spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1363

Kapsul Crew Dragon Milik SpaceX Sukses Kembali ke Bumi

Telko.id, Jakarta – Kapsul Crew Dragon berhasil kembali ke Bumi pada Jumat (8/3/2019), setelah melakoni uji penerbangan selama enam hari di luar angkasa. Keberhasilan ini secara tidak langsung membuktikan bahwa SpaceX selangkah lebih maju dibanding Boeing.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 02.30 waktu setempat kapsul Crew Dragon terlepas dari stasiun luar angkasa. Crew Dragon terus berputar melalui orbit dan membakar pendorong empat kali untuk turun secara bertahap.

Pembakaran terakhir berlangsung sekitar 15 menit sehingga membantu kendaraan untuk secara aman melewati atmosfer tebal Bumi. Saat kembali ke Bumi, kapsul Crew Dragon mengerahkan beberapa parasut untuk mengerem kecepatan.

{Baca juga: NASA Peringatkan SpaceX soal Keselamatan Peluncuran Astronot}

Parasut berhasil memperlambat arus kapsul di udara dan menyebar di Samudera Atlantik sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Sebuah kapal pemulihan, yang disebut Go Searcher, menunggu di laut untuk mengangkut kapsul ke luar air menggunakan crane.

Seperti dikutip Telko.id dari CNN, Minggu (10/3/2019), Go Searcher juga dilengkapi empat medis dan landasan helikopter. Jadi, saat dalam masalah, para awak siap untuk keadaan darurat. Semua dirancang dengan memperhatikan keamanan.

{Baca juga: Waduh! Roket SpaceX Bisa Terbakar Gara-gara Kotoran Burung}

Kapsul Crew Dragon diluncurkan di atas roket Falcon 9 milik SpaceX pada pekan lalu dengan membawa sekitar 400 pon persediaan untuk International Space Station (ISS) atau satelit luar angkasa. Ada pula boneka tiruan astronot bernama Ripley.

Di atas kapsul Crew Dragon terdapat zero-g indicator atau globe mewah yang dikenal sebagai Little Earth. Gunanya untuk menunjukkan saat Crew Dragon memasuki microgravity. SpaceX pun selangkah lebih dekat untuk menerbangkan manusia. [SN/IF]

Dash Text Integrasikan WhatsApp dan Telegram, untuk Apa?

Telko.id, Jakarta – Dash Text, layanan populer yang memungkinkan pengguna mengirim mata uang kripto melalui teks SMS, sekarang sedang menguji coba aplikasi WhatsApp yang terintegrasi dengan Telegram.

Dash Text, yang berbasis di Venezuela, mengajak pengguna yang ingin berpartisipasi dalam uji coba untuk bergabung. Aplikasi integrasi Telegram dan WhatsApp dari Dash Text kini masih dalam versi beta.

Menurut DashNews, seperti dikutip Telko.id, Minggu (10/3/2019), jika sudah sempurna, aplikasi akan dihadirkan di beberapa negara sebelum tersedia di seluruh dunia. Sebelumnya, aplikasi harus diuji coba.

Telegram merupakan platform perpesanan terpopuler kedua di Venezuela setelah WhatsApp. Dalam melakukan uji coba, Dash text menghadirkan aplikasi dalam satu jenis bahasa. Dash Text memilih bahasa Spanyol.

{Baca juga: Opera Hadirkan Layanan Dompet Mata Uang Kripto di Desktop}

Lorenzo Rey dari Dash Text menyatakan, banyak pengguna, terutama di luar Venezuela, yang menggunakan platform alternatif. Aplikasi integrasi tersebut pun memungkinkan untuk mengirim uang kripto.

Bahkan, lanjutnya, aplikasi bisa berjalan meski memori ponsel tidak didukung dompet seluler simple payment verification. “Tuntutan pengguna membuat kami berpikir untuk mengintegrasikan aplikasi pesan instan,” ucapnya.

Tahun lalu, Venezuela menjadi sumber pemberitaan internasional karena hiperinflasi ekstrem. Sekarang, Venezuela ingin menutup perbatasa dengan Brasil dan mungkin melakukan hal yang sama dengan Kolombia.

{Baca juga: Facebook Serius Jual Uang Kripto di WhatsApp Coin}

Tim Dash Text mencoba membantu individu keluar dari kondisi ekonomi dan politik yang buruk dan masih bekerja di tengah kekacauan. Caranya, dengan menghadirkan produk dan layanan pendukung finansial dan moneter.

