spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1389

Apple Bakal Ganti Semua Layar iPhone 2020 ke OLED?  

0

Telko.id, Jakarta – Apple berencana untuk menghilangkan layar LCD dari seluruh jajaran iPhone pada 2020 mendatang. Sebagai gantinya, layar OLED pun akan dipilih perusahaan.

Menurut laporan The Wall Street Journal, Apple berniat mengganti layar jajaran iPhone pada 2020 dengan OLED. Layar OLED sendiri disebut-sebut lebih baik dibanding LCD, yang hanya digunakan di perangkat Android mahal.

Apple merupakan salah satu produsen smartphone terbesar di dunia dan pembeli panel layar ponsel terbanyak. Perusahaan asal Cupertino ini bisa saja menegosiasikan penawaran yang lebih baik untuk hardware dibanding pemain yang lebih kecil.

{Baca iuga: Giliran Layar OLED iPhone X yang Bermasalah}

Menurut Android Authority, jika Apple benar-benar membuang seluruh panel LCD di iPhone 2020, artinya akan ada lebih banyak ponsel Android menggunakan OLED dengan harga yang lebih murah.

Langkah Apple menggunakan OLED tentu bisa membuat pembuat layar LCD ketar-ketir. Namun demikian, layar LCD tersebut bisa tertolong dengan adanya smartphone kelas entry-level.

Pada akhir 2018, terungkap penjualan iPhone jauh lebih rendah dari yang diharapkan. Jika perusahaan berencana untuk mengganti layar LCD pada 2020, artinya suksesor iPhone XR kemungkinan akan terlihat hampir sama.

Juli 2018 lalu, produsen layar LCD asal China, BOE Technology Group Co, berupaya untuk mendapatkan peluang agar dapat menjadi pembuat panel layar OLED untuk iPhone, iPad dan perangkat high-end buatan Apple.

Namun, usaha perusahaan tersebut akan cukup berat. Sebab, China bisa dibilang tertinggal dari Korea Selatan dan Jepang dalam urusan produksi layar canggih, khususnya OLED.

{Baca iuga: iPhone 2020 Pakai Layar OLED Buatan China}

Karenanya, BOE Technology pun langsung mendirikan pabrik baru di provinsi Sichuan dan mempekerjakan banyak insinyur untuk menyusul ketertinggalan.

Pemerintah China mengklaim bahwa para insinyur di pabrik BOE Technology benar-benar mampu merancang teknologi layar perangkat dengan kualitas setara atau melebihi buatan para pesaing mereka.

Usaha BOE Technology pun mendapatkan dukungan dari Apple. CEO Apple, Tim Cook, beserta kawan-kawan berharap perusahaan itu berhasil membuat layar bermutu tinggi. [BA/IF]

 

Motorola Razr “Reborn” Bisa Dilipat ke Arah Luar

0

Telko.id, Jakarta – Motorola sempat dikabarkan sedang melakukan pengembangan ponsel Motorola Razr klasik menjadi ponsel lipat. Rumor itu bahkan didukung oleh bocoran informasi paten yang didaftarkan oleh Motorola.

Namun, rumor terbaru menyebut bahwa ponsel lipat bukanlah satu-satunya perangkat yang tengah disiapkan oleh Motorola. Perusahaan asal Amerika Serikat ini dilaporkan telah mendaftarkan paten baru untuk perangkat ponsel lipat.

Namun berbeda dengan ponsel lipat pada umumnya, Motorola Razr versi baru ini memiliki desain unik, karena memiliki cara melipat ponsel  ke arah luar.

Gambar di dokumen paten menampilkan perangkat Motorola berukuran serupa tablet reguler. Perangkat itu bisa dilipat ke arah luar dan terlipat di bagian tengah sehingga menampilkan bagian layar berukuran lebih panjang.

{Baca juga: Inikah Paten Smartphone Lipat Motorola Razr Terbaru?}

Dalam mode lipat, perangkat akan berkemampuan menerima sentuhan di bagian layar yang menjadi bagian belakang. Bagian tersebut bisa diusap untuk mengendalikan tampilan. Ponsel itu akan memiliki dua kamera unik.

Menurut Gizchina, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (25/1/2019), pengguna dapat memanfaatkannya sebagai kamera depan dan belakang saat ponsel dilipat. Software atau perangkat lunak lalu bakal memeriksa sensor.

