spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1337

Ini yang akan Diluncurkan Apple pada 25 Maret

0

Telko.id, Jakarta – Apple baru saja mengumumkan bahwa perusahaannya akan menghelat acara pada tanggal 25 Maret 2019 mendatang, seperti yang telah dirumorkan sebelumnya. Pada acara tersebut, Apple diperkirakan akan mengumumkan earphone Bluetooth terbarunya, AirPods 2.

AirPods 2 diperkirakan akan hadir dalam balutan bahan yang lebih kesat sehingga dapat terpasang dengan lebih baik di telinga.

Selain itu, earphone ini juga hadir dengan dukungan sertifikasi tahan air IP, dan teknologi Siri yang selalu aktif.

Fitur baru lain yang mungkin akan membekali AirPods 2 ini adalah dukungan untuk pengisian daya nirkabel, kemampuan audio lebih baik dan pilihan warna hitam baru. Selain itu, Apple juga diperkirakan akan mengumumkan iPad segmen low-end baru dengan layar berukuran 10,2 inci.

{Baca juga: Apple Gelar Hajatan di 25 Maret, Rilis Layanan Streaming Video?}

Tablet baru Apple ini dikabarkan tidak akan berbekal pembaruan berarti jika dibandingkan dengan tablet generasi sebelumnya, kecuali desain yang menyerupai iPad Pro keluaran tahun lalu.

Hal ini mengindikasikan bahwa iPad baru tersebut masih akan didukung oleh teknologi Touch ID, port Lightning dan bukan USB-C, serta jack headphone 3,5 mm. Apple juga dirumorkan akan mengumumkan iPad mini 5 baru, hadir dengan desain serupa iPad mini 4 namun dengan dukungan chipset lebih baru.

Sayangnya belum tersedia informasi terkait dengan pengumuman produk terbaru penerus aksesori Apple AirPower. Sebagai pengingat, tatakan pengisi daya nirkabel Apple ini diluncurkan pada tanggal 12 September 2017 lalu.

Rumor yang beredar menyebut jika resmi meluncur, AirPower akan berbekal kemampuan untuk mengisi daya iPhone, Apple Watch dan AirPods secara bersamaan. Sementara itu, Apple menyebut menargetkan untuk memperoleh pendapatan sebesar USD50 miliar (Rp 711,2 triliun) dari bisnis layanannya pada tahun 2020.

Target tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatannya pada tahun 2016 lalu, dengan pendapatan bisnis layanan pada kuartal pertama mencapai perolehan tertinggi sepanjang riwayat Apple, sebesar USD10,25 miliar (Rp145,8 triliun).

{Baca juga: Lebih Murah, Layanan Streaming Video Apple Siap Saingi Netflix dkk}

Untuk membantunya mencapai target tersebut, Apple diperkirakan akan mengumumkan layanan berlangganan berita, memungkinkan pelanggan membayarkan USD10 (Rp142.265) per bulan untuk dapat memperoleh seluruh berita yang mereka inginkan.

Apple juga akan mengumumkan layanan TV streaming baru, yang akan menawarkan program orisinal kepada pengguna iPhone dan iPad secara gratis, setidaknya hingga pengumuman selanjutnya. Layanan ini akan didukung opsi yang memungkinkan pengguna mendaftar untuk dapat menikmati acara Starz dan Showtime. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Perusahaan Ini Bikin Koin ‘Lubang Hitam’ Stephen Hawking

Telko.id, Jakarta – Setahun sudah fisikawan Stephen Hawking meninggal dunia. Untuk mengenang kepergiannya, perusahaan bernama Royal Mint membuat koin khusus. Namun, desainnya cenderung abstrak dengan gambar lubang hitam di tengahnya.

Alih-alih menampilkan Hawking, di koin itu malah terdapat gambar lubang hitam. Edwina Ellis, sang desainer, meyakini bahwa desain di koin tersebut akan disetujui oleh Hawking yang memang memiliki selera humor tinggi.

“Saya sengaja ingin memasukkan lubang hitam besar di koin kecil itu. Saya berharap, Hawking masih berada di sini dan seketika terkekeh melihatnya,” kata Edwina Ellis kepada BBC, seperti dikutip Telko.id, Rabu (13/3/2019).

