spot_img
Latest Phone

Garmin Hybrid Lab: Ubah Data Biometrik Jadi Strategi Juara Hybrid Race

Telko.id - Garmin Indonesia meluncurkan Garmin Hybrid Lab, sebuah...

5 Tips Seru Abadikan Ramadan & Idulfitri dengan Meta AI

Telko.id - Meta AI menghadirkan lima tips praktis bagi...

Garmin Luncurkan Pokémon Sleep Watch Face, Ini Manfaatnya!

Telko.id - Garmin Indonesia memperingati World Sleep Day dan...

HP Compact Flagship Makin Digemari di Indonesia, Ini Alasannya

Telko.id - Minat konsumen Indonesia terhadap smartphone flagship berukuran...

Garmin Venu X1 French Gray, Smartwatch Tipis Nan Mewah

Telko.id - Garmin Indonesia secara resmi memperkenalkan varian warna...
Beranda blog Halaman 1207

UPDATE: Google Hapus Huawei P30 Pro dari Situs Resmi Android

0

Telko.id, Jakarta – Hanya beberapa hari setelah menghapus Huawei Mate 20 Pro dari daftar perangkat Android Q Beta, Google memperbarui situs resmi Android. Google menghapus Huawei P30 Pro atau Huawei Mate X dari situs tersebut.

Sebelum ada larangan dari pemerintah Amerika Serikat (AS), Huawei P30 Pro nangkring di situs resmi Android bersama ponsel Samsung Galaxy S10 5G, LG V50 ThinQ 5G, dan Xiaomi Mi Mix 5G dengan label ponsel terbaru dan terhebat saat ini.

Seperti dilansir Phone Arena, Huawei P30 Pro atau Huawei Mate X, yang layarnya bisa dilipat, awalnya akan dirilis pada Juni 2019. Namun, ketidakmampuan perusahaan untuk bekerja sama dengan Google akan memengaruhi peluncuran ponsel.

{Baca juga: Huawei Ditinggal ARM, Nasib P30 Pro dkk Terancam?}

Dikutip Telko.id, Jumat (24/5/2019), dalam kategori ponsel pilihan dan terpopuler, di situs resmi Android kini hanya ada Pixel 3, Moto G7, dan OnePlus 6T. Demikian pula daftar Featured Brands, yang hanya diisi Samsung, LG, Motorola, Nokia, dan Xiaomi. Tidak terlihat P30 Pro. Sebelumnya, Huawei Mate 20 Pro juga dihapus.

Sebelumnya, Huawei buka suara terkait pencabutan dukungan Android di ponsel buatannya oleh Google. Perusahaan asal China tersebut berkomitmen untuk memberi pembaruan keamanan dan layanan bagi perangkat yang sudah beredar di pasaran.

“Huawei hanya dapat menggunakan versi publik Android dan tidak akan bisa mendapatkan akses ke aplikasi dan layanan dari Google. Namun, Huawei akan terus menyediakan pembaruan keamanan dan layanan purnajual untuk semua produk,” ujar Huawei.

{Baca juga: Huawei Siapkan Sistem Operasi Pengganti Android, Ini Namanya}

Menyikapi boikot dari Google, Huawei menggaungkan rencana untuk membangun ekosistem perangkat lunak sendiri yang aman dan berkelanjutan. Tujuannya, mereka ingin memberi pengalaman terbaik bagi semua pengguna secara global. [SN/HBS]

Sumber: PhoneArena

Cara Aman Jual Smartphone Android Pribadi

Telko.id, Jakarta – Apakah Anda berencana untuk jual smartphone Android lama? Jika iya, jangan lupa untuk menghapus semua data di dalamnya. Caranya sangat mudah, tinggal atur ulang saja ke kondisi pabrik.

Untuk melakukannya, Anda silakan membuka menu Setting. Selanjutnya, klik Select System, buka opsi Andvanced, kemudian menuju Reset Options. Di sana, Anda akan menemukan tiga pilihan tindakan.

Reset Wi-Fi, Mobile & Bluetooth kadang berguna jika Anda mengalami masalah dengan konektivitas. Lalu Reset App Preferences akan membantu Anda mengembalikan semua aplikasi dan notifikasi bawaan.

{Baca juga: Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store}

Namun, dua pilihan tersebut tidak bakal menghapus data di smartphone Anda. Jadi, pilihlah opsi ketiga, yakni Erase All Data (Factory Reset). Kalau sudah diklik, di layar smartphone Anda akan muncul notifikasi peringatan.

Notifikasi itu memperingatkan bahwa semua data bakal terhapus, termasuk nama pengguna dan kata sandi untuk akun media sosial, email, dll. Jika Anda tak masalah, langsung saja pilih opsi Reset Phone.

