spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1344

Mengenal Teknologi Ultimate All Screen di Badan Vivo V15

0

Telko.id, Jakarta – Sebagian dari kita mungkin masih ingat – meski mungkin hanya sedikit saja yang sempat mengalami, saat-saat dimana ponsel terasa begitu besar di tangan. Terlampau besar, sampai-sampai kata batu bata pun terlintas untuk menggambarkan penampakannya.

But hei, itu dulu. Bertahun-tahun yang lalu, tepatnya ketika mobile phone pertama menampakkan wajahnya ke dunia. Dengan bentuk yang sempat mengalami evolusi selama beberapa kali, dari biasa, slider, flip, perpaduan keypad dan layar, hingga yang sekedar empat persegi panjang seperti saat ini. Yang paling membedakan apa? Teknologi yang diusungnya, yang kini semakin dan semakin baik saja. Mulai dari apa yang tampak di luar, apa yang ada di dalam, hingga apa yang menghiasi mukanya. Dalam hal ini, kita bicara soal layar yang melengkapi penampilan sebuah ponsel.

Saat ini, bentuknya memang tak lagi sebesar dulu, tapi tidak demikian dengan ukuran layarnya. Layar ponsel semakin besar dari masa ke masanya. Dan semakin besar ukurannya, semakin banyak pula hal yang bisa dilakukan. Mulai dari sekedar chatting, browsing, nonton, hingga main game.

{Baca juga: Dibalik Konfigurasi Triple Kamera Vivo V15}

Hal yang baguskah? Lantas bagaimana dengan ukuran badannya? Yang pasti ini tidak akan membuatnya kembali ke masa-masa jahiliyah dulu. Saat anjing pun bisa pingsan jika tertimpa olehnya. Alih-alih membiarkan ukuran smartphone menjadi lebih besar lagi, mempersempit bezel atau bingkai smartphone pun dijadikan pilihan oleh sejumlah pabrikan untuk memperbesar layar. Rasio layar ke tubuh (screen-to-body ratio) pun terus naik di banyak smartphone baru. Salah satunya adalah apa yang diterapkan Vivo di badan Vivo V15.

Mereka memanggilnya dengan Ultimate All Screen, yakni sebuah keadaan dimana bukan lagi sekedar 85%, 86% atau bahkan 88%, yang terlintas kala kita membicarakan soal rasio layar ke badan, tetapi lebih dari itu. Yes, pabrikan asal Tiongkok ini membiarkan Vivo V15 melenggang dengan ukuran screen-to-body 90,95%. Itu artinya, hampir semua bagian mukanya tertutup layar, dan hanya meninggalkan sedikit bezel (bezel-less).

{Baca juga: Punya Tampilan Keren, Ini 3 Keunggulan Kamera Vivo V15}

Hal hebat lainnya – setidaknya bagi beberapa orang, adalah kenyataan bahwa Vivo juga tak repot-repot menempatkan notch atau poni di bagian layar, yang ujung-ujung hanya akan dihilangkan sejumlah pengguna yang merasa terganggu, baik dengan aplikasi bawaan ataupun pihak ketiga.

Ketiadaan tompel ini pun sontak membuat bagian mukanya, yang didukung layar berukuran 6,53 inci dengan resolusi 1080×2340 (FHD+), tampak lebih luas dari biasanya. Yah, meskipun bohong jika kamu menyebutnya seluas lapangan sepakbola. Tapi itu hanyalah ungkapan. Dan melakukan banyak hal di layar Vivo V15 sama sekali bukan halangan. Jangankan cuma browsing, main game dan nonton film pun terasa lebih menyenangkan. Tampak besar, pastinya. Tidak terhalang tompel, yes it is. Dan ya, ini juga tampak tajam.

Itu termasuk ketika kami menggunakannya di luar ruangan. Meski tidak secara tepat berada di bawah sinar matahari.

Hal lainnya lagi yang membuat layar Vivo V15 lebih lapang dari ukurannya sudah pasti keberadaan kamera selfie Pop-up di badannya. Kamera ini sendiri akan keluar secara otomatis ketika pengguna mengaktifkan mode selfie, dan menghilang sesaat setelah tugasnya dianggap selesai.

{Baca juga: 3 Kelebihan Pop-up Camera Vivo V15, Nomor 3 Berasa Ada di Masa Depan }

Untuk sektor ini, yang juga menjadi andalan V15, Vivo membenamkan sensor sebesar 32MP. Teknologi pop-up sendiri diklaim bisa naik turun sebanyak 50.000 kali tanpa gangguan. Keren bukan?

