spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1229

Sanggup Main Game Terberat Android

0

Telko.id, Jakarta – Meski tidak menyandang predikat nama “Pro”, tapi Oppo F11 tetap mempunyai kemampuan mumpuni untuk mendukung segala aktivitas para penggunanya. Smartphone ini ditopang oleh dapur pacu berperforma, seperti prosesor octa-core 2,1 GHz MediaTek Helio P70.

Ditambah juga dengan RAM 4GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi VOOC Flash Charge 3.0. Dengan spesifikasi tersebut, Oppo F11 mampu mencetak skor 147.458 poin di AnTuTu Benchmark versi 7.

{Baca juga: 4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai}

Pertanyaannya sekarang, sanggupkah Oppo F11 menjalankan pekerjaan yang super berat, let’s say memainkan sejumlah game terberat di Android?

Nah, untuk menjawabnya tentu dibutuhkan serangkaian tes yang valid. Oleh sebab itu, Tim Telko.id telah melakukan gaming test Oppo F11 untuk menjawab apakah Oppo F11 mampu memfasilitasi pengguna untuk bermain game berat atau tidak. Berikut hasil tesnya.

Dalam melakukan tes, kami memainkan 3 game, yakni PUBG Mobile, F1 Mobile, dan Need for Speed No Limits yang bakal ditampilkan dengan apik di layar 6,53 inci beresolusi Full HD+ beraspek rasio 19,5 : 9.

Sementara tools untuk pengujian, kami menggunakan GameBench yang dengan mudah bisa Anda download di Google Play Store, dan terhubung langsung via browser yang mudah untuk diakses.

{Baca juga: Traveling Lebih Menyenangkan dengan Oppo F11, Ini Alasannya!}

Game pertama yang kami coba adalah F1 Mobile. Berdasarkan hasil benchmark, F11 dapat dengan lancar menjalankan game yang berat ini.

Sebab, smartphone mampu dengan stabil menjalankan F1 Mobile di rata-rata 23 fps. Terlihat dari hasil benchmark, terdapat beberapa penurunan framerate pada game yang diakibatkan oleh banyaknya objek karakter lain pada satu waktu atau lokasi.

Hasil benchmark dari GameBench

Tapi, hal itu tidak mengganggu jalannya permainan. Dan, kendala seperti lag dan lainnya yang bisa menurunkan pengalaman saat bermain game pun tidak kami temui, meski memang jalannya game tidak semulus 50 fps sampai 60 fps.

Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan F1 Mobile

Game kedua adalah PUBG Mobile. Secara default, Oppo F11 sanggup menjalankan PUBG Mobile di kualitas Medium atau HD.

Rata-rata, PUBG Mobile dapat dimainkan di 26 – 30 fps. Seperti F1 2019, terjadi penurunan framerate juga pada PUBG Mobile. Tapi, penurunan ini malah terjadi pada saat bagian menunggu pemain atau sebelum permainan utama berlangsung.

Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan PUBG Mobile

Sehingga saat permainan berlangsung, kami tidak merasakan penurunan frame rate secara signifikan ataupun gangguan yang merusak mood bermain game kami. Well done!

Game terakhir adalah Need for Speed No Limits. Game ini punya grafis dan beban yang hampir sama beratnya dengan F1 2019. Game tersebut mampu dijalankan secara stabil di rata-rata 30fps tanpa penurunan frame rate yang signifikan saat permainan berlangsung.

Hasil benchmark dari GameBench
Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan Need for Speed No Limits

Apabila melihat dari hasil benchmark, smartphone ini memang sudah mumpuni untuk memainkan game berat. Tapi, pasti ada satu pertanyaan tambahan lain yang muncul setelah ini, yaitu “Apakah Oppo F11 panas saat bermain game?”

Well, kami akan menjawabnya. Berdasarkan GameBench, saat bermain 3 game berat tadi, Oppo F11 cukup stabil suhunya di 37° sampai 40° C. Suhu ini terbilang normal, dan tidak akan mengganggu pengalaman saat bermain game, karena rasa tidak nyaman saat memegang body smartphone.

{Baca juga: Hands-on Oppo F11: Menarik, But More Affordable}

Apabila ditarik satu kesimpulan, smartphone ini kami nilai sanggup bermain berbagai game Android dari ringan hingga berat, karena sukses menjalankan 3 game terberat yang kami berikan. Ini patut diapresiasi, karena pada faktanya Oppo tidak secara spesifik memberikan sebutan smartphone gaming pada Oppo F11.