Koin tersebut menggambarkan pusaran lubang hitam dan mengutip rumus Bekenstein-Hawking, yakni S = kc ^ 3 A / 4ℏG. Koin itu pun bukan hanya mengingatkan kembali kepada seorang pemikir dalam sains modern.

{Baca juga: Fisikawan Stephen Hawking Meninggal Dunia}

Koin buatan Royal Mint digadang bisa pula mengingatkan kembali bagaimana cara menghitung entropi termodinamika dari lubang hitam Schwarzschild dari massa yang diberikan. Putri Hawking, Lucy, sudah menyetujuinya.

“Merupakan kehormatan besar karya mendiang ayah ditampilkan di sebuah koin. Saya berharap ayah senang bersama Sir Isaac Newton dan Charles Darwin sebagai ilmuwan yang berhasil diabadikan dalam uang,” kata Lucy.

Sebelumnya, pada akhir Oktober 2018 lalu, kursi roda dan tesis S3 Hawking dilelang. Barang milik ahli fisika kenamaan tersebut terjual dengan total harga mencapai lebih dari 800 ribu poundsterling atau lebih kurang Rp 15 miliar.

{Baca juga: Stephen Hawking, Si Jenius yang Tidak Percaya Surga}

Keduanya terjual pada acara online yang diselenggarakan oleh rumah lelang Christie’s yang dinamakan “On the Shoulders of Giants.” Pada acara itu, terdapat pula barang-barang milik ilmuwan Albert Einstein dan Charles Darwin. [SN/HBS]

Sumber: BBC

Ponsel Baru Motorola Bakal Tampil Tanpa Bezel

0

Telko.id, Jakarta – Ponsel baru Motorola dari lini seri Moto E, Moto G, dan Moto Z dilaporkan berpeluang mengadopsi layar dengan bezel sangat tipis, atau hampir tanpa bezel. Hal ini diindikasikan oleh paten baru milik Motorola yang didaftarkan pada akhir tahun 2018 lalu dan dirilis pada awal bulan Maret ini.

Dilansir Phone Arena, induk perusahaan Lenovo itu mengusung delapan gambar desain smartphone baru, disebut sebagai Model A hingga Model H.

Tiga model pertama yang diusung Lenovo terfokus pada tampilan panel depan berbeda, yang berpotensi untuk digunakan pada perangkat baru Motorola. Sementara itu, dua rangkaian gambar lainnya menggambarkan desain bagian belakang yang berbeda.

Sementara itu, Model A, B, dan C, menghadirkan belakang perangkat dengan tampilan serupa perangkat Motorola generasi saat ini, karena mengusung modul kamera berbentuk lingkaran dan tersemat pemindai sidik jari di bagian belakang.

{Baca juga: Susul Samsung, Motorola Juga Siapkan Ponsel Lipat}

Pada Model A, desain bagian belakang tersebut didampingi oleh bagian depan dengan bezel bagian bawah tergolong tebal dan desain poni kecil di layar atas. Secara keseluruhan, perangkat ini menyerupai perangkat yang baru-baru ini diumumkan, yaitu Moto G7.

Sedangkan pada Model B, smartphone ini hadir dengan bezel bagian bawah berukuran lebih tipis dan desain layar berponi yang sama. Sehingga, perangkat ini tampil menyerupai Moto Z4 Play yang dirumorkan akan dirilis Motorola.

Model C disebut lebih mewakili tampilan yang akan diusung smartphone Motorola di masa depan. Serupa dua model sebelumnya, Model C juga hadir dengan desain layar berponi, namun dengan bezel di sisi dan bawah sangat tipis, hampir tidak ada.

Sedangkan Model D dan E hadir dengan desain bagian belakang berbeda, tampil menyerupai versi update dari perangkat Moto Z dan Moto P. Di sisi lain, Model F dan H hadir dengan kamera belakang tersusun secara vertikal di sudut kiri atas, desain baru untuk Motorola.

Menyoal Model G, desain bagian belakang tampil serupa perangkat Moto versi lama, dengan kamera berukuran lebih kecil. Modul kamera ini tersemat di bagian tengah, di atas lampu flash LED dan logo Motorola.

