spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1368

Airpods 2 akan Berkelir Hitam Mengkilat

0

Teleset.id|Jakarta – Tampaknya Apple telah melakukan pembaruan pada AiPods. Apple diperkirakan akan meluncurkan AirPods 2 baru tahun ini dan rumor menunjukkan earphone Apple ini akan tersedia dalam warna hitam mengkilap.

Menurut situs Taiwan, Economic Daily News, rantai suplai Apple telah mulai memproduksi AirPods 2 secara massal dan siap dirilis tahun ini.

Sumber dari dalam menyebutkan bahwa earphone ini akan dilengkapi dengan lapisan eksterior berteknologi tinggi. Serta memiliki tingkat cengkeraman yang lebih kuat, sehingga mencegah terlepas dari telinga anda.

AirPods 2 dikabarkan akan tersedia setidaknya dua pilihan warna, ‘putih tradisional’ dan hitam mengkilat.

{Baca juga: AirPods Terbaru Punya Teknologi Anti-Bising?}

Laporan awal bulan ini mengklaim bahwa Apple akan merilisnya pada akhir Juni. Untuk versi terbaru ini dapat anda miliki dengan harga sekitar £ 200 atau sekitar Rp 3,6 juta.

Earphone nirkabel yang sangat populer ini belum ditingkatkan sejak dirilis dua tahun yang lalu. Ketika awal diluncurkan, para kritikus menganggap earphone ini terlalu mahal dan mudah hilang.

Namun, faktanya gadget ini banyak kita jumpai di setiap telinga. Bahkan banyak selebritas dunia yang menggunakannya, misalnya Miley Cyrus yang tampak mengenakan sepasang Louis Vuitton AirPods, bulan lalu.

{Baca juga: Berkat AirPods, Apple Mulai Kuasai Pasar Headphone}

Apple Airpods 2 akan mengikuti jejak Galaxy Buds buatan Samsung, yang diluncurkan bersama dengan smartphone Galaxy S10. [BA/HBS]

Ecofren, Solusi Atasi Sampah Elektronik yang Terus Meningkat

0

Telko.id, Jakarta – Teknologi yang terus berkembang tanpa disadari turut berdampak pula pada lingkungan. Bukan terkait penyalahgunaan teknologi itu sendiri, melainkan sampah atau limbah yang dihasilkan oleh produk elektronik. Menurut International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations University (UNU), jumlahnya bahkan terus meningkat.

Pada tahun 2016, sampah elektronik atau e-waste, yang mencakup produk-produk yang dibuang dengan baterai atau colokan termasuk ponsel, laptop, televisi, lemari es dan mainan listrik mencapai 44,7 juta metrik ton, naik 3,3 juta metrik ton (8 persen) dari tahun 2014.  Parahnya, hanya sekitar 20 persen – atau 8,9 juta metrik ton – dari semua e-waste didaur ulang pada tahun yang sama.

Di Indonesia, hal yang tak jauh berbeda ditemukan. Pada 2015, berdasarkan riset International Journal of Environmental Science and Development, setidaknya ratusan ribu ton sampah elektronik dihasilkan – mulai dari TV (106.324 ton), PC Desktop (23.816 ton), PC Laptop (7.485 ton), Ponsel (4.375 ton), Kulkas (88.381 ton), hingga mesin cuci (53.539 ton). Dan hanya sekitar  70 persen  dari semua sampah tersebut dikumpulkan pada tahun yang sama.

Mengacu pada fakta tersebut, PT Arah Environmental Indonesia, penyedia solusi terpadu pengelolaan limbah dan sampah yang tersertifikasi, memperkenalkan ECOFREN, sebuah solusi pengelolaan limbah dan sampah secara terpadu khusus untuk segmen bisnis dan sarana komersial. Solusi ini mencakup perencanaan, perlengkapan dan pengemasan, pengangkutan, pengolahan, pelatihan dan konsultasi, serta penempatan sumber daya manusia (managed service) dalam mengelola limbah secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup.

Dalam hal ini, limbah yang dimaksud adalah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), yang tidak hanya bersumber dari segmen industri, tetapi juga berasal dari lingkungan tempat aktifitas keseharian seperti rumah/hunian, perkantoran, dan sarana komersial seperti mall dan lainnya. Diantara limbah B3 yang banyak dijumpai dari segmen ini adalah limbah elektronik, baterai bekas, lampu bekas dan kemasan tinta (cartridges) bekas.