Dash Text telah divalidasi oleh perusahaan lain di sektor serupa, seperti CoinText yang memungkinkan penggunadi beberapa negara mengirim Dash atau Bitcoin Cash melalui teks SMS dengan biaya nyaris nol. [SN/IF]

Dijuluki Manusia Kalkulator, Ada Apa dengan Bocah 15 Tahun Ini?

Telko.id, Jakarta – Salah seorang peserta di ajang Asia’s Got Talent baru-baru ini sukses menyedot perhatian berkat bakat tak biasanya. Namun demikian, bukan menyanyi, sulap, ataupun yang lainnya, ia justru menunjukkan kemampuannya dalam hitung-hitungan. Kok bisa?

Ya, adalah seorang bocah 15 tahun asal Malaysia, peserta yang dimaksud. Ia sukses memukau hadirin dan pemirsa lewat keterampilannya dalam aritmatika. Sampai-sampai, kalkulator pun kalah. Tak heran, ia kemudian dijuluki Manusia Kalkulator.

Kalkulator atau mesin hitung sendiri, seperti diketahui, merupakan sebuah piranti yang digunakan sebagai alat untuk menghitung, baik itu perhitungan sederhana seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian sampai ke yang lebih rumit, seperti menghitung rumus matematika tertentu.

{Baca juga: Sang Penemu Kalkulator, Jerry Merryman Berpulang}

Nah, pelajar SMK Bandar Tun Hussein Onn’s bernama Yaashwin Sarawanan ini sukses ‘mengalahkan’ kalkulator, utamanya ketika ia meminta David Foster, selaku juri di ajang tersebut, untuk membantu membandingkan jawabannya dengan kalkulator.

Ia bisa menjawab soal matematika dalam hitungan detik, hingga pada  titik tertentu memicu respons Anggun. Penyanyi asal Indonesia ini menyebut bahwa Yaashwin sebenarnya telah berhasil ‘mengalahkan’ kalkulator.

Aksi memukau Yasshwin, telah mengumpulkan lebih dari 664k view di Youtube. Yaashwin dapat melakukan hitung-hitungan lebih cepat daripada kalkulator.

{Baca juga: Kalah Koki, Supir Uber Ini juga Punya ‘Menu Unik’ untuk Penumpangnya}

Netizen yang tak kalah dibuat kagum oleh kemampuan Yaashwin pun angkat suara dan mulai meninggalkan komentar lucu.

“Saya ingin duduk disampingnya ketika ujian matematika,” ujar salah seorang netizen.

Buat Anda penasaran untuk melihat sehebat apa keterampilan Yaaswhin si Manusia Kalkulator ini, simak saja video berikut.

Gaming Test Vivo V15, Layakkah jadi Smartphone Gaming?

0

Telko.id, Jakarta – Vivo V15 merupakan smartphone menengah terbaru yang jadi andalan Vivo di Indonesia. Smartphone ini memiliki spesifikasi yang terbilang handal, karena telah ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70 octa-core 2.1 GHz, RAM 6 GB, ROM 64 GB , dan baterai berkapasitas 4,000 mAh.

Vivo V15 juga mengusung layar berukuran besar, tepatnya berukuran 6,53 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel) dan telah dilapisi oleh Corning Gorilla Glass 5.

Layar Ultimate All Screen ini punya aspek rasio terhadap body yang besar, yakni 90,95% berkat pengadopsian desain Pop-up Camera yang diletakkan di atas body smartphone. Desain itu, membuat Vivo V15 bebas dari notch atau poni, dan “tompel” atau lubang kamera yang sekarang jadi tren untuk smartphone Android.

{Baca juga: Dibalik Konfigurasi Triple Kamera Vivo V15}

Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah dengan spesifikasinya tersebut, Vivo V15 juga dapat mendukung aktivitas pengguna yang hobi gaming? Well, untuk menjawab hal tersebut, tim Telko.id akan mencoba “mengajak”  Vivo V15 bermain game, mulai dari yang ringan hingga kategori berat.

Dalam tes ini, kami akan membahas fitur gaming pada Vivo V15, suhu smartphone menggunakan aplikasi, hingga seberapa cepat baterai habis saat bermain salah satu game favorit dan sedang booming yakni PUBG.

