spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1355

Spigen Rilis Casing Samsung Galaxy Fold, Harganya?

0

Telko.id, Jakarta – Perusahaan pembuat casing, Spigen baru-baru ini merilis casing Samsung Galaxy Fold untuk melindungi smartphone lipat Samsung seharga USD 1.980 atau USD 27,7 jutaan itu. Casing Spigen ini punya bentuk menyerupai Samsung Galaxy Fold.

Dilansir dari GSMArena, Senin (04/03/2019), ada tiga mode casing Samsung Galaxy Fold yang dibuat Spigen, yakni Tough Armor, Thin Fit, dan Ultra Hybrid.

Seluruhnya terbuat dari bahan silikon dan plastik. Casing ini memiliki desain yang dapat melindungi bezel di sekitar layar Galaxy Fold berukuran 4,6 inci.

{Baca juga: Harga Samsung Galaxy Fold Nyaris Rp 30 Juta!}

Casing juga memberikan ruang terbuka atau cut-out untuk mikrofon, tombol, kamera, dan port. Yang menarik, casing Spigen dapat menutupi smartphone dengan mengikuti mekanisme lipatan pada Galaxy Fold. Selain itu, bahan yang digunakan juga tidak hanya kuat, tapi juga cukup fleksibel.

Casing ini sendiri akan dijual hampir bersamaan saat Galaxy Fold resmi dijual pada Q2 tahun 2019 atau 26 April mendatang. Spigen membanderol casing tersebut dengan harga mulai dari USD 20 atau Rp 282 ribuan.

Sebelumnya, Samsung Galaxy Fold resmi diluncurkan pada acara “Galaxy Unpacked 2019” di San Francisco, Amerika Serikat pada Kamis (21/02/2019). Pada acara peluncuran telah disebutkan bahwa smartphone lipat memiliki punya dua layar yang dikemas dalam body berbentuk tablet masa kini.

{Baca juga: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Samsung Galaxy Fold mengandalkan layar berukuran 7,3 inci berjenis AMOLED dengan resolusi 1536 x 2152 piksel, dan memiliki notch atau poni di sudut layarnya. Samsung mendesain Galaxy Fold agar dapat dilipat ke dalam, sehingga ketika dilipat, layar sekunder atau layar luarnya yang berukuran 4,6 inci yang akan aktif.

Smartphone ini ditopang oleh prosesor berbasis 7nm, yang diprediksi merupakan Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh. (NM/FHP)

Teknologi Fast Charging Huawei P30 Pro Mirip Mate 20 Pro?

0

Telko.id, Jakarta – Smartphone flagship Huawei yang bakal diluncurkan, Huawei P30 dan Huawei P30 Pro kabarnya akan memiliki fitur menarik. Smartphone tersebut diprediksi akan mengusung fitur fast charging 40W.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo, Senin (04/03/2019), kabar ini terungkap setelah situs sertifikasi China, TENAA mengungkapkan sejumlah spesifikasi dari Huawei P30 Pro, termasuk fitur fast charging.

TENAA menunjukkan bahwa P30 Pro akan memiliki fast charging dengan kekuatan 40W, sementara P30 standar hanya mendukung fast charging 22,5W.

{Baca juga: Huawei P30 Pro Punya Sensor 3D Lebih Baik?}

Fitur fast charging 40W sendiri bukanlah sebuah hal yang baru. Sebelumnya teknologi ini disematkan pada Huawei Mate 20 Pro yang diluncurkan pada akhir tahun lalu.

Meski terbilang cepat, namun teknologi pengisian cepat pada Huawei P30 Pro masih belum mampu menyaingi Oppo R17 Pro yang didukung oleh SuperVOOC Flash Charge dengan kecepatan 50W.

Bocoran informasi ini menambah penasaran terkait spesifikasi Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Tapi, kita harus lebih bersabar karena Huawei baru akan meluncurkan kedua smartphone mereka pada tanggal 26 Maret 2018 di Paris, Perancis mendatang.

Seperti diketahui sebelumnya, bahwa Huawei P30 akan diberikan berbagai peningkatan signifikan, khususnya di bagian kamera. Seperti P30 Pro misalnya, smartphone ini akan memiliki empat kamera belakang yang diperkirakan akan menjadi trendsetter di tahun depan.