{Baca juga: Paten Disetujui, Motorola Razr Reborn Segera Diluncurkan?}

Dalam proses itu, sensor akan mengetahui sisi yang digunakan pengguna sebagai bagian depan dan mengaktifkan sisi tersebut sebagai layar utama. Anehnya, ponsel baru Motorola punya mode lipat berbentuk menyerupai tenda.

Belum lama ini, beredar gambar paten ponsel lipat yang diklaim sebagai Motorola Razr terbaru. Perangkat memiliki bentuk clamshell dengan tampilan layar OLED yang dapat dilipat. Perawakannya tidak jauh berbeda dari Razr asli. [SN/HBS]

 

Horee! 5 Smartphone Nokia Ini dapat Update ke Android Pie

0

Telko.id, Jakarta – HMD Global bersiap untuk mendistribusikan pembaruan ke sistem operasi Android Pie untuk sejumlah smartphone NokiaUpdate ke Android Pie diproyeksikan akan disebar sebelum akhir semester pertama tahun 2019.

Total ada empat smartphone yang Nokia yang akan menerima update ke Android Pie. Smartphone pertama adalah Nokia 5, yang dirilis pada bulan Juni tahun 2017 silam.

Kemudian, Nokia 3.1 Plus, yang juga merupakan “smartphone lawas” karena diluncurkan pada Oktober 2017. Keduanya diperkirakan akan mendapatkan update ke Pie secara OTA atau Over the Air pada akhir pekan ini.

{Baca juga: Masalah Baterai Mengintai Samsung Galaxy S9, Apa Sebabnya?}

Menurut laporan NDTV, seperti dikutip Telko.id pada Kamis (24/01/2019), HMD Global juga menargetkan untuk dapat menghadirkan pembaruan ke Android Pie untuk Nokia 6 dalam waktu satu hingga dua minggu mendatang.

Chief Product Office HMD Global, Juho Sarvikas menyebut perusahaan hampir menyelesaikan proses pengembangan fitur suara surround Dolby Atmos yang juga akan dihadirkan dalam update tersebut.

{Baca juga: Siap-siap, Semua Ponsel Nokia Bakal Hijrah ke Android Pie}

Dua smartphone terakhir yang akan menerima update sistem operasi Android Pie adalah Nokia 1 dan Nokia 3. Pendistribusian update untuk dua model perangkat itu akan dimulai semester dua tahun ini.

Distribusi update sistem operasi tersebut memang sesuai janji HMD pada tahun lalu. Saat itu, HMD Global membuat keputusan cepat seiring kehadiran sistem operasi baru Android 9.0 Pie. Perusahaan yang berbasis di Finlandia ini siap membenamkan sistem operasi baru tersebut di seluruh ponsel Nokia. (BA/FHP)

Lebih Canggih! 5 Smartphone Lipat yang akan Dirilis Tahun Ini

0

Telko.id – Selain tren smartphone dengan desain makin bezel-less, tren smartphone lipat juga akan populer di tahun 2019 ini. Hal tersebut dibuktikan dengan dikembangkannya smartphone dengan layar fleksibel oleh beberapa brand teknologi.

Samsung, Huawei, sampai brand teknologi bernama Royole pun diperkirakan merupakan segelintir brand yang siap merilis smartphone lipatnya di tahun ini.

Nah, saat ini tim Telko.id akan merangkum 5 smartphone lipat yang diprediksi akan dirilis di tahun ini.

{Baca juga: Selain Kabar Ahok Bebas, Ini 5 Smartphone Paling Ditunggu}

Memang, hampir semuanya masih berupa konsep, tapi ada kemungkinan seluruh smartphone tersebut benar-benar bakal diluncurkan di tahun ini dengan sejumlah teknologi dan fitur unggulan lainnya. Yuk simak!

Royole FlexPai

Royole FlexPai merupakan smartphone lipat pertama yang melakukan debutnya pada November tahun lalu. Bahkan, Royole juga telah mengadakan program pre-order untuk FlexPai dengan harga yang tentu saja sangat mahal.

Smartphone ini dibanderol dengan harga mulai dari USD 1.318 atau setara dengan Rp 18,6 jutaan. Royole FlexPai memiiki ukuran seperti tablet dengan layar 7,8 inci berjenis Super AMOLED dengan resolusi 1910 x 1440 piksel.

