spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1231

Dua Jebolan The NextDev Academy Dikirim ke Ajang Future Makers

0

Telko.id, Jakarta – Telkomsel mengumumkan dua startup dari The NextDev Academy yang akan mewakili Indonesia di kompetisi prestisius level regional Asia-Pasifik yang diadakan oleh Singtel Group, yaitu Future Makers.

Kedua startup tersebut adalah FishGo dan DiffaGo, yang terpilih melalui tahapan assessment dan bootcamp di program The NextDev Academy 2019.

FishGo berhasil mencuri perhatian dengan aplikasi yang mengkombinasikan teknologi penginderaan jauh dan sistem inovasi geografis sebagai penyedia sumber data bagi nelayan.

Startup ini membantu nelayan untuk mengetahui area mana yang memiliki lebih banyak ikan dan meningkatkan jumlah tangkapan mereka.

Sedangkan DiffaGo merupakan media crowdfunding yang dikembangkan untuk menjadi problem solver bagi masalah yang dialami penderita disabilitas, terutama dalam bidang mobilitas, pendidikan, dan kesempatan untuk bekerja.

{Baca juga: Jaring Startup Teknologi, Telkomsel Kembali Gelar ‘The NextDev 2019’}

Melalui Diffago, siapa pun bisa mendonasikan uangnya untuk membantu kaum disabilitas dalam berbagai proyek sosial, mulai dari pengadaan kaki palsu, hingga mendirikan sekolah khusus untuk anak dengan autism.

“Selamat kepada FishGo dan DiffaGo yang terpilih sebagai wakil Indonesia di Future Makers 2019. Semoga start-up terpilih ini dapat membuktikan karya anak bangsa memiliki potensi yang besar,” kata GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan,

Denny kemudian menambahkan bahwa dengan terpilih menjadi wakil Indonesia di Future Makers, kedua start-up tersebut memiliki kesempatan sangat berharga karena kompetisi regional ini dapat menjadi ajang untuk  memperluas network dan membuka peluang kolaborasi yang sangat luas.

“Bukan tak mungkin, mereka juga bisa mendapatkan peluang kolaborasi dengan start-up lain serta operator-operator yang tergabung dalam aliansi Singtel Group di Asia Pasifik,” ujarnya.

Singtel Group Future Makers 2019 akan dilaksanakan di Singapura pada 24-28 Juni 2019,  bersamaan dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference 2019.

Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara, yang dipilih melalui kompetisi lokal yang diselenggarakan oleh seluruh operator telekomunikasi di bawah aliansi Singtel Group, yaitu Telkomsel (Indonesia), Optus (Australia), Singtel (Singapura), Globe (Filipina), AIS (Thailand), Airtel (India). Start-up terpilih akan mendapatkan dana pengembangan sebesar SGD 1.000.000.

Future Makers merupakan program dari Singtel Group yang telah diadakan sejak tahun 2017 untuk mengembangkan inovasi teknologi yang lebih jauh ke depan serta dapat turut menyelesaikan masalah sosial dan lingkungan di Asia Pasifik.

{Baca juga: Telkomsel Umumkan 3 Aplikasi Pemenang The NextDev 2018}

Dalam perhelatan Future Makers 2018 tahun lalu di Sydney-Australia, start-up Indonesia yaitu Habibi Garden berhasil meraih penghargaan sebagai “Best of The Best Regional Future Makers” dan “People Choice Award” dalam Impact Investment Summit 2018.

Telkomsel sejak tahun lalu telah mengirimkan perwakilan Indonesia melalui ajang lokal Indonesia, The NextDev Academy. Adapun kegiatan The NextDev Academy tahun ini mengangkat tema ‘Towards an Impactful Digital Startup Ecosystem’ yang dijalankan secara intensif selama 6 bulan. [HBS]

 

Aturan Konsolidasi Diperlukan Demi Sehatkan Industri Telekomunikasi Indonesia

Telko.id – Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendorong operator telekomunikasi seluler melakukan konsolidasi guna efisiensi mengantisipasi kompetisi antaroperator telekomunikasi seluler serta potensi penurunan pertumbuhan industri telekomunikasi.

Saat ini jumlah operator seluler yang beroperasi di Indonesia dinilai Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara terlalu banyak, oleh karena itu harus segera disikapi.

“Hal itu sudah mulai disadari oleh para pemegang saham antaroperator telekomunikasi. Konsolidasi itu corporate action, sehingga pemegang saham yang menentukan, tapi pemerintah yang memfasilitasi “ kata Menkominfo Rudiantara dalam Seminar Indonesia Technology Forum di Jakarta, Kamis (02/05/2019).

Menurut  Menteri Rudiantara, konsolidasi untuk menyehatkan industri sebetulnya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya manage top line.