{Baca juga: Catat! Ini Tanggal Peluncuran Huawei P30 dan P30 Pro}

Begitu juga dengan seri Huawei P30 yang akan mendapatkan tambahan sensor kamera belakang, dari dua sensor kamera menjadi tiga kamera dengan resolusi pada lensa utamanya sebesar 40 MP.

P30 Pro dikabarkan pula akan mengusung teknologi sensor sidik jari di dalam layar. Atau bisa jadi, sensor sidik jari itu ditempatkan di tombol Home seperti P20 Pro.

Di bagian depan, ponsel P30 maupun P30 Pro mengadopsi desain layar memanjang dengan poni berbentuk Waterdrop Notch, seperti Oppo R17 Pro, Oppo F9, dan sejenisnya. Namun, spesifikasi lain ponsel tersebut belum terungkap. (NM/FHP)

Segera Dirilis, Ini Harga Samsung Galaxy A40

0

Telko.id, Jakarta – Setelah meluncurkan seri Samsung Galaxy A10, Galaxy A30 dan Galaxy A50, kabarnya Samsung juga akan meluncurkan Samsung Galaxy A40. Bahkan meski belum dirilis, harga dari smartphone tersebut sudah bocor di situs jual beli online MySmartPrice.

Dilansir Telko.id dari GSMArena pada Minggu (03/03/2019), situs MySmartPrice tersebut disembunyikan Galaxy A40 akan dijual seharga €249 atau Rp 3,9 juta.

Sayangnya tanggal pasti peluncuran Galaxy A40 belum diketahui tetapi kuat dugaan bahwa ponsel pintar tersebut akan segera dijual di Eropa. Smartphone ini akan diposisikan antara seri Samsung Galaxy A30 dan Samsung Galaxy A50.

Galaxy A30 sendiri memiliki chipset Exynos 7904 SoC dan fitur kamera belakang ganda. Sedangkan untuk Galaxy A50 memiliki Exynos 9610 SoC dan menawarkan tiga kamera belakang.

Sementara itu, Galaxy A40 sendiri dikabarkan akan hadir antara dengan Exynos 7904 atau seperti rumor Geekbench bulan lalu dengan Exynos 7885. Chipset dipasangkan bersama RAM 4GB dan  Android Pie.

{Baca juga: Incar Pasar Eropa, Samsung Bawa Masuk Galaxy M20}

Di Indonesia, pihak Samsung baru-baru ini merilis Galaxy M20 dengan desain infinity V. Smartphone ini membawa berbagai fitur canggih sebagai daya tarik utamanya, salah satunya adalah di sektor baterainya.

Galaxy M20 ditopang oleh baterai berkapasitas 5,000 mAh. Baterai tersebut didukung oleh teknologi fast charging dengan kecepatan maksimal 9V/1.67A. Diklaim, baterai berkapasitas sebesar itu mampu menemani pengguna sampai seharian.

{Baca juga: Samsung Rilis Smartphone Infinity V Pertama di Indonesia, Galaxy M20}

Smartphone tersebut telah mengusung layar berukuran 6,3 inci beresolusi Full HD+ dengan desain Infinity V. Di sisi dapur pacunya, digunakan prosesor octa-core Exynos 7904, RAM 3 GB, ROM 32 GB, dan sistem operasi Samsung Experience 9.5 berbasis Android Oreo. [SN/HBS]

Sumber: GSMArena

Tenangkan Investor, Tim Cook: Apple Siap Bikin Kejutan

0

Telko.id, JakartaCEO Apple, Tim Cook, mengeluarkan pernyataan mengejutkan saat berlangsung pertemuan dengan para pemegang saham. Ia mengatakan kepada para investor Apple bahwa saat ini mereka tengah “bersemedi” untuk persiapan meluncurkan produk-produk baru.

Bahkan, Cook menyebutkan bahwa produk-produk baru Apple bakal membuat konsumen terkejut. Para investor menantikan gebrakan yang dijanjikan oleh Cook. Maklum, penjualan produk unggulan Apple, iPhone, terus melemah.

Dilansir TechRadar, dikutip Telko.id pada Minggu (3/3/2019), Cook beberapa kali menyatakan bahwa teknologi Augmented Reality (AR) sebagai perubahan besar. Apple juga sempat mengungkap rencana membuat kacamata AR.

Apple sekarang memang terus berusaha mengembangkan bisnis dan mendongkrak produk-produk selain iPhone. Apple dilaporkan pula tengah mempersiapkan inovasi berupa jam tangan pintar Apple Watch dan earphone AirPods.

