spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1222

Mengenal Ekosistem Samsung Galaxy, Praktis Serba Wireless

Telko.id, Jakarta – Kapan tepatnya hidup bisa menjadi begitu simple hingga tak mengharuskan kita beranjak kemana-mana saat ingin mendapatkan sesuatu? Saat kita memiliki smartphone seperti  keluarga Samsung Galaxy, yang memungkinkan kita mentenagai apapun perangkat yang kita punya. Tanpa harus repot-repot berurusan dengan kabel yang panjang.

Tapi tentu saja, ada hal yang harus dicatat, yakni kesemua perangkat itu harus mendukung apa yang dipanggil Qi. Qi sendiri merupakan standar untuk pengisian nirkabel yang telah didukung oleh sejumlah perusahaan termasuk Google, Nokia, Apple, dan tentu saja, Samsung.

Nah, nama terakhir boleh dibilang menjadi satu yang paling jadi sorotan belakangan ini, apalagi setelah smartphone flagshipnya – Samsung Galaxy S10 – dinobatkan sebagai salah satu smartphone paling inovatif. Tentu saja, layar berlubang menjadi alasan utama. Tapi jangan lupakan juga bahwa ada kemampuan lain yang membuat suksesor S9 ini layak menjadi headline. Apa itu? Wireless PowerShare.

Ya, fitur ini secara nyata mengubah Galaxy S10 menjadi sumber tenaga bagi perangkat lain. Bukan lagi sekedar perangkat untuk melakukan panggilan, untuk menjelajah web, untuk bermain game dan lainnya. Lebih dari itu, ini adalah sumber kehiduoan bagi perangkat lainnya yang memiliki teknologi sejenis.

Dari beberapa perangkat yang dimaksud, berikut dua diantaranya:

Samsung Galaxy Watch
Orang-orang yang bekerja di Samsung sepertinya sangat cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan. Mereka sangat peduli dengan kesehatan pengguna, dan ini salah satunya ditandai dengan telah dibenamkannya aplikasi Samsung Health di badan Galaxy S10.

Bukan cerita baru memang, karena di seri sebelumnya pun aplikasi serupa sudah ada. Namun, Samsung sepertinya berusaha sangat keras untuk memaksimalkan fitur ini kali ini. Paling tidak, mereka percaya bahwa masih ada segelintir orang di luar sana yang sangat peduli dengan kesehatannya. Mereka yang terbiasa melacak aktivitasnya, nutrisinya, tingkat stress-nya, jumlah detak jantung, hingga tidurnya. Salah satunya dengan menggunakan jam tangan pintar.

Lebih dari sekedar jam digital, Samsung Galaxy Watch juga melengkapi dirinya dengan kemampuan fitness tracker sekaligus instruktur gaya hidup sehat personal, dimana dengan mengunduh My BP Lab, tekanan darah dan kesehatan fisik pengguna dapat terpantau dengan lebih akurat setiap saat.

Samsung menawarkan Galaxy Watch dalam dua ukuran dan tiga warna. Model 42mm yang lebih kecil hadir dalam warna hitam atau rose gold, sedangkan model 46mm hanya hadir dengan casing perang dan bezel serta tali hitam.

Dari segi desain, cukup menarik perhatian. Dan meski adakalanya layar besar dibutuhkan untuk bisa melihat berbagai informasi aplikasi di pergelangan dengan jelas, kami menilai keputusan Samsung untuk memilih kedua ukuran sangat bijaksana. Paling tidak, selalu ada pilihan bagi mereka yang bertangan kecil.

Kami mencoba Galaxy Watch 42mm dan menemukan bahwa jam tangan ini cukup nyaman dipakai. Tapi, desain plastik perangkat bersistem operasi Tizen ini tidak melulu membuat kami bisa menonjol di keramaian.