Sebagai informasi, Vivo V15 memiliki fitur khusus gaming yang disematkan pada sistem operasi FunTouch 9 berbasis Android Pie. Fitur tersebut bernama Game Cube yang dapat memaksimalkan penggunaan RAM untuk game, dan fps pada game akan sedikit diturunkan agar pengguna tidak akan merasakan nge-lag ketika bermain game.

Di dalam fitur ini pun terdapat mode bernama Esports Mode yang mampu menghindarkan pengguna dari notifikasi dan gangguan lainnya ketika sedang bermain game. Untuk mengaktifkannya, cukup masuk ke Settings, kemudian tekan tombol Game Cube.

{Baca juga: Punya Tampilan Keren, Ini 3 Keunggulan Kamera Vivo V15}

Untuk menambahkan game pada fitur ini, tekan tombol Add dan pilih game yang ingin dimaksimalkan oleh Game Cube. Sekarang, tekan salah satu game, kemudian aktifkan sejumlah opsi yang bisa mendukung aktivitas gaming, seperti Game Assistant, Background Calls yang memungkinkan kita untuk mengangkat panggilan telepon sambil bermain game, Block Notifications, Esports Mode untuk meningkatkan performa smartphone, dan lainnya.

Jika sudah mengatur Game Cube, barulah bermain game favorit yang telah kami pilih sebelumnya. PUBG misalnya, smartphone ini secara default mampu menjalankan dengan grafis Medium atau grafis maksimal HD dengan frame rate High.

Saat bermain game ini selama hampir 2,5 jam, suhu smartphone (berdasarkan informasi real-time dari aplikasi AnTuTu Benchmark) berada konstan di suhu 37°C untuk baterai, dan 67°C untuk suhu CPU. Secara penggunaan, suhu tersebut masih bisa dibilang normal.

{Baca juga: 3 Kelebihan Pop-up Camera Vivo V15, Nomor 3 Berasa Ada di Masa Depan }

Sedangkan untuk ketahanan baterainya, baterai Vivo V15 berkurang sekitar 21% dari kondisi penuh (100%) menjadi 79%. Konsumsi baterai tersebut terbilang cukup awet, jika melihat game yang kami mainkan dengan grafis lumayan tinggi yang pastinya membutuhkan power yang tinggi pula.

Well, jika ditarik satu kesimpulan, kami mengakui kemampuan Vivo V15 yang mumpuni. Tidak hanya untuk urusan potret memotret saja, tapi juga performa smartphone secara keseluruhan, khususnya untuk urusan gaming.

Memang kami hanya mencoba satu game saja, tapi game PUBG itu telah mewakili beberapa game dengan grafis yang sama tingginya, yang tentu saja dapat dimainkan dengan baik di Vivo V15. Jadi, apakah Vivo V15 bisa mendukung aktivitas gaming para “penggila game”? Tentu saja bisa, meski pada faktanya Vivo tidak secara spesifik menyandangkan sebutan smartphone gaming pada Vivo V15.

Vivo V15 sendiri sudah dapat dipesan per 5 Maret 2019 melalui pre-order di e-commerce dan Vivo Store. Selama masa pre-order (5 – 11 Maret 2019), Vivo Official Store mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce besar Indonesia, yaitu Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia yaitu 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian Vivo V15 serta Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000. (FHP)

Jelang Rilis, Vivo X27 Makin Getol Wara-wiri di Dunia Maya

0

Telko.id, Jakarta – Hanya beberapa hari jelang kemunculannya, Vivo X27 semakin getol saja wara-wiri di dunia maya. Kali ini, lewat sebuah teaser video yang menampakkan rupanya, setelah sebelumnya sebagian besar spesifikasi perangkat diungkap oleh TENAA.

Secara garis besar, tak ada yang terasa istimewa dari perangkat ini. Vivo masih berpegang pada penampilan yang stylish dan gaya, dimana hampir menjadi sesuatu yang biasa di ranah smartphone saat ini. Termasuk untuk urusan warna.

Sejauh ini, seperti dilaporkan GSMArena, Minggu (10/3/2019), kita telah melihat Vivo X27 dalam warna biru yang sangat mirip dengan Vivo V15 Pro. Sementara warna lainnya, alih-alih mengadopsi Coral Red dan Ruby Red, Vivo tampaknya lebih memilih warna yang lebih soft, semacam gradasi warna pink untuk warna kedua.