“Sebetulnya menyehatkan industri itu sederhana, bagaimana cara industri kita melihatnya jangan per operator, (tapi) manage top line,” kata Menteri Rudiantara.

Menteri Rudiantara menjelaskan, top line dari operator idealnya harus naik. Sebab, dirinya melihat top line di industri telekomunikasi ini masih dibawah angkah 1,5 persen.  Menurutnya, hal itu dapat dibuktikan dari beberapa tahun sebelumnya yang sudah menunjukkan angka-angka yang tidak sehat dari industri telekomunikasi.

“Top line ini harus bisa naik, dan saya yakin bisa naik. Sebetulnya kontribusi top line yang secara industri kita masih mungkin sekitar 1,2 persen dari GDP,” ucap Menteri Rudiantara.

GDP Indonesia dibandingkan dengan negara lain, Menteri Rudiantara kemudian mencontohkan GDP di negara-negara tetangga yang rata-rata 1,5 persen. Bahkan, menurutnya GDP di Filipina sampai mencapai 1,7 persen.

“Ruang untuk kesana ada, tapi kemauan untuk kesana yang repot. Jadi, pemerintah juga bisa bantu banyak di komponen biaya dengan membuat aturan-aturan atau regulasi,” kata Menteri Rudiantara.

Kondisi Industri Telekomunikasi

Industri telekomunikasi sepanjang tahun 2018 semakin terpuruk. Menurut  Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), untuk pertama kalinya dalam sejarah, industri telekomunikasi Indonesia mengalami pertumbuhan minus 6,4 persen pada 2018.

Dua tahun silam, industri telekomunikasi masih mampu mengantongi pendapatan mencapai sekitar Rp 158 triliun. Namun di 2018 nilainya turun menjadi Rp 148 triliun alias minus 6,4 persen.  Bisa dikatakan bahwa Industri telekomunikasi di tahun 2018 memang tidak begitu menggembirakan.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor penting yakni penurunan layanan voice/SMS yang telah digantikan oleh layanan baru dari penyelenggara Over the Top (OTT), perang tarif antar operator di layanan data, dan juga adanya regulasi registrasi SIM Card.

Indonesia merupakan salah satu pasar dengan tarif layanan data termurah. Sementara itu konsumsi layanan data per pengguna juga cukup rendah dibandingkan negara yang sebanding, seperti Malaysia, Filipina dan India yaitu sekitar 3,5GB per bulan.

Meski demikian, para pemain industry selular  optimis industri telekomunikasi di Indonesia masih memiliki peluang untuk tumbuh. Pemain di industri ini masih melihat potensi yang menjanjikan di pertumbuhan konsumsi layanan data, serta peningkatan penetrasi smartphone yang semakin besar, perbankan dan infrastruktur B2B.

Namun, untuk membuat industri ini memiliki keberlanjutan, inisiatif operator saja tidak cukup. Para pelaku industry  mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah. Dukungan yang diharapkan antara lain melalui kebijakan dan regulasi terkait OTT dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menyehatkan kompetisi, serta menjamin keberlangsungan bisnis telekomunikasi.

Selain itu, juga perlunya pemutakhiran regulasi untuk teknologi dan layanan baru seperti 5G, Fixed Wireless Access dan IoT, termasuk persiapan penyediaan frekuensi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya.

Pemerintah juga perlu membuat aturan dan regulasi yang jelas untuk mempermudah apabila ada operator yang akan melakukan konsolidasi, serta perlu dilakukan simplifikasi perizinan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Rudiantara mengatakan kondisi industri telekomunikasi di Indonesia belum ideal karena terlalu banyak pemain. Sehingga terus mendorong adanya konsolidasi yang bisa menjadi salah satu faktor yang mampu membuat industri telekomunikasi menjadi lebih sehat dan bergairah.

“Konsolidasi perlu dilangsungkan dengan tujuan agar industri telekomunikasi akan menjadi efisien. Dan hal itu sudah mulai disadari oleh para pemegang saham antar operator telekomunikasi. Konsolidasi itu corporate action sehingga pemegang saham yang menentukan tapi pemerintah yang memfasilitasi,” kata Rudiantara.

Siapkan Aturan

Menurut Menteri Kominfo saat ini lembaganya tengah menyusun aturan merger dan akuisisi di sektor telekomunikasi yang intinya untuk keadilan bagi industri. Termasuk frekuensi, yang tidak akan diambil pemerintah jika ada aksi korporasi satu operator mengakuisisi operator lain.

