spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1352

Hapus Semua Foto Instagram Bisa Naik Pesawat Gratis, Mau?

Telko.id, Jakarta – Iming-iming menggiurkan datang dari maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat, JetBlue. Maskapai tersebut menggelar kontes berhadiah tiket gratis ke semua tujuan selama satu tahun penuh asalkan Anda rela hapus foto Instagram.

Ya, menurut The Verge, JetBlue mematok syarat unik kepada siapa saja yang tertarik mengikuti kontes. Syaratnya, dikutip Telko.id, Selasa (05/03/2019), peserta wajib menghapus seluruh foto yang telah diunggah di Instagram.

Setelah semua foto dihapus, peserta kemudian harus mengunggah satu foto baru dengan tema yang mencerminkan slogan maskapai JetBlue, yakni “All You Can Jet”. Peserta juga boleh menggunakan caption sesuai selera.

{Baca juga: Bisa Jadi Jet Tempur, Ini Kemampuan Pesawat Otonom Boeing}

Meski demikian, kalimat dan foto latar yang diunggah harus dibuat menggunakan perangkat yang telah disediakan oleh JetBlue. Foto lantas di-tag ke akun @Jetblue sembari dibubuhi tanda pagar #Allyoucanjetsweepstakes.

Informasi lebih lanjut tentang kontes hapus foto Instagram berhadiah tiket pesawat gratis ke semua tujuan bisa dilihat di situs resmi JetBlue. Sayang, kontes tersebut hanya berlaku begi warga negara Negeri Paman Sam.

{Baca juga: Maskapai Ini Terapkan “Face ID” untuk Penumpangnya}

Pada era kemajuan teknologi, maskapai memang kerap melakukan inovasi. Akhir 2018 lalu, Delta Airlines meluncurkan sistem pemindai wajah di bandara Atlanta. Sistem digunakan saat proses check-in penumpang.

Peluncuran sistem pemindai wajah yang dilakukan Delta Airlines bukanlah untuk yang kali pertama. Sebab, maskapai ini pernah melakukan uji coba sistem tersebut di bandara Detroit Metropolitan dan bandara John F Kennedy. (SN/FHP)

Siap-Siap! Pre-Order Vivo V15 Dibuka Dalam Beberapa Jam

0

Telko.id, Jakarta – Belum juga resmi diluncurkan, namun pihak Vivo Indonesia sudah mengambil ancang-ancang untuk langsung membuka pre-order atas perangkat teranyarnya, Vivo V15.

Diungkapkan PR Manager PT Vivo Mobile Indonesia, Tyas Rarasmurti, pre-order akan dibuka bersamaan dengan acara peluncuran, dimana Vivo juga akan mengumumkan harga perangkat. “Hari ini Insyaallah (pre-order), karena hari ini launchingnya. Price reveal, kemudian pre-order. Mungkin sekitar jam 9,” ucapnya di Hotel Harper, Purwakarta, Selasa (05/03/2019).

Sayangnya, Tyas belum mengungkap secara jelas mekanisme pre-order Vivo V15 nantinya. Namun ia berharap perangkat ini bisa mencapai target penjualan yang maksimal. “Kalo target ya sebanyak-banyaknya,” tutupnya.

{Baca juga: Hands-on Vivo V15: Smartphone “Anti Poni” Bergaya Luxury}

Perlu diketahui, Vivo Indonesia akan menggelar acara spektakuler saat meluncurkan smartphone terbarunya, Vivo V15. Dengan mengusung konsep “Vivo V15 Go Up Grand Launch”, perhelatan ini akan digelar di Taman Wisata Air Mancur Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat pada Selasa, 5 Maret 2019.

Peluncuran smartphone dengan kamera pop up 32MP pertama di Indonesia ini akan disiarkan langsung di 5 Stasiun TV dan 9 platform digital partner pada Selasa malam, 5 Maret. Tepatnya pukul 20.00 hingga 21.30 WIB. Acara peluncuran Vivo V15 ini sendiri akan memadukan konsep pertunjukan air mancur menari dan hiburan yang dimeriahkan oleh selebriti ternama Tanah Air.

