spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1248

Berkendara Lebih Aman dengan Fitur Smart Driving

Telko.id, Jakarta – Penggunaan smartphone saat berkendara atau mengemudi seperti telah menjadi hal yang lazim belakangan ini. Padahal, hal ini jelas-jelas dianggap berbahaya lantaran berpotensi mengganggu konsentrasi pengemudi dan menyebabkan kecelakaan. Tak heran, jika sejumlah negara pun kemudian menetapkan larangan tersendiri mengenai penggunaan smartphone saat mengemudi. Baik itu untuk menelpon, sms, menjelajahi web, dan lainnya.

Penggunaan perangkat pendukung seperti hands free pun adakalanya tetap dilarang. Karena dinilai sama berbahayanya.

Di Amerika Serikat misalnya, kecelakaan mobil akibat gangguan saat mengemudi semakin meningkat. Penyebab utamanya adalah telepon seluler. Pada 2015, 660 ribu pengemudi di negara ini diperkirakan menggunakan smartphone setiap hari, saat mengemudi pada siang hari.

{Baca juga: 4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai}

Kecelakaan kendaraan yang disebabkan oleh pengunaan smartphone saat mengemudi ini nyatanya tak hanya menjadi isu bagi pemerintah setempat – dengan beberapa menetapkan UU terkait ini, para pembuat smartphone pun seperti merasa bertanggung jawab untuk menguranginya. Caranya, dengan menghadirkan fitur khusus di perangkatnya, yang memungkinkan pengemudi tetap fokus saat mengemudi sambil menggunakan smartphone.

Oppo misalnya, menyematkan sebuah mode berkendara (Smart Driving) khusus untuk memastikan pengguna tidak terganggu saat mengemudi. Disini, sistem akan secara otomatis membisukan pemberitahuan. Selain itu, Oppo juga telah mendesain ulang antarmuka panggilan untuk berkendara. Dimana antarmuka panggilan baru akan menggunakan huruf dan tombol besar, dengan fitur yang tersedia untuk hanya menjawab dan menolak panggilan. Jika pengguna menolak panggilan, ponsel akan secara otomatis mengirim SMS untuk balasan. Tentu saja, pengguna dapat menentukan nomor yang diizinkan untuk memastikan tidak akan kehilangan panggilan penting.

{Baca juga: Oppo F11 Pro Avengers Resmi Dirilis, Segini Harganya}

Untuk mengaktifkan Smart Driving di Oppo F11, pengguna cukup masuk ke menu Setting > Smart Service > Smart Driving

Ada dua pilihan mode berkendara disini, satu untuk Anda yang mengendarai mobil, satu lagi yang berkendara dengan sepeda motor. Jika tidak ingin mengaktifkan keduanya, cukup pilih off.

Saat Anda mengaktifkan fitur ini, sebuah notifikasi (bergambar mobil) akan muncul di bagian kanan atas smartphone. Anda juga akan mendapat notifikasi bahwa mode berkendara telah aktif.

Untuk mematikan mode Smart Driving, Anda cukup menarik ke bawah Notification Center, lalu klik “End Driving Mode”. Jika sudah terlanjur masuk ke dalam, pergi ke Settings > Smart Service > Smart Driving > Off.

4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai

Telko.id, Jakarta – Baterai telah menjadi masalah klasik di kerajaan smartphone, bahkan sejak jauh-jauh hari. Alhasil, beragam upaya pun dilakukan para pembuat smartphone demi membuat perangkatnya lebih dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan pengguna. Paling tidak, ia tak akan tewas hanya setelah mengerjakan sedikit pekerjaan. Tidak juga hanya sekedar bertahan antara 8 hingga 9 jam.

Lebih dari itu, pembuat smartphone menginginkan perangkatnya bisa bertahan lebih lama, demi memenuhi harapan pengguna yang selalu ingin menjadikan smartphone sebagai temannya baik dalam suka maupun duka. Sebagai hasil dari niat tulus ini, sejumlah teknologi pun dikembangkan, sebelum akhirnya dibenamkan di dalam smartphone-smartphone yang kini banyak beredar di pasaran.