Sanggupnya smartphone tersebut bermain 3 game berat karena smartphone ini mempunyai Hyperboost yang dapat meningkatkan kemampuan dapur pacu dan efisiensi baterai. Fitur ini mendukung 11 game populer termasuk PUBG Mobile yang masuk dalam tes kami.

Game Space juga turut andil dalam hal ini. Kami bisa mendapatkan performa hebat dari smartphone saat bermain game. Dan, proses benchmark juga tidak terganggu dengan adanya notifikasi, karena GameBench berhasil memblokirnya sementara. (FHP)

Awas! Belaja Sambil Main HP Bikin Kamu Boros

Telko.id, Jakarta – Percayakah bahwa ponsel merupakan biang keladi kenapa Anda jadi gila belanja? Sebuah penelitian mengungkapkan, berbelanja di mal sambil mengoperasikan ponsel membuat seseorang jadi boros.

Penelitian yang dipublikasikan di the Journal of the Academy of Marketing Science menyurvei 2.520 orang yang belanja di toko suvenir. Saat sambil menggunakan ponsel, mereka ternyata membeli barang lebih banyak.

Menurut laporan Ubergizmo, orang yang berbelanja sambil mengoperasikan ponsel berbelanja barang sembilan persen lebih banyak dari rencana. Usut punya usut, ponsel mengganggu konsentrasi seseorang.

{Baca juga: Asli, 10 Foto Ini Tunjukkan Belanja Online tak Selalu Berakhir Bahagia}

“Ponsel begitu cepat menyita perhatian konsumen.  Ponsel mengganggu fokus sehingga mengubah sikap seseorang,” demikian pernyataan seorang peneliti, Michael Sciandara, seperti dikutip Telko.id pada Minggu (12/5/2019).

Para peneliti lantas mengeluarkan rekomendasi. Mereka meminta kepada konsumen untuk menyimpan ponsel selama berbelanja. “Fokuslah membeli barang sesuai kebutuhan, terutama jika Anda ingin hemat,” imbuhnya.

Ponsel dan manusia memang tidak bisa dilepaskan. Hampir setiap jam, orang selalu membuka ponsel hanya untuk mengecek apakah ada pemberitahuan baru dari akun media sosial, memeriksa email, atau pesan masuk.

Beberapa waktu lalu, sebuah penelitian dari YouGov menyebut bahwa mayoritas orang Inggris tidak bisa bertahan tanpa memeriksa ponsel ketika sedang makan malam di rumah. Setengah lebih responden kecanduan ponsel.

{Baca juga: Ponsel Lebih Kotor dari Toilet, Begini Cara Bersihkannya}

Tak kurang dari 53 persen orang di Inggris melihat ponsel saat sedang makan di luar dengan teman atau keluarga. Sementara 54 persen responden mengaku tidak bisa jauh dari perangkat dalam waktu lebih dari dua hari. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Paket Komputer Kuno Apple-1 Dilelang Rp 8,6 Miliar

0

Telko.id, Jakarta – Komputer kuno Apple-1 bakal dilelang selama delapan hari, mulai 16 Mei sampai 23 Mei 2019 mendatang. Balai lelang Christie’s membuka harga mulai USD 600 ribu atau lebih kurang Rp 8,6 miliar.

Menurut laporan Geek, seperti dikutip Telko.id, Minggu (12/5/2019), komputer kuno Apple-1 tersebut masih berfungsi normal. Bahkan, sebagai paket penjualannya, terdapat beberapa memorabilia bersejarah.

Beberapa barang memorabilia itu meliputi salinan perjanjian personal antara Ronald G Wayne dengan Steve Jobs dan Steve Wozniak, salinan perjanjian pendanaan ketiganya, dan salinan kesepakatan penarikan.

Salinan kesepakatan penarikan tersebut ditandatangani langsung oleh Ronald G Wayne di Santa Clara County pada 12 April 1976. Menariknya lagi, paket juga memuat kartu nama alias business card pada penemu Apple.

{Baca juga: Komputer Bersejarah Apple-1 Terjual Rp 5,5 Miliar}

Tak cukup, paket menyertakan pula cetakan asli pernjajian kerja sama antara Ronald G Wayne, Steve Jobs, dan Steve Wozniak dengan tanda tangan lengkap. Tentu saja, banyak kolektor yang sangat meminati koleksi kuno itu.

