spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1381

4 Fitur yang Bisa Kita Harapkan Ada di Smartphone 2019

0

Telko.id, Jakarta – Sementara produsen smartphone berlomba-lomba untuk  membedakan produk mereka, entah terkait desain atau perangkat lunak yang dibawanya, selalu ada beberapa fitur yang dibutuhkan smartphone untuk ada di badannya. Paling tidak, demi tidak tertinggal dari smartphone lainnya.

Sepanjang tahun 2018 lalu misalnya, sejumlah fitur seperti dual camera, bodi logam dan kaca, serta poni atau notch seperti menjadi tren tersendiri di ranah smartphone. Saking populernya, hampir semua smartphone yang beredar di pasaran mengadopsi setidaknya satu dari ketiga fitur itu. Jika tidak punya poni, ya memiliki desain kaca; jika tidak memiliki desain kaca atau yang menyerupainya, ya membawa fitur dual camera; dan seterusnya. Bahkan tak jarang ada yang mengadopsi langsung ketiganya.

Lantas, fitur seperti apa lagi yang kira-kira bisa kita harapkan di tahun 2019 ini? Sekedar triple kamera kah? Warna gradasi kah? Atau…

Untuk kami pribadi, jika mengingat kembali ke tahun 2018 dan menyongsong 2019 ini, paling tidak ada empat fitur yang kami harapkan bisa banyak terlihat di smartphone dalam waktu dekat. Apa saja?

Sidik jari di layar

Menempatkan pemindai sidik jari di bagian belakang ponsel sepertinya tidak akan lagi menjadi pilihan terbaik bagi para produsen smartphone. Sebaliknya, mereka akan memilih untuk menempatkannya di bagian yang tak diketahui orang, misalnya saja di layar.

Salah satu produsen asal negeri tirai bambu, Oppo, mengaplikasikan itu di smartphone teranyarnya, Oppo R17 Pro. Menyebutnya, sebagai pemindai sidik jari tersembunyi, Oppo mencoba memberikan pengalaman baru membuka kunci perangkat yang cepat dan akurat lewat R17 Pro. Teknologi pemindaian sidik jari ini memafaatkan sensor cahaya yang dapat menangkap gambar sidik jari pengguna. Kontribusi dari layar OLED yang memiliki pencahayaan mandiri pun dinilai sangat membantu mempercepat pengenalan sidik jari pada perangkat.

Fotografi low light

Kebutuhan akan kamera yang mumpuni tak dimungkiri akan terus menjadi keinginan para pengguna smartphone. Apalagi selama mengabadikan momen dengan cara sesimpel mungkin masih menjadi kegemaran banyak orang.

Saat ini, sebagian besar smartphone telah datang dengan kemampuan terbaik di sektor kamera. Namun demikian, tak semua bisa diperuntukkan untuk fotografi low light. Fotografi dengan cahaya rendah, bagaimanapun, tetap menjadi tugas yang tidak mudah bagi hampir semua ponsel pintar. Tak heran, jika beragam upaya pun dilakukan, termasuk membekalinya dengan teknologi AI. Oppo menciptakan AI Ultra-Clear engine yang terdiri dari AI engine, Ultra-clear engine dan color engine. Dengan fitur ini, pengguna disebut-sebut tak hanya akan mendapatkan hasil yang jernih dan terang di kondisi banyak cahaya, di malam hari pun sama baiknya.

{Baca juga: Potret Indahnya Malam di Jakarta Pakai Kamera Oppo R17 Pro}

Ketika mengidentifikasi kondisi kurang cahaya, ultra-clear Engine di perangkat secara cerdas akan mengaktifkan ultra-clear night mode untuk memberikan efek pengurangan noise, pengaktifan anti getar dan meningkatkan dynamic range untuk menghasilkan foto malam dengan tingkat kecerahan tinggi, kaya warna dan hasil yang jernih.

Tombol mute fisik

Apple telah mengadopsi fitur ini, pun demikian dengan smartphone yang sudah sejak jauh-jauh hari hengkang dari tanah air, OnePlus. Sekilas, mungkin terdengar sepele. Namun disadari atau tidak, tombol mute fisik memberikan keuntungan bagi pengguna. Kenapa? Karena dapat dengan cepat membuat pengguna merasakan jika ponselnya dalam keadaan diam atau tidak. Tanpa mereka perlu membangunkannya terlebih dahulu.

Sebagian besar ponsel Android mengharuskan ponsel dibangunkan, dibuka kuncinya, dan menekan tombol volume beberapa kali – atau menggunakan tile di dropdown pengaturan cepat – kedua metode ini, walau bagaimanapun, butuh waktu lebih lama dan lebih banyak interaksi daripada hanya menggerakkan saklar ke samping.

Pengisian super cepat

Baterai, bagaimanapun akan terus menjadi isu klasik di kerajaan smartphone. Apalagi dengan semakin berkembangnya kebutuhan manusia dan semakin banyaknya aplikasi yang tersedia.

Tentu saja, baterai dengan kapasitas besar bisa menjadi solusi. Tapi ini juga tak selamanya menolong. Terlebih ketika ponsel yang kehabisan tenaga, harus diburu-buru oleh waktu. Menunggu selama 2,5 jam untuk membuatnya terisi penuh tentu bukan opsi terbaik bukan? Karenanya, fast charging akan selalu dibutuhkan. Jika bisa, lebih cepat dari sebelumnya.

