spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1307

Performanya “Loyo”, Xiaomi Ejek “Softcase” Huawei P30 Pro

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi menemukan “celah sindiran” terhadap dua produk yang baru saja diperkenalkan kompetitornya, Huawei yaitu Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Xiaomi ledek Huawei lewat meme yang diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi mereka.

Dalam meme tersebut, Xiaomi menggambarkan keheranan mereka terhadap Huawei P30 yang dinilai tidak punya peningkatan dalam segi performa, dan malah memberikan peningkatan pada casing tambahan untuk smartphone andalannya.

Ya, smartphone tersebut masih menggunakan prosesor Kirin 980 yang digunakan pada smartphone yang mereka rilis tahun lalu yaitu Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Berbeda dengan Xiaomi yang memutuskan untuk menggunakan seri prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 855 pada smartphone flagship terbarunya, seperti Xiaomi Mi 9 sampai Xiaomi Black Shark 2.

Huawei memang memperlakukan desain Huawei P30 dan P30 Pro secara berbeda jika dibanding pendahulunya, Huawei P20 Pro. Smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+.

Layarnya melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro. Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Khusus untuk P30 Pro, Huawei memberikan edisi khusus untuk P30 Pro yang didalam kemasannya terdapat Glamorous Case bertakhtakan kristal Swarovski. Nah, case itulah yang menjadi “celah sindiran” Xiaomi terhadap Huawei.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Sedangkan Huawei O30, dihargai €799 atau setara dengan Rp 12,7 jutaan. Huawei P30 dan Huawei P30 Pro sendiri telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin), sehingga dipastikan keduanya akan masuk ke Indonesia. (FHP)

Sempat Palsukan Hasil Foto, Huawei P30 Pro Diluncurkan Hari Ini

Telko.id, Jakarta – Sempat dibuat malu karena ketahuan memalsukan hasil foto dari Huawei P30 Pro, Huawei dipastikan akan tetap meluncurkan smartphone terbarunya itu Pro di Paris Prancis hari ini, Selasa 26 Maret 2019, waktu setempat.

Lewat akun media sosialnya, Huawei mengkonfirmasi bahwa P30 dan P30 Pro yang akan diluncurkan nanti sudah dilengkapi dengan Leica Quad Camera System, dan fitur wireless charging.

Pabrikan asal China itu menyebutkan memilih Paris sebagai lokasi peluncuran karena kota tersebut dikenal sebagai “The Fashion Capital of the World”, “The City of Love” serta “The City of Lights”.

Sebagai kota yang menjadi pusat keindahan, budaya, seni, dan sejarah sejak Renaissance Prancis, masuk akal untuk memilih tempat ini menjadi lokasi untuk memamerkan Huawei P30 Series kepada khalayak, smartphone terbaru dari Huawei yang menawarkan fitur unggulan pada kamera yang telah diakui kualitasnya selama beberapa tahun terakhir.

“Selain kota-kota lain seperti Barcelona dan London untuk memperkenalkan Huawei P Series sebelumnya, kini Huawei P30 akan menginjakan kaki di Paris,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Device Indonesia dikutip dari Pocket-lint.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Huaweri sendiri sebelumnya harus menanggung malu, karena baru-baru ini iklan teaser untuk Huawei P30 Pro ketahuan menggunakan foto yang bukan hasil jepretan kamera smartphone flagship tersebut.

Setelah aksi tipu-tipu ini ketahuan, pihak Huawei buru-buru menambahkan catatan di sudut teaser tersebut, dengan dalih iklan ini sebatas karya kreatif mereka yang dimaksudkan untuk referensi saja.

Ini bukanlah aksi tipu-tipu pertama yang pernah dilakukan Huawei, dan ketahuan oleh publik. Sebelumnya, Huawei juga pernah ketahuan memanipulasi hasil foto Nova 3 sehingga tampak lebih bagus.

Dalam iklan berdurasi 30 detik, brand asal China ini memperlihatkan kemampuan kamera depan smartphone menengahnya yang dapat mengambil foto selfie di berbagai kondisi.

Tapi ternyata, hasil kamera yang ditampilkan bukan diambil menggunakan kamera depan Nova 3, melainkan kamera DSLR.

