spot_img
Latest Phone

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...

HONMA x HUAWEI WATCH GT 6 Pro Rilis, Smartwatch Golf Mewah Rp5 Jutaan

Telko.id - Huawei resmi menghadirkan HONMA x HUAWEI WATCH...
Beranda blog Halaman 1219

Ditegur Vokalis Paramore, Spotify Langsung Siapkan Fitur Baru

Telko.id, Jakarta – Spotify kabarnya sedang menguji fitur serupa Instagram Stories, dengan nama Storyline. Lewat Storyline, para musisi bisa mudah berbagi inspirasi serta informasi tentang cara membuat sebuah lagu.

Storyline hampir mirip dengan fitur Behind the Lyrics di Spotify. Bedanya, pengguna bisa mengetuk layar setelah membaca informasi. Lain hal, Behind the Lyrics menampilkan informasi yang berasal dari Genius.

Menurut laporan TechCrunch, selama ini informasi di fitur Behind the Lyrics yang berasal dari Genius kerap tidak sahih. Bahkan belum lama ini, vokalis band Paramore, Hayley Williams sempat melayangkan protes lewat Twitter.

{Baca juga: Merasa Dipalak, Spotify Tuntut Apple ke Uni Eropa}

Ia mempersoalkan kesalahan yang disampaikan oleh Genius. Padahal, pihak Paramore sudah mencoba mengonfirmasi ke Genius dalam satu tahun terakhir. Tahu Hayley protes, barulah Genius meralat kesalahan.

Tak ingin pengguna maupun musisi terus-terusan terjebak dalam kesalahan yang diperbuat oleh Genius, Spotify pun menciptakan Storyline. Dengan begitu, musisi bisa langsung berbagi informasi kepada para pengguna.

Dikutip Telko.id, Rabu (15/05/2019), fitur Storyline kini sedang diuji Spotify di perangkat bersistem operasi Android dan iOS. Sementara untuk desktop, layanan streaming musik ini belum mulai mengujinya.

{Baca juga: Amazon Siapkan Layanan Streaming Musik Gratis, Saingi Spotify?}

Pengujian fitur Storyline bisa dirasakan oleh para pengguna Spotify di Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Namun demikian, layanan ini belum memastikan kapan fitur anyar tersebut akan resmi hadir ke hadapan pengguna. (SN/FHP)

Sumber: Techcrunch

Ini Penyebab Music Stickers Instagram Belum Hadir di Indonesia

Telko.id, Jakarta – Fitur Music Stickers Instagram telah dirilis sejak tahun lalu. Namun, fitur tersebut sampai sekarang belum bisa dinikmati oleh pengguna Instagram di Indonesia. Lantas, apa penyebabnya?

Dijelaskan Communications Manager Instagram Asia Pacific, Putri Silalahi, fitur ini terbentur masalah lisensi.

Ia mengatakan, masalah lisensi yang menjadi penyebab kenapa warganet Instagram di Indonesia belum bisa menggunakan Music Stickers. Putri menjelaskan, penyedia musik dalam fitur Music Stickers tidak memiliki lisensi di Indonesia.

“Penyedia musiknya tidak punya lisensi di Indonesia. Jadi kita harus rapikan dulu. Kita mau pastikan bahwa yang ada semuanya legal. Jangankan kalian, saya pun menunggu fitur ini,” kata Putri di Jakarta, Selasa (14/05/2019)

{Baca juga: Fitur Music Stickers akan Hadir di Instagram Stories}

Ia lantas menegaskan bahwa Instagram tidak ikut campur terkait lisensi musik dalam fitur ini, karena wewenangnya berada di tangan musisi dan penyedia musik di masing-masing negara.

“Mesinnya sudah ada, kapabilitasnya juga sudah ada, tinggal dibawa ke sini aja. Soal lisensi kita tidak ikut-ikutan ya, karena ini masalah artis dan penyedia musik di negaranya masing-masing,” ujar Putri.