Galaxy Buds
Menemani Anda melakukan olahraga harian, Galaxy Buds jadi mitra tebaik dalam mendengar musik atau berbagai konten audio lainnya, karena didukung oleh kualitas suara tebaik yang dikreasikan oleh AKG.

Selain itu, Teknologi Enhanced Ambient Sound memberikan penggunanya kemampuan mendengar suara di sekitar dengan jelas, meski saat earbuds terpasang di telinga. Sehingga ketika tengah berolahraga, pengguna dapat tetap sadar akan kondisi lingkungan, bahkan ketika tengah melakukan panggilan telepon, atau mendengarkan lagu favorit.

Ketiga perangkat, baik Galaxy S10, Galaxy Watch maupun Galaxy Buds dapat dengan mudah disinkronisasi dengan menggunakan Bluetooth.

Untuk mengaktifkan kemampuan charging S10, pengguna cukup pergi ke pengaturan Cepat lalu pilih Wireless PowerShare. Letakkan Galaxy Watch, atau Galaxy Buds berhadapan dengan S10. Anda masih dapat menggunakan S10 saat mengisi daya ponsel lain.

Nah, mengingat Wireless PowerShare akan menguras baterai ponsel Anda lebih cepat dari biasanya, kami sarankan untuk memperhatikan dengan baik berapa banyak daya tahan baterai yang dimiliki.

Mengenal Ekosistem Galaxy S10, Praktis Serba Wireless

0

Telko.id, Jakarta – Kapan tepatnya hidup bisa menjadi begitu simple hingga tak mengharuskan kita beranjak kemana-mana saat ingin mendapatkan sesuatu? Saat kita memiliki smartphone seperti Galaxy S10, yang memungkinkan kita mentenagai apapun perangkat yang kita punya. Tanpa harus repot-repot berurusan dengan kabel yang panjang.

Tapi tentu saja, ada hal yang harus dicatat, yakni kesemua perangkat itu harus mendukung apa yang dipanggil Qi. Qi sendiri merupakan standar untuk pengisian nirkabel yang telah didukung oleh sejumlah perusahaan termasuk Google, Nokia, Apple, dan tentu saja, Samsung.

Nah, nama terakhir boleh dibilang menjadi satu yang paling jadi sorotan belakangan ini, apalagi setelah smartphone flagshipnya – Samsung Galaxy S10 – dinobatkan sebagai salah satu smartphone paling inovatif. Tentu saja, layar berlubang menjadi alasan utama. Tapi jangan lupakan juga bahwa ada kemampuan lain yang membuat suksesor S9 ini layak menjadi headline. Apa itu? Wireless PowerShare.

Ya, fitur ini secara nyata mengubah Galaxy S10 menjadi sumber tenaga bagi perangkat lain. Bukan lagi sekedar perangkat untuk melakukan panggilan, untuk menjelajah web, untuk bermain game dan lainnya. Lebih dari itu, ini adalah sumber kehiduoan bagi perangkat lainnya yang memiliki teknologi sejenis.

Dari beberapa perangkat yang dimaksud, berikut dua diantaranya:

Samsung Galaxy Watch
Orang-orang yang bekerja di Samsung sepertinya sangat cocok untuk menjadi Menteri Kesehatan. Mereka sangat peduli dengan kesehatan pengguna, dan ini salah satunya ditandai dengan telah dibenamkannya aplikasi Samsung Health di badan Galaxy S10.

Bukan cerita baru memang, karena di seri sebelumnya pun aplikasi serupa sudah ada. Namun, Samsung sepertinya berusaha sangat keras untuk memaksimalkan fitur ini kali ini. Paling tidak, mereka percaya bahwa masih ada segelintir orang di luar sana yang sangat peduli dengan kesehatannya. Mereka yang terbiasa melacak aktivitasnya, nutrisinya, tingkat stress-nya, jumlah detak jantung, hingga tidurnya. Salah satunya dengan menggunakan jam tangan pintar.