“Banyak masyarakat yang masih membuang baterai bekas, lampu bekas, tinta cartridges bekas, dan sampah elektronik lainnya ke dalam satu wadah bersama sampah bekas makanan atau sampah plastik. Padahal sampah harus dipilah pembuangannya untuk kemudian masing-masing jenis sampah dikelola dengan treatment yang berbeda,” kata Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah dalam acara peluncuran ECOFREN di Jakarta, (21/02/2019).

Ia melanjutkan, pengelolaan sampah dan limbah B3 yang buruk tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi juga akan membahayakan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, dan berdampak pada generasi berikutnya. Karena itu, pengelolaan sampah dan limbah B3 harus ditangani dengan baik dan benar.

“Dengan ECOFREN, kami berinisiatif untuk mengedukasi dan membantu masyarakat dan para pelaku usaha dalam mengelola sampah dan limbah yang mereka hasilkan secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup,” lanjut Gufron.

Layanan ECOFREN sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, yang jika tidak dikelola dengan baik akan sangat berbahaya.

“Permasalahan terkini yang ada di Indonesia tentang limbah B3 termasuk juga limbah eletronik adalah minimnya pengetahuan tentang bahaya yang ditimbulkan serta kurang tepatnya penanganan dalam hal pengelolaan. Karenanya, kehadiran solusi ECOFREN kami harapkan dapat turut membantu program pemerintah untuk mengelola limbah B3 termasuk limbah eletronik atau e-wastedengan baik dan benar,” imbuh Rosa Ambarsari, Kepala Seksi Pengelolaan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Layanan ECOFREN dibagi menjadi tiga paket, yakni EcoPrime, EcoComprehensive dan EcoBasic. Masing-masing jenis paket dibedakan berdasarkan kebutuhan pelanggan, seperti frekuensi pengangkutan, jenis limbah dan volume limbah yang dihasilkan.

Pelanggan paket EcoPrime mendapatkan fasilitas berupa pengemasan ulang untuk masing-masing jenis limbah dan dapat mengelola sampai dengan 90 jenis limbah.  Pelanggan paket EcoComprehensive mendapat semua layanan paket EcoPrime dan layanan ekstra berupa penanganan sampah sejenis domestik. Pelanggan paket  EcoBasic  dapat mengelola empat jenis limbah dan mendapatkan fasilitas satu unit EcoBox, sebuah wadah unik four-in-one untuk memilah limbah (limbah elektronik, baterai bekas, lampu bekas dan tinta cartridges bekas).

 

iPhone 11 Bisa ‘Ngecas’ Ponsel Lain Secara Nirkabel?

0

Telko.id|Jakarta – Apple sedang menyiapkan jagoan barunya iPhone 11. Kehadirannya memang masih beberapa bulan lagi. Namun berbagai rumor telah mengungkap sejumlah fitur menarik yang akan diusungnya. Salah satunya adalah, desas-desus tentang fitur charging nirkabel, atau pengisian daya terbalik.

Menurut bocoran terbaru, iPhone 11 akan datang dengan alat praktis yang memungkinkan Anda mengisi baterai gadget teman atau keluarga secara nirkabel.

Untuk melakukannya, Anda hanya perlu meletakkan ponsel teman di belakang iPhone 11 untuk melakukan pengisian daya.

Dengan demikian, pada dasarnya iPhone Anda akan bertindak sebagai pengisi daya nirkabel portabel yang dapat mengorbankan sebagian dari daya baterainya untuk gadget lain.

{Baca juga: Apple Bakal Ganti Semua Layar iPhone 2020 ke OLED?}

Fitur canggih tersebut diprediksi oleh analis Apple andal Ming-Chi Kuo. Fitur ini dikenal sebagai pengisian nirkabel terbalik. Sebelumnya, fitur ini sudah dimiliki Huawei Mate 20 Pro, yang diluncurkan pada November.

Selain itu, fitur ini juga diharapkan menjadi salah fitur andalan Samsung Galaxy 10 yang baru saja diluncurkan.

Pengisian daya nirkabel terbalik pada Huawei Mate 20 Pro bisa dibilang sedikit mengecewakan. Dalam waktu satu jam, hanya dapat mengusi baterai ponsel sebesar 10 persen, dan menghabiskan sepertiga baterai selama proses pengisian.