Akan tetapi, Indonesia tidak sendiri. Putri mengklaim secara regional di Asia Pasifik baru Australia yang mendapatkan Music Stickers. Saat ini basis penggunanya sebagian besar masih di wilayah Amerika dan Eropa.

Akhir Juni tahun 2018, Instagram resmi meluncurkan fitur Music Stickers untuk Instagram Stories. Dengan menggunakan fitur ini, pengguna dapat memutar musik pada unggahan Stories mereka dengan durasi maksimal 15 detik.

{Baca juga: Trik Dapatkan Music Stickers di Instagram Stories}

Sayangnya, Instagram hanya merilisnya untuk 6 negara terpilih saja, yakni Australia, Selandia Baru, Perancis, Jerman, Swedia. Inggris dan Amerika Serikat. Padahal, banyak sekali pengguna di negara lainnya, termasuk Indonesia yang berharap untuk segera menggunakan fitur Music Stickers di unggahan Stories mereka. (NM/FHP)

Hebat! Indonesia Bakal Jadi Negara Ke-4 Yang Punya Satelit Internet Cepat

Telko.id – Indonesia boleh bangga karena sebentar lagi akan memiliki satelit dengan teknologi very high throughput atau satelit dengan kemampuan internet cepat. Dan Indonesia menjadi negara ke-4 yang menggunakan teknologi ini. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tentang proyek satelit Satria yang akan diluncurkan pada 2022.

“Negara pengguna teknologi dengan satelit ini antara lain Luksemburg, Kanada, dan Amerika (Serikat). Ini yang gunakan teknologi Very High Throughput Satellite,” kata Rudiantara, saat Rapat Kerja antara Kemkominfo dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, seperti dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Selasa (14/05/2019).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan proyek satelit Satria ini merupakan satelit multifungsi yang menyediakan jaringan internet di lokasi yang tidak terjangkau kabel optik.

“Ini awalnya karena kebutuhan internet di 150 ribu titik yang tidak mungkin dijangkau alat terestrial. Baru lima negara di dunia yang pakai teknologi Very High Throughput Satellite di mana kapasitasnya adalah 150 GB,” ujar Rudiantara

Rudiantara mengatakan proyek Satria akan memakan biaya Rp20,68 triliun dengan masa konsesi 15 tahun. Biaya ini meliputi belanja modal, belanja operasional dan pengembalian investasi yang wajar.

Rudiantara mengatakan Satria akan memulai konstruksi pada akhir 2019 oleh manufaktur asal Prancis Thales Alenia Space. Proses manufaktur akan memakan waktu hingga 2022 dan akan beroperasi pada 2023.

“Satelit menggunakan Prancis. Dan Ini masih pertimbangkan apakah mau pakai roket SpaceX atau Prancis,” kata Rudiantara.

Satelit ini akan mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan daerah, 3.700 puskesmas, dan 3.900 markas polisi dan TNI yang sulit dijangkau kabel optik. Setidaknya ada 150 ribu titik yang tidak dapat akses internet lantaran tidak terjangkau oleh kabel serat optik. (Icha)

 

 

Ternyata Bulan Ramadhan Pengguna Medsos Meningkat

Telko.id – Kebiasaan masyarakat Indonesia untuk bermain media sosial di hari biasa terbawa juga dalam bulan Ramadhan ini. Bahkan trend nya cenderung meningkat. Kegiatan apa saja yang dilakukan lewat media sosial ini oleh masyarakat?

Berdasarkan data yang diambil dari Instagram nya Indosat Ooredoo, penggunaan Facebook pada bulan Ramadhan kali ini meningkat 23% waktu untuk menonton video. Kegiatan atau aktivitas yang berhubungan dengan video pun meningkat sebanyak 2.8 kali dibandingkan dengan hari biasa.

Untuk Twitter, terjadi peningkatan penggunaan. Jumlah tweet tercatat meningkat 32%. Sedangkan jumlah video yang dikonsumsi meningkat sangat signifikan. Sampai 157%. Luar biasa!