Melihat keaslian serta nilai sejarah barang-barang tersebut, balai lelang Christie’s pun mengestimasikan komputer kuno Apple-1 akan laku terjual minimal seharga USD 630 ribu atau lebih kurang Rp 9 miliar.

Balai lelang Christie’s menjelaskan bahwa komputer kuno Apple-1 hanya diproduksi sebanyak 200 unit. Sekarang, komputer tersebut tinggal 80 unit di seluruh dunia. Bahkan, 15 di antaranya sudah masuk koleksi museum.

{Baca juga: Surat Lamaran Kerja Steve Jobs Laku Dilelang Rp 2,4 Miliar}

Seri komputer yang akan dilelang sebelumnya dimenangkan oleh kolektor bernama Rick Conte pada 1977. Ia lantas menyerahkannya ke sebuah organisasi non-profit pada 2009 dan sempat kembali ke pemilik aslinya pada 2014. [SN/HBS]

Sumber: Geek

 

Baikan dengan Apple, Bos-bos Qualcomm Panen Bonus

Telko.id, Jakarta – Pimpinan Qualcomm mendapat berkah melimpah dari kesepakatan damai antara perusahaan dengan Apple. CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf, menerima bonus 40.000 lembar saham perusahaan.

Menurut laporan CNBC, pada penutupan bursa perdagangan Jumat (10/5/2019) lalu, nilai saham Qualcomm mencapai USD 85,84. Dengan kata lain, Mollenkopf mendapat sekira USD 3,5 juta atau lebih dari Rp 50 miliar.

Qualcomm dilaporkan tak perlu pikir panjang untuk memberi bonus sebesar itu kepada Mollenkopf. Qualcomm menganggap bahwa kesepakatan damai dengan Apple benar-benar menguntungkan bagi masa depan perusahaan.

{Baca juga: Apple dan Qualcomm Damai, Intel “Ngambek” Bikin Modem 5G?}

Tak cuma Mollenkopf, dikutip Telko.id, Minggu (12/5/2019), pimpinan lain Qualcomm juga menerima bonus dengan nominal berbeda. Presiden Qualcomm, Christiano Amon, mendapat 25.000 saham atau USD 2,1 juta.

Pun demikian dengan CTO Qualcomm, James Thompson. Ia mendapat USD 1,65 juta. Kemudian, penasihat umum Donald Rosenberg menerima USD 1,2 juta dan CFO Qualcomm, David Wise, mengantongi USD 253 ribu.

Qualcomm menyebut, bonus yang dibagikan merupakan kompensasi. Sebab, mereka berhasil membuat kerja sama dengan pelanggan kakap. Sayang, Qualcomm bungkam apakah bonus masuk dalam poin kesepakatan.

{Baca juga: Qualcomm Bikin Sensor Fingerprint Dalam Layar untuk iPhone}

Seperti diketahui, setelah dua tahun saling serang di pengadilan terkait sengketa pembayaran lisensi teknologi, Apple dan Qualcomm memutuskan berdamai pada April 2019. Belum diketahui pasti kenapa mereka sepakat rujuk. [SN/HBS]

Sumber: CNBC

Bikin Canggung, Pose Dinosaurus di Legoland Malaysia Viral

Telko.id, Jakarta – Sebuah pose tak biasa ditunjukkan Dinosaurus di Legoland Malaysia. Sontak, foto Dinosaurus berwarna merah ini pun viral, dan mendapat lebih dari 10 ribu upvotes saat diposting di reddit. Lantas, apa sebenarnya yang dilakukan hewan purba ini?

Tidak banyak. Dinosaurus jenis T-rex ini hanya tampak sedang duduk, namun dengan posisi yang boleh dibilang, agak ‘canggung’.

{Baca juga: Pria Ini Tertangkap Kamera Curi Foto Wanita yang Tidur di MRT}

Tapi jangan salah, bayangkan saja Anda adalah seekor T-rex dengan ekor yang besar, hal yang sama  bukannya tidak mungkin akan Anda alami ketika duduk. Sama canggung, persis T-Rex berwarna merah ini. Yang ternyata, juga bukan bukan satu-satunya.

Ya, tidak hanya ada di Legoland Malaysia, seorang pengguna Reddit juga membagikan foto patung Dinosaurus serupa berada di Finlandia.