{Baca juga: Apple Segera Rilis iPhone 5G di Tahun 2020}

Selama 2018, Apple membeli 18 perusahaan dan mengincar akuisisi tambahan. Apple juga telah menambah fitur baru ECG di Apple Wacth agar pengguna bisa mengetahui detak jantung yang tidak wajar seperti atrial fibrillation.

Cook mengindikasikan akan ada lebih banyak fitur kesehatan di Apple Watch, termasuk kemampuan untuk membaca gula darah. Sementara untuk rencana akuisisi, rumor yang beredar menyebut Apple akan membeli Disney atau Netflix.

Lalu, guna merayakan International Women’s Day, Apple bakal menyuguhkan beberapa hal spesial, unik, dan kreatif. Bahkan, seperti dilansir Apple Insider, program Apple tersebut akan berlangsung lama, sepanjang Maret 2019.

{Baca juga: Bos Apple Sesumbar Punya Teknologi AR Terbaik}

Apple bekerja sama dengan komunitas Girls Who Code. Apple dan Girls Who Code bakal mendukung pembelajaran pemrograman kepada pelajar perempuan di Amerika Serikat. Kurikulum yang digunakan adalah Everyone Can Code. [SN/HBS]

Sumber: Techradar

Di Kanada, Beli iPhone XR Bisa Gratis

0

Telko.id, Jakarta – Roger, operator seluler di Kanada, menawarkan program menarik dengan memberi subsidi untuk harga ponsel kepada para konsumen yang membeli paket data selama dua tahun. Konsumen bahkan bisa mendapatkan iPhone XR gratis jika berlangganan paket data.

Menurut laporan Phone Arena, seperti dikutip Telko.id, Minggu (3/3/2019), Roger menawarkan iPhone XR berkapasitas 64GB atau 256GB secara cuma-cuma hanya dengan cara berlangganan paket data.

Untuk mendapatkan iPhone XR 256GB, konsumen harus berlangganan paket Roger Share Everything seharga 125 dolar Kanada per bulan selama dua tahun. Paket mencakup data 6GB (5GB di antaranya bonus).

{Baca juga: Kamera Tunggal iPhone XR Terbaik Versi DxOMark}

Apabila mengacu kepada harga normal, iPhone XR yang dijual bersamaan paket berlangganan Roger Share Everything dipatok 199 dolar Kanada dengan jangka waktu dua tahun. Namun, paket data hanya 1GB.

Tak cuma Roger, Apple sendiri kian gencar memasarkan produk daur ulang dengan harga terjangkau. Harganya bervariasi, mulai USD 469 ribu atau sekitar Rp 6,5 jutaan hingga USD 649 ribu atau Rp 9,1 jutaan.

Namun, Apple belum memasarkannya ke Asia. Produk bekas Apple kali pertama dijual ke Amerika Serikat pada November 2018. Kala itu, Apple menawarkan iPhone 8 64GB daur ulang seharga USD 499 ribu.

{Baca juga: Tidak Ada Casing Original untuk iPhone XR?}

Januari 2019, giliran iPhone SE 32GB daur ulang yang dijual Apple seharga USD 249 ribu atau Rp 3,5 juta.  Disusul MacBook Air dan Mac Mini pada 8 Februari 2019, yang merambah ke negara-negara di benua Eropa. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Paten Apple Ungkap Solusi Hindari Kerusakan Layar Lipat

0

Telko.id, Jakarta – Apple sudah menyatakan ketertarikan menggarap ponsel layar lipat. Menurut laporan Indian Express, Apple bahkan sudah mendaftarkan paten berisi solusi untuk menghindari kerusakan di layar di ponsel model tersebut.

Di dokumen paten itu Apple menunjukan keyakinan bahwa faktor utama untuk menghindari kerusakan layar adalah suhu panas. Menggunakan sejumlah sensor, perangkat di dokumen paten Apple mampu melacak suhu panel layar.

Dikutip Telko.id, Minggu (3/3/3019), jika panel terlalu dingin, komponen terpisah akan meningkatkan suhu di layar bagian tertentu. Metode tersebut memungkinkan panel beradaptasi sehingga mengurangi penurunan performa layar.