Namun, belum tentu versi Apple akan mengikuti jejak Huawei, karena perusahaan yang bermarkas di California ini memiliki lebih banyak waktu untuk mendapatkan teknologi dengan tepat.

Seperti diketahui, Apple diperkirakan akan merilis iPhone 11 pada bulan September. Ming-Chi juga mengatakan AirPods 2, juga akan dirilis tahun ini.

AirPods 2 dikabarkan datang dengan kemampuan pengisian nirkabel, yang berarti iPhone 11 dapat mengisi daya earphone anda dengan cepat.

{Baca juga: Diantara Trio iPhone 2018, iPhone XR Diklaim Paling Laris}

Ming-Chi juga percaya bahwa MacBook Pro 16-inci dan monitor Apple 6K resmi akan diluncurkan pada 2019. Sementara itu, menurut rumor terbaru, iPhone 11 akan dilengkapi dengan tiga kamera belakang.

Laporan lain menyebutkan, setiap versi gadget akan hadir dengan layar OLED yang canggih. [BA/HBS]

Sumber: The Sun

Samsung Klaim Jual 2 Miliar Smartphone Galaxy

0

Telko.id, Jakarta – CEO Samsung, DJ Koh, mengumumkan bahwa perusahaan telah menjual lebih dari dua miliar smartphone Galaxy series sejak pertama kali diluncurkan pada 2010. Ini adalah pertama kalinya Samsung mengumumkan banyaknya ponsel yang telah mereka jual.

Dalam acara Galaxy Unpacked, Samsung memperkenalkan empat ponsel baru, yaitu satu ponsel lipat bernama Galaxy Fold dan tiga varian dari Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e dengan harga relatif terjangkau.

Seperti diberitakan The Verge, Samsung tidak menyebutkan lini apa saja yang masuk ke dalam angka dua miliar yang Koh sebutkan. Yang pasti, Galaxy S series dan Galaxy Note series masuk ke dalam perhitungan itu.

Selain dua lini smartphone premiumnya, Samsung juga menyediakan beberapa lini lain seperti Galaxy A, Galaxy C, Galaxy J, dan beberapa lini lainnya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Fakta bahwa Samsung telah menjual dua miliar perangkat adalah pencapaian tersendiri untuk perusahaan asal Korea Selatan itu. Sebagai perbandingan, pada September tahun lalu, Apple mengumumkan bahwa mereka telah menjual hampir dua miliar perangkat iOS.

Sejak itu, angka penjualan tentunya telah naik. Meskipun begitu, Apple juga menggabungkan penjualan tablet iPad ke dalam angka itu. Karena itu, jumlah penjualan Samsung dan Apple tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Sebelumnya dilaporkan, Penjualan ponsel Samsung tercatat merosot 13 persen pada kuartal ke-3 (Q3)-2018. Laporan International Data Corporation (IDC) dan Strategy Analytics mengungkapkan bahwa pada kuartal 4 tahun lalu penjualan ponsel Samsung turun 4 persen.

Tren penurunan penjualan yang dialami Samsung ini juga berlangsung di Q1-2018, yang mencatat penurunan 2 persen dan turun 10 persen pada Q2-2018.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Kondisi itu dinilai menjadi tanda yang jelas bahwa penjualan Samsung Galaxy Note 9 dan Galaxy S9 belum kompetitif. Bahkan kekuatan Samsung dinilai telah melemah pasar smartphone kelas menengah dan bawah. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Realme C1 (2019) Diluncurkan, Apa Saja Peningkatannya?

0

Telko.id, Jakarta – Realme baru saja merilis smartphone entry-level terbarunya, yakni Realme C1 (2019). Smartphone tersebut merupakan varian baru dari Realme C1 versi standar yang diperkenalkan pada Oktober tahun lalu.

Menurut Josef Wang, Marketing Director Realme SEA, Realme C1 (2019) disematkan memori internal yang jauh lebih besar. Smartphone ini, mempunyai konfigurasi RAM 2 GB dan memori internal sebesar 32 GB yang bisa diperluas menggunakan microSD.

“Kami punya reputasi bagus untuk Realme C1. Makanya, sekarang kita merilis C1 (2019) yang memiliki peningkatan pada memori internalnya,” ujarnya, di acara Realme Super Brand Day, di Jakarta, Kamis (21/02/2019).

{Baca juga: Realme C1 Dirilis di Indonesia, Harganya Rp 1 Jutaan}

Meski memiliki konfigurasi memori yang lebih besar, namun untuk spesifikasi secara keseluruhan, Realme C1 (2019) masih mengusung spesifikasi yang sama dengan versi standar.