So, apapun itu yang sempat terlintas di kepala Anda, ketahuilah bahwa itu hanya ekor dari T-rex. Dia hanya duduk, tidak lebih. [BA/IF]

Semua iPhone Terbaru Berfitur Reverse Wireless Charging?

0

Telko.id, Jakarta – Apple meluncurkan iPhone X dengan teknologi Wireless Charging. Kebijakan tersebut dinilai terlambat, lantaran kalah mutakhir dibanding para pesaingnya. Huawei Mate 20 Pro, misalnya, telah hadir dengan fitur Reverse Wireless Charging.

Memiliki fitur itu, Huawei Mate 20 Pro bisa mengisi daya baterai ponsel lain secara nirkabel. Sadar bahwa kompetitor selangkah lebih maju, Apple ingin menyematkan teknologi serupa di ponsel keluaran terbaru, yakni iPhone 11 atau iPhone XI.

{Baca juga: Desain iPhone XI dengan Tiga Kamera Terungkap}

Menurut laporan Ubergizmo, seperti dikutip Telko.id, Minggu (12/5/2019), iPhone 11 yang kemungkinan bakal rilis ke pasaran pada tahun ini akan mendukung fitur serupa. Pemberitaan terkait hal tersebut sudah terdengar sejak awal 2019.

Dengan fitur Reverse Wireless Charging, iPhone 11 akan seperti Huawei Mate 20 Pro, yakni bisa mengisi daya baterai ponsel lain yang mendukung Wireless Charging dan menggunakan Qi. Satu perangkat yang menggunakan Qi adalah AirPods.

Bahkan, teknologi Reverse Wireless Charging akan tersedia di semua model baru iPhone. Namun, beberapa pihak menganggap Apple tetap tertinggal dibanding pesaing. Selain Huawei Mate 20 Pro, ponsel lain yang berfitur sama adalah Samsung Galaxy S10.

{Baca juga: Fitur Andalan Mate 20 Pro dan Galaxy S10 “Ditiru” iPhone XI?}

Februari 2019 lalu, ada rumor bahwa iPhone 11 akan menerapkan fitur Reverse Wireless Charging. Untuk menggunakannya, pengguna hanya perlu meletakkan ponsel milik orang lain di belakang iPhone 11. Tak tunggu lama, pengisian daya pun aktif.

Apple bisa sedikit bernafas lega karena fitur serupa di Huawei Mate 20 Pro bisa dibilang sedikit mengecewakan. Dalam waktu satu jam, fitur hanya mengisi daya ponsel lain sebesar 10 persen dan menghabiskan sepertiga baterai selama proses pengisian. [SN/IF]

Bezos Pamer Blue Moon, Pengangkut Bahan Bangunan ke Bulan

Telko.id, Jakarta – Bos Amazon sekaligus Blue Origin, Jeff Bezos,  meluncurkan sebuah perangkat yang dipanggil Blue Moon. Ini adalah perangkat robotik yang akan mengangkut logistik dan bahan bangunan ke bulan. Barang-barang ini dibutuhkan untuk membangun pangkalan Bulan berawak pertama Amerika Serikat (AS).

Seperti dilaporkan IBTimes, dengan monitor berukuran besar yang menampilkan video animasi Blue Moon, Bezos menandai spesifikasi dan kemampuan sang robot lander. Ia menyatakan bahwa Blue Moon telah melakukan sesuatu di Bulan selama tiga tahun terakhir.

Dikutip Telko.id, Minggu (12/5/2019), Bezos menggambarkan Blue Moon seperti lander besar yang bisa mendarat di tanah secara tepat dengan estimasi 3,6 metrik ton di permukaan Bulan. Blue Moon bahkan bisa mendarat 6,5 metrik ton serta mengangkut berbagai muatan.

{Baca juga: Virgin Galactic Uji Coba Bawa Penumpang ke Luar Angkasa}

Blue Moon akan ditenagai mesin hidrogen cair berkinerja tinggi yang akan banyak membantu saat mendarat di Bulan. Menggunakan hidrogen cair sebagai bahan bakar akan memungkinkan Blue Moon mendapatkan hidrogen dari air di Bulan untuk mengisi bahan bakar.

Bezos menambahkan, Blue Moon akan menggunakan Lidar yang berfungsi mendeteksi fitur permukaan di Bulan agar mendarat secara aman. Sekadar informasi, misi tersebut bertujuan mendukung upaya pemerintah AS untuk kembali ke Bulan pada 2024 mendatang.