Salah satu diantara teknologi itu adalah apa yang menjadi milik Oppo dan dipanggil VOOC 3.0. Teknologi pengisian daya yang diklaim pabrikan paling aman dan cepat ini konon telah mengalami peningkatan. Dengan algoritma FCC baru, VOOC 3.0 dapat mengatur tegangan tinggi sewaktu melakukan tickle charging, sehingga mempersingkat waktu pengisian secara keseluruhan hingga 20 menit, yang berarti Oppo F11 – sebagai salah satu seri yang mengadopsinya, dapat diisi penuh dalam waktu 80 menit. Teknologi VOOC 3.0 sendiri telah mendapatkan sertifikasi TÜV SÜD, yang berarti mendapat pengakuan oleh organisasi internasional terkemuka ini dalam hal keselamatan dan kecepatan.

{Baca juga: Resmi Dirilis, Ini yang Spesial dari Oppo F11 Pro Avengers Edition}

Sementara itu, baterai 4000 mAh yang dibawa Oppo F11 memberikan daya tahan lebih lama.

Nah, buat Anda yang mungkin tidak merasa cukup dengan apapun itu ‘daya tahan lebih lama’ yang dimaksud Oppo, dan selalu merasa perlu menyiapkan plan B demi menjaga daya tahan baterai agar tidak mudah terkuras, berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

1. Atur kecerahan layar

Terlepas dari tren layar smartphone yang terus berkembang di luar sana, nyatanya bagian ini pulalah yang tak bisa dihindari terus menjadi penyedot energi terbesar. Alhasil, jika Anda ingin menghemat baterai, bagian inilah yang harus dicurigai untuk pertama kali. Pertama-tama, periksa pengaturan kecerahan – jika ini mendekati maksimum, niscaya baterai Anda akan terkuras lebih cepat. Cara paling efisien adalah menjaganya tetap di tengah, mungkin sedikit lebih dekat ke minimum (tapi masih cukup terang untuk dibaca).

Untuk mengatur ini, masuk ke menu Setting>Display and Brightness>Auto screen off.

2. Mode power saving otomatis

Smartphone Anda bekerja lebih keras dari kuda, bahkan ketika Anda tidak menggunakannya sekalipun. Betapa tidak, dia masih melakukan sinkronisasi, update dan sebagainya. Semua kegiatan itu memakan baterai. Beruntung, Oppo F11 memiliki mode Power Saving, yang membuat perangkat Anda menggunakan lebih sedikit energi seperti biasanya. Anda dapat mengaktifkan mode ini kapan saja Anda inginkan. Anda bahkan dapat mengatur mode otomatis pada mode ini saat baterai mencapai tingkat tertentu (biasanya di bawah 5% atau 15%).

{Baca juga: Menjajal Cepatnya VOOC 3.0 Flash Charge di Oppo F11 Pro}

Untuk mengaktifkan mode ini, masuk ke Settings>Battery>Power saving mode.

3. Pilih “Power saving” ketimbang “High Accuracy” untuk lokasi

Untuk mengidentifikasi lokasi pasti perangkat, Anda dapat menggunakan tiga sumber, yakni GPS, WIFI, dan jaringan seluler Anda. Namun, menggunakan mode “Akurasi Tinggi” menghabiskan banyak energi. Ketika Anda tidak membutuhkan lokasi yang sangat tepat, Anda dapat mematikan sinyal GPS dan hanya menggunakan WIFI atau jaringan seluler. Ini akan mengurangi penggunaan baterai Anda.

Untuk memilih opsi ini, masuk ke Settings>Google>Location>Mode.

4. Wallpaper statis

Wallpaper yang menari-nari memang terlihat sangat bagus di layar. Namun animasi yang mereka gunakan cenderung menggunakan lebih banyak baterai daripada wallpaper statis. Jika memang benar-benar ingin menghemat baterai, kesampingkan dulu keinginan untuk tampil keren dengan wallpaper hidup.

