Telko.id, Jakarta – Seorang driver atau supir Uber mendadak viral di dunia maya setelah diketahui menawarkan menu khusus kepada para penumpangnya. Menunya pun bukan sembarang menu, apalagi berhubungan dengan makanan. Sebaliknya, George Ure, demikian sang driver dipanggil, menawarkan menu berupa pilihan dalam berkendara. Maksudnya?
Ya, alih-alih sekedar menjemput dan mengantar ke tempat tujuannya, pria berusia 38 tahun ini malah memberi pilihan kepada para penumpannya untuk memutuskan sendiri kondisi berkendara seperti apa yang diinginkan.
Mengutip halaman BuzzFeed, setidaknya ada empat “menu” berkendara yang disiapkan Ure bagi penumpangnya, termasuk “The Silent Ride,” “The Therapy Ride,” “The Stand Up [Ride], dan “The Creepy Ride.”
{Baca juga: Uber Gugat Kebijakan Pemerintah New York, Terkait Apa?}
Tidak ada penjelasan mengenai Silent Ride di menu, namun kemungkinan besar ia akan membuat penumpang sepenuhnya memiliki ruang sendiri disini. Sementara tiga lainnya, seperti tertulis dalam menu, akan melibatkan lelucon atau hal-hal lucu, mungkin sedikit nasehat hingga sedikit nuansa horor.
I FULLY HAD A THERAPY RIDE ONCE. My driver asked how my day had been and I was like “well my gf broke up with me” and the entire 25 minute ride was him talking me through things and gassing me up and giving me a motivational speech it was great
“Saya akan diam. Saya hanya akan melihat Anda berulang kali dari kaca spion.” Ure mendeskripsikan Creepy Ride.
‘Menu’ tak biasa yang ditawarkan Ure kepada para penumpang sendiri pertama kali diungkap dan disebarluaskan oleh penumpang bernama Luis Arguijo. Pemuda 21 tahun ini langsung dibuat terkesan setelah mendapati menu tersebut. Diapun mengambil foto dan mengunggahnya di Twitter. Sejak saat itu, menu Ure pun viral, dengan lebih dari sejuta like dan 120.000 retweet.
Ure, yang telah menjadi driver Uber selama tiga bulan mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa dia terinspirasi untuk mencetak menu nyata setelah bercanda tentang hal itu dengan penumpang.
{Baca juga: 8 Kejadian Kocak Naik Ojek Online, Nomor 3 Asli Bikin Tepuk Jidat}
Ure bahkan berkonsultasi dengan seorang teman yang bekerja sebagai koki, tentang bagaimana menata semuanya seperti menu restoran. Dia kemudian mencetak 20 salinan, dan meninggalkannya di kursi belakang agar ditemukan oleh para penumpang.
Sementara itu, Arguijo mengungkap bahwa sementara menu itu mungkin terdengar lucu, mereka dikejutkan dengan betapa bijaksananya menu itu.
“Kami bisa mengatakan bahwa dia benar-benar peduli tentang kepuasan para penumpangnya dan kami menghormatinya karena itu tidak pernah terjadi pada kami,” katanya.
Lantas, mana diantara keempat menu itu yang paling banyak dipilih penumpang? Ure menyebut Silent Ride dan Stand Up paling banyak diminati. Dia pribadi lebih suka kondisi berkendara di mana dia dapat berbagi cerita seputar kehidupan konyolnya.
Telko.id, Jakarta – Xiaomi baru-baru ini mengungkapkan serangkaian fitur-fitur terbaru yang sedang dikembangkan untuk MIUI 10 dan sistem operasi terbaru yang akan mereka luncurkan, MIUI 11. Brand asal China ini mengumumkan puluhan fitur baru tersebut lewat forum MIUI.
Dilansir Telko.id dari Gizchina, Rabu (06/03/2019), Xiaomi menampilkan fitur-fitur baru yang sedang dalam pengembangan, masih dievaluasi oleh tim R&D, sampai fitur yang telah tersedia di ROM MIUI versi China.
Beberapa diantaranya yang telah diluncurkan di ROM versi China dan akan tersedia untuk ROM Global adalah fitur yang mungkinkan pengguna tetap melihat lockscreen sebelum masuk layar utama meski smartphone telah terbuka kuncinya.
{Baca juga: Asyik! MIUI 10 Dukung Aplikasi Google Camera Tanpa Root}
Kemudian, adanya efek suara yang baru serta dukungan dari Dolby. Xiaomi juga menghadirkan kemampuan agar face unlock dan sensor sidik jari bisa bekerja secara bersamaan atau simultan.
Selain itu, pengguna juga dapat mengaktifkan layar smartphone melalui perintah suara, mirip ketika pengguna mengaktifkan smartphone saat memberikan perintah ke Google Assistant. Dihadirkan juga Dark Mode yang pertama kali diperkenalkan pada Xiaoimi Mi 9.