Tim Telko.id mendapatkan penampakan panggung tempat peluncuran Vivo V15 nanti malam. Tampak pada foto yang diterima bahwa panggung berada di atas air tepatnya di Situ Beleud dan dominasi warna biru tampak jelas pada panggung tersebut.

{Baca juga: Vivo Bagi-bagi Hadiah Jelang Peluncuran Vivo V15}

Sebelumnya, Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia mengungkapkan bahwa Vivo V15 Go Up Grand Launch akan menjadi kejutan dengan konsep yang benar-benar baru dan berbeda dari Vivo pada tahun 2019.

“Acara peluncuran Vivo V15 akan menghadirkan pertunjukan yang kami harapkan dapat menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat Indonesia, terutama konsep revolusioner elevating stage atau panggung terapung pertama dan terbesar di Indonesia,” ungkap Edy.

Taman Air Mancur Sri Baduga merupakan taman air mancur terbesar di Asia Tenggara yang dilengkapi dengan air mancur menari setinggi 6 meter, serta papan berbentuk “T” di tengah danau. Vivo V15 Go Up Grand Launch dipersiapkan untuk semakin meriah dengan atraksi air mancur terbesar di Indonesia.

Apple Cari Analis Media Sosial untuk Proyek Siri, Minat?

Telko.id, JakartaApple kabarnya sedang membuka lowongan pekerjaan. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini mencari kandidat-kandidat potensial untuk mengisi posisi anggota tim analis yang berhubungan dengan Siri.

Menariknya, untuk mengisi kebutuhan tersebut, Apple tidak mencari penyandang gelar insinyur. Sebaliknya, perusahaan justru mencari sosok-sosok kreatif yang mahir dan terbiasa menganalisa media sosial.

Menurut laporan Macrumors, seperti dikutip Telko.id, Selasa (5/3/2019), satu deskripsi pekerjaan bagi para calon analis media sosial Apple adalah mendeteksi beragam hal viral terkait Siri. Disamping keharusan menggalang kerja sama dengan divisi Apple Product Marketing & Marketing Communications.

{Baca juga: Bocah 13 Tahun Diciduk Polisi Gara-gara “Curhat” ke Siri}

Ya, Apple sepertinya ingin mengembangkan Siri berdasarkan masukan para netizen.

Perusahaan memang kerap membuka lowongan pekerjaan untuk sejumlah proyek. Beberapa waktu lalu, di forum Reddit, Apple juga mencari sederet kandidat untuk menempati posisi desainer iCloud.

Di lain sisi, Apple juga sedang melakukan pemangkasan tenaga kerja di beberapa divisi. Baru-baru ini, Apple mengonfirmasi telah memecat 190 anggota tim pengembangan mobil otonom.

Informasi menyebut, mayoritas karyawan yang diberhentikan merupakan manajer dan teknisi. Dari 190 orang, 33 orang adalah teknisi perangkat keras, 22 orang adalah teknisi perangkat lunak. Sementara 31 orang tersisa, diketahui adalah teknisi desain produk. Sebanyak 46 orang lain memegang jabatan manajer, termasuk untuk proyek teknik dan pengembangan perangkat lunak.

{Baca juga: Tencent Siapkan Asisten Digital Pesaing Siri, Namanya “Xiaowei”}

Konsultan Apple pun buka suara soal PHK itu. Ia mengatakan pemecatan bersifat permanen.

“Semua karyawan yang dipecat mengetahui tanggal pemberhentian,” kata Pam Oyanagi, konsultan pegawai senior Apple.

Berdasarkan surat Oyanagi yang dikirim pada 14 Februari 2019, pemecatan kali ini menyasar para pekerja Apple yang bekerja di kantor Santa Clara dan Sunnyvale. Pemecatan dilakukan pada 16 Februari 2019. [SN/IF]

 

Gaji Karyawan Foxconn Turun Gara-gara iPhone?