“Aturan ini sedang dipersiapkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Kendati demikian, konsolidasi bisa dilakukan tanpa perlu menunggu aturan keluar,” jelasnya.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail mengungkapkan industri telekomunikasi sepanjang 2018 semakin terpuruk. Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyebutkan pertama kalinya dalam sejarah, industri telekomunikasi Indonesia mengalami pertumbuhan minus 6,4 persen tahun lalu.

Penurunan disebabkan oleh beberapa faktor penting, yakni penurunan layanan voice/SMS yang telah digantikan oleh layanan baru dari penyelenggara Over the Top (OTT), perang tarif antar operator di layanan data, dan juga adanya regulasi registrasi SIM Card.

Menurut Dirjen Ismail, pemerintah perlu membuat aturan dan regulasi yang jelas untuk mempermudah apabila ada operator yang akan melakukan konsolidasi, serta perlu dilakukan simplifikasi perizinan untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Selaku Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sekaligus Dirjen SDPPI, Ismail menyebutkan tigal hal penting terkait usaha konsolidasi. Pertama, tujuan dari konsolidasi adalah membuat sehat industri agar sustainability dari pembangunan infrastruktur terus berjalan.

Terjadinya konsolidasi pada segmen pasar yang tersedia itu cukup sehat untuk dibagi dengan jumlah operator yang tersedia. Saat ini, kondisi pasar terlalu ketat dengan jumlah operator yang sudah banyak. Hal ini membuat persaingan menjadi tidak sehat, sehingga keberlangsungan, salah satunya terkait pembangunan infrastruktur, menjadi berkurang.

Kedua, soal frekuensi. “Ini resource esensial yang sangat penting bagi kelanjutan dari merger itu, maka pihak operator menanyakan kepada regulator bagaimana policy dan regulasinya. Pada dasarnya, mengenai frekuensi akan dievaluasi oleh pemerintah kalau terjadi merger. Kemudian evaluasi yang paling pas untuk jumlah perusahaan baru itu frekuensi berapa itu akan kami terbitkan,” jelasnya.

Ketiga, isu soal pelanggan. Adanya merger, pelanggan akan diuntungkan, karena terjadi sebuah perusahaan yang sehat dalam memberikan layanan kepada publik. Perusahaan sehat yang dimaksud adalah korporasi yang secara berkelanjutan membangun dan memberikan kualitas layanan yang maksimal. Sebaliknya, ketika perusahaan tidak sehat, maka kualitas layanan pun tak akan bisa terjaga.

ITF adalah lembaga yang bergerak di bidang kajian, iskusi, seminar, riset yang terkait dengan isu dan perkembangan teknologi, regulasi dan trend yang sedang berkembang di masyarat. ITF berkomitmen mengawal persoalan bangsa yang berkenaan dengan ranah teknologi, telekomunikasi dan regulasi.

Seminar dan Talkshow yang diselenggarakan oleh Indonesia Technology Forum yang bertajuk Konsolidasi untuk Sehatkan Industri Telekomunikasi ini, juga dihadiri pejabat teras operator telekomunikasi, perusahaan, pengamat dan pekerja media media.

Dalam Seminar dan Talkshow, selain Dirjen SDPPI, ada tiga narasumber lain, yaitu Muhammad Buldansyah dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Raymond Kosasih dari Deutsche Bank, dan M Syarkawi Rauf dari Institute For Competition and Policy Analysis (ICPA). (Icha)

 

 

Ini Pernyataan Resmi Indosat Terkait Mundur nya Chris Kanter

0

Telko.id – Sejak jumat (03/05) siang, beredar santer bahwa CEO Indosar Ooredoo, Chris Kanter mundur dari jabatannya. Belum ada pernyataan resminya sampai hari ini (06/05).

Dalam pernyataan resminya tersebut, Indosat Ooredoo menyebutkan bahwa perusahaan telekomunikasi ini, resmi menunjuk Ahmad Abdulaziz Al Neama sebagai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo pada tanggal 3 Mei 2019, menggantikan Bapak Chris Kanter, setelah melengkapi proses formalitas yang diperlukan.

“Atas nama Dewan Komisaris Indosat Ooredoo, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Chris Kanter yang telah menyelesaikan masa transisi kepemimpinan, dimana beliau telah berhasil memulai program transformasi digital perusahaan,” demikian disampaikan Komisaris Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Ebrahim Al-Sayed.

Bapak Ahmad Al Neama, yang telah bekerja di Ooredoo selama 15 tahun, sebelumnya menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Indosat Ooredoo dan saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Direksi Ooredoo Myanmar. Terakhir, beliau menjabat sebagai Chief Technology & Information Officer di Ooredoo Group sejak 2017.

Padahal, sebelumnya Chris Kanter ini sangat optimis bahwa dia mengenal betul investor nya sehingga ketika ditunjuk menjadi CEO pun, pria ini yakin bahwa permintaannya akan ‘dikabulkan’. Apa permintaannya?

