spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1366

Inggris Bakal Batasi Perangkat 5G Huawei Hanya 50% Saja

0

Telko.id – Agresifitas vendor asal Cina membuat negara besar ‘gerah. Pasalnya, bisnis jaringan telekomunikasi banyak dikuasai. Sebenarnya, bukan karena bisnis nya yang membuat kekhawatiran, tetapi lebih pada keamanan nasional. Tak pelak, Amerika Serikat pun melarang masuknya perangkat dari Cina, terutama dari Huawei dan ZTE.

Beberapa waktu lalu, ZTE sudah ‘berdamai’. Sedangkan Huwaei masih belum.

Kekhawatiran Amerika Serikat ini pun ‘merambat’ ke Inggris dan menjadi pertimbangan banyak negara untuk ‘mengerem’ penggunaan peralatan dari asal Cina. Seperti di Jepang, Australia, Selandia Baru Jerman dan Prancis, kini sedang mencari-cari vendor infrastruktur jaringan selain dari Cina yang mampu menggelar jaringan 5G  untuk dinegaranya.

Inggris menyikapinya dengan langkah yang berbeda. Dengan akan mengeluarkan peraturan masuknya perangkat dari vendor Cina. Bukan melarang.

Saat ini, memang peraturan itu memang belum selesai, masih dalam penggodokan. Namun beberapa media Inggris sudah ada yang mengkonfirmasi pada beberapa sumber di industri telekomunikasi Inggris yang menyebutkan bahwa peraturan yang akan dikeluarkan ini cukup ketat karena akan membatasi penggunaan peralatan atau perangkat dari vendor Cina hingga tidak lebih dari 50%, seperti dikutip dari The Telegraph.

Tujuannya agar empat operator seluler di Inggris tidak banyak menggunakan peralatan dari vendor Cina atau lebih spesifik lagi menyebutkan merek Huawei. Terutama untuk peralatan jaringan inti dan peralatan radio dan termasuk jaringan 5G.

Niatan dari pemerintah Inggris itu pun menimbulkan banyak pertanyaan dari industri. Terutama dalam pelaksanaannya nanti apakah peraturan tersebut akan berlaku surut atau apakah akan diterapkan untuk pembangunan jaringan baru. Ini masih belum jelas.

Langkah Inggris ini seperti memperjelas laporan dari Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris bulan lalu yang menyebutkan bahwa negara itu memiliki alat untuk mengurangi risiko penggunaan teknologi Huawei di jaringan 5G.

Laporan tersebut membuat Pusat Keamanan Siber Nasional AS (NCSC) ‘terhenyak’ dan menyimpulkan bahwa negara tersebut memiliki alat untuk mengurangi risiko potensial dari penggunaan peralatan Huawei di jaringan 5G.

Kesimpulan oleh intelijen Inggris menjadi sebuah pukulan serius bagi upaya AS untuk membujuk sekutunya untuk melarang perusahaan China mengambil bagian dalam kontrak 5G atas tuduhan keamanan nasional.

Satu orang yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Financial Times bahwa kesimpulan Inggris akan “sangat berpengaruh” dengan para pemimpin Eropa, karena AS memiliki akses ke intelijen AS yang sensitif melalui keanggotaannya dalam jaringan berbagi intelijen Lima Mata.

“Negara-negara lain dapat membuat argumen bahwa jika Inggris yakin akan mitigasi terhadap ancaman keamanan nasional maka mereka juga dapat meyakinkan publik mereka dan pemerintah AS bahwa mereka bertindak dengan cara yang bijaksana dalam terus membiarkan penyedia layanan telekomunikasi mereka menggunakan komponen China. Selama mereka mengambil jenis tindakan pencegahan yang direkomendasikan oleh Inggris, “kata orang itu.

Robert Hannigan, mantan kepala GCHQ, agen sinyal intelijen Inggris, baru-baru ini menulis di Financial Times bahwa NCSC “tidak pernah menemukan bukti aktivitas cyber negara Cina yang berbahaya melalui Huawei” dan bahwa “pernyataan bahwa teknologi Cina di bagian mana pun dari Jaringan 5G merupakan risiko yang tidak dapat diterima adalah omong kosong. ”

Kesimpulan yang diambil intelijen Inggris tampaknya tidak dibagikan oleh Australia dan Selandia Baru, juga anggota Five Eyes, yang tahun lalu melarang atau memblokir penyedia telekomunikasi untuk menggunakan peralatan Huawei di jaringan 5G.