Nah, buat Anda yang ingin tahu lebih banyak tentang sebanyak apa layar ultimate all screen Vivo V15 bisa dimanfaatkan, bisa langsung klik disini. Perangkat ini juga sudah dapat dipesan sejak 5 Maret 2019, baik melalui e-commerce maupun Vivo Store.

Selama masa pre-order, yang berlangsung hingga  11 Maret 2019, Vivo Official Store juga mengadakan promo spesial di beberapa e-commerce tanah air, termasuk Akulaku, JD.ID, Lazada, Shopee, Blibli, dan Tokopedia. Promo tersebut adalah berupa 100% Cashback untuk pelanggan beruntung yang telah menyelesaikan pembelian dan Gift Box spesial senilai Rp 1.000.000.

Wow! Niantic Raup Rp 35 Triliun dari Pokemon Go

Telko.id, Jakarta – Walaupun merupakan game yang sudah diluncurkan sejak lama, Pokemon GO tetap menjadi salah satu game yang populer. Menurut data Sensor Tower, Naintic mampu meraup penghasilan besar mencapai USD 2,45 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun.

Diungkapkan Sensor Tower, seperti dilansir dari Ubergizmo pada Senin (11/03/2019), penghasilan dari game berbasis Augmented Reality (AR) itu tidak dapat dicapai oleh game Pokemon lainnya.

Sebut saja Pokemon Shuffle, Duel, Quest, Magikarp Jump dan Pokemon TCG Online. Jika digabung, penghasilan semua game tersebut hanya sekitar USD 50 juta atau Rp 715,1 miliar saja.

{Baca juga: Seru! Fitur Ini Bikin Seluruh Pokemon jadi Foto Model}

Sebelumnya, minat masyarakat memainkan game tersebut sempat memudar. Tapi, lewat pembaruan yang dirilis Niantic dengan adanya fitur baru, seperti fitur jual beli dan pertarungan antar pemain membuat banyak orang kembali memainkan game itu.

Perusahaan juga menggelar berbagai event di seluruh dunia. Event itu menawarkan item khusus, yang jadi salah satu trik Niantic supaya para pemain terus bermain dan membeli item di dalam game.

Awal tahun lalu, Niantic mendapatkan kucuran dana segar. Menurut dokumen yang dimasukkan ke Komisi Bursa dan Sekuritas Amerika Serikat, startup game mobile itu menerima suntikan dana sebesar USD 190 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun.

{Baca juga: Pengembang Pokemon Go Dapat Suntikan Dana Rp 2,7 Triliun}

CNET melaporkan, Niantic mendapatkan kucuran dana baru dari investor tepat satu tahun setelah memperoleh pendapatan USD 200 juta atau lebih kurang Rp 2,9 triliun pada pendanaan Seri B.

Niantic mengatakan, ada 26 investor yang berpartisipasi dalam pengumpulan investasi terbaru. Dana total yang dikumpulkan oleh perusahaan ini pun mencapai USD 415 juta atau sekitar Rp 5,9 triliun. (BA/FHP)

Sebentar Lagi, Kirim Barang di Malaysia Pakai “Kurir Drone”

Telko.id, Jakarta – Berawal dari sebuah peralatan militer, kemudian ke videografi hingga menjadi alat untuk menyelamatkan korban yang terjebak di medan yang sulit terjangkau, kini drone juga dapat berfungsi di berbagai industri. Malaysia misalnya, mengembangkan kurir drone untuk mengantarkan barang langsung ke pelanggan.

Negara tetangga Indonesia itu telah menyadari banyaknya manfaat dari drone, hingga mereka akhirnya menyatakan minatnya untuk menggunakan drone untuk pengiriman barang.

Nantinya, barang belanjaan akan diantarkan langsung ke depan pintu rumah di hari yang sama oleh kurir drone. Menurut Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Gobind Singh Deo, drone akan diadopsi dan digunakan dalam industri pos dan kurir dalam waktu lima tahun ke depan.

{Baca juga: Startup Malaysia Bikin ‘Browser Syariah’, Namanya SalamWeb}

“Malaysia tidak ingin ketinggalan dalam arus modernisasi, dan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad juga mengatakan bahwa negara kita harus melihat teknologi baru seperti drone dan kecerdasan buatan,” katanya, seperti dikutip dari World of Buzz, Senin (11/03/2019).