Chris meminta Capital Expenditur (CAPEX) senilai USD 2 miliar atau Rp 30 T untuk 3 tahun ke depan. Dana sebesar itu dibagi per tahun Rp 10 Triliun. Dari budget Rp 10 T tersebut, 80 persen lebih digunakan untuk perluasan jaringan.

“Kita targetkan, tahun 2019 kita tambah 4.300 BTS. Di tahun 2020 nanti, sekitar 5.000 sampai 6.000. Sejauh ini, kemampuan kita menambah site 1.100 per minggu,” begitu dia mengungkapkan ketika awal tahun ini.

Sayang, optimisme Chris Kanter dapat membangun jayaan Indosat Ooreodoo pun ‘punah’ dengan kemundurannya dari jabatan CEO.

Lalu, seperti apa ‘pekerjaan rumah’ CEO baru Indosat?

Yang pasti, CEO ini harus bisa membangun jaringan Indosat sebaik mungkin akan kembali kepercayaan masyarakat terhadap layanannya. Jika tidak, maka perusahaan telekomunikasi yang banyak jasanya untuk Indonesia ini akan menjadi ‘punah’. Bukan itu kan yang diinginkan? (Icha)

Momen Langka! 20 Foto Menakjubkan Ini Bikin Geleng Kepala

Telko.id, Jakarta – Perkembangan teknologi kamera sudah sangat pesat dalam satu dekade terakhir. Kini untuk bisa menghasilkan foto yang menakjubkan, Anda tak perlu harus belajar secara khusus untuk menjadi seorang fotogeafer professional.

Kemampuan kamera, baik itu kamera professional DSLR atau mirrorless, maupun kamera smartphone, sudah sangat canggih. Hal itu telah membuat orang kini banyak yang menyukai fotografi.

Tapi secanggih-canggihnya kamera, hal terpenting yang harus Anda dapatkan untuk bisa menghasilkan gambar yang bagus adalah momen. Ya, terkadang momen saat momtret inilah yang tak bisa Anda dapatkan dua kali, atau mengulangnya.

Mendapatkan momen yang tepat memang tidak mudah, karena Anda juga harus punya pengalaman untuk mengetahui kapan momen itu akan bisa didapatkan. Tapu uniknya, terkadang momen menarik bisa Anda dapatkan tanpa disengaja.

Ya, terkadang momen yang tak disengaja ini bahkan tidak memerlukan sudut pengambilan yang tepat atau kamera yang canggih untuk menghasilkan foto yang menakjubkan.

Beberapa foto menakjubkan di bawah ini adalah contoh momen-momen luar biasa yang berhasil ditangkap mata kamera. Baik itu tanpa disengaja, maupun dengan teknik pengambilan gambar dari seorang fotografer professional.

{Baca juga: Asli, 10 Foto Ini Tunjukkan Belanja Online tak Selalu Berakhir Bahagia}

Nah, berikut ini contoh foto-foto dengan momen menakjubkan, yang mungkin momen berharga itu tidak akan datang dua kali. Simak 25 momen foto keren yang Telko.id kutip dari BrightSide.me berikut ini:

1. Pemandangannya memang indah. Tapi momen langka di foto ini ketika seorang pemanjat tebing dengan pasrah melihat kacamatanya “terjun bebas” ke dasar jurang.

2. Seru dan menegangkan saat kamera berhasil memotret seekor beruang kutub yang “ngotot” ingin masuk ke dalam bus wisata. Mungkin sang beruang ingin ikut dalam rombongan tur wisata.

3. Manusia berkepala ikan? Tentu saja bukan. Ini adalah foto saat seorang penyelam sedang asyik bermain dengan ikan-ikan yang melintas di depannya. Momen foto yang pas, membuat sang penyelam seakan seperti berkepala ikan.

4. Setelah tadi penyelam “berkepala ikan”, kali ini pria “berkepala anjing” memakai topi. Sama seperti foto sebelumnya, foto ini luar biasa karena berhasil menangkap momen yang menarik.

5. Apakah Anda penggemar olahraga basket? Momen ini berhasil memotret seorang pemain basket yang seakan sedang melayang di udara.

6. Momen di foto ini benar-benar langka dan luar biasa keren. Foto ini memperlihatkan seakan seekor burung gagak yang sedang menggigit Bulan

7. Ini bukan foto seorang kepala suku Indian lho… Yang ada di foto itu adalah seorang pria di iklan botol di mesin jual otomatis. Uniknya, botol-botol itu membuat pria ini tampak seperti kepala suku Indian.

8. Ini adalah salah satu momen foto terunik, menurut kami. Foto ini memperlihatkan air yang disiramkan ke gajah bisa berbentuk kepala gajah.