{Baca juga: Kenalkan FlexPai, Ponsel Lipat Pertama di Dunia dengan SD8150}

Untuk spesifikasinya, disematkan prosesor Snapdragon 855, RAM 8 GB, ROM 128 GB/256 GB/512 GB, punya dua kamera dengan resolusi masing-masing 16 MP dan 20 MP.

FlexPai berjalan di atas sistem operasi bernama Water OS, yang memungkinkan pengguna beralih dari layar penuh menjadi setengah dari layar, dan dapat menampilkan setengah wallpaper. Royole mengklaim, smartphone-nya didesain untuk dapat dilipat hingga lebih dari 200.000 kali.

Samsung Galaxy F

Sama seperti Royole, Samsung juga sebenarnya telah memamerkan smartphone lipatnya yang diprediksi akan diberinama Samsung Galaxy F di akhir tahun lalu. Galaxy F memiliki bentuk seperti tablet, dengan layar berukuran cukup besar 7,3 inci ketika dibentangkan.

Meski demikian, konsep Galaxy F juga seperti smartphone lipat pada umumnya karena ketika smartphone itu dilipat, ukurannya akan sama persis seperti smartphone pada umumnya. Ketika dilipat, layar yang bisa digunakan pengguna adalah panel layar bagian luar dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

{Baca juga: Mahal! Harga Samsung Galaxy F Capai Rp 36 Jutaan}

Belum ada bocoran informasi soal spesifikasi yang ditanamkan di dalamnya, namun diprediksi smartphone ini akan mengusung spesifikasi tinggi, termasuk memori internal yang jauh lebih besar dibandingkan smartphone flagship lainnya.

Samsung Galaxy F sendiri akan dirilis bersamaan dengan Samsung Galaxy S10 5G. Dengan harganya yang mencapai USD 2.500 atau Rp 36 jutaan, smartphone ini sepertinya ditujukan bagi konsumen yang ingin pertama kali merasakan konsep smartphone masa depan Samsung.

Huawei 5G Smartphone

Huawei tentu tak ingin ketinggalan oleh Samsung dalam hal pengembangan smartphone lipat. Makanya, brand asal China tersebut memastikan bahwa mereka pun bakal merilis smartphone dengan layar fleksibel di tahun ini.

Menurut laporan BGR, seperti dilansir Telko.id pada Jumat (25/01/2019), Huawei akan menyematkan teknologi berbeda pada produknya. Diperkirakan, brand itu nantinya akan merilis smartphone lipat pertama dengan teknologi 5G di tahun ini.

Smartphone tersebut akan ditenagai oleh prosesor Kirin HiSilicon versi terbaru dengan dukungan modem 5G yang baru saja diperkenalkan, yakni Balong 5000 5G. Perlu diketahui, modem itu merupakan pesaing dari chip model Qualcomm, yakni Snapdragon X50 5G.

Belum diketahui spesifikasi lengkap smartphone Huawei yang bisa dilipat tersebut. Namun, dipastikan smartphone ini akan diperkenalkan beberapa saat setelah Samsung meluncurkan Galaxy S10 dan Galaxy F.

Motorola Razr Reborn

Motorola Razr

Motorola memang sudah lama dikabarkan akan merilis kembali seri dari Motorola Razr dengan desain layar fleksibel yang dapat dilipat. Kabar ini akhirnya menjadi kenyataan, setelah Wall Street Journal melaporkan Motorola Razr terbaru akan diluncurkan tak lama lagi.

Smartphone lipat ini disebut-sebut akan dirilis pada Feburari mendatang, kemungkinan pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019, di Barcelona, Spanyol.

Motorola Razr Reborn nantinya akan menggunakan layar touchscreen di bagian depan yang fleksibel dan dapat dilipat. Di bagian tengah body-nya, terdapat engsel yang membuat smartphone dapat dilipat dengan sempurna.

{Baca juga: Ini Bocoran Harga Motorola Razr Reborn Saat Dirilis}

Secara keseluruhan, desainnya sedikit mirip dengan seri Moto X. Itu dibuktikan lewat paten yang diajukan Motorola ke US Trademark Patent Office (USTPO) pada 31 Mei tahun lalu.