IA memberi contoh ketika drone digunakan untuk mengirim pasokan medis ke daerah pedesaan selama keadaan darurat, dan mengirim pupuk untuk pertanian. Ia juga menyatakan bahwa kementerian akan terus mendukung Pos Malaysia dan MCMC untuk meningkatkan industri pos agar setara dengan negara-negara maju lainnya.

{Baca juga: Dijuluki Manusia Kalkulator, Ada Apa dengan Bocah 15 Tahun Ini?}

“Kami akan terus meningkatkan keamanan dalam penggunaan pesawat tanpa awak dalam layanan pos, dan menjadikannya prioritas. Tetapi mungkin ada saat-saat ketika kecelakaan terjadi, karena masalah teknis. Ini sejalan dengan peraturan yang ada sebagaimana ditetapkan oleh industri penerbangan,” imbuhnya. (BA/FHP)

Di Negara Ini, Toko-toko Pakai CCTV AI Anti Maling

Telko.id, Jakarta – CCTV dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah digunakan oleh sejumlah toko di Jepang untuk mencegah tindak pencurian barang. CCTV AI ini dapat mengawasi perilaku pengunjung toko yang mencurigakan atau tampak gelisah, kemudian karyawan toko akan mendapatkan notifikasinya via smartphone.

Lalu, karyawan toko bisa mendatangi pengunjung yang dicurigai atau diduga akan mencuri untuk ditanyai beberapa pertanyaan.

Menurut pakar keamanan, perangkat ini dapat mencegah penjahat melakukan tindak pencurian. CCTV AI sendiri dirancang oleh insinyur perusahaan startup di Jepang, Vaak dan sudah banyak digunakan toko di Tokyo.

{Baca juga: Kaget! Peretas Tiba-tiba Berbicara Melalui Kamera CCTV}

Pendiri Vaak, Ryo Tanaka kepada Bloomberg, seperti dilansir Telko.id pada Senin (11/03/2019) mengatakan bahwa teknologi dapat membantu masyarakat mencegah tindak kejahatan dengan AI.

Sistem ini ditanam ke kamera untuk mendeteksi pencuri secara real-time. Alat ini dirancang untuk menghentikan kejahatan sebelum terjadi, serta mendeteksi saat telah terjadi.

Perangkat lunak pengenalan wajah dan teknologi AI akan melacak pergerakan seluruh pengunjung di toko, mencatat jenis kelamin, perkiraan usia, barang terlaris dan banyak lagi. Kamera bahkan dapat mendeteksi kegelisahan, gerak-gerik dan bahasa tubuh mencurigakan lainnya, yang menjadi tanda bahwa seseorang mungkin akan mencuri.

{Baca juga: Polisi China Bisa Identifikasi Orang dari Cara Berjalan}

Sistem Vaak akan memberitahu “tingkat peringkat kecurigaan” dan memberi tahu karyawan toko apabila angkanya terlalu tinggi. Tahun lalu, sistem ini berhasil digunakan untuk melacak seseorang yang telah mengutil dari sebuah toko di Yokohama.

Perusahaan yang menggunakan teknologi Vaak meminta mereka agar tidak mengungkapkan toko mana yang menggunakan sistem ini karena alasan keamanan. Meski demikian, sejumlah pakar keamanan merasa bahwa pengawasan via kamera berbasis AI cukup membahayakan.

Dalam sebuah laporan pada 2016, tentang masa depan teknologi, para peneliti di Universitas Stanford memperingatkan bahwa CCTV AI berisiko secara tidak sengaja menuduh orang tidak bersalah atas kejahatan yang tidak mereka lakukan. (BA/FHP)

AI WhatsApp Siap Berantas Hoaks Jelang Pemilu

Telko.id, Jakarta – WhatsApp akan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk menyambut pemilu India. Nantinya, AI WhatsApp akan menjaga jalannya pemilu di negeri Bollywood tersebut dari berita hoaks yang sempat memicu sejumlah insiden di sana.

Menurut laporan CNN, dikutip Telko.id, Senin (11/03/2019), AI WhatsApp akan membersihkan platform dari hoaks menjelang pemilu yang bakal diikuti oleh 800 juta pemilih.

WhatsApp akan memperingatkan partai-partai politik di India agar tidak menyebarkan pesan spam bermotivasi politis. AI WhatsApp itu bakal mendeteksi dan melarang akun yang menyebarkan konten bermasalah melalui pesan massal.