Anda bisa melakukan ini dengan masuk ke Settings>Display and Wallpaper.

Begini Cara Aktivasi Fitur Dark Mode di Google Chrome

Telko.id, Jakarta – Google merilis update untuk peramban Chrome versi Android dengan versi 74.0.3729.122. Update ini berbekal sejumlah perbaikan, termasuk kehadiran fitur Dark Mode yang dinantikan pengguna.

Namun, opsi untuk mengaktifkan Dark Mode tidak tersedia secara instan. Anda harus mengaktifkannya via bendera Chrome. Untuk menambahkannya, paste chrome://flags/#enable-android-night-mode di bar alamat peramban Chrome.

Kemudian, ketuk daftar dropdown di menu Android Chrome UI dark mode, dan pilih Enabled dari daftar tersebut dan luncurkan kembali peramban Chrome. Setelahnya, Anda dapat mengaktifkan Dark Mode dengan mengakses menu Settings dan Dark Mode pada Chrome.

{Baca juga: Yeay! Ada Dark Mode di Google Chrome}

Untuk menghadirkan Dark Mode, update ini juga menambahkan jalan pintas Translate di menu yang memungkinkan Anda secara cepat menerjemahkan halaman situs ke dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang diinginkan.

Namun, Anda perlu ketahui bahwa hal ini hanya dapat terlihat saat Chrome mendeteksi bahwa halaman situs berada dalam bahasa berbeda dari bahasa default yang diatur pada perangkat tersebut.

Apabila belum menemukan perubahan tersebut, maka Anda disarankan untuk menggunakan versi terbaru dari Chrome dengan melakukan update yang dapat diperoleh melalui Play Store.

{Baca juga: Google Minta Pengguna Segera Update Chrome, Ini Alasannya}

Pada Februari 2019 lalu, Google memang dikabarkan segera menguji fitur Dark Mode untuk Google Chrome. Mode gelap itu disebut-sebut akan tersedia untuk sistem operasi macOS dan Windows 10 dalam waktu dekat. [BA/HBS]

Sumber: Times Now News

Indosat “Pede” Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran Tanpa Mobile BTS

0

Telko.id, Jakarta – Indosat Ooredoo percaya diri dalam menghadapi lonjakan trafik saat musim libur Lebaran. Mereka mengklaim jaringan 4G Indosat bisa menghadapi lonjakan trafik pada Ramadan dan lebaran tanpa harus mengerahkan Mobile Base Transceiver Station (Mobile BTS).

Menurut Group Head Networking Strategy, Architecture and Solution Indosat Ooredoo, Kustanto mengaku jika, pihaknya akan mengandalkan 18 ribu menara Base Transceiver Station (BTS) yang ada.

“Kita konsepnya tidak mengandalkan mobil BTS lagi sekarang karena di semua wilayah kita itu itu kapasitas sudah dua kali ditingkatkan dua kali lipat,” ujar Kustanto  di Kantor Indosar Ooredoo, Jakarta, Senin (29/04/2019).

Menurut Kustanto pihaknya tetap mengerahkan MBTS untuk meningkatkan kapasitas di lokasi yang terjadi lonjakan trafik tang sangat besar.  Indosat Ooredoo telah mempersiapkan sekitar 100 MBTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik data yang luar biasa.

{Baca juga: Jelang Ramadan, Indosat Gelar Test Jaringan di 5 Kota}

“Kalau kita lihat nanti ternyata itu sangat besar trafik dan kita butuh tambahan kapasitas  baru kita deployed MBTS itu. Tapi kami akin bahwa kami bisa fasilitasi lonjakan data berdasarkan prediksi grafik yang ada sekarang,” kata Kustanto.