{Baca juga: Menjajal SuperVOOC Flash Charge di R17 Pro, Beneran Cepat?}

Teknologi SuperVOOC Flash Charge milik Oppo misalnya, diklaim dapat mengisi baterai ponsel hingga 40% hanya dalam waktu 10 menit. Selai itu, ini juga aman lantaran SuperVOOC dapat secara inovatif mengurangi voltase pada baterai bi-cell dengan level voltase seperti pada penggunaan baterai tunggal. SuperVOOC juga mengadopsi teknologi 5 tingkatan perlindungan, mulai dari adapter, baterai, lubang pengisian daya terdapat 5 chip yang berfungsi untuk melindungi pengisian daya.

Indosat tunggu Aturan Yang Jelas Dulu, Baru Merger

0

Telko.id – CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter optimis, jika ada aturan yang jelas, maka ada kemungkinan perusahaannya akan mengakusisi operator lain juga terbuka. Yang menurutnya, bukan hanya Indosat, semua operator juga menunggu hal tersebut.

“Industri telekomunikasi saat ini menanti kejelasan aturan kepemilikan spektrum jika kelak ada kesepakatan merger akuisisi antar dua perusahaan seluler,” ujar Chrsi Kanter pada media, beberapa waktu lalu di Yogayakarta.

Foto: Chris Kanter CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo

Apakah frekuensi itu bisa dibawa ketika merger atau tidak? Pasalnya, ketika dulu XL mengakuisisi Axis, frekuensi nya harus dikembalikan. Padahal, frekuensi itu merupakan asset yang sangat berharga bagi sebuah perusahaan itu tidak masuk dalam variable yang diperhitungkan dalam proses akuisisi. Itu sebabnya, masalah frekuensi ini juga ‘harus’ terang benderang, supaya operator yang ingin melakukan akuisisi atau merger ini juga bisa lebih clear saat melakukan pra akuisisi.

Pemerintah mendorong merger akusisi operator telekomunikasi demi menciptakan bisnis seluler yang kondusif, tapi tidak didukung dengan aturan yang jelas.

Bagi Indosat, merger akusisi ini sangat kompleks. Mulai dari kepemilikan spektrum hingga perizinan aset perusahaan, seperti salah satunya izin operasional satelit.

“Saat ini aturannya ngga jelas, apakah spektrum akan masuk sebagai bagian dari kesepakatan bisnis atau engga. Belum soal ijin lainnya apakah masuk dalam kesepakatan bisnis juga?,” imbuhnya.

Chris coba membandingkan dengan industry lain. Misalnya, di industri perbankan. Ada Bank BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) 4 ada lima di sini (Indonesia), semua bikin untung, nggak ada yang banting-bantingan interest, kemudian ada bank BUKU 3, ada 15 di sini, mereka pun bikin untung karena segmentasinya jelas, (walau) nggak ada yang ngatur,” jelasnya.

Namun, Chris menilai bahwa untuk di Industri telekomunikasi tidak bisa di berlakukan tarif batas bawah seperti di industri penerbangan. Kalau di industri penerbangan dimungkinkan, itu menurutnya karena alasan keamanan dan keselamatan. “Kalau di industri beginian (telekomunikasi), siapa yang berani matok minimum pulsa dijual segini,” ujarnya.

Sebenarnya, jika aturannya jelas, Indosat akan cepat bereaksi. Pasalnya, Chris mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak tentang merger akuisisi ini sejak tahun lalu. Sayang, mantan komisari Indosat ini tidak mau mengungkapkan, siapa yang diajak bicara. Hanya saja, santer dibicarakan Indosat Ooredoo bakal melakukan merger akuisisi dengan operator XL Axiata.

Bahkan, menurut Chris juga sudah dibicarakan oleh para investor pada 2018 lalu. Dan, kalau merger akusisi ini benar terjadi maka Chris yakin bahwa Indosat akan imbang dengan Telkomsel.

“Sebenernya paling enak saya nyaplok (mengakusisi-red) perusahaan lain, kalau nyaplok kita akan imbang dengan Telkomsel. Kalau levelling, nggak bunuh-bunuhan nanti,” kata Chris.

Jadi, sesama operator seluler bisa seimbang atau levelling, yang akan membuat iklim usaha pun sehat, antar-operator seluler. “Tidak akan terjadi “bunuh-bunuhan”, seperti perang harga atau menjual pulsa dengan harga semurah-murahnya demi akuisisi pelanggan,” ujar Chris menjelaskan.

Sebagai informasi, Telkomsel saat ini masih menjadi pemimpin di industri telekomunikasi dengan pangsa pasar sebesar 50 persen, sementara Indosat 35 persen dan XL Axiata 15 persen.

Diketahui konsolidasi antar operator seluler di Indonesia memang telah digaungkan sejak beberapa tahun lalu. Termasuk juga Kemenkominfo. Tujuannya agar perusahaan telekomunikasi di Indonesia menjadi semakin kuat dan sehat.

Rudiantara pun telah beberapa kali berbicara soal konsolidasi antaroperator seluler di Indonesia. Terakhir, dirinya kembali melontarkan pernyataan soal konsolidasi operator seluler, pada November 2018 lalu.

Menurut dia merger sangat penting kalau perusahaan telekomunikasi ingin menjadi lebih kuat.