Mengingat Motorola tidak lagi berkompetisi di ranah perangkat unggulan, kehadiran perangkat dengan desain baru ini diperkirakan baru akan meluncur setelah perangkat kelas menengahnya mengusung desain berbingkai sangat tipis seperti yang digambarkan pada model C.

{Baca juga: Bocoran Desain Motorola Razr Reborn, Mirip Razr “Lawas”}

Motorola sendiri dikabarkan sedang mempersiapkan kehadiran smartphone lawas dan legendaris mereka, Motorola Razr reborn di tahun ini. Smartphone ini mengusung konsep smartphone lipat, namun dipoles dengan sentuhan teknologi terkini ala Motorola.

Melansir dari Yanko Design, Sabtu (02/02/2019), desainer Sarang Sheth merancang gambaran desain Motorola Razr reborn yang mengkombinasikan desain lawas Motorola Razr V3 dengan fitur serta teknologi terkini.

Tidak seperti konsep smartphone lipat yang dipopulerkan beberapa brand saat ini, seperti Samsung, Huawei, hingga Royole, Razr mengadopsi layar OLED fleksibel yang bisa dilipat dengan ukuran seperti smartphone pada umumnya.

{Baca juga: Ini Bocoran Harga Motorola Razr Reborn Saat Dirilis}

Layarnya berukuran cukup besar dengan aspek rasio mencapai 19 : 8, dan terdapat poni atau notchdi bagian atasnya. Ketika dilipat, ukurannya menjadi kecil, seperti Razr V3. [BA/HBS]

Sumber: PhoneArena

WhatsApp Larang Penggunaan Aplikasi Modifikasi, Kenapa?

Telko.id, JakartaWhatsApp merupakan layanan perpesanan lintas platform populer di dunia. Layanan pesan milik Facebook telah mengirim peringatan kepada pengguna agar tidak menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi.

Menurut Ubergizmo, pengguna yang memakai aplikasi yang dimodifikasi seperti WhatsApp Plus dan GB WhatsApp memiliki risiko keamanan. Sebab, WhatsApp tidak bisa menjamin praktik keamanan versi yang dimodifikasi.

Oleh karena itu, WhatsApp melarang pengguna yang menggunakan aplikasi pihak ketiga yang dimodifikasi. Jika dicekal, mereka harus mengunduh WhatsApp versi resmi untuk mendapatkan kembali akses ke akun mereka.

{Baca juga: AI WhatsApp Siap Berantas Hoaks Jelang Pemilu}

Pengguna juga bertanggung jawab menyimpan riwayat chat mereka sebelum mengunduh aplikasi resmi. Laporan menunjukkan, kebijakan baru sudah ada dan WhatsApp secara aktif membagikan larangan sementara sehingga pengguna beralih ke aplikasi resmi.

Kendati demikian, WhatsApp tidak segan untuk menghapus seluruh riwayat chat pengguna yang melanggar pedoman. Jadi, penggunaan paling aman adalah menghapus versi dimodifikasi dan menginstal versi resmi.

Sementara itu, WhatsApp telah menguji beberapa fitur baru yang mungkin segera diluncurkan kepada pengguna. Fitur baru termasuk ‘Advance Search’ yang akan memungkinkan pengguna mencari beberapa jenis pesan, antara foto, GIF, video, dokumen, link, dan audio.

{Baca juga: Waduh! 1 Juta Pengguna Android Install WhatsApp Palsu}

Laporan BGR menyebutkan, WhatsApp juga ingin menghadirkan fitur undangan grup, dark mode, dan kunci sidik jari untuk pengguna Android. Alhasil membuat chat lebih aman. [BA/HBS]

Sumber : Ubergizmo.com

Desain Antarmuka Facebook Bakal Dominan Putih?

Telko.id, Jakarta – Facebook tampaknya belum selesai berbenah. Terbaru, Facebook dilaporkan akan mengubah tampilan desain antarmuka aplikasi. Facebook bakal membuat tampilan platform menjadi lebih bersih.

Dilansir Ubergizmo, Facebook sedang menguji antarmuka pengguna atau user interface baru untuk aplikasi Android. Facebook membersihkan warna biru dari desain aplikasi dan lebih dominan putih.