9. Grand Canyon dikenal memiliki pemandangan yang menakjubkan. Tapi foto ini memperlihatkan momen yang luar biasa indah saat sambaran kilat menerangi lokasi ngarai terbesar di dunia itu.

10. Tawon ini tentu saja bukan Thor, sang dewa petir. Tapi foto ini berhasil menangkap momen seolah tawon besar sedang mengangkat Matahari.

11. Kamera smartphone kini sudah dibekali teknologi slow motion. Di foto ini Anda bisa lihat bagaimana momen seorang pria yang dalam hitungan detik sebelum jatuh ke air. Terlihat seperti dia jalan di atas air, keren kan..

 

12. Foto ini bukan hasil editan. Pengambilan foto dengan momen yang luar biasa ini memperlihatkan kereta cepat yang dihias lampu berjalan kecepatan tinggi.

13. Ini juga salah satu contoh foto dengan sudut pengambilan gambar dan timing yang tepat. Hasilnya, si bocah ini seperti menangis berurai air mata.

14. Bunga matahari memang indah. Tapi foto ini memperlihatkan “bunga matahari” yang sesungguhnya.

 

15. Kecapatan terbang burung rajawali tak usah diragukan lagi. Tapi akan semakin keren, saat memadukan kecepatan burung rajawali dan pesawat tempur seperi terlihat di foto ini.

16. Apakah di seorang asronot? Bukan, pria hanyalah seorang pemain skateboard yang “menginjakkan kaki” di Bulan. Tentu saja ini hasil kejelian seorang fotografer dalam menangkap momen.

17. Melihat foto ini membuat kita tak bisa berkata-kata. Momen dan sudut yang sangat sempurna bisa didapat dalam foto Bulan yang tepat di atas sebuah satelit. Keren banget ya..

 

18. Momen seperti ini sangat sulit didapat. Pesawat yang melintas di udara ini terlihat sangat kecil dan seperti mainan di tangan sang Budha.

 

19. Yang pasti ini bukan tongkat sapu terbang milik nenek sihir atau Harry Potter. Ini momen ketika kumbang terbang dengan menumpang di atas sebuah dandelion.

Momen luar biasa di foto ini mungkin tidak akan bisa datang dua kali. Pesawat ini nampak berada pada posisi yang sangat presisi dengan pohon-pohon di sekitarnya.

{Baca juga: Foto-foto Ini Jadi Bukti Bahwa Nasi Adalah Segalanya}

Bagaimana, keren-keren kan fotonya. Anda pun bisa mendapatkan foto-foto yang menakjubkan seperti di atas jika jeli melihat momen di sekitar Anda. Dengan teknologi kamera smartphone yang semakin canggih, jangan lewatkan momen foto menakjubkan di sekitar Anda. Yuk, cobain. [HBS]

Smartfren Siap-siap Uji Coba 5G Dengan Gandeng ZTE

0

Telko.id – Prospek 5G disinyalir bakal sangat menggiurkan bagi operator. Tak pelak, siapapun operator nya akan membuka banyak peluang untuk melakukan uji coba 5G agar ketika datang waktunya, sudah siap dan siap juga untuk jualan. Begitu juga dengan Smartfren.

Operator ini baru saja menandatangi kerja sama dengan ZTE, vendor jaringan asal negeri Bambu untuk bersama-sama melakukan uji coba jaringan 5G di Indonesia.

“Smartfren senang dapat bekerja sama dengan ZTE untuk berkontribusi dalam mengembangkan teknologi 5G di Indonesia. Saat ini, kami juga tengah bersiap untuk segera melakukan Uji Coba 5G di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, kami optimistis dapat menghadirkan kualitas layanan telekomunikasi yang lebih baik di Indonesia,” kata Merza Fachys, Presiden Direktur Smartfren dalam pernyataan tertulisnya.

Selain itu, kolaborasi kedua perusahaan ini juga akan dilakukan untuk memperluas jaringan 4G nya Smartfren di Indonesia.

Senior Vice President ZTE, Mei Zhonghua mengatakan “Kesepakatan kali ini pasti akan membawa kemitraan antara ZTE dan Smartfren ke tingkat baru. Kami senang Smartfren dapat memilih ZTE untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas jaringan broadband nasional Indonesia.”

ZTE sendiri di Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi di Indonesia sudah menjalin kemitraan yang solid dengan operator dan perusahaan besar di Indonesia selama lebih dari 20. Termasuk, memberikan platform pelatihan. ZTE berkomitmen untuk menyediakan inovasi end-to-end yang terintegrasi, memberikan produk dan layanan yang sangat baik kepada konsumen lokal di Indonesia. (Icha)

Yes! The Elder Scrolls: Blades Versi Beta Sudah Bisa Dijajal

Telko.id, Jakarta – Bulan lalu, Bethesda mengumumkan akan membuka The Elder Scrolls: Blades kepada lebih banyak pemain sebagai bagian dari akses awal. Sekarang, kabar menggembirakan datang, karena Anda sudah bisa menjajal versi betanya.