Namun demikian, menambahkan komponen pemanas khusus ke perangkat bisa membuat bodi menjadi tebal. Apple pun bakal implementasi solusi alternatif. Perangkat Apple akan otomatis meningkatkan kecerahan untuk menghangatkan panel.

{Baca juga: Tak Mau Ketinggalan, Apple Ikutan Garap Ponsel Lipat?}

Setelah panel di bagian tertentu cukup hangat, kecerahan akan secara otomatis diturunkan. Sayang, Apple masih enggan mengaku sedang mengembangkan ponsel lipat. Artinya, perangkat di dokumen paten itu bisa jadi tidak akan diterapkan.

Akan tetapi, sejumlah pihak mengutarakan optimisme terkait kehadiran iPhone berdesain layar lipat ke pasar. Rumor yang beredar menyatakan bahwa ponsel layar lipat Apple akan hadir paling cepat pada pertengahan 2020 mendatang.

Sebelumnya, seorang pendiri Apple, Steve Wozniak, ikut bersuara tentang fenomena ponsel layar lipat. Secara khusus, ia menyoroti langkah Apple yang kabarnya juga akan meluncurkan iPhone berteknologi serupa ke pasaran.

{Baca juga: Apple Segera Rilis iPhone 5G di Tahun 2020}

Menurut Wozniak, dalam wawancara terbaru bersama Bloomberg, Apple kemungkinan akan tertinggal dalam hal produksi ponsel berteknologi canggih tersebut. Padahal, ia sudah tak sabar melihat Apple memproduksi iPhone lipat. [SN/HBS]

Sumber: Indian Express

Samsung Galaxy A90 Punya Kamera Pop-up dan Berputar?

0

Telko.id, Jakarta – Samsung mengubah strategi pemasaran baru-baru ini dengan berfokus pada smartphone Seri S seperti mengeluarkan seri Samsung Galaxy M20. Bahkan ada rumor jika mereka sedang merancang Samsung Galaxy A90 dengan fitur kamera pop-up dan berputar, Benarkah?

Dilansir Telko.id dari Gizmochina pada Minggu (03/03/2019) awalnya Samsung dikabarkan akan memberi sentuhan kamera pop-up di bagian depan.

Tetapi rumor baru muncul jika Samsung juga akan memberikan fitur kamera berputar sehingga kamera bisa bertukar posisi ke bagian depan atau belakang smartphone tergantung dari keinginan pengguna.

Rumor tersebut muncul dari akun Twitter milik Steve H.Mcfly yang bernama @OnLeaks. Steve dua buka smartphone dimana salah satu darinya merupakan bocoran informasi terkait Samsung Galaxy A90. Dalam cuitannya, Steve menilai jika konsep kamera berputar dari Samsung Galaxy A90  mirip dengan Oppo Find X dam Oppo N1.

{Baca juga: Gaya “Berponi”, Samsung Galaxy A70 & Galaxy A90 Siap Rilis?}

Menurut @OnLeaks yang berbag info tersebut gambar ini masih belum dikonfirmasi tetapi sumbernya cukup dapat diandalkan.

Juga pernyataan Samsung terkait seri Galaxy A dalam beberapa waktu terakhir membuat rumor ini masuk akal sehingga kita patut menunggu kejutan apa yang diberikan Samsung untuk seri Samsung Galaxy A90 buatannya.

Sebelumnya, Samsung dikabarkan sedang menyiapkan berbagai model poni untuk smartphone keluaran terbarunya yaitu Samsung Galaxy A90, Galaxy A70 dan Galaxy A50 pada kuartal kedua tahun ini.

{Baca juga: Bukan Satu, Banyak Smartphone Berponi Samsung Dirilis Tahun Ini}

Ketiganya akan menerapkan desain layar Infinity V, yang mirip seperti notch berbentuk waterdrop kepunyaan Oppo F9, R17 Pro, dan lainnya. Bedanya, hanya terletak di sudut lekukan poni yang lebih tajam.

Samsung Galaxy A50 akan mempunyai teknologi pemindai sidik jari di dalam layar. Meski demikian, Samsung sepertinya akan menanamkan sensor biometrik yang berbeda dibandingkan Samsung Galaxy S10.