Seperti dikutip Telko.id, Rabu (13/3/2019), penghapusan warna biru membuat tampilan Facebook sangat mencolok. Banyak pihak menilai, desain baru membuat rupa Facebook menjadi lebih bagus.

Meski demikian, semuanya masih bersifat uji coba. Dengan kata lain, Facebook belum tentu benar-benar menerapkan desain antarmuka pengguna tersebut ke platform. Facebook butuh waktu.

{Baca juga: Facebook akan Punya Fitur Baru ‘Clear History’}

Yang jelas, upaya Facebook mengubah antarmuka pengguna terbilang kontradiktif. Sebab, belum lama ini, Facebook Messenger mendukung kemampuan mengaktifkan Dark Mode atau mode gelap.

Dark Mode merupakan fitur yang diidolakan sejumlah pengembang, termasuk Google. Menurut Google, Dark Mode punya peran besar dalam membantu mengurangi konsumsi daya baterai ponsel.

Sebelumnya, Facebook mengumumkan segera memperkenalkan fitur baru yang unik dan inovatif. Fitur Facebook bernama Tribute itu berguna untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.

{Baca juga: Facebook Izinkan Pengguna Berbelasungkawa Lewat Tribute}

Nantinya, di akun yang pemiliknya telah meninggal dunia memiliki penandaan khusus sebagai Tribute. Fitur baru tersebut belum secara resmi rilis, tapi pengguna segera bisa mengaksesnya.

Menurut laporan Mashable, seperti dikutip Telko.id pada Rabu (6/3/2019), sebelum fitur itu muncul, pengguna hanya dapat mengucapkan pesan belasungkawa melalui linimasa akun.

Sumber: Ubergizmo

Boeing 737 Max-8 Segera Dapatkan Update Software

Telko.id, Jakarta – Pesawat Boeing 737 Max-8 menjadi sorotan, setelah terjadi dua insiden kecelakaan hanya dalam rentang waktu 6 bulan. Untuk itu, pihak Boeing akan merilis update software untuk seri terbaru dari seri Boeing 737 itu pada bulan depan.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Rabu (13/03/2019), update software ini sebenarnya sudah dikembangkan setelah kecelakaan pesawat milik maskapai Lion Air JT 610 rute Jakarta ke Pangkal Pinang pada 29 Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang.

Boeing mengatakan bahwa pembaruan ini membawa perubahan untuk sistem kontrol penerbangan, manual pengoperasian, pelatihan kru, dan tampilan pilot.

Namun pembaruan yang dikembangkan Boeing belum selesai, insiden kecelakaan kembali terjadi menimpa maskapai Air Ethiopia ET 302 yang memakai Boeing 737 Max-8 pada Minggu (10/03/2019) di kawasan terbang negara Kenya.

Walaupun begitu, belum ada konfirmasi bahwa ada hubungan antara dua kecelakaan pesawat tersebut. Boeing sendiri akan mengeluarkan pembaruan perangkat lunak untuk semua iterasi pesawat Boeing 737 Max, termasuk operator pesawat di Amerika Serikat, seperti, American Airlines, Southwest Airlines, dan United Airlines.

{Baca juga: Jatuhnya Lion Air JT 610 Terlihat dari Aplikasi Flightradar24}

Perlu diketahui bahwa pada kasus kecelakaan pesawat Lion Air JT610, pilot mengalami masalah dengan fitur baru yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Pilot tanpa sengaja mendorong hidung pesawat ke bawah dan menyebabkan ketinggian pesawat turun drastis. Pilot telah mencoba melawan kontrol tetapi tampaknya tidak dapat menyelamatkan pesawat.

Sekarang ada kekhawatiran bahwa hal serupa mungkin terjadi dengan kasus kecelakaan Air Ethiopia. Beberapa laporan menyatakan bahwa pilot juga tidak menyadari bahwa sistem MCAS ada di pesawat dan mereka belum dilatih tentang hal itu.

Boeing memang mengirimkan buletin darurat ke maskapai penerbangan setelah kecelakaan tahun lalu, dan memerintahkan maskapai penerbangan untuk melatih pilot mereka tentang cara mematikan sistem MCAS otomatis.