“Konsolidasi perusahaan telekomunikasi atau operator tak melulu soal kebijakan. Namun memang aturannya itu (konsolidasi) belum ada. Kami sedang menyiapkan. Kami juga tidak ingin kebijakan konsolidasi dibuat, tetapi malah tidak ada konsolidasi,” terang Rudiantara, kala itu. (Icha)

 

Samsung Mulai Produksi Penyimpanan Internal 1 TB

0

Telko.id, Jakarta – Pada hari Selasa (29/01) kemarin, Samsung mengumumkan bahwa mereka mulai memproduksi penyimpanan internal atau Universal Flash Storage (eUFS) tertanam sebesar 1 Terabyte (TB) untuk smartphone generasi mendatang.

Dilansir Telko.id dari CNET pada Rabu (30/01/2019) inovasi ini diklaim oleh Samsung sebagai yang pertama di industri smartphone. Selain itu dengan penyimpanan 1TB pengguna dapat menyimpan 260 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K.

Hal ini sangat jauh dibandingkan penyimpanan internal sebesar 64GB yang hanya dapat menyimpan 13 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K. Samsung juga menjanjikan transfer data yang lebih cepat hingga 10 kali lipat kecepatan kartu microSD yang sudah ada selama ini.

{Baca juga: Samsung Stop Kemasan Plastik untuk Bungkus Ponsel}

Pelaku industri smartphone memang berlomba-lomba untuk mengembangkan inovasi di produk mereka seperti kualitas kamera, daya penyimpanan baterai dan tampilan yang semakin ramping.

Namun seiring dengan meningkatnya teknologi kamera dan konten maka permintaan terkait kapasitas ruang penyimpanan yang besar seperti foto yang tajam dan video 4K juga meningkat.

Sebenarnya rumor mengenai penyimpanan 1 TB buatan Samsung sudah berhembus sejak lama. Kabarnya Samsung Galaxy S10 akan memiliki penyimpanan dengan kapasitas hingga 1 TB. Seperti dilansir Gizmochina, handset yang memiliki kode SM-G75FC itu dikabarkan kemungkinan memiliki kapasitas penyimpanan 512 GB. Tapi rentang kapasitasnya bisa berkisar antara 512 GB atau 1 TB.

Smartphone kelas atas ini dikabarkan akan dilengkapi dengan empat kamera belakang atau kamera utama. Sedangkan untuk bagian depan akan dilengkapi dengan kamera berteknologi penginderaan 3D, yang juga berfungsi sebagai kamera selfie canggih.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 5G Punya RAM 12 GB dan Penyimpanan 1 TB?}

Sayangnya rumor tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Samsung. Tapi mereka mereka memiliki rencana untuk memperluas fasilitas produksinya pada paruh pertama tahun 2019 untuk mengantisipasi tren apabila produsen lain juga turut mengembangkan ruang penyimpanan 1 TB tersebut.

Adapun Samsung Galaxy S10  akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019. Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan tersebut terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10.

Samsung Produksi Memori 1 TB, Untuk Galaxy S10?

0

Telko.id, Jakarta – Di masa mendatang, smartphone Samsung generasi selanjutnya mungkin bakal memiliki memori 1 TB. Sebab baru-baru ini, Samsung mengumumkan bahwa mulai memproduksi memori internal atau Universal Flash Storage (eUFS) sebesar 1 TB untuk smartphone Samsung terbaru

Dilansir Telko.id dari CNET pada Rabu (30/01/2019), inovasi ini diklaim sebagai yang pertama di industri smartphone.

Selain itu, dengan memori penyimpanan mencapai 1 TB, pengguna dapat menyimpan file hingga 260 video berdurasi 10 menit dengan resolusi 4K.

Tentu apabila dibandingkan dengan memori penyimpanan sebesar 64 GB sangat jauh perbandingannya. Karena memori sebesar itu hanya dapat menyimpan 13 video berdurasi 10 menit dengan kualitas 4K.

{Baca juga: Samsung Stop Kemasan Plastik untuk Bungkus Ponsel}

Tak cuma kapasitasnya saja yang besar, Samsung juga menjanjikan transfer data yang lebih cepat hingga 10 kali lebih baik ketimbang kartu microSD yang sudah ada selama ini.

Saat ini brand smartphone memang berlomba-lomba untuk mengembangkan inovasi di produk mereka. Ada banyak yang dikembangkan, seperti kamera, baterai, sampai desain yang tampil lebih berbeda.

Namun, seiring dengan meningkatnya teknologi kamera dan makin kreatifnya konten yang diunggah di media sosial seperti YouTube misalnya, permintaan terkait kapasitas memori penyimpanan yang besar untuk menyimpan foto dan video 4K juga meningkat.

{Baca juga: Akhirnya, Undangan Peluncuran Trio Galaxy S10 Tersebar}

Sebenarnya rumor mengenai penyimpanan 1 TB buatan Samsung sudah berhembus sejak lama. Kabarnya, Samsung Galaxy S10 5G akan menjadi yang pertama dengan memori penyimpanan berkapasitas hingga 1 TB.

Handset yang memiliki kode SM-G75FC itu kemungkinan memiliki kapasitas penyimpanan 512 GB. Tapi rentang kapasitasnya bisa berkisar antara 512 GB atau 1 TB.