Beberapa waktu lalu, kapsul luar angksa milik Bezos, Blue Origin, lepas landas dari fasilitas peluncuran di Texas Barat, Kamis (1/5/2019) pagi waktu setempat. Blue Origin membawa 38 muatan sejauh lebih dari 62 mil atau 100 kilometer melewati garis Karman.

{Baca juga: Blue Origin Siap Lepas Landas Bawa 38 Muatan}

Muatan yang diangkut meliputi beberapa karya ilmiah, termasuk demonstrasi teknologi medis baru untuk mengobati paru-paru. Ada pula alat percobaan untuk menguji fluktuasi suhu dalam gaya berat mikro yang dirancang oleh siswa sekolah menengah Alabama.

Bezos telah menambah nilai investasi untuk proyek misi luar angkasa Blue Origin pada 2019. Ia rela merogoh kocek sebesar USD 1 miliar atau lebih kurang Rp 15,2 triliun untuk pengembangan perusahaan antariksa miliknya itu. Mereka akan mengeksplorasi luar angkasa. [SN/IF]

Louis Vuitton Sematkan Layar Fleksibel di Produk Tas

Telko.id, Jakarta – Louis Vuitton membuat inovasi dengan menyematkan layar fleksibel di produk tas terbarunya. Merek tas papan atas ini bahkan sudah memamerkan prototipe produk tersebut pada gelaran Cruise 2020 Runway Show di New York City.

Seperti dilaporkan Ubergizmo, saat demonstrasi, layar fleksibel di tas buatan Louis Vuitton menampilkan video suasana kota secara acak. Kemudian, ada satu tas yang mendemonstrasikan browser internet.

{Baca juga: Xioami Ikutan Bikin Ponsel Layar Fleksibel, Bisa Dilipat Tiga}

“Penggunaan teknologi layar fleksibel di tas merupakan sebuah terobosan yang menarik. Kami ingin para perempuan di dunia bisa menggunakan tas sebagai sarana pelengkap ponsel,” terang juru bicara Louis Vuitton.

Namun demikian, dikutip Telko.id, Minggu (12/5/2019), Louis Vuitton tidak mengungkap apakah prototipe tas dengan layar fleksibel benar-benar akan direalisasikan atau tidak. Mereka belum bersedia memastikan.

Sejauh ini, layar fleksibel hanya tersemat di gadget, baik ponsel atau jam tangan pintar. Belum ada satu produsen pun yang menerapkan penggunaan layar fleksibel di tas. Artinya, Louis Vuitton akan menjadi yang pertama.

{Baca juga: Samsung Patenkan Smartwatch dengan Layar Fleksibel}

Pada 17 Januari 2019 lalu, produsen perangkat audio asal Amerika Serikat, Master & Dynamic, bekerja sama dengan Louis Vuitton merilis headphone berlogo khas LV. Harganya USD 995 atau setara Rp 14,1 jutaan.

Jika dihitung, harga headphone tersebut jauh lebih mahal dibandingk iPhone XR versi tertinggi yang dijual di Amerika Serikat. Sebab, harga iPhone XR model 256GB hanya dibanderol USD 899 atau sekira Rp 12,7 jutaan. [SN/IF]

Instagram Siapkan Fitur Baru, Stiker dengan Lirik Lagu?

Telko.id, Jakarta – Sebuah fitur baru sepertinya tengah diuji coba Instagram untuk stiker dalam fitur Stories-nya, berupa lirik musik yang dimainkan bersama dengan video.

Dilaporkan The Verge, Minggu (12/5/2019), Jane Manchun Wong melihat fitur itu April lalu, dan memeragakannya dalam video pendek di Twitter, menunjukkan lirik dari Never Ash, “You Gonna Give You Up” karya Rick Ashley, di samping video musik.

Instagram membawa musik ke fitur Stories-nya pada musim panas lalu, yang memungkinkan pengguna untuk menambahkan musik latar untuk menemani postingannya. Dengan fitur ini, pengguna dapat menambahkan musik ke posting, dan menyesuaikannya dengan klip tertentu untuk gambar atau video tertentu.

{Baca juga: Ubah Kebijakan, Kini Instagram “Lebih Adil” Soal Blokir Akun}

Pada bulan Desember, Instagram menambahkan beberapa fitur musik tambahan, yang memungkinkan pengguna untuk menanggapi pertanyaan dengan lagu, bersama dengan hitungan mundur dan stiker pertanyaan untuk video langsung.