Kasus yang sama juga pernah terjadi ketika mereka memperlihatkan kemampuan fotografi dari Huawei P9 di Google+. Huawei ketahuan setelah hasil foto Huawei P9 ternyata diambil oleh kamera Canon EOS 5D Mark III.

{Baca juga: Upss Ketahuan! Hasil Foto di Iklan Nova 3 Pakai DSLR}

Melihat aksi tipu-tipu yang terus berulang dilakukan Huawei ini, banyak pengguna yang mulai mempertanyakan kredibilitas perusahaan asal Chima tersebut. Kenapa untuk pabrikan sekelas Huawei masih harus melakukan aksi memalukan seperti itu?

Rasa kurang percaya diri dengan hasil kamera produknya sendiri ini menimbulkan pertanyaan baru. Apakah kamera smartphone Huawei sudah terlalu buruk untuk ditampilkan, sehingga harus memakai foto palsu? (FHP/HBS)

Kocak! Xiaomi Ledek Huawei P30 Pro Gara-gara “Softcase”

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi menemukan “celah sindiran” terhadap dua produk yang baru saja diperkenalkan kompetitornya, Huawei yaitu Huawei P30 dan Huawei P30 Pro. Xiaomi ledek Huawei lewat meme yang diunggah oleh salah satu akun Twitter resmi mereka.

Dalam meme tersebut, Xiaomi menggambarkan keheranan mereka terhadap Huawei P30 yang dinilai tidak punya peningkatan dalam segi performa, dan malah memberikan peningkatan pada casing tambahan untuk smartphone andalannya.

Ya, smartphone tersebut masih menggunakan prosesor Kirin 980 yang digunakan pada smartphone yang mereka rilis tahun lalu yaitu Huawei Mate 20, Mate 20 Pro, dan Mate 20 X.

{Baca juga: Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”}

Berbeda dengan Xiaomi yang memutuskan untuk menggunakan seri prosesor terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 855 pada smartphone flagship terbarunya, seperti Xiaomi Mi 9 sampai Xiaomi Black Shark 2.

Huawei memang memperlakukan desain Huawei P30 dan P30 Pro secara berbeda jika dibanding pendahulunya, Huawei P20 Pro. Smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+.

Layarnya melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro. Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Khusus untuk P30 Pro, Huawei memberikan edisi khusus untuk P30 Pro yang didalam kemasannya terdapat Glamorous Case bertakhtakan kristal Swarovski. Nah, case itulah yang menjadi “celah sindiran” Xiaomi terhadap Huawei.

{Baca juga: Ketahuan Bohong (Lagi), Huawei Tipu-tipu Hasil Foto P30 Pro}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Sedangkan Huawei O30, dihargai €799 atau setara dengan Rp 12,7 jutaan. Huawei P30 dan Huawei P30 Pro sendiri telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin), sehingga dipastikan keduanya akan masuk ke Indonesia. (FHP)

Diluncurkan, Huawei P30 Pro Jagokan “Leica Quad Camera System”

0

Telko.id, Jakarta – Huawei P30 Pro resmi melenggang di acara khusus yang diadakan di Paris Convention Center, Perancis. Smartphone flagship ini menyimpan banyak peningkatan apabila dibandingkan dengan pendahulunya, P20 Pro.

Soal desain misalnya, smartphone ini mengusung layar besar berjenis Super AMOLED berukuran 6,47 inci dengan resolusi Full HD+. Layar ini melengkung di sisi kiri dan kanannya, dan telah didukung oleh teknologi sensor sidik jari di dalamnya seperti Mate 20 Pro.

Layar itu punya aspek rasio yang besar, karena P30 Pro mengadopsi desain berponi atau notch dengan bentuk dewdrop atau waterdrop.

{Baca juga: Oops! Bos Huawei Ketahuan Bawa iPhone Saat Diciduk Polisi}

Di bagian belakangnya, P30 Pro punya empat pilihan warna gradasi dan satu warna standar, yang terdiri dari Breathing Crystal, Amber Sunrise, Aurora, Pearl White dan Black.

Untuk spesifikasinya, Huawei P30 Pro ditenagai oleh prosesor yang sama dengan trio Huawei Mate 20 yaitu Kirin 980 yang dibantu oleh RAM 8GB, dan ROM hingga 512GB.

