spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1374

Trio Samsung Galaxy S10 Dapat Dukungan HDR10 untuk Netflix

0

Telko.id, Jakarta – Ada kabar menggembirakan bagi penggemar konten Netflix yang membeli ketiga seri Samsung Galaxy S10. Kabarnya mereka akan mendapat dukungan High Dynamic Range atau HDR10, untuk yang ingin menonton film di smartphone tersebut.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Sabtu (02/03/2019), fitur yang diberikan Samsung bisa dibilang sebagai inovasi terbaru. Pasalnya sebagian besar ponsel yang diluncurkan tidak memiliki dukungan HDR untuk Netflix sejak awal, tetapi mereka mendapatkannya setelah menambah perangkat lunak lagi.

HDR10 adalah sebuah format yang mendukung kecerahan hingga 4.000 nit, dengan kedalaman warna 10 bit sehingga video yang ditayangkan lebih maksimal.

Untuk memasang perangkat HDR10 biasanya smartphone Anda harus memiliki  spesifikasi canggih dan saat ini tercatat bahwa ada beberapa  perangkat Android yang mendukung mode HDR10 termasuk Galaxy S10 yang sudah memasukan mode tersebut di dalam perangkat.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Punya Fitur Dompet Cryptocurrency}

Selain menambahkan dukungan HDR10 ke Galaxy S10, Galaxy S10e, dan Galaxy S10+, Samsung juga menggulirkan pembaruan untuk tiga seri smartphone terjangkaunya, yakni seri Galaxy M10, Galaxy M20 dan Galaxy M30, yang akan memiliki dukungan HD untuk Netflix.

Sebelumya ada bonus menarik bagi pembeli Galaxy S10 dan S10+, yakni pelindung layar atau screen protector, sehingga perangkat mereka bisa lebih terlindungi.

Samsung mengakui jika pelindung yang mereka pasang tidak sekuat pelindung berbahan kaca, tetapi menurut Samsung beberapa pelindung pihak ketiga yang berbahan kaca bisa menghalangi pemindai sidik jari dalam layar.

{Baca juga: Pembeli Samsung Galaxy S10 Dapat Bonus Pelindung Layar}

Dengan cara ini, setidaknya Anda dapat membuka kunci ponsel dengan sidik jari Anda dengan baik mungkin sampai Anda memasang jenis kaca tempered pihak ketiga yang layak atau pelindung poliuretan yang tidak menghalangi kerja pemindai sidik jari. [NM/HBS]

Sumber: PhoneArena

Samsung Tawarkan Konsep Layar Lipat ke Apple dan Google

0

Telko.id, Jakarta – Setelah meluncurkan smartphone layar lipat, Samsung membuktikan diri berada selangkah di depan dari para pesaingnya. Namun bisnis tetaplah bisnis. Samsung kabarnya malah menawarkan konsep teknologi layar lipat kepada para rivalnya, termasuk kepada Apple dan Google.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Sabtu (02/03/2019), menurut sumber internal perusahaan, Samsung telah menyediakan panel layar 7,2 inci ketika dibentangkan. Ini lebih kecil dari Samsung Galaxy Fold yang memiliki ukuran 7,3 inci.

Informasi ini menguatkan dugaan bahwa Samsung bersedia mengorbankan eksklusivitas inovasi mereka demi menumbuhkan konsep ponsel lipat secepat mungkin.

Pada tahun lalu, Samsung kabarnya juga memberikan sampel smartphone layar lipat kepada Xiaomi, Oppo dan Huawei, dimana saat ini ponsel layar lipat dari Huawei pun hadir dengan nama Huawei Mate X.

{Baca: Bos Huawei Sindir Samsung Galaxy Fold, Apa Katanya?}

Lantas, kenapa harus ditawarkan kepada Apple dan Google yang sejatinya adalah musuh bebuyutan Samsung? Yup, kembali lagi ini hanyalah soal bisnis. Karena jika kedua perusahaan itu tertarik menggunakan teknologi layar lipat yang ditawarkan, maka Samsung akan “panen besar”.

Sebagai produsen utama layar OLED saat ini, Samsung akan mendapat banyak menerima orderan atau permintaan panel OLED yang dapat dilipat, jika Apple dan Google ikut membuat ponsel layar lipat.

Dan akhirnya, pundi-pundi Samsung akan semakin penuh jika ponsel layar lipat akan menjadi tren baru, jika Apple dan vendor ponsel Android lainnya ramai-ramai membuat ponsel layar lipat yang menggunakan panel OLED buatan Samsung.

Meski bangga menjadi yang pertama meluncurkan smartphone layar lipat, namun raksasa elektronik asal Korea Selatan ini sejatinya masih ketar-ketir, karena ekosistem perangkat layar lipat masih belum terbentuk, yang membuat harganya masih sangat mahal.