Lebih dari sekedar jam digital, Samsung Galaxy Watch juga melengkapi dirinya dengan kemampuan fitness tracker sekaligus instruktur gaya hidup sehat personal, dimana dengan mengunduh My BP Lab, tekanan darah dan kesehatan fisik pengguna dapat terpantau dengan lebih akurat setiap saat.

Samsung menawarkan Galaxy Watch dalam dua ukuran dan tiga warna. Model 42mm yang lebih kecil hadir dalam warna hitam atau rose gold, sedangkan model 46mm hanya hadir dengan casing perang dan bezel serta tali hitam.

Dari segi desain, cukup menarik perhatian. Dan meski adakalanya layar besar dibutuhkan untuk bisa melihat berbagai informasi aplikasi di pergelangan dengan jelas, kami menilai keputusan Samsung untuk memilih kedua ukuran sangat bijaksana. Paling tidak, selalu ada pilihan bagi mereka yang bertangan kecil.

Kami mencoba Galaxy Watch 42mm dan menemukan bahwa jam tangan ini cukup nyaman dipakai. Tapi, desain plastik perangkat bersistem operasi Tizen ini tidak melulu membuat kami bisa menonjol di keramaian.

Galaxy Buds
Menemani Anda melakukan olahraga harian, Galaxy Buds jadi mitra tebaik dalam mendengar musik atau berbagai konten audio lainnya, karena didukung oleh kualitas suara tebaik yang dikreasikan oleh AKG.

Selain itu, Teknologi Enhanced Ambient Sound memberikan penggunanya kemampuan mendengar suara di sekitar dengan jelas, meski saat earbuds terpasang di telinga. Sehingga ketika tengah berolahraga, pengguna dapat tetap sadar akan kondisi lingkungan, bahkan ketika tengah melakukan panggilan telepon, atau mendengarkan lagu favorit.

Ketiga perangkat, baik Galaxy S10, Galaxy Watch maupun Galaxy Buds dapat dengan mudah disinkronisasi dengan menggunakan Bluetooth.

Untuk mengaktifkan kemampuan charging S10, pengguna cukup pergi ke pengaturan Cepat lalu pilih Wireless PowerShare. Letakkan Galaxy Watch, atau Galaxy Buds berhadapan dengan S10. Anda masih dapat menggunakan S10 saat mengisi daya ponsel lain.

Nah, mengingat Wireless PowerShare akan menguras baterai ponsel Anda lebih cepat dari biasanya, kami sarankan untuk memperhatikan dengan baik berapa banyak daya tahan baterai yang dimiliki.

Video Ini Ungkap Desain Dual-slider Asus Zenfone 6

0

Telko.id, Jakarta – Menjelang peluncurannya, muncul dua video yang memperlihatkan desain Asus Zenfone 6 secara gamblang. Kedua video ini mengkonfirmasi bahwa Asus Zenfone 6 bakal mengadopsi desain dual-slider yang membuatnya lebih menarik.

Video pertama diunggah oleh YouTubers, Geek Loko. Ia memperlihatkan Asus Zenfone 6 berlayar fullscreen dengan bezel tipis dan tanpa notch atau poni.

Smartphone ini dikemas dengan konsep slider yang bisa digeser ke atas dan ke bawah. Saat digeser ke bawah, smartphone terlihat memiliki kamera selfie ganda.

{Baca juga: Lebih Mahal! Ini Bocoran Harga Asus Zenfone 6}

Sementara saat digeser ke atas, akan terlihat speaker yang menghadap ke depan. Speaker ini diprediksi berteknologi stereo yang bisa memberikan pengalaman multimedia yang berbeda kepada penggunanya nanti.

Asus Zenfone 6 juga terlihat punya kamera ganda di bagian belakangnya. Kamera tersebut diposisikan secara horizontal, dan berada di bagian tengah atas body smartphone. Tepat di bawahnya, terdapat sensor sidik jari konvensional.