Sementara untuk fitur yang sedang dikembangkan, dan segera dihadirkan untuk MIUI 10 dan MIUI 11 adalah, kemampuan sistem untuk menghapus file apk ketika pengguna telah selesai melakukan install aplikasi.
{Baca juga: Xiaomi Mi 9, Smartphone Android Terkencang Saat Ini}
Lalu, ada Child Mode, Stereo Bluetooth di dalam game, menampilkan kontak darurat di lockscreen, animasi baru ketika melakukan charging, recycle bin khusus untuk foto, dan beragam fitur lainnya.
Sedangkan fitur yang masih dalam evaluasi, beberapa di antaranya adalah hadirnya warna baru pada User Interface (UI), integrasi dengan layanan pembayaran pihak ketiga, pengaturan kartu SIM default untuk setiap kontak yang dihubungi, dan lainnya.
Nah, untuk daftar lengkap fitur yang akan hadir di MIUI 10 dan MIUI 11, Anda bisa menuju forum MIUI untuk melihatnya. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Smartphone flagship terbaru Xiaomi, Xiaomi Mi 9 resmi menjadi smartphone Android terkencang versi AnTuTu Benchmark. Smartphone tersebut menggeser Nubia Red Magic Mars, yang sebelumnya menjadi smartphone terkencang di awal tahun.
Xiaomi Mi 9 mencatatkan skor 371.849 poin dan berhasil menduduki posisi pertama sebagai smartphone Android paling kencang. Di posisi kedua, ada Lenovo Z5 Pro GT yang mencetak skor 353.469 poin.
Perlu diketahui, kedua smartphone ini ditopang oleh prosesor yang sama, yakni Qualcomm Snapdragon 855. Sementara di posisi ketiga, diisi oleh Nubia Red Magic Mars yang masih menggunakan prosesor Snapdragon 845 dengan skor 320.763 poin.
{Baca juga: Glossy dengan Tiga Kamera, Begini Tampang Xiaomi Mi 9}
Di posisi keempat, ada Huawei Mate 20 dengan 306.763 poin, dan Huawei V20 dengan skor 306.726 poin yang menutup posisi lima besar.
Secara berurutan dari posisi 6 hingga 10, ada Huawei Mate 20 X (304.325 poin), Honor Magic 2 (301.442 poin), Asus ROG Phone (297.953 poin), Xiaomi Black Shark Helo (297.473 poin), dan Xiaomi Mi 8 Transparent Edition (296.953 poin).
Dalam merangkum 10 smartphone Android terkencang, AnTuTu Benchmark menguji berbagai aspek, seperti CPU, GPU, UX, dan memori pada smartphone. Dalam daftar ini juga, belum dihadirkan sejumlah smartphone terbaru, seperti Samsung Galaxy S10, Galaxy Fold, Huawei Mate X, dan lainnya.
Xiaomi Mi 9 sendiri diperkenalkan Xiaomi pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 di Barcelona, Spanyol. Smartphone ini mengusung layar AMOLED berukuran 6,39 inci dengan resolusi FHD+ dengan Gorilla Glass 6 sebagai perlindungan layar.
{Baca juga: Xiaomi Ungkap Harga Mi 9 di MWC, Berapa?}
Dibekali dengan prosesor octa-core Snapdragon 855, smartphone ini hadir dengan tiga varian RAM, yaitu 6GB, 8GB dan 12GB dengan dua varian memori internal, yaitu 128GB dan 256GB. Sayangnya Mi 9 tak dilengkapi dengan slot microSD.
Xiaomi melepas smartphone andalannya ini dengan harga USD 510 atau sekitar Rp 7,1 juta utnuk versi RAM 6 GB dan ROM 64 GB. Sedangkan untuk versi RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB dibandrol dengan harga USD 566 atau Rp 7,9 juta. (FHP)
Telko.id, Jakarta – Di tahun ini, tren smartphone lipat mulai dipopulerkan oleh sejumlah brand, seperti Samsung Galaxy Fold, dan Huawei Mate X. Lantas, bagaimana dengan brand lainnya? Vivo, yang kerap menghadirkan tren baru untuk smartphone memberikan tanggapannya soal smartphone lipat.
Menurut Senior Product Manager Vivo Indonesia, Yoga Samiaji, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk membuat smartphone jenis itu. Akan tetapi, dirinya menilai perlu ada kajian lagi sebelum mereka meluncurkan smartphone lipat Vivo.
“Tidak menutup kemungkinan, tapi kita lihat dulu dari tim Research and Development kami apakah bisa diterima di masyarakat Indonesia,” ucap Yoga di usai acara peluncuran Vivo V15 di Purwakarta, Selasa (05/03/2019).
Yoga menyatakan, sampai sekarang dirinya belum mendapat informasi dari Vivo yang berada di Guangdong, China apakah mereka sedang merancang smartphone lipat atau tidak.
“Sampai saat ini belum ada informasi tapi tidak menutup kemungkinan,” tutur Yoga.