Jika itu (layar lipat) adalah masa depan smartphone, Samsung ingin menjadi yang terdepan. Tetapi mereka juga untuk meningkatkan daya tarik massa dan menurunkan harga sesegera mungkin. Dengan begitu, Samsung bisa menggenjot penjualan handset-nya, di tengah stagnasi industri smartphone saat ini.

Sebelumnya, di acara “Galaxy Unpacked 2019” pada Februari lalu, Samsung Galaxy Fold resmi diluncurkan. Smartphone ini memiliki layar utamanya berukuran 7,3 inci, dengan layar sekunder berukuran 4,6 inci yang akan aktif ketika dilipat.

{Baca: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Galaxy Fold ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan ditopang oleh dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh.

Sedangkan di acara Mobile World Congress (MWC) 2019, Huawei juga memperkenalkan ponsel layar lipat terbarunya bernama Huawei Mate X, dengan tampilan yang lebih tipis, memiliki layar lebih besar, dan lipatan lebih rata.

Mate X hadir dengan layar berukuran 8 inci dan didesain agar layarnya dapat dilipat ke luar. Ketika dilipat, layar bagian depan berukuran 6,6 inci dan aspek rasio 19,5 : 9 akan aktif, sementara layar yang berada di bagian belakang dengan ukuran 6,38 inci dan aspek rasio 25 : 9 akan mati.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X: “El Clásico” Smartphone Lipat}

Selain area layar lebih lebar, keuntungan desain yang diusung Mate X yaitu memungkinkan ketebalan perangkat hanya setebal 11mm. Ketebalan tersebut lebih tipis jika dibandingkan dengan dimensi Galaxy Fold. [NM/HBS]

Sumber: PhoneArena

Diskon Harga, Apple Pencil Kini LebihTerjangkau

0

Telko.id, Jakarta – Berita bagus bagi para Apple fanboy. Apple Pencil yang digunakan iPad generasi keenam, serta model iPad Pro yang dirilis sebelum 2018 mendapat diskon harga, yakni turun sekitar $ 20 dari harga biasanya $ 99 di Amazon,

Menurut MacRumors, dengan diskon harga yang diberikan ini menjakan Apple Pencil kini dibanderol seharga $ 79,88. Dengan begitu, menjadikan perangkat ini menjadi lebih terjangkau.

Dibandingkan dengan stylus yang lebih terjangkau untuk iPad, seperti Logitech Crayon, Apple Pencil menawarkan tekanan dan sensitivitas miring, yang menjadikannya pilihan yang lebih baik bagi mereka yang ingin berkreasi dengannya.

Sementara itu, Apple Pencil 2 telah dirilis bersamaan dengan iPad Pro pada 2018. Apple Pencil generasi kedua ini memiliki kemampuan pengisian daya dengan cara yang lebih elegan, secara nirkabel.

{Baca juga: Apple akan “Sulap” iPhone jadi Paspor}

Caranya cukup dengan menempelkan magnetik ke sisi iPad Pro. Namun, aksesori seharga $ 129 ini hanya dapat beroperasi pada model iPad yang lebih baru. Sementara, yang didiskon saat ini ditujukan bagi perangkat yang lebih tua.

Apple sendiri kabarnya sedang “bermain-main” dengan gagasan untuk mengembangkan teknologi perangkat stylus-nya itu. Berdasarkan gambar konsep yang tersebar, nantinya pensil pintar buatan Apple ini bisa bekerja tanpa bantuan iPad Pro.

Seperti dikutip dari Slashgear, konsep kerja Apple Pencil masa depan ini sedang digodog oleh tim pengembangan Apple. Seperti yang Anda lihat pada gambar di bawah, perangkat pensil digital ini nantinya bisa bekerja tanpa perlu menggunakan iPad Pro.

{Baca juga: Apple Pencil akan Bisa Bekerja Tanpa iPad Pro}

Sebagai ganti iPad Pro, pensil pintar ini akan bekerja dengan dukungan iMac dan MacBook yang dilengkapi sensor di bagian atas layar. Sensor itu berfungsi melacak posisi, gerakan, bahkan orientasi Apple Pencil.

Meski memakai bantuan iMac dan MacBook, perangkat pensil ini tetap beroperasi tanpa menyentuh layar. Apple Pencil ditempelkan ke permukaan benda apapun, kemudian ditangkap oleh sensor dan disalin secara digital dalam bentuk 3D di MacBook.

Sumber : The Verge

 

Cerita Dibalik Unicorn, Decacorn dan Hectocorn di Indonesia

0

Telko.id – Ekonomi digital saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah. Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) Rudiantara memasang target ada 20 Unicorn hingga tahun 2025 mendatang.