{baca juga: Tak Pedulikan Hukum, Spotify Tetap “Jajah” India}

AI tersebut juga dapat membantu pembekuan lebih dari enam juta akun secara global dalam tiga bulan terakhir. Sistem akan memantau dan menandai perilaku mencurigakan seperti pendaftaran massal akun dari beberapa pengguna.

WhatsApp memperingatkan bahwa akun partai-partai politik di India bisa diblokir jika mencoba menyalahgunakan platform selama kampanye.

“Jangan sampai menggunakan WhatsApp dengan cara tidak seharusnya,” kata juru bicara WhatsApp.

{Baca juga: Ngeri! OpenAI Elon Musk Bisa Bikin Berita Hoaks}

Perdana Menteri India, Narendra Modi yang merupakan seorang pengguna media sosial cukup aktif saat ini sedang mengincar masa jabatan kedua. Facebook, Twitter, dan WhatsApp pernah digunakan oleh partai Modi, yakni Bharatiya Janata pada 2014.

WhatsApp tak ingin reputasinya di India semakin lemah oleh kekerasan massa dan penyebaran informasi palsu. Karenanya, WhatsApp semakin rajin melakukan penyaringan informasi serta menghentikan penyebaran hoaks. (SN/FHP)

Twitter Perbarui Fitur Pelaporan untuk Lindungi Pengguna

Telko.id, JakartaTwitter memperbarui proses untuk melaporkan tweet yang membagikan informasi pribadi. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menentukan jenis konten apa yang melanggar privasi dan mana yang tidak.

Update terbaru diumumkan pada Kamis lalu, dalam tweet saluran Twitter Safety mencakup GIF yang menunjukkan proses setiap langkah. Dengan update tersebut, pengguna akan memiliki opsi untuk menentukan apakah tweet mengungkapkan informasi atau tidak.

Informasi tersebut meliputi kontak, rumah, atau alamat fisik, informasi keuangan, dan ID yang dikeluarkan pemerintah atau nomor ID.

Twitter mengatakan dalam sebuah tweet, fitur teranyarnya itu akan membantunya bergerak lebih cepat dalam meninjau tweet yang dilaporkan.

{Baca juga: Gara-gara Trump, Akun Twitter Tim Cook Pun Berganti Nama}

Dilansir CNET, keberadaan fitur tersebut merupakan upaya Twitter untuk mengembalikan kepercayaan pengguna. Sebab, aplikasi ini telah menuai kecaman dalam beberapa tahun terakhir karena tidak melakukan sesuatu yang cukup untuk memerangi pelecahan di platform.

Fitur informasi pribadi yang baru meningkatkan seperangkat tool yang diperkenalkan perusahaan pada 2014 untuk memerangi pesan kasar yang dikirim anggotanya kepada satu sama lain.

Pembaruan Twitter terbaru muncul setelah CEO Facebook Mark Zuckerberg mengungkapkan framework media sosial yang akan digunakan untuk membangun platform yang lebih berfokus pada privasi.

{Baca juga: Twitter Bakal Punya Fitur untuk Sembunyikan Cuitan}

Framework itu mencakup mengenkripsi pesan orang, memastikan pesan dan postingan mereka tidak disimpan lebih lama dari yang diperlukan, serta membiarkan orang berkomunikasi di salah satu aplikasi yang dimiliki Facebook.

Facebook telah berada di bawah tekanan untuk melindungi data pribadi penggunanya lebih baik setelah muncul skandal yang melibatkannya dengan Cambridge Analytica, di mana konsultan politik dikabarkan memanen data hingga 87 juta pengguna tanpa izin mereka. [BA/IF]

Dalam Hitungan Menit, 200.000 Redmi Note 7 Ludes di India

0

Telko.id, JakartaXiaomi telah merilis Redmi Note 7 di India pada minggu lalu, dengan flash sale pertama digelar pada Kamis (7/3/2019). Menurut perusahaan, flash sale perangkat ini berakhir dengan sukses besar.

Dilaporkan GSM Arena, seperti dikutip Telko.id, Minggu (10/3/2019), sebanyak 200 ribu Redmi Note 7 terjual hanya dalam hitungan menit. Padahal, Redmi Note 7 untuk pasar India berbeda dengan di China.

Untuk varian di India, Redmi Note 7 punya kamera belakang ganda beresolusi 12MP dan 2 MP. Harga terendahnya 9.999 Rupee atau sekira Rp 2 juta untuk varian 3/32GB. Sementara varian 4/64GB dijual dengan harga 11.999 Rupee atau lebih kurang Rp 2,4 juta.