Sedangkan video kedua, diunggah oleh YouTubers SupraPixel. Unit smartphone yang diperlihatkannya belum final atau masih bersifat prototype, dan punya desain cukup berbeda dibanding dengan video pertama, karena ukurannya yang sedikit lebih besar dan padat.

Namun, smartphone ini tetap mengusung desain slider yang bisa digeser ke bawah untuk menampilkan kamera depan, dan ke atas untuk menampilkan panel kontrol untuk kamera. Smartphone tersebut memiliki kamera ganda di bagian belakang, punya sensor sidik jari konvensional, dan disematkan USB-C yang diapit oleh speaker dan mikrofon.

Asus Zenfone 6 sendiri dipastikan bakal ditenagai oleh prosesor Snapdragon 855. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Asus lewat teaser yang dibagikannya di berbagai media sosial.

{Baca juga: Fix! Ini Dia Spek Lengkap Asus Zenfone 6}

Dalam teaser-nya juga, Asus memperlihatkan bahwa Zenfone 6 memiliki jack audio 3,5mm, dua slot kartu SIM + microSD, Smart Key, dan LED notifikasi. Selain informasi tersebut, Head of Global Marketing Operations Asus, Marcel Campos pun turut membagikan sedikit bocoran soal Zenfone 6.

Lewat Instagram, ia membagikan detail spesifikasi via kode Morse. Apabila diterjemahkan, maka smartphone terbaru Asus ini akan memiliki kamera ganda dengan resolusi masing-masing 48MP dan 13MP, serta baterai berkapasitas 5,000 mAh. (FHP)

Bidik Pasar Asia Tenggara, Tinder Lite Segera Dirilis

Telko.id, Jakarta – Perusahaan Induk Tinder, Match Group mengonfirmasi jika Tinder akan merilis versi Lite (lebih ringan) dari aplikasi. Versi ini disebutnya ditujukan untuk pangsa pasar di Asia Tenggara dan negara-negara berkembang lainnya.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (13/05/2019), Asia Tenggara adalah pangsa pasar yang besar dan pihak Tinder berharap kehadiran Tinder Lite nantinya bisa meningkatkan pendapatan dan jumlah pengguna. Pun meski banyak layanan serupa yang telah meluncurkan versi serupa untuk melayani pengguna di pasar negara berkembang.

{Baca juga: Tinder Rekrut Eks Bos Lasso, Mau Bikin Pesaing TikTok?}

Rencana Tinder untuk meluncurkan versi Lite ini pertama kali diungkap oleh CEO Match Group, Mandy Ginsberg. Mandy mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk merilis Tinder Lite yang ditujukan bagi pengguna, yang memiliki smartphone menengah ke bawah dan akses data internet terbatas.

Sayang, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai kapan tepatnya aplikasi ini akan tiba dan fitur apa yang akan dibawanya.  Diprediksi, beberapa fitur harus dihilangkan untuk membuat aplikasi lebih ringan dan kurang intensif data.

Sebelumnya, Tinder juga meluncurkan fitur baru bernama Festival Mode. Fitur tersebut memungkinkan pengguna untuk saling bertemu di sebuah konser musik yang akan mereka hadiri. Dilansir Telko.id dari The Verge pada Jumat (03/05/2019), pengguna bisa menambahkan lencana ke profil mereka untuk mengiklankan konser musik yang akan dihadiri.

{Baca juga: Tinder Luncurkan Fitur untuk Nobar Konser Musik}

Aplikasi ini akan meminta pengguna untuk membuat pilihan pada kartu Festival Mode, yang akan memberi pengguna lain petunjuk bahwa mereka akan berada di sebuah festival dan mereka berpotensi untuk bertemu.