Mendapat banyak sorotan dari sisi keselamatan, Boeing mengklaim Boeing 737 Max adalah pesawat yang aman. Namun pernyataan itu masih belum cukup meyakinkan banyak pihak, karena banyak maskapai penerbangan yang mulai meragukannya.

{Baca juga: Evakuasi Korban Lion Air, Basarnas Gunakan Robot Penyelam}

Hasilnya otoritas penerbangan sipil China memberikan larangan untuk terbang bagi Boeing 737 Max-8 begitupun dengan Singapura dan Australia. Beberapa maskapai juga menunda penerbangan 737 armada Max-8  karena menunggu hasil investigasi kecelakaan udara Ethiopia.

Di Indonesia sendiri, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan juga memutuskan untuk melarang terbang sementara bagi pesawat Boeing 737 Max-8 di Indonesia. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Masuk Indonesia, Oppo F11 Pro Dibanderol Rp 4,9 Juta

0

Telko.id, Jakarta – Oppo F11 Pro resmi melenggang di Indonesia. Smartphone ini dilepas dengan banderol harga yang cukup menggoda, yakni seharga Rp 4,9 jutaan dengan dua pilihan warna, yakni Thunder Black dan Aurora Green.

Di rentang harga tersebut, smartphone ini mengusung sejumlah teknologi dan fitur baru, khususnya sektor desain dan kamera sebagai andalan utamanya.

“F11 Pro berbeda dengan seri F sebelumnya. Baik dari spesifikasi, desain sampai kamera,” kata Suwanto, Marketing Plan Manager Oppo Indonesia di acara peluncuran Oppo F11 Series di Jakarta, Rabu (13/03/2019).

Membahas sisi desainnya, F11 Pro mengadopsi desain fullscreen dengan layar berteknologi Panoramic Screen berukuran 6,5 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2340 piksel).

{Baca juga: Oppo F11 Pro Resmi Melenggang di Indonesia}

Layar tersebut tidak “diganggu” notch atau poni dan juga tompel alias lubang kamera, seperti sejumlah smartphone masa kini yang diluncurkan sebelumnya. Sebab, Oppo menggunakan teknologi Rising Camera yang hanya akan muncul dari body ketika kamera depan digunakan.

Dengan teknologi itu, layar Oppo F11 Pro otomatis terlihat lebih lega dengan ketebalan bezel yang jauh lebih tipis dari seri pendahulunya.

“Desainnya terinspirasi dari desain Oppo Find X. Membawa layar penuh Panoramic Screen yang menjadikannya menjadi tidak ada tombol, notch dan lubang di depan,” jelasnya.

Tak cuma bagian depan, bagian belakang smartphone juga dikemas dengan teknik pewarnaan yang berbeda. Body Oppo F11 Pro dilapisi warna gradasi yang memadukan tiga warna biru, hitam, dan merah khusus warna Thunder Black, serta warna gradasi berpola S dengan perpaduan biru dan hijau yang dinamis khusus Aurora Green.

Secara spesifikasi, Oppo juga meningkatkan kemampuan smartphone secara signifikan. Disematkan prosesor octa-core 2.1 GHz MediaTek Helio P70, RAM 6GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung Vooc Flash Charge 3.0, serta sistem operasi ColorOS 6 berbasis Android 9 Pie.

Sektor kameranya, Oppo kini meninggalkan jargon “Selfie Expert”, dan lebih berfokus pada kemampuan foto portrait di kamera belakang sampai menjadi expert seperti saat mereka fokus di ranah selfie.

{Baca juga: Hasil Bidikan Kamera 48MP Oppo F11 Pro}

Oppo menyematkan dua kamera beresolusi masing-masing 48MP sebagai lensa utamanya dengan aperture f/1.79, dan 5MP lensa depth. Kamera ini diklaim mampu menangkap foto secara detail, apalagi dalam keadaan pencahayaan yang kurang atau low-light. Sementara kamera depannya, hanya beresolusi 16MP aperture f/2.0.