Jika bukan bagian dari gelombang awal pemain yang berhasil mendapatkan sendiri akses awal ke The Elder Scrolls: Blades, Anda jangan bersedih. Sebab, akses awal telah dibuka untuk semua pemain.

Menurut laporan Ubergizmo, pengguna perangkat bersistem operasi iOS maupun Android bakal mendapatkan akses ke permainan tersebut. Bahkan, pengguna tidak perlu mendaftar ke akun Bethesda.

{Baca juga: Rockstar Games Segera Rilis Grand Theft Auto VI?}

Lantaran masih dalam versi beta, The Elder Scrolls: Blades belum jelas kapan akan rilis secara resmi ke publik. Khusus versi beta, pengguna bisa mengunduhnya via iTunes App Store atau Google Play Store.

Sebelumnya, Bethesda mengumumkan bahwa The Elder Scrolls: Blades akan dirilis pada musim semi 2018 lalu. Namun, tak lama berselang, Bethesda memutuskan untuk menunda peluncuran tanpa penjelasan jelas.

April 2019, Bethesda mulai membuka tahap akses awal meski yang bisa memainkan hanyalah mereka yang sempat mendaftar. Namun, ada pengumuman semua yang memiliki akun Bethesda.net bisa memainkannya.

{Baca juga: Ubisoft Rilis Game Baru Watch Dog 3? Ini Bocorannya

Lantaran masih akses awal, Bethesda menegaskan masih perlu melakukan beberapa rebalancing. Itulah kenapa mereka mempersilakan pengguna iOS dan Android mencobanya agar dapat menerima masukan. [BA/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Wow! Kampus Ini Terima Sumbangan 180 Ribu Komik Langka

Telko.id, Jakarta – Baru-baru ini Universitas South Carolina menerima sumbangan berupa 180 ribu komik langka asal Ohio, termasuk Avengers #1 dan barang-barang kolektor lainnya dengan nilai mencapai USD 2,5 juta atau setara dengan Rp 35 miliar. Beberapa komik tersebut nantinya akan dipajang di perpustakaan Thomas Cooper pada 29 Agustus mendatang.

Dilansir dari The Verge, pada Senin (06/05/2019), nantinya peluncuran koleksi sumbangan akan disertai dengan serangkaian acara, seperti bincang-bincang dengan penulis komik serta para seniman.

Di antara ratusan ribu koleksi yang disumbangkan, terdapat komik Avengers #1, karya pertama Stan Lee pada tahun 1963. Di dalamnya terdapat berbagai karakter pahlawan super, antara lain, Spiderman, Batman, Black Panther, Iron Man, dan banyak lagi.

{Baca juga: Hasilkan 50 Juta Tweet, Avengers : Endgame Paling “Berisik” di Twitter}

Pihak Universitas South Carolina merasa terhormat mendapat hibah koleksi ratusan ribu komik dan barang-barang jadul dari si kolektor.

“Sungguh hadiah fenomenal. Transformasional,” kata dekan sekaligus pengelola perpustakaan universitas, Elizabeth Sudduth.

Arsiparis perpustakaan Thomas Cooper menyatakan sudah mulai melakukan pendataan untuk ratusan ribu koleksi sumbangan itu. Ia menyebut bahwa proses pengarsipan bakal memakan waktu bertahun-tahun.

{Baca juga: Marvel Ajak Bikin Komik Sendiri, Caranya?}

Kolektor yang menyumbangkan komik serta barang-barang legendaris tersebut diketahui bernama Gary Watson. Ia mulai membeli komik pada 1958, dan berlanjut sampai pensiun pada 2010. Ia enggan menjual koleksinya tersebut dan memilih menyumbangkannya.

David Shay, seorang kataloger terkemuka, mengemukakan bahwa komik benar-benar mencerminkan sikap dan antusiasme orang Amerika Serikat. Ia berujar, lewat komik, para peneliti bisa belajar banyak tentang sikap kontemporer ras, politik, dan gender. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Nintendo akan Rilis Ulang Game Teka-teki Boxboy 

Telko.id, Jakarta – Sejak debut pada 2015, salah satu seri terbaik Nintendo adalah game teka-teki yang menampilkan kotak hitam-putih kecil bernama Boxboy. Sayang, kehadirannya tidak pernah cukup populer.