Dikutip Telko.id dari The Verge, Jumat (24/05/2019), bilamana Anda punya PIN atau pengaturan keamanan lain, sebaiknya masukkan. Saat nanti muncul opsi Erase Everything, klik saja apabila Anda sudah yakin.

{Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Rp 3 Jutaan untuk Lebaran}

Proses tersebut biasanya hanya memakan waktu dua menit atau tiga menit. Smartphone Anda akan reboot dan mulai meminta untuk memilih bahasa, jaringan, dan sebagainya. Namun, hal itu belumlah cukup.

Kemungkinan masih ada beberapa data yang tercecer di smartphone meski telah disetel ulang. Untuk lebih berhati-hati, Anda dapat mengenkripsi smartphone sebelum mengatur ulang. Caranya pun tak sulit-sulit amat.

Buka Settings, lalu Security & Location, Advanced, Encryption & Credentials, lantas pilih Encrypt Phone. Jika sudah selesai, kembalilah ke menu Setting dan mulai proses reset. Langkah berikutnya, jual smartphone Anda. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Tegas! Facebook Hapus 2 Miliar Akun Palsu

Telko.id, Jakarta – Facebook terus melawan peredaran akun palsu di platform mereka. Di kuartal I-2019, media sosial ini telah menghapus lebih dari 2 miliar akun palsu Facebook, dan jumlah ini meningkat 2 kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Dilansir Telko.id dari Mashable pada Jumat (24/05/2019), ada peningkatan tajam jumlah akun palsu. Sebelumnya pada kuartal IV-2018, raksasa media sosial ini telah menghapus lebih dari 1,2 miliar akun yang palsu.

Tetapi di tahun ini, jumlah akun palsu meningkat tajam. Ada 2,19 miliar akun yang dihapus selama kuartal I-2019 atau hampir dua kali lipat di kuartal IV-2018.

Menurut Wakil Presiden Facebook, Guy Rosen, peningkatan jumlah akun palsu disebabkan oleh spammer dan oknum tertentu yang ingin bertindak negatif di platform.

“Aktor jahat lainnya yang mencoba untuk membuat volume besar akun pada satu waktu,” kata Guy Rosen.

{Baca juga: Banyak Akun Palsu Facebook di Indonesia}

Rosen juga cepat mengingatkan bahwa mereka dapat menghapus banyak dari akun palsu itu secara otomatis pada saat akun tersebut dibuat. Bahkan, mereka telah menghapus 99,8 % akun sebelum dilaporkan oleh pengguna.

“Angka-angka ini sebagian besar didorong oleh serangan otomatis sebagian besar dari mereka diblokir dalam beberapa menit setelah penciptaannya,” ujar Guy Rosen.

{Baca juga: Facebook Hapus 200 Akun Palsu Terkait Anak Buah Duterte}

Dalam posting blog terpisah, Wakil Presiden Analytics Facebook, Alex Schultz memperingatkan bahwa jumlah akun palsu semata-mata tidak selalu mengindikasikan risiko lebih bagi pengguna.

“Jumlah akun yang ditindaklanjuti sangat miring oleh serangan sederhana, yang tidak mewakili kerusakan nyata atau bahkan risiko nyata bahaya, “tulisnya.

“Secara keseluruhan, kami tetap yakin bahwa sebagian besar orang dan aktivitas di Facebook adalah asli,” tambah Alex. (NM/FHP)

Sumber: Mashable

Hore! IGTV Akhirnya Dukung Video Landscape

Telko.id, Jakarta – Instagram memberikan kemampuan baru untuk Instagram TV atau IGTV. Kemampuan itu adalah pemutaran video landscape. Mode Landscape ini memberikan pilihan kepada pengguna, karena selama ini hanya mendukung video vertikal atau portrait.

Dilansir Telko.id dari The Verge pada Jumat (24/05/2019), Instagram mengatakan perubahan itu terjadi karena banyak pengguna yang sudah menemukan video landscape di platform video tersebut, tetapi belum dapat mengubah posisi smartphone mereka untuk menontonnya dalam layar penuh.

“Kami menyadari ini adalah evolusi dari tempat IGTV dimulai kami percaya ini adalah perubahan yang tepat untuk pemirsa. Dalam banyak hal, membuka untuk lebih dari sekadar video vertikal mirip dengan ketika kami membuka Instagram untuk lebih dari sekadar foto persegi pada tahun 2015,” kata Instagram.

“Itu memungkinkan kreativitas untuk berkembang dan keterlibatan meningkat dan kami percaya hal yang sama akan terjadi lagi,” tambah Instagram.