“Startup dan Unicorn tumbuh begitu cepat, kita bisa melihat bahwa mereka bisa membantu menyelesaikan banyak permasalahan yang ada di masyarakat Indonesia. Contohnya Go-Jek dan Traveloka. Apakah kita mau mereka ditutup? Jawabannya tidak. Karena justru mereka hadir untuk masyarakat,” kata Rudiantara pada diskusi media, di Jakarta, Selasa (26/02/2019).

“Jadi aplikasi yang dikembangkan itu bukan teknologinya, tapi pola pikirnya. Kalau ditanyakan unicorn untuk siapa? Ya, kita harus mendorong startup di Indonesia menjadi Unicorn karena dari sini tumbuh pemikiran baru. Kalau startup divaluasi secara bisnis, barulah kita bicara Unicorn,” ungkap Rudiantara.

Bahkan, Chief RA, begitu pria ini sering disebut, selain Unicorn, juga ada Decacorn dan Hectocorn. Beberapa Startup, menurutnya sudah masuk dalam kategori Decacorn dan Hectocorn, hanya saja beberapa startup tersebut belum terdaftar.

Sebelum itu mari mengenal apa itu istilah Unicorn, Decacorn dan Hectocorn dalam dunia startup.

Pertama adalah Unicorn, istilah ini mengacu kepada startup yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. Berikutnya ada Decacorn, yaitu startup yang telah memiki valuasi sebesar USD 10 miliar. Lalu terakhir ada Hectocorn yang biasa disebut juga dengan Super Unicorn adalah startup yang telah memiliki valuasi sebesar USD 100 miliar.

Untuk Asia Tenggara saat ini ada tujuh startup Unicorn. Empat diantarannya merupakan startup Indonesia yakni Go-jek, Bukalapak, Traveloka dan Tokopedia. Dan, ada satu perusahaan yang baru saja menyandang status Decacorn beberapa hari lalu yakni Grab.

Salah satu startup Indonesia, yang ‘digadang-gadang’ siap menjadi startup Decacorn yaitu Go-jek. Dengan pendanaan terbarunya dari Google, Tencent dan JD.Com, valuasi Go-jek saat ini mencapai USD 9,5 miliar, siap menyusul Grab.

Untuk mencapai gelar Unicorn bukan lah hal yang mudah, dengan kerja keras menghasilkan sebuah hasil yang memuaskan dan menarik bagi investor untuk mendanai para startup ini. Berikut daftar startup Unicorn yang mendapatkan suntikan dana :

  • Bukalapak. Sejauh ini situs marketplace ini mendapatkan investasi sebesar USD 50 Juta dari Mirae Asset-Naver
  • Tokopedia. Mendapatkan investasi sebesar USD 1 miliar dari Alibaba dan Softbank.
  • Traveloka. Mendapatkan investasi sebesar USD 500 Juta dari Expedia Group
  • Go-jek. Perusahaan ini yang paling banyak mendapatkan suntikan dana hingga sekarang total nilai investasinya sebesar USD 9,5 miliar, perusahaan yang investasi ke go-jek diantarannya. Tencent Holdings, Google, JD.Com, Astra Internasional, Grup Djarum,KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Markets.

Pemerintah sendiri cukup agresif mendorong para stratup untuk tumbuh dan berkembang menjadi unicorn baru. Salah satu upayanya adalah memberikan dukungan roadshow ke luar negeri, seperti Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Amerika Serikat untuk mempertemukan bisnis dengan modal ventura.

Di dalam negeri sendiri, pemerintah membantu dari sisi regulator untuk mempermudah Startup di Indonesia. Misalnya, untuk membuat stratup tidak perlu minta izin, cukup registrasi saja, itupun dapat dilakukan secara online.

Selain sebagai regulator, pemerintah juga mempunyai peran sebagai fasilitator dan akselerator. Setelah memberikan kemudahan proses perijinan Startup, Kementerian Kominfo juga berupaya mendorong Startup yang memiliki kualitas namun minim pendanaan dengan menginisiasi program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Termasuk juga membentuk komunitas dengan founder dari semua startup agar bisa mengakselesari pertumbuhannya supaya menjadi Unicorn. (RIZ/Icha)

 

Grab ‘Memproklamasikan’ Diri Jadi Decacorn Pertama di Asia Tenggara.

0

Telko.id– Tetiba, pada 27 Februari lalu, Grab ‘Memproklamasikan’ diri menjadi Decacorn pertama di Asia Tenggara. Itu terlihat ketika masuk ke website nya, yang pertama kali adalah tulisan “Terima Kasih Telah Jadikan Grab Decacorn Pertama”.