Bulan lalu, Politico melaporkan bahwa pemerintahan Trump memiliki perintah eksekutif dalam pekerjaan yang akan melarang penggunaan peralatan dari vendor China di jaringan telekomunikasi A.S. Perintah itu dikabarkan kemungkinan akan datang sebelum Mobile World Congress di Barcelona, ​​tetapi sejauh ini belum terwujud. (Icha)

Sumber: RCR Wireless

 

Eks Bos Nissan Akhirnya Bebas dari Penjara

Telko.id, JakartaCarlos Ghosn (64), mantan bos Nissan, akhirnya dibebaskan dari tahanan kejaksaan Tokyo, Jepang, pada Rabu (5/3) pagi. Otoritas Tokyo menerima uang jaminan Ghosn sebesar 1 miliar yen atau sekitar Rp 126 miliar.

Ghosn dibebaskan setelah permintaan jaksa penuntut ditolak pengadilan Jepang, Rabu (5/3). Pembebasan Ghosn satu hari setelah ketua tim pengacara Ghosn Junichiro Hironaka mengatakan bahwa kliennya segera dibebaskan dari penjara.

Ghosn tercatat telah mengajukan permohonan jaminan sebanyak dua kali, tetapi tidak berhasil, sampai akhirnya Ia mempercayakan kasusnya kepada pengacara kawakan yang dikenal sebagai ‘The Razor” di Jepang, yaitu Junichiro Hironaka.

{Baca juga: Nongol di Persidangan, Eks Bos Nissan Tampak Kurus}

Menurut laporan Reuters, pria kelahiran Brazil yang dijuluki ‘Le Cost Killer’ tersebut akhirnya bisa menghirup udara segar setelah menjalani masa penahanan cukup lama oleh otoritas Tokyo sejak 19 November 2019.

Carlos Ghosn menghadapi tiga tuduhan pelanggaran keuangan yang semuanya sudah disangkal pada pengadilan dengar pendapat, beberapa waktu lalu.

“Saya tidak bersalah dan sepenuhnya berkomitmen untuk membela diri terhadap tuduhan yang tidak berdasar dan tidak berdasar ini,” kata Ghosn, beberapa waktu lalu.

{Baca juga: Jaksa Penuntut Paksa Ghosn Tandatangani Berkas Pengakuan?}

Kendati bebas, Ghosn masih dalam masa pengawasan untuk menghindari upaya melarikan diri keluar dari Jepang dan menghilangkan barang bukti.

Sumber: Reuters

Startup Quip Bikin Sikat Gigi Pintar untuk Anak

Telko.id, JakartaStartup yang fokus pada perawatan gigi, Quip, baru-baru ini merilis sikat gigi pintar untuk anak. Mirip dengan sikat gigi elektrik dewasa, alat ini memiliki pengaturan waktu selama 30 detik. Otomatis mati pada menit kedua.

Dilansir TechCrunch, kendati diklaim mirip, ada beberapa perbedaan antara sikat gigi dewasa dan anak. Terdapat beda di pegangan plastik antiselip, kepala sikat yang ukurannya lebih kecil dan terdapat warna baru.

Sikat gigi anak dibanderol mulai dari US$25-30 atau sekitar Rp350-423 ribu. Biaya langganan akan dikenakan untuk pengguna.

{Baca juga: Sikat Gigi Pintar Ini Dilengkapi Kamera 10MP}

Mereka akan mendapat kepala sikat dan pasta gigi rasa setiap bulannya. Kepala Eksekutif Quip, Simon Enever mengatakan, menjaga kesehatan mulut dimulai sejak usia dini.

“Jika kita ingin memenuhi misi untuk meningkatkan kesehatan mulut, lebih baik membuang kebiasaan buruk dan membentuk kebiasaan baik sejak usia dini. Bangun kebiasaan yang benar sebelum berusia sembilan tahun,” katanya.