{Baca juga: Bos Xiaomi Ungkap “Fitur Terlupakan” Redmi Note 7, Apa Itu?}

Redmi Note 7 versi India juga punya perbedaan lain, yakni hanya dirilis dalam pilihan warna Onyx Black, Sapphire Blue, dan Ruby Red. Artinya, di India tak tersedia warna Gradient.

Kabarnya, flash sale berikutnya akan dilangsungkan pada 13 Maret 2019, bersamaan dengan rilis Redmi Note 7 Pro seharga 13.999 Rupee atau Rp 2,8 juta.

Redmi Note 7 diklaim sebagai ponsel paling terjangkau saat ini. Daya tahannya diklaim luar biasa.

{Baca juga: Pamer Kekuatan, Bos Xiaomi Pecahkan Kenari Pakai Redmi Note 7}

CEO Xiaomi, Lu Weibing, sempat menjatuhkan durian berukuran besar ke Redmi Note 7 dari ketinggian ekstrem. Hasilnya, ponsel  tersebut mampu bertahan dan tidak mengalami kerusakan berarti.

Tak puas, Lu Weibing juga mencoba menghancurkan semangka berukuran cukup besar menggunakan ponsel Redmi Note 7. Hasilnya sama, Redmi Note 7 mampu menghancurkan semangka tanpa mengalami kerusakan sedikit pun. Uji coba ekstrem oleh Lu Weibing memunculkan anggapan, Redmi Note 7 merupakan ponsel tahan banting. [SN/IF]

Lewat Bolo, Google Mudahkan Anak-anak Belajar Bahasa Inggris

Telko.id, Jakarta – Bahasa Inggris wajib dikuasai di berbagai negara. Hampir di setiap sekolah, bahasa asing yang satu ini menjadi mata pelajaran yang harus dipelajari. Namun, belajar bahasa Inggris tak dimungkiri bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian anak. Ya, sampai Google menemukan cara jitu.

Ya, untuk dapat menolong anak-anak dalam mempelajari bahasa Inggris, seperti dilaporkan Ubergizmo, baru-baru ini raksasa teknologi itu merilis sebuah aplikasi gratis untuk pengguna di India. Namanya Bolo.

Aplikasi ini didesain untuk membantu anak-anak di India dalam belajar Bahasa Inggris. Bolo hadir bagi pengguna berbahasa Hindi dan memanfaatkan teknologi pengenalan suara atau speech recognition serta text-to-speech milik Google untuk menunaikan misinya.

{Baca juga: Google Ogah Hapus Aplikasi Pemantau Perempuan Arab Saudi}

Dikutip Telko.id, Minggu (10/3/2019), di dalamnya ada gambar warna-warni dan karakter-karakter lucu. Jadi, pelajaran bahasa Inggris di dalamnya lebih menarik dan menghibur. Pelajaran-pelajaran yang ada pun ditujukan khusus untuk siswa sekolah dasar. Lengkap dengan cerita-cerita dan dua bahasa untuk berbagai level baca yang berbeda.

Di dalam aplikasi Bolo juga terdapat permainan atau game, yang memungkinkan anak-anak sekolah dasar bisa mempraktikkan apa yang telah dipelajari.

Google tidak memiliki rencana mencari uang dari aplikasi ini, sehingga tak heran jika Bolo pun bisa diunduh secara cuma-cuma alias gratis di PlayStore. Konon katanya, aplikasi ini juga diklaim benar-benar aman untuk digunakan. Dan ke depan akan dikembangkan lebih jauh supaya mendukung bahasa lain selain bahasa India.

{Baca juga: Google Assistant Bantu Chatting Jadi Gak Ribet}

Beberapa waktu lalu, Google juga memperbaiki Google Assistant agar mempermudah pengguna dalam mengobrol. Pengguna tak harus keluar dari aplikasi perpesanan, mencari sesuatu, menyalin tautan, dan menempelkannya ke percakapan.

Google memperkenalkan fitur Assistant ke aplikasi pesan teks standar yang tersedia di sistem operasi mobile Android. Dengan Assistant, pengguna dapat menerima informasi tentang film, restoran, dan cuaca tanpa harus keluar dari percakapan. [SN/IF]

Kapsul Crew Dragon Milik SpaceX Sukses Kembali ke Bumi

Telko.id, Jakarta – Kapsul Crew Dragon berhasil kembali ke Bumi pada Jumat (8/3/2019), setelah melakoni uji penerbangan selama enam hari di luar angkasa. Keberhasilan ini secara tidak langsung membuktikan bahwa SpaceX selangkah lebih maju dibanding Boeing.