Smartphone ini juga akan mengusung teknologi tiga kamera belakang, dengan sensor kamera utama beresolusi 24MP. Konfigurasi kameranya mungkin akan sama dengan Samsung Galaxy A7 (2018), dengan adanya lensa wide-angle dan depth. (NM/HBS)

Oppo Mulai Rambah Pasar Eropa

0

Telko.id, Jakarta – Oppo mulai melirik pasar Eropa. Produsen smartphone asal China itu mengatakan akan mempercepat pemasaran produknya ke beberapa negara Eropa. Beberapa negara di antaranya yang sudah masuk dalam daftar adalah Jerman, Rumania, Bulgaria, dan Ukraina.

Menurut analisis Gartner, Oppo saat ini berada di peringkat keempat dalam daftar penjual ponsel pintar secara global pada kuartal terakhir 2018, setelah berhasil menjual sebanyak 31,6 juta unit, dengan pangsa pasar 7,7 persen.

Wakil Presiden Global dan Presiden Bisnis Luar Negeri Oppo, Alen Wu mengatakan, Oppo telah memasuki 10 pasar baru sejak awal 2018, termasuk Spanyol dan Inggris.

“Kami sekarang sedang melakukan penelitian, mengerjakan pekerjaan rumah kami dalam hal memasuki pasar Eropa lainnya, seperti Jerman, Rumania, Bulgaria dan Ukraina,” katanya dalam sebuah wawancara di Mobile World Congress di Barcelona.

{Baca juga: 5 Alasan Oppo R17 Pro Tetap Menonjol di Tengah Keramaian}

Oppo yang menjadi satu di antara produsen smartphone yang memamerkan perangkat 5G pertama mereka di acara MWC 2019, kini menempati urutan kedua setelah Huawei di pasar China, menurut IDC.

“Di Eropa, tujuan kami adalah untuk menancapkan merek kami sebagai merek yang mewakili produk kelas menengah ke atas,” kata Alen Wu, seraya menambahkan bahwa sebagian besar produknya akan berada di kisaran harga € 250 hingga hingga € 600 di pasar Eropa. [BA/HBS]

Sumber: The Star

Trio Samsung Galaxy S10 Dapat Dukungan HDR10 untuk Netflix

0

Telko.id, Jakarta – Ada kabar menggembirakan bagi penggemar konten Netflix yang membeli ketiga seri Samsung Galaxy S10. Kabarnya mereka akan mendapat dukungan High Dynamic Range atau HDR10, untuk yang ingin menonton film di smartphone tersebut.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Sabtu (02/03/2019), fitur yang diberikan Samsung bisa dibilang sebagai inovasi terbaru. Pasalnya sebagian besar ponsel yang diluncurkan tidak memiliki dukungan HDR untuk Netflix sejak awal, tetapi mereka mendapatkannya setelah menambah perangkat lunak lagi.

HDR10 adalah sebuah format yang mendukung kecerahan hingga 4.000 nit, dengan kedalaman warna 10 bit sehingga video yang ditayangkan lebih maksimal.

Untuk memasang perangkat HDR10 biasanya smartphone Anda harus memiliki  spesifikasi canggih dan saat ini tercatat bahwa ada beberapa  perangkat Android yang mendukung mode HDR10 termasuk Galaxy S10 yang sudah memasukan mode tersebut di dalam perangkat.

{Baca juga: Samsung Galaxy S10 Punya Fitur Dompet Cryptocurrency}

Selain menambahkan dukungan HDR10 ke Galaxy S10, Galaxy S10e, dan Galaxy S10+, Samsung juga menggulirkan pembaruan untuk tiga seri smartphone terjangkaunya, yakni seri Galaxy M10, Galaxy M20 dan Galaxy M30, yang akan memiliki dukungan HD untuk Netflix.

Sebelumya ada bonus menarik bagi pembeli Galaxy S10 dan S10+, yakni pelindung layar atau screen protector, sehingga perangkat mereka bisa lebih terlindungi.

Samsung mengakui jika pelindung yang mereka pasang tidak sekuat pelindung berbahan kaca, tetapi menurut Samsung beberapa pelindung pihak ketiga yang berbahan kaca bisa menghalangi pemindai sidik jari dalam layar.

{Baca juga: Pembeli Samsung Galaxy S10 Dapat Bonus Pelindung Layar}

Dengan cara ini, setidaknya Anda dapat membuka kunci ponsel dengan sidik jari Anda dengan baik mungkin sampai Anda memasang jenis kaca tempered pihak ketiga yang layak atau pelindung poliuretan yang tidak menghalangi kerja pemindai sidik jari. [NM/HBS]

Sumber: PhoneArena

Samsung Tawarkan Konsep Layar Lipat ke Apple dan Google

0

Telko.id, Jakarta – Setelah meluncurkan smartphone layar lipat, Samsung membuktikan diri berada selangkah di depan dari para pesaingnya. Namun bisnis tetaplah bisnis. Samsung kabarnya malah menawarkan konsep teknologi layar lipat kepada para rivalnya, termasuk kepada Apple dan Google.