Quip merupakan perusahaan yang menyediakan alat pembersih gigi elektrik berbasis langganan. Layanan yang mereka hadirkan ialah penggantian kepala sikat dan pasta gigi. Alasannya adalah sebagian dari masyarakat tampak mengganti sikat gigi per tiga bulan.

Sejak diluncurkan, perusahaan terus mengembangkan platform. Salah satu inisiasinya adalah dengan mengundang dokter gigi. Enever mengatakan, dokter gigi meminta diciptakan sikat gigi yang sama untuk anak-anak.

{Baca juga: Setelah Mobil Otonom, Kini Muncul “Sikat Gigi Otonom”}

“Hal terbesar yang diinginkan dokter gigi adalah membuat anak-anak ingin menyikat gigi,” kata Enever. Perusahaan ini juga telah mengakuisisi startup asuransi gigi, Afora dengan nilai US$10 juta, atau sekitar Rp141 miliar,” ujarnya. [BA/HBS]

Sumber: Techcrunch 

Masalah Flexgate “Nular” ke MacBook Pro 2018?

Telko.id, Jakarta – MacBook Pro 2016 dan MacBook Pro 2017 pernah mengalami masalah Flexgate. Tampilan LED ke layar tidak normal atau membuat efek seperti cahaya lampu sorot ke panggung. Kini masalah itu disebutkan kembali ditemukan di MacBook Pro 2018.

Istilah yang biasa digunakan adalah stage-light effect. Kabarnya, hal itu bisa terjadi karena Apple membuat desain kabel layar yang kurang sempurna dan jika perangkat komputer sudah berumur 1–2 tahun kabel akan mengalami masalah.

Parahnya lagi, desain baru di MacBook Pro 2016 membuat komponen kabel tersebut melekat ke komponen layar. Sebagai dampaknya, biaya perbaikan perangkat menjadi sangat mahal, yaitu mencapai USD 700.

{Baca juga: Pengguna Sebut MacBook Pro Punya Masalah “Flexgate”}

Dalam catatan terbaru di iFixit, seperti dilaporkan MacRumors, ternyata ditemukan sebuah fakta menarik. Menurut iFixit, Apple telah mengubah desain kabel dari layar MacBook Pro ke mesinnya di generasi MacBook Pro 2018.

Secara tidak langsung, Apple mungkin tahu mengenai masalah Flexgate dan merilis perbaikannya di komputer keluaran terbarunya, bahkan sebelum masalah tersebut ramai dibicarakan.

Sebelumnya, bug atau cacat perangkat lunak mengakibatkan crash sehingga MacBook Pro harus dimatikan paksa. Jarang ada bug yang membuat kerusakan fisik dan permanen di perangkat keras komputer.

{Baca juga: MacBook Pro & iMac Pro Tak Bisa Diperbaiki Pihak Ketiga}

Namun, akibat bug di Adobe membuat speaker di MacBook Pro mati total. Dalam serangkaian unggahan di forum Adobe Premiere CC, sebuah bug di perangkat lunak mengakibatkan kerusakan di speaker MacBook Pro. Speaker perangkat tersebut meledak. [BA/HBS]

Sumber: Macrumors.

Apple Buka 1.200 Lowongan Pekerjaan di Markas Qualcomm

Telko.id, JakartaApple kabarnya bakal membuka 1.200 lowongan pekerjaan baru dalam tiga tahun ke depan di San Diego. Asal tahu saja, San Diego selama ini menjadi markas Qualcomm.

Keputusan Apple membuka ribuan lowongan pekerjaan muncul di tengah pertarungan hukum antara Apple dan Qualcomm. Sekadar informasi, Qualcomm menuduh Apple melanggar paten.

Bulan lalu, Apple bahkan dilaporkan telah memindahkan divisi tim teknisi chip ke grup teknologi internal. Hal itu mengindikasikan bahwa Apple tengah berupaya membuat modem sendiri.

Walikota San Diego, Kevin Faulconer, secara tegas mendukung keputusan Apple. Seperti dikutip Telko.id dari CNBC, Kamis (7/3/2019), dukungan tersebut disampaikan via akun resmi Twitter.