Hal yang sama juga dikatakan oleh PR Manager Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti. Vivo berusaha untuk menyikapi tren smartphone lipat. Pasalnya, mereka ingin tetap mencari pendapat masyarakat atas inovasi smartphone tersebut agar produk yang mereka keluarkan bisa diterima.
“Kita tuh ingin mengeluarkan teknologi yang memang bisa diterima oleh masyarakat, yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Buat kita, teknologi ya buat semua orang,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Samsung berhasil mencuri perhatian publik ketika mereka merilis Samsung Galaxy Fold yang jadi smartphone layar lipat pertama mereka. Smartphone ini memiliki punya dua layar yang dikemas dalam body berbentuk tablet masa kini.
{Baca juga: Terlalu Premium, Samsung Galaxy Fold Dijual untuk Pelanggan Khusus}
Samsung Galaxy Fold mengandalkan layar berukuran 7,3 inci berjenis AMOLED dengan resolusi 1536 x 2152 piksel, dan memiliki notch atau poni di sudut layarnya. Samsung mendesain Galaxy Fold agar dapat dilipat ke dalam, sehingga ketika dilipat, layar sekunder atau layar luarnya yang berukuran 4,6 inci yang akan aktif.
Smartphone ini ditopang oleh prosesor berbasis 7nm, yang diprediksi merupakan Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh. Samsung Galaxy Fold dijual dengan harga Rp 27,7 jutaan, dan tersedia secara terbatas alias tidak untuk semua orang. (NM/FHP)
Telko.id, Jakarta – Vivo V15 resmi melenggang di Indonesia lewat acara khusus yang diadakan di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Selasa (05/03/2019). Namun tampaknya, acara peluncuran itu masih memunculkan sejumlah pertanyaan, khususnya terkait kehadiran seri tertingginya yaitu Vivo V15 Pro.
Ketika disinggung soal seri tertinggi dari lini seri V15 tersebut, Edy Kusuma selaku General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia masih enggan memberikan informasi kapan VIvo V15 Pro dibawa ke Tanah Air.
Ia hanya mengatakan bahwa mereka akan memberikan kejutan baru, dan meminta masyarakat untuk bersabar terkait kehadiran Vivo V15 Pro di Indonesia.
{Baca juga: Resmi Meluncur, Ini Harga Vivo V15 di Indonesia}
“Vivo itu selalu kasih kejutan, dan kali ini kita memberi kejutan dengan menyelenggarakan acara di Taman Wisata Air Sri Baduga di Purwakarta. Jadi untuk Vivo V15 Pro kita tunggu aja nanti jika diluncurkan akan kami umumkan,” tutur Edy.
Hal serupa juga dikatakan oleh PR Manager Vivo Indonesia, Tyas Rarasmurti. Menurutnya, karakteristik negara dan reaksi pasar menjadi pertimbangan mengapa Vivo V15 hadir tanpa ditemani Vivo V15 Pro. Untuk itu, mereka ingin melihat dahulu seperti apa tanggapan pasar terkait kehadiran Vivo V15.
“Kalau di Indonesia kita melihatnya bahwa tahun ini kita mengeluarkan Vivo V15 dulu. Lihat reaksi pasar seperti apa,” ujar Raras.
Vivo V15 sendiri merupakan smartphone terbaru Vivo yang mengunggulkan desain berbeda dengan adanya kamera pop-up beresolusi 32 MP. Secara spesifikasi, Vivo V15 mengusung layar berukuran 6,53 inci beresolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.
Lalu, ada tiga kamera utama di bagian belakangnya. Ketiganya memiliki resolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).
{Baca juga: Review Vivo V15: Inovatif dengan Kamera Selfie Pop-up}
Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70 octacore 2.1 GHz, RAM 6 GB, dan ROM 64 GB yang bisa diperluas hingga 256 GB melalui microSD. Selain itu, smartphone ini didukung oleh baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.
Ada dua pilihan warna di Vivo V15, yaitu Royal Blue dan Glamour Red. Terkait harga Vivo membanderol Vivo V15 dengan harga resmi Rp 4.399.000 dan sudah dapat dipesan per 5 Maret 2019 melalui pre-order e-Commerce yang bekerja sama dan Vivo Store. (NM/FHP)
Telko.id, Jakarta – Koreksi kami jika salah, sebagian dari Anda pasti pernah dibuat sangat bahagia dengan adanya media sosial. Paling tidak di awal-awal kemunculannya. Sebagian merasa bersyukur karena ini telah memungkinkan tersambungnya kembali silaturahmi, sebagian lagi mungkin dibuat tak habis pikir, karena berkatnyalah jodoh saat ini didapatkan. Apapun itu, yang pasti produk teknologi yang satu ini telah sangat memudahkan. Dan ya, bahkan kami merasa bersyukur dengan kehadirannya. Sampai hari itu datang.