Smartphone tersebut juga akan dilengkapi dengan empat kamera belakang atau kamera utama. Sedangkan untuk bagian depan akan dilengkapi dengan kamera berteknologi penginderaan 3D, yang juga berfungsi sebagai kamera selfie canggih.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 5G Punya RAM 12 GB dan Penyimpanan 1 TB?}

Sayangnya rumor tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Samsung. Tapi mereka mereka memiliki rencana untuk memperluas fasilitas produksinya pada paruh pertama tahun 2019 untuk mengantisipasi tren apabila produsen lain juga turut mengembangkan ruang penyimpanan 1 TB tersebut.

Adapun Samsung Galaxy S10 akan dirilis pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Galaxy Unpacked 2019, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang MWC 2019. Kepastian tanggal peluncuran Galaxy S10 ini terungkap lewat undangan yang disebarkan Samsung, dimana pada undangan terpampang angka 10 yang diduga kuat sebagai tanda peluncuran Galaxy S10. (NM/FHP)

Apple Segera Luncurkan iPod Touch Generasi Terbaru?

0

Telko.id, Jakarta – iPod Touch generasi terbaru kemungkinan besar bakal segera dikembangkan oleh Apple. Sebab baru-baru ini, ditemukan empat model iPad terbaru dan potensi iPod Touch generasi ketujuh pada sistem operasi iOS 12.2.

Dikutip Telko.id dari Apple Insider, Rabu (30/01/2019), programer Steven Troughton-Smith menemukan empat model iPad baru di kode iOS 12.2. Dua iPad tersebut merupakan versi Wi-Fi Only dan sisanya didukung jaringan seluler.

Throughton-Smith mengunggah informasi bahwa perangkat baru yang terlihat di kode iOS 12.2 berupa iPad Mini dan iPad berukuran layar 9,7 inci. Namun, iPad baru tersebut terlihat tak ada yang memiliki fitur Face ID.

{Baca juga: Apple Music Kini (Baru) Bisa Diakses via Tablet}

Selain iPad, Throughton-Smith juga menyebut bahwa iPod 9,1 kemungkinan besar bisa menjadi nama untuk iPod Touch baru. Pasalnya, perangkat generasi keenam yang sekarang ada di pasaran menggunakan nama iPod 7,1.

Nomor model baru ini menambah daftar kabar rencana Apple untuk membuat iPod Touch generasi ketujuh, iPad 9,7 inci, dan iPad Mini baru. Khusus perangkat terakhir, Apple memang dikabarkan akan menghadirkannya di tahun ini dengan menggunakan prosesor Apple A9.

Sebelumnya, Apple dilaporkan bakal menggunakan port USB-C untuk produk iPhone dan iPad keluaran 2019. Informasi menyebut, port USB-C akan menggantikan port Lightning yang selama ini digunakan untuk iPhone.

{Baca juga: Port USB-C Bakal Tersemat di iPod Edisi 2019?}

Laporan itu berasal dari blog yang kerap memberi bocoran kepada para pemasok Apple, yakni Macotakara. Dalam blog tersebut disampaikan bahwa insinyur Apple ketahuan sedang melakukan transisi ke port USB-C.

Namun demikian, mereka belum mencapai tahap rancangan referensi. Bisa jadi, rencana itu tidak dilakukan oleh Apple pada 2019, tapi mundur ke 2020. Selama ini, Macotakara kerap memberi bocoran jitu soal produk Apple. (SN/FHP)

Lagi Seret, Pengguna Aktif iPhone Tembus 900 Juta

0

Telko.id, Jakarta– Apple tampaknya boleh berbangga, karena pengguna iPhone kini semakin banyak, hampir menembus angka 1 miliar orang. Raksasa dari Cupertino itu bari saja mengumumkan bahwa pengguna aktif iPhone saat ini sudah mencapai lebih dari 900 juta orang.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Rabu (30/01/2019), pencapaian ini merupakan yang pertama kalinya diumumkan Apple secara terbuka dan mewakili nilai tertinggi terkait produk yang mereka buat.

Apple juga mengatakan perangkat Apple Watch, iPad, iPod dan Mac juga mengalami mengalami pertumbuhan. Jumlah perangkat Apple yang saat ini digunakan untuk perangkat-perangkat tersebut tumbuh hingga 1,4 miliar pengguna.

Secara total jumlah pengguna produk non iPhone tumbuh lebih dari 100 juta dalam dua belas bulan terakhir. Selain itu, angkanya naik sebesar 40% dibandingkan 2016 ketika saat itu Apple mencatat pencapaian 1 miliar perangkat aktif.

{Baca juga: Apple Klaim Penjualan iPhone SE “Sold Out”}

Apple sendiri berjanji untuk terus menginformasikan kepada publik mengenai jumlah pengguna mereka secara berkala. Ini akan membantu analis dan investor untuk lebih memahami kinerja bisnis perangkat keras Apple terutama pasca mereka berhenti mengungkapkan pengiriman iPhone pada setiap triwulan.

Sayangnya, Apple memprediksi jika  penjualan iPhone menurun sekali lagi pada kuartal ini. Namun, perusahaan itu dapat menerima dorongan besar begitu kuartal April dimulai.

Apple dilaporkan sedang mengerjakan iPad yang diperbarui, iPad Mini 5, AirPods generasi baru, dan perangkat pengisian AirPower. Perusahaan juga diharapkan untuk mengumumkan layanan streaming video yang sudah lama dikabarkan dalam waktu dekat.