Kustanto menjelaskan jika nantinya akan terjadi lonjakan trafik hingga 9,3 pentabyte (PB) dalam sehari khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Sedangkan untuk panggilan telepon diprediksi akan mencapai 2,1 juta erlang perhari, dan layanan Short Message Service (SMS) menjadi 125 juta SMS dalam sehari.

“Prediksi kita itu lebaran itu akan ada sekitar 9,3 PB. Jadi itu biasanya kenaikan 15-20% atau kenaikan dibanding hari normal,” tutur Kustanto.

Sebelumnya menyambut bulan suci Ramadan, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru yakni paket New Freedom  IM3 Ooredoo dengan total kouta internet hingga 60GB. Paket tersebut memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga dari sahur sampai waktu berbuka puasa tanpa khawatir kehabisan kouta.

President Director Indosat Ooredoo Chris Kanter, momen Ramadan seringkali dimanfaatkan untuk menguatkan kembali tali silaturahmi dan persaudaraan.

{Baca juga: Indosat Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Penetrasi 4G}

“Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, yakni kouta internet besar dan gratis nelpon ke semua operator. Pelanggan juga akan tetap nyaman dan menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan,” kata Chris Kanter

Soal Retail Offline, Xiaomi Belajar dari Samsung dan Vivo

0

Telko.id, Jakarta – Xiaomi mengaku mendapat pelajaran berharga dari perusahaan teknologi pesaing dalam mengembangkan bisnis. Managing Director Xiaomi India, Manu Kumar Jain, mengklaim belajar dari Samsung dan Vivo.

Strategi Xiaomi membangun jaringan retail offline belajar dari dua senior itu. Xiaomi lama hanya mengandalkan pemasaran smartphone di jalur online. Saat ini, di India dan beberapa negara lain, Xiaomi makin giat mendirikan toko fisik.

“Pada awalnya berat. Kami kurang bisa menjual smartphone secara offline dalam enam bulan pertama. Kami kemudian belajar dari brand lain seperti Samsung dan Vivo dalam mengembangkan kehadiran offline kami,” jelasnya.

{Baca juga: Salut! Bos Xiaomi Donasikan Bonus Rp 13,6 Miliar untuk Amal}

Ekpansi offline itu turut membantu Xiaomi menyalip Samsung sebagai vendor ponsel terbesar di India. Samsung pun tak tinggal diam dan menyerang balik dengan seri baru Galaxy M serta Galaxy A yang diklaim laris manis.

Dilansir NDTV, Manu menyatakan bahwa Xiaomi punya target mendirikan sampai 10.000 toko offline di India. Mereka juga berambisi meraih sampai 50 persen market share di negeri itu pada akhir tahun 2019.

{Baca juga: Siap-siap, Xiaomi akan Serbu Pasar Eropa dan Indonesia}

Namun demikian, berjualan secara offline punya konsekuensi berbiaya lebih tinggi ketimbang online. Namun, Xiaomi yakin biaya menjalankan bisnis offline termasuk yang terendah. “Kami hanya punya satu level distribusi,” klaim Manu. [BA/HBS]

Sumber: NDTV

XL Siapkan 50% Capex nya Untuk Implementasi Jaringan 5G

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tengah mempersiapkan diri untuk implementasi jaringan 5G. Untuk itu, XL mengalokasikan 50% dari total Capex 2019 untuk pengembangan jaringan yang berfokus di luar jawa dan persiapan implementasi 5G.

Menurut Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya total Capex XL adalah Rp 7,5 Triliun. Dalam jumlah Capex tersebut, XL membuat alokasi sekitar 50% untuk pengembangan jaringan seperti 5G.

“Untuk bisa 5G harus membutuhkan ekosistem yang baik. Dari Capex dialokasi kurang lebih 50% untuk menggelar fiber optic baik optic sign in untuk backbone atau upstream internet,” kata Yessie di XL Axiata Tower, Jakarta Senin (29/04/2019).

