spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1367

Kualitas Kamera Galaxy S10+ Setara dengan Mate 20 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Situs DxOMark baru saja merilis hasil penilaian mereka soal kamera dari smartphone flagship terbaru, yakni Samsung Galaxy S10+. Sekadar informasi, smartphone ini mengusung tiga kamera utama masing-masing 12 MP lensa wide, 12 MP lensa telephoto, dan 16 MP lensa ultra-wide 123 derajat.

Melansir dari GSMArena, Sabtu (23/02/2019), DxOMark menyimpulkan bahwa kamera Galaxy S10+ sama baiknya dengan kamera Huawei Mate 20 Pro dan Huawei P20 Pro.

Smartphone terbaru Samsung itu memperoleh skor 109, dengan penjabaran masing-masing 114 poin untuk foto dan 97 poin untuk video.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Meski demikian, DxOMark menyatakan bahwa Galaxy S10+ memiliki kemampuan selfie yang jauh lebih baik. Smartphone ini merangsek ke posisi pertama dengan nilai 96, diikuti oleh Galaxy Note 9 dan Pixel 3.

Kamera Galaxy S10+ dinilai memiliki tangkapan foto yang dinamis, memiliki pencahayaan yang baik, reproduksi warna yang akurat, serta hasil bokeh yang sangat baik. Kemampuan video smartphone ini juga terbilang luar biasa, dengan framing yang halus dengan stabilisasi gambar yang bagus.

Walaupun begitu, DxOMark juga membeberkan beberapa kekurangan dari kamera Galaxy S10+. Salah satunya adalah hilangnya detail halus dan ketajaman pada foto, ketika foto tersebut diambil pada kondisi cahaya yang terlalu terang.

{Baca juga: Banyak Teknologi Baru, Harga Galaxy S10 “Cuma” Rp 14 Juta}

Perlu diketahui, Galaxy S10+ merupakan smartphone flagship teratas yang diperkenalkan Samsung bersama dengan Galaxy S10 dan Galaxy S10e. Smartphone ini mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,4 inci.

Di sektor dapur pacu, Samsung menyematkan prosesor yang sama untuk ketiganya, yakni Snapdragon 855 atau Samsung Exynos terbaru. Dibekali juga dengan RAM 8 GB dan 12 GB, dan ROM hingga 1 TB yang dapat ditambah dengan micro SD. (FHP)

PSN Berhasil Luncurkan Satelit HTS Nusantara 1

0

Telko.id – Pasifik Satelit Nusantara (PSN) hari ini berhasil meluncurkan satelit komunikasi broadband Nusantara 1 pada 08.45 WIB, Jumat (22/2). Nusantara 1 merupakan satelit pertama Indonesia dengan teknologi High Throughput Satellite (HTS).

“Semalam pada 21 Februari pukul 20.45 waktu Florida atau pukul 08.45 WIB, satelit Nusantara telah berhasil diluncurkan dari Cape Carnaveral,” kata Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono saat acara konferensi pers di Kantor PSN, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/2).

PSN meluncurkan satelit nya di Cape Canaveral, Amerika Serikat menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. Diharapkan Nusantara 1 ini dapat menuju slot orbit 146 derajat Bujur Timur tepat di atas Papua seperti yang direncanakan. Setidaknya, dalam proyeksinya, Nusantara 1 ini akan sampai pada orbitnya dalam waktu dua minggu.

Sesampainya di orbit yang telah ditentukan, satelit akan melakukan in orbit test . Satelit akan melakukan uji coba selama kurang lebih tiga minggu sebelum beroperasi untuk memancarkan sinar broadband.

“Kondisi di luar angkasa itu ekstrem, jadi kami lakukan tes untuk lihat apakah fungsi satelit di luar angkasa sama dengan sebelum diberangkatkan,” kata Heru.

Sebagai informasi, satelit HTS ini yang dapat memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas lebih besar sampai dengan 15 Gbps atau sekitar tiga kali lipat kapasitas satelit konvensional.

Kapasitasnya sendiri sebanyak 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band.

Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara. Sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari delapan Spot Beam pada sistem HTS.

Heru mengatakan satelit ini diproduksi oleh Space System Loral (SSL) ini menggunakan platform SSL-1300-140 yang sanggup mengorbit selama lebih dari 15 tahun. Satelit ini memiliki berat ketika peluncuran mencapai 4.100 kilogram.

Awalnya, PSN memilih Boeing untuk membangun Nusantara Satu pada tahun 2014, tetapi membatalkan kesepakatan setelah Boeing tidak dapat memasangkan satelit dengan pelanggan lain untuk peluncuran ganda Falcon 9. Yang kemudian terpaksa beralih kontrak ke Space Systems Loral (SSL) pada tahun 2014.