Sedangkan untuk Youtube, waktu menonton video meningkat 32%. Khusus untuk video yang bertema rohani, hingga tutorial berhijab meningkat 1.5%.

Hal ini sebenar nya sudah diprediksikan juga oleh para operator. Di mana, pada bulan Ramadhan dan lebaran ini akan terjadi lonjakan terutama dari sisi trafik data.

“Kami memprediksikan, trafik semua layanan kemungkinan akan meningkat, dengan trafik data kembali akan naik paling tinggi yaitu sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa,” ungkap Yessie D. Yosetya, Direktur Teknologi XL Axiata.

Faktor pendorong tersebut antara lain adalah kebiasaan  pelanggan di mana mengakses data tidak hanya sekadar untuk berkomunikasi dengan orang lain, namun juga untuk akses ke berbagai layanan data lainnya, baik untuk hiburan, social media, transaksi jual beli, perbankan, juga akses ke informasi.

Telkomsel pun demikian. Dalam proyeksinya, tahun ini akan terjadi lonjakan trafik layanan data sebesar 21% dibandingkan hari normal, bahkan sekitar 66% jika dibandingkan periode Ramadhan dan Lebaran tahun lalu.

“Hal tersebut dikarenakan perilaku komunikasi pemudik maupun wisatawan di Indonesia didominasi penggunaan layanan data. Tingginya penggunaan layanan data antara lain dipicu seringnya pelanggan mengunggah foto dan video aktivitas di lokasi mudik dan wisata ke media sosial serta aplikasi pesan instan,” ujar Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel menjelaskan beberapa waktu lalu.

Di samping itu, pelanggan juga memanfaatkan layanan data untuk mengakses berbagai informasi dan direktori kuliner, penginapan, dan beragam aktivitas seni dan budaya yang bisa dilakukan di lokasi mudik dan wisata, serta menikmati berbagai layanan hiburan digital, seperti video, musik, dan games.

Sedangkan Indosat memproyeksikan bahwa trafik data saat Ramadhan dan Labaran kali ini akan meningkat antara 15 sampai 20 persen. (Icha)

 

 

 

 

 

 

 

Ups, Ternyata Facebook Paling ‘Bandel’ Untuk Blokir Konten Hoaks

Telko.id – Ada beberapa media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia, ternyata Facebook adalah yang paling rendah ketaatannya untuk blokir hoaks. Hal ini diungkapkan oleh Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika  menjelaskan dalam Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Kementerian Kominfo di Gedung Wisma Nusantara II, Jakarta, Senin (13/05/2019).

Pernyataan Menteri Kominfo tersebut disampaikan menanggapi pernyataan Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Evita Nursanty bahwa pengelola Facebook akan menuruti permintaan pemblokiran konten negatif berupa hoaks.

“Dalam pertemuan dengan pengelola Facebook. Di situ dia katakan kok, bahwa dia itu follow the government. Suruh tutup dia tutup,” ucap Evita.

Namun, pada kenyataannya, ketika pemerintah, dalam hal ini adakan Kementerian Kominfo, melayangkan surat untuk melakukan penutupan atau take down, harus beradu argumen terlebih dahulu dengan Facebook untuk meminta pemblokiran.

“Kenyataannya tidak begitu! Belum tentu yang kita minta take down di-take down dengan berbagai macam alasan. Jadi, apa yang dikatakan Facebook kepada teman-teman di Komisi I berbeda dengan kenyataannya,” ujar Rudiantara.

Bahkan Rudiantara bersedia blak-blak an tentang data, berapa banyak surat yang dilayangkan ke Facebook, dan berapa persen yang ditolak. Terkadang alasan penolakan atas permintaan Pemerintah untuk memblokir konten yang dianggap melanggar,  dinilai tidak sesuai dengan aturan Facebook.