Pengguna akan dapat memilih dari 12 festival di Amerika Serikat dan Inggris, termasuk Governor Ball, Bonnaroo Music & Arts Festival, EDC Las Vegas, Lovebox, Inggris dan setiap opsi festival akan dibuka tiga minggu sebelum acara. [NM/IF]

Bos Redmi “Ketakutan” Lihat Skor AnTuTu Smartphone Ini

0

Telko.id, Jakarta –  Bos Redmi sekaligus VP of Xiaomi, Lu Weibing memberikan teaser soal smartphone flagship Redmi yang bakal meluncur. Lewat situs Weibo pribadinya, Weibing mengatakan soal skor AnTuTu Redmi dengan Snapdragon 855 telah “membuatnya takut”.

Melansir dari Gizchina, Senin (13/05/2019), Weibing mengaku bahwa ada seorang teman yang baru saja memberitahukan kepadanya soal skor AnTuTu dari Redmi bertenaga Snapdragon 855.

“Hanya seorang teman yang memberitahuku tentang poin Redmi terbaru, membuatku takut,” katanya.

{Baca juga: Bocoran Spek High-end dari Redmi Pro 2}

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa skor AnTuTu dari smartphone flagship yang masih misterius tersebut. Sekadar informasi, dalam keadaan normal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 855 sanggup mencetak skor 380 ribuan poin.

Apabila sistem smartphone dioptimalkan dengan baik, maka skornya bisa mencapai 400 ribuan poin. Bisa jadi, “hal menakutkan” menurut Weibing adalah skor Redmi yang mencapai 400 ribuan poin.

Smartphone Redmi dengan prosesor Snapdragon 855 sendiri diprediksi akan bernama Redmi Pro 2. Smartphone ini kabarnya bakal mengusung layar berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ (2340 x 1080 piksel).

{Baca juga: Membongkar Bagian Dalam Redmi Note 7, Ini Penampakannya}

Selain Snapdragon 855, smartphone juga telah disematkan RAM 8GB, dan ROM 128GB. Di sektor kamera, Redmi menyematkan tiga kamera belakang untuk smartphone flagship-nya dengan konfigurasi 48MP + 8MP + 13MP. Sementara kamera depan, hanya beresolusi 32MP saja.

Sebelumnya, bocoran desain Redmi Pro 2 muncul dengan konsep yang “sedikit nyeleneh”. Bagaimana tidak, smartphone memiliki kamera berlubang yang ditempatkan di tengah-tengah layar mirip seperti notch atau poni berbentuk waterdrop. (FHP)

Lewat Pixel 3a, Google Sindir Harga Selangit iPhone X

Telko.id, Jakarta Google baru-baru ini telah mengumumkan harga untuk smartphone buatannya, Google Pixel 3a dan Google Pixel 3a XL. Demi membuat khalayak semakin familiar dengan harga yang dibanderolnya untuk kedua perangkat, Google pun memasang sebuah iklan. Menariknya, raksasa teknologi ini membandingkan Google Pixel 3a dengan iPhone X, yang jauh lebih mahal.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Senin (13/05/2019), dalam iklan yang terkesan mengejek itu, diketahui bahwa harga Google Pixel 3a adalah USD 399 atau sekitar Rp 5,7 jutaan.

Singkat kata, jauh lebih murah dibandingkan iPhone X yang dibandrol dengan harga USD 999 atau Rp 14,3 juta.

{Baca juga: Tampil Mewah, Ini Bocoran Tampang dari iPhone X Fold}

Kualitas kamera iPhone X juga menjadi bahan ejekan Google. Dalam iklan yang sama terlihat bahwa ada dua foto seorang perempuan yang sedang bermain ski es dengan kondisi cahaya yang rendah. Hasilnya, Google Pixel 3a mampu menangkap objek foto lebih jelas ketimbang iPhone X.

Iklan Google ini tampaknya sebagai bentuk sindiran untuk seri iPhone X yang harganya selangit. Selain itu, banyak pihak yang menganggap jika seri iPhone ini mendorong harga ponsel cerdas menjadi ribuan dollar. Sementara kualitas kameranya sendiri masih tertinggal, seperti pada iklan Google tersebut.