Lalu, PSN pun harus mencari pendanaan baru karena pada waktu itu batas waktu piagam Bank Eksport-import berakhir pada 2015. Yang kemudian, PSN mencari lagi sumber dana dan beralih ke Ekspor Pengembangan Kanada untuk menyelesaikan pembiayaan Nusantara Satu – dibantu oleh fakta bahwa MDA Corp, perusahaan induk SSL pada saat itu, berbasis di Kanada –tetapi dengan syarat satelit harus bisa diluncurkan dalam waktu satu tahun.

Kondisi ini sempat membuat tidak happy, Adi Rahman Adiwoso, CEO PSN. Seperti yang diungkapkan ketika wawancara dengan spacenews beberapa waktu lalu.

“Kami sudah bekerja selama 9 bulan sebelum akhirnya mereka tutup. Tentu kami tidak senang. Kami menghabiskan uang, waktu dan tenaga,” ungkap Adi.

Peluncuran satelit Nusantara 1 ini tergolong efisien. Kenapa? Pasalnya, SSL bersamaan dengan Nusantara 1 juga ada dua satelit lain yang diluncurkan.

Foto: Spacenews.com

“SSL dapat mengimbangi biaya peluncuran dengan bekerja sama dengan Spaceflight Inc. Di mana bersamaan dengan Nusantara 1ada dua rideshare yang akan diluncurkan,” ujar David Bernstein, wakil presiden senior manajemen program SSL seperti dikutip dari spacenews.

Bernstein juga mengatakan bahwa Nusantara Satu dibangun dalam 26-27 bulan, dan tidak mengalami kemunduran dari PHK SSL pada 2017 dan 2018, atau dari komponen pihak ketiga yang rusak ditemukan di satelit lain yang sedang dibangun.

Berdasarkan pengakuan Adiwoso, 70 hingga 75 persen dari kapasitas Nusantara Satu sudah terjual. Pemerintah Indonesia sendiri akan menggunakan setengah dari kapasitas satelit.

Saat ini, Adiwoso menyebutkan bahwa PSN telah meluncurkan hotspot Wi-Fi di 3.000 desa di seluruh Indonesia, membawa akses internet dalam jangkauan sekitar 1,5 juta orang.

Begitu Nusantara Satu memasuki layanan pada bulan April, PSN akan menggunakan satelit untuk menjangkau 10.000 desa lainnya, membawa konektivitas dalam jangkauan 5 juta orang pada akhir tahun, katanya.

Adiwoso memperkirakan perusahaan harus dapat menghubungkan 12 juta hingga 13 juta orang pada akhir tahun 2020, ketika Nusantara Satu- sudah berada di orbit.

Ke depan, Adiwoso mengatakan PSN bersedia untuk mengeksplorasi penggunaan Ka-band, frekuensi yang sering digunakan untuk broadband tetapi lebih sensitif terhadap cuaca buruk.

Rencanya, PSN akan kembali meluncurkan Satelit Nusantara Dua dan Tiga, masing-masing pada tahun 2020 dan 2022. (Icha)

 

 

 

 

 

 

Indosat Ooredoo Buka Gerai Berkonsep Digital Pertama

0

Telko.id – Pelanggan memang harus dilayani dengan optimal. Salah satunya dengan melayani lebih dekat. Itu sebabnya, Indosat Ooredoo menghadirkan Gerai berkonsep Digital pertama yang berlokasi di salah satu pusat aktivitas masyarakat Jakarta, Mall Kota Kasablanka.

Tujuan utama hadirnya gerai berkonsep digital ini adalah menambah titik layanan sehingga memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi terkait produk dan sebagai tempat pembelian gawai. Hal ini sejalan dengan komitmen dan strategi perusahaan LEAD untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan dengan memberikan layanan terbaik melalui kehadiran gerai dengan konsep digital.

“Indosat Ooredoo berkomitmen selalu memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Kali ini kami hadirkan Gerai Digital pertama dari Indosat Ooredoo yang bisa menambah pengalaman digital pelanggan melalui fitur yang kami sediakan. Kami berharap agar pelanggan bisa mendapatkan informasi terbaru serta mencari referensi gawai terbaru disini,” ujar Chief Sales & Distribution Officer Indosat Ooredoo, Hendri Mulya Syam.

Gerai digital Indosat Ooredoo menggunakan media digital terbaru seperti adanya Interactive Wall yang memungkinkan pelanggan dapat merasakan pelayanan secara mandiri, mulai dari informasi pelayanan, penjualan prabayar dan pascabayar, pembayaran bahkan permainan.