Foto: TechCrunch

Smartphone ini ditopang juga oleh baterai berkapasitas 4,200 mAh yang didukung oleh teknologi 40W Super Charge. Mirip Mate 20 Pro, hadir juga fitur fast wireless charging 15W dan reverse wireless charging.

Huawei P30 Pro sebenarnya memiliki peningkatan yang signifikan pada sektor kameranya. Bagaimana tidak, kini smartphone tersebut punya empat kamera utama di bagian belakang, dan satu kamera beresolusi besar di bagian depan.

{Baca juga: Banyak Konsumen iPhone Beralih ke Ponsel China}

P30 Pro dilengkapi dengan Leica Quad Camera System dengan resolusi masing-masing 40MP berteknologi Huawei SuperSpectrum Sensor sebagai lensa utama, 20MP lensa ultra-wide, 8MP lensa telephoto, dan lensa Time of Filed (ToF). Sementara kamera depannya, beresolusi 32MP.

Sedikit membahas soal kameranya, teknologi Huawei SuperSpectrum Sensor merupakan teknologi sensor baru dengan konfigurasi RYYB, bukan RGGB seperti sensor kamera smartphone kebanyakan. Sensor ini menggantikan piksel hijau dengan piksel kuning yang diklaim mampu meningkatkan ISO maksimum menjadi 409.600.

Foto: Digital Trends

Lensa kamera smartphone ini pun didukung oleh teknologi SuperZoom yang mampu memperbesar gambar hingga 5x lipat dengan optical zoom, 10x lipat dengan hybrid zoom, dan 50x lipat dengan digital zoom.

{Baca juga: Segera Diluncurkan! Trio Huawei P30 Kantongi Sertifikat TKDN}

Selayaknya smartphone flagship, Huawei membanderol P30 Pro dengan harga yang cukup menguras kantong. Sebab, harga Huawei P30 Pro mencapai €999 atau setara Rp 15,9 jutaan untuk varian 8GB/128GB, €1.099 atau Rp 17,5 jutaan untuk model 8GB/256GB, dan €1.249 atau Rp 19,9 jutaan untuk versi 8GB/512GB.

Trio Huawei P30 sendiri dipastikan akan hadir di Indonesia. Sebab, Huawei P30, Huawei P30 Pro, dan Huawei P30 Lite telah mengantongi sertifikat TKDN atau tingkat kandungan dalam negeri dari Kementerian Perindustrian Indonesia (Kemenperin).

Akan tetapi, belum diketahui kapan smartphone tersebut akan diluncurkan di Indonesia. So, nantikan saja ya! (FHP)

Dua Game Ini Bakal Tersedia di Google Stadia 

Telko.id, JakartaGoogle telah memantapkan diri untuk serius masuk ke bisnis game dengan meluncurkan layanan streaming game bernama Stadia pada 20 Maret 2019. Bahkan Google telah menyiapkan dua game yang akan tersedia di layanan barunya itu.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut memenuhi janjinya membuat platform game online bernama Stadia untuk menjalankan video game AAA pada PC dan smartphone.

Selain itu, Stadia juga akan kompatibel dengan beberapa layanan buatan Google lainnya, yakni Chrome dan Chromecast.

Google juga menjanjikan streaming hingga resolusi 4K pada 60fps dengan HDR + saat peluncuran, dengan pembaruan hingga 8K dan 120fps untuk di masa depan.

{Baca juga: Google Perkenalkan Layanan Streaming Game “Stadia”}

“Ada percakapan antara saya dan Google sebelum saya bergabung dengan perusahaan. Pandangan saya, untuk memberi para pemain persis apa yang ingin kami janjikan yang adalah bahwa kami harus membuat permainan sendiri,” kata Phil.

Dia juga mengatakan jika pihaknya tengah mempersiapkan game yang dibuat khusus untuk pusat data. Dan jika game ini muncul di platform streaming lain, itu pun bisa dijalankan.

Oleh karena itu, lanjut Phil berarti bahwa pengembang mulai berinovasi dan berpikir tentang masa depan dan penciptaan game dari abad ke-21, bukan game dari abad ke-20.

Phil juga mengkonfirmasi bahwa game yang dikembangkan langsung oleh Google akan tetap eksklusif untuk Stadia.

Jade Raymond, kepala divisi Stadia Games and Entertainment, sedang mengurus pengembangan judul-judul yang akan tersedia di Stadia. Ada dua judul game yang disiapkan, yakni Assassin’s Creed Odyssey dan DOOM Eternal.