Bukan hari-hari dimana media sosial itu berkembang dan bertambah banyak, hingga kita dibuat pusing karenanya. Melainkan hari dimana media sosial itu seperti berubah. Ya, berubah menjadi tempat yang tidak lagi se-menyenangkan dulu. Alih-alih menjadi tempat bertegur sapa dengan teman, menyambung silaturhami dan sebagainya, media sosial kini lebih seperti tempat membunuh waktu. Sekedar tempat mampir saat merasa bosan.
{Baca juga: Pangsa Pasar Facebook Turun, Media Sosial Lain Justru Naik}
Ini bukan tanpa alasan. Paling tidak, ada beberapa hal yang membuat rasa senang itu perlahan memudar. Salah satunya ya keberadaan orang-orang yang tidak kita inginkan, dan adakalanya membuat jengah. Untungnya, kita bisa mengatasi itu dengan berhenti mengikuti mereka. Ya, mereka, 9 orang di bawah ini.
1. Mantan Pacar
Peduli amat apa kata orang, mau dibilang cecem kek, gagal move on kek. Tapi kenyataan bahwa kita putus karena sebuah alasan adalah hal yang tak terbantahkan. Jadi buat apa repot-repot mengikutinya dan membiarkan wajahnya wara-wiri di timeline kita. Mantan, means, mala lalu. Lupakan.
2. Bos
Kecuali bos Anda Jin BTS, tidak ada alasan untuk membiarkan wajahnya bolak-balik memenuhi feed dan memantau kehidupan pribadi Anda.
3. Orang kaya dan selebritis
“Berteman” dengan banyak orang kaya dan selebritis sebenarnya sah-sah saja. Tapi ini juga bisa menjadi petaka ketika kehidupan mereka yang terlampau mewah malah membuat Anda merasa kecil. Setiap saat cuma berpikir, “Enak banget siy idupnya? Ya ampun, salju. Wow, Karibia, itu ada di benua mana ya?” dan seterusnya. Dan Anda cuma tinggal disitu-situ saja. Dengan musim yang nggak jelas, di saat musim hujan panas terik, di saat panas tiba-tiba hujan. Semua “teman” Anda itu hanya akan membuat Anda ingin lebih, sementara posisi Anda sesungguhnya tidak memungkinkan untuk itu. Dan Anda sadar betul. Daripada depresi, mending unfollow.
4. Teman satu sekolah yang nama dan wajahnya bahkan tidak terlintas di pikiran
{Baca juga: Ini Durasi Ideal Penggunaan Media Sosial Menurut Ilmuwan}
Memiliki banyak teman satu sekolah di dalam jejaring kita adalah hal yang baik. Tapi jika itu adalah seseorang yang wajah dan namanya saja bahkan tidak pernah terlintas di pikiran Anda, berpikir ulanglah untuk terus mengikutinya. Kecuali Anda mau, setiap saat ketika postingan wajahnya, wajah dia dan suaminya, wajah dia dan anak-anaknya, bahkan wajah dia dengan teman-teman arisannya muncul, dibuat sibuk bertanya-tanya, ini orang siapa sih sebenarnya?
5. Siapapun yang suka nye-pam meme nggak jelas
Sebagian dari kita suka melihat foto kucing yang lucu, video-video konyol yang bikin ngakak, atau apapun lainnya yang membuat pikiran bisa santai sejenak. Tapi, lain ceritanya jika kemudian timeline isinya malah jadi meme semua. Siapapun yang bertanggung jawab atas hal ini, artinya kurang kerjaan. Ada baiknya di unfollow, daripada terus-terusan nyampah.
6. Siapapun yang sangat agresif dalam berjualan
Orang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang dagangannya adalah hal yang biasa. Ini sah-sah saja. Tapi jika yang mereka lakukan setiap harinya hanyalah mencoba membujuk Anda untuk membeli barang dagangannya, bahkan sampai DM segala, berhenti mengikutinya sepertinya jadi opsi terbaik.
7. Orang yang hobi menebar kebencian
Musim pemilu selalu menjadi saat yang menegangkan di media sosial. Bukan apa-apa, banyak tim sukses tiba-tiba unjuk gigi. Tapi tentu saja, mayoritas dari mereka menunjuk dirinya sendiri untuk menjadi salah satunya (timses). Sibuk saling memaki, sibuk saling menyudutkan, menuh-menuhin timeline dengan sumpah serapah dan perkataan buruk tentang lawannya. Mencoba membuat orang bergabung dalam barisannya, dan membenci orang lain tanpa sebab. Nah, daripada dibuat pusing pala berbie, mending unfollow.
8. Orang yang selalu merasa dirinya paling benar
Memiliki teman sebagai pengingat, di satu titik adalah hal yang menyenangkan. Tapi tidak ketika semua yang kita lakukan hanya berakhir salah dimatanya. Dia selalu merasa dia adalah yang paling benar. Dan tak satu pun komentar di foto kita yang tak membuat kita merasa seperti orang paling berdosa di dunia. “Ya ampun neng, daripada liburan kesana kemari mending uangnya disumbang ke anak yatim.” “Ya ampun neng, beli sepatu mahal buat apa, mati ngga dibawa.” dan sebagainya. Daripada bikin kita makin banyak dosa, mendinga unfollow.