{Baca juga: Dicerai Apple, Pemasukan Qualcomm Anjlok}

Ia mengatakan, lowongan kerja baru dari Apple akan menambahkan jumlah pekerjaan di San Diego sebesar 20 persen. Pada akhir tahun ini, Apple pun berencana membuka 200 lowongan kerja baru.

Apple mengemukakan, lowongan pekerjaan baru yang akan dibuka menyasar berbagai posisi. Apple membutuhkan personel untuk tim teknisi, baik di bidang perangkat keras maupun perangkat lunak.

Tak cukup, Apple juga berencana membangun kantor seluas ribuan meter persegi. Di sana bakal terdapat laboratorium dan tempat penelitian. Kantor itu akan dipakai oleh karyawan baru Apple.

Sebelumnya, Apple dikabarkan sedang membuka lowongan pekerjaan. Apple mencari kandidat-kandidat potensial untuk mengisi posisi anggota tim analis yang berhubungan dengan Siri.

{Baca juga: Apple Akhirnya Menangkan Sengketa Chip atas Qualcomm}

Menariknya, untuk mengisi kebutuhan tersebut, Apple tidak mencari penyandang gelar insinyur. Sebaliknya, Apple mencari sosok-sosok kreatif yang mahir dan terbiasa menganalisa media sosial.

Sumber: CNBC

Sony Kembalikan Uang Pemain Game Anthem di PS4

Telko.id, Jakarta – Sony mengembalikan uang kepada para pemain game PlayStation 4 (PS4) yang membeli Anthem. Anthem adalah game terbaru besutan EA yang ternyata memiliki permasalahan serius.

Dilansir Variety, Sony mengembalikan uang dalam jumlah penuh kepada para pemain game PS4. Mereka yang menerima ganti rugi adalah yang membeli game Anthem dari layanan PlayStation Store.

Meski demikian, dikutip Telko.id, Kamis (7/3/2019), kebijakan itu tak berlaku di semua negara. Sebab, hanya beberapa layanan pelanggan yang menawarkannya. Mereka kini tengah memproses ganti rugi.

{Baca juga: 5 Game Baru PlayStation 4 yang Wajib Dimainkan}

Informasi menyebut, kebijakan pengembalian uang kepada pelanggan baru kali pertama diterapkan oleh Sony. Banyak pihak menilai, Sony seharusnya  memberlakukan kebijakan serupa untuk beragam kondisi.

Kendati begitu, tak sedikit pelanggan yang memuji kebaikan hati Sony. Mereka menganggap, Sony melakukan tindakan tepat dan cepat. Sayang, pihak Sony tidak bersedia memberi komentar terkait hal ini.

Sebelumnya dilaporkan, banyak pemain game Anthem di konsol PlayStation 4 yang mengeluhkan permasalahan cukup serius. Game tersebut membuat PS4 mendadak mati dan harus dinyalakan kembali.

{Baca juga: Bukan 2021, Sony Rilis PlayStation 5 Tahun Depan?}

Sebagian bahkan mengaku PS4 juga bermasalah hingga ke database disk atau memori konsol. Pengguna PS4 akan diminta melakukan rebuild database agar konsol berjalan optimal setelah bermasalah.

Sumber: Variety

Google Ogah Hapus Aplikasi Pemantau Perempuan Arab Saudi

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, aplikasi bernama Absher asal Arab Saudi ditemukan di App Store dan Play Store. Aplikasi pemantau perempuan itu langsung memicu kemarahan sejumlah anggota parlemen di Amerika Serikat (AS). Namun Google menolak menghapusnya dari Play Store.

Sebab, aplikasi itu memungkinkan laki-laki Arab Saudi untuk melacak istri dan anak-anak perempuan. Absher akan mengirimkan pesan teks ke ponsel saat keluarga perempuan menampilkan paspor untuk meninggalkan negara.

Asal tahu saja, regulasi di Arab Saudi melarang perempuan di negara tersebut meninggalkan wilayah Negeri Petro Dolar itu tanpa izin dari suami atau ayah.

{Baca juga: Apple & Google Dikritik Soal Aplikasi ‘Pengawas Wanita’ Arab Saudi}

Senator AS, Ron Wyden, mengirim surat permintaan kepada Apple dan Google untuk menghapus aplikasi yang dianggap melanggar hak perempuan tersebut.