{Baca juga: Dibalik Konfigurasi Triple Kamera Vivo V15}

Bicara soal spesifikasi, X27 diharapkan tak sekedar mengadopsi desain dan warna yang nyaris sama dengan V15 Pro, tetapi juga isi badan. Diharapkan X27 akan menggunakan panel Super AMOLED 6,39 inci yang sama, lengkap dengan pembaca sidik jari di bawah layar. Tentu saja, tak ketinggalan Snapdragon 710 dan RAM 8GB.

Baterai sendiri kemungkinan akan lebih besar dari yang ada di V15 Pro, yakni 3.920 mAh. Sementara di sisi kamera, X27 akan menggunakan kamera selfie serupa Oppo F11 Pro dengan resolusi 16MP. Kamera utama akan ada tiga, dengan resolusi masing-masing 48MP, 13 MP dan 5MP.

Oh Tidak! Fitur Pengenalan Wajah Galaxy S10 Gampang Dikadalin

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone terbaru Samsung, Galaxy S10, mungkin menjadi ponsel favorit banyak orang saat ini. Namun, alih-alih membuat pengguna merasa tenang dengan fitur keamanan yang diusungnya, perangkat anyar ini malah diketahui cukup rentan. Fitur pengenalan wajahnya dinilai sangat mudah dibohongi.

Dilaporkan Androidpolice, Minggu (10/3/2019), setidaknya dua media outlet yang menguji fitur tersebut sukses mengelabuinya. Baik lewat video diri yang diputar di ponsel lain, ataupun foto. Dalam satu kasus, bahkan saudara kandung bisa membohonginya.

Tak hanya The Verge dan Lewis Hilsenteger (Unbox Therapy), di Italia, SmartWorld juga berhasil melakukan hal serupa – mengelabui Galaxy S10, dengan menggunakan gambar statis.

{Baca juga: Yeay! Samsung Galaxy S10 Sambangi 70 Negara, Termasuk Indonesia}

Secara default, Galaxy S10 memang memungkinkan pengaturan “pengenalan lebih cepat” untuk membuka kunci wajah yang secara eksplisit menyatakan itu mengurangi keamanan Anda untuk kenyamanan tambahan. Jadi, mungkin saja pengaturan tersebut aktif ketika pengujian ini dilakukan. Meskipun update terbaru dari SmartWorld menyebut bahwa mereka telah menonaktifkan pengaturan tersebut dalam tes-nya.

Jenis penguncian wajah 2D sendiri memang dikenal tidak aman. Setidaknya, Galaxy S10 bukan satu-satunya yang mengalami itu. Sebelumnya, OnePlus 6 juga berhasil dikelabui dengan foto dan cetakan kepala 3D palsu.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Disiksa dan Dibakar, Bisa Selamat?}

So, jiika Anda benar-benar peduli dengan keamanan Anda, Anda seharusnya tidak mengandalkan sistem berbasis kamera. Kecuali sistem tersebut lebih canggih seperti pemindai iris S9, atau ID Wajah Apple.

Di jajaran Galaxy S10 sendiri teknologi pengenalan wajah tidak menjadi satu-satunya fitur keamanan. Samsung juga membekali perangkat dengan pemindai sidik jari. Fitur pengaman tersebut terletak di dalam layar untuk Galaxy S10 dan S10+, sedangkan untuk Galaxy S10e ditempatkan di tombol power, yang terletak di sisi kanan ponsel. Fitur in-display fingerprint pada S10 dan S10+ disebut Samsung menggunakan teknologi ultrasonik yang diklaim lebih aman dan cepat.

Untuk lebih lengkapnya mengenai smartphone teranyar Samsung, simak disini.

iPad 2019 Tetap Usung Touch ID dan Headphone Jack?

0

Telko.id, Jakarta – Apple dilaporkan akan mempertahankan fitur-fitur seperti Touch ID dan jack headphone di iPad generasi ke-7 yang akan dirilis tahun ini. Ini artinya, tidak banyak perubahan dilakukan perusahaan dibanding tahun sebelumnya.

Manurut sumber Mac Otakara, upaya Apple mempertahankan Touch ID lama pada iPad 2019 ini kemungkinan dilakukan demi menurunkan biaya. Sementara itu, Touch ID telah digantikan oleh Face ID di iPad Pro 2018 premium.

Bagi penggemar jack headphone 3,5 milimeter, keputusan Apple untuk mempertahankan fitur ini artiya memberi waktu setidaknya satu tahun lagi untuk mendapati ini di iPad. Seperti halnya Touch ID, jack headphone juga telah dihilangkan dari iPad Pro 2018.