{Baca juga: Dua Tahun Lagi, XL akan Matikan Jaringan 2G}

XL sedang mempersiapkan implementasi 5G. Namun mereka masih menunggu kebijakan pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) seperti frekuensi yang digunakan serta biaya dalam penerapan 5G.

“Memang dijelaskan bahwa untuk jaringan 5G dibutuhkan komponen cost yang lebih besar dari cost sekarang. Makanya diperlukan dialog dengan Kominfo terkait lisensi frekuensi 5G dan infrastruktur pemerintah daerah,” tutup Yessie.

Yessie mengatakan bahwa untuk mengembangkan jaringan 5G membutuhkan beberapa penyesuaian seperti frekuensi jaringan dan infrastruktur di daerah.  Hal ini karena jaringan 5G berdampak pada bertambahnya tiang menara, sehingga perlu ada koordinasi dengan pemerintah daerah.

“Jaringan 5G berakibat pada jarak menara yang semakin pendek, sehingga peran pemerintah daerah sangat penting,” tutur Yessie.

Sebelumnya XL telah menetapkan besaran Capital Expenditure (Capex) untuk tahun 2019. Adapun tahun ini XL telah menetapkan Capex sebesar Rp 7,5 triliun dengan berbagai target dan fokus yang ingin dicapai.

{Baca juga: XL Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun untuk Jaringan Data di Luar Jawa}

Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan jika Capex tahun ini mengalami kenaikan dari tahun lalu sekitar Rp 6,8 triliun.

“Realisasi di tahun 2018 kemarin adalah Rp 6,8 triliun dan tahun ini estimasi Capex kita adalah Rp 7,5 triliun,” ucap Dian. [NM/HBS]

Ternyata, Ini Alasan Apex Legends Jarang Update

Telko.id, Jakarta – Apex Legends muncul sebagai salah satu game Battle Royale yang populer belakangan ini bersama Fortnite. Akan tetapi, game besutan Electronic Arts dan Respawn tersebut dikeluhkan oleh para gamers. Kenapa?

Ya, banyak gamers mengeluh soal kurangnya pembaruan konten maupun fitur pada Apex Legends, berbeda jika dibandingkan dengan Fortnite yang terus merilis pembaruan ataupun fitur baru.

Menanggapi keluhan para gamers, Executive Producer Respawn, Drew McCoy memberikan fakta mengejutkan di balik jarangnya Apex Legends melakukan update.

{Baca juga: Epic Games Hadirkan Item Baru ‘Zebulon Drone’ di Fortnite?}

McCoy menjelaskan, mereka ingin menghindari krisis pada karyawan yang bisa dengan cepat menyebabkan mereka kelelahan.

“Tujuan jangka panjang kami adalah memastikan Apex Legends selalu terasa hidup dan berkembang, dengan fokus pada kualitas konten dibandingkan hal baru atau kecepatan rilis,” katanya sebagaimana dilansir The Verge, pada Senin (29/04/2019).

“Pada saat yang sama, kami ingin mempertahankan budaya kami sebagai tim pengembang dan menghindari krisis yang bisa dengan cepat menyebabkan kelelahan atau lebih buruk,” tambahnya.

Pernyataan pengembang Apex Legends ini muncul sehari setelah Polygon melaporkan kondisi kerja di Epic, pengembang game Fortnite. Laporan itu menyoroti artis, programmer, dan karyawan kontrak Epic yang telah mengalami krisis yang intens untuk mengikuti jadwal pembaruan game yang cepat dan padat.

{Baca juga: Apex Legends Tiba-tiba Aktifkan Fitur Penalti, Kenapa?}

“Orang-orang bekerja sangat keras pada Fortnite dan upaya Epic lainnya. Situasi ekstrem seperti 100 jam kerja seminggu sangat langka, dan dalam hal itu kami berusaha untuk segera memperbaikinya untuk menghindari kejadian terulang lagi,” kata Epic menanggapi laporan Polygon.