Smartphone itu mengusung desain berponi atau notch, dengan ukuran yang hampir mirip dengan Oppo F7. Ukuran layarnya mencapai 6,2 inci dengan resolusi HD+ dan aspek rasio 19 : 9.

C1 (2019) ditenagai oleh prosesor octa-core 1.8GHz Snapdragon 450, dan ditopang oleh baterai berkapasitas 4,320 mAh. Spesifikasi tersebut, dinilai mampu menjalankan berbagai proses yang berjalan di atas sistem operasi Color OS 5.1 berbasis Android 8.1 Oreo.

Baca Juga: Review Realme 2 Pro: Spesifikasinya Gak Nyantai!

Reame C1 (2019) mengandalkan kamera ganda sebagai salah satu andalan utamanya. Smartphone ini memiliki kamera beresolusi masing-masing 13MP aperture f/2.2 dan 2MP lensa depthyang dapat mengambil foto dengan efek bokeh. Namun untuk kamera depannya, hanya beresolusi 5MP saja.

Josef menyatakan, smartphone terbarunya ini akan dibanderol dengan harga Rp 1,5 jutaan. Namun khusus untuk Super Brand Day yang diadakan oleh Lazada dengan Realme pada 27 Februari mendatang, harga Realme C1 (2019) turun menjadi Rp 1,4 jutaan. (FHP)

Ada Fitur Anonymous Caller ID di Google Voice iOS

0

Telko.id, Jakarta – Pengguna Google Voice di iOS memiliki fitur privasi baru yang disebut Anonymous Caller ID. Fitur tersebut nantinya juga akan hadir di perangkat berbasis Android.

Google Voice belakangan ini mendapatkan perhatian khusus dari pengembangnya. Selama beberapa bulan terakhir, sejumlah fitur dan perubahan diberikan untuk Google Voice.

Menurut laporan Slashgear, khusus di iOS, Google Voice menerima fitur baru yang disebut Anonymous Caller ID. Opsi ini mencegah penerima melihat siapa yang menelepon.

9t5Google juga menemukan bukti fitur yang sama di aplikasi Google Voice versi 2019.07. Namun demikian, fitur itu tampaknya tidak muncul bagi pengguna Android saat ini.

{Baca juga: Image Search Bakal Lebih Interaktif via Google Lens}

Bulan lalu, Google menggulirkan fitur panggilan VoIP ke pengguna setelah versi beta yang sangat panjang. Fitur ini memungkinkan pengguna Google Voice untuk melakukan panggilan melalui Wifi bukannya jaringan seluler.

Selain itu, Google Voice di Android juga menerima tampilan baru dalam bentuk Google Material Design bulan lalu. Material Design ini memperbarui tampilan aplikasi untuk mengimbangi aplikasi Google lainnya, termasuk Gmail.

{Baca juga: Google Segera Luncurkan Pixel Watch, Apa Keunggulannya?}

Pengguna iOS dan Android bisa mengunduh aplikasi Google Voice secara gratis melalui toko aplikasi App Store dan Play Store yang tersedia.

Sumber : slashgear.com 

Siaran Sambil Minum Miras Setiap Hari, Pria Ini Tewas

0

Telko.id, Jakarta – Aksi nekat dilakukan oleh seorang pria asal China bernama Chu. Berambisi kondang di dunia maya, ia konsisten menenggak minuman keras (miras) sambil live streaming selama tiga bulan beruntun. Bukannya menjadi terkenal, ia malah tewas karena kebiasaannya minum miras.

Seperti dikutip Telko.id dari Asia One, Kamis (21/02/2019), kali terakhir ia melakukan siaran langsung di dunia maya pada 31 Desember 2018 melalui aplikasi di Liaoliao.

Seorang teman mengungkapkan, Chu minum bir dan miras lain setiap hari. Ia menyebut, Chu meninggal bukan karena miras yang ditenggak pada Desember 2018, namun karena akumulasi miras selama tiga bulan.

{Baca juga: Gara-gara Charger Palsu, Pria 24 Tahun Tewas Kesetrum}

Aksi Chu meminum alkohol disiarkan di sejumlah aplikasi virtual. Pengguna bisa berinteraksi dengannya secara langsung. Saat melakukan siaran, Chu tak saja meminum miras, tetapi juga minyak goreng.