Seperti diketahui sebelumnya, Google meresmikan layanan streaming game mereka yang sebelumnya diuji coba dengan nama Project Stream. Kini, setelah diluncurkan, layanan tersebut diberi nama Stadia.

{Baca juga: Gandeng Ubisoft, Google Siapkan Cloud Gaming}

Dengan logo yang menyerupai ikon sinyal WiFi, layanan ini hadir bersama controller yang paten desainnya sempat beredar lebih dulu. Desainnya tidak berbeda jauh dengan yang diumumkan, namanya Stadia Controller.

Dilansir Polygon, layanan streaming ini bisa diakses lewat perangkat apa saja dalam demonya. Mulai dari televisi pintar, PC, laptop, hingga smartphoneselama memiliki peramban Google Chrome untuk mengaksesnya. [BA/HBS]

Sumber: The Star.com.my

Makin Pintar, Dana Kini Bisa Kirim Uang dan Simpan ATM

Telko.id, Jakarta – Dana terus memperkuat kepabilitasnya sebagai salah satu dompet digital di Indonesia. Kini, bukan saja dapat digunakan untuk melakukan pembayaran digital, Dana juga memungkinkan pengguna untuk mengirim uang, menyimpan kartu debit dan kartu kredit, serta menunjang berbagai transaksi keuangan dan gaya hidup para pengguna melalui beragam fitur yang tersedia.

Diungkapkan CEO DANA, Vincent Iswara, sebagai infrastruktur pembayaran digital berplatform terbuka, Dana memiliki kemampuan dan manfaat untuk setiap pelaku usaha baik online maupun offline.

“Para pelaku usaha dapat lebih berkonsentrasi terhadap produknya dan pembayaran dapat dilakukan dengan debit rekening atau memanfaatkan kartu kredit cukup melalui Dana,” ungkapnya.

Adapun pengusaha offline yang dimaksud disini meliputi para pedagang di pasar tradisional, pengemudi jasa transportasi umum, pemilik toko individual hingga gerai-gerai yang memiliki ratusan cabang seperti Ramayana, KFC, Sour Sally, Gulu Gulu, Hoka-Hoka Bento, Wendy’s, Coffee Bean, Baskin Robbins, Bakmi GM, Domino’s, Rejuve, hingga Kopi Kulo dan Kopi Kenangan. Sementara pengusaha online adalah para pelaku bisnis e-commerce dan media sosial, atau startup individual.

{Baca juga: Ramai Uninstall Bukalapak, Ini 7 Cara Aman Belanja Online}

Selain pengusaha (offline dan online) dan pengguna individual, dompet digital Dana juga berkolaborasi dengan institusi perbankan untuk meningkatkan jumlah pengguna layanan sekaligus meningkatkan inklusi finansial secara luas. Melalui sinergi dengan Dana, bank-bank yang memiliki jumlah cabang terbatas tetap dapat meningkatkan jumlah pengguna layanannya karena baik pengguna maupun pengusaha memiliki opsi untuk menyimpan akunnya di Dana, ataupun mengirimkan uang ke rekening bank melalui Dana.

“Dana bukan pengganti bank, melainkan pelengkap transaksi pembayaran atau penggunaan layanan perbankan. Sebagai contoh, Dana mampu memfasilitasi transfer saldo dengan cepat dan mudah melalui layanan Kirim DANA dan Minta DANA, serta memungkinkan pengguna membayar dengan kartu debit atau kartu kredit yang sudah tersimpan di dompet digital Dana,” tambah Vincent.

Dari sisi pelaku usaha, transaksi menggunakan Dana juga dapat membuat bisnis berjalan lebih produktif dan efisien. Ini karena pelaku usaha tak perlu lagi khawatir jika tidak memiliki uang pecahan untuk kembalian atau khawatir dengan risiko kehilangan uang. Dengan dompet digital Dana, transaksi dengan nominal tak lazim seperti Rp1 pun dapat terlayani.

Dalam hal ini, Dana yang memilih BRI sebagai mitra strategis berharap tidak hanya dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan lewat upayanya, tetapi juga semakin membuka peluang bagi para pelaku usaha konvensional untuk go-digital.