Selanjutnya, tertulis juga tentang latarbelakang tentang apa itu Unicorn dan ungkapan terimakasih Grab pada para pelanggannya dengan memberikan diskon#LEVELDECACORN hingga 70% untuk semua layanan Grab, berlaku di seluruh Indonesia dari 28 Februari – 14 Maret 2019 selama promo tersedia setiap harinya.

Memang belakangan ini, banyak startup yang mengejar ‘label’ decacorn ini. Setelah melewati level Unicorn terlebih dahulu. Dimana untuk dapat disebu unicorn, sebuah perusahaan dengan penilaian lebih dari US $ 1 miliar, atau bahkan decacorn, yang memerintahkan penilaian setidaknya $ 10 miliar.

Jadi wajar, jika Grab begitu  ‘senang’ sampai-sampai mengumumkan pencapaiannya dan memberikan promo bagi para penggunannya.

Grab merupakan aplikasi yang menawarkan berbagai layanan, mulai dari transportasi, pengiriman makanan, pengiriman paket, pembayaran dan layanan keuangan hingga streaming video, melalui penawarannya seperti GrabBike, GrabCar, GrabFood, GrabPay, GrabTaxi, GrabRewards, GrabExpress, GrabFresh, GrabShuttle , GrabWheels, dan GrabDaily. Ke depan, ia juga bertujuan untuk menciptakan 100 juta pengusaha mikro melalui ekosistemnya.

Sekarang, Grab telah menjadi pemimpin pasar di Asia Tenggara dan telah melampaui decacorn, melayani jutaan orang di seluruh Asia Tenggara. Ini membanggakan strategi platform terbuka yang membantu berbagi manfaat dan penghargaan dengan semua pihak.

Misalnya, dengan bermitar dengan OVO untuk pembayaran digital, membuatnya lebih mudah untuk membayar wahana Grab, serta dengan HOOQ, menawarkan hiburan berkualitas untuk pengguna platinum tepat di aplikasi.

Keberhasilan Grab naik level ini tidak lepas dari banyak nya investor yang bergabung. Seperti Temasek, Qunar, Tiger Global, Softbank, China Investment Corporation dan Toyota Motor Corp.

Grab melihat Asia sebagai peluang pasar besar dengan potensi pasar $ 25 miliar untuk transportasi dan pasar $ 500 miliar untuk pembayaran.

Asia Tenggara juga memiliki potensi luar biasa untuk bisnis ridesharing. Dengan populasi gabungan 640 juta, kepemilikan mobil di wilayah ini termasuk yang terendah di dunia yaitu 70 mobil per 1.000 orang, dibandingkan dengan 103 mobil per 1.000 orang di Cina dan 574 di AS.

Data Grab menunjukkan bahwa penetrasi smartphone dapat berlipat dua dalam lima tahun ke depan di Indonesia, Myanmar dan Filipina, sementara itu telah melampaui 100 persen di Malaysia, Thailand dan Singapura. Antara 2014 dan 2015, transaksi non tunai di Asia melonjak 43,4 persen. Untuk mendukung operasi bisnisnya, Grab memiliki pusat penelitian dan pengembangan di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Beijing, Kota Ho Chi Minh, Seattle dan Bangalore. (Icha)

Vivo Bagi-bagi Hadiah Jelang Peluncuran Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Vivo menggelar beberapa aktivitas digital seru dan bagi-bagi hadiah untuk menyambut peluncuran Vivo V15 pada 5 Maret 2019 nanti. Aktivitas digital tersebut masing-masing adalah Go Follow, Go Up! dan Go Talk, Go Up! serta Go Guess, Go Up!

Vivo rencananya akan menggelar acara peluncuran Vivo V15 dalam acara khusus di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Tim Telko.id pada Jumat (01/03/2019), aktivitas digital ini menggunaka kanal e-commerce JD.ID, Akulaku, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli.

General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia, Edy Kusuma menjelaskan bahwa beberapa aktivitas digital yang digelar Vivo bersama 6 situs e-commerce sebagai sarana bagi masyarakat umum untuk bisa menjadi bagian dari peluncuran resmi Vivo V15 di Indonesia.

“Kami ingin masyarakat juga bisa memperoleh kesempatan mendapatkan hadiah-hadiah menarik melalui aktivitas digital yang seru di online platform dan media sosial dengan cara yang menantang, bahkan peserta bisa mendapatkan unit Vivo V15 secara gratis,” ungkap Edy.