Bisa jadi, hal itu disebabkan visual sederhana yang membuat Boxboy tampak membosankan. Namun, minggu ini, Nintendo secara mengejutkan merilis lagi Boxboy + Boxgirl untuk perangkat Switch.

Menurut laporan The Verge, game Boxboy + Boxgirl mencakup lebih dari 250 teka-teki baru untuk dipecahkan. Menariknya, game tersebut punya mode co-op dan menampilan visual yang sedikit lebih rapi.

{Baca juga: Tahun Ini Nintendo Switch akan Rilis Dua Seri Baru}

Seperti halnya semua permainan puzzle, premis Boxboy sangat sederhana.  Pengguna harus membuat jembatan dan tangga untuk menavigasi setiap tingkat. Pengguna bisa menggunakan balok sebagai tongkat atau pengait.

Kabar bagusnya, game itu akan terus mendapatkan pembaruan desain. Seiring peningkatan level permainan, pengguna juga dipaksa memikirkan berbagai taktik guna memecahkan teka-teki yang ada.

Versi Switch dari game tersebut tidak menawarkan pengalaman berbeda dibanding pendahulunya. Nintendo pun menggadang Boxboy + Boxgirl bisa populer lantaran hadir lebih modern dan lebih mudah diakses.

Beberapa waktu lalu, Nintendo Switch versi murah diprediksi akan diluncurkan pada Juni 2019. Laporan ini memperkuat rumor yang menyatakan bahwa Nintendo tengah mengembangkan Switch berharga lebih terjangkau.

{Baca juga: 3 Game Klasik Resident Evil akan Hadir di Nintendo Switch}

Belum diketahui spesifikasi dari Switch versi murah ini. Namun karena harganya yang terjangkau, kemungkinan besar Nintendo akan mengurangi beberapa hal pada konsol game itu. Seperti ukuran layarnya yang menjadi lebih kecil. [BA/HBS]

Sumber: The Verge

Rumah Prabowo Berubah Jadi “Istana Presiden Republik Kertanegara”

Telko.id, Jakarta – Rumah calon presiden Indonesia nomor urut 02, Prabowo Subianto berubah namanya menjadi “Istana ‘Presiden’ Republik Kertanegara” di Google Maps. Bahkan, sempat ada yang menamai rumah Prabowo sebagai “Istana Pleciden Kertanegara“.

Hal ini bisa diketahui ketika mengetik kata kunci “Istana” di Google Maps. Nantinya, akan muncul berbagai tempat yang memakan nama depan istana, termasuk “Istana ‘Presiden’ Republik Kertanegara”.

Rumah kediaman Prabowo yang terletak di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu memang telah lama muncul di Google Maps seperti lokasi lain pada umumnya.

{Baca juga: Asyik! Google Maps Sajikan Menu-menu Favorit Restoran}

Selain merupakan kediaman pribadi, juga merupakan tempat untuk aktifitas politik Prabowo selama Pemilu 2019.

Tim Telko.id sendiri telah mencoba menghubungi Communications Manager Google Indonesia, Feliciana Wienathan untuk mengonfirmasi kejadian tersebut. Namun hingga tulisan ini diturunkan, mereka belum memberikan konfirmasinya.

Meski begitu, penyebutan “Istana ‘Presiden’ Republik Kertanegara” sudah hilang dari pencarian Google maps. Begitu juga dengan “Istana Pleciden Kertanegara” ataupun “Republik Kertanegara”.

Pemilu 2019 memang memberikan keriuhan tersendiri di jagat maya. Ratusan juta tweet telah dicuitkan oleh warganet sejak 23 September 2018 hingga pasca hari pencoblosan.

{Baca juga: Kehebohan Warganet Hasilkan 124 Juta Tweet Pemilu 2019}

Netizen Indonesia menyambut perhelatan Pemilu 2019 dengan berbagai cuitan di lini masa. Dengan tagar #Pemilu2019, tercatat lebih dari 124 juta Tweet terkait pemilu yang dicuitkan oleh warganet.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima pada Jumat (26/04), ratusan juta tweet ini telah dicuitkan oleh warganet Tanah Air sejak 23 September 2018 hingga seminggu setelah pemilu 2019 yakni 24 April 2019. (NM/FHP)

Alasan Kenapa Limbah Lampu Perlu Dikelola dengan Baik

Telko.id, Jakarta – Meningkatnya penggunaan lampu pendar tak hanya mendatangkan kekhawatiran bagi lingkungan, tetapi juga manusia sebagai penghuninya. Betapa tidak, di dalam setiap lampu pendar terdapat 5 milligram mercury, baik berbentuk uap atau bubuk. Merkuri ini sendiri merupakan bahan kimia yang sangat berbahaya bagi metabolisme tubuh manusia.