Telko.id, Jakarta – Penurunan penjualan iPhone pada laporan kuartal pertama 2019 ternyata berimbas ke perusahaan lain. Foxconn selaku rekanan Apple, bahkan dikabarkan sampai mengubah besaran gaji dan tunjangan karyawan.

Asal tahu saja, selama ini Foxconn merupakan perusahaan yang paling banyak mendapat pesanan iPhone dari Apple. Menurut 9to5mac, selain memotong gaji dan tunjangan, Foxconn pun mengurangi jam kerja para karyawan.

Seperti dikutip Telko.id, Selasa (5/3/3029), Foxconn terpaksa mengeluarkan kebijakan tersebut lantaran produksi iPhone hanya berjalan 20 hari pada 2018. Padahal, biasanya, permintaan iPhone paling besar terjadi empat hingga lima bulan.

{Baca juga: Apple Cari Analis Media Sosial untuk Proyek Siri, Minat?}

Informasi menyebut, pekerja Foxconn yang biasanya menerima gaji bulanan sekitar 4.000 yuan atau USD 598 selama empat bulan dalam satu tahun, sekarang hanya mendapatkan 3.000 yuan atau USD 447 untuk satu bulan saja.

Puluhan karyawan Foxconn pun mengeluhkan hal itu. Pemerintah Taiwan bahkan ingin membujuk Foxconn untuk memusatkan produksi iPhone di Zhengzhou, yang memiliki status zona ekonomi khusus untuk proses impor tanpa bea masuk.

{Baca juga: Pemasukan Foxconn Anjlok, Gara-gara iPhone?}

Awal 2019, ada pula kabar bahwa Foxconn merugi gara-gara melayani produksi iPhone dari Apple. Pendapatan perusahaan pada Desember 2018 mengalami penurunan lantaran permintaan di kategori produk konsumen menyusut.

Pemasukan perusahaan pada Desember 2018 hanya USD 20,2 miliar. Mereka memang tidak menyebut secara gamblang bahwa iPhone menjadi penyebab utama penurunan performa keuangan perusahaan. Namun, analis meyakininya. [SN/IF]

Fitur Pengisian Super Cepat Sambangi AirPods 2

0

Telko.id, JakartaApple kemungkinan akan memperkenalkan AirPods 2 dalam sebuah gelaran yang berlangsung 25 Maret 2019 mendatang. Menjelang hari H, sejumlah informasi mengenai generasi penerus AirPods ini pun bermunculan di di dunia maya.

Bocoran terbaru, sebagaimana dilaporkan PhoneArena, menyebutkan bahwa AirPods 2 tidak hanya mengisi daya secara nirkabel alias menggunakan standar Qi, tetapi juga akan mempunyai kemampuan pengisian cepat.

Sebuah tweet yang disebarkan oleh Max Weinbach dari XDA mengklaim, fitur terbaru akan mengisi daya case dan AirPods, mulai dari level nol persen hingga 100 persen hanya dalam waktu lebih kurang 15 menit.

{Baca juga: Airpods 2 akan Berkelir Hitam Mengkilat}

Selain itu, case yang digunakan dalam earphone Apple terbaru juga akan lebih besar dan berat dibanding generasi yang ada saat ini. Sementara tetap bisa digunakan untuk perangkat serupa generasi pertama.

Dalam gelaran yang berlangsung pada 25 Maret mendatang, Apple juga disebut-sebut tidak hanya akan memperkenalkan AirPods 2. Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini disinyalir akan turut memperkenalkan beberapa iPad baru, termasuk iPad Mini 5.

{Baca juga: Ternyata, AirPods Bisa Jadi Alat Bantu Dengar}

iPad mini 5 dikatakan tidak akan lebih dari generasi sebelumnya, tapi dengan chipset seri-A yang diperbarui. Apple juga diharapkan bakal ikut memperkenalkan layanan berlangganan Apple News yang baru.

Pembaruan layanan berlangganan Apple News yang baru ini mencakup platform majalah Texture yang dibeli tahun lalu, dan layanan video streaming yang akan bersaing dengan Netflix, Hulu, Amazon, dan lainnya. [BA/IF]

Ponsel Berdesain Geser Siap Ramaikan Portofolio Huawei?