{Baca juga: Peluncuran Vivo V15 Digelar di Taman Air Mancur Sri Baduga}

Pada aktivitas Go Follow, Go Up!, peserta kompetisi hanya perlu mem-follow Official Store Vivo yang ada di Shopee, Lazada, dan Tokopedia. Setelah itu mereka bisa membuka kunci gembok dari hadiah-hadiah menarik yang disediakan oleh Vivo dan ketiga platform e-commerce tersebut.

Hadiah pertama berupa 5 unit headphone, 10 unit mystery box untuk hadiah kedua, dan 5 unit backpack eksklusif vivo sebagai hadiah ketiga bagi masing-masing pemenang yang beruntung. Peserta juga berkesempatan untuk bersaing mendapatkan 1 unit hadiah Grand Prize berupa Vivo V15.

Sementara itu, aktivitas digital Go Talk, Go Up! digelar di e-commerce JD.ID dan Blibli.com. Pada aktivitas digital ini, peserta wajib memberikan pendapat yang kreatif mengenai alasan memilih untuk melakukan upgrade smartphone ke Vivo V15.

Pada kompetisi ini tersedia hadiah utama berupa 1 unit Vivo V15, hadiah kedua 7 unit Headphone, dan hadiah ketiga berupa 7 unit Backpack eksklusif Vivo.

Aktivitas digital selanjutnya adalah Go Guess, Go Up! yang telah berjalan di akun media sosial dari JD.ID, Akulaku, Shopee, Tokopedia, Lazada, dan Blibli.com.

Pada aktivitas digital ini yang telah diikuti ratusan ribu peserta ini cukup mudah, hanya dengan menebak hal-hal yang berkaitan dengan Vivo V15 di setiap social media, seperti menebak nama inovasi terbaru, nama dari kamera depan, jumlah kamera belakang, dan masa garansi Vivo V15.

Peserta yang menjawab benar dan menuliskan harapan terhadap produk tersebut di kolom yang telah disediakan akan berkesempatan memperoleh hadiah 1 unit Vivo V15.

Pengumuman pemenang dari kedua aktivitas digital Vivo tersebut akan diumumkan bertepatan dengan acara “Vivo V15 Go Up Grand Launch” pada 5 Maret 2019, melalui media sosial e-commerce dan landing page Vivo V15.

Hadirnya kompetisi digital di e-commerce dan media sosial untuk mendukung acara “Vivo V15 Go Up Grand Launch” ini melengkapi kampanye digital #VivoV15GoUp yang mengajak masyarakat untuk meng-upload foto bertema “UP” ke website Vivo Indonesia.

{Baca juga: Hands-on Vivo V15: Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury}

Dua pemenang terpilih akan memperoleh kesempatan hadir di acara peluncuran resmi “Vivo V15 Go Up Grand Launch” di Purwakarta dengan menggunakan helikopter dari Jakarta.

“Kompetisi digital ini kami harap dapat meningkatkan antusiasme konsumen untuk menyambut Vivo V15 Go Up Grand Launch pada 5 Maret mendatang. Kami ingin peluncuran Vivo V15 ini dapat dinikmati dan dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Edy.

Sesuai dengan konfirmasi sebelumnya, Vivo V15 Go Up Grand Launch akan disiarkan secara langsung di 5 stasiun televisi swasta dan 9 platform digital. Selain itu Vivo juga akan menyiarkan melalui platform digital Vivo Indonesia yaitu Facebook Vivo Indonesia, YouTube Channel Vivo Indonesia dan website www.vivosmartphone.id. [NM/HBS]

Waduh! Alat Pembobol iPhone Dijual Murah di eBay

0

Telko.id, Jakarta – Cellebrite, sebuah perusahaan keamanan digital, beberapa tahun lalu bekerja sama dengan FBI dalam kasus penembakan di San Bernardino. Cellebrite membantu FBI menjebol Passcode Lock di perangkat iPhone 5c milik pelaku penembakan. Kini alat pembobol iPhone itu diobral di eBay.

Hal tersebut dilakukan karena Apple enggan menuruti permintaan FBI. Apple tak mau mengorbankan privasi dan kode etik perusahaan. Karenanya, FBI meminta perusahaan lain untuk menjebol iPhone 5C pelaku menggunakan alat bernama Cellebrite UFED.

Dilaporkan Forbes, perangkat Cellebrite UFED hanya dijual oleh perusahaan kepada kepolisian dan bagian riset keamanan digital. Namun, seperti dikutip Telko.id, Jumat (1/3/2019), ternyata alat tersebut “berkeliaran” di pasar loak. Kondisinya bekas pakai.

{Baca juga: iPhone Prototype Dilelang di eBay, Harganya Bikin Melongo}

Seorang pengguna layanan eBay menemukan beberapa Cellebrite UFED dengan banderol murah, mulai USD 100. Yang cukup mengagetkan, di beberapa Cellebrite UFED yang dibeli oleh narasumber ternyata masih tersimpan sejumlah data yang cukup penting.