Memang tahun ini analis memberikan kabar yang kurang sedap kepada Apple. Analis Nomura, Anne Lee, memprediksi, penjualan iPhone akan kembali mengalami penurunan pada tahun 2019 dan tahun 2020. Penurunan tersebut diprediksi dari angka 213 juta unit pada tahun 2018 menjadi 204 juta unit pada tahun 2019.

{Baca juga: Tahun Depan Penjualan iPhone Bakal Turun Lagi?}

Menurut laporan 9to5mac, penurunan penjualan iPhone pada tahun 2020 diprediksi menjadi 200 juta unit. Penurunan penjualan itu disebut didorong oleh sejumlah perubahan yang terjadi di departemen eksternal Apple.

Kabarnya, Apple akan mempertahankan bahasa desain yang diperkenalkannya di iPhone X untuk generasi 2019. Hal tersebut berarti penerus iPhone XR, iPhone XS, dan iPhone XS Max akan tampil serupa dengan generasi yang saat ini dipasarkan Apple. [NM/HBS]

Hebat! Gadis 14 Tahun Ciptakan Aplikasi untuk Pasien Alzheimer

0

Telko.id, Jakarta – Biasanya, kehidupan sehari-hari remaja diisi dengan aktifitas dan tugas di sekolah yang sangat padat, atau menghabiskan waktu bermain atau nongkrong bersama teman-teman. Namun, tidak demikian bagi Emma Yang, remaja 14 tahun yang menciptakan sendiri aplikasi ponsel untuk pasien Alzheimer.

Gadis kelahiran Hong Kong ini berhasil menciptakan aplikasi di ponselnya sendiri untuk pasien Alzheimer. Prestasinya ini telah membuat bos Microsoft, Bill Gates dan wakil ketua eksekutif Alibaba Group Holding Joseph Tsai, terkesan.

Yang menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk mengembangkan aplikasi Timeless. Dia menggunakan sistem pengenalan wajah yang didukung oleh kecerdasan buatan, dari Kairos yang berbasis di Miami, untuk membantu pasien Alzheimer mengidentifikasi orang dalam foto dan mengingat siapa mereka.

Dengan aplikasi ini, foto dapat dikelompokkan berdasarkan individu dan juga menyediakan buku telepon berbasis gambar. Dengan fitur ini, memungkinkan pengguna mengetuk foto untuk menelepon atau mengirim pesan teks ke seseorang.

“Apa yang benar-benar memotivasi saya untuk (bekerja dengan Timeless) adalah melihat banyak orang bereaksi terhadapnya. Mereka mengatakan, akan merasa sangat senang memiliki ini untuk anggota keluarga mereka sendiri (yang menderita Alzheimer),” kata Yang.

Yang merupakan salah satu dari sekian  banyak remaja yang telah mempelajari pengkodean perangkat lunak dan menjadi wirausaha di usia muda. Di Hong Kong, banyak siswa yang diarahkan ke pendidikan STEM (sains, teknologi, teknik dan matematika) untuk membantu menumbuhkan budaya inovasi dalam kota.

{Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Tuna Netra ‘Melihat’}

Yang terinspirasi untuk mengembangkan aplikasi yang membantu pasien Alzheimer terhubung dengan orang yang mereka cintai, ketika ia masih berusia 12 tahun. Pada saat itu, neneknya menderita penyakit neurodegeneratif kronis, dan mulai melupakan berbagai hal, misalnya  apa yang dia makan dan tanggal ulang tahun Yang.

“Saya ingin menciptakan sesuatu untuk membantu orang-orang seperti nenek saya, agar tetap terhubung dengan keluarganya,” kata Yang.

“Saya mulai belajar coding ketika saya berusia sekitar enam tahun, dan kemudian mulai mengembangkan game dan situs web,” kata Yang.

Pengembang perangkat lunak ini juga pernah memenangkan kompetisi, di mana ia mengembangkan aplikasi untuk mengidentifikasi apakah cedera kepala bisa menjadi gegar otak. Sejak itu, membuatnya sadar dampak teknologi terhadap kehidupan manusia.

“Saya pikir, kalau begitu, jika saya tahu cara membuat kode, saya juga harus memiliki kemampuan untuk membantu orang,” katanya.

Ayah Yang, yang bekerja di industri teknologi, adalah orang yang memperkenalkannya pada komputer dan Scratch, program pemrograman visual berbasis blok untuk anak-anak.

Namun, kehidupan Yang sebagai pengembang dan wirausaha perangkat lunak muda bukan tanpa tantangan yang berat. Dia mencontohkan, bagaimana ketika pemodal ventura tidak menganggap serius pekerjaannya.

Beberapa dari orang-orang ini, bahkan menyarankan agar dia memamerkan proyeknya di pameran sains atau memamerkannya di internet dan melihat bagaimana hasilnya.

Namun, ia tidak putus asa begitu saja. Dia memulai kampanye crowdfunding Indiegogo pada Maret, tahun lalu untuk mendukung proyek aplikasinya. Upayanya membuahkan hasil, dia berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 10.000.

“Saya pikir ketekunan sangat penting. Jangan pernah biarkan orang lain mengatakan bahwa kamu seharusnya tidak berada di bidang yang paling kamu inginkan,” kata Yang.