Motorola Razr memiliki frame kamera dengan berbentuk lingkaran di tengah atas, dan sensor sidik jari di bagian bawahnya. Bedanya dengan Moto X, terdapat seperti “sayap” di sisi kiri dan kanannya yang mungkin hanya menjadi “pemanis” dari desain smartphone lipat ini.

Ketika diluncurkan nanti, harga Motorola Razr versi reborn akan mencapai USD 1.500 atau Rp 21,2 jutaan. Sangat mahal memang, namun di kisaran harga tersebut, Razr akan bersaing dengan Royole FlexPai yang dihargai USD 1.300 atau Rp 18,3 jutaan dan Samsung Galaxy F dengan harga USD 1.800 atau Rp 25,4 jutaan.

LG Foldable Phone

Tak mau kalah dengan produsen lainnya, LG juga dikabarkan akan memperkenalkan smartphone layar lipatnya di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 mendatang. Akan tetapi, konsep smartphone lipat LG akan sedikit berbeda.

Sebab dikabarkan, smartphone ini tidak akan dibekali layar yang fleksibel, melainkan menggunakan konsep seperti ZTE Axon M yang memisahkan dua layar dengan engsel atau bezel di bagian tengahnya. Namun, LG merancang bezel di layar smartphonenya berukuran lebih tipis, sehingga memberi kesan layar menyatu serupa layar berukuran besar.

Dengan konsep itu, smartphone LG pun dibanderol dengan harga terjangkau, di kisaran harga kurang dari USD 900 atau sekitar Rp 12,7 juta dan tidak mencapai USD 1.800 atau sekira Rp 25,5 juta.

Dilaporkan juga, smartphone tersebut akan berbekal input tanpa sentuhan, berkemampuan mengenali gestur tangan dari jarak 20 sentimeter hingga 30 sentimeter. Kemampuan itu diklaim memungkinkan pengguna mengoperasikannya di berbagai situasi. (FHP)

Di Masa Depan, Paket Amazon Dikirim Pakai “Robot Scout”

0

Telko.id, Jakarta – Amazon mulai berencana mengembangkan dan menggunakan robot untuk mengatasi persoalan logistik. Robot Scout, demikian raksasa e-commerce itu memanggilnya, akan digunakan untuk mengeksplorasi pengiriman barang menggunakan drone.

Menurut Gizmodo, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (25/01/2019), masalah logistik menjadi bagian penting mengingat Amazon memasarkan produk secara nasional dan global. Mereka pun mulai melakukan uji coba robot Scout.

Enam robot Scout akan melakukan pengiriman barang di lingkungan Snohomish County, Washington, Amerika Serikat.

{Baca juga: Pertama di Dunia, “Robot AI” Jadi Pembaca Berita TV di China}

Robot Scout bisa memberi navigasi untuk dirinya sendiri, meski ada karyawan Amazon yang tetap mengawasinya.

Dalam hal efisiensi, robot Scout tidak perlu istirahat. Mereka dapat melakukan pengiriman tanpa henti sebanyak-banyaknya selama daya baterainya cukup. Meski demikian, belum diketahui bagaimana robot Scout memverifikasi pelanggan yang menerima paket.

Beberapa waktu lalu, Amazon menanamkan modal ke perusahaan teknologi asal Prancis, Balyo, yang bergerak di bidang forklift otonom. Amazon melakukan investasi itu untuk pemanfaatan teknologi forklift yang mampu bergerak sendiri di gudang.

Otomatisasi gudang dinilai menjadi elemen kunci untuk memotong biaya dan mempercepat pengiriman barang. Selama ini, Amazon menggunakan robot yang dikembangkan oleh Kiva Systems, yang dibeli seharga USD 775 juta atau Rp 10,9 triliun (kurs saat ini) pada 2012 silam.

{Baca juga: Gandeng Perusahaan Prancis, Amazon Siapkan Forklift Otonom}

“Perjanjian ini merupakan peluang baru bagi Balyo. Kerja sama kedua perusahaan merupakan suatu bentuk pengembangan bisnis sekaligus untuk menyempurnakan solusi robot perusahaan,” ujar Kepala Eksekutif Balyo, Fabien Bardinet.