Telko.id, Jakarta – Facebook Messenger telah mendukung tampilan mode gelap atau Dark Mode bagi pengguna perangkat iOS berupa iPhone atau iPad. Namun, fitur itu masih dalam tahap uji coba.
Dilansir The Verge, dikutip Telko.id pada Selasa (5/3/2019), fitur tersebut mewajibkan dua langkah sederhana untuk aktivasinya. Pertama, kirim obrolan kepada teman dengan emoji bulan sabit.
Mintalah kepada teman untuk menekan emoji tersebut sehingga tampilannya memenuhi layar. Kedua, masuk ke bagian pengaturan dan temukan mode Dark Mode di bagian paling atas.
Sayang, uji coba baru bisa dinikmati oleh pengguna, khususnya yang telah melakukan pembaruan aplikasi. Sebagai tambahan, sistem operasi iOS 13 bakal pula mendukung fitur Dark Mode.
{Baca juga: Facebook Messenger Terbaru Hadir ke Android dan iOS}
Beberapa waktu lalu, pengguna resmi bisa hapus pesan yang telah terkirim di Facebook Messenger. Fitur yang kali pertama kali diakses oleh eksekutif Facebook itu tersedia untuk semua pengguna.
Pengguna punya waktu 10 menit untuk batalkan pesan yang telah terkirim via Facebook Messenger, baik yang dikirim ke obrolan pribadi maupun grup. Untuk menggunakannya cukup mudah.
Pengguna bisa mengetuk pesan yang ingin dihapus. Di sana ada opsi Remove for Everyone. Jika mengkliknya, pesan yang dipilih akan terhapus dan ada notifikasi di ruang obrolan.
{Baca juga:Facebook Serius Jual Uang Kripto di WhatsApp Coin}
Pengguna juga bisa menghapus pesan untuk diri sendiri. Dengan demikian, pesan tidak muncul di aplikasi, tapi lawan bicara atau anggota grup bisa melihatnya. Modelnya mirip fitur di WhatsApp.
Telko.id, Jakarta – Vivo Indonesia akhirnya resmi meluncurkan smartphone anyarnya, Vivo V15. Smartphone dengan kamera pop-up 32 Megapiksel (MP) ini diluncurkan dalam acara bertajuk “Vivo V15 Go Up Grand Launch” di Taman Wisata Air Sri Baduga Purwakarta, Jawa Barat Selasa (05/03/2019). Lalu, berapa harga Vivo V15?
Cukup diluar dugaan, Vivo mematok harga Vivo V15 dibawah Rp 5 juta, atau lebih tepatnya Rp 4.399.000. Jika melihat fitur-fitur yang ditawarkan, harga ini terbilang relatif ekonomis.
Secara spesifikasi, Vivo V15 memiliki layar berukuran besar, yakni 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.
Layarnya sama sekali tidak terganggu oleh adanya notch atau poni yang biasanya jadi tempat bagi kamera depan, seperti sebagian besar smartphone menengah masa kini.
Vivo V15 mengadopsi teknologi kamera mekanik seperti Vivo NEX. Perlu diketahui, kamera mekanik ini hanya akan muncul dari dalam bodi smartphone ketika kamera depan digunakan, dan terbukti sukses memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone atau Camera Pop Up.
{Baca juga: Review Vivo V15: Inovatif dengan Kamera Selfie Pop-up}
Foto: Naufal (Telko.id_
Untuk kameranya sendiri, Vivo V15 menggunakan kamera depan beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0. Lalu ada tiga kamera utama di bagian belakangnya. Ketiganya memiliki resolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).
Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh RAM 6 GB, ROM 64 GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.
{Baca juga: Hands-on Vivo V15: Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury}
Bagi Anda yang berminat, pre order akan sudah bisa dilakukan di gerai resmi Vivo Indonesia dan e-commerce seperti Akulaku, Shopee, Lazada, Blibli dan Tokopedia yang bekerja sama dengan mereka.
Acara sendiri berlangsung meriah. Selain Afgan dan Maudy Ayundya, ada juga artis lain seperti RAN, Ari Lasso dan Young Lex. Selain itu ada juga penampilan air mancur dengan tata cahaya yang memukau. [NM/HBS]
Telko.id – Vivo memiliki sejumlah inovasi menarik, seperti konsep Apex hingga Vivo NEX , dan kemudian Vivo NEX Dual Display. Di awal 2019, Vivo agak mengejutkan dengan membawa desain baru yakni Pop-up Camera Selfie di smartphone anyarnya Vivo V15. Apa keistimewaan dari fitur ini?
Selain mengusung konsep Pop-Up Camera Selfie, Vivo V15 menawarkan sejumlah fitur unggulan lainnya seperti AI Triple Camera dan Ultimate All Screen.
AI Triple Camera adalah fitur kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 12MP, kamera 8MP Wide-Angle, dan 5MP kamera bokeh. Apakah dari sisi kualitas kamera smartphone ini cukup mumpuni?