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengonfirmasi bahwa sekitar pukul 02.30 waktu setempat kapsul Crew Dragon terlepas dari stasiun luar angkasa. Crew Dragon terus berputar melalui orbit dan membakar pendorong empat kali untuk turun secara bertahap.

Pembakaran terakhir berlangsung sekitar 15 menit sehingga membantu kendaraan untuk secara aman melewati atmosfer tebal Bumi. Saat kembali ke Bumi, kapsul Crew Dragon mengerahkan beberapa parasut untuk mengerem kecepatan.

{Baca juga: NASA Peringatkan SpaceX soal Keselamatan Peluncuran Astronot}

Parasut berhasil memperlambat arus kapsul di udara dan menyebar di Samudera Atlantik sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Sebuah kapal pemulihan, yang disebut Go Searcher, menunggu di laut untuk mengangkut kapsul ke luar air menggunakan crane.

Seperti dikutip Telko.id dari CNN, Minggu (10/3/2019), Go Searcher juga dilengkapi empat medis dan landasan helikopter. Jadi, saat dalam masalah, para awak siap untuk keadaan darurat. Semua dirancang dengan memperhatikan keamanan.

{Baca juga: Waduh! Roket SpaceX Bisa Terbakar Gara-gara Kotoran Burung}

Kapsul Crew Dragon diluncurkan di atas roket Falcon 9 milik SpaceX pada pekan lalu dengan membawa sekitar 400 pon persediaan untuk International Space Station (ISS) atau satelit luar angkasa. Ada pula boneka tiruan astronot bernama Ripley.

Di atas kapsul Crew Dragon terdapat zero-g indicator atau globe mewah yang dikenal sebagai Little Earth. Gunanya untuk menunjukkan saat Crew Dragon memasuki microgravity. SpaceX pun selangkah lebih dekat untuk menerbangkan manusia. [SN/IF]

Dash Text Integrasikan WhatsApp dan Telegram, untuk Apa?

Telko.id, Jakarta – Dash Text, layanan populer yang memungkinkan pengguna mengirim mata uang kripto melalui teks SMS, sekarang sedang menguji coba aplikasi WhatsApp yang terintegrasi dengan Telegram.

Dash Text, yang berbasis di Venezuela, mengajak pengguna yang ingin berpartisipasi dalam uji coba untuk bergabung. Aplikasi integrasi Telegram dan WhatsApp dari Dash Text kini masih dalam versi beta.

Menurut DashNews, seperti dikutip Telko.id, Minggu (10/3/2019), jika sudah sempurna, aplikasi akan dihadirkan di beberapa negara sebelum tersedia di seluruh dunia. Sebelumnya, aplikasi harus diuji coba.

Telegram merupakan platform perpesanan terpopuler kedua di Venezuela setelah WhatsApp. Dalam melakukan uji coba, Dash text menghadirkan aplikasi dalam satu jenis bahasa. Dash Text memilih bahasa Spanyol.

{Baca juga: Opera Hadirkan Layanan Dompet Mata Uang Kripto di Desktop}

Lorenzo Rey dari Dash Text menyatakan, banyak pengguna, terutama di luar Venezuela, yang menggunakan platform alternatif. Aplikasi integrasi tersebut pun memungkinkan untuk mengirim uang kripto.

Bahkan, lanjutnya, aplikasi bisa berjalan meski memori ponsel tidak didukung dompet seluler simple payment verification. “Tuntutan pengguna membuat kami berpikir untuk mengintegrasikan aplikasi pesan instan,” ucapnya.

Tahun lalu, Venezuela menjadi sumber pemberitaan internasional karena hiperinflasi ekstrem. Sekarang, Venezuela ingin menutup perbatasa dengan Brasil dan mungkin melakukan hal yang sama dengan Kolombia.

{Baca juga: Facebook Serius Jual Uang Kripto di WhatsApp Coin}

Tim Dash Text mencoba membantu individu keluar dari kondisi ekonomi dan politik yang buruk dan masih bekerja di tengah kekacauan. Caranya, dengan menghadirkan produk dan layanan pendukung finansial dan moneter.

Dash Text telah divalidasi oleh perusahaan lain di sektor serupa, seperti CoinText yang memungkinkan penggunadi beberapa negara mengirim Dash atau Bitcoin Cash melalui teks SMS dengan biaya nyaris nol. [SN/IF]