“Sinergi Dana dengan dunia usaha dan perbankan di Indonesia diharapkan makin meningkatkan antusiasme dan kepercayaan masyarakat dalam menerapkan budaya nontunai dan nonkartu,” pungkas Vincent.

{Baca juga: 52% Konsumen di Singapura Belanja Online via Smartphone}

Jaminan Keamanan Dana
Isu klasik terkait jaminan keamanan transaksi juga tak dimungkiri turut membayangi perjalanan Dana sebagaimana insfrastruktur pembayaran digital.

Bagi perusahaan, keamanan adalah kunci dan prioritas utama, karena keamanan adalah dasar kepercayaan pengguna. Karenanya, mereka pun memastikan bahwa semua infrastruktur dompet digital Dana berada di bawah pengawasan Bank Indonesia, bahkan sudah memiliki sertifikasi PCI DSS (The Payment Card Industry Data Security Standard) yang wajib dimiliki oleh semua pihak yang menerima pembayaran kartu kredit.

Selain Bank Indonesia, upaya lain Dana untuk memastikan keamanan para pengguna juga dibuktikan dengan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan untuk proses verifikasi data pengguna dan validasi layanan.

Bagi Dana, kerja sama dengan Dukcapil berdampak signifikan dalam mempercepat layanan dan menghindari Dana dari upaya pemalsuan data. Sementara bagi pengguna Dana, kerja sama ini dapat menghindarkan mereka dari kemungkinan penyalahgunaan data oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Secara teknis untuk mendukung transaksi nontunai dan nonkartu yang mudah, cepat, dan terjamin keamanannya, dompet digital Dana dilengkapi dengan teknologi Kode QR dinamis, pemindaian tercanggih, dan kemampuan untuk menyimpan dan mengakses langsung kartu debit serta kartu kredit.

‘Ini merupakan terobosan baru di industri Teknologi Finansial yang dipelopori oleh Dana,” kata Vincent.

Smartfren Belum ‘Nafsu’ Pasang Jaringan di MRT

0

Telko.id – Mass Rapid Transit atau MRT baru saja di resmikan oleh Presiden Joko Widodo. Masyarakat pun begitu antusias untuk mencoba nya. Sayang, disepanjang jalur MRT tersebut, tidak semua sinyal operator seluler ada. Alasannya, mengatakan mahal. Smartfren pun jadi belum ‘nafsu’ untuk memasang jaringan di sepanjang jalur moda transportasi anyar itu.

Hal itu diungkapkan oleh Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO of Commercial Smartfren saat peluncuran kartu perdana BosKu di Jakarta (26/03/09).

“Masih pendek jalur MRT nya. Biarin aja dulu. Nanti kalau sudah sampai Ancol baru kita pikirkan untuk pasang jaringan. Lagian, baru juga masuk sudah keluar lagi,” begitu Djoko saat ditanya tentang keberadaan jaringan Smartfren di jalur MRT.

Djoko juga menyebutkan kalau harga yang diberikan oleh pengelola MRT itu cukup mahal. Jadi belum visible secara bisnis untuk memasang jaringan.

“Mau juga pasang jaringan di MRT. Tapi untuk sementara ini harganya masih terlalu tinggi. Pangsa pasar kita yang nggak sampai 10%. Nggak tau biayanya, itu tim saya, tapi cukup mahal,” kata Djoko menjelaskan.

Tapi, kalau pihak MRT mau memberikan harga khusus, pihak nya akan mempertimbangkan juga untuk memasang infrastruktur di jalur itu. Untuk sekarang, Smartfren akan lebih fokus membangun disekitaran stasiun saja. Tidak sampai masuk ke terowongan.

Saat ini, Djoko mengaku baru dapat harga yang ditawarkan oleh pihak MRT dan tim nya sedang dalam proses tawar menawar.

Hal ini dilakukan untuk menjangkau jaringan dalam terowongan dulu. Di mana, saat ini, sinyal smartfren ada blackspot di enam stasiun. Sedangkan stasiun layang, operator ini akan menembak dari jaringan yang sudah ada atau existing.