{Baca juga: Asyik! Main PS4 Kini Bisa Lewat iPhone dan iPad}

Ada banyak bocoran beredar mengenai tampilan iPad 2019 secara keseluruhan. Sementara satu pemasok mengatakan bahwa versi tahun ini akan mempertahankan layar 9,7 inci tahun lalu, pemasok lain mengklaim bahwa tablet akan menerima sedikit peningkatan ke layar 10 inci melalui sedikit pengurangan lebar bezelnya.

Tidak disebutkan port mana yang akan digunakan iPad 2019 untuk pengisian daya dan konektivitas data. Pendahulunya menggunakan port Lightning milik Apple, tetapi iPad Pro 2018 beralih ke USB-C, yang merupakan salah satu perubahan paling signifikan dalam tablet premium.

{Baca juga: iPad Mini 5 dan iPad Versi Murah Rilis Awal 2019?}

Masih menurut sumber yang sama, seperti dilansir dari Digitaltrends, Minggu (10/3/2019), Apple akan meluncurkan iPad generasi ke-7 bersama iPad mini 5. Namun demikian, tidak ada informasi tentang tanggal rilis spesifik keduanya. Rumor beredar, ini mungkin sekitar 25 Maret. So, kita tunggu saja.

Murah, Segini Harga SUV Pertama Tesla Saat Melantai Minggu Depan

0

Telko.id, Jakarta – Elon Musk baru saja  membuat pengumuman yang mengkonfirmasi bahwa model Tesla terbaru kelima, akan diluncurkan pada 14 Maret 2019. Padahal, beberapa hari yang lalu perusahaan baru saja mengumumkan kehadiran Tesla Model 3, yang dipasarkan dengan harga USD 35.000 atau sekitar Rp 490 jutaan.

Sebelumnya, perusahaan telah memberikan beberapa bocoran terkait desain Model Y. Namun, dengan adanya pengumuman ini, sekarang kita tahu ini akan menjadi SUV pertama milik Tesla.

Model Y akan menjadi mobil listrik kelima yang dibuat perusahaan sejak berdiri pada 2003. Melalui akun twitter resminya, Musk juga menyatakan bahwa Model Y akan sekitar 10 persen lebih besar dari sedan empat pintu.

{Baca juga: Apple Rekrut Eks Karyawan Tesla, Demi Apple Car?}

Harganya sendiri, Ia melanjutkan, kemungkinan akan 10 persen lebih mahal jika dibandingkan Model 3. Namun dengan kemampuan baterai juga hampir sama dengan Model 3.

Hingga berita ini diturunkan, kepastian mengenai hal ini belum didapat, Jadi mungkin masih harus menunggu  hingga pengumuman resmi digulirkan pada minggu depan.

CEO Tesla ini juga mengatakan bahwa Stasiun Supercharger Tesla V3.0, akan  diluncurkan untuk publik pada Rabu malam. Stasiun pengisian mobil listrik ini diduga dapat mengisi daya lebih dari 350 kW.

{Baca juga: Tesla Garap Cryptocurrency? Elon Musk: Saya Cuma Bercanda}

Untuk saat ini, laju pengisian maksimum yang dapat diterima mobil Tesla adalah 120 kW, sehingga laju Supercharger baru ini tidak berguna kecuali perangkat keras kendaraan juga diperbarui. Atau, mungkin Model Y akan  dilengkapi dengan perangkat keras yang dapat memanfaatkan teknologi tingkat tinggi ini.

Model 3 sendiri dipasarkan mulai dari USD 26.950 atau setara Rp 360 jutaan. Jadi jika Model Y dikatakan dijual 10 persen lebih mahal, kemungkinan akan dijual dengan harga sekitar USD 29.645 atau sekitar Rp 400 jutaan. [BA/IF]

Asyik! Main PS4 Kini Bisa Lewat iPhone dan iPad

0

Telko.id, Jakarta – Permainan digital PlayStation 4 (PS4) yang biasanya hanya bisa dimainkan di perangkat konsol dan piranti mobile tertentu saja, sekarang sudah bisa dimainkan di perangkat besutan Apple.

Kabar menggembirakan untuk pengguna iOS ini datang setelah Sony merilis aplikasi Remote Play di App Store, yang artinya memungkinkan pengguna iPhone, iPad, dan perangkat Apple lainnya bisa memainkan games PlayStation 4 di perangkatnya.