Oppo F11 Pro akan tersedia secara resmi pada 14 sampai 22 Maret mendatang di seluruh gerai resmi Oppo Indonesia dan berbagai situs e-commerce Indonesia. Sementara untuk penjualan perdana, akan dilakukan pada 23 Maret mendatang. (FHP/HBS)

 

Oppo F11 Pro Resmi Melenggang di Indonesia

0

Telko.id, Jakarta – Oppo secara resmi membawa smartphone menengah terbarunya ke Indonesia. Adalah Oppo F11 Pro, yang bisa dibilang menjadi salah satu smartphone menarik di tahun ini, karena dikemas dengan desain berbeda dan teknologi mumpuni.

Oppo berhasil menghilangkan “ketergantungan” akan notch atau poni, dan tidak mengikuti tren “bertompel” atau lubang kamera pada layar di Oppo F11 Pro.

Smartphone ini mengusung desain yang berbeda berkat penggunaan teknologi Rising Camera.

Teknologi itu mampu memaksimalkan rasio layar terhadap body-nya menjadi lebih besar. Layarnya sendiri berukuran 6,5 inci beresolusi Full HD+ dengan aspek rasio 19,5 : 9.

{Baca juga: Hasil Bidikan Kamera 48MP Oppo F11 Pro}

“Desainnya terinspirasi dari desain Oppo Find X. Membawa layar penuh Panoramic Screen yang menjadikannya menjadi tidak ada tombol, notch dan lubang di depan,” ucap Suwanto, Marketing Plan Manager Oppo Indonesia di acara peluncuran Oppo F11 Series di Jakarta, Rabu (13/03/2019).

Selain desain yang lebih berkarakter, Oppo F11 Pro juga mengandalkan mesin utama yang bertenaga. Smartphone ini ditopang oleh prosesor MediaTek Helio P70, RAM 6 GB, ROM 64 GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh dengan teknologi VOOC Flash Charge 3.0.

Oppo F11 Pro kini lebih menitikberatkan pada sektor kamera belakangnya, tidak lagi ke kamera selfie seperti seri sebelumnya.

{Baca juga: Berkualitas! Ini Hasil Foto Smartphone Oppo dengan 10x Lossless Zoom}

Sebab, Oppo menyematkan dua kamera beresolusi masing-masing 48MP sebagai lensa utamanya dengan aperture f/1.79, dan 5MP lensa depth. Sementara kamera depannya, hanya beresolusi 16MP aperture f/2.0.

“Seri F membawa tren selfie ke Indonesia. Tapi sekarang, seri F bukan hanya selfie expert saja. Mulai dari F11 Pro, kami fokus ke Brilliant Portrait,” jelas Alinna Wen, Marketing Director Oppo Indonesia. (FHP)

Respawn Blokir 355 Ribu Cheater Game Apex Legends

Telko.id, Jakarta – Respawn Entertainment semakin gencar melawan pemain curang atau cheater game dalam game Apex Legends. Respawn mengklaim telah memblokir ratusan ribu cheater di platform game pesaing PUBG tersebut.

Dilansir Telko.id dari PC Gamer pada Rabu (13/03/2019), dengan menggunakan teknologi Easy-Anti-Cheat, Respawn berhasil memblokir lebih dari 355 ribu cheater yang banyak bermain di perangkat komputer PC.

“Layanan ini bekerja tetapi perjuangan melawan curang adalah perang yang berkelanjutan yang kita harus terus beradaptasi dan sangat waspada tentang pertempuran,” tulis Respawn.

Respawn memang peduli dengan lingkungan bermain Apex Legends. Mereka berencana untuk menambahkan fitur Report yang akan terkoneksi dengan Easy-Anti-Cheat. Selain itu, mereka juga akan meningkatkan personil anti-cheat yang ada.

{Baca juga: Mantap! Apex Legends Resmi Hadir di SkyeGrid}

“Kami memperlakukan kecurangan dengan sangat serius dan sangat peduli dengan kesehatan Apex Legends untuk semua pemain,” tambahnya.

Pada keterangan resminya, perusahaan pengembang Apex Legends tersebut juga mengumumkan bahwa minggu depan akan resmi bekerja sama dengan perusahaan teknologi AMD, untuk mengatasi stabilitas dan kinerja.