Baca juga: Anti Meledak, Peneliti Ciptakan Baterai dari Air

Saat ini, Yang bekerja dengan tim internasional yang mencakup desainer di California dan pengembang yang berbasis di Cologne, Jerman. Kepala kantor perusahaan teknologi Kairos, start-up AI yang teknologinya digunakan dalam aplikasi Timeless, sekarang menjadi penasihat Yang.

Dia mengatakan, kepada para pengusaha muda agar percaya pada diri mereka sendiri, karena remaja hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan.

“Teknologi telah memberdayakan anak-anak dari semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan ide-ide mereka. Beri tahu orang-orang tentang ide anda dan cari tahu siapa yang dapat mendukungnya, pada akhirnya anda akan menemukan orang-orang itu,” katanya. [BA/HBS]

Sumber: SCMP

Bocor! Begini Penampakan Samsung Galaxy S10+

0

Telko.id, Jakarta – Informasi mengenai seri Samsung Galaxy S10 diduga telah bocor. Muncul lebih jelas jika penampakan yang diduga Samsung Galaxy S10+ yang memiliki punch hole atau lubang di sudut atasnya sebagai letak kamera depan.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena Rabu (30/01/2019), kabar mengenai penampakan Samsung Galaxy S10 muncul dari media sosial China Weibo. Pada gambar yang beredar, tampilan menu dan aplikasi Samsung Galaxy S10 ditata dalam UI One terbaru dari Samsung.

Pada tampilan tersebut posisi waktu yang berbeda bisa menjadi perubahan yang dibuat Samsung agar jam dan indikator baterai / sinyal lebih simetris karena kamera yang menghadap ke depan. Perbedaan lain terlihat di sekitar tombol samping.

Pada gambar ini tombol sisi kanan hanya satu dan di sebelah kiri terdapat dua tombol yang diduga merupakan asisten virtual Bixby dan kontrol volume. Tampaknya seperti pada Samsung Galaxy Note 9.

{Baca juga: Layar Samsung Galaxy S10+ Punya Lubang Berbentuk Pil?}

kebocoran informasi  mengenai Samsung Galaxy S10+ juga sudah muncul sejak Desember 2018 lalu seorang leakster Ice Universe melalui akun Twitternya. Dilansir dari phoneArena, Selasa (04/12/2018), Samsung Galaxy S10+ akan memiliki bentuk lubang pada layar yang berbeda, dibandingkan S10 yang tetap mengadopsi desain Infinity-O.

Dengan mengadopsi desain itu, bisa jadi aspek rasio layar ke body pada Samsung Galaxy S10+ mencapai 93,4%, yang artinya hampir seluruh bagian depan smartphone tertutup oleh bentangan layar. Ice Universe juga menyatakan bahwa Galaxy S10+ akan disematkan dua kamera ganda di bagian depannya.

Sensor kamera depan pertama, merupakan lensa normal, sementara sensor lainnya merupakan lensa wide-angleyang mampu mengambil gambar dengan sudut pandang yang lebih luas.

Jika bocoran tersebut benar, maka bisa jadi lubang kamera di bagian depan Galaxy S10+ akan berbentuk seperti pil. Sebab, lubang tersebut akan menyimpan dua kamera dengan satu kamera di antaranya berukuran lebih besar.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10+ Versi 5G Ekslusif untuk Korea}

Dikabarkan juga, Samsung Galaxy S10+ akan mempunyai tiga kamera utama di bagian belakangnya. Kemungkinan, ketiga kamera itu beresolusi 12MP lensa wide-angle, 12MP lensa telephoto, dan 16MP lensa super wide 120 derajat.

Pihak Samsung sendiri masih belum merilis seri Samsung Galaxy S10 tersebut. Mereka akan merilisnya pada tanggal 20 Februari 2019 di acara Samsung Unpacked, yang biasanya berbarengan dengan digelarnya ajang Mobile World Congress 2019.

IESPL, Wadah Atlet eSport Indonesia Menuju Kelas Dunia

Telko.id – Pemerintah Indonesia bakal menggelar kompetisi esport terbesar untuk pertama kalinya diadakan. Kompetisi itu ditargetkan menjadi ajang adu bakat para gamers Mobile Legend Indonesia agar bisa berkompetisi di kelas dunia.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara berharap dapat menjadi wadah para gamers Tanah Air lebih unggul lagi ke depannya di kancah internasional.

“Masyarakat dapat mendukug para gamers Indonesia. Kita punya 43 juta gamers, namun skill saja belum cukup kalau tidak didukung oleh seluruh masyarakat,” ujar Rudiantara.

Menurut Rudiantara, pemerintah berupaya membangun akses internet cepat di seluruh Indonesia agar esports bisa berkembang dan menghasilkan atlet yang berprestasi. “Kami terus mendorong kemajuan akses internet di seluruh Indonesia sehingga kompetisi Esports ini dapat digelar dan menghasilkan atlet berprestasi,” kata Rudiantara.

Kompetisi memperebutkan Piala Presiden Esport itu akan digelar mulai Januari hingga Maret 2019. Piala Presiden Esports 2019 akan menjadi ajang tahunan guna memfasilitasi dan memberdayakan gamers dari berbagai daerah.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo ingin suatu saat Indonesia memiliki sumber daya manusia gamers yang unggul dan berkompeten di bidang esport.

Menurut Moeldoko, Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus terhadap potensi generasi milenial dan gamers.