“Akhirnya!! Terima kasih banyak,” tulis Justin Michael Suero, seorang warganet yang mungkin juga penggemar game PlayStation 4 mengomentari dirilisnya Remote Play untuk iOS.

{Baca juga: Ini Dia Game Terlaris PlayStation 4 di 2018}

PlayStation 4 untuk iOS ini hadir lebih dari empat tahun setelah Sony menghadirkan Remote Play di Xperia Z3, dan kemudian di Android serta PC Windows dan Mac. Jauh sebelum itu, game PlayStation 4 hanya bisa dimainkan di perangkat mobile dengan sistem PS Vita.

Dengan hadirnya Remote Play ke sistem iOS, pengguna perangkat mobile Apple kini bisa memainkan games PlayStation 4 di mana pun ia berada, selama ada koneksi internet atau Wi-Fi dengan kecepatan tinggi.

{Baca juga: Gara-gara Nama, Gamer Ini Tak Bisa Akses PlayStation 4}

Namun, menurut Arstechnica, tidak semua permainan bisa dimainkan gratis, banyak permainan yang berbayar untuk bisa memainkannya. Remote Play hanya bisa dimainkan di perangkat Apple yang sudah menggunakan iOS versi 12.1 atau yang lebih tinggi, di antaranya iPhone 7, iPad generasi keenam, iPad Pro generasi dua dan beberapa lainnya.

Pengguna juga bisa menambahkan pengontol (controller) yang bisa dihubungkan dengan kabel USB ke perangkat atau menghubungkan smartphone ke layar yang lebih besar. [BA/IF]

Karyawan Amazon Kembali Mogok Massal, Ada Apa Lagi?

Telko.id, Jakarta – Aksi protes disusul mogok kerja kembali terjadi di lingkungan Amazon. Kali ini, aksi tersebut digelar di fasilitas Amazon di Minnesota, Amerika Serikat oleh pekerja yang diorganisir melalui kelompok masyarakat Afrika Timur, Awood Center.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Gizmodo, kelompok ini telah meminta para petinggi perusahaan untuk melakukan negosiasi pada bulan November dan melakukan protes massal di luar fasilitas mereka sebulan kemudian.

Sekarang, Awood yang mayoritas terdiri dari pekerja di departemen penyimpanan di fasilitas MSP1 di Shakopee, Minnesota, memutuskan untuk mogok massal.

Adapun keluhan yang disampaikan — ditulis di buku catatan resmi dan diposting di Facebook — masih sama seperti tahun lalu, yakni terkait ketergantungan yang berlebihan pada pekerja temporer, kurangnya self-determination, dan yang terpenting, ritme kerja yang kurang manusiawi hingga tidak memungkinkan untuk istirahat ke kamar mandi dan sholat. Untuk diketahui, Minnesota banyak dihuni oleh orang Somalia, yang mayoritas dari mereka adalah Muslim yang taat.

{Baca juga: Barengan Mogok Kerja, Ada Apa dengan Karyawan Amazon Eropa?}

Pada rapat umum yang digelar Desember lalu, yang meliputi pidato dari Perwakilan pekerja baru, Ilhan Omar, para pekerja menggambarkan diri mereka sebagai orang yang dapat dibuang oleh Amazon, dengan satu orang berbagi cerita tentang keguguran saat bekerja. Di akhir pidato itu, sejumlah pekerja meninggalkan shift mereka lebih awal untuk bergabung dengan kelompok yang pemrotes.

Di Amerika Serikat sendiri, aksi protes oleh karyawan Amazon ini disebut-sebut sebagai yang pertama. Tak seperti di Eropa, yang memang telah menjadi hal biasa.

November tahun lalu misalnya, para pekerja di Amazon Eropa memanfaatkan Black Friday yang biasanya disambut sukacita di Amerika Serikat (AS) dengan menggelar protes. Para pekerja ini mogok kerja sebagai uangkapan protes terhadap kondisi kerja yang dianggap tidak adil.

{Baca juga: Pekerja Amazon di Eropa Kompak Mogok pada Black Friday}

Aksi demosntrasi senyap serupa dilakukan pekerja Amazon di Spayol, Italia, Jerman dan Inggris pada awal Juli 2018, yang memprotes masalah pembayaran dan keamanan bekerja.

Di Minnesota, setidaknya 30 orang diperkirakan ikut serta dalam aksi protes, dan menurut Abdirahman Muse, direktur eksekutif Awood Center, pemogokan terjadi dari tengah malam hingga pukul 3 pagi waktu setempat pada hari Jumat.