“Saya siap kok menunjukan data jumlah permintaan blokir dari Pemerintah kepada platform media sosial di Indonesia. “Dipenuhi oleh twitter berapa persen? Yang dipenuhi Instagram berapa persen? Dipenuhi oleh Facebook berapa persen? Yang dipenuhi oleh Google berapa persen? Kita punya record-nya semua,” tuturnya. (Icha)

Palapa Ring Paket Timur Terhambat, Begini Penjelasan BAKTI

 

Telko.id, Jakarta – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menjelaskan kepada wakil rakyat terkait pembangunan Palapa Ring Paket Timur. Hal ini mereka paparkan dalam  Rapat Kerja antara Komisi I DPR RI dengan Kementerian Kominfo, di Gedung Wisma Nusantara IIMPR/DPR RI, Jakarta, Senin (13/05/2019).

Dilansir Telko.id dari laman resmi Kominfo pada Selasa (14/05/2019), Dirut Bakti Kominfo, Anang Latief menjelaskan bahwa selama ini pihaknya menghadapi berbagai tantangan seperti faktor alam, lokasi geografis, hingga ancaman gangguan keamanan serta kriminalitas.

Menurut Anang, hambatan ini terjadi terutama di Palapa Ring Paket Timur yang menjangkau 4 provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat dan Papua.

“Permasalahan perolehan lahan adat di Papua ini juga menjadi salah satu faktor penghambat pembangunan Palapa Ring, belum lagi ditambah keadaan Papua yang baru-baru ini terkena bencana banjir bandang. (Namun), Agustus semua sudah beroperasi sesuai yang disebutkan,” ujar Anang.

{Baca juga: Ini Tarif Sewa Jaringan Palapa Ring Tengah}

Selain kondisi geografis, ancaman serangan dari kelompok bersenjata pun menjadi penghambat lainnya dalam pembangunan Palapa Ring Paket Timur.

“Terdapat 28 lokasi yang tidak memiliki akses kecuali menggunakan helikopter. Selain itu, serangan dari kelompok di wilayah Papua pun menghambat pembangunan,” ungkap Anang lagi.

Melalui tayangan video dokumentasi terkait Palapa Ring Timur pada tanggal 21 Maret lalu, Anang menyampaikan bahwa terdapat serangan tembakan dan pembakaran oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ruas Tigi  sampai Timika, Papua.

Anang menambahkan, pasca kerusuhan yang terjadi pada 21 April lalu terdapat tumpukan-tumpukan kabel yang dibakar, sehingga mengharuskan pihaknya berkoordinasi dan melakukan kerjasama dengan aparat TNI untuk pengamanan di semua lokasi di Papua.

{Baca juga: Menebar Internet ke Pelosok Negeri Lewat Palapa Ring}

“Selain gangguan dari KKB, ada juga permasalahan karena faktor ketinggian sampai lebih dari 4000 meter dan ada penolakan dari masyarakat. Ada isu listrik diterima membantu kehidupan. Kalau telekomunikasi hati-hati dimata-matai pemerintah,” paparnya.

Anang mengatakan, saat ini pembangunan Palapa Ring Paket Timur mencapai 96,5% sedangkan Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Tengah sudah selesai 100%.

Anang optimis jika semua paket tersebut dapat beroperasi di bulan Agustus atau sebelum Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan RI mendatang. “Sesuai disebutkan Pak Menteri (Kominfo) di Agustus itu Insyaallah udah beroperasi semua,” tutupnya. [NM/IF]

Gantikan PUBG Mobile, Game Ini Bikin Tencent Untung Besar

Telko.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Tencent dikabarkan menghapus game PlayerUnknown’s Battlegrounds atau PUBG Mobile. Sebagai gantinya, Tencent menghadirkan game baru bernama Game for Peace.

Menurut NDTV, merujuk riset firma Sensor Tower, tak diduga upaya yang dilakukan oleh Tencent membuahkan hasil luar biasa. Tiga hari sejak rilis, Game for Peace mendatangkan untung besar bagi Tencent.