{Baca juga: Vivo Bagi-bagi Hadiah Jelang Peluncuran Vivo V15}
Untuk mengetahui lebih jauh keandalan Vivo V15, yuk simak ulasan tim Telko.id dalam review Vivo V15 berikut ini:
Desain
Foto : Maul/Telko.id
Kali ini, Vivo V15 memang membawa desain yang benar-benar berbeda. Lalu apa istimewanya? Smartphone ini memiliki kamera Pop-Up yang memungkinkan adanya tampilan ekstra lapang pada layar sehingga tampilan yang hampir terlihat tidak menggunakan bingkai (bezel).
Pindah ke bagian belakang, smartphone ini memiliki bodi berbahan dasar polycarbonate yang dilapisi tempered glass. Vivo V15 memberikan pilihan warna stylish dalam paduan gradient color dua warna yang akan menghasilkan visual yang estetik dengan warna Royal Blue dan Glamour Red yang dilengkapi dengan lengkungan 3D yang ramping membuatnya nyaman saat digenggam.
{Baca juga: Siap-Siap! Pre-Order Vivo V15 Dibuka Dalam Beberapa Jam
Di bagian belakang, tepatnya di sudut kiri atas, memiliki strip hitam yang menonjol memanjang sampai ke atas, yang menampung tiga kamera belakang, flash dan modul kamera self-up pop-up. Sedikit kelemahan ketika diletakan di atas meja tonjolannya menjadi tidak rata dan beresiko membaret lensa kamera, jika tidak menggunakan cashing.
Sedangkan sensor fingerprint ditempatkan melalui pad di bagian belakang dengan lokasi di tengah bodi smartphone yang dapat memudahkan pengguna membukanya dengan cepat. Penempatan identitas logo baru vivo juga bergeser ke bagian bawah, sehingga bagian tengah bodi smartphone terlihat lebih lapang dan minimalis.
Kalau dilihat desain secara detail, sisi kanan memiliki tombol power dan volume, sementara bagian kiri menampilkan baki ejectable untuk kartu microSD, serta Tombol Smart untuk membuka Google Assistant atau Jovi.
Tepi atas memiliki modul selfie pop-up, sedangkan jack audio 3,5mm, Port MicroUSB dan rongga speaker ada dibagian bawah.
Layar
Foto : Helmi/Telko.id
Vivo V15 memiliki layar yang benar-benar penuh dan bebas notch atau dikenal dengan Ultimate All Screen. Desain layar lapang tanpa memperbesar ukuran bodi ini akan memaksimalkan tampilan layar hingga penuh dengan ukuran bezel yang kian menipis di seluruh pinggir layar Vivo V15.
Sedikit kritisi, sayangnya bezel di bagian atas adalah 2.2mm sedangkan dagu di bagian bawah sedikit lebih tebal. Harusnya Vivo memilih dimensi yang sama di kedua ujungnya demi tampilan lebih simetris.
{Baca juga: Segera Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkap Vivo V15
Vivo V15 memiliki teknologi layar Incell dengan ukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya bagus dan tajam dengan rendering teks yang tajam. Layarnya sendiri cukup cerah untuk penggunaan luar ruangan di bawah sinar matahari langsung.
Dengan adanya kamera selfie Pop-up pada Vivo V15 ini alasan mengapa Anda bisa memiliki layar lapang tanpa adanya notch. Good job!
Interface
Foto : Maul/Telko.id
Vivo V15 menjalankan Funtouch OS 9 di atas Android Pie. Untuk memulai menu terlihat tampilan tidak ada App drawer semua ikon aplikasi ada di Home Screen. Lalu tidak ada opsi untuk mengubah App drawer di pengaturan. Sedangkan untuk bisa mengakses toggle yang biasanya ada di posisi atas kini ada di bawah. Buat yang pertama menggunakan, mungkin agak bingung atau kagok.
Nah, jika tadi kami menjelaskan detail desain, ada tombol tombol di samping. Ternyata tombol tersebut untuk akses cepat menuju Google Assistant, Google’s visual atau Jovi (jika ditekan dua kali). Yang paling menarik buat kami, Vivo menyematkan fitur pencarian bernama Jovi.
Fitur Jovi adalah alat pencarian yang berfungsi untuk mencari barang melalui e-commerce, atau mengidentifikasi objek. Saat anda memotret sebuah objek atau barang, maka fitur Jovi bisa menampilkan informasi harga dari beberapa e-commerce sebagai referensi. Tetapi nampaknya fitur ini belum berjalan sempurna, karena kadang suka memberikan reverensi barang yang berbeda.
Performa
Foto : Helmi/Telko.id
Sebelum berbicara performa dapur pacunya, Vivo V15 ternyata sangat berbeda dengan Vivo V15 pro. Pada Vivo V15 Pro menggunakan chipset Snapdragon 675. Sedangkan Vivo V15 menggunakan Prosesor MediaTek Helio P70 dengan GPU Mali-G72 spesifikasi ini yang terlihat di benchmark Antutu.