Kabar mengenai fitur baru Instagram ini datang di tengah upaya perusahaan dalam memerangi hoaks.

{Baca juga: Instagram Makin Getol Blokir Tagar Anti-Vaksin}

Seperti diketahui, menyusul kekhawatiran akan wabah campak yang terus menyebar di AS, Instagram memblokir beberapa tagar anti-vaksin yang menyebarkan informasi yang salah di seluruh platform.

Juru bicara Instagram, Stephanie Otway mengkonfirmasi pada hari Jumat bahwa aplikasi akan memblokir #vaccineskill. Menambah panjang daftar tagar yang dilarang, menyusul #vaccinescauseautism, #vaccinescauseaids dan #vaccinesarepoison, yang telah lebih dulu diharamkan.

HTC Siapkan Ponsel Blockchain Berharga Murah, Exodus 1s

Telko.id, Jakarta – HTC sepertinya benar-benar serius untuk masuk ke ranah ponsel kripto. Hal ini dibuktikan dengan dengan diumumkannya Exodus 1s, sebuah versi lebih murah dari flagship Exodus yang diluncurkan tahun lalu.

Tidak banyak informasi diketahui tentang perangkat kecuali hargany, yang disebut-sebut berada di kisaran US$ 250 hingga US$ 300 atau setara Rp 4 jutaan.

Namun demikian, seperti dilaporkan Engadget, Minggu (12/5/2019), baru-baru ini diketahui bahwa perangkat dapat bertindak sebagai salah satu poin terdistribusi yang memvalidasi dan menyampaikan transaksi pada blockchain Bitcoin.

{Baca juga: HTC Exodus 1 Kini Bisa Dibeli Pakai Uang Asli, Harganya?}

HTC menggambarkan perangkat baru ini sebagai bagian dari gerakan untuk melindungi privasi dan bahwa kapabilitas full-node akan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan aman dengan jaringan Bitcoin, tanpa mengungkapkan privasi mereka kepada pihak lain.

Full-node digunakan untuk menyiarkan dan memverifikasi transaksi, dengan demikian memastikan bahwa tidak ada koin yang dapat dihabiskan dua kali dan tidak ada pengguna yang dapat dicegah melakukan transaksi. Meskipun mereka tidak menambang blok, mereka memiliki peran penting dalam memastikan bahwa blockchain tetap aman dan dapat diakses oleh semua orang.

Phil Chen, Kepala Pejabat Terdesentralisasi di HTC, mengatakan bahwa ia memiliki mitra untuk diumumkan, yang akan menawarkan hash rate untuk melakukan itu. Hash rate sendiri merupakan alat ukur dari processing power yang dimiliki oleh jaringan Bitcoin.

untuk diketahui, jaringan Bitcoin selalu menjalankan perhitungan matematika untuk menjalankan dan mengamankan setiap transaksi yang terjadi dan tingkat daya yang dikerahkannya dapat dilihat dari Hash Ratenya. Ketika jaringan mencapai Hash Rate sebesar 10 Th/s, maka jaringan tersebut bisa melakukan 10 trilyun kalkulasi berbeda per detiknya untuk memproses transaksi Bitcoin.

{Baca juga: Amerika Berantas Obat Ilegal Pakai Teknologi Blockchain}

Singkat kata, HTC berharap Exodus 1s akan menarik bagi orang-orang yang ingin tahu tentang mata uang kripto dan ingin mendukung blockchains publik.

Buku besar Bitcoin sendiri saat ini berjumlah lebih dari 200GB. HTC mengatakan akan mungkin bagi ponsel untuk menyimpan “versi pemangkasan” yang lebih kecil. Sementara Blockchain penuh perlu disimpan pada kartu SD yang terpisah.

Ditambahkan Chen, fungsionalitas node mungkin akan berdampak buruk pada kinerja Exodus 1 dan 1s. Pengguna harus mengoperasikan node melalui koneksi Wi-Fi dan mengakui bahwa konsumsi daya akan “melampaui tingkat operasi normal.”

Sama seperti pendahulunya, Exodus 1s akan mendukung aplikasi dompet HTC Zion. Perangkat lunak ini dapat digunakan untuk menyimpan, mengirim dan meminta sejumlah mata uang kripto termasuk Bitcoin, Ether dan Litecoin, serta ERC-20 dan ERC-721 berbasis Ethereum.