Semua itu dilakukannya demi mendapatkan uang dari penggemar. Pernah suatu ketika, Chu mengaku sudah tak sanggup melakukan aksi, karena telah merasa sakit. Namun, para penggemar melakukan protes.

Setiap hari, saat siaran sambil menanggak miras, Chu mendapat uang hingga 500 yuan atau Rp 1 juta. Sampai suatu hari, ia merasa tak enak badan ketika hendak pulang setelah melakukan siaran langsung.

{Baca juga: Fitur LinkedIn Live akan Dirilis, Mirip Instagram Live?}

Sopir taksi yang mengetahui kondisinya langsung melapor ke polisi untuk kemudian dibawa ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak terolong. Ia dinyatakan meninggal dunia ketika dalam perjalanan.

Seorang netizen bermarga Wang merasa bertanggung jawab menyarankan Chu untuk terus menenggak miras. Namun, ia juga menyebut bahwa pemilik aplikasi wajib turut serta bertanggung jawab. (SN/FHP)

Ada Instagram Mode di Samsung Galaxy S10, Seperti Apa?

0

Telko.id, Jakarta – Ketika memperkenalkan trio Galaxy S10, Samsung juga mengumumkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Instagram khusus untuk smartphone flagship terbarunya itu. Lewat kerja sama tersebut, Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e memiliki fitur Instagram Mode.

“Kami bekerja sama dengan Samsung untuk Galaxy S10. Ada mode baru di smartphone ini, Instagram Mode,” kata Head of Product Instagram, Adam Mosseri.

Fitur ini terdapat pada aplikasi kamera Galaxy S10. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mengambil gambar dan mengunggahnya langsung ke Instagram Stories, termasuk menambahkan stiker, hashtag, tulisan, dan lainnya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

“Seluruh fitur kamera S10 bisa dimanfaatkan untuk Instagram Stories,” ujar Suzanne De Silva, Director of Product Marketing Samsung.

Selain Instagram, Samsung juga memungkinkan para developer untuk memanfaatkan Software Development Kit (SDK) kamera Galaxy S10 untuk aplikasi buatan mereka. Sejauh ini, ada tiga aplikasi yang juga dapat menggunakan fitur kamera smartphone itu, yakni Snow, Lime, dan Snapchat.

Samsung Galaxy S10 sendiri mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci untuk S10 standar, 6,4 inci untuk S10+ dan 5,8 inci untuk S10e. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

{Baca juga: Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta}

Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+ yang dapat ditambah dengan micro SD.

Galaxy S10 dan S10+ juga punya tiga kamera utama masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat. Sedangkan untuk kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10 MP lensa wide, dan S10+ dibekali kamera ganda 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth.

Samsung mematok harga Galaxy S10 di angka USD 899 atau Rp 12,6 jutaan. Sedangkan harga Galaxy S10+ dan S10e masing-masing mencapai USD 999 atau Rp 14 jutaan dan USD 749 atau Rp 10,5 jutaan. (FHP)

Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Trio Samsung Galaxy S10 resmi melenggang di ajang “Galaxy Unpacked 2019” di San Francisco, Amerika Serikat. Ketiganya diberikan sentuhan teknologi berbeda, yang membuat Samsung Galaxy S10, Galaxy S10+, dan Galaxy S10e memiliki beragam teknologi baru di dalamnya. Lantas, berapa harga Galaxy S10?

Samsung Galaxy S10 mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci untuk S10 standar, 6,4 inci untuk S10+ dan 5,8 inci untuk S10e. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

Khusus untuk S10 standar dan S10+, perusahaan asal Korea Selatan ini menggunakan layar yang melengkung di sisi kiri dan kanannya.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Selain itu, kedua smartphone ini pun sudah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya. Teknologi itu dibantu oleh sistem Anti Spoofing, untuk mengamankan smartphone pengguna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Terdapat teknologi Ultrasonic Fingerprint, yang jadi pertama di dunia. Sensor ini bisa mengenali sidik jari, meski di dalam kondisi yang ekstrem,” kata Suzanne De Silva, Director of Product Marketing Samsung.

Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+ yang dapat ditambah dengan micro SD.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

“Kami memberikan dukungan microSD, yang membuatnya bisa memiliki storage sebesar 1,5 TB,” jelas Drew Blackard, Senior Director of Product Marketing Samsung.