Sensor Tower bahkan hanya memantau aplikasi Game for Peace di platform iOS di China, dan tidak untuk Android. Hasilnya, permainan anyar tersebut menghasilkan USD 14 juta atau Rp 201 miliar bagi Tencent hanya dalam waktu 72 jam.

{Baca juga: Tencent Ubah Batasan Usia untuk Gamer, Jadi Berapa?}

Dikutip Telko.id, Selasa (14/05/2019), pemasukan sebesar itu berasal dari layanan In-App Purchase, mulai pembelian skin untuk senjata dan outfit untuk karakter.

Seperti diketahui, Tencent merelakan game PUBG enyah dari China. Sebagai gantinya, Tencent mempersiapkan game baru yang mirip PUBG, dan mengizinkan pemilik akun PUBG bisa berpindah ke Game for Peace.

{Baca juga: Tencent Bikin Game Pengganti PUBG untuk China}

Game ini pun punya tampilan yang sama persis dengan PUBG Mobile, meski punya gameplay yang berbeda. Game for Peace bertemakan antiteror dan membanggakan pasukan elite China serta mengedepankan unsur patriotik.

Di game ini, tidak akan menampilan darah saat pemain di dalam game tertembak. Tidak ada pula jenazah dari pemain yang gugur. Justru pemain yang gugur akan bangun memberi salam selamat tinggal dan menghilang. (SN/FHP)

Sumber: NDTV

Spotify Uji Coba Fitur Storyline untuk Musisi, Seperti Apa?

Telko.id, Jakarta – Sebuah fitur baru disebut-sebut tengah diuji soba oleh Spotify. Dipanggil Storyline, fitur ini memungkinkan para musisi berbagi konten bergaya stories kepada penggemar.

Dilansir Telko.id dari Engadget pada Selasa (14/05/2019), Storyline sedang dalam pengujian untuk beberapa pengguna Android dan iOS. Sayangnya, Spotify tidak memberi tahu kapan fitur ini akan tersedia secara luas.

“Perusahaan selalu menguji pengalaman baru,” ucap pihak Spotify.

Penambahan fitur itu akan memberikan Spotify konten diluar album dari musisi secara eksklusif. Para musisi bisa menceritakan kisah mengenai lagu yang mereka buat. Jika benar-benar dirilis, fitur Stories di Spotify bisa membuat aplikasi lebih relevan untuk generasi milenial yang senang dengan fitur berbagi cerita.

{Baca juga: Merasa Dipalak, Spotify Tuntut Apple ke Uni Eropa}

Selain itu, fitur ini juga secara tidak langsung bisa membuat Spotify lebih unggul dari Apple Music yang sebatas memberikan catatan editor dan wawancara di Beats 1 kepada musisi terkait lagu yang mereka ciptakan.

Spotify pada awal tahun 2019 memang sedang melakukan uji coba terhadap beberapa fitur baru. Sebelumnya, layanan streaming musik ini juga sedang menguji coba fitur blokir di perangkat iOS. Ini memungkinkan pengguna memblokir musisi tertentu, yang musiknya tidak ingin didengar.

{Baca juga: Spotify Uji Coba Fitur untuk Blokir Musisi}

Fitur ini akan memastikan artis yang akan diblokir tidak akan muncul di Personal Library, Playlists, Curated Playlists, Charts, Radio dan fitur lainnya. Anda bahkan tidak bisa memutar trek secara manual dari artis yang diblokir sehingga pengguna lain tidak dapat mengontrol Anda dengan menyalakan lagu yang Anda benci di akun Anda. [NM/IF]

Tiga Operator Ini Kena Semprit Gara-gara Diskon Smartphone 5G

Telko.id, Jakarta – Smartphone 5G seperti Samsung Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ telah hadir di pasaran, meski dibanderol dengan harga yang mahal. Itu membuat para konsumen berpikir dua kali untuk membelinya. Guna menyiasatinya, tiga operator telko asal Korea Selatan (Korsel) memberlakukan diskon alias potongan harga.