Narasumber pun lantas mencoba fungsi alat itu. Hasilnya, Cellebrite UFED yang dibeli murah di eBay masih bisa digunakan untuk membobol perangkat iPhone dan iPad lawas. Matthew Hickey, peneliti keamanan, ikut-ikutan membeli Cellebrite UFED bekas di eBay.

“Perangkat digital forensik seperti Cellebrite UFED seharusnya dikembalikan kepada produsen setelah selesai digunakan. Faktanya, saya menemukan alat tersebut dijual bebas dengan harga sangat terjangkau,” papar pendiri pelatihan peretas itu.

{Baca juga: Apple Tolak Permintaan FBI untuk Akses ‘Backdoor’}

Dikonfirmasi terpisah mengenai hal tersebut, Cellebrite mengaku telah melayangkan email kepada para pelanggan mengenai prosedur kepemilikan Cellebrite UFED. “Ada larangan untuk menjual Cellebrite UFED dalam kondisi bekas kepada pihak manapun,” ujarnya.

Sumber: Forbes

Pembeli Samsung Galaxy S10 Dapat Bonus Pelindung Layar

0

Telko.id, Jakarta – Ada bonus menarik bagi pembeli Samsung Galaxy S10 dan Galaxy S10+. Kabarnya Samsung akan memberikan screen protector atau pelindung layar sehingga perangkat mereka bisa lebih terlindungi.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Jumat (01/03/2019) Samsung mengakui jika pelindung yang mereka pasang tidak sekuat pelindung berbahan kaca tetapi menurut Samsung beberapa pelindung pihak ketiga yang berbahan kaca bisa menghalangi pemindai sidik jari dalam layar.

Dengan cara ini, setidaknya Anda dapat membuka kunci ponsel dengan sidik jari Anda dengan baik mungkin sampai Anda memasang jenis kaca tempered pihak ketiga yang layak atau pelindung poliuretan yang tidak menghalangi kerja pemindai sidik jari.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Punya Fitur Dompet Cryptocurrency}

Kabarnya Samsung sendiri telah memberi bahwa akan ada pelindung pihak ketiga yang kompatibel yang tersedia saat di pasaran. Nantinya Samsung akan menawarkan pelindung layarnya secara terpisah dengan harga sebesar $ 30 atau Rp 423 ribu.

Seperti diketahui bahwa beberapa pelindung layar mungkin memblokir gelombang suara yang digunakan pemindai untuk membaca kedalaman punggungan sidik jari Anda sehingga membuatnya tidak dapat digunakan.

Sebelumnya, perusahaan asal Korea Selatan itu juga membenamkan perangkat lunak atau Software McAfee pada smartphone teranyarnya, Samsung Galaxy S10. Tujuannya apalagi kalau bukan melindungi pengguna dari serangan malware.

{Baca juga: Samsung Bekali Galaxy S10 dengan Perlindungan Anti Malware}

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Kamis (28/02/2019), semua model Samsung Galaxy S10 datang dengan perangkat lunak pra-instal untuk perlindungan anti-malware. Selain itu, pihak McAfee juga menambahkan layanan Samsung Secure Wi-Fi dimana McAfee bertindak sebagai penyedia infrastruktur backend.

Sayangnya, layanan Samsung Secure Wi-Fi di Amerika Serikat hanya tersedia untuk pelanggan T-Mobile dan U.S Cellular. Manfaat serupa juga bisa didapatkan pengguna Samsung Galaxy S10 di Eropa, tetapi hanya di pasar tertentu.

Selain itu, Samsung juga akan menggratiskan data sebanyak 250MB setiap bulannya, dengan pelanggan memiliki opsi untuk membeli bandwidth harian atau bulanan yang tidak terbatas. [NM/HBS]

Sumber: Engadget

Versi Termurah iPhone XS Buatan Caviar “Cuma” Rp 90 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Seperti sudah menjadi tradisi, setiap pabrikan kenamaan mengeluarkan ponsel anyar, Caviar langsung merilis seri serupa dengan desain lebih mewah dan berharga sangat wah. Terbaru, produsen barang mewah asal Rusia itu meluncurkan iPhone XS dan iPhone XS Max versi spesial.

Seperti dikutip Telko.id dari GSMArena, Jumat (1/3/2019), Caviar merilis edisi khusus iPhone XS dan iPhone XS Max dengan penampakan bak perhiasan bertabur berlian.

Ada tiga opsi desain yang ditawarkan, masing-masing adalah Swan Lake, Sleeping Beauty, dan La Bayadere yang merujuk kepada balet klasik Rusia.