Presiden Indonesia Esport Premier League (IESPL) Giring Ganesha mengungkapkan, penyelenggaraan Piala Presiden Esports 2019 sebab terinspirasi harapan Presiden Joko Widodo yang menginginkan kemajuan ekosistem esports di Indonesia. 

Game Mobile Legends dipilih karena menjadi salah permainan primadona para gamers saat ini. Dalam kompetisi yang digelar tidak hanya  mencari tim terbaik, namun juga mengadakan pembekalan pengetahuan dan berbagi pengalaman para gamers. 

Kompetisi Piala Presiden Esport 2019 terlaksana melalui kerja sama antara Kementerian Kominfo, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kantor Staf Presiden dan Badan Ekonomi Kreatif serta IESPL.

Penyisihan di Delapan Daerah

Piala Presiden Esports 2019 digelar dalam dua tahapan, yaitu turnamen regional dan turnamen nasional. Turnamen regional di delapan daerah berlangsung di Palembang Sport Convention Center dan Bali Galeria Shopping Center 9-10 Februari 2019, Surabaya Town Square dan Trans Studio Mall Makassar, 16-17 Februari 2019, The Park Mall Solo dan Manado Town Square, 23-24 Februari 2019, Aston Pontianak dan Sumarecon Mall Bekasi 2-3 Maret 2019.

Babak kualifikasi diikuti 512 pemain dari masing-masing regional. Selanjutnya, tim terbaik dari delapan kota itu akan mengikuti bootcamp dengan pelatih dan manajer ahli IESPL. Setelah itu, mereka yang lolos akan bersaing di babak Grand Final Piala Presiden 2019 di Istora Senayan, Jakarta pada akhir Maret 2019 yang akan dihadiri Presiden Jokowi.

Presiden IESPL Giring Ganesha mengungkapkan, Presiden Joko Widodo secara langsung menginspirasi kompetisi ini dan menginginkan kemajuan ekosistem Esports. Giring memaparkan, saat ini ada 50 juta pemain video game di seluruh Indonesia. “Perkembangan pesat ini tak lepas dari stabilnya jaringan internet di Indonesia dan meluasnya transaksi secara daring sebagai bukti pertumbuhan ekonomi digital kita,” katanya.

PP Yang Melindungi Atlet eSport

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk selalu melindungi masyarakat dan memfasilitasi inovasi produk teknologi permainan interaktif.  Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengeluarkan peraturan menteri untuk melindungi gamers dan masyarakat atas produksi teknologi.

“Aturannya itu dijabarkan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika RI (Permenkominfio) Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik. Aturannya telah ditetapkan tanggal 15 Juni 2016 kemudian diundangkan 20 Juli 2016,” ujar Menteri Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, ruang lingkup peraturan tersebut terdiri dari klasifikasi konten maupun pembatasan usia pengguna. Menurut Rudiantara berdasarkan peraturan Menteri tadi, untuk kategori umur diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu usia 3 tahun atau lebih, 7 tahun atau lebih, 13 tahun atau lebih, 18 tahun atau lebih serta semua golongan usia.

Selain itu, pada peraturan tersebut juga dijabarkan mengenai peran masyarakat ketika menggunakan perangkat permainan teknologi informasi yang patut diperhatikan.

“Masyarakat atau pengguna teknologi informasi dapat menyampaikan terhadap hasil klasifikasi permainan interaktif elektronik ke pemerintah yang dianggap negatif,” ucap Rudiantara.

Untuk pengaduan dari masyarakat dapat disampaikam melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo melalui website igrs.id.

Berdasarkan riset permainan interaktif tahun 2017, Indonesia merupakan pasar terbesar games di Asia Tenggara. Pemerintah juga telah meminta dilakukannya sinergi dengan developer game lokal guna mewujudkan tahun 2020 para pengembang mampu menguasai 50 persen saham market share domestik. (icha)

 

Menengah Terjangkau dengan Helio P60

0

Telko.id – Nokia baru saja merilis smartphone menengah terbarunya, Nokia 5.1 Plus ke Indonesia. Smartphone ini dibanderol dengan harga Rp 2,5 jutaan, dan menjadi salah satu smartphone andalan brand asal Finlandia ini untuk bersaing di segmen smartphone menengah di Tanah Air.

Dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau untuk sekelas smartphone menengah, Nokia 5.1 Plus juga menawarkan sejumlah keunggulan yang menjadi daya tariknya.

Keunggulan tersebut disematkan Nokia pada beberapa sektor penting, seperti desain dan juga spesifikasinya.

{Baca juga: Review Nokia 6.1 Plus: Tangguh dengan Kualitas Khas Finlandia}

Nah, tim Telko.id sendiri telah mencoba smartphone tersebut ketika resmi dirilis di Indonesia. Karenanya, kami akan membagikan sedikit pengalaman serta rangkuman soal smartphone ini lewat hands-on Nokia 5.1 PlusSo, yuk simak!

Desain

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Sama seperti “kakaknya”, Nokia 6.1 Plus, smartphone ini mengusung desain kekinian dengan layar memanjang dan memiliki notch atau poni di bagian atasnya. Akan tetapi, 5.1 Plus tetap mempunyai karakter desain khas brand asal Finlandia, yakni build quality yang bagus.