Namun, niat baik mereka justru tak berjalan mulus. Kebijakan memberlakukan diskon untuk perangkat baru ternyata menyalahi aturan otoritas Korsel. SK Telecom, KT, dan LG Uplus pun mendapat surat peringatan dari otoritas terkait.

{Baca juga: Galaxy S10 5G Terbakar, Samsung Ogah Ganti Rugi}

Menurut laporan Venture Beat, seperti dikutip Telko.id, Selasa (14/05/2019), tiga operator lokal tersebut ketahuan menawarkan Samsung Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ dengan harga sangat terjangkau, bahkan cenderung tidak masuk akal.

Saat Samsung Galaxy S10 5G tersedia di pasar, operator seluler LG Uplus langsung memberi diskon 35 persen. Dengan kata lain, konsumen membayar lebih murah USD 400 atau sekitar Rp 5,7 juta dari harga normal di pasar Korsel sebesar USD 1.115 atau setara Rp 16 jutaan.

{Baca juga: Selamat! Samsung Galaxy S10 5G jadi Smartphone Kamera Terbaik}

Begitu pula SK Telecom, menyediakan subsidi sebesar USD 460 atau Rp 6,6 juta. Demikian ketika LG V50 ThinQ meluncur ke pasar Korsel dengan harga USD 1.000 atau lebih kurang Rp 14,4 juta. Tiga operator tersebut juga menggeber diskon yang tidak masuk akal. (SN/FHP)

Sumber: Venture Beat

Twitter Akui Ada Bug Penyebar Info Lokasi di Aplikasi

Telko.id, Jakarta – Sebuah gangguan ditemukan Twitter di platform-nya baru-baru ini. Hal ini diungkap perusahaan di situs resminya, bahwa mereka telah menemukan bug yang tidak sengaja mengumpulkan dan membagikan data lokasi pengguna yang menggunakan iOS ke salah satu mitra.

Dilansir Telko.id dari Ubergizmo pada Selasa (14/05/2019), Twitter tidak merinci terkait bug yang dimaksud, namun mereka menjamin bahwa data yang berada di mitra mereka telah dihapus.

“Kami telah memperbaiki masalah ini dan bekerja keras untuk memastikan itu tidak terjadi lagi,” tulis Twitter.

{Baca juga: Tegas! Twitter Hapus 166 Ribu Akun Penyebar Konten Terorisme}

Twitter juga mengaku telah berkomunikasi dengan orang-orang yang akunnya terkena dampak untuk memberitahu bahwa bug telah diperbaiki. “Kami mengundang Anda untuk memeriksa pengaturan privasi Anda untuk memastikan Anda hanya berbagi data yang Anda inginkan dengan kami,” tambahnya.

Tidak jelas apakah pengumuman ini cukup untuk menenangkan pengguna atau tidak, yang pasti privasi lokasi tampaknya menjadi subjek yang sensitif sehingga masih harus dilihat apakah akan ada dampak lebih lanjut dari kasus ini. Sementara itu, Anda  bisa meninjau beberapa pengaturan privasi di Twitter agar akun Anda lebih aman dan terjaga privasinya.

{Baca juga: Bug di Twitter Tampilkan Cuitan Orang Lain di Linimasa}

Masalah Bug sebenarnya juga sempat menghantui Twitter pada tahun lalu. Awalnya pengguna Twitter bernama akun @TappyPaws menemukan sekelompok cuitan tentang politik di linimasa akun miliknya. Ternyata, menurut Twitter, ada bug yang bertebaran di akun pengguna.

Kepada Engadget, seperti dilansir Ubergizmo pada Kamis (6/9/2018), jurubicara Twitter berani memastikan bahwa perusahaan sedang tidak melakukan uji coba fitur apapun di linimasa para pengguna.

Ia kemudian menyebut, di linimasa pengguna kemungkinan terdapat bug yang bisa menyebar ke akun lain. “Kami sedang mengecek dan berupaya keras untuk membersihkan gangguan yang ada,” paparnya. [NM/IF]