Untuk konsumen pascabayar, kami menyediakan khusus “Postpaid Lounge”, dimana pelanggan postapid akan dilayani area khusus, dalam area postpaid lounge dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti wireless chargingusb port dan selfcoffee maker yang bisa digunakan pelanggan ketika berada di area postpaid lounge.

Secara umum, konsep Gerai Indosat Ooredoo saat ini telah berubah dari semula hanya memberikan layanan pelanggan, kini juga menjadi tempat penjualan gawai terbaru dengan berbagai merek ternama. Pelanggan bisa mendapatkan gawai secara gratis dengan hanya berlanggan paket pascabayar Indosat Ooredoo. Indosat Ooredoo bekerja sama dengan PT Erajaya Group sebagai penyedia gawai terbaru di seluruh gerai di Indonesia. (Icha)

Masih Ada Kendala Teknis, Migrasi TCASH ke LinkAja Di Tunda

0

Telko.id – Baru pagi ini (22/02), pelanggan TCASH mulai bisa migrasi ke LinkAjA. Tapi ternyata, proses nya tidak mulus. Dari pagi, banyak pelanggan yang tidak bisa melakukan konversi TCASH nya ke LinkAja. Akhirnya, proses konversi pun ditunda. Seperti yang disampaikan dalam pernyataan resminya pada malam hari pukul 20.27.

Dalam pernyataan resminya tersebut, disampaikan bahwa Proses konversi aplikasi ini mengalami kendala teknis, sehingga untuk kenyamanan pelanggan, TCASH menunda proses konversi aplikasi mobile ke LinkAja dan mengembalikan ke aplikasi mobile TCASH semula, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH dengan normal, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya.

Sebelum proses migrasi ini, TCASH melakukan berbagai persiapan bisnis maupun teknis. Meski demikian team teknis kemudian menemukenali masalah teknis dalam proses konversi update aplikasi mobile TCASH ke LinkAja.

Hal ini berakibat pelanggan yang mengupdate/mengkonversi aplikasi mobile TCASH ke LinkAja menemui kendala untuk login. Kendala teknis ini berimbas pada layanan-layanan yang berbasis aplikasi mobile sedangkan layanan berbasis lainnya berjalan dengan normal tanpa gangguan seperti layanan pembayaran di berbagai merchant menggunakan NFC dan token; layanan isi saldo di mitra-mitra TCASH termasuk kanal-kanal ATM dan aplikasi elektronik dari Bank Himbara, layanan USSD (*800#) bagi pengguna ponsel non-smartphone, layanan web-check out seperti di Blanja.com dan aplikasi KAI Access.

“Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah menganalisa secara menyeluruh kami memutuskan untuk menunda proses migrasi aplikasi mobile ini hingga awal minggu depan. Pelanggan akan kami kembalikan ke aplikasi mobile TCASH, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH seperti semula, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya,” ungkap Danu Wicaksana, CEO TCASH

“Pelanggan-pelanggan TCASH yang lebih dari 95 persen menggunakan ponsel berbasis Android akan mendapatkan SMS berisi petunjuk untuk mengupdate aplikasi mereka kembali ke aplikasi mobile TCASH sebelumnya, sehingga bisa melakukan transaksi TCASH secara normal. Sedangkan untuk pelanggan berbasis iOS  kami mohon maaf untuk beberapa hari ke depan belum bisa menggunakan layanan aplikasi mobile TCASH,” lanjut Danu.

“Pengalaman pengguna merupakan prioritas utama kami. Sekali lagi kami mohon maaf atas kendala teknis pada proses konversi ke aplikasi mobile LinkAja ini. Kami berupaya untuk melakukan perbaikan  sesegera mungkin. PT Finarya melalui LinkAja juga sangat berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75% pada tahun 2019 ini,” tutup Danu. (Icha)

 

Lesu! Pangsa Pasar Smartphone di Q4 Hanya Naik 1,2%

0

Telko.id, Jakarta – Geliat pasar smartphone mengalami kelesuan di penghujung tahun 2018. Menurut laporan terbaru yang dirilis firma pasar, Gartner, bahwa kenaikan pangsa pasar di Q4 hanya berkisar diangka 1,2%. Meski terdesak para pemain China, namun Samsung dan Apple masih tetap mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar.

Gartner mencatat kenaikan pangsa pasar smartphone di Q4 2018 hanya berkisar diangka 1,2%, dengan total 408,4 juta unit perangkat smartphone yang dikirimkan.

Dilansir Telko.id dari TechCrunch pada Jumat (22/02/2019), Gartner mencatat bahwa Apple mengalami penurunan dibandingkan Q4 di tahun 2017 dari 17,9% menjadi 15,8%.

Bulan lalu Apple memang telah memperingatkan investor terkait penurunan pendapatan di Q1, dan penurunan penjualan iPhone sekitar 15% dari tahun ke tahun.