Smartphone ini memiliki kapasitas baterai yang berbeda-beda. Galaxy S10 ditopang oleh baterai berkapasitas 3,400 mAh, Galaxy S10+ punya baterai sebesar 4,100 mAh dan Galaxy S10e disematkan baterai kecil berkapasitas 3,100 mAh. Baterai tersebut didukung juga oleh teknologi wireless charging dengan kecepatan 36% lebih baik dari ser sebelumnya.

“S10 dapat berfungsi sebagai wireless charging pad. Itu membuktikan bahwa S10 menjadi smartphone powerful dan juga pintar,” klaim Drew.

Setelah “bereksperimen” dengan memberikan 3 kamera untuk Galaxy A7 (2018), Samsung membawa teknologi ini untuk seri flagship. Galaxy S10 dan S10+ punya kamera masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat.

{Baca juga: Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!}

Sedangkan untuk kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10 MP lensa wide. Lalu S10+, dibekali kamera ganda dengan resolusi masing-masing 10 MP lensa wide dan 8 MP lensa RGB depth.

“S10 jadi smartphone pertama yang bisa merekam video dengan HDR10+,” ujar Suzanne.

Kamera ini memberikan hasil ‘What You See is What You Get’,” tambahnya.

Lalu untuk S10e, tetap menerapkan kamera ganda di bagian belakangnya yang memadukan konfigurasi lensa wide dengan lensa ultra-wide. Sama dengan S10, smartphone ini juga memiliki satu kamera dengan lensa wide.

“Kamera didukung oleh AI Camera yang bisa mengenali lebih dari 30 kategori foto untuk membantu Anda mengambil foto terbaik di berbagai kondisi,” ujar Suzanne.

Dengan serangkaian teknologi itu, Samsung mematok harga Galaxy S10 di angka USD 899 atau Rp 12,6 jutaan. Sedangkan harga Galaxy S10+, mencapai USD 999 atau Rp 14 jutaan.

Sementara harga Galaxy S10e “hanya” USD 749 atau Rp 10,5 jutaan. Ketiganya akan tersedia pada 8 Maret mendatang. (FHP)

Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!

0

Telko.id, Jakarta – Samsung resmi meluncurkan smartphone layar lipat pertamanya, Samsung Galaxy Fold. Sesuai prediksi, smartphone tersebut dibanderol dengan harga yang mahal, karena harga Samsung Galaxy Fold mencapai USD 1.980 atau setara Rp 27,7 jutaan.

Samsung Senior Vice President of Product Marketing, Justin Denison menyatakan, perangkat yang memadukan antara tablet dan smartphone itu akan dijual perdana pada 26 April mendatang dengan dua varian berbeda, yakni varian LTE dan juga 5G.

“Galaxy Fold tidak seperti device yang ada sebelumnya. Kita membuat sebuah breakthrough,” ucap Justin.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Samsung Galaxy Fold sendiri memiliki dua layar, masing-masing berukuran 7,3 inci untuk layar utama ketika smartphone dibentangkan, dan layar sekunder 4,6 inci yang akan aktif ketika smartphone dilipat.

Layar itu disebut Samsung sebagai Infinity Flex, yang dikemas dalam body yang diklaim sangat kuat. Justin mengatakan, perangkat tersebut dikemas dengan bahan yang kuat dan telah melalui berbagai pengujian, khususnya dalam mekanisme lipat sebanyak ribuan kali.

“Ini menggunakan bahan yang kuat, dan telah melalui tes lipat sebanyak ribuan kali,” jelasnya.

Smartphone ini ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan ditopang oleh dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh. Sementara untuk sistem operasinya, Samsung memberikan sejumlah hal baru, termasuk fitur bernama App Continuity.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk menampilkan aplikasi secara berkelanjutan, dari smartphone ke mode tablet. Juga, pengguna dapat menjalankan tiga aplikasi secara bersamaan dengan pengalaman yang smooth.

Di sektor kamera, Galaxy Fold punya enam kamera. Tiga kamera utama yang bisa diakses pada mode smartphone atau tablet dengan resolusi 12 MP lensa wide-angle, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide.

Lalu, ada dua kamera di bagian dalam atau pada mode tablet dengan resolusi 10 MP dan 8 MP lensa RGB depth, dan satu kamera depan 10 MP pada mode smartphone.

“Galaxy Fold kita membuat dimensi baru untuk smartphone, ini adalah kategori baru untuk sebuah perangkat,” papar Justin. (FHP)