Menurut ketentuan perjanjian kedua belah pihak, raksasa Amazon akan menerima penawaran saham gratis yang mewakili hingga 29 persen dari modal Balyo. Saham tersebut bisa digunakan, tetapi tergantung pesanan produk perusahaan. (SN/FHP)

Netizen “Pecah” Baca Tulisan Adik Ahok di Instagram

0

Telko.id, Jakarta – Pembebasan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disambut suka cita oleh banyak pihak, termasuk sang adik Fifi Lety Tjahaja Purnama. Kabar Ahok bebas ini direspon Fifi dengan menuliskan status Instagram dan mengunggah foto .

Lewat akun miliknya @fifiletytjahajapurnama, Fifi menuliskan: “Tjahaja Purnama Bersinar Lagi”. Kalimat itu mungkin ingin menegaskan bahwa kakaknya akan kembali bersinar.

Pada foto tersebut terlihat bahwa Fifi berfoto dengan putra sulung Ahok, yakni Nicholas Sean. Keduanya nampak duduk di sebuah sofa dan membawa kantung belanja.

Selain foto Fifi juga menulis kalimat yang cukup panjang yang isinya rasa senang dan bangga atas selesainya Ahok menjalanan masa tahanan di Rutan Mako Brimob, Depok Jawa Barat.

Postingan ini pun mendapat sambutan positif dari warganet. Menurut pantauan Tim Telko.id pada pukul 10.09 WIB sudah ada 8356 likes dan 449 komentar warganet atas postingan Fifi tersebut.

{Baca juga: Menkominfo Tagih Smart City ke Ahok}

Sebelumnya Fifi juga sempat memposting sebuah emblem pakaian untuk menyambut pembebasan Ahok. Pada emblem pakaian tersebut tertulis kata BTP yang merupakan kepanjangan dari Bersih, Transparan dan Profesional.

Adapun BTP sendiri juga merupakan singkatan dari Basuki Tjahaja Purnama dan postingan Fifi kembali berisi kegembiraan dirinya atas pulangnya mantan Gubernur DKI Jakarta usai menjalani hukuman.

Perlu diketahui bahwa Basuki Tjahaja Purnama bebas setelah menjalani hukumannya selama 1 tahun 8 bulan 15 hari di Rutan Mako Brimob. Dia mulai menjalani hukuman penjara pada Mei 2017 setelah divonis 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama atas pernyataan soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Selama menjalani pemidanaan, Ahok mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman total 3 bulan 15 hari. [NM}

Di Masa Depan, Paket Amazon Dikirim oleh “Robot Scout”

0

Telko.id, Jakarta – Amazon mulai berencana mengembangkan dan menggunakan robot untuk mengatasi persoalan logistik. Robot Scout, demikian raksasa e-commerce itu memanggilnya, akan digunakan untuk mengeksplorasi pengiriman barang menggunakan drone.

Menurut Gizmodo, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (25/01/2019), masalah logistik menjadi bagian penting mengingat Amazon memasarkan produk secara nasional dan global. Mereka pun mulai melakukan uji coba robot Scout.

Enam robot Scout akan melakukan pengiriman barang di lingkungan Snohomish County, Washington, Amerika Serikat.

{Baca juga: Pertama di Dunia, “Robot AI” Jadi Pembaca Berita TV di China}

Robot Scout bisa memberi navigasi untuk dirinya sendiri, meski ada karyawan Amazon yang tetap mengawasinya.

Dalam hal efisiensi, robot Scout tidak perlu istirahat. Mereka dapat melakukan pengiriman tanpa henti sebanyak-banyaknya selama daya baterainya cukup. Meski demikian, belum diketahui bagaimana robot Scout memverifikasi pelanggan yang menerima paket.

Beberapa waktu lalu, Amazon menanamkan modal ke perusahaan teknologi asal Prancis, Balyo, yang bergerak di bidang forklift otonom. Amazon melakukan investasi itu untuk pemanfaatan teknologi forklift yang mampu bergerak sendiri di gudang.

Otomatisasi gudang dinilai menjadi elemen kunci untuk memotong biaya dan mempercepat pengiriman barang. Selama ini, Amazon menggunakan robot yang dikembangkan oleh Kiva Systems, yang dibeli seharga USD 775 juta atau Rp 10,9 triliun (kurs saat ini) pada 2012 silam.