Walaupun begitu, Apple masih mempertahankan pangsa pasarnya di posisi kedua dengan 15,8% tepat dibelakang Samsung yang masih kokoh berada di posisi puncak menguasai pasar global.

Sebagai pemuncak, Samsung menguasai market share sebesar 17,3% di kuartal keempat. Raksasa elektronik asal Korea Selatan itu berhasil melakukan pengiriman smartphone sebanyak 70,7 juta unit di kuartal tersebut.

{Baca juga: Tahun Depan Penjualan iPhone Bakal Turun Lagi?}

Di urutan ketiga ada Huawei yang berhasil menjual lebih dari 60 juta unit smartphone di Q4, dan mengalami peningkatan pangsa pasar dari 10,8% di Q4 2017 menjadi 14,8 % di Q4 2018.

Gartner sendiri memang menilai ada peningkatan yang signifikan terkait pangsa pasar Huawei di tahun 2018 ini.

Mereka bahkan menjuluki tahun 2018 ini sebagai tahun Huawei karena mencapai pertumbuhan teratas yakni 4% dibandingkan 5 vendor ponsel global lainnya. Pertumbuhan ini tidak hanya terjadi di Cina dan Eropa, tetapi juga di Asia Pasifik, Amerika Latin dan Timur Tengah.

{Baca juga: Samsung Targetkan 20 Persen Pangsa Pasar Global}

Kemudian Honor, sub-brand Huawei yang menyasar kelas menengah juga membantu perusahaan mengeksploitasi peluang pertumbuhan di paruh kedua tahun ini terutama di pasar negara berkembang.

Sebaliknya, penurunan Apple menjadikannya sebagai pemain terburuk pada Q4 2018, di antara lima vendor smartphone global teratas. Gartner mengatakan permintaan iPhone melemah di sebagian besar wilayah, kecuali Amerika Utara dan Asia Pasifik.

Dikatakan penjualan iPhone turun paling besar di China, dimana pada tahun 2018 keseluruhan penjualan iPhone turun 2,7%, menjadi lebih dari 209 juta unit.

Gara-gara Ini, Penjualan iPhone Terus Jeblok

“Apple harus berurusan tidak hanya dengan pembeli yang menunda upgrade karena mereka menunggu smartphone yang lebih inovatif. Ini juga terus menghadapi alternatif smartphone harga tinggi dan menengah yang menarik dari vendor Cina.

“Kedua tantangan ini membatasi prospek pertumbuhan penjualan unit Apple,” kata Anshul Gupta, direktur riset senior Gartner. [NM/HBS]

Sumber: TechCrunch

Adu Kuat Flagship “Zaman Now”

0

Telko.id – Samsung baru saja mengumumkan smartphone flagship terbarunya, Samsung Galaxy S10Smartphone tersebut bisa dibilang sebagai sebuah breakthrough dari Samsung, berkat teknologi, fitur, sampai desain yang benar-benar berbeda daripada seri sebelumnya.

Bahkan menurut Apple Insider, seperti dikutip Telko.id pada Jumat (22/02/2019), Samsung Galaxy S10 dapat membuat terkesan para pengguna setia iPhone saat smartphone itu diperkenalkan. Tapi benarkah?

Well, kali ini tim Telko.id akan mencoba membandingkan smartphone andalan terbaru Samsung itu dengan smartphone flagship Apple, yakni iPhone XS.

{Baca juga: Trio Samsung Galaxy S10 Resmi Diperkenalkan}

Kami akan membandingkan dari sisi desain, spesifikasi, serta fitur-fitur yang ada di dalamnya. Socheck this out!

Desain

Foto: PCMag

Samsung dengan berani mengubah desain Galaxy S10 menjadi lebih berbeda daripada seri sebelumnya. Seperti bagian depan misalnya, Samsung mengusung desain fullscreen berkat penggunaan “lubang kamera” di kanan atas layarnya.

Ini menjadi sebuah peningkatan, apabila kita melihat desain dari Samsung Galaxy S8 dan Galaxy S9 yang masih memiliki bezel yang cukup tebal.

Begitu juga dengan bagian belakangnya, Samsung kini meletakkan frame kamera utama secara horizontal dan memanjang. Frame kamera itu sendiri menjadi tempat bagi tiga kamera utama, LED Flash, dan juga sensor detak jantung.

Sementara iPhone XS, desainnya masih nyaris sama persis dengan seri sebelumnya, iPhone X. Nyaris tidak ada ubahan yang berarti, seperti tetap ada notch atau poni di bagian atasnya.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Desain yang sama juga diaplikasikan Apple bada body bagian belakang smartphone. iPhone XS punya bahasa desain yang mirip dengan iPhone X, termasuk dalam hal ukuran layarnya yang sama-sama sebesar 5,8 inci.