Sebagai informasi, panjang jalur MRT yang sudah jadi ini 16 km. Dengan 13 buah stasiun, 6 diantaranya berada dibawah tanah yakni Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan sisanya adalah stasiun layang. (Icha)

Banyak Akal! Programmer Langsung jadi Selebgram “Ngetop” Berkat AI

Telko.id, Jakarta – Seorang programmer bernama Chris Buetti sangat ingin menjadi selebgram. Sayang, ia kurang memiliki keterampilan untuk menjadi sosok yang diimpikannya itu, karena tak pintar memotret apalagi membuat konten yang bisa dinikmati orang.

Namun, ia sangat jago dalam hal data. Sehingga ia pun “mengakali impiannya” itu dengan menciptakan program yang bisa mengelola akun Instagram secara otomatis.

Ia mengadopsi teknologi berbasis  artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan supaya bisa meraup banyak followers secara otomatis.

{Baca juga: Berburu Pajak Youtuber dan Selebgram}

Program buatannya juga bisa mengambil foto-foto karya fotografer untuk di-repost atau diunggah ulang dengan sumber foto yang tetap dicantumkan.

Setelah reputasinya melonjak drastis di Instagram, ia kemudian menghubungi restoran-restoran untuk menawarkan ulasan sebagai ganti makanan gratis. Bak gayung bersambut, restoran-restoran memperoleh manfaat dari ulasan Chris.

“Saya menghabiskan banyak waktu dan usaha untuk menulis kode tersebut. Saya menawari mereka layanan. Sebagai timbal balik, mereka memberi saya makanan gratis,” ujar Chris, seperti dikutip dari Ubergizmo, Selasa (26/03/2019).

{Baca juga: Cuma Pamer Jempol Kaki, Selebgram Ini Hasilkan Rp 1,9 Miliar}

Pihak restoran tidak keberatan kalau akun Instagram Chris dijalankan secara otomatis oleh program AI. Sebab, mereka hanya ingin usahanya lebih dikenal oleh para pengguna Instagram. Apalagi, mereka hanya perlu memberi kompensasi kepada Chris berupa kupon makan senilai USD 25 atau tak kurang dari Rp 350 ribuan.

Akan tetapi, ide Chris menuai hujatan dan protes dari selebgram lainnya. Seperti Skyler Bouchard, misalnya, menyatakan bahwa tindakan Chris termasuk curang.

“Kami harus mengeluarkan darah, keringat, dan air mata untuk membangun merek secara online. Tapi, Chris mematikannya,” ucapnya.

{Baca juga: Ingin “Ngetop” di Medsos? Kua Kua Siap Membantu}

Menjadi selebgram memang menggiurkan. Beberapa waktu lalu, seorang selebgram perempuan mengungkap rahasia di balik keberhasilannya membukukan hampir £ 100 ribu atau Rp 1,9 miliar dalam setahun. Ternyata, ia hanya menjual kaus kaki bau. (SN/FHP)

Viral, Seorang Jurnalis Wanita Bungkam “Predator” di Pesawat

Telko.id, Jakarta – Seorang Jurnalis wanita mendadak viral setelah aksinya menghentikan pelecehan di dalam pesawat menjadi sorotan.

Joanna Chiu, demikian jurnalis The Star Vancouver ini dipanggil, belum lama ini mencatat sebuah insiden pelecehan yang terjadi dalam penerbangan dari Toronto ke Vancouver. Chiu menulis pengalamannya ini dalam sebuah trhead di Twitter, sebelum akhirnya melanjutkan itu dalam bentuk artikel.

Kala itu, seperti dilaporkan Whatstrending, Chiu duduk di barisan dimana di depannya seorang gadis remaja duduk bersama seorang pria berusia tiga puluhan. Keluarga remaja itu duduk di tempat lain di pesawat.

Chiu memperhatikan situasi sejak awal. Termasuk ketika sang pria mulai bertanya tentang rencana masa depan si remaja, terkait karir dan sebagainya.

{Baca juga: Dari Lucu Sampai Bikin Ngeri, Yuk Intip 7 Postingan Tumblr Ini!}

“Dia (remaja) ramah dan pria itu tampaknya menganggap ini sebagai isyarat sambutan untuk menjadi sangat akrab dan mulai menggodanya dan terus mengatakan bahwa dia ingin mengajaknya makan, yang diabaikan oleh si remaja. Pada titik ini, saya harus tetap terjaga, kalau-kalau ada yang lebih dari itu,” kata Chiu.