Menurut laporan Independent, surat Ron Wyden diikuti oleh surat lain dari 14 anggota legislatif AS. Surat-surat itu dikirimkan langsung kepada CEO Google, Sundar Pichai, dan kepada CEO Apple, Tim Cook, pada 21 Februari 2019 lalu.

Para anggota parlemen menyebut, Apple dan Google sebagai kaki tangan dalam penindasan terhadap perempuan Arab Saudi. Apple pun merespons. Apple mengaku sedang mengkaji keberadaan Absher di App Store.

Lain hal, seperti dikutip Telko.id, Kamis (7/3/2019), Google langsung menyatakan menolak pelarangan aplikasi Absher di Play Store. Google menegaskan bahwa aplikasi Absher telah memenuhi seluruh syarat dan ketentuan Play Store.

{Baca juga: Google & Apple Didesak Hapus Aplikasi “Pengawas Wanita” Arab Saudi}

Keputusan Google menolak untuk menghapus dan kebijakan Apple mengkaji ulang Absher dinilai oleh parlemen AS sangat tidak memuaskan. Sekadar informasi, Absher meluncur pada 2015 guna memudahkan pembayaran layanan. [SN/HBS]

Sumber: Independent

Bukan Layar Lipat, LG Siapkan Ponsel Layar “Merenggang”?

0

Telko.id, Jakarta – LG menyatakan tidak akan gegabah dalam merilis ponsel layar lipat. Yang menarik, LG justru dikabarkan punya inisiatif untuk menghadirkan perangkat dengan layar yang bisa merenggang.

Menurut informasi pertama, perangkat tersebut telah digambarkan dalam dokumen paten baru LG dengan tampilan serupa ponsel pada umumnya. Kabarnya, ponsel itu akan berbekal sejumlah komponen.

Dikutip Telko.id dari India Today, Kamis (7/3/2019), ponsel tersebut tidak seperti ponsel modern yang memiliki panel bagian belakang dengan dukungan bagian tunggal berbahan kaca atau alumunium.

{Baca juga: Bakal Rilis di MWC, Begini Wujud Smartphone 5G LG}

Ponsel LG akan dikombinasikan dengan layar berkemampuan merenggang sehingga memungkinkan pengguna untuk menarik sasis guna memperluas ukuran. Pengguna bisa menariknya dari bagian atas maupun bawah layar.

Kemudian, setelah selesai menggunakannya, bagian layar tambahan dapat didorong kembali ke posisi awal. Dengan demikian, ukuran layar secara diagonal akan menjadi kecil lagi, serupa ponsel pada umumnya.

Perangkat tersebut pun dikabarkan akan berbekal sejumlah perangkat lunak unik yang dirancang secara khusus. Secara lebih spesifik, antarmuka pengguna perangkat bakal bisa disesuaikan dengan ukuran layar.

{Baca juga: Smartphone LG Generasi Ketujuh Seri G Bakal Meluncur Awal Mei}

Informasi lebih banyak akan mulai muncul saat layar direntangkan ke arah luar. Akan tetapi, LG juga diperkirakan tidak akan buru-buru dalam merilis perangkat dengan layar berkemampuan merenggang itu.

Sumber: India Today

PSG “Dicukur” MU, Neymar Mencak-mencak di Instagram

Telko.id, JakartaManchester United (MU) berhasil lolos ke babak 8 besar Liga Champions usai menang dramatis 1-3 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Kamis (07/03/2019) dini hari WIB. MU akhirnya mengandaskan mimpi PSG, karena secara agregat lebih unggul agresivitas gol pada laga babak 16 besar tersebut.

Skuat Setan Merah bersorak kegirangan setelah memastikan melenggang ke fase berikutnya berkat dua gol Romelu Lukaku dan satu gol dari Marcus Rashford.

Lain hal dengan para penggawa PSG, terutama sang megabintang Neymar. Ia benar-benar merasa tak terima melihat kebangkitan MU.