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi Mi Mix 3 dan Honor Magic 2 menjadi dua contoh smartphone dengan desain geser. Dan dengan semakin populernya desain tanpa bezel, paten baru yang diperoleh Huawei mengindikasikan adanya ponsel berdesain geser dalam portofolio perusahaan.

Pada gambar paten yang dirilis, smartphone ini digambarkan akan datang dengan bezel sangat tipis di bagian sisi dan atas layar. Sementara itu di bagian bawah, bezel masih tergolong tebal mengindikasikan bahwa perangkat bukan bagian dari segmen high-end.

Menurut laporan Gizmochina, desain geser diperkirakan menyembunyikan dua kamera menghadap ke depan yang didukung lampu flash LED. Setup serupa juga dapat ditemukan pada bagian belakang smartphone tersebut.

{Baca juga: Media Diajak “Study Tour” ke Markas Huawei, Ada Apa?}

Namun jika perangkat ini memasuki proses produksi, Huawei berpotensi mengubah kamera depan dengan layout kamera berjumlah tiga buah yang diklaim lebih canggih. Sayangnya, sensor pemindai sidik jari tidak tersedia di bagian belakang perangkat tersebut.

Hal ini mengindikasikan Huawei akan menyematkan teknologi sensor pemindai sidik jari optik di layar. Sebagai alternatif, pemindai sidik jari diperkirakan akan disematkan pada tombol daya yang terdapat di bagian sisi bodi perangkat.

{Baca juga: Teknologi Fast Charging Huawei P30 Pro Mirip Mate 20 Pro?}

Masih berupa dokumen paten, perangkat berdesain lipat karya Huawei ini belum dapat dipastikan akan benar-benar diluncurkan. Jika diluncurkan, perangkat ini diperkirakan akan hadir sebagai bagian dari lini Huawei P Smart atau Huawei Y.

Ada alasan kuat terkait prediksi tersebut. Sebab, Huawei P30 dan P30 Pro serta P30 Lite telah dipastikan tidak memiliki dukungan mekanisme geser. [BA/IF]

Astra Bersama GOJEK Bentuk JV dan Tambah Investasi US$ 100 Juta

0

Telko.id – Astra International dan GOJEK sepakat membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV). Targetnya untuk mendorong pengembangan bisnis ride hailing roda empat yang diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan layanan transportasi online pintu ke pintu bagi masyarakat.

Selain itu, Astra juga menambah partisipasi dalam tahap pertama pendanaan seri F GOJEK dengan investasi sebesar US$ 100 juta. Dengan tambahan investasi tersebut, total investasi Astra pada GOJEK kini mencapai US$ 250 juta.

“Pembentukan perusahaan patungan dan partisipasi Astra dalam pendanaan seri F menunjukkan kepercayaan kami kepada GOJEK sekaligus wujud nyata dari eksplorasi kerjasama kami untuk menciptakan sinergi dengan bisnis otomotif Astra,” ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur  Astra International.

Prijono juga berharap bahwa kerjasama tersebut dapat membantu masyarakat luas masuk ke sektor ekonomi formal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa.

Saat ini Indonesia tercatat memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi digital paling pesat di Asia Tenggara. Dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 49% pada periode tahun 2015-2018, sektor ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai US$ 100 miliar pada tahun 2025 dari US$ 27 miliar pada tahun 2018.

Kemitraan strategis yang terjalin antara Astra dan GOJEK diharapkan dapat memaksimalkan potensi Indonesia untuk terus menjadi pelopor ekonomi digital yang terdepan di kawasan Asia Tenggara.

“Potensi perekonomian digital di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, harus dimaksimalkan oleh para pelaku bisnis dengan menggabungkan kekuatan di masing-masing industri. Gabungan kekuatan Astra di bidang otomotif dan GOJEK di bidang teknologi melalui kerja sama ini diharapkan akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk memiliki sumber penghasilan, sehingga mampu untuk meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Nadiem Makarim, Chief Executive Officer dan Founder GOJEK.