Uap raksa ini adalah neurotoksin, atau racun yang sangat berbahaya dan berakibat fatal pada otak dan ginjal. Jika terakumulasi dalam tubuh dapat merusak sistem syaraf, janin dalam kandungan, dan jaringan tubuh. Pada anak-anak, merkuri bahkan dapat mengakibatkan penurunan IQ, yang efeknya akan sangat berdampak hingga tua.

Mengerikan bukan? Karenanya, pengelolaan limbah lampu pendar secara baik pun dianggap sebagai solusi, jika tidak bisa mengurangi penggunaannya.

Di luar bahaya yang ditimbulkannya, lampu pendar sendiri, tak imungkiri memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah dapat menghemat pemakaian aliran listrik yang secara otomatis berdampak pula pada penghematan biaya rekening PLN. Umur lampu ini juga lebih panjang dibandingkan lampu pijar serta diharapkan dapat menghambat pemanasan global.  Tak heran, jika penggunaannya begitu masif di luar sana.

Berdasarkan penelitian dari Puslitbangtek Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi yang dipublikasikan dalam jurnal Ketenagalistrikan Dan Energi Terbarukan Vol. 12 No. 2 Desember 2013, diketahui bahwa penetrasi LHE yang tergolong lampu pendar di masyarakat meningkat lebih dari 20 kali di tahun 2011 dibandingkan dengan penetrasi di tahun 2000. Diperkirakan penetrasi LHE ini akan terus meningkat tajam sampai dengan tahun 2020 dan setelah tahun 2020 hingga tahun 2030 akan tetap terjadi peningkatan tetapi dengan nilai yang relatif kecil.

Di tahun 2020, laju penetrasi LHE diperkirakan sekitar 7,2 unit per rumah tangga dan di tahun 2030 menjadi sekitar 7,94 unit per rumah tangga. Peningkatan penjualan LHE juga diperkirakan terjadi hingga tahun 2030 yaitu sekitar 578 juta unit dan limbah LHE terbuang sekitar 570 juta unit.

Bagi beberapa pihak, bisa jadi ini menguntungkan. Namun tidak demikian bagi lingkungan secara keseluruhan. Jika mengacu pada data tersebut, secara kumulatif artinya limbah LHE yang terbuang hingga tahun 2030 diperkirakan sekitar 9.068 juta unit, dengan merkuri yang menyertainya sekitar 45 ton.

Bayangkan jika limbah tersebut tidak dikelola dengan baik? Bisa dipastikan logam berat maupun senyawa berbahaya yang terkandung di LHE, akan mempengaruhi kesehatan, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang.

“Kami tidak menginginkan hal itu terjadi. Itu sebabnya, kami mengeluarkan Ecofren yang merupakan solusi pengelolaan limbah dan sampah terpadu untuk segmen bisnis dan sarana komersial. Termasuk juga tentu limbah lampu,” ungkap Gufron Mahmud, Direktur PT Arah Environmental Indonesia.

Melalui Ecofren ini, PT Arah berinisiatif untuk mengedukasi dan membantu masyarakat dan para pelaku usaha dalam mengelola lampu yang juga tergolong limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B3) secara tepat dan sesuai dengan standar pengendalian pencemaran lingkungan hidup.

Langkah lain seperti penggunaan lampu jenis LED (Light Emitting Diode) pun tak dimungkiri bisa menjadi solusi. Lampu jenis ini sangat hemat energi dan lebih ramah terhadap lingkungan. Konsumsi listrik lampu LED pun hanya sebesar 20% dari lampu pijar biasa. Atau dengan kata lain, dapat berhemat 80% konsumsi listrik. Bahkan setelah dihitung, setelah 18 bulan pemakaian biaya penghematannya sudah seharga lampu itu sendiri (breakeven point).

Panas yang dihasilkan juga sangat minim, karena lampu LED lebih optimal dalam mengubah energi listrik menjadi cahaya. Hal ini membuat ruangan tetap nyaman, penggunaan pendingin ruangan (AC) pun dapat lebih dihemat.

Dari segi penggunaan, lampu LED memiliki usia rata-rata 50.000 -100.000 jam. Jika dihitung penggunaan rata-rata selama 12 jam sehari, maka lampu LED ini dapat bertahan lebih dari 10 tahun. Nah, bayangkan berapa besar penghematan yang bisa Anda lakukan?

Namun sayang, tambah Gufron, walaupun lampu LED hemat dan bebas bahan kimia berbahaya – timah dan merkuri, bahkan dari emisi ultra violet, nyatanya penggunaannya di masyarakat belumlah banyak.

“Masih banyak masyarakat yang belum bisa menggunakan karena harganya yang tergolong tinggi,” katanya.