Sebelumnya Google telah memperkenalkan Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL dalam gelaran Google I/O Developer Conference di California Amerika Serikat, Selasa (08/05/2019) lalu.

Kedua ponsel ini dipasarkan untuk menyasar segmen yang lebih murah ketimbang Pixel 3 versi reguler. Pixel 3a dan Pixel 3a XL membawa spesifikasi yang serupa. Keduanya dibekali dengan chipset Snapdragon 670 dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB.

{Baca juga: 10 Smartphone Canggih yang Muncul di Film Avengers}

Di bagian kamera, keduanya dibekali dengan kamera depan beresolusi 12 megapiksel f/1.8 dan 8 megapiksel f/2.0 untuk kamera utama. Lengkap dengan Electronic Image Stabilization yang membuat gambar lebih stabil ketika diambil dalam keadaan bergerak.

Untuk harga, jika Pixel 3a dibanderol dengan harga USD 399 atau sekitar Rp 5,7 jutaan, Pixel 3a XL dibanderol dengan harga lebih mahal yakni USD 479 atau sekitar Rp 6,9 jutaan. Keduanya sudah dapat dipesan sejak Selasa lalu di beberapa negara tertentu. [NM/IF]

Bos Redmi “Ketakutan” Liat Skor AnTuTu Smartphone Ini

0

Telko.id, Jakarta –  Bos Redmi sekaligus VP of Xiaomi, Lu Weibing memberikan teaser soal smartphone flagship Redmi yang bakal meluncur. Lewat situs Weibo pribadinya, Weibing mengatakan soal skor AnTuTu Redmi dengan Snapdragon 855 telah “membuatnya takut”.

Melansir dari Gizchina, Senin (13/05/2019), Weibing mengaku bahwa ada seorang teman yang baru saja memberitahukan kepadanya soal skor AnTuTu dari Redmi bertenaga Snapdragon 855.

“Hanya seorang teman yang memberitahuku tentang poin Redmi terbaru, membuatku takut,” katanya.

{Baca juga: Bocoran Spek High-end dari Redmi Pro 2}

Meski demikian, ia tidak menyebutkan berapa skor AnTuTu dari smartphone flagship yang masih misterius tersebut. Sekadar informasi, dalam keadaan normal, smartphone dengan prosesor Snapdragon 855 sanggup mencetak skor 380 ribuan poin.

Apabila sistem smartphone dioptimalkan dengan baik, maka skornya bisa mencapai 400 ribuan poin. Bisa jadi, “hal menakutkan” menurut Weibing adalah skor Redmi yang mencapai 400 ribuan poin.

Smartphone Redmi dengan prosesor Snapdragon 855 sendiri diprediksi akan bernama Redmi Pro 2. Smartphone ini kabarnya bakal mengusung layar berukuran 6,39 inci dengan resolusi Full HD+ (2340 x 1080 piksel).

{Baca juga: Membongkar Bagian Dalam Redmi Note 7, Ini Penampakannya}

Selain Snapdragon 855, smartphone juga telah disematkan RAM 8GB, dan ROM 128GB. Di sektor kamera, Redmi menyematkan tiga kamera belakang untuk smartphone flagship-nya dengan konfigurasi 48MP + 8MP + 13MP. Sementara kamera depan, hanya beresolusi 32MP saja.

Sebelumnya, bocoran desain Redmi Pro 2 muncul dengan konsep yang “sedikit nyeleneh”. Bagaimana tidak, smartphone memiliki kamera berlubang yang ditempatkan di tengah-tengah layar mirip seperti notch atau poni berbentuk waterdrop. (FHP)

Mudik Lebaran 2019, Pemerintah Siapkan Infomudik.go.id

Telko.id, Jakarta – Pemerintah Indonesia bersiap dalam memberikan Layanan Mudik Lebaran 2019. Sejumlah rapat dan pertemuan koordinasi pun terus dilakukan, hingg akhirnya menghasilkan sebuah portal interaktif www.infomudik.go.id.