Menurut penjelasan pihak Caviar, dua dari tiga desain tersebut menggunakan tak kurang dari 20 berlian. Berlian-berlian itu dipakai untuk mendekorasi bagian luar iPhone.

{Baca juga: Gokil! iPhone Xs Berlapis Emas Dibanderol Rp 1,8 Miliar}

Perusahaan asal Rusia ini juga menyebutkan, bahwa proses pengerjaan setiap unit iPhone edisi khusus tersebut membutuhkan waktu 12 hari.

Berdasarkan keterangan di situs resminya, harga termurah ponsel keluaran Apple edisi khusus mencapai USD 6.380 atau tak kurang dari Rp 90 juta. Jenisnya adalah iPhone XS 64GB dengan desain Aurora. Untuk opsi termahal, ada desain Nikiya untuk iPhone XS Max 512GB, yakni USD 7.670 atau Rp 108 juta.

Bagaimana dengan koleksi iPhone XS dan XS Max keluaran Caviar? Untuk iPhone XS Max 512GB berdesain Grand Complications Skeleton Diamond Edition, dipatok harga USD 24.400 atau sekitar Rp 344 juta. Kalau berminat, Caviar siap memberlakukan ongkos kirim gratis ke mana pun.

Pada pertengahan 2018 lalu, Caviar juga menghadirkan Samsung Galaxy Note 9 berlapis emas. Bahkan, berat emas untuk setiap unit Galaxy Note 9 spesial ini mencapai satu kilogram. Lapisan emas didesain sedemikian rupa sehingga Galaxy Note 9 edisi khusus menyerupai emas batangan.

Samsung Galaxy Note 9 lapis emas merupakan ponsel edisi khusus termahal yang pernah dibuat oleh Caviar. Bagaimana tidak, Galaxy Note 9 oprakan Caviar dibanderol RUB 3,87 juta atau sekitar Rp 842 juta.

{Baca juga: Mahal! Galaxy Note 9 Caviar Dihargai Nyaris Rp 1 Miliar}

Harga semahal itu pun hanya berlaku untuk Galaxy Note dengan ROM 128GB. Untuk Galaxy Note 9 buatan Caviar dengan varian ROM 512GB, berharga RUB 3,89 juta atau sekitar Rp 846 juta. [SN/HBS]

Sumber: GSMArena

Ponsel Lebih Kotor dari Toilet, Begini Cara Bersihkannya

0

Telko.id, Jakarta – Ponsel hampir dapat dipastikan menjadi benda yang “paling disayang”, karena selalu ada di sisi Anda di mana pun berada. Padahal menurut penelitian, ponsel lebih kotor ketimbang toilet. Lantas, bagaimana cara efektif untuk membersihkannya?

Tak bisa dipungkiri, smartphone tak bisa lepas dari kehidupan manusia modern. Benda ini selalu ada ketika Anda ke kamar mandi, di dapur, sering menempel di wajah, meja, dan hampir semua permukaan lain di sekitar Anda.

Beberapa hal di atas merupakan alasan mengapa ponsel yang Anda gunakan setiap hari menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri.

Menurut sebuah studi di tahun 2011 yang dilakukan oleh para peneliti di London School of Hygiene & Tropical Medicine, kotoran dapat ditemukan pada satu dari enam ponsel yang digunakan.

“Ponsel telah menjadi tempat penyimpanan patogen saat mereka menyentuh wajah, telinga, bibir, dan tangan dari pengguna yang berbeda kondisi kesehatannya,” kata peneliti dalam sebuah penelitian pada 2009 terhadap bakteri yang keluar dari ponsel.

Sebuah studi  di University of Arizona menemukan meja pegawai, yang cenderung menjadi ‘rumah’ bagi ponsel cerdas, selama sekitar 40 jam seminggu, terdapat ratusan kali lebih banyak bakteri per inci persegi dibandingkan toilet duduk di kantor.

Studi lain bahkan menemukan patogen berbahaya pada ponsel seperti Streptococcus, MRSA yang merupakan jenis bakteri yang kebal terhadap beberapa antibiotik, bahkan E.coli.

{Baca juga: Upss! Ponsel Tiga Kali Lebih Kotor Ketimbang Toilet}

Jadi, mengapa ponsel Anda begitu menakutkan?

“Kita menyentuh lebih banyak permukaan daripada generasi mana pun dalam sejarah manusia. Mulai dari mesin ATM hingga meja kasir,” kata Dr Charles Gerba, seorang profesor mikrobiologi di University of Arizona.

“Jadi, kamu membawa kuman sepanjang waktu di tangan dan jarimu, meletakkannya di ponselmu dan mendekatkannya ke hidung, mulut, atau matamu,” katanya.