{Baca juga: Instagram Rombak Desain Tab Explore, Biar Lebih Relevan}

Selama ini untuk mempublikasikan di platform Instagram itu, pengguna harus mengubah bentuk video ke video vertikal. Misalnya untuk memindahkan video di Youtube ke IGTV, berarti harus memotong konten mereka secara terpisah atau membuatnya kembali dengan cara yang berbeda agar cocok.

Kehadiran mode landscape direspon positif oleh para kreator konten. Menurut mereka, jumlah pengguna IGTV akan meningkat karena mendorong pencipta untuk melakukan mengunggah konten dengan format yang sama di berbagai platform.

Instagram terus melakukan inovasi untuk IGTV supaya dilirik pengguna. Tahun lalu Instagram membuat kebijakan baru dengan memutuskan untuk menempatkan IGTV di timeline pengguna.

{Baca juga: Tak Dilirik Pengguna, IGTV “Pindah Tempat” ke Timeline}

Pengguna kini akan melihat video IGTV dari orang yang diikuti.  Video tersebut bakal muncul langsung di timeline, dengan tag yang berbeda. Asal tahu saja, IGTV merupakan fitur video berdurasi lumayan panjang yang diperkenalkan Instagram pada tahun lalu. (NM/FHP)

Sudah Ditangkap, Pendiri WikiLeaks Hadapi 17 Tuntutan Baru

Telko.id, Jakarta – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah mengajukan 17 tuntutan pidana baru terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Sekadar informasi, Assange ditangkap pada bulan lalu setelah diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris, tempat ia mencari suaka sejak 2012 silam.

Saat ditangkap, Assange didakwa melanggar Undang-Undang Penipuan dan Penyalahgunaan Komputer. Pengadilan Inggris lantas memutuskan untuk menghukumnya hampir setahun di penjara karena terbukti melanggar persyaratan jaminan.

Sebulan berselang, ia harus menghadapi beberapa dakwaan baru karena memperoleh dan mengungkapkan informasi pertahanan nasional tanpa otorisasi. Departemen Kehakiman AS dituding sebagai “satu kompromi terbesar dari informasi rahasia sepanjang sejarah.”

Awalnya, seperti dilansir The Verge, ia memerangi upaya AS dalam ekstradisi atas tuduhan CFAA yang melibatkan dugaan berkonspirasi untuk memecahkan kata sandi dengan pelapor Chelsea Manning.

Departemen Kehakiman AS mengklaim bahwa Assange berkonspirasi dengan Manning. Mereka bersekongkol dalam memperoleh informasi rahasia. Namun dalam pengakuan, mereka mendapatkan materi dari seseorang yang tidak disebutkan identitasnya.

Dikutip Telko.id, Jumat (24/05/2019), tidak jelas bagaimana dakwaan baru akan menjerat Manning, yang memberi Assange banyak materi rahasia untuk WikiLeaks. Meski demikian, Manning dipenjara setelah menolak memberi kesaksian kepada dewan juri kasus soal WikiLeaks dan Assange.

Para kritikus berpendapat bahwa Assange tidak seharusnya diberi perlindungan jurnalis tradisional. Kelompok-kelompok seperti American Civil Liberties Union telah memperingatkan bahwa Assange bisa membuka pintu untuk menuntut pihak lain yang menerbitkan dokumen. (SN/FHP)

Sumber: The Verge

Sudah Move On, Huawei Persiapkan Pengganti Google Play Store

Telko.id, Jakarta – Setelah ditinggal Google, Huawei langsung gerak cepat untuk mencari penggantinya. Selain mencari sistem operasi pengganti Android, perusahaan asal China ini juga sedang mempersiapkan layanan pengganti Google Play Store untuk smartphone Huawei.

Menurut laporan GSMArena, seperti dilansir Telko.id pada Jumat (24/05/2019), Huawei berencana untuk meminta para developer menyertakan aplikasi buatan mereka ke App Gallery, toko aplikasi HUawei yang hampir serupa dengan Galaxy Apps Store milik Samsung.

Rencana ini dilakukan, karena banyak smartphone Huawei dan Honor yang sudah dilengkapi dengan aplikasi tersebut.

Tak berhenti sampai disitu. Perusahaan ini juga dikabarkan sedang bernegosiasi dengan Aptoide untuk mengembangkan aplikasi alternatif yang layak menggantikan Google Play Store.