Masalah overwork memang telah menjadi masalah yang berulang kali terjadi dalam dunia video game blockbuster, dengan studio ikonik seperti BioWare dan Rockstar yang membuat karyawan kerja lembur secara ekstrem. (BA/FHP)

Sumber: The Verge

SFI ZET HADES Juara Grand Final Dunia Games Pro League

Telko.id, Jakarta  – Platform portal dan media game Telkomsel, Dunia Games, baru saja menggelar grand final Dunia Games Pro League (DGPL) pada tanggal 27 April 2019 di Dunia Games eSports Stadium, Jakarta.

Turnamen DGPL mempertandingkan game Free Fire dan  diikuti oleh dua belas tim profesional terbaik di Indonesia untuk memperebutkan hadiah total senilai lebih dari Rp 500 juta.

Turnamen DGPL merupakan rangkaian dari Dunia Games League dan Dunia Games Campus League yang telah diadakan pada bulan Maret yang lalu, dan menjadi bagian dari turnamen liga eSports terbesar di Indonesia.

Tampil sebagai juara pertama DGPL adalah SFI ZET HADES, yang juga merupakan  juara ke satu dari turnamen Dunia Games League. Sebagai juara utama, SFI berhak mendapatkan hadiah senilai Rp 250 juta.

{Baca juga: Telkomsel Gelar eSport “Jawara Cup 2019”}

Sedangkan juara kedua dan juara ketiga diraih oleh AURA XCODE dan ISLAND OF GOD, yang masing-masing mendapatkan hadiah sejumlah Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih atas antusiasme para peserta yang bertanding di Dunia Games Pro League,” kata Head of Digital Lifestyle Telkomsel Crispin Peter Tristram, dalam keterangannya, Senin (29/4/2019).

Melalui Dunia Games, menurut Crispin, Telkomsel ingin memberikan wadah khusus bagi pecinta games dan eSports di Indonesia untuk dapat saling berinteraksi dan berbagi pengetahuan di komunitas yang solid.

Selanjutnya, lanjut dia, melalui turnamen seperti Dunia Games Pro League diharapkan mereka dapat mengembangkan passion nya lebih lanjut sehingga eSports dapat berkembang lebih dari sekedar hiburan, namun juga keahlian yang membutuhkan kedisiplinan dan komitmen dari para pemainnya.”

Sejak diadakan pada bulan Oktober 2018 lalu, Dunia Games League, Dunia Games Campus League, dan Dunia Games Pro League telah diikuti lebih dari 25.000 gamers di seluruh Indonesia. Dunia Games sendiri sekarang telah menjadi portal utama bagi komunitas eSports dan gaming di Indonesia.

{Baca juga: Telkomsel Gelar ‘Jakarta Survivor League 2019’ untuk Gamers “Newbie”}

“Kami pun selalu meningkatkan kualitas jaringan broadband 4G LTE untuk memastikan layanan game online mendapatkan jaringan yang sangat bagus dengan kecepatan tinggi dan latensi yang rendah sehingga para gamers dapat menikmati game online dengan nyaman,” tutup Crispin. [HBS]

Sambut Ramadan, IM3 Ooredoo Rilis Paket New Freedom

0

Telko.id, Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadan, IM3 Ooredoo meluncurkan produk terbaru yakni paket New Freedom  IM3 Ooredoo dengan total kouta internet hingga 60GB.

Paket tersebut memungkinkan pelanggan tetap terhubung dengan teman maupun keluarga dari sahur sampai waktu berbuka puasa tanpa khawatir kehabisan kouta.

President Director Indosat, Chris Kanter, momen Ramadan seringkali dimanfaatkan untuk menguatkan kembali tali silaturahmi dan persaudaraan.

{Baca juga: Jelang Ramadan, Indosat Gelar Test Jaringan di 5 Kota}

Dengan paket New Freedom dari IM3 Ooredoo, Chris berharap pelanggan dapat memperkuat kembali tali persaudaraan tanpa khawatir kehabisan kouta ataupun pulsa telepon.