“Pada tambalan klien berikutnya pada PC, kami akan menangani beberapa kerusakan yang ada,” tutur Respawn.

Pada pasca 10 hari dirilis sejak 4 Februari 2018 lalu, mereka telah memblokir lebih dari 16.000 cheater yang ada di platform pesaing game PUBG itu.

{Baca juga: Baru Dirilis, Lebih dari 16 Ribu ‘Cheater’ Apex Legends Diblokir}

Pernyataan dari pihak Respawn tersebut muncul pada sebuah postingan di website Reddit. Pada postingannya Respawn juga meminta kepada pemain lain untuk melaporkan jika ada oknum pemain yang bermain curang.

Apex Legends sendiri saat ini tengah naik daun. Game bergenre Battle Royale gratis pesaing PUBG dan Fortnite ini dapat dimainkan untuk platform PlayStation 4, Xbox One, dan PC.

Mode battle royale dalam game Apex Legends disebut-sebut akan mempertemukan 60 orang dalam ruangan yang sama, namun diberikan misi-misi tertentu. [NM/HBS]

Sumber: PC Gamer

Pendiri Instagram Bela Facebook dkk Terkait Ancaman Pembubaran

Telko.id, JakartaPendiri Instagram, Kevin Systrom, menanggapi rencana bakal calon presiden Amerika Serikat asal Partai Demokrat, Elizabeth Warren, yang ingin mengobrak-abrik Facebook, GoogleAmazon, dan Apple jika menang dalam pemilu.

Menurut Systrom, seperti dilansir Business Insider, Rabu (13/03/2019), niat Warren yang ingin “membunuh” Facebook dkk tidak mungkin dilakukan.

Sekadar informasi, Instagram merupakan bagian dari Facebook setelah diakuisisi pada 2012 dengan nilai USD 1 miliar.

“Mereka menjadi perusahaan besar karena melakukan berbagai usaha. Facebook, Google, Amazon, dan Apple tidak pernah sekali pun melakukan kejahatan untuk meraihnya,” jelas Systrom seperti dikutip Telko.id, Rabu (13/3/2019).

{Baca juga: Gara-gara Trump, Akun Twitter Tim Cook Pun Berganti Nama}

Systrom menyatakan, kemarahan kepada perusahaan teknologi karena isu campur tangan Rusia dalam pemilu atau lainnya bukan berarti harus direspons dengan upaya pembubaran. Baginya, semua hal tersebut adalah masa lalu.

Ia melanjutkan, jika tujuan pembubaran Facebook dkk untuk memperbaiki persoalan ekonomi atau campur tangan asing, ada solusi lain untuk mengatasinya. “Caranya, kita harus bisa memahami permasalahannya,” paparnya.

Systrom, yang kini berusia 35 tahun, justru khawatir niat Warren untuk membubarkan perusahaan teknologi muncul karena ada orang yang antipati. Padahal, merger dengan Facebook justru menjadikan Instagram produk yang lebih baik.

Mike Krieger, pendiri Instagram, juga ikut bersuara. Ia mengatakan, perlu ada penjelasan spesifik soal masalah yang ingin diselesaikan. Systrom dan Krieger telah keluar dari Facebook pada tahun lalu lantaran konflik dengan Mark Zuckerberg.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Elizabeth Warren, bakal Capres Amerika Serikat mengatakan ingin membubarkan Facebook, Google, Amazon, dan Apple, jika ia terpilih pada pemilu pada 2020 mendatang.

{Baca juga: Waduh, Capres Ini akan Bubarkan Google, Apple dkk}

Apabila terpilih sebagai Presiden AS, ia menyatakan akan menerapkan aturan khusus untuk perusahaan dengan pemasukan tahunan secara global lebih dari USD 25 miliar atau Rp 357,4 triliun. Ia pun menegaskan, Apple masuk dalam kriteria perusahaan yang ia sebut itu.

Warren menyebut bahwa bisnis Apple memiliki “gaya bisnis” serupa dengan Amazon, Facebook, dan Google yang ingin menguasai pasar. Sama seperti Google, Apple punya App Store dan mendistribusikan aplikasi bikinan sendiri. [SN/HBS]

Sumber: Business Insider