Kuman-kuman ini dapat membuat Anda, keluarga, dan siapa pun yang Anda hubungi tertular penyakit. Faktanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan 80 persen dari semua infeksi ditularkan melalui tangan, dan smartphone kita pada dasarnya menjadi perpanjangan dari itu.

“Ponsel sekarang menjadi perangkat kuman seluler,” kata Gerba.

“Kamu mendapatkan kuman di tanganmu, dan kamu menggunakan ponselmu. Kemudian kamu pergi mencuci tangan, tetapi kuman masih ada di ponselmu,” ujarnya.

Menurut perusahaan perlindungan teknologi global Asurion, rata-rata orang Amerika memeriksa ponsel mereka setiap 12 menit sekali, menempelkan ponsel ke kepala mereka 80 kali sehari.

Hal itu menjadi peluang yang banyak bagi mikroorganisme untuk bermigrasi di antara jari-jari dan ponsel Anda.

{Baca juga: Benarkah Beras Bisa Keringkan Ponsel yang Basah?}

Gerba mengatakan, penelitiannya menemukan bahwa orang yang bekerja di industri jasa makanan cenderung mendapapat kontaminasi terbanyak di tangan mereka.

Pikirkan semua permukaan yang anda sentuh sepanjang hari, mulai sakelar lampu, remote tv, hingga pintu kamar mandi. Semua bakteri yang ditangkap selama aktivitas anda sehari-hari berakhir pada ponsel. Dan, sayangnya kemungkinan besar, anda tidak sering membersihkannya.

“Semua ponsel akan mengandung bakteri karena kita menempelkannya di wajah,” kata Susan Whittier, Direktur Mikrobiologi Klinis di New York-Presbyterian dan Columbia University Medical Center.

“Bakteri normal yang ditransfer dari pipi dan telinga bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Tetapi, jika anda batuk di ponsel anda, virus itu dapat hidup di permukaan itu selama berjam-jam dan dapat ditransfer ke orang lain,” katanya.

Lalu, apa solusinya?

Apple menyarankan untuk tidak menggunakan cairan atau disinfektan pada perangkatnya. Sebagai gantinya, pembuat iPhone menawarkan daftar terperinci tentang cara membersihkan ponsel, tergantung pada model yang dimiliki.

Motorola menyarankan menggunakan kain mikrofiber, jenis kain yang biasa digunakan untuk membersihkan kacamata dengan sedikit air. Sedangkan Google Pixel, mengizinkan penggunanya untuk menggunakan sabun rumah tangga jika perlu.

Ada beberapa cara lain yang dapat dilakukan untuk membersihkan perangkat dengan aman. Namun ini tergantung pada jenis ponsel yang Anda miliki. Berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan.

1. Kain mikrofiber
2. Alkohol isopropil
3. Air
4. Kapas
5. Sarung tangan karet.

Saat ini banyak ponsel pintar yang memiliki kemampuan anti air, semisal Google Pixel 3 XL, iPhone XS, Samsung Galaxy S9 dan banyak lainnya. Jika Anda memiliki salah satu perangkat baru tersebut, berikut cara membersihkannya:

Anda dapat membuat larutan pembersih sendiri dengan mencampur cairan alkohol 70 persen dan air suling di dalam botol semprot. Semprotkan bagian luar perangkat dan bersihkan menggunakan kapas.

Jangan lupa kenakan sarung tangan atau cuci tangan sebelum membersihkannya. Sementara jika ponsel anda adalah ponsel yang tidak anti air, sebaiknya sedikit lebih berhati-hati saat menyeka.

Anda bisa menggunakan tisu Lysol, sebab disebutkan tisu tersebut aman untuk digunakan pada elektronik, termasuk ponsel cerdas, tablet, dan remote. Jadi, anda dapat menggunakan salah satunya dengan hati-hati untuk menghapus layar dan bagian belakang ponsel anda.

{Baca juga: 6 Cara Mudah Amankan Smartphone dari Cuaca Panas}

Namun, jika anda khawatir menggunakan disinfektan, anda mungkin bisa menggunakan perangkat seperti “PhoneSoap”. Perangkat yang pertama kali mendapatkan perhatian di acara Shark Tank ABC.

Perangkat ini menggunakan sinar UV yang dapat membunuh hingga 99,9 persen kuman di ponsel cerdas anda. Harganya sekitar US $ 60 dan dapat dibeli di Amazon. Selain membersihkan ponsel selama 10 menit, PhoneSoap juga sekaligus dapat mengisi daya.

Atau, anda bisa menggunakan kain microfiber standar, seperti yang disertakan di beberapa smartphone. Disarankan untuk bersihkan ponsel minimal sekali setiap hari. [BA/HBS]

Sumber: The Star