Nah, berbicara soal layarnya, Samsung Galaxy S10 mengusung layar dengan teknologi Dynamic AMOLED dan beresolusi Quad HD+ dengan ukuran 6,1 inci. Samsung menjamin kualitas layar smartphone flagship terbarunya itu, karena didukung oleh teknologi HDR10+.

Sekadar informasi, HDR10+ akan membuat para pengguna tetap dapat melihat konten secara maksimal pada layar, meski berada pada kondisi matahari yang bersinar terik. Selain itu, smartphone ini pun telah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya.

Teknologi ini dibantu oleh sistem Anti Spoofing, untuk mengamankan smartphone pengguna dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kedua teknologi inilah yang bisa jadi membuat para pengguna iPhone XS sedikit iri.

Spesifikasi

Foto: Geeky Gadgets

Dalam hal dapur pacu, kedua smartphone tersebut sama-sama ditenagai oleh SoC dengan proses fabrikasi 7nm. Samsung Galaxy S10 ditopang oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 8 GB dan 12 GB, ROM 128 GB, 512 GB, dan 1 TB khusus untuk Galaxy S10+, dan baterai berkapasitas 3,400 mAh.

Sedangkan iPhone XS, ditenagai oleh prosesor Apple A12 Bionic, RAM 4 GB, ROM 64 GB, 256 GB, dan 512 GB, serta baterai berkapasitas 2,658 mAh. Bagaimana dengan performanya, apabila melihat berdasarkan perolehan skor di Geekbench misalnya?

Memang hasil benchmark dari Samsung Galaxy S10 belum diketahui. Namun berdasarkan pengujian yang dilakukan Apple Insider pada smartphone dengan Snapdragon 855, mereka mendapatkan skor 3.500 dalam pengujian single-core dan 11.200 untuk pengujian multi-core.

Skor tersebut tertinggal jauh dari yang didapatkan oleh iPhone XS. Sebab, smartphone tersebut memiliki skor single-core sebesar 4.800 dan multi-core sekitar 11.450.

{Baca juga: iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max, Apa Bedanya?}

Membahas soal kameranya, Galaxy S10 punya tiga kamera utama, dengan masing-masing beresolusi 12MP lensa wide, 12MP lensa telephoto, dan 16MP lensa ultra-wide 123 derajat. Kamera utama tersebut dimungkinkan untuk mengambil video dengan kualitas HDR10+.

Sedangkan kamera depannya, Galaxy S10 punya satu kamera dengan resolusi 10MP lensa wide. Sementara untuk iPhone XS, punya kamera ganda di bagian belakang dengan resolusi masing-masing 12MP lensa wide-angle aperture f/1.8 dan 12MP lensa telephoto aperture f/2.4 dengan 2x optical-zoom. Lalu kamera depannya “hanya” beresolusi 7MP saja.

Fitur

Foto: Trusted Reviews

Ada beragam fitur yang ditawarkan keduanya, namun kami memilih untuk membandingkan fitur keamanan serta pengisian dayanya saja. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Galaxy S10 sudah mendukung teknologi keamanan bernama Ultrasonic Fingerprint yang ditanamkan di bawah layarnya yang dibantu oleh sistem Anti Spoofing.

Sementara iPhone XS, memiliki Face ID yang disematkan pada komponen TrueDepth Camera pada notch atau poni di atas layarnya. Teknologi ini, dapat digunakan pengguna untuk melakukan otentikasi keamanan ketika memanfaatkan Apple Pay atau Safari Autofill.

Samsung Galaxy S10 telah didukung oleh teknologi wireless charging, yang diklaim punya kecepatan pengisian lebih baik 36% daripada seri sebelumnya. Selain itu, smartphone ini pun disematkan teknologi reverse wireless charging, yang membuatnya bisa berfungsi sebagai wireless charging pad.

Teknologi ini nantinya memungkinkan pengguna mengisi daya perangkat dengan teknologi wireless charging, dengan meletakkannya di atas body belakang Galaxy S10.

{Baca juga: Lebih Mahal, Segini Harga iPhone XS di Indonesia}

iPhone XS juga sudah memiliki teknologi pengisian baterai nirkabel itu. Namun sayangnya, smartphone ini belum dibekali teknologi reverse wireless charging. Mungkin saja, Apple bakal menghadirkan teknologi itu pada seri iPhone selanjutnya.