{Baca juga: Huawei Siapkan Sistem Operasi Pengganti Android, Ini Namanya}

Agar ekosistem App Gallery mereka menjadi lebih beragam, Huawei pun getol menawarkan App Gallery ke perusahaan telekomunikasi Eropa, walau sampai sekarang belum ada respon dari perusahaan terkait.

Sebelumnya, smartphone Huawei terancam kehilangan akses ke pembaruan sistem operasi Android di masa mendatang. Penyebabnya, Alphabet sebagai induk perusahaan Google telah menghentikan kerja sama bisnisnya dengan Huawei.

Keputusan ini membuat perusahaan terancam tidak bisa memanfaatkan berbagai layanan, termasuk softwarehardware dan sistem operasi, kecuali yang tersedia secara publik melalui lisensi open source.

{Baca juga: Smartphone Huawei Terancam Tidak Didukung Android Lagi}

Ini tentu menjadi “tamparan keras” bagi bisnis smartphone Huawei di luar China. Sebab, smartphone yang berjalan di sistem operasi Android, akan kehilangan akses ke layanan utama Google, seperti Google Play Store, Gmail, YouTube, dan lainnya. (NM/FHP)

Kocak! Diplomat China Sindir Trump Pakai Potongan Apel

Telko.id, Jakarta – Perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) memantik para pejabat masing-masing negara untuk bereaksi. Tak terkecuali seorang diplomat China di Islamabad, Pakistan, yakni Zhao Lijian yang sindir Donald Trump.

Dilansir dari Bloomberg, Wakil Kepala Misi di Kedutaan Besar China di Islamabad itu mengunggah gambar via Twitter, Selasa (21/05) lalu.

Ia menampilkan foto buah apel yang dipotong dan diposisikan sedemikian rupa hingga menyerupai logo Huawei.

“Baru saja terungkap, kenapa @realDonaldTrump sangat membenci perusahaan swasta dari China. Lihatlah logo Huawei ini. Logo ini memotong logo Apple menjadi beberapa potongan,” demikian keterangannya di Twitter.

Dikutip Telko.id, Jumat (24/05/2019), gara-gara unggahan kocak tapi menyindir tersebut, Twitter milik Zhao yang sebelumnya diikuti oleh lebih dari 170 ribu akun, mendadak bertambah menjadi lebih dari 186 ribu akun.

Beberapa waktu lalu, Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional, khususnya Huawei.

Perintah yang diteken Trump mendorong undang-undang ekonomi internasional untuk memberi wewenang kepada presiden mengatur perdagangan. Departemen Perdagangan AS pun wajib melaksanakan printah Trump.

Namun, tak lama berselang, AS meringankan embargo Huawei. Pemerintah AS memberi lisensi sementara kepada produsen asal China itu. Tujuannya untuk mencegah gangguan layanan penyedia internet yag masih pakai Huawei. (SN/FHP)

Sumber: Bloomberg

Berumur 21 Tahun, Nokia 9110i Communicator jadi “Holy Grail” Kolektor

0

Telko.id, Jakarta – Di tahun 1998, Nokia 9110i Communicator menjadi ponsel pintar yang punya kemampuan bak komputer. Dengan ukuran yang pas untuk dikantongi, ponsel ini mampu menghubungkan pengguna ke dunia baru yang sekarang dikenal sebagai internet.

Lahirnya Nokia 9110i Communicator juga dibarengi dengan boyband dan GameBoy yang mendominasi budaya populer.

Dan jangan lupa, 21 tahun lalu juga harga laptop masih sangat mahal dan bug Y2K menjadi ancaman serius di seluruh dunia.

{Baca juga: Nokia Ambil Peluang di Balik Ketegangan Kasus Huawei}

Sehingga kala itu, Communicator menjadi strategi yang pas dan sukses dari Nokia untuk mengambil kesempatan yang besar di pasar.

Sudah 21 tahun berselang, Nokia 9110i Communicator tetap menjadi ponsel yang mahal dan menjadi incaran para kolektor. Di eBay saja, harga bekasnya minimal USD 100 atau lebih kurang Rp 1,4 jutaan.

{Baca juga: Ini Smartphone Xiaomi dan Nokia yang Adopsi Android Q}

Harga bekasnya bahkan bisa menyaingi smartphone baru nan canggih keluaran Samsung maupun Apple. Padahal, dari sisi fungsi dan teknologi, ponsel ini jelas tertinggal ketimbang smartphone zaman sekarang.

Namun, apapun kondisi ponsel tersebut saat ini, faktanya banyak orang yang masih sibuk mencarinya. Sejarah telah mencatat, Nokia memiliki visi untuk masa depan teknologi seluler dalam wujud seri Communicator. (SN/FHP)

Sumber: phoneArena

Berumur Setahun, God of War Terjual 10 Juta Kopi

Telko.id, Jakarta Game God of War hadir kali pertama untuk PlayStation 4 pada tahun lalu. Tak butuh waktu lama, game tersebut langsung mendapat sambutan dari pengguna. Popularitasnya pun terus naik.