Diluncurkan pada Januari 2015, GOJEK kini menjadi salah satu pemain terdepan di Asia Tenggara untuk sektor digital and mobile consumption. GOJEK saat ini telah berkembang menjadi superapp yang membentuk sebuah ekosistem untuk kemudahan bertransaksi, menghubungkan jutaan konsumen dengan jutaan mitra pengemudi, mitra usaha (merchant) dan penyedia layanan (service provider).

Sediakan Ribuan Unit Armada

Perusahaan patungan yang sepakat dibentuk Astra dan GOJEK direncanakan akan menyediakan ribuan unit armada dengan sistem pengelolaan operasional kendaraan yang didukung oleh Astra FMS (Fleet Management System) dan teknologi ride hailing pada aplikasi GOJEK, khususnya layanan GO-CAR.

Perusahaan ini akan memberikan kesempatan kepada mitra untuk memberikan layanan transportasi online pintu ke pintu dengan kualitas prima kepada pelanggan sekaligus meraih pendapatan yang layak melalui layanan GO-CAR.

Mainan Lipat Lego Ini “Lebih Canggih” dari Galaxy Fold

Telko.id, Jakarta – Perusahaan mainan, Lego tampaknya menjadikan Samsung Galaxy Fold sebagai inspirasi utama untuk merilis mainan barunya. Baru-baru ini, perusahaan mainan asal Denmark tersebut memamerkan Lego Fold, mainan lipat berbentuk pop-up book lewat akun Twitter resminya.

Yang unik, Lego Fold ini diperkenalkan dengan gaya pemasaran Samsung ketika memperkenalkan smartphone lipat mereka, Galaxy Fold.

Dilansir dari The Verge, Selasa (05/03/2019), Lego juga menunjukkan bahwa mainan lipatnya memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan Galaxy Fold. Salah satunya adalah soal “ukuran layar” ketika dilipat dan dibentangkan.

{Baca juga: Pemuda Ini Punya Lengan Robot dari Potongan Lego}

Lego Fold punya cover atau bagian depan sebesar 5 inci. Sedangkan ketika dibentangkan, mainan pop-up book ini punya ukuran sebesar 11 inci.

Cover memukau berukuran 5 inci yang memukau serta 11 inci saat dibentangkan (unfolds). Untuk permainan kreatif tanpa akhir yang tidak pernah kehabisan baterai,” ucap Lego.

Lego sendiri merancang mainan barunya menggunakan plastik ABS, bukan menggunakan aluminium seperti pada Samsung Galaxy Fold. Perangkat ini dinilai dapat meningkatkan kreativitas penggunanya, karena mereka dapat menemukan cara-cara baru untuk membuat berbagai hal dalam mainan lipat mereka.

{Baca juga: Keren! Lego Bugatti Chiron “Jalan-jalan” Keliling Eropa}

Lego Fold sendiri sudah resmi dijual pada e-commerce resmi Lego. Perangkat ini dilepas dengan harga USD 69,99 atau setara dengan Rp 989,9 ribuan. Jauh lebih murah daripada Samsung Galaxy Fold yang dihargai USD 1.980 atau USD 27,7 jutaan. Bagaimana, tertarik? (FHP)

iPhone 2019 Punya Mode Underwater, Buat Apa?

0

Telko.id, Jakarta – Apple diyakini akan menambahkan sejumlah kemampuan baru pada iPhone 2019. Salah satu fitur yang mungkin akan disematkan pada suksesor iPhone XS ini adalah mode Underwater.

Fitur tersebut diungkapkan oleh salah satu anggota tim dari XDA Developer, Max Weibach yang mengunggah bocoran iPhone 2019 lewat akun Twitter pribadinya.

Ia mengatakan, iPhone tersebut akan memiliki mode Underwater yang memungkinkan pengguna untuk dapat tetap menggunakan smartphone di dalam air atau di kondisi lingkungan yang basah.

{Baca juga: Apple Siapkan iPhone XI dengan Tiga Kamera Belakang?}

Mode ini mampu membuat layar tetap dapat mengenali input sentuhan ketika smartphone diajak menyelam atau terkena percikan air hujan, dan lainnya.