Well, bagaimana menurut Anda? Dengan harga berkisar Rp 12,9 jutaan untuk Samsung Galaxy S10 dan Rp 20,4 jutaan untuk harga minimum iPhone XS, manakah yang lebih menarik perhatian Anda? (FHP)

TCASH Resmi Hari Ini Berubah Jadi LinkAja

0

Telko.id – Akhir nya TCASH resmi berubah menjadi LinkAja. Meleset sehari dari yang pernah diumumkan awal Februari lalu menjadi tanggal 22 Februari. Itupun, baru sampai tahap pembaharuan aplikasinya saja.

Sedangkan untuk Operasional financial technology (fintech) pembayaran pelat merah LinkAja yang semula direncanakan pada 21 Februari 2019, mundur hingga 1 Maret 2019.

Hal ini dikarenakan ijin dari Bank Indonesia masih belum keluar. Bank Indonesia (BI) kini masih meneliti untuk pemberian izin sebagai penerbit uang eletronik.

“Mereka [Himbara] posisinya saat ini sudah mengajukan proses izin. Karena biar bagaimanapun sebuah perubahan yang cukup signifikan, misalnya terkait produk dan nantinya kelembagaan itu harus dilakukan proses untuk kita berikan license baru,” kata Susiati Dewi, Asisten Deputi Direktur Eksekutif Departemen Sistem Pembayaran bank Indonesia, di Jakarta, Kamis (21/2/2019), seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Dengan perubahan ini, aplikasi TCASH akan otomatis terkonversi menjadi LinkAja, sedangkan pelanggan yang masih menggunakan USSD perlu memberikan persetujuan melalui menu akses *800#.

Danu Wicaksana, Direktur Finarya mengatakan, “Sejak tanggal 22 Februari 2018, layanan uang elektronik TCASH efektif berubah menjadi LinkAja. Pelanggan TCASH tidak perlu khawatir, karena semua layanan dan fitur yang sebelumnya tersedia pada layanan TCASH tetap dapat diakses dan dinikmati pada layanan LinkAja. Terlebih lagi, kami akan mengembangkan berbagai fitur baru untuk LinkAja dari waktu ke waktu.”

Danu kemudian menegaskan kembali tentang program inklusi keuangan yang selama ini menjadi komitmen TCASH.

“Hadirnya layanan keuangan yang menyeluruh dari LinkAja diharapkan dapat semakin mengakselerasi inklusi keuangan dan mempercepat terbentuknya cashless society yang diusung pemerintah dalam Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT). Selain itu, Linkaja bertujuan untuk melengkapi ekosistem pembayaran digital di Indonesia.”, ujar Danu.

Sedangkan produk fintech milik BUMN lainnya yang bergabung dalam LinkAja, seperti Yap! milik BNI, e-Cash milik Bank Mandiri dan T-bank dari Bank BRI, akan menyusul. Yang Secara operational, nanti nya akan dikendalikan juga oleh telkomsel.

LinkAja berada dalam naungan Fintek karya Nusantara (Finarya) yang dimiliki oleh Telkomsel yang merupakan anak usaha Telkom ini sebesar 25% saham, Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20%. Sementara, BTN dan Pertamina memegang masing-masing 7% dan Jiwasraya akan memegang 1% saham. (Icha)

Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury

0

Telko.id – Tak lama lagi Vivo V15 diprediksi akan segera melenggang di Indonesia. Walaupun demikian, hingga kini belum ada informasi resmi kapan smartphone yang jadi suksesor Vivo V11 itu bakal diluncurkan di Tanah Air.

Tapi kemungkinan smartphone itu akan melenggang pada akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Meskipun belum diresmikan, tim Telko.id sudah berkesempatan untuk menggunakan Vivo V15 secara langsung selama beberapa saat.

{Baca juga: Hands-on Samsung Galaxy M20: Smartphone Berponi Khusus Milenial}

Karenanya dalam tulisan kali ini, kami akan mengulasnya secara singkat lewat hands-on Vivo V15. Di sini, kami akan sedikit membahas soal desain, spesifikasi, serta sejumlah fitur andalannya. So, simak baik-baik ya!

Desain

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Vivo V15 mengusung bahasa desain yang benar-benar berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Smartphone ini dikemas dengan desain fullscreen tanpa notch ataupun lubang kamera yang “cukup mengganggu” tampilan layar.

Vivo V15 mengadopsi teknologi kamera mekanik seperti Vivo NEX. Perlu diketahui, kamera mekanik ini hanya akan muncul dari dalam body smartphone ketika kamera depan digunakan, dan terbukti sukses memaksimalkan rasio layar terhadap body smartphone.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

“Kamera mekanik ini akan otomatis aktif ketika pengguna menggunakan kamera depan. Jangan takut, ini kuat karena kami sudah melakukan berbagai tes, termasuk tes ketahanan dan stress test,” kata Yoga Samiaji, Senior Product Manager Vivo Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Untuk ukuran layarnya, Vivo V15 memiliki layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.