Kabar terbaru menyebut bahwa sampai awal 2019, God of War telah terjual lebih dari 10 juta kopi. Hal itu bahkan telah disampaikan oleh Sony saat menggelar pertemuan dengan para investor, baru-baru ini.

Namun, seperti dikutip Telko.id dari Ubergizmo, Jumat (24/5/2019), tidak diketahui apakah angka tersebut termasuk salinan gim yang dijual sebagai bagian dari bundel konsol PlayStation 4. Bisa jadi demikian.

{Baca juga: Sony Luncurkan Themes ‘God of War’ dan ‘The Sims’}

God of War dirilis pada April tahun lalu dan langsung menuai kesuksesan. God of War menjadi gim eksklusif terlaris yang pernah ada di PlayStation 4. Belum lama ini, Sony bahkan merilis tema God of War Xperia.

Wajar kalau Sony menghadirkan tema God of War Xperia secara eksklusif. Pasalnya, gim God of War merupakan produksi Santa Monica Studios, yang tak lain dan tak bukan adalah perusahaan hiburan milik Sony.

Selain God of War, Sony juga merilis tema The Sims Mobile, yang diperuntukan bagi penggemar gim The Sims. Dua tema tersebut tersedia secara gratis, tetapi hanya bisa digunakan di ponsel dan tablet seri Xperia.

{Baca juga: Yeay! Game Harry Potter: Wizards Unite Bisa Dimainkan di Android}

Untuk diketahui, Xperia Themes bikinan Sony bisa melakukan kustomisasi lebih dari 300 pilihan grafis berisi wallpaper, lockscreen, skema warna, aksi bard, ikon folder, dan latar belakang animasi di perangkat. [SN/HBS]

Sumber: Ubergizmo

Dirut Telkom, Bakal ‘Dipindahkan’ Menjadi Dirut PLN?

0

Telko.id – Rumor tentang pergantian Direktur Utama Telkom semakin kencang. Apalagi, hari ini Telkom akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang besar kemungkinan nya adalaha mengganti posisi tertinggi nya yakni mengganti Alex Janangkih Sinaga.

Berkembangnya isu ini juga dikarenakan, adanya posisi kosong di PLN, di mana Direktur Utama nya, Sofyan Basir yang menjadi sedang dalam kondisi dinonaktifkan dikarena menjadi tersangka dalam kasus korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni tentang kasus kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Ditambah lagi, periode pertama masa jabatan Alex memang sudah habis.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan sinyal tersebut. Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah menyebut bahwa periode pertama masa jabatan Alex memang sudah habis.

“Pak Alex memang secara jabatan sudah habis 1 periode 5 tahun. Apakah beliau diperpanjang atau memutuskan untuk pensiun nanti sore akan diputuskan,” kata Edwin melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Jumat (24/05/2019), seperti dikutip dari CNBC.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga sempat mengakui bahwa ada rencana untuk menunjuk Direktur Utama Telkom Alex Sinaga menjadi kandidat direktur utama PT PLN (Persero). Namun, masih dalam proses.

Alex Sinaga sendiri menjadi Direktur Utama Telkom karena ditunjuk pada RUPS Luar Biasa 19 Desember 2014 menggantikan Arief Yahya yang sekarang menjadi Menteri Pariwisata. Alex sebenarnya masih punya kesempatan untuk menjadi direktur Telkom lagi, karena periode masa jabatannya terhitung masih kurang dari 5 tahun.

Siapa Alex Sinaga?

Sebelum menduduki jabatan puncak di perusahaan telekomunikasi pelat merah, pria 58 tahun kelahiran Pematang Siantar (Sumatera Utara), 27 September 1961 itu memang mengawali kariernya di Telkom sejak 1997-1998 menjadi General Manager Tekom Malang.

Setelah itu, Alex menjabat General Manager Telkom Surabaya Barat (1998-1999), General Manager Telkom Jakarta Barat (2000-2002), Senior Manager Business Performance Divisi Regional II Jakarta (2002), Executive General Manager Divisi Fixed Wireless Network (2002-2005), dan Executive General Manager Divisi Enterprise Service (2005 – 2007).

Jadi, alumnus Sarjana Teknik Elektro Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung dan Master di bidang Telematika dari University of Surrey, Guidford-Inggris ini, memang produk asli binaan Telkom. (Icha)