Dilansir Telko.id dari phoneArena, Selasa (05/03/2019), iPhone 2019 sendiri kemungkinan besar akan diperkenalkan Apple pada bulan September mendatang. Menurut seorang analis, Ming-Chi Kuo, smartphone tersebut akan memiliki tiga model yang berbeda dengan ukuran layar yang sama seperti seri iPhone sebelumnya.

Itu berarti, bisa jadi iPhone 2019 yang diprediksi bernama iPhone XI, iPhone XI Max, dan iPhone XR 2019 itu akan memiliki layar dengan ukuran masing-masing 5,8 inci, 6,4 inci, dan 6,1 inci.

{Baca juga: iPhone XR 2019 Bakal Sekelas iPhone XS Max?}

Seperti seri sebelumnya juga, dua model iPhone 2019  akan menggunakan layar berjenis OLED, sementara seri lainnya yang lebih terjangkau akan mengusung layar berjenis LCD. Khusus untuk iPhone XI dan XI Max, keduanya akan mengandalkan tiga kamera belakang, berkat adanya kamera Time of Flight (ToF).

Kamera ini memungkinkan kamera utama untuk mengambil foto dengan detail dan kedalaman yang lebih akurat. Kamera ToF juga akan membuat Apple untuk menawarkan beragam fitur berbasis Augmented Reality (AR) untuk iPhone terbarunya. (FHP)

Telkomsel Gandeng Cisco dan Huawei Persiapkan 5G Di Indonesia

0

Telko.id – Pada ajang Mobile World Congress 2019 (MWC 2019) di Barcelona, Telkomsel mengumumkan kemitraan strategisnya dengan dua pemain teknologi terkemuka di dunia, Cisco dan Huawei. Kerja sama ini merupakan langkah nyata dari usaha Telkomsel dalam pematangan kesiapan 5G di Indonesia.

MWC yang berlangsung di Barcelona merupakan salah satu perhelatan besar tahunan di bidang teknologi dan inovasi. Tahun ini, tema utama MWC adalah 5G: Intelligent Connectivity, sebuah teknologi yang mendukung terwujudnya industri 4.0.

Untuk mematangkan kesiapan menuju Indonesia Digital 2025, Telkomsel pun mengumumkan kerja samanya dengan para mitra terkemuka di bidang teknologi untuk evolusi masa depan, sebagai ‘souvenir’ dari MWC 2019 untuk kemajuan Indonesia.

Kedua partner tersebut adalah Cisco, sebagai pemimpin teknologi dunia mendorong inisiatif untuk inklusi digital pertama di Indonesia yang akan membantu meningkatkan jaringan selular Telkomsel dengan kesiapan 5G. Kolaborasi ini akan membangun sebuah CDA 5G Test Hub untuk memfasilitasi pengujian dan integrasi adopsi 5G di Indonesia.

Selain Cisco, Telkomsel pun secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Huawei dalam rangka pengembangan infrastruktur TIK yang kuat, melalui Joint Innovation Center 5.0, eksplorasi layanan digital, dan pengembangan bakat.

“Sebagai operator seluler terkemuka di Indonesia, Telkomsel memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengembangan dan implementasi teknologi di Indonesia. Dua kerja sama strategis ini merupakan bentuk nyata dalam pematangan kesiapan teknis Telkomsel untuk pengaplikasian jaringan 5G di Indonesia, demi mendukung Indonesia mencapai visi Indonesia Digital 2025,” ungkap Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel.

Telkomsel memperkenalkan teknologi 5G pertama di Indonesia saat ASIAN Games Agustus 2018 lalu. Melalui aktivasi Telkomsel 5G Experience Center, masyarakat Indonesia dapat merasakan langsung implementasi teknologi revolusioner yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara nyata. Berbagai perangkat yang diperkenalkan Telkomsel di antaranya adalah Live Streaming, Football 2020, Future Driving, Cycling Everywhere dan Autonomous Bus. (Icha)