{Baca juga: Segera Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkap Vivo V15}

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Pindah ke bagian belakang, smartphone ini memiliki body berbahan dasar polycarbonate yang dilapisi tempered glass, dan diberi warna gradasi yang membuatnya tampil jauh lebih menarik. Ada dua warna yang diberikan, yakni Glamour Red dan juga Royal Blue.

Warnanya, Royal Blue yang elegan, luxury dan eksklusif serta Glamour Red yang classy dan mewah,” ujar Yoga.

Spesifikasi dan Fitur

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Kamera menjadi salah satu andalan utama Vivo V15. Untuk kameranya sendiri, smartphone ini menggunakan kamera depan beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0.

Sedangkan kamera belakangnya, terdapat tiga kamera dengan masing-masing beresolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Seperti AI Body Shaping pada kamera belakang, yang memungkinkan pengguna untuk mengedit ukuran pinggang, meniruskan kepala, memperkecil jenjang kaki, bahu, serta bagian belakang. Kemudian ada AI Face Beauty, AI Portrait Lighting, sampai fitur Smart Framing.

{Baca juga: Vivo V15 Siap Meluncur dengan 3 Fitur Unggulan, Apa Saja?}

Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh RAM 6 GB, ROM 64 GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging. Sementara untuk sistem operasinya, digunakan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.

Ada beragam hal baru yang terdapat pada FunTouch 9. Seperti UI yang lebih berwarna dengan ikon yang tampil lebih menarik. Selain itu, ada beberapa fitur juga di dalam sistem operasi ini.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Seperti FunMoji, Smart Panel, sampai Game Mode 5.0. Khusus fitur terakhir, sistem bakal memaksimalkan penggunaan RAM untuk game, dan fps pada game akan sedikit diturunkan agar pengguna tidak akan merasakan nge-lag ketika bermain game.

Di fitur ini juga ada Competition Mode, yang mampu menghindarkan pengguna dari notifikasi dan gangguan lainnya ketika sedang bermain game. Selain tanggal peluncuran yang belum diungkapkan Vivo, brand asal China ini juga belum memberikan bocoran harga dari smartphoneini. So, kita nantikan saja ya! (FHP)

Segera Diluncurkan, Ini Spesifikasi Lengkap Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone menengah terbaru dari Vivo, Vivo V15 tak lama lagi akan segera hadir di Indonesia. Memang belum ada informasi resmi kapan smartphone tersebut bakal diluncurkan di Tanah Air, tapi kemungkinan suksesor Vivo V11 itu akan melenggang pada akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Walau belum diluncurkan, spesifikasi Vivo V15 malah muncul lebih awal. Smartphone ini diketahui mengusung sejumlah teknologi baru, sekaligus jadi yang pertama di Indonesia.

Vivo V15 memiliki layar berukuran besar, tepatnya 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5. Layarnya sama sekali tidak terganggu oleh adanya notch atau poni yang biasanya jadi tempat bagi kamera depan, seperti sebagian besar smartphone menengah masa kini.

{Baca juga: Vivo V15 Siap Meluncur dengan 3 Fitur Unggulan, Apa Saja?}

Lantas dimana letak kamera depannya? Seperti Vivo NEX, V15 mengadopsi teknologi kamera mekanik yang hanya akan muncul dari dalam body smartphone ketika kamera depan digunakan.

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

“Kamera mekanik ini akan otomatis aktif ketika pengguna menggunakan kamera depan. Jangan takut, ini kuat karena kami sudah melakukan berbagai tes, termasuk tes ketahanan dan stress test,” kata Yoga Samiaji, Senior Product Manager Vivo Indonesia, saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/02/2019).

Untuk kameranya sendiri, Vivo V15 menggunakan kamera depan beresolusi 32 MP dengan aperture f/2.0. Masih soal kamera, kini V15 juga sudah mengandalkan tiga kamera utama di bagian belakangnya.

Masing-masing beresolusi 12 MP lensa utama aperture f/1.78, 8 MP lensa wide-angle 120 derajat aperture f/2.2, dan 5 MP lensa depth aperture f/2.4. Keempat kamera itu, telah didukung oleh sejumlah fitur berbasis Artificial Intelligence (AI).

{Baca juga: Siap Diluncurkan, Berapa Harga Vivo V15 di Indonesia?}

Foto: Muhammad Faisal/Telko.id

Pindah ke dapur pacunya, smartphone ini akan ditopang oleh RAM 6 GB, ROM 64 GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi Dual Engine Fast Charging, dan sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie.