“Paket New Freedom adalah paket terlengkap dan terbaik yang menggabungkan dua keuntungan, yakni kouta internet besar dan gratis nelpon ke semua operator. Pelanggan juga akan tetap nyaman dan menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan,” kata Chris Kanter di Kantor Indosat Ooredoo, Jakarta Senin (29/04/2019)

Paket New Freedom hadir dengan berbagai pilihan sesuai kebutuhan. Harga paket mulai dari Rp 25 ribu dengan total kouta 6GB dan bonus telepon 5 menit, Rp 35 ribu dengan kouta 10 GB dan bonus telepon 20 menit dan Rp 50 ribu dengan kouta 20GB dan bonus telepon 30 menit.

{Baca juga: Indosat Ooredoo Geber Solusi Digital untuk Infrastruktur Publik}

Selain itu paket Rp 70 ribu kouta 30 GB dan bonus telepon  40 menit, Rp 100 ribu kouta 40 GB dan bonus telepon 60 menit serta Rp 150 ribu kouta 60GB dan bonus telepon 60 menit.

“Pelanggan juga akan tetap nyaman dalam menikmati semua layanan IM3 Ooredoo selama Ramadan, Lebaran hingga perjalanan mudik dengan jaringan 4G Plus yang tersedia di seluruh jaringan Indosat Ooredoo,” tambah Kanter. [NM/HBS]

 

Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun, Ini Target XL Axiata

0

Telko.id, Jakarta – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah menetapkan besaran Capital Expenditure (Capex) untuk tahun 2019. Adapun tahun ini XL telah menetapkan Capex sebesar Rp 7,5 triliun dengan berbagai target dan fokus yang ingin dicapai.

Menurut Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan jika Capex tahun ini mengalami kenaikan dari tahun lalu sekitar Rp 6,8 triliun.

“Realisasi di tahun 2018 kemarin adalah Rp 6,8 triliun dan tahun ini estimasi Capex kita adalah Rp 7,5 triliun,” ucap Dian di XL Axiata Tower, Jakarta Senin (29/04/2019).

{Baca juga: XL Siapkan Capex Rp 7,5 Triliun untuk Jaringan Data di Luar Jawa}

Pada pemaparannya, ia menyebutkan XL juga memiliki berbagai target di tahun 2019. Misalnya mereka memasang target EBITDA Margin diatas 30%  dan peningkatan pendapatan menjadi lebih baik dari kondisi pasar.

“Estimasi pendapatan di tahun 2019 ini adalah ingin lebih baik dari pasar ini,” tambah Dian.

Selain target, XL juga memiliki fokus strategi di tahun shio Babi ini yakni Infrastructure, Mobile Segment, Growth Segment dan Device Partnership. Secara infrastruktur, XL ingin mengembangkan jaringan data yang difokuskan di luar jawa dan fiberisasi persiapan implementasi teknologi 5G.

“Kami akan fokuskan ke fiberisasi sebagai persiapan implementasi teknologi 5G,” kata Dian.

Dari segi mobile segment, XL dan Axis fokus menyasar pasar melalui pendekatan konten strategi untuk target segment yang berbeda. Kemudian untuk Growth Segment, XL berfokus pada layanan Fiber to the Home (FTTH) untuk layanan segmen Home dan layanan IoT untuk segmen Enterprise.

“Lalu fokus terakhir kami adalah device partnership yakni meningkatkan kemitraan dengan penyediaan handphone untuk mendorong percepatan layanan 4G,” ujar Dian.

{Baca juga: Jangkau Area Terluar, XL akan Gunakan Palapa Ring}

Terakhir Dian juga menjelaskan pencapaian XL di tahun 2018 kemarin. Ditengah tren negatif industri telekomunikasi, XL Axiata mengalami kenaikan pendapatan sebesar 0,4% dan EBITDA sebesar 2,3%.

“Kita adalah satu-satunya operator yang mengalami kenaikan,” tutup Dian. [NM/HBS]