{Baca juga: Gandeng Perusahaan Prancis, Amazon Siapkan Forklift Otonom}

“Perjanjian ini merupakan peluang baru bagi Balyo. Kerja sama kedua perusahaan merupakan suatu bentuk pengembangan bisnis sekaligus untuk menyempurnakan solusi robot perusahaan,” ujar Kepala Eksekutif Balyo, Fabien Bardinet.

Menurut ketentuan perjanjian kedua belah pihak, raksasa Amazon akan menerima penawaran saham gratis yang mewakili hingga 29 persen dari modal Balyo. Saham tersebut bisa digunakan, tetapi tergantung pesanan produk perusahaan. (SN/FHP)

Ada Dompet Mata Uang Kripto di Galaxy S10?

0

Telko.id, Jakarta – Rumor spesifikasi Samsung Galaxy S10 kembali muncul. Kabarnya, smartphone tersebut juga dapat berfungsi sebagai dompet untuk mata uang kripto.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Kamis (24/01/2019), isu ini pertama kali beredar melalui bocoran yang dibagikan oleh Gregory Blake dan Ben Geskin.

Lewat akun Twitter @VenyaGeskin1, mereka membagikan bocoran foto yang memperlihatkan fitur Samsung Blockchain Keystore dengan dukungan mata uang Ethereum.

Fitur ini, diketahui dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya sebagai dompet mata uang kripto. Namun, bocoran ini diklarifikasi kembali oleh SamMobile.

Menurut mereka, fitur Samsung Blockchain Keystore juga mendukung mata uang Bitcoin, Bitcoin Cash, dan ERC20. Selain menampilkan fitur dompet mata uang kripto, terlihat juga bahwa Samsung Galaxy S10 memiliki satu kamera lubang di bagian depan.

{Baca juga: Bocoran Foto Ini Ungkap Desain Samsung Galaxy S10}

Padahal sebelumnya, tepatnya pada Desember 2018 lalu, Samsung Galaxy S10 dipastikan akan memiliki dua kamera ganda di bagian depannya. Hal ini diperkuat dengan bocoran foto desain Samsung Galaxy S10 yang tersebar melalui situs Slashleaks.

Bocoran foto Samsung Galaxy S10 tersebut dibagikan akun NTKLEAK di situs Slashleaks, yang kemudian diposting ulang oleh Đỗ Văn Hải melalui Facebook-nya, meski telah dihapus.

Foto itu menunjukkan prototipe Galaxy S10 yang menampilkan dua kamera di bagian depan, yang terletak di sisi kanan layar smartphone.

Posisinya sedikit berbeda dengan rumor soal kamera Samsung Galaxy S10. Akan tetapi, jika melihat bahwa ini merupakan perangkat prototipe, maka ada kemungkinan Samsung memiliki pilihan desain yang lainnya.

{Baca juga: Siap-siap! Ini Tanggal Rilis Samsung Galaxy S10}

Adapun smartphone tersebut akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019.

Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan tersebut terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10. (NM/FHP)

Bikin Panik, Hacker Sebar Peringatan Serangan Nuklir dari Korut

0

Telko.id, Jakarta – Hacker dilaporkan telah membobol kamera keamanan dengan merk Nest dari rumah keluarga Laura Lyons yang berada di Orinda, California, Amerika Serikat. Hacker itu lantas memanfaatkan kamera keamanan untuk menyebarkan peringatan palsu terkait serangan nuklir dari Korea Utara.

Menurut keluarga Lyons, terdengar suara keras mirip pekikan sebelum muncul peringatan siaran darurat yang disampaikan oleh kamera keamanan Nest.

Suara diikuti oleh pesan yang mengklaim tiga misil balistik antarbenua telah diluncurkan dari Korea Utara.

{Baca juga: Diklaim Bisa Pindahkan Gunung, Seberapa Dahsyat Nuklir Korut?}

Tiga misil balistik antarbenua tersebut diklaim mengarah ke area Los Angeles, Chicago, dan Ohio. Peringatan itu juga mengklaim, bahwa Amerika Serikat segera melakukan perlawanan dan berencana menghancurkan Pyongyang, ibukota Korea Utara.

Namun, peringatan itu mengimbau kepada masyarakat di kota terdampak untuk melakukan evakuasi dalam kurun waktu tiga jam. Dalam kondisi panik, Laura Lyons mengaku mencoba mencari konfirmasi melalui berita di televisi dan saluran lain.