Selain tanggal peluncuran yang belum diungkapkan Vivo, brand asal China ini juga belum memberikan bocoran harga dari smartphone ini. So, kita nantikan saja ya! (FHP)

Danny Buldansyah:  Yang Duluan konsolidasi Bisa Bertahan Sisanya Mati

0

Telko.id – Isu konsolidasi operator masih saja bergulir. Terlebih ketika ada bocoran kalau peraturan baru yang sedang digodok akan memberikan konsep yang cukup menarik. Bahkan, setiap operator sudah bersiap menghadapi kondisi jika harus melakukan konsolidasi ini. Termasuk melakukan simulasi dengan siapa berkonsolidasinya dan dampak nya seperti apa.

“Setiap operator kini sudah melakukan simulasi. Tentu diluar Telkomsel. Misalnya, Indosat dengan XL Axiata, hasil nya seperti apa. Lalu kalau Indosat dengan Smartfren seperti apa, Indosat dengan Tri seperti apa. Atau XL dengan Smartfren maupun dengan Tri, hasilnya seperti apa. Semua nya sudah dihitung. Tapi, yang pasti, hasilnya akhirnya sama, yang duluan konsolidasi bisa bertahan, yang lain akan mati,” ujar Danny Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia, menjelaskan saat pertemuan santai di rumah dinas Menkominfo di Jakarta 21 Februari 2019.

Bahkan, Danny juga menegaskan kalau setiap operator pun sudah menyiapkan ‘dana’ untuk konsolidasi atau membeli. Tapi sampai saat ini, Danny melihat bahwa aksi yang dipersiapkan adalah untuk membeli, belum ada operator yang mau dibeli. Kalaupun ada yang mau dibeli, saat ini harga nya sangat mahal. Hal itu yang masih mengganjal, termasuk juga ‘ego’ masing-masing operator yang tidak mau dibeli tadi.

Dengan wacana ada peraturan tentang frekuensi, bahwa nanti jika terjadi konsolidasi akan disesuaikan ijin pemakaian frekuensinya, dimana jika ada kelebihan, maka akan ‘disimpan’ dulu oleh pemerintah dengan tuhuan agar tidak memberatkan operator dalam membayar BHP. Lalu nanti dalam periode tertentu saat dikaji lagi dan sudah tidak cukup karena pertumbuhan pelanggannya, maka frekuensi yang ‘pernah’ dimiliki nya itu akan diberikan kembali tanpa lelang. Tapi menggunakan ‘harga’ BHP pada saat dikembalikan itu. Tri Hutchinson menyambut positif konsep itu.

“konsep nya bagus dan menarik. Tapi tetap, kami menunggu peraturan nya dulu”, ujar Danny.

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika, mengaku sudah bicara juga dengan para pemegang saham ke lima operator selular di Indonesia.

“Saya sudah bicara dengan para pemegang saham. Dan mereka tidak ada yang keberatan. Tapi memang masih ada ganjalan, seperti ego masing-masing. Jadi, saya juga memfasilitiasi atau menjembatani pihak-pihak yang mau konsolidasi”, ungkap Rudiantara.

Hanya saja, Rudiantara menegaskan bahwa konsolidasi itu urusan pemegang saham. Jika manajemen tidak diinfo oleh para pemegang saham ya, bukan salah saya. Tanya pada pemegang saham.

Memang, ketika konsolidasi terjadi, yang ketar-ketir ya Telkomsel. Bagaimana tidak, saat ini, gap dengan operator lain sangat besar, tapi begitu ada konsolidasi gap itu akan jauh semakin dekat.

Bagi Rudiantara, konsolidasi dengan konsep frekuensi yang sedang digodok lebih lanjut tersebut, menguntungkan Telkomsel. “Konsep menahan frekuensi yang berlebih itu akan lebih fair bagi Telkomsel,” sahut Rudiantara.

Fair juga bagi operator yang melakukan konsolidasi karena tidak perlu membayar BHP besar. Jadi bisa lebih fokus meningkatkan kualitas jaringan dan menambah jumlah pelanggan. Toh, kalau nanti kurang akan disesuaikan lagi frekuensi yang bisa digunakan.

“Tapi, kalau tidak bisa juga menambah pelanggan, boleh kan dikasih pada operator yang growth pelanggan nya tinggi dan membutuhkan frekuensi lagi,” ujar Rudi menegas.

“Jadi dulu duluan. Siapa yang cepat konsolidasi, dia bisa bertahan, yang lain akan mati”, ujar Danny menegaskan.

Sayang, Danny sendiri tidak mau membicarakan tentang kondisi Tri terkait upaya untuk melakukan konsolidasi ini.

Danny tetap akan menunggu peraturan pemerintah terkait konsolidasi itu sebelum akhir nya nanti menentukan aksi korporasi yang akan diambil. Beli atau di beli. (Icha)