisnis,” ujar Allan Bonke, Direktur Komersial XL Axiata.

Pada kesempatan yang sama, XL juga meresmikan pusat layanan XPLOR yang baru di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan. Menandai komitmen perusahaan untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan, manajemen XL Axiata mengundang sejumlah pelanggan dan memberikan hadiah khusus kepada mereka. Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini bersama Direktur Komersial XL Axiata, Allan Bonke menyerahkan hadiah khusus tersebut di Jakarta, Selasa (4/9).

XL Axiata Tower ini merupakan gerai ke-78 ini sudah menerapkan layanan one stop shopping di mana pelanggan bisa melakukan pembelian produk seperti isi ulang, paket layanan data/internet, atau pun paket bundling smatphone. Semua kegiatan di gerai ini sudah mengedepankan konsep digital dengan menggunakan LED TV untuk semua materi komunikasi dan untuk nomor antrian pelanggan menggunakan SMS.

Selain itu, di tempat ini, pelanggan juga bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai penawaran menarik dari XL Axiata dan bereksperimen dengan live demo unit.  Tidak ketinggalan, pelanggan pun tentunya bisa mendapatkan bantuan atas permasalahan yang terjadi pada layanan XL.

Selanjutnya disediakan juga penawaran khusus dan hadiah spesial untuk setiap aktivasi XL PRIORITAS  dan transaksi baik layanan pelanggan maupun pembelian produk di gerai XL Center/XPLOR tertentu. Selain itu top management XL Axiata di masing-masing region juga terjun langsung untuk melayani customer dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional.

Dalam melayani, XL memiliki sebanyak 78 gerai dan 135 XL Booth yang tersebar di 89 kota di 28 propinsi Indonesia. Selain itu, XL Axiata juga menyediakan sekitar 500 petugas layanan contact pelanggan (call center). Layanan kepada pelanggan ini bersiaga selama 24 jam sehari, 7 hari dalam sepekan. (Icha)

iPhone XS Bakal Meluncur 12 September Apa Kemampuannya?

0

Telko.id – Setiap Apple meluncurkan produk, pasti membuat penasaran. Seperti apa kemampuan yang akan disandangnya. Maklum saja, apa yang dibuat oleh perusahaan asal Amerika ini pasti akan menjadi trend baru dan akan diikuti oleh merek lain. Lalu, seperti apa kemampuan Apple XS ini?

Kabar tentang peluncuran iPhone terbaru ini berdasarkan undangan yang dikirim ke sejumlah media dan akan diselenggarakan pada 12 September 2018 di Apple Campus, Cupertino, California, Amerika Serikat.

Berdasarkan info dari macrumors, ada tiga jajaran iPhone yang akan diperkenalan. Yang pertama dikatakan sebagai versi generasi kedua dari iPhone X, dengan layar OLED 5,8 inci yang sama, sedangkan yang kedua dapat dianggap sebagai “iPhone X Plus,” juga dengan layar OLED 6,5 inci yang lebih besar.

Bersama dengan dua iPhone OLED ini, yang akan sama harganya dengan iPhone X saat ini, Apple berencana untuk memperkenalkan iPhone baru 6,1 inci yang lebih terjangkau dengan layar LCD. Perangkat ini mungkin dapat menggunakan layar LCD Aktif Penuh, yang akan menawarkan teknologi yang ditingkatkan di atas layar iPhone 8 dan 8 Plus.

Info yang bocor menunjukkan Apple akan menggunakan nama “iPhone XS” untuk dua iPhone OLED baru, yang merupakan skema penamaan yang telah digunakan di masa lalu untuk ponsel generasi “S” di mana fokusnya adalah pada fitur baru daripada desain baru .

Ketiga iPhone akan menampilkan layar tepi-ke-tepi dengan bezel hampir-hampir tidak ada sama dengan iPhone X, dan semua akan dilengkapi dengan sistem kamera TrueDepth yang mendukung ID Wajah. Itu berarti 2018 akan menandai akhir resmi tombol Home dan sensor sidik jari Touch ID di jajaran unggulan Apple.

Sementara model OLED iPhone XS 5,8 inci dan 6,5 inci akan dilengkapi dengan semua lonceng dan peluit iPhone X, Apple akan memangkas beberapa fitur dari model 6,1 inci yang dirumorkan untuk menjaga biaya tetap rendah. Perangkat itu akan memiliki bingkai aluminium bukan rangka baja tahan karat, itu akan memiliki kamera belakang lensa tunggal, dan layar mungkin tidak mendukung 3D Touch.

Dengan menghilangkan fitur-fitur ini, Apple diharapkan dapat menjual perangkat ini seharga $ 600 hingga $ 700 atau berkisar antara Rp.8.8 juta – Rp. 10 jutaan namun dari sisi kemampuan setara dengan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus. Rumor juga menyebutkan Apple akan menjual iPhone XS 5,8 inci seharga $ 800 hingga $ 900 atau sekitar Rp. 11.8 juta – Rp. 13.3 jutaan dan iPhone XS 6.5 inci seharga $ 900 hingga $ 1.000 atau sekitar Rp. 13.3 juta sampai Rp. 14.8 jutaan, sehingga iPhone 6,1 inci jauh lebih terjangkau.

Model OLED iPhone XS 5,8 dan 6,5 inci diperkirakan akan menawarkan kamera belakang lensa ganda dan RAM 4GB. Versi yang lebih besar tentu saja akan mendukung baterai yang lebih besar untuk daya tahan baterai yang lebih lama, dan model 6,1 dan 6,5 inci diharapkan menawarkan fungsionalitas dual-SIM di beberapa negara. Apple 2018 lineup iPhone bisa datang dalam berbagai warna, dengan perangkat OLED tersedia dalam perak, ruang Gray, dan emas, sedangkan iPhone 6,1 inci bisa tersedia dalam warna yang meliputi abu-abu, putih, biru, merah, dan oranye.

Apple pada akhir Agustus secara tidak sengaja membocorkan gambar dari dua model iPhone XS mendatang yang memastikan kita dapat melihat opsi ukuran 5,8 dan 6,5 inci bersama dengan opsi warna emas. Gambar dari iPhone 6,1 inci belum bocor.

Selain Face ID dan sistem kamera TrueDepth, ketiga iPhone baru ini kemungkinan akan menyertakan prosesor A12 yang ditingkatkan, peningkatan chip LTE dari Intel (hanya model OLED) yang akan mendukung koneksi LTE yang lebih cepat, dan USB-C ke Kabel petir untuk kecepatan pengisian lebih cepat.

Dengan peluncuran XS iPhone 5,8 inci dan iPhone XS 6,5 inci yang lebih besar, desas-desus mengatakan Apple mungkin akan menghentikan iPhone X saat ini daripada menurunkan label harganya dan menjualnya sebagai perangkat generasi tua yang lebih murah.

Manufaktur iPhone X akan berhenti dengan peluncuran perangkat baru, dan itu akan secara efektif dihentikan. Hal ini pernah dilakukan juga oleh Apple ketika produksi iPhone 5 dihentikan ketika iPhone 5s dan 5c diluncurkan pada tahun 2013.

Kemungkinan besar, menurut macrumors.com, Apple akan membuat preorder tapi hanya untuk dua iPhone terbaru nya dulu yakni untuk iPhone XS 5,8 inci dan iPhone XS 6,5 inci. iPhone 6,1 akan menyusul kemudian karena lebih mahal dan produksi nya cukup rumit. (Icha)