Dilansir Telko.id dari PhoneArena pada Sabtu (02/03/2019), menurut sumber internal perusahaan, Samsung telah menyediakan panel layar 7,2 inci ketika dibentangkan. Ini lebih kecil dari Samsung Galaxy Fold yang memiliki ukuran 7,3 inci.

Informasi ini menguatkan dugaan bahwa Samsung bersedia mengorbankan eksklusivitas inovasi mereka demi menumbuhkan konsep ponsel lipat secepat mungkin.

Pada tahun lalu, Samsung kabarnya juga memberikan sampel smartphone layar lipat kepada Xiaomi, Oppo dan Huawei, dimana saat ini ponsel layar lipat dari Huawei pun hadir dengan nama Huawei Mate X.

{Baca: Bos Huawei Sindir Samsung Galaxy Fold, Apa Katanya?}

Lantas, kenapa harus ditawarkan kepada Apple dan Google yang sejatinya adalah musuh bebuyutan Samsung? Yup, kembali lagi ini hanyalah soal bisnis. Karena jika kedua perusahaan itu tertarik menggunakan teknologi layar lipat yang ditawarkan, maka Samsung akan “panen besar”.

Sebagai produsen utama layar OLED saat ini, Samsung akan mendapat banyak menerima orderan atau permintaan panel OLED yang dapat dilipat, jika Apple dan Google ikut membuat ponsel layar lipat.

Dan akhirnya, pundi-pundi Samsung akan semakin penuh jika ponsel layar lipat akan menjadi tren baru, jika Apple dan vendor ponsel Android lainnya ramai-ramai membuat ponsel layar lipat yang menggunakan panel OLED buatan Samsung.

Meski bangga menjadi yang pertama meluncurkan smartphone layar lipat, namun raksasa elektronik asal Korea Selatan ini sejatinya masih ketar-ketir, karena ekosistem perangkat layar lipat masih belum terbentuk, yang membuat harganya masih sangat mahal.

Jika itu (layar lipat) adalah masa depan smartphone, Samsung ingin menjadi yang terdepan. Tetapi mereka juga untuk meningkatkan daya tarik massa dan menurunkan harga sesegera mungkin. Dengan begitu, Samsung bisa menggenjot penjualan handset-nya, di tengah stagnasi industri smartphone saat ini.

Sebelumnya, di acara “Galaxy Unpacked 2019” pada Februari lalu, Samsung Galaxy Fold resmi diluncurkan. Smartphone ini memiliki layar utamanya berukuran 7,3 inci, dengan layar sekunder berukuran 4,6 inci yang akan aktif ketika dilipat.

{Baca: Resmi! Samsung Galaxy Fold Diluncurkan dengan Dua Layar}

Galaxy Fold ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855, RAM 12 GB, ROM 512 GB, dan ditopang oleh dua baterai berkapasitas masing-masing 2,190 mAh atau menjadi 4,380 mAh.

Sedangkan di acara Mobile World Congress (MWC) 2019, Huawei juga memperkenalkan ponsel layar lipat terbarunya bernama Huawei Mate X, dengan tampilan yang lebih tipis, memiliki layar lebih besar, dan lipatan lebih rata.

Mate X hadir dengan layar berukuran 8 inci dan didesain agar layarnya dapat dilipat ke luar. Ketika dilipat, layar bagian depan berukuran 6,6 inci dan aspek rasio 19,5 : 9 akan aktif, sementara layar yang berada di bagian belakang dengan ukuran 6,38 inci dan aspek rasio 25 : 9 akan mati.

{Baca juga: Samsung Galaxy Fold vs Huawei Mate X: “El Clásico” Smartphone Lipat}

Selain area layar lebih lebar, keuntungan desain yang diusung Mate X yaitu memungkinkan ketebalan perangkat hanya setebal 11mm. Ketebalan tersebut lebih tipis jika dibandingkan dengan dimensi Galaxy Fold. [NM/HBS]

Sumber: PhoneArena