{Baca juga: Pro Evolution Soccer Segera Tutup Usia, Ini Penyebabnya!}

Pada laga kemarin, pemain yang sempat dijuliku “Moneymar” itu  tak merumput. Ia hanya melihat dari bangku penonton. Usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan rampung, mantan punggawa FC Barcelona itu mengungkapkan amarahnya lewat media sosial Instagram.

Ia menuliskan sesuatu di Instagram Story. Ia menuding wasit telah mengambil keputusan yang salah. Menurutnya, wasit seharusnya tak memberikan hadiah penalti ke MU.

Ia beralasan, bola cuma mengenai lengan bagian belakang Presnel Kimpembe. Pemain asal Brasil itu berpendapat, gerak tangan Kimpembe tidak aktif alias pasif.

“Memalukan! FIFA menugaskan empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola guna mengurusi teknologi VAR. Bagaimana mungkin itu penalti jika terkena lengan bagian belakang?,” tulisnya di Instagram Story sambil menyertakan foto, seperti dikutip Telko.id dari Independent, Kamis (07/03/2019).

{Baca juga: Bisnis via Medsos, Kylie Jenner Jadi Miliarder Termuda Dunia}

Unggahannya di Instagram Story pun langsung mendapat respons dari para netizen. Mereka sepakat dengan penilaian Neymar soal keputusan wasit yang keliru memberi hadiah penalti kepada MU. Namun, tak sedikit pula yang tidak sepakat, meminta punggawa PSG itu legawa menerima hasil laga.

Selama ini, ia memang terpantau aktif bermedia sosial, khususnya Instagram. Ia juga jago bermain game online, terutama Counter Strike: Global Offensive (CS:GO). Bahkan, mantan pemain Barcelona itu punya senjata andalan untuk bisa menang bermain CS:GO. (SN/FHP)

MU Kalahkan PSG, Neymar Mencak-mencak via Instagram

Telko.id, Jakarta – Manchester United (MU) berhasil lolos ke babak 8 besar Liga Champions usai menang dramatis 1-3 atas Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Kamis (07/03/2019) dini hari WIB. Secara agregat, MU kalahkan PSG, karena lebih unggul agresivitas gol pada laga babak 16 besar tersebut.

Skuat Setan Merah bersorak kegirangan setelah memastikan melenggang ke fase berikutnya berkat dua gol Romelu Lukaku dan satu gol dari Marcus Rashford.

Lain hal dengan para penggawa PSG, terutama sang megabintang Neymar. Ia benar-benar merasa tak terima melihat kebangkitan MU.

{Baca juga: Pro Evolution Soccer Segera Tutup Usia, Ini Penyebabnya!}

Pada laga kemarin, Neymar tak merumput. Ia hanya melihat dari bangku penonton. Usai wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan rampung, mantan punggawa FC Barcelona itu mengungkapkan amarahnya lewat media sosial Instagram.

Ia menuliskan sesuatu di Instagram Story. Ia menuding wasit telah mengambil keputusan yang salah. Menurutnya, wasit seharusnya tak memberikan hadiah penalti ke MU.

Ia beralasan, bola cuma mengenai lengan bagian belakang Presnel Kimpembe. Neymar berpendapat, gerak tangan Kimpembe tidak aktif alias pasif.

“Memalukan! FIFA menugaskan empat orang yang tak tahu apa-apa soal sepak bola guna mengurusi teknologi VAR. Bagaimana mungkin itu penalti jika terkena lengan bagian belakang?,” tulisnya di Instagram Story sambil menyertakan foto, seperti dikutip Telko.id dari Independent, Kamis (07/03/2019).

{Baca juga: Bisnis via Medsos, Kylie Jenner Jadi Miliarder Termuda Dunia}

Unggahannya di Instagram Story pun langsung mendapat respons dari para netizen. Mereka sepakat dengan penilaian Neymar soal keputusan wasit yang keliru memberi hadiah penalti kepada MU. Namun, tak sedikit pula yang tidak sepakat, meminta Neymar legawa menerima hasil laga.

Selama ini, Neymar memang terpantau aktif bermedia sosial, khususnya Instagram. Ia juga jago bermain game online, terutama Counter Strike: Global Offensive (CS:GO). Bahkan, Neymar punya senjata andalan untuk bisa menang bermain CS:GO. (SN/FHP)