Dilansir Telko.id dari Laman Resmi Kominfo pada Senin (13/04/2019), portal interaktif ini disiapkan oleh Kantor Staf Presiden (KSP) bersama kementerian, lembaga dan BUMN terkait.

Portal infomudik.go.id dilengkapi tiga fitur utama, yakni akses jalan dan rute terbaik serta rest area. Selain itu, ada fitur terbaru mengenai klinik dan posko terdekat sepanjang jalur mudik. Masyarakat juga bisa memberikan informasi tempat kuliner dan wisata baru yang mereka temui.

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan, Darmawan Prasodjo mengharapkan keberadaan portal yang didukung oleh Google Indonesia ini, dapat menyempurnakan penyampaian informasi terkait kondisi arus mudik.

{Baca juga: Antisipasi Mudik Lebaran, Tri Siapkan 37 Mobile BTS}

“Sehingga portal ini tidak bersifat statis, tapi terus berkembang sejalan dengan waktu libur Lebaran 2019, baik arus mudik maupun arus balik,” papar Darmawan dalam Peluncuran Awal infomudik.go.id di Ruang Rapat Utama Kantor Staf Presiden, Jum’at (10/05/2019). 

Deputi I Kepala Staf Kepresidenan yang mendapat tugas khusus dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko untuk mengkoordinasikan dan mensinergikan pengelolaan pelayanan arus mudik Lebaran 2019, menyebut fasilitas sepanjang jalur mudik telah disiapkan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

“Mudik tahun ini menjadi istimewa, pembangunan infrastruktur sudah tercapai dengan adanya Tol Trans Jawa.  Persiapan tempat istirahat dan pelayanan atau rest area juga makin ditingkatkan, seperti halnya menyiapkan SPBU dan juga memastikan bergeraknya ekonomi lokal yang menyediakan aneka UMKM kuliner lokal sesuai arahan Presiden Jokowi,” ungkap Darmawan.

{Baca juga: 3 Aplikasi yang Penting Saat Perjalanan Mudik}

Lebih lanjut, Darmawan, menambahkan khusus tahun ini, ada tambahan satu portal baru, yakni turtransjawa.id sebagai panduan kepada publik bagaimana memanfaatkan berbagai lokasi wisata di sepanjang jalan tol dari Merak hingga Probolinggo.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Plt. Kabiro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengukuran kualitas jaringan untuk memastikan  kesiapan operator dalam mendukung penyelenggaan layanan mudik Tahun 2019. [NM/IF]

Sanggup Main Game Terberat Android

0

Telko.id, Jakarta – Meski tidak menyandang predikat nama “Pro”, tapi Oppo F11 tetap mempunyai kemampuan mumpuni untuk mendukung segala aktivitas para penggunanya. Smartphone ini ditopang oleh dapur pacu berperforma, seperti prosesor octa-core 2,1 GHz MediaTek Helio P70.

Ditambah juga dengan RAM 4GB, ROM 128GB, dan baterai berkapasitas 4,000 mAh yang didukung oleh teknologi VOOC Flash Charge 3.0. Dengan spesifikasi tersebut, Oppo F11 mampu mencetak skor 147.458 poin di AnTuTu Benchmark versi 7.

{Baca juga: 4 Cara Sederhana Memperpanjang Umur Baterai}

Pertanyaannya sekarang, sanggupkah Oppo F11 menjalankan pekerjaan yang super berat, let’s say memainkan sejumlah game terberat di Android?

Nah, untuk menjawabnya tentu dibutuhkan serangkaian tes yang valid. Oleh sebab itu, Tim Telko.id telah melakukan gaming test Oppo F11 untuk menjawab apakah Oppo F11 mampu memfasilitasi pengguna untuk bermain game berat atau tidak. Berikut hasil tesnya.