Nokia 5.1 Plus dibangun menggunakan frame berbahan dasar logam padat dan body berbahan polycarbonate yang dilapisi oleh kaca 2,5D yang melengkung di depan dan belakangnya. Dengan desain itu, 5.1 Plus otomatis nyaman digenggam dan digunakan.

Smartphone ini memiliki layar berjenis IPS LCD berukuran 5,8 inci dengan resolusi HD+ (720 x 1.520 piksel) dan aspek rasio 19 : 9. Di bagian atas layarnya, terdapat notch atau poni dengan ukuran yang lebih besar daripada Nokia 6.1 Plus.

Jika melihat dari ukuran layarnya, maka smartphone punya ukuran dan feel seperti iPhone X, yang berarti nyaman digunakan oleh satu tangan karena ukurannya yang terbilang tak terlalu besar.

{Baca juga: Smartphone Menengah jadi Fokus Utama, Nokia: Biar Gak Mahal}

Desain itu senada dengan penyataan Head of Marketing Indonesia for HMD Global, Miranda Warokka yang mengatakan bahwa pihaknya akan tetap menjaga kualitas khas brand asal Finlandia ini pada produk-produknya. Ia mengatakan, build quality dari body smartphone akan tetap menjadi keunggulan smartphone keluaran mereka.

Meski desain layarnya berponi poni seperti smartphone menengah lain di kelasnya, ada satu yang berbeda di bagian depan Nokia 5.1 Plus, yakni adanya logo Nokia di bagian bawah layar. Tampak sederhana, namun sukses membawa perbedaan yang cukup menarik perhatian.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Sementara bagian belakangnya, desain smartphone tersebut sebenarnya tidak terlalu spesial, dan cenderung “terlalu sederhana”. HMD Global hanya memberikan tiga opsi warna standar, tanpa efek gradasi bagi konsumennya, yakni Gloss Black, Gloss White, dan Gloss Midnight Blue.

{Baca juga: Nokia 9 PureView akan Diluncurkan di Indonesia?}

Di bagian ini, terdapat frame kamera dengan posisi vertikal di bagian tengah atas smartphone, yang digabungkan dengan LED Flash. Tepat di bawahnya, ada sensor sidik jari yang mudah dijangkau jari dan didesain seakan menyatu dengan warna body smartphone.

Tak lupa, logo khas Nokia dan Android One juga terdapat di body belakang smartphone, untuk melengkapi desain bagian belakang smartphone ini.

Spesifikasi

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Nokia 5.1 Plus ditenagai oleh spesifikasi yang terbilang mumpuni. Smartphone ini ditopang oleh prosesor octa-core 1,8 GHz MediaTek Helio P60, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan baterai berkapasitas 3,060 mAh.

Berbicara soal MediaTek Helio P60, chipset memiliki performa yang hampir setara dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 636. Sehingga, smartphone itu pun bisa dikatakan setara dengan sejumlah smartphone menengah lainnya, yakni Xiaomi Redmi Note 5, Asus ZenFone Max Pro M1, sampai Nokia 6.1 Plus.

Spesifikasi itu, mampu mendukung seluruh proses yang berjalan di atas Android One (Android 8.1 Oreo) yang mendapatkan pembaruan ke versi Android 9 Pie. Perlu diketahui, Android One memiliki tampilan yang didesain dengan navigasi yang lebih natural dan nyaman digunakan.

{Baca juga: 3 Mitos Baterai Ponsel yang Selalu Dibahas, Faktanya?}

Performa sistem operasi ini pun sudah dimaksimalkan oleh Google, sehingga berpengaruh pada meningkatnya pengalaman pengguna atau user experience (UX). Seperti smartphone Nokia lainnya, HMD Global menjanjikan pembaruan sistem operasi sampai 2 tahun, dan security pacth selama 3 tahun setiap bulannya.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Menurut Gadget Enthusiast, Lucky Sebastian, Nokia 5.1 Plus merupakan smartphone yang cocok digunakan oleh pengguna yang mementingkan pekerjaan, seperti membuat email, mengedit foto, dan pekerjaan lainnya.

Sebab, berdasarkan benchmark di PCMark Work misalnya, performa smartphone ini lebih unggul dibandingkan smartphone lain dengan prosesor Snapdragon 636 seperti Redmi Note 5. Meski demikian, smartphone itu tetap mumpuni untuk memainkan game populer seperti PUBG, Mobile Legends, dan lainnya.

{Baca juga: Smartphone Android Q Bakal Secanggih iPhone XS?}

Nokia 5.1 Plus juga disematkan fitur bernama Adaptive Battery ketika diperbarui ke Android Pie. Fitur ini, mampu mempelajari kebiasaan pengguna ketika menggunakan smartphone-nya, untuk menyesuaikan pengaturan smartphone yang pas demi menghemat daya baterai.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Sementara untuk kameranya, Nokia 5.1 Plus punya kamera ganda di bagian belakangnya dengan resolusi masing-masing 13MP aperture f/2.0 dan 5MP lensa depth yang dapat membantu pengguna mengambil foto bokeh.

Sedangkan kamera depannya, 5.1 Plus mempunyai kamera dengan resolusi 8MP. Ada beberapa fitur yang dibawa Nokia ke dalamnya, seperti Bothie yang bisa mengaktifkan kamera depan dan belakang secara bersamaan, sampai Portrait Lighting yang memberikan efek studio pada foto pengguna. So, bagaimana menurut Anda? (FHP)