Helio P70 adalah chipset octa-core yang menggunakan kombinasi ARM Cortex-A53 dan ARM Cortex-A73 di 2.1GHz. Vivo V15 memasangkan chipset Helio P70 dengan RAM 6 GB. Sedangkan untuk penyimpanan dibatasi pada 64GB yang dapat diperluas penyimpanannya menggunakan kartu microSD hingga 256 GB.
Ketika kami ukur menggunakan Benchmark Antutu, skor yang diperoleh 145938. Jika melihat ranking V15 diatas Xiaomi Mi 8 Lite dan dibawah LG G6.
Performanya cukup bagus, karena kami tidak mengalami lag atau crash selama penggunaan. Dengan beberapa tab terbuka, peralihan antar aplikasi juga berjalan dengan mulus. Penggunaan harian termasuk menonton video, mendengarkan musik online dan menjelajahi media social, Lancar Jaya!
Kami juga mencoba bermain game Asphalt 9 dan PUBG. Tentunya pengalaman yang sangat menyenangkan. Kami terkejut dengan kinerja V15 saat diajak bermain game. Dengan grafik HD dan Frame Rate High yang diatur pada PUBG Mobile, ponsel mempertahankan framerate yang solid dan pengalaman bermainnya jadi sangat nyaman.
Kamera
Foto : Helmi/Telko.id
Untuk tahap awal, mari kita selami spesifikasi teknis pengaturan tiga kamera di bagian belakang perangkat. Kamera utama memiliki tiga lensa yang berbeda. Yang pertama memiliki resolusi 12MP dengan aperture bukaan f / 1.78 dengan menggunakan teknologi Dual Pixel yang merupakan kamera utama.
Kamera kedua hadir dengan sensor kamera 8MP AI Super Wide-Angel yang dapat memperluas pandangan Anda hingga 120 derajat. Dan yang ketiga adalah sensor kedalaman dengan aperture f / 2.4 dengan resolusi 5MP yang diperuntukan untuk pengambilan foto bokeh.
Tampilan Interface juga sangat mudah digunakan yang didalamnya terdapat pilihan sejumlah mode khusus termasuk Dokumen, Panorama, Beauty yang didukung AI, dan Stiker AR.
Mode-mode ini merupakan tambahan dari mode Photo, Video, dan Pro yang sudah biasa ada. Perangkat lunak ini juga dilengkapi dengan Image Recognizer untuk mengenali objek dalam bingkai selain mode Portrait lighting effect, HDR, dan Live Photos. Dari penjelasan detail teknis, kami juga mencoba mengambil beberapa foto dengan penggunaan beberapa mode.
{Baca juga: Hands-on Vivo V15: Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury}
Pertama kami coba mengambil dengan lensa utama. Meski foto yang kami ambil terlihat kurang indah dan tempat yang kurang ideal untuk mengambil foto. Kami coba melihat kemampuan kamera utama, Vivo V15 melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk secara merata menerangi latar depan, meskipun matahari menyinari langsung ke kamera.
Secara umum, gambar dari kamera utama terlihat cukup bagus. Teknologi Dual-Pixel berhasil pengurangan noise pada foto genteng sehingga jauh terlihat detail dan tajam. Sedangkan untuk pengambilan foto untuk konsumsi media social, kami rasakan akan sangat cukup mengguakan kamera Vivo V15.
Selanjutnya, kami juga coba mengambil foto close-up menggunakan mode bokeh. Objek yang kami bidik burung dan bunga. kami melakukan perbandingan foto burung dengan dua warna dan bunga dengan satu warna. Kalau kami lihat hasil foto bunga jadi terlalu merah sedangkan perbandingan foto burung mendekati warna aslinya. Di sinilah “AI Engine” berfungsi, dengan memberikan gambar sedikit peningkatan saturasi meski angel foto berbeda posisi untuk menyesuaikan pencahayaan.
Satu hal yang kami senang adalah penempatan kamera WideAngel lebih masuk akal daripada kamera telefoto di smartphone, kenapa? Karena kamera Super Wide Angel 8MP pada Vivo V15 adalah cara yang sangat bagus untuk mendapatkan perspektif yang sangat berbeda dengan luas pandangan hingga 120 derajat.
Kamera belakang juga dilengkapi dengan fasilitas AI Body Shaping dimana fasiltas ini dapat merubah bentuk bodi Anda jauh lebih slim dan proposonal, intinya tampilan bodi semakin ciamik!
Foto : Maul/Telko.id
Untuk kamera depan Vivo V15 menempatkan kamera selfie 32MP dengan teknologi pop-up. Dimana Vivo telah menguji motor dengan lebih dari 300.000 kali tanpa gangguan. Kami tidak sepenuhnya yakin siapa yang akan membutuhkan foto beresolusi tinggi dari kamera depan.