Dalam melakukan tes, kami memainkan 3 game, yakni PUBG Mobile, F1 Mobile, dan Need for Speed No Limits yang bakal ditampilkan dengan apik di layar 6,53 inci beresolusi Full HD+ beraspek rasio 19,5 : 9.

Sementara tools untuk pengujian, kami menggunakan GameBench yang dengan mudah bisa Anda download di Google Play Store, dan terhubung langsung via browser yang mudah untuk diakses.

{Baca juga: Traveling Lebih Menyenangkan dengan Oppo F11, Ini Alasannya!}

Game pertama yang kami coba adalah F1 Mobile. Berdasarkan hasil benchmark, F11 dapat dengan lancar menjalankan game yang berat ini.

Sebab, smartphone mampu dengan stabil menjalankan F1 Mobile di rata-rata 23 fps. Terlihat dari hasil benchmark, terdapat beberapa penurunan framerate pada game yang diakibatkan oleh banyaknya objek karakter lain pada satu waktu atau lokasi.

Hasil benchmark dari GameBench

Tapi, hal itu tidak mengganggu jalannya permainan. Dan, kendala seperti lag dan lainnya yang bisa menurunkan pengalaman saat bermain game pun tidak kami temui, meski memang jalannya game tidak semulus 50 fps sampai 60 fps.

Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan F1 Mobile

Game kedua adalah PUBG Mobile. Secara default, Oppo F11 sanggup menjalankan PUBG Mobile di kualitas Medium atau HD.

Rata-rata, PUBG Mobile dapat dimainkan di 26 – 30 fps. Seperti F1 2019, terjadi penurunan framerate juga pada PUBG Mobile. Tapi, penurunan ini malah terjadi pada saat bagian menunggu pemain atau sebelum permainan utama berlangsung.

Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan PUBG Mobile

Sehingga saat permainan berlangsung, kami tidak merasakan penurunan frame rate secara signifikan ataupun gangguan yang merusak mood bermain game kami. Well done!

Game terakhir adalah Need for Speed No Limits. Game ini punya grafis dan beban yang hampir sama beratnya dengan F1 2019. Game tersebut mampu dijalankan secara stabil di rata-rata 30fps tanpa penurunan frame rate yang signifikan saat permainan berlangsung.

Hasil benchmark dari GameBench
Catatan framerate Oppo F11 saat menjalankan Need for Speed No Limits

Apabila melihat dari hasil benchmark, smartphone ini memang sudah mumpuni untuk memainkan game berat. Tapi, pasti ada satu pertanyaan tambahan lain yang muncul setelah ini, yaitu “Apakah Oppo F11 panas saat bermain game?”

Well, kami akan menjawabnya. Berdasarkan GameBench, saat bermain 3 game berat tadi, Oppo F11 cukup stabil suhunya di 37° sampai 40° C. Suhu ini terbilang normal, dan tidak akan mengganggu pengalaman saat bermain game, karena rasa tidak nyaman saat memegang body smartphone.

{Baca juga: Hands-on Oppo F11: Menarik, But More Affordable}

Apabila ditarik satu kesimpulan, smartphone ini kami nilai sanggup bermain berbagai game Android dari ringan hingga berat, karena sukses menjalankan 3 game terberat yang kami berikan. Ini patut diapresiasi, karena pada faktanya Oppo tidak secara spesifik memberikan sebutan smartphone gaming pada Oppo F11.

Sanggupnya smartphone tersebut bermain 3 game berat karena smartphone ini mempunyai Hyperboost yang dapat meningkatkan kemampuan dapur pacu dan efisiensi baterai. Fitur ini mendukung 11 game populer termasuk PUBG Mobile yang masuk dalam tes kami.

Game Space juga turut andil dalam hal ini. Kami bisa mendapatkan performa hebat dari smartphone saat bermain game. Dan, proses benchmark juga tidak terganggu dengan adanya notifikasi, karena GameBench berhasil memblokirnya sementara. (FHP)