Sementara itu, dikutip Telko.id dari 9to5google, Kamis (24/01/2019), anak laki-laki Lyons mencoba menghubungi nomor telepon darurat 911 dan layanan pelanggan Nest untuk mengonfirmasi informasi tersebut. Tapi, ia mendapati bahwa hal itu disebabkan oleh peretasan pihak ketiga di kamera Nest.

{Baca juga: Mi Home Security Camera 360° Dirilis di Indonesia, Apa Keunggulannya?}

Perwakilan Nest membantah bahwa perusahaan telah mengalami pembobolan. Peretasan tersebut diklaim pihak Nest merupakan serangan bertarget yang terjadi di keluarga Lyons, gara-gara menggunakan lagi password lama yang tersedia secara online.

Pihak Nest menyatakan baru-baru ini menerima sejumlah laporan terkait kasus peretasan akibat password yang bocor ke internet. Karenanya, Nest menyarankan kepada pengguna untuk mengantisipasi dengan memanfaatkan fitur verifikasi dua langkah. (SN/FHP)

Indosat Terbitkan Obligasi Rp10 Triliun Buat Bangun Jaringan

0

Telko.id – PT Indosat Tbk (“Indosat” atau “Perseroan”) pada hari ini mengadakan Paparan Publik berkenaan dengan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019 (“Obligasi”) dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan III Indosat Tahap I Tahun 2019 (“Sukuk Ijarah”), keduanya dalam mata uang Rupiah.

Hasil penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah akan digunakan untuk mendanai pembelanjaan Infrastruktur Jaringan yang berupa Infrastruktur Jaringan Akses (Radio & Transport), Jaringan Core (Packet Core & Gateway) dan Infrastruktur IT yang bertujuan untuk menambah kapasitas dan memperluas jangkauan jaringan Perseroan.

Total nilai Program Penawaran Umum Berkelanjutan III ini adalah sebesar Rp.10 Triliun yang terdiri dari Obligasi senilai Rp.7 Triliun dan Sukuk Ijarah senilai Rp.3 Triliun.

Sementara total nilai Obligasi yang diterbitkan untuk tahap I ini sebanyak-banyaknya sebesar Rp. 1,5 Trilliun yang diterbitkan dalam 5 seri. Seri A dengan tenor 1 tahun kisaran kupon 7,25%-8,25%.

Lalu, seri B dengan tenor 3 tahun tingkat kupon ditetapkan 8,50%-9,50%, Seri C dengan tenor 5 tahun dengan tingkat kupon 8,75%-9,75%, Seri D dengan tenor 7 tahun dengan tingkat kupon 9,25%-10,25% dan Seri E dengan tenor 10 tahun dengan tingkat kupon 9,50%-10,50%.

Sementara itu, untuk sukuk ijarah berkelanjutan 3, untuk tahap I diterbitkan senilai Rp 500 miliar. Sukuk ini juga akan diterbitkan dalam lima seri.

Secara keseluruhan komposisi final dari struktur Obligasi dan Sukuk Ijarah akan ditetapkan setelah  proses Bookbuilding selesai dilakukan.

Berdasarkan surat Pefindo No. RC-1202/PEF-DIR/XII/2018 dan No.RC-1203/PEF-DIR/XII/2018 masing-masing tertanggal 4 Desember 2018, hasil pemeringkatan adalah IdAAA (Triple A) untuk Obligasi dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) untuk Sukuk Ijarah.

Bookbuilding akan dilaksanakan mulai tanggal 24 Januari 2019 sampai dengan tanggal 6 Februari 2019. Tanggal efektif diharapkan didapatkan pada tanggal 19 Februari 2019 sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat dilakukan pada tanggal 1 Maret  2019.

President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter mengatakan,”Penerbitan obligasi dan sukuk ijarah ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang keuangan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan belanja investasi Perusahaan. Kami harapkan hal ini akan memberi dampak positif untuk pengembangan bisnis Perseroan ke depannya serta kami dapat semakin fokus dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.”

Penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah Indosat ini dibantu oleh penjamin pelaksana emisi yang terdiri dari PT BCA Sekuritas, PT CGS CIMB Sekuritas Indonesia ,PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas dan. PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Penasehat hukum dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah ini adalah Hadiputranto, Hadinoto & Partners; dengan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., serta auditor independen oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC). (Icha)