Tapi hei, kamera 32MP udah ada di sana. Saat kami coba Kualitas gambar baik-baik saja meski Ini jelas bukan Google Pixel, tetapi Vivo V15 yang juga dapat membuat Anda terlihat cantik atau ganteng di kamera.
Vivo memang sangat fokus dengan kamera selfie, ini terlihat dengan beberapa mode yang terdapat di dalam V15. Apalagi dengan adanya mode Beauty AI yang dapat mencerahkan kulit Anda dan melakukan segala macam mutasi seperti memperbesar mata dan dahi, atau melangsingkan struktur rahang Anda, dan tentunya masih banyak lagi.
Bahkan dengan mode Beauty AI berubah jauh lebih baik, kami merasakan sendiri ketika melakukan sesi foto selfie dengan tidak menggunakan aplikasi ketiga untuk bisa mendapatkan hasil selfie yang paripurna. Namun, tidak semua orang ingin melihat versi editan mereka sendiri oleh karena itu Vivo V15 menyiapkan mode normal, sehingga hasil foto menjadi jauh lebih jujur.
Untuk pengambilan video Anda juga dapat mudah mengambil dengan cepat, hanya dengan menggeser kekanan. Untuk pilihan resolusi ada Full HD, HD dan 480p. Didalamnya Anda bisa memilih Slo-Mo atau Time-Lapse. Pada fasilitas video juga terdapat mode Face Beauty, yang bisa mempercatik hasilnya.
Baterai
Foto : Maul/Telko.id
Vivo V15 memiliki kapasitas baterai 4.000 mAh. Jelas ponsel itu bekerja keras untuk mempertahankan kinerja. Ponsel terasa hangat di bagian atas dengan permainan yang dimainkan. Menguras baterai juga terlihat saat digunakan bermain game PUBG 30 menit, kami mengamati terjadi penurunan hanya 12 persen.
Berbagi pengalam menggunakan seharian, baterai mampu bertahan hingga malem dengan persentase tersisa sekitar 15 persen. Itu kami gunakan untuk beberapa jam media sosial, browsing, bermain social media, bermain game dan foto-foto.
Untungnya Vivo memiliki fitur pengisian “Dual Engine”, dimana pengisian semakin cepat. Saat kami coba charge dari 5% hingga 100% membutuhkan waktu 2 jam 29 menit.
Kesimpulan
Foto : Helmi/Telko.id
Vivo V15 tampil mewah dan elegan yang tentu saja berkat desainnya yang stylish, kinerja cepat, dan kamera yang bagus. Apalagi kamera selfie pop-up akan menjadi daya tarik bagi mereka yang ingin menonjol dari kerumunan.
Namun, harga mungkin tampak agak tinggi, terutama ketika opsi seperti Poco F1 menawarkan Snapdragon 845 dengan harga yang jauh lebih rendah. Lalu ada Nokia 8.1 dengan pilihan yang menggunakan body kaca yang dipadukan dengan prosesor Snapdragon 710.
Namun, Vivo V15 tetap menarik dengan kehadiran kamera selfie pop-up, desain yang fashionable dan tentunya hasil foto dari tiga kamera belakang yang konsisten. (MS/HBS)
Telko.id, Jakarta – Microsoft telah memperbarui peramban atau browser Microsoft Edge versi mobile untuk sistem operasi iOS dengan sejumlah fitur baru. Microsoft Edge versi 42.11.4 hadir dengan fitur terjemahan instan.
Halaman web yang menggunakan bahasa asing kini bisa langsung diterjemahkan ke dalam bahasa asli pengguna. Sebab, Microsoft telah mengintegrasikan Microsoft Translator ke dalam aplikasi mobile Edge.
Selain fitur terjemahan instan, update juga membawa kemampuan masuk ke aplikasi via akun perusahaan atau lembaga pendidikan agar memiliki akses yang aman ke jaringan internet pribadi.
{Baca juga: Makin Canggih, Microsoft Excel Bisa Olah Data dari Gambar}
Kemampuan tersebut juga memungkinkan pengguna melihat halaman web dalam timeline PC. Update juga menambahkan berbagai peningkatan kinerja dan perbaikan bug. Saat ini, pembaruan baru sampai ke pengguna iOS.
Namun, tidak menutup kemungkinan, update Edge juga akan menyambangi pengguna Android. Versi aplikasi browser Microsoft Edge saat ini yang tersedia di Google Play Store merupakan v42.0.2.3350.
Sekadar informasi, Edge merupakan pengganti browser Microsoft yang lama, yakni Internet Explorer. Browser ini awalnya dikembangkan di bawah nama kode Project Spartan.
{Baca juga:Dibantu Jurnalis, Kini Microsoft Edge Punya Fitur Anti Hoaks}
Sebelumnya, Edge mendapatkan fitur baru yang membuatnya dapat mengidentifikasi konten hoaks atau berita palsu. Fitur anti hoaks ini bernama NewsGuard, yang dapat mengenali dan mencegah penyebaran hoaks di kalangan pengguna. [BA/HBS]