Chiu sendiri awalnya berharap untuk bisa tidur di pesawat, namun insiden ini membuatnya mengurungkan niat.

Dan benar saja, sang pria mulai bersandar lebih dekat dengan remaja itu dan meminta foto-foto aneh. Chiu kemudian membisikkan sesuatu padanya – tentang bagaimana ia menilai pria itu, dan sang pria pun langsung beranjak pergi ke kamar kecil tanpa mengucap sepatah katapun.

{Baca juga: Banyak Akal! Programmer Langsung jadi Selebgram “Ngetop” Berkat AI}

Untungnya, Chiu bukan satu-satunya orang yang sadar dengan potensi pelecehan ini. Beberapa penumpang lain, juga wanita, mulai angkat angkat suara. Membuat kru pesawat akhirnya bertindak.

Setelah mendapat keterangan dari beberapa saksi mata lainnya, kru pun memaksa si pria untuk pindah tempat duduk. Awalnya permintaan ini ditolak. Sang pria bahkan sempat memaki, namun kru pesawat – yang juga seorang wanita, dengan tegas mengatakan bahwa pesawat bisa saja mendarat darurat jika ia terus menolak.

Akhirnya, sang pria bersedia pindah tempat duduk. Sementara kru pesawat memastikan bahwa remaja tadi baik-baik saja.

Dalam tulisannya, meski mengaku kagum dengan kru pesawat yang berhasil menangani insiden ini dengan sangat baik, namun ia merasa prihatin lantaran selama kejadian berlangsung, tak satu pun penumpang pria buka suara.

“Pria juga perlu mencari cara untuk ‘melihat hal-hal mengerikan’ di sekitarnya dan juga bisa membantu mencegah pelecehan atau serangan. Sangat menyebalkan mengetahui ada seorang predator di luar sana yang bertindak seolah-olah mereka tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan salah,” pungkasnya.

Transaksi Bitcoin Ternyata Penuh Tipuan, Kok Bisa?

Telko.id, Jakarta – Harga mata uang kripto atau cryptocurrency Bitcoin sekarang anjlok drastis ketimbang masa awal peluncurannya. Meski demikian, transaksi Bitcoin dan nilainya diklaim masih sangat menguntungkan.

Buktinya, banyak orang masih menginginkan Bitcoin. Akan tetapi, menurut laporan terbaru Bitwise, tak sedikit oknum memanfaatkan popularitas Bitcoin dengan melakukan berbagai penipuan di sejumlah negara.

Bahkan, berdasarkan temuan mereka, mayoritas transaksi Bitcoin di pasaran saat ini adalah tipu muslihat. Temuan tersebut muncul sesuai hasil analisa terhadap 81 bursa kripto besar yang tersebar di seluruh dunia.

{Baca juga: Dash Text Integrasikan WhatsApp dan Telegram, untuk Apa?}

Dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Selasa (26/03/2019), ada laporan bahwa volume Bitcoin yang diperdagangkan mencapai USD 6 miliar atau Rp 85,1 triliun. Dari jumlah sebanyak itu, nyatanya hanya USD 273 juta atau Rp 3,8 triliun saja yang tercatat sah.

Matthew Hougan, pemimpin penelitian di Bitwise mengatakan, orang-orang melihat bahwa bursa mata uang kripto sedang kacau balau, karena data yang ada penuh dengan manipulasi, kepalsuan dan praktek tipu-tipu.

Sebelumnya, Department of Financial Services di New York, Amerika Serikat (AS) merilis izin pertama untuk ATM Bitcoin. Izin itu memungkinkan para warga memperoleh atau menjual Bitcoin di kios serupa dengan mesin ATM.

{Baca juga: Kantongi Izin, Jual Beli Bitcoin Kini Cukup Lewat ATM}

Izin diberikan kepada Coinsource, operator ATM Bitcoin. Operator tersebut sudah memiliki sekitar 40 kios di New York. Nantinya, masyarakat cukup melakukan transaksi mata uang kripto menggunakan ponsel.

Kios Coinsource telah tersebar di sepanjang New York, Westchester, dan Nassau Counties. Setelah membeli via mesin ATM, uang digital tersebut bisa disimpan di dalam dompet digital. Warga pun bisa menggunakan mesin itu untuk menjual Bitcoin. Caranya semudah memindai atau scan